cover
Contact Name
Gunawan
Contact Email
gunawan@unram.ac.id
Phone
+6281246673311
Journal Mail Official
jppm.fkip@unram.ac.id
Editorial Address
Kampus FKIP Universitas Mataram, Jln. Majapahit No. 62 Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat
Published by Universitas Mataram
ISSN : 26147947     EISSN : 26147939     DOI : https://doi.org/10.29303/jppm
Core Subject : Education,
PPM ini merupakan wadah publikasi ilmiah di bidang pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh dosen maupun kelompok masyarakat lainnya. Jurnal ini menerima artikel hasil pengabdian maupun pemberdayaan masyarakat pada semua bidang baik pendidikan, seni, sosial budaya, ekonomi, hukum, pertanian, perikanan, dan lain-lain baik yang berbentuk penyuluhan, pendampingan, bimbingan teknis, dan jenis kegiatan lain yang relevan. Jurnal ini merupakan Open Access Journal dengan e-ISSN 2614-7939 dan p-ISSN 2614-7947, terbit perdana mulai Februari 2018. Dalam 1 (satu) tahun terbit 2 kali yaitu pada bulan Februari dan Agustus. Mulai 2019 artikel terbit 4 kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2019): Februari" : 26 Documents clear
PELATIHAN PEMBUATAN DAN PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA PADA GURU-GURU SDN 13 AMPENAN Sri Subarinah; Sripatmi Sripatmi; Sudi Prayitno; Eka Kurniawan
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2019): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.84 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v2i1.1013

Abstract

Banyak guru sekolah dasar kesulitan dalam mengajarkan matematika, khususnya untuk materi geometri. Pembelajaran geometri di SDN 13 Ampenan selama ini diajarkan secara verbal, jarang menggunakan alat peraga matematika (APM). Hal ini dikarenakan kurangnya ketersediaan APM dan APM yang tersedia tidak dilengkapi cara penggunaannya. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini untuk melatih guru-guru SDN 13 Ampenan untuk membuat dan menggunakan APM di kelas, khususnya untuk materi geometri bidang datar. Metode yang digunakan dalam pengabdian adalah penyampaian materi secara ceramah dan demonstrasi, praktik pembuatan alat peraga oleh para guru, dan praktik simulasi penggunaan alat peraga oleh kelompok-kelompok guru. Produk yang dihasilkan selama pengabdian adalah alat peraga matematika untuk membelajarkan materi luas daerah persegipanjang, persegi, jajargenjang, trapesium, layang-layang, belah ketupat, dan segitiga. Setelah selesai kegiatan, para guru peserta pelatihan diminta mengisi angket. Berdasarkan hasil pengisian angket didapatkan fakta bahwa guru-guru jarang mendapatkan pelatihan sehingga pelatihan ini dinilai sangat bermanfaat untuk mengembangkan profesionalitas guru. Namun para guru menilai bahwa materi yang dilatihkan masih sedikit sehingga mereka berharap untuk diadakan lagi di waktu yang akan datang.
PENYULUHAN TENTANG SUMBER-SUMBER KONTAMINAN LOGAM BERAT PADA SISWA SMAN 1 BELO KABUPATEN BIMA Khairuddin Khairuddin; Muhammad Yamin; Abdul Syukur
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2019): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.13 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v2i1.1015

