cover
Contact Name
Aprilita Br. Sitepu
Contact Email
choir.harahap@yahoo.com
Phone
+6281361952005
Journal Mail Official
editor@itscience.org
Editorial Address
Official Address: Jalan bunga rampai II No. 86, Simalingkar Medan, North Sumatera, Indonesia
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 28099117     DOI : https://doi.org/10.47709
Core Subject : Health,
HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan merupakan terbitan berkala enam bulanan, setiap terbitan memuat minimal 5 artikel. Artikel yang dikirimkan akan diterbitkan setiap bulan Januari dan Juli. Misi HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan adalah menyebarluaskan berbagai informasi kesehatan dan membahasnya melalui komunikasi tertulis ilmiah tentang kesehatan di Indonesia bahkan dunia, baik kesehatan klinis maupun kesehatan sosial. Dengan demikian, jurnal ini diharapkan dapat menjadi media interaksi bagi orang-orang yang berkepentingan dengan dunia kesehatan, antara lain organisasi pelayanan kesehatan, pelayanan kesehatan, dinas kesehatan, instansi pemerintah terkait, industri obat, asuransi kesehatan, peneliti kesehatan dan terkait. ilmu, pengajaran, ilmuwan yang tertarik pada penerapan ilmu di bidang kesehatan.
Articles 112 Documents
Aromaterapi sebagai Terapi Komplementer pada Gejala Depresi dan Kecemasan Ibu Postpartum: Tinjauan Sistematis Hillary Monica Victoria; Novalia Widiya Ningrum; Ika Friscila; Dwi Rahmawati
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Vol : 5 No : 1 : Periode Januari 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v5i1.8149

Abstract

Periode postpartum merupakan fase adaptasi fisiologis dan psikologis yang kompleks bagi seorang ibu setelah melahirkan. Pada periode ini, perubahan hormonal dan emosional dapat meningkatkan risiko munculnya gangguan psikologis seperti depresi postpartum dan kecemasan. Berbagai pendekatan nonfarmakologis mulai dikembangkan untuk membantu mengurangi gejala tersebut, salah satunya melalui penggunaan aromaterapi sebagai terapi komplementer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bukti ilmiah mengenai penggunaan aromaterapi dalam menurunkan gejala depresi dan kecemasan pada ibu postpartum. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review dengan mengacu pada pedoman PRISMA. Pencarian literatur dilakukan melalui beberapa basis data ilmiah, yaitu PubMed, Scopus, Web of Science, dan Google Scholar. Artikel yang dimasukkan dalam penelitian ini adalah artikel penelitian asli yang membahas penggunaan aromaterapi pada ibu postpartum dan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah. Proses seleksi artikel dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan serta melalui tahap penilaian kualitas artikel menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Tool. Hasil penelusuran literatur menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian melaporkan adanya penurunan tingkat kecemasan dan gejala depresi pada ibu postpartum setelah diberikan intervensi aromaterapi. Jenis minyak esensial yang paling banyak digunakan adalah lavender, yang diketahui memiliki efek relaksasi melalui stimulasi sistem limbik pada otak yang berperan dalam pengaturan emosi dan respons stres. Berdasarkan hasil sintesis literatur, aromaterapi berpotensi menjadi salah satu intervensi komplementer yang dapat membantu mengurangi gejala depresi dan kecemasan pada ibu postpartum. Namun demikian, penelitian lebih lanjut dengan desain penelitian yang lebih kuat dan jumlah sampel yang lebih besar masih diperlukan untuk memperkuat bukti ilmiah mengenai efektivitas aromaterapi dalam konteks kesehatan mental ibu postpartum
Tuberkulosis Diseminata dengan Malnutrisi pada Pasien Non-HIV: Sebuah Laporan Kasus: Tuberkulosis Diseminata dengan Malnutrisi pada Pasien Non-HIV: Sebuah Laporan Kasus Henny Tan; Helena Fabiani
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2026): Vol. 5 No. 2 (2026): Vol : 5 No : 2 : Periode Juli 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v5i2.8203

