cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
ijm.bidanunw@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak - Ungaran Timur, Kab. Semarang Jawa Tengah
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Midwifery (IJM)
ISSN : 26561506     EISSN : 26155095     DOI : 10.35473/ijm
Core Subject : Health,
This journal received midwifery research articles and literature reviews on the results of previous midwifery research.
Articles 173 Documents
Pengaruh Kombinasi Daun Katuk dan Daun Kacang Panjang terhadap Produksi ASI: The Effect Of The Combination of Katuk Leaf and Leather of Bean Long on Breast Milk Production Fajrin, Dessy Hidayati; Desy Rosita; Surtalia Nainggolan
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 6 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v6i2.2412

Abstract

Exclusive breastfeeding (ASI), according to the World Health Organization, so pregnant women and mothers who have just given birth are informed about the benefits and advantages of breastfeeding, where it is the best nutrition and protection against disease. Exclusive breastfeeding coverage in the working area of the Lumar District Health Center, Bengkayang Regency, has not been achieved. Lack of nutrition causes significant losses for babies, especially growth and development problems that can experience stunting. Vegetables that can increase the volume of breast milk include katuk leaves and long bean leaves. This study aimed to find out how "The Effect of the Combination of Katuk Leaves and Long Bean Leaves on Breast Milk Production in the Working Area of the Lumar Health Center, Bengkayang Regency." This research method used quantitative experiments with a quasi-experimental research design with one group pretest and posttest without a control group. This study used a population of 34 people using the total sampling technique. The results of statistical tests using non-parametric tests, namely the Wilcoxon test, showed that the p-value is p = 0.000 (p < 0.05), it could be concluded that there was a significant difference in breast milk production before and after giving a combination of katuk leaves and long bean leaves on breast milk production.   Abstrak Pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara Eksklusif menurut World Health Organization agar wanita hamil dan ibu yang baru melahirkan diberitahu manfaat dan keunggulan ASI dimana gizi terbaik serta perlindungan terhadap penyakit. Cakupan ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Lumar Kabupaten Bengkayang belum tercapai. Kekurangan nutrisi menyebabkan kerugian yang cukup signifikan bagi bayi terutama masalah tumbuh kembang dapat mengalami stunting. Sayuran yang dapat meningkatkan volume ASI diantaranya adalah daun katuk dan daun kacang panjang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Bagaimana “Pengaruh Kombinasi Daun Katuk dan Daun Kacang Panjang terhadap Produksi ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Lumar Kabupaten Bengkayang”. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif eksperimen dengan desain penelitiannya quasi eksperimen rancangan penelitian adalah “One group pretest- posttest without control grup” Populasi 34 orang dengan menggunakan teknik total sampling . Hasil: Uji statistiknya uji normalitas dengan uji non-parametrik yaitu Uji Wilcoxon menunjukan bahwa p-value bernilai p=0,000 (p<0,05) maka dapat disimpulkan terdapat perbedaan bermakna produksi ASI sebelum dan sesudah pemberian kombinasi daun katuk dan daun kacang panjang terhadap produksi ASI.
Hubungan Lama Membaca Buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) dengan Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil Terhadap Kehamilan: Correlation Reading Duration of MCH (Mother and Child Health) Handbook with Knowledge and Attitudes of Pregnant Women Towards Pregnancies Amalia, Riza; Rahardjo Putri, Noviyati; Tunggal Mutika, Winie; Laela Megasari, Anis
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 6 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v6i2.2485

Abstract

The maternal mortality rate in Indonesia is still far from the MDGs target. The government's policy to overcome this problem is by providing MCH books since pregnancy. Unfortunately, there are still many pregnant women who do not read the MCH handbook and still consider the MCH handbook only as documentation of pregnancy records. The purpose of this study was to see the relationship between the duration of reading time and the knowledge and attitudes of pregnant women during pregnancy. The research method used a survey method with a cross sectional approach. This research was conducted from June to July 2022 with a total sample of 268 pregnant women on Java Island who were taken using a random method. The research instrument used a questionnaire in the form of a Google form. Data analysis used univariate analysis in the form of frequency distribution and bivariate analysis used the chi-square test with a 95% confidence level. The statistical test results obtained a p value of 0.037 or less than 0.05 and an OR value of 1.6. These results indicate that there is a relationship between the duration of reading the MCH handbook and the respondent's knowledge of the MCH handbook. The results of another statistical test obtained a p value of 0.003 and an OR value of 2.4. This result shows that there is a relationship between knowledge of the MCH handbook and the attitude of the respondents. Based on this, pregnant women must have a duration of time to read MCH in order to have sufficient knowledge and a healthy attitude according to the information contained in the MCH handbook.   Abstrak Angka kematian ibu di Indonesia masih jauh dari target MDGs. Kebijakan pemerintah untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan pemberian buku KIA sejak hamil.  Sayangnya masih banyak ibu hamil yang tidak membaca buku KIA dan masih menganggap buku KIA hanya sebagai dokumentasi catatan kehamilan saja. Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan durasi waktu membaca dengan pengetahuan dan sikap ibu hamil selama kehamilan. Metode penelitian menggunakan metode survey dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni – Juli 2022 dengan populasi semua ibu hamil di Pulau Jawa, total sampel 268 ibu hamil yang diambil menggunakan metode acak. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dalam bentuk google form. Analisis data menggunakan analisis univariat berupa distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji chisquare dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil uji statistik didapatkan p value 0,037 dan nilai OR 1,6. Hasil tersebut menunjukkan ada hubungan antara durasi baca buku KIA dengan pengetahuan responden tentang buku KIA.hasil uji statistik lain didapatkan p value 0,003 dan nilai OR 2,4. Hasil ini menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan tentang buku KIA dengan sikap responden. Berdasarkan hal tersebut maka ibu hamil harus memiliki durasi waktu membaca KIA setidaknya 29 menit/ pekan agar memiliki pengetahuan cukup dan sikap sehat sesuai dengan informasi yang ada dalam buku KIA.
Hubungan Pengetahuan dengan Sikap SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) pada Remaja Putri: The Correlation between Knowledge and Attitudes Young Women about Breast Self-Examination (BSE) Windayanti, Hapsari; Widayati
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 6 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v6i2.2581

