cover
Contact Name
Alwen Bira
Contact Email
philoxeniap09@gmail.com
Phone
+6282197240292
Journal Mail Official
philoxeniap09@gmail.com
Editorial Address
Jalan Trans Halmahera Barat, Desa Tibobo, Kecamatan Sahu Timur, Kabupaten Halmahera Barat - Prov. Maluku Utara
Location
Kab. halmahera barat,
Maluku utara
INDONESIA
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
ISSN : -     EISSN : 29855888     DOI : 10.59376
Core Subject : Religion, Education,
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Kalvari Maluku Utara. Kami memproses serta memublikasikan manuskrip yang berhubungan dengan Teologi dan Pendidikan Kristiani. e-ISSN Philoxenia adalah 2985-5888. Selanjutnya, nomor DOI jurnal Philoxenia adalah 10.59376. Oleh karena itu, bagi bapak/ibu dosen, peneliti, mahasiswa yang memiliki manuskrip yang sesuai dengan fokus dan scope kami, dapat melakukan submission dengan klik di sini. Jurnal Philoxenia telah terindeks pada: 1. Google Scholar 2. Crossref
Articles 36 Documents
Digitalisasi dan Dampaknya Bagi Perkembangan Psikologi Remaja Kristen Sele, Ricu; Wijiati, Wahyu
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 3, No 1 (2024): Teologi dan Pendidikan Kristen - November 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvary - Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59376/philo.v3i1.37

Abstract

Technology with all its developments has become an integral part of the lives of today's teenagers. The extensive use of technology, such as smart phones, social media, gaming, and other things related to digitalization, can have a significant impact on the psychological development of teenagers. In this situation, the church, family and Christian ministry institutions have a very important role to play, which is why a correct understanding of digitalization and all the impacts it has, both positive and negative, is needed. Uncontrolled use of technology can affect the mental health of Teenagers. This influence can take the form of watching negative content, deviant behaviors of bullying or body shaming, online gambling, and other shows that can have an impact on the psychology of Christian teenagers. This impact is what the author will examine in this paper. The author uses a descriptive method where the author will use journals and literature relevant to this writing. These literature sources are used as sources of information in order to analyze and describe the research in accordance with this journal. The author hopes that this research can provide information and contributions for churches, families, and Christian institutions to approach, assist and even handle teenage youth so that digitalization can have a spiritual and positive impact on Christian youth.AbstrakTeknologi dengan segala perkembangannya telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan remaja masa kini. Penggunaan teknologi yang luas, seperti ponsel pintar, media sosial, permainan game, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan digitalisasi media, dapat memberikan dampak yang signifikan pada perkembangan psikologi remaja. Pada keadaan seperti ini, gereja, keluarga dan lembaga-lembaga pelayanan kristen memiliki peran yang sangat penting. Itu sebabnya dibutuhkan pemahaman yang benar tentang digitalisasi dan segala dampak yang ditimbulkannya baik itu positif maupun negatif. Penggunaan teknologi yang tidak terkontrol dapat mempengaruhi kesehatan mental remaja. Pengaruh tersebut dapat berwujud tontonan konten-konten negatif, perilaku-perilaku menyimpang bullying atau body shaming, judi online, serta tayangan lainnya yang dapat memberi dampak psikologi remaja kristen. Dampak tersebutlah yang akan penulis teliti dalam penulisan ini. Penulis mempergunakan metode deskriptis dimana penulis akan mempergunakan jurnal dan literatur yang relevan dengan penulisan ini. Sumber-sumber litaratur tersebut dijadikan sebagai sumber informasi dalam rangka menganalisis dan mendeskripsikan penelitian sesuai dengan jurnal ini. Penulis berharap bahwa penelitian ini dapat memberi informasi dan sumbangsih bagi gereja, keluarga, lembaga-lembaga kristen untuk melakukan pendekatan, pendampingan bahkan penanganan kepada pemuda remaja agar digitalisasi dapat memberi dampak yang rohani dan positif bagi remaja kristen.
Penyampaian Khotbah Melalui Media Live Streaming Sebagai Upaya Membangun Spiritualitas di Era Digital Hondro, Menas Misahati; Andi Yusuf, Etni Grace
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 3, No 1 (2024): Teologi dan Pendidikan Kristen - November 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvary - Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59376/philo.v3i1.36