Abstract

Tuberkulosis (TB) diseminata merupakan bentuk TB berat yang melibatkan dua atau lebih organ akibat penyebaran limfohematogen Mycobacterium tuberculosis. Meskipun hanya mencakup sekitar 2% dari seluruh kasus TB, kondisi ini memiliki tingkat mortalitas yang tinggi dan sering kali sulit didiagnosis karena gejala klinis yang tidak spesifik. Malnutrisi menjadi salah satu faktor risiko utama yang memfasilitasi perkembangan infeksi sistemik ini. Seorang perempuan berusia 24 tahun non-HIV datang dengan keluhan demam kronis dan penurunan berat badan drastis disertai benjolan pada leher. Pasien tidak memiliki keluhan batuk maupun sesak napas. Hasil pemeriksaan menunjukkan malnutrisi, biopsi kelenjar getah bening berupa limfadenitis granulomatosa supuratif, dan USG abdomen menunjukkan splenomegali dengan multipel nodul. Hasil foto toraks pasien menunjukkan paru normal. Pasien didiagnosis dengan TB diseminata dan malnutrisi, kemudian diberikan Obat Antituberkulosis (OAT) standar serta dukungan nutrisi yang adekuat. Setelah enam bulan pengobatan, pasien menunjukkan pemulihan klinis yang signifikan yang ditandai dengan hilangnya benjolan leher, peningkatan berat badan, serta perbaikan pada hasil USG abdomen. Kasus ini menegaskan bahwa TB diseminata dapat terjadi pada pasien non-HIV dengan foto toraks normal. Indeks kecurigaan klinis yang tinggi, diagnosis dini melalui biopsi, serta integrasi antara terapi OAT dan dukungan nutrisi merupakan hal yang penting.
Hubungan Pengetahuan Pola Makan dengan Pencegahan Kekambuhan Arthritis Gout pada Lansia di RSU Sundari Jun Edy Samosir Pakpahan; Suryani; Jesmo Aldoran Purba
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2026): Vol. 5 No. 2 (2026): Vol : 5 No : 2 : Periode Juli 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v5i2.8450

Abstract

Gout arthritis merupakan penyakit sendi yang sering terjadi pada lansia akibat tinggi kadar asam urat dalam darah. Kurangnya pengetahuan tentang pola makan menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi sikap lansia dalam mencegah kekambuhan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan pola makan dengan pencegahan kekambuhan arthritis gout pada lansia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasi dan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia penderita arthritis gout di RSU Sundari Medan dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Berdasarkan hasil penelitian pada 30 responden, diperoleh bahwa responden yang memiliki pengetahuan pola makan baik sebagian besar memiliki sikap pencegahan positif yaitu sebanyak 15 (50%) responden, sedangkan yang memiliki sikap negatif sebanyak 2 (6,7%) responden. Hasil analisis statistik uji chi-square diperoleh nilai p-value = 0,000 (p < 0,05) yang menunjukkan adanya Hubungan Pengetahuan Pola Makan dengan Pencegahan Kekambuhan Arthritis Gout pada Lansia di RSU Sundari Medan. Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk meningkatkan edukasi mengenai pola makan yang tepat bagi penderita arthritis gout. Bagi lansia diharapkan dapat lebih memperhatikan pola makan dan menerapkan gaya hidup sehat guna mencegah kekambuhan penyakit.  
Penatalaksanaan Sedasi Intravena Dalam Perawatan Gigi Dan Mulut Pada Anak Cerebral Palsy: Laporan Kasus Hilmanda Budiman; Prima Andisetyanto; Annisa I. Ismandiya; Eriska; Meirina Gartika
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2026): Vol. 5 No. 2 (2026): Vol : 5 No : 2 : Periode Juli 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v5i2.8455