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari saat ini merupakan hal yang sulit dihindari adanya kontak dengan berbagai sumber logam berat. Logam berat sudah masuk dalam ekosistem alami dan ekosistem buatan. Logam berat masuk dalm tubuh manusia melalui jalur makanan, minuman, pernapasan dan kulit. Pencemaran dan paparan logam berat pada manusia sudah terjadi di berbagai tempat. kehidupan manusia. Karena kebutuhan akan produk dan materi yang mengandung logam berat, maka manusia sulit untuk menghindari adanya paparan dengan logam berat seperti Kadmium (Cd), timbal (Pb), air raksa (Hg),dan  tembaga (Cu).  Tujuan dari kegiatan pengabdian adalah untuk: Memberikan pemahaman tentang sumber-sumber kontaminan logam berat bagi siswa,  memberikan contoh-contoh pengetahuan yang harus dimiliki agar dapat terhindar dari  paparan kontaminan logam berat, dan memberikan pengetahuan tentang upaya-upaya untuk menghindari diri dari kontaminan logam berat pada siswa SMAN 1  Belo kabupaten Bima dalam kehidupan sehari-hari. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah : Siswa dapat memahami tentang Sumber-sumber logam berat  yaitu; dari sumber alami utama hadirnya logam Pb, Cu, Cr, Cd, Hg, Ni dan Zn adalah dari aktivitas vulkanik dan kegiatan pertanian bagi manusia. Logam berat dapat berasal dari berbagai sumber seperti pada industri pengolahan bijih logam, industri pestisida, industri pertambangan, industri pelapisan logam dan proses penghilangan cat (paint stripping). Atau juga dapat berasal pencemar logam yang berasal dari makanan yang terkontaminasi oleh logam berat, misalnya makanan hasil laut. Siswa mendapatkan contoh-contoh sumber bahan yang mengandung logam berat baik dari makanan maupun dari obat-obatan pertanian. Upaya yang harus dimiliki oleh siswa SMAN 1 Belo kabupaten Bima dalam kehidupan sehari-hari agar dapat terhindar dari kontaminan logam berat adalah menghindari makanan dan sayuran yang terkontaminasi logam berat seperti kerang dari teluk Bima, dan menghindari tempat yang telah terkontaminasi logam berat. Cara terbaik untuk menghindari terjadinya kontak langsung dengan logam logam berat adalah dengan menggunakan pelindung hidung (masker) dalam kehidupan sehari-hari jika terjadi kontak langsung, terutama dengan insektisida, fungisida dan herbisida atau pupuk.
PELATIHAN PENGAWETAN BAMBU TALI (GIGANTOCHLOA APUS) DENGAN METODE PENGAWETAN BOUCHERIE DI HKm AIK BUAL Dwi Sukma Rini; Febriana Tri Wulandari; Kornelia Webliana
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2019): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.167 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v2i1.1017

Abstract

Tanaman bambu tumbuh secara alami dan berumpun di kawasan hutan Indonesia, tak terkecuali di daerah Lombok, Nusa Tenggara Barat. Sebagai salah satu daerah tujuan wisata, pemanfaatan bambu di daerah ini cukup tinggi. Bambu biasanya digunakan sebagai bahan pembuatan berugak, kerajinan, mebel, dan berbagai souvenir khas daerah. Selain dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, bambu memiliki fungsi perlindungan terhadap mata air, bambu merupakan salah satu jenis tanaman yang penting dalam penyerapan CO2. Pengembangan bambu telah dilakukan di HKm Aik Bual, kecamatan Kopang, Lombok Tengah. Bambu di daerah ini merupakan salah satu HHBK yang telah mendapatkan sertifikasi PHBML, sehingga mulai dilirik untuk dijadikan bahan baku oleh perusahaan pengolahan bambu. Namun, hingga saat ini masyarakat masih menjual bambu dalam keadaan segar, padahal bambu memiliki kerentanan terhadap serangan serangga perusak. Hal inilah yang menyebabkan kualitas bambu menurun dan harga jual menjadi rendah. Untuk meningkatkan nilai jual bambu, maka pengetahuan dan keterampilan masyarakat untuk menangani bambu pasca panen perlu ditingkatkan. Mengingat bambu rentan terhadap serangan serangga perusak seperti kumbang bubuk, maka salah satu hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas adalah dengan melakukan kegiatan pengawetan bambu pasca panen sebelum dijual. Pengawetan bambu segar dapat dilakukan dengan metode Boucherie saat bambu baru ditebang dan masih memiliki daun. Metode ini sesuai untuk dilakukan masyarakat karena mudah dan murah dalam penerapannya.
EDUKASI DAN DETEKSI DINI DIABETES MELLITUS SEBAGAI UPAYA MENGURANGI PREVALENSI DAN RESIKO PENYAKIT DEGENERATIF Handa Muliasari; Candra Dwipayana Hamdin; Agus Dwi Ananto; Muhsinul Ihsan
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2019): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.029 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v2i1.1018