Abstract

This study aims to examine the use of live streaming sermons as an effort to build congregational spirituality. This study uses a literature study method to explore the urgency of sermons in strengthening the faith and spirituality of congregations, especially in the era of digital society. Through a review of various studies, this article presents two important aspects: first, the role of sermons in shaping a deeper understanding and practice of spirituality, and second, the church's response to changes in the social and technological context, including the phenomenon of live streaming sermons. The importance of sermons in guiding, inspiring, and deepening the faith of congregations is evident in various studies that highlight their positive effects in building spirituality, both in the millennial and Z generations and in Christians in general. Meanwhile, the church's adaptation to technological challenges has given rise to the phenomenon of live streaming sermons, which offer new flexibility and accessibility in worship, but also raise considerations related to personal interaction and the sustainability of the values of the spiritual community. In this context, this article emphasizes that sermons remain a vital instrument in building Christian spirituality, while adaptation to changes in the times and technology is a challenge that must be overcome wisely. Thus, sermons are not only a means of conveying spiritual messages, but also an opportunity to deepen the worship experience and expand the reach of church services in this digital era.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meneliti penggunaan khotbah live streaming dalam sebagai upaya membangun spiritualitas jemaat.  Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan untuk mengeksplorasi urgensi khotbah dalam memperkuat iman dan spiritualitas jemaat, terutama dalam era masyarakat digital. Melalui tinjauan terhadap berbagai penelitian, artikel ini menyajikan dua aspek penting: pertama, peran khotbah dalam membentuk pemahaman dan praktek spiritualitas yang lebih dalam, dan kedua, respons gereja terhadap perubahan konteks sosial dan teknologi, termasuk fenomena khotbah live streaming. Pentingnya khotbah dalam membimbing, menginspirasi, dan memperdalam iman jemaat terbukti dalam berbagai penelitian yang menyoroti efek positifnya dalam membangun spiritualitas, baik pada generasi milenial dan Z maupun pada umat Kristen pada umumnya. Sementara itu, adaptasi gereja terhadap tantangan teknologi memunculkan fenomena khotbah live streaming, yang menawarkan fleksibilitas dan aksesibilitas baru dalam ibadah, tetapi juga menimbulkan pertimbangan terkait dengan interaksi personal dan keberlangsungan nilai-nilai komunitas rohani. Dalam konteks ini, artikel ini menegaskan bahwa khotbah tetap menjadi instrumen vital dalam membangun spiritualitas umat Kristen, sementara adaptasi terhadap perubahan zaman dan teknologi menjadi tantangan yang harus diatasi dengan bijak. Dengan demikian, khotbah bukan hanya sekadar sarana penyampaian pesan rohani, tetapi juga peluang untuk memperdalam pengalaman ibadah dan memperluas jangkauan pelayanan gereja di era digital ini.
Strategi Pembelajaran Melalui Metode Demonstrasi Dalam Upaya Mengembangkan Kreativitas Anak Mooy, Rana Riendawati; Lumingas, Gloria Gabriel; Triposa, Reni
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 3, No 1 (2024): Teologi dan Pendidikan Kristen - November 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvary - Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59376/philo.v3i1.41

Abstract

This study aims to analyse learning strategies through demonstration method in developing children's creativity. The demonstration method was chosen because of the ability of students to convey concepts visually and practically, making it easier for them to understand what the teacher has given. This research uses a descriptive qualitative method conducted in the classroom by involving various activities that encourage exploration and active participation in the classroom. The results showed that the application of this method significantly improved children's creativity, as seen from the increase in critical thinking, innovation, and self-expression. The findings indicate that the demonstration method can be an effective tool in the learning process to stimulate children's creativity.AbstrakDengan adanya artikel ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembelajaran melalui metode demonstrasi dalam mengembangkan kreativitas anak. Metode demonstrasi ini dipilih oleh peneliti karena dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyampaikan konsep secara visual dan praktis, sehingga memudahkan siswa memahami dan mengembangkan setiap pelajaran yang sudah di berikan oleh guru di kelas. Tujuan dari penelitian ini yaitu menyelidiki akibat dari pembelajaran demonstrasi akan pengembangan kreativitas siswa. Penalitian ini menggunakan metode kualitatif deskritif yang dilakukan di kelas dengan melibatkan berbagai aktivitas yang mendorong eksplorasi dan partisipasi aktif dalam kelas. Hasil menunjukkan bahwa penerapan metode ini secara signifikan meningkatkan kreativitas anak, sehingga terlihat dari peningkatan kemampuan berpikir kritis, inovasi, dan ekspresi diri. Temuan ini mengindikasikan bahwa metode demonstrasi dapat menjadi alat yang efektif dalam proses pembelajaran untuk merangsang kreativitas anak.
Peranan Bimbingan Konseling Dalam Etis Teologis Untuk Menanggulangi Pergaulan Bebas Pada Remaja Fibrianti, Kornelia Yessi; Cinta, Yesa; Kristiani, Kristiani
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 3, No 1 (2024): Teologi dan Pendidikan Kristen - November 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvary - Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59376/philo.v3i1.40