Abstract

Anak dengan cerebral palsy (ACP) sering mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut, terutama karies. Gerakan involunter pada ACP menjadi tantangan keselamatan dalam praktik kedokteran gigi. Seorang ACP usia 13 tahun tipe diskinetik athetoid kuadriplegia datang ke Special Care Dentistry Center RSGM Unpad dengan karies gigi anterior rahang bawah, gigi 14, dan persistensi gigi 83. Perawatan konvensional maupun sedasi inhalasi tidak memungkinkan akibat gerakan involunter. Sedasi intravena sadar (CIVS) dipilih atas persetujuan orang tua. Instruksi praoperatif meliputi puasa makan 6 jam dan cairan jernih hingga 2 jam sebelum tindakan. Sedasi diinduksi dengan model TCI Paedfusor, target konsentrasi plasma (Cp) Propofol 3,0 ?g/ml/jam, bolus Fentanyl 0,01 mg/ml untuk analgesia, serta bolus atropin sulfa 0,5 mg/mL untuk mengurangi hipersalivasi. Oksigen diberikan 3 L/menit melalui kanul nasal. Perawatan dimulai setelah tanda vital stabil dan Cp tercapai. Selama prosedur tidak terdapat gerakan involunter dan saturasi oksigen stabil pada rentang 99–100%. Propofol dihentikan setelah tindakan selesai; pasien dipulangkan setelah memenuhi kriteria Modified Ramsay Sedation Scale skor 1. Protokol CIVS-TCI terbukti aman dan efektif sebagai alternatif anestesi umum pada ACP dengan keterbatasan motorik berat, dengan risiko depresi napas yang dapat dikontrol melalui titrasi Propofol yang presisi
Pengaruh Foot Massage terhadap Tingkat Nyeri Klient Post Operasi Section Casaera di Rumah Sakit Efarina Brastagi Sri Wahyuni Tarigan; Nike Naibaho
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2026): Vol. 5 No. 2 (2026): Vol : 5 No : 2 : Periode Juli 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v5i2.8908

Abstract

Nyeri pasca operasi Sectio Caesarea merupakan keluhan umum yang dapat mengganggu proses pemulihan seperti keterbatasan mobilisasi, terganggunya proses menyusui, serta penurunan kualitas interaksi ibu dan bayi (bounding attachment). Salah satu upaya non-farmakologis dalam manajemen nyeri adalah terapi foot massage, karena di area kaki terdapat banyak ujung saraf yang terhubung ke organ tubuh dan teknik ini dapat dilakukan tanpa mengganggu area abdomen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh foot massage terhadap tingkat nyeri pada klient post operasi SC di RS Efarina Etaham Brastagi.Desain penelitian ini menggunakan metode desain Filsafat positivisme. responden dalam penelitian ini adalah pasien dengan tehnik pengambilan sampel purposive sampling.sampel yang di gunakan berjumlah 68 responden yang berada di runah sakit Efarina Etaham Brastagi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan terapi foot massage, mayoritas responden mengalami nyeri sedang (54,4%) dan berat (16,2%), sedangkan setelah intervensi, terjadi penurunan signifikan dengan mayoritas beralih ke nyeri ringan (64,7%) dan bahkan tidak nyeri (4,4%). Uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -6,164 dan p = 0,001, yang berarti ada pengaruh signifikan secara statistik.
Dukungan Pengawas Menelan Obat (PMO) sebagai Kunci Kepatuhan Pengobatan Tuberkulosis: Tinjauan Literatur Chindy Eva Nurmala Hutabarat; Muji Sulistyowati
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2026): Vol. 5 No. 2 (2026): Vol : 5 No : 2 : Periode Juli 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v5i2.8939