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan dan membutuhkan pengelolaan seumur hidup dalam mengontrol kadar gula darah agar dapat meningkatkan kualitas hidup penderita. Kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap bahaya penyakit diabetes mellitus, pencegahannya, dan pengendaliannya menyebabkan penyakit ini semakin banyak terjadi di masyarakat. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit DM dan melakukan deteksi dini DM. Peserta kegiatan pengabdian adalah orang tua/wali murid di TK Pancasila Narmada Kabupaten Lombok Barat. Program pengabdian meliputi edukasi atau penyuluhan tentang penyakit DM, pemeriksaan gula darah sewaktu dan tekanan darah, serta diskusi dan pendampingan tentang DM. Berdasarkan hasil kegiatan penyuluhan, sejumlah 45 orang peserta telah menerima informasi mengenai DM dengan baik.. Deteksi dini diabetes mellitus dilakukan dengan pemeriksaan gula darah sewaktu menghasilkan sejumlah 9,10 % peserta mengalami diabetes, sejumlah 36,40% peserta mengalami pre diabetes, dan 63,60% memiliki kadar gula darah sewaktu dalam kadar normal. Peserta yang mengalami diabetes juga mengalami hipertensi.
IMPLEMENTASI GASING (GERAKAN ANTI STUNTING) MELALUI PHBS DAN PEMERIKSAAN CACING Iman Surya Pratama; Siti Rahmatul Aini; Baiq Fitria Maharani
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2019): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.409 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v2i1.1019

Abstract

Infeksi cacing tularan tanah disertai ketidakseimbangan asupan gizi berkontribusi pada angka prevalensi stunting 37,2%. Program pengabdian ini bertujuan untuk mengimplementasikan indikator PHBS dalam pencegahan stunting melalui penyuluhan, demonstrasi, dan pemeriksaan. Sasaran program mampu mendemonstrasikan CTPS 5 Langkah sebagai salah satu indikator PHBS. Peningkatan skor pengetahuan (nilai 3 ke 7) diperoleh melalui pre-post test. Status gizi pendek diperoleh pada 3.03% berdasarkan indeks TB/U. Hasil pemeriksaan telur cacing pada feses 18 siswa negatif. Kegiatan pengabdian mampu meningkatkan pengetahuan jangka pendek sasaran dalam implementasi PHBS terkait penanganan stunting.
WORKSHOP PENERAPAN PENGELOLAAN PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU TK DI GUGUS III PKG KOTA MATARAM Dwi Istati Rahayu; Nurhasanah Nurhasanah; Mulianah Khaironi
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2019): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.331 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v2i1.1020

Abstract

Guru adalah salah satu komponen manusiawi dalam proses belajar-mengajar, yang ikut berperan dalam usaha pembentukan sumber daya manusia yang potensial. Guru merupakan salah satu unsur di bidang kependidikan yang harus berperan serta secara aktif dan menempatkan kedudukannya sebagai tenaga professional, sesuai dengan tuntutan masyarakat yang semakin berkembang. Hal ini berarti bahwa pada setiap diri guru terletak tanggung jawab untuk membawa para anak didiknya pada suatu kedewasaan atau taraf kematangan tertentu. Guru tidak semata-mata sebagai ‘’pengajar’’ yang melakukan transfer of knowledge, tetapi juga sebagai ‘’pendidik’’ yang melakukan transfer of values dan sekaligus sebagai ‘’pembimbing’’ yang memberikan pengarahan dan menuntun siswa dalam belajar. Guru memiliki peranan yang unik dan sangat kompleks di dalam proses belajar-mengajar, dalam usahanya untuk mengantarkan anak didik ke perkembangan yang optimal sesuai dengan tugas perkembangan. Oleh karena itu, guru harus kompeten pada bidangnya, sesuai dengan profesi yang diemban. Adapun tujuan dari Pengabdian pada Masyarakat ini adalah: 1. Memantapkan pemahaman pelaksanaan pengelolaan pembelajaran yang sesuai dengan Kurikulum PAUD tahun 2013. 2. Menyusun SOP pelaksanaan pengelolaan pembelajran melalui bermain di TK. 3. Mengimplementasikan pengelolaan pembelajran melalui bermain pada gugus 3 PKG kecamatan Mataram. Hasil yang diharapkan dari kegiatan pengabdian ini adalah: 1. Terlaksanakannya workshop penerapan pengelolaan pembelajaran. 2. Meningkatnya pemahaman guru tentang pengelolaan pembelajaran di PAUD. 3. Tersusunnya perangkat pendukung pengelolaan pembelajaran yang sesuai dengan kriteria pembelajaran di masing-masing sekolah/PAUD dan 4. Terimplementasikan pengelolaan pembelajaran yang baik di setiap sekolah/ PAUD sesuai dengan kondisi masing-masing. Pengabdian pada Masyarakat ini akan dilaksanakan di 7 sekolah/PAUD yang berada di Gugus 3 PKG kecamatan Mataram. Sekolah tersebut terdiri dari: 1. TK Mutiara Hati, 2. TK Widya Mulya, 3. TK Syafa Marwah, 4.TK Tarbiyatul Ummah, 5. TK Andalusia, 6.TK Raudatul Jannah dan 7. KB Hj Rukayah. Dengan metode yang digunakan kegiatan workshop untuk membuat perangkat pembelajaran, mengembangkan media yang digunakan, dan melakukan peer teaching.
WORKSHOP PENGEMBANGAN BLENDED LEARNING BERBASIS GOOGLE CLASSROOM (GC) SEBAGAI SOLUSI PEMBELAJARAN DAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) I Made Sujana; Untung Waluyo; Henny Soepriyanti; Arifuddin Arifuddin
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2019): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.624 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v2i1.1021