Abstract

This study describes the role of ethical, theologically based counseling in overcoming promiscuity among teenagers. Promiscuity, which is becoming a social phenomenon that is increasingly widespread in society, is influenced by various internal and external factors that have a negative impact on the physical, mental health and academic achievements of teenagers. Through a descriptive qualitative method approach, the researcher explains theoretically and practically about promiscuity with the role of guidance and counseling in overcoming promiscuity ethically and theologically using a literature study approach and by collecting existing data and facts that occur in the field related to information. in discussing the theme, based on appropriate and appropriate reading references which form the basis for explaining the role of counseling guidance in theological ethics to overcome promiscuity.  This approach also involves collaboration between counselors, families, and religious institutions to create an environment conducive to the moral and spiritual development of adolescents. The results show that applying this approach can be a holistic solution in facing the challenges of promiscuity among the younger generation.AbstrakPenelitian ini menguraikan tentang peran bimbingan konseling berbasis etis teologis dalam menanggulangi pergaulan bebas di kalangan remaja. Pergaulan bebas, yang menjadi fenomena sosial yang semakin meluas di masyarakat, dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal yang berdampak negatif pada kesehatan fisik, mental, serta prestasi akademis remaja. Melalui pendekatan dengan metode kualitatif deskriptif,  peneliti menguraikan secara teoritis dan praktis mengenai pergaulan bebas dengan peran bimbingan konseling dalam menanggulangi pergaulan bebas secara etis teologis dengan pendekatan studi literatur dan dengan cara mengumpulkan data-data yang ada serta fakta-fakta yang terjadi di lapangan terkait informasi dalam membahas tema, dengan bersumber dari referensi-referensi bacaan yang tepat dan sesuai yang menjadikan dasar untuk menjelaskan peran bimbingan konseling dalam etis teologis untuk menanggulangi pergaulan bebas. Pendekatan ini juga melibatkan kolaborasi antara konselor, keluarga, dan institusi agama untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan moral dan spiritual remaja. Hasilnya menunjukkan bahwa penerapan pendekatan ini dapat menjadi solusi holistik dalam menghadapi tantangan pergaulan bebas di kalangan generasi muda.
Pembelajaran Berbasis Proyek dalam Pendidikan Agama Kristen: Meningkatkan Prestasi Siswa Jepina, Jepina; Arifianto, Yonatan Alex
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 3, No 1 (2024): Teologi dan Pendidikan Kristen - November 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvary - Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59376/philo.v3i1.39

Abstract

Project-Based Learning in christian religious education is an innovative approach that is very effective in significantly improving student learning achievement. This method is used to encourage students to be actively involved in the learning process by using religious concepts with real projects in daily life. The purpose of this study is to explore the impact of the PBP model on students' understanding and skills in Christian Religious Education. Through the implementation of Project-Based Learning. Therefore, it can be concluded that the PBP strategy encourages students to be able to work together in groups and create relevant product results that are in accordance with Christian values, so that it can be said to be an effective alternative in Christian Religious Education which not only focuses on material understanding but also understanding in the formation of relevant holistic character and skills of students so that students become more interested. enthusiastic and enthusiastic in learning. The purpose of this study is to provide a deeper understanding and understanding of this Project-Based Learning method, the hope for teachers and educators to be able to design and design activities that are effective, fun and inspiring in supporting the development of students' spirituality in the context of Christianity.AbstrakPembelajaran Berbasis Proyek   dalam Pendidikan Agama Kristen merupakan suatu pendekatan inovatife yang sangat efektif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa secara singnifikan. Metode ini digunakan untuk mendorong murid agar terjun langsung dalam pelaksanaan proses belajar dengan mengunakan konsep-konsep keagamaan dengan proyek nyata sesuai dengan pengalaman hidup sehari-hari. Hal yang ingin di capai dalam penelitiaan ini yaitu mengeksplorasi dampak dari model Pembelajaran Berbasis Proyek akan  pemahaman dan keterampilan siswa dalam Pendidikan Agama Kristen. Maka dapat disimpulkan bahwa strategi Pembelajaran Berbasis Proyek mendorong siswa untuk dapat bekerjasama dalam kelompok serta menciptakan hasil produk yang relevan yang sesuai dengan nilai-nilai kekristenan, sehingga dapat dikatakan sebagai alternatif yang efektif dalam Pendidikan Agama Kristen yang tidak hanya fokus pada pemahaman materi saja tetapi juga pemahaman dalam pembentukan karakter dan keterampilan siswa yang bersifat holistik yang relevan agar siswa menjadi lebih tertarik, antusias dan bersemangat dalam belajar. Tujuan dari penelitian ini memberikan pemahaman dan pengerian yang lebih mendalam tentang metode Pembelajaran Berbasis Proyek  ini, harapan bagi guru dan pendidik agar dapat merancang dan membuat rancangan kegiatan yang efektif, menyenangkan dan inspiratif dalam mendukung perkembangan spiritualitas siswa dalam konteks agama Kristen.
Penerapan Cerita Alkitab Menggunakan Audiovisual Untuk Meningkatkan Iman Anak Neno, Jhon Wilson Antonius; Triwiyanto, Wahyudi
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 3, No 2 (2025): Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani - Mei 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvary - Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59376/philo.v3i2.43