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih tinggi di Indonesia. Keberhasilan pengobatan sangat ditentukan oleh kepatuhan pasien dalam menjalani terapi. WHO merekomendasikan strategi DOTS dengan keterlibatan Pengawas Menelan Obat (PMO) untuk meningkatkan kepatuhan tersebut.Tinjauan ini bertujuan menganalisis bagaimana dukungan dari PMO memengaruhi tingkat ke patuhan pengobatan pasien tuberkulosis.Penelitian ini menggunakan desain tinjauan pustaka sistematis dengan pendekatan PRISMA. Kajian ini menggunakan pendekatan tinjauan pustaka sistematis berbasis PRISMA. Artikel dipilih dari Google Scholar, ScienceDirect, dan PubMed berdasarkan kriteria inklusi, selanjutnya dievaluasi dilakukan secara tematik terhadap sepuluh artikel yang memenuhi kriteria. Hubungan yang signifikan antara keterlibatan PMO dan kepatuhan pasien ditemukan pada sebagian besar studi. Pengetahuan PMO, kedekatan relasional, dan kolaborasi dengan tenaga kesehatan merupakan faktor-faktor yang menentukan efektifitas PMO. Namun, efektivitas PMO masih bergantung pada konteks sosial dan kapasitas individu yang beragam. PMO memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan pengobatan TBC. Optimalisasi peran ini perlu ditingkatkan dengan pelatihan berbasis kompetensi, pemantauan rutin, dan integrasi ke dalam sistem pelayanan kesehatan.
Perbandingan Penyimpanan terhadap Kualitas Bakteriologis Air Kelapa Kemasan Plastik dan Air Kelapa Segar Nindy Tanaya; Navira Septiana Ulfa; Arina Lis Sa’adah; Yunita Rusidah
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2026): Vol. 5 No. 2 (2026): Vol : 5 No : 2 : Periode Juli 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v5i2.8302

Abstract

Air kelapa merupakan minuman alami yang kaya akan nutrisi dan banyak dikonsumsi dalam bentuk segar maupun kemasan plastik. Proses penyimpanan berpotensi mempengaruhi kualitas bakteriologis air kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kualitas bakteriologis air kelapa segar dan air kelapa kemasan plastik berdasarkan penyimpanan menggunakan media Eosin Methylene Blue Agar (EMBA). Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan total 16 sampel, terdiri dari 4 sampel air kelapa segar dan 12 sampel air kelapa kemasan plastik. Sampel diinokulasi pada media EMBA dan diinkubasi pada suhu 37ºC selama 24 jam. Pertumbuhan koloni diamati secara kualitatif berdasarkan ada atau tidaknya pertumbuhan serta karakteristik warna koloni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel air kemasan plastik 100% positif menunjukkan pertumbuhan koloni bakteri, sedangkan seluruh sampel air kelapa segar 100% tidak menunjukkan pertumbuhan koloni. Koloni yang terbentuk berwarna merah muda, yang mengindikasikan adanya bakteri koliform non-Escherichia coli, sementara koloni hijau metalik tidak ditemukan sehingga bakteri E. coli tidak terdeteksi secara presumtif. Dapat disimpulkan bahwa air kelapa kemasan plastik memiliki risiko lebih tinggi terhadap kontaminasi bakteri koliform dibandingkan air kelapa segar. Penelitian ini menekankan pentingnya pengawasan kebersihan, proses pengemasan dan kondisi penympanan.
Pengaruh Konseling Laktasi Oleh Bidan Terhadap Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Semula Jadi Tanjung Balai Rostina Afrida Pohan; Kumala Sari Rambe; Meni Fuji Astuti Tanjung; Putri Diah Pemiliana
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2026): Vol. 5 No. 2 (2026): Vol : 5 No : 2 : Periode Juli 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v5i2.8742