Abstract

Digitalisasi dan otomatisasi sebagai dalam Era Revolusi Industri 4.0 membawa dampak pada berbagai aspek kehidupan. Dalam bidang pendidikan dan pembelajaran guru dan siswa dituntut untuk memiliki ICT Literacy Skills. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk (1) membekali guru-guru Bahasa Inggris di Kota Mataram, Lombok, NTB dengan kemampuan memanfaatkan ICT (Google Classroom) dalam pembelajaran Bahasa Inggris; (2) membekali guru dengan kemampuan memanfaatkan ICT sebagai solusi pembelajaran dan penelitian tindakan kelas (PTK); dan (3) mengembangkan Google Classroom untuk mata pelajaran masing-masing. Kegiatan dilaksanakan di Mataram dengan melibatkan guru-guru bahasa Inggris berbagai jenjang pendidikan yang berjumlah 16 orang sebagai khalayak sasaran. Medote yang digunakan antara Ceramah, Diskusi, Modelling, dan Praktik (Workshop). Dari pelaksanaan kegiatan dapat disimpulkan antara lain: (1) Secara kuantitatif kegiatan ini melampaui target yaitu dari yang direncakan 20 orang menjadi 24 orang; (2) Khalayak sasaran memiliki pengetahuan tentang penerapan Blended Learning dengan Google Classroom dalam pembelajaran Bahasa Inggris; (3) Masing-masing khalayak sasaran telah memiliki akun Google Classroom masing-masing mata pelajaran (kelas).
PENINGKATAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELLITUS MELALUI PENDEKATAN NUTRISI DAN PENGOBATAN ALTERNATIF KOMPLEMENTER Siti Rahmatul Aini; Iman Surya Pratama; Baiq Fitria Maharani
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2019): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.824 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v2i1.1022

Abstract

Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF) 2014, diperkirakan 9.1 juta orang terdiagnosa diabetes mellitus. Jumlah pasien diabetes mellitus di NTB sebanyak 28825 jiwa pada tahun 2013. Terapi nutrisi dan pengobatan alternatif komplementer telah diketahui dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kelompok asuhan lansia Nurul Islam terkait penatalaksanaan diabetes mellitus menggunakan pendekatan nutrisi dan pengobatan alternatif komplementer. Program terdiri atas penyuluhan, pengukuran data antropometri dan gula darah sewaktu. Sasaran program menunjukkan antusiasme yang tinggi mengenai penatalaksanaan diabetes mellitus menggunakan suplementasi nutrisi dan pengobatan komplementer. IMT sasaran berturut-turut 5,97; 34,32; 37,31; 35,82 % untuk status gizi kurang, ideal, lebih dan gemuk. Kadar gula darah sewaktu di atas 200 mg/dL untuk 70,15 % peserta. Program Pengabdian Masyarakat telah meningkatkan antusias dan rasa ingin tahu sasaran PPM. IMT dan gula darah sasaran masih belum terkontrol.
PELATIHAN PENYUSUNAN DAN PENGEMBANGAN RPP MENURUT PERMENDIKBUD NO. 22 TAHUN 2016 BAGI GURU-GURU SD GUGUS II AMPENAN UTARA Syahrul Azmi; Hapipi Hapipi; Irwadi Saputra
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2019): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.681 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v2i1.1023