Abstract

The study was conducted at Hermon Integrated Kindergarten. Initial observations showed the level of faith development of children aged 5-6 years at Hermon Integrated Kindergarten, namely: Children who do not yet believe in the Lord Jesus as Savior have diverse religious backgrounds. Children are afraid to mention the name of the Lord Jesus because parents often forbid and scold them if the name of Jesus is mentioned at home. To overcome this, a creative method is needed because children have different understandings, attitudes, and responses. The first research objective is to describe the application of Bible stories to increase the faith of children aged 5-6 years. Second, to analyze the effectiveness of the application of Bible stories using audiovisuals in increasing the faith of children aged 5-6 years. Third, to analyze the increase in the faith of children aged 5-6 years with the application of Bible stories using audiovisuals. The research subjects were seven children. The research method used was Classroom Action Research using two cycles with six meetings. Based on the results of the recapitulation, the value is that the seven children are in the Very Well Developed (BSB) category. Therefore, it is concluded that the application of Bible stories using audiovisuals can be used in learning activities to increase children's faith. Through the application of audiovisual Bible stories, children learn the Word of God, learn the story of Jesus' life while on earth, believe in Jesus as Lord and Savior of Mankind, and increase the foundation of children's Christian faith.AbstrakPenelitian dilakukan di TK Hermon Terpadu. Observasi awal menunjukkan tingkat perkembangan iman anak usia 5-6 tahun di TK Hermon Terpadu yaitu: Anak-anak yang belum percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Juruselamat memiliki latar belakang agama yang beragam. Anak-anak takut untuk menyebutkan nama Tuhan Yesus karena orang tua sering melarang dan memarahi jika nama Yesus disebutkan di rumah. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan metode kreatif karena anak-anak memiliki pemahaman, sikap, dan respons yang  berbeda.Tujuan penelitian pertama, mendeskripsikan penerapan cerita Alkitab untuk meningkatkan iman anak usia 5-6 tahun. Kedua, menganalisa efektivitas penerapan cerita Alkitab dengan menggunakan audiovisual dalam meningkatkan iman anak usia 5-6 tahun. Ketiga menganalisa peningkatan iman anak usia 5-6 tahun dengan penerapan cerita Alkitab menggunakan audiovisual. Subjek penelitian berjumlah tujuh anak. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas menggunakan dua siklus sebanyak enam kali pertemuan. Berdasarkan hasil rekapitulasi maka nilainya adalah tujuh anak tersebut berada dalam kategori Berkembang Sangat Baik (BSB). Dapat disimpulkan bahwa penerapan cerita Alkitab menggunakan audiovisual dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran untuk meningkatkan iman anak. Melalui penerapan cerita Alkitab audiovisual, anak belajar Firman Tuhan, belajar kisah kehidupan Yesus selama ada di dunia, percaya Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat Manusia, serta meningkatkan dasar Iman kekristenan anak.
Penyembah-Penyembah Benar Menurut Yohanes 4:23: Kaitannya terhadap Pengenalan Akan Allah Adi, Didit Yuliantono; Firmansah, Endik
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 3, No 2 (2025): Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani - Mei 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvary - Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59376/philo.v3i2.48