Abstract

Kegagalan pemberian  ASI Eksklusif pada 1000 Hari PertamaKehidupan (HPK) berdampak linier terhadap kerentanan infeksi bayi dan stunting. Hambatan psikologis berupa persepsi ketidakcukupan produksi ASI (perceived insufficient milk)  membutuhkan pemecahan masalah klinis yang praktis melalui konseling  laktasi  oleh tenaga kesehatan di pelayanan primer. Bidan memiliki  peran krusial sebagai konselor terdekat di masyarakat. Penelitian  ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 30 sampel ibu yang memiliki bayi usia 0–6 bulan menggunakan  teknik purposive  sampling.  Pengumpulan data primer  melalui wawancara terstruktur (24-hour food recall), sedangkan data sekunder lewat validasi  rekam  pelayanan Buku KIA. Analisis statistic  menggunakan analisis univariat dan uji bivariatFisher's Exact Test untuk menentukan nilai Odds Ratio (OR). Hasil penelitian ini mendeteksi rendahnya paparan intervensi di lapangan, di mana 53,3% ibu tidak mendapatkan konseling  laktasi  adekuat dan  56,7% bayi tidak mendapatkan ASI Eksklusif.  Adanya pengaruh yang signifikan secara statistic antara konseling  laktasi  oleh bidan dengan  keberhasilan menyusui dengan nilai value = 0,011 (Value< 0,05). Nilai Odds Ratio (OR) sebesar 6,42 (95% CI: 1,2 - 32,5). Konseling laktasi oleh bidan terbukti secara empiris menjadi solusi determinan  yang  meningkatkan peluang keberhasilan ASI Eksklusif hingga6,4 kali lebih besar dibandingkan tanpa pendampingan. Intervensi ini efektif mentransformasikan kecemasan ibu menjadi keyakinan diri menyusui (breastfeeding self-efficacy).
Hubungan Kepercayaan Dan Tradisi Keluarga Ibu Dengan Pemberian ASI Eksklusif di Desa Aek Haruaya Kecamatan Portibi Ica Fauziah Harahap; Rina Marlina Hutasuhut; Riska Yanti Harahap
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2026): Vol. 5 No. 2 (2026): Vol : 5 No : 2 : Periode Juli 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v5i2.8743

Abstract

ASI Eksklusif adalah ASI yang diberikan pada bayi sejak dilahirkan selama enam bulan tanpa menambah dan/atau mengganti dengan makanan atau minuman lain. Fase awal dalam siklus hidup yang merupakan masa kritis penanganan gizi adalah fase bayi. Pada fase ini terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat sehingga memerlukan zat gizi tinggi. Gangguan kekurangan gizi yang terjadi pada fase bayi dapat bersifat permanen dan tidak dipulihkan walaupun kebutuhan gizi selanjutnya terpenuhi. Penelitian ini bersifat analitik survey dengan menggunakan desain sekat silang (cross sectional). Kegiatan penelitian dilaksanakan di desa Portibi Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara Tahun 2026. Populasi penelitian adalah ibu hamil yang berdomisili di desa Portibi sebanyak 39 orang. Hasil penelitian bahwa Ada hubungan yang signifikan antara factor kepercayaan dan Tradisi Keluarga responden dengan pemberian ASI Eksklusif dimana Hasil analisis menggunakan uji chi-square diperoleh hasil factor Kepercayaan nilai p-Value = 0,000 (P < ? = 0,05) dan Faktor Tradisi Keluarga nilai p-Value = 0,001 (P < ? = 0,05).
Pengaruh Usia Pemberian MP-ASI ini dengan Kejadian Stunting Pada Balita 12-23 Bulan di Desa Portibi Ervina Mulia SIREGAR; Ica Fauziah Harahap
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2026): Vol. 5 No. 2 (2026): Vol : 5 No : 2 : Periode Juli 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v5i2.8744

Abstract

Stunting merupakan suatu keadaan yang menggambarkan riwayat kekurangan gizi yang disertai dengan terhambatnya pertumbuhan karena malnutrisi yang terjadi dalam jangka waktu yang lama. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal bayi lahir akan tetapi, kondisi stunting akan tampak pada saat bayi berusia 2 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Pemberian MP-ASI Dini Dengan Kejadian Stunting Pada Balita 12-23 Bulan. Penelitian ini merupakan studi observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Data penelitian ini menggunakan data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah balita usia 12-23 bulan di Desa portibi sebanyak 60. Sedang sampel yang digunakan yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 60 yang diambil secara Simpel Total Sampling. Hasil uji statistik pengaruh usia pemberian dan jenis MP-ASI pertama terhadap stunting menunjukkan nilai p= 0,073 dan p= 0,415, maka tidak terdapat pengaruh usia pertama pemberian MPASI terhadap risiko kejadian stunting pada balita usia 12-23 bulan di Desa Portibi. Kesimpulan penelitian ini adalah Usia pemberian MP-ASI dan jenis MP- ASI tidak berpengaruh terhadap risiko kejadian stunting pada balita usia 12-23 bulan di Desa Portibi  

Page 10 of 12 | Total Record : 112