Abstract

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih, dimana setiap pendidik berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis. Kegiatan pengabdian dalam bentuk pelatihan bagi guru-guru gugus II Ampenan Utara ini perlu dilakukan karena terdapat permasalahan diantaranya para guru masih belum sepenuhnya bisa menyusun sendiri RPP karena belum memahami sepenuhnya rambu-rambu penyusunan RPP sesuai Permendikbud No. 22 tahun 2016, para guru lebih banyak hanya mencopy-paste RPP yang sudah jadi, para guru masih kesulitan merancang pembelajaran yang mengkondisikan siswa belajar dalam suasana yang menyenangkan, sesuai dengan standar proses yang ditetapkan. Tujuan kegiatan pengabdian adalah a) Memberikan penjelasan tentang rambu-rambu penyusunan dan pengembangan RPP sesuai Permendikbud No. 22 tahun 2016, b) Memberikan pelatihan tentang cara menyusun dan mengembangkan RPP sesuai Permendikbud No. 22 tahun 2016. Metode yang digunakan berupa ceramah, tanya jawab dan diskusi, serta praktek menyusun RPP. Dari hasil kegiatan, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirasakan sangat bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan guru tentang bagaimana rambu-rambu yang tepat dalam menyusun dan mengembangkan RPP secara lengkap dan sistematis serta semakin baik dalam menyusun RPP agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, efektif dan efisien.
DEMONSTRASI KSK (KIMIA SEKITAR KITA) PADA SISWA SEKOLAH DASAR SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MINAT SAINS SEJAK DINI Sri Seno Handayani; Erin Ryantin Gunawan; Dedy Suhendra; Lely Kurniawati; Murniati Murniati
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2019): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.961 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v2i1.1024

Abstract

Salah satu mata pelajaran yang masih dianggap sulit oleh siswa sekolah dasar adalah mata pelajaran sains. Sains atau IPA bagi kalangan pelajar khususnya siswa SD terkadang menjadi paradigma yang menakutkan, bahkan dapat menimbulkan ketakutan yang berlebihan. Hal ini dapat disebabkan oleh banyak faktor, antara lain proses pembelajaran sains atau IPA yang bersifat monoton, dimana siswa hanya menulis dan mendengarkan penjelasan yang diberikan gurunya saja. Akibatnya siswa akan kurang aktif  dan akan berdampak pada menurunnya minat dan motivasi belajar siswa. Permasalahan ini akan tetap bertahan bila tidak diupayakan kegiatan-kegiatan yang bersifat inovasi pembelajaran di kelas. Untuk itu diperlukan suatu usaha guna meningkatkan minat dan motivasi siswa terhadap mata pelajaran sains melalui metode pembelajaran yang menyenangkan. Salah satunya adalah melalui demonstrasi sains berbasis kimia sekitar kita yang bersifat konkrit, sederhana dan menarik, sehingga dapat meningkatkan rasa ingin tahu serta berminat untuk mempelajari sains di kalangan siswa sekolah dasar. Upaya ini telah dilaksanakan melalui Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang bertema Edukasi Sains Melalui Demonstrasi Ksk (Kimia Sekitar Kita) di SD Negeri I Telaga Waru Labuapi Lombok Barat. Kegiatan ini berjalan dengan lancar serta menyenangkan bagi para siswa. Semua siswa dengan bersemangat ikut terlibat aktif dalam setiap percobaan yang didemontrasikan.

Page 2 of 3 | Total Record : 26