Abstract

This scientific study aims to explore the meaning of true worship according to John 4:23 and its relation to knowing God. True worship must be grounded in the three essential aspects of the Christian faith: orthodoxy (right doctrine), orthopraxy (right practice), and ortholatry (right worship). The truth in this context is not philosophical or anthropocentric but Christocentric, with Scripture as its ultimate standard. God is both the foundation and the ultimate goal of all Christian reality. As the Creator, He sovereignly rules over all of life. He alone is worthy of worship and glorification. Scripture explicitly describes worshiping God as being conducted "in spirit and truth." Since God is Spirit, worship must be a spiritual communion with Him. Moreover, God has revealed Himself through His Word, which is now inscripturated in the Bible and must be understood through a biblical-theological framework. Using a qualitative research method with a literature study approach, this study seeks to explore the meaning of true worship in John 4:23 to obtain theologically sound and accountable findings. The author argues that the biblical concept of true worship in John 4:23 provides a theological foundation for the congregation to grow in knowing God through a life of genuine spiritual devotion. This study provides a fresh perspective, highlighting that the practice of authentic worship holds a vital role in the knowledge of God.AbstrakPenulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna penyembahan yang benar menurut Yohanes 4:23 dan kaitannya terhadap pengenalan akan Allah. Penyembahan yang benar harus berdasarkan pada tiga pilar iman Kristen ortodoksi (ajaran yang benar), ortopraksi (tindakan yang benar), dan ortolatria (ibadah atau penyembahan yang benar).  Kebenaran di sini bukan kebenaran filosofis dan antroposentris, melainkan Kristosentris yang bertolak dari Alkitab sebagai parameternya.  Dan Allah sebagai alasan serta tujuan atas semua realitas kehidupan Kekristenan. Allah sebagai pencipta adalah penguasa atas semua realitas kehidupan.  Dialah yang layak disembah dan dimuliakan.  Penyembahan kepada Allah secara eksplisit dideskripsikan dalam Alkitab, yaitu dalam Roh dan kebenaran.  Allah yang adalah Roh harus disembah dalam hubungan rohani.  Allah yang menyatakan Diri-Nya melalui Firman-Nya dan Firman itu telah diabadikan dalam kehidupan dalam Alkitab harus dipahami secara Alkitabiah.  Melalui metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka penulis berusaha menggali makna penyembahan yang benar dalam Yohanes 4:23 untuk mendapatkan data yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Penulis menyatakan bahwa konsep penyembahan yang benar menurut Yohanes 4:23 ini dapat menuntun jemaat dalam pengenalan yang benar kepada Tuhan melalui kehidupan kerohanian mereka. Tulisan ini memberikan wawasan yang baru bahwa praktek penyembahan yang benar memiliki peranan yang penting dalam pengenalan akan Allah.
Eksplorasi Ontologis & Epistemologis Logos dalam Yohanes 1:1 melalui Perspektif Filsafat Metafisik Purwonugroho, Daniel Pesah
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 3, No 2 (2025): Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani - Mei 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvary - Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59376/philo.v3i2.45

Abstract

This paper explores the concept of logos in John 1:1 ontologically and epistemologically through the perspective of metaphysical philosophy. The concept of logos metaphysically generally emphasizes a principle that governs the cosmos. Logos from an ontological perspective is the fundamental thing that supports human existence. Logos epistemologically is a framework that expresses knowledge. Logos in John 1:1 has a meaning and concept that goes beyond that. John synthesizes logos to emphasize Jesus Christ, not just an abstract concept. John's synthesis of logos brings the concept and meaning of logos to be evolved. Through a descriptive qualitative approach, the author tries to explore the ontological and epistemological logos through the perspective of metaphysical philosophy and see it in John 1:1. Metaphysical philosophy's exploration of the ontological and epistemological logos enriches the meaning of logos in John 1:1, but John evaluates the exploration in the person of Jesus Christ.AbstrakTulisan ini mengeksplorasi konsep logos dalam Yohanes 1:1 secara ontologis dan epistemologis melalui perspektif filsafat metafisik. Konsep logos secara metafisik pada umumnya menegaskan sebuah prinsip yang mengatur kosmos. Logos secara perspektif ontologis merupakan hal fundamental yang mendukung keberadaan manusia. Logos secara epistemologis merupakan kerangka yang menyatakan pengetahuan. Logos di dalam Yohanes 1:1 memiliki arti dan konsep yang melampui hal tersebut. Yohanes mensisntesiskan logos untuk menekankan Yesus Kristus, bukan hanya sekedar konsep abstrak. Sintesis logos yang dilakukan oleh Yohanes membawa konsep dan arti logos menjadi terelevasi. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penulis mencoba melakukan eksplorasi ontologis dan epistemologis logos melalui perspektif filsafat metafisik dan melihatnya dalam Yohanes 1:1. Eksplorasi filsafat metafisik mengenai ontologis dan epistemologis logos memperkaya makna logos di dalam Yohan
Remaja, Teknologi, Dan Iman: Pendidikan Kristen Sebagai Kompas Spiritualitas Digital Trisani, Kezia Sindi; Boiliu, Esti Regina; Triposa, Reni
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 3, No 2 (2025): Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani - Mei 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvary - Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59376/philo.v3i2.46

Abstract

This study aims to critically identify and analyze the role of Christian education in shaping and sustaining the spiritual discipline of Christian youth in the digital age. Amid the rapid development of technology, today’s adolescents live in an environment filled with instant access to information and virtual interactions, which may reshape their understanding and practice of faith. This research employs a qualitative method with a literature study approach, analyzing various academic sources and relevant studies. The findings indicate that digital technology, when managed wisely, can serve as an effective tool for faith education—through social media, spiritual apps, and interactive online learning. However, excessive reliance on technology without proper guidance may result in a weakened connection to faith communities and diminished depth in personal spirituality. Therefore, Christian education is challenged to design a balanced approach between the use of digital media and the strengthening of interpersonal relationships within the church community. The novelty of this research lies in its formulation of a digitally based pedagogical strategy that preserves the core of Christian spirituality, offering a relevant response to the spiritual formation needs of youth in an ever-evolving digital culture.
Makna Baptisan Air, Roh Kudus, dan Api: Refleksi Teologis Berdasarkan Matius 3:11 untuk Kehidupan Orang Percaya Ndruru,, Faduhu o; Sugiono, Sugiono
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 3, No 2 (2025): Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani - Mei 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvary - Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59376/philo.v3i2.47

Abstract

This study aims to analyze the theological meaning of water baptism, the baptism of the Holy Spirit, and the baptism of fire, focusing on the understanding contained in the Gospel of Matthew 3:11. Through a hermeneutic approach, systematic theology, and contextual analysis, this study examines the relationship between the three types of baptism in the context of salvation and the journey of faith of believers. Matthew 3:11, which contains John the Baptist's statement about the baptism of water, the Holy Spirit, and fire, is the starting point in exploring the meaning of each baptism, both historically, culturally, and theologically. The results of the study show that water baptism leads to repentance and renewal of life, the baptism of the Holy Spirit strengthens faith and empowers believers, while the baptism of fire functions as a purification and test of faith. This study also found that the three baptisms complement each other in shaping the spiritual life of Christians, and have relevant applications in contemporary church life. This study offers novelty by analyzing the theological meaning of water baptism, the baptism of the Holy Spirit, and the baptism of fire in Matthew 3:11 through a hermeneutic and systematic theology approach. The study highlights the interconnection of these three baptisms as complementary elements in shaping the spiritualAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna teologis dari baptisan air, baptisan Roh Kudus, dan baptisan api, dengan fokus pada pemahaman yang terkandung dalam Injil Matius 3:11. Melalui pendekatan hermeneutik, teologi sistematik, dan analisis kontekstual, penelitian ini mengupas keterkaitan ketiga jenis baptisan dalam konteks keselamatan dan perjalanan iman orang percaya. Matius 3:11, yang memuat pernyataan Yohanes Pembaptis tentang baptisan air, Roh Kudus, dan api, menjadi titik awal dalam menggali makna masing-masing baptisan, baik secara historis, kultural, maupun teologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baptisan air mengarah pada pertobatan dan pembaharuan hidup, baptisan Roh Kudus menguatkan iman dan memberdayakan orang percaya, sementara baptisan api berfungsi sebagai penyucian dan ujian iman. Penelitian ini juga menemukan bahwa ketiga baptisan tersebut saling melengkapi dalam membentuk kehidupan rohani orang Kristen, serta memiliki aplikasi yang relevan dalam kehidupan gereja kontemporer.  Penelitian ini menawarkan kebaharuan dengan menganalisis makna teologis dari baptisan air, Roh Kudus, dan api dalam Matius 3:11 melalui pendekatan hermeneutik dan teologi sistematik. Penelitian ini menyoroti keterkaitan ketiga baptisan sebagai bagian yang saling melengkapi dalam pembentukan kehidupan rohani orang Kristen, serta relevansinya dalam konteks gereja kontemporer.

Page 3 of 4 | Total Record : 36