Abstract

The number of breast cancer cases is ranked second after cervical cancer, the most common among women in the world. A survey conducted by WHO stated that 8-9% of women suffer from breast cancer. Breast self-examination is very important because almost 85% of breast lumps are discovered by sufferers themselves. This method is very simple, but it is hoped that it can reduce the high number of breast cancer sufferers, because the earlier it is detected, the faster the treatment process is needed. BSE is an important thing for teenagers to know to help teenagers carry out early detection of breast cancer. Good knowledge about BSE can help teenagers have a positive attitude towards themselves. The aim of the research is to determine the relationship between knowledge and BSE attitudes in young women. The population of female students at SMK "S" in Temanggung was 35 respondents. The sampling technique used was Accidental Sampling of 29 respondents. Data analysis used frequency distribution and Chi Square test. The research results showed that there was nocorrelation between knowledge and BSE (p value > 0.05).   Abstrak Jumlah kasus kanker payudara menduduki peringkat kedua setelah kanker serviks yang paling banyak diderita wanita di dunia. Survei yang dilakukan WHO menyatakan 8–9% wanita mengalami kanker payudara. Pemeriksaan payudara sendiri sangat penting untuk dilakukan karena hampir 85% benjolan di payudara ditemukan oleh penderita sendiri. Metode ini sangat sederhana, namun diharapkan dapat menekan tingginya angka penderita kanker payudara, karena semakin awal terdeteksi maka semakin cepat proses pengobatan yang diperlukan. SADARI menjadi hal yang penting untuk diketahui oleh remaja untuk membantu remaja melakukan deteksi dini dari kanker payudara. Pengetahuan yang baik mengenai SADARI dapat membantu remaja mempunyai sikap yang positif terhadap dirinya. Tujuan penelitiannya yaitu  untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan sikap SADARI pada remaja putri. Populasinya siswi SMK “S” di Temanggung sebanyak 35 responden. Tehnik sampling yang digunakan adalah accidental sampling, sebanyak 29 responden. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan uji Chi Square. Hasil penelitian didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan sikap SADARI (p value > 0,05)
Studi Deskriptif Interaksi Ibu dalam Pengasuhan Balita : Descriptive Study of Maternal Interaction in Raising Toddlers Veftisia, Vistra; Yulia Nur Khayati; Moneca Diah Listiyani
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 6 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v6i2.2626

Abstract

The quality of a child's future is determined by optimal development and growth of the child, so that detection, stimulation and intervention for various causes of growth and development are carried out from an early age. Parents are expected to be able to prepare optimal child development as a whole so that children will have good adaptability in their environment, including the ability to overcome problems, self-regulate, organize their thoughts and behave well. The stimulation that parents provide must also refer to the child's development stage, of course by paying attention to individual differences and based on interactions in the environment around the child, the main principle of parenting in the child's development process that parents need to carry out, namely building good communication with the child. Parental knowledge will determine parental behavior in providing stimulation. This research aims to determine the description of maternal knowledge, interaction between mother and child and parenting behavior in child development. The method in this research is quantitative descriptive with a cross sectional design. The population in this study is mothers who have toddlers aged 0-36 months in Candirejo sub-district with a sample size of 40 respondents. The instrument used was the MABISC questionnaire. The results of this research are that the level of mother's knowledge about toddler development is good, mother and child interaction is good and parenting behavior is good. Abstrak Kualitas masa depan anak ditentukan oleh perkembangan dan pertumbuhan anak yang optimal, Sehingga deteksi, stimulasi dan intervensi berbagai penyimpanan pertumbuhan dan perkembangan dilakukan sejak dini. Orangtua diharapkan dapat mempersiapkan perkembangan anak yang optimal secara menyeluruh sehingga anak akan memiliki kemampuan beradaptasi yang baik di lingkungannya, diantaranya kemampuan dalam mengatasi masalah, regulasi diri, menata pikiran, dan berperilaku dengan baik. Stimulasi yang orangtua berikan juga harus mengacu pada tahap perkembangan anak, tentunya dengan memerhatikan perbedaan individu dan berbasis interaksi pada lingkungan sekitar anak, prinsip pokok pengasuhan dalam proses perkembangan anak yang perlu orangtua lakukan, yaitu membangun komunikasi yang baik dengan anak. Pengetahuan orang tua akan menentukan perilaku orang tua dalam memberikan stimulasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran pengetahuan ibu, interaksi ibu dan anak serta perilaku pengasuhan perkembangan anak. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitattif dengan desain cross sectional populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita usia 0-36 bulan di kelurahan Candirejo dengan jumlah sampel 40 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner MABISC. Hasil dari penelitian ini adalah tingkat Pengetahuan Ibu tentang perkembangan Balita baik, Interaksi Ibu Dan Anak baik dan Perilaku Pengasuhan Anak baik
Penerapan Terapi Nonfarmakologis pada Nyeri Persalinan : Application of Nonpharmacological Therapy for Labor Pain Prabandari, Fitria; Sofiana, Juni; Sumarni; Rosmawati
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 6 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v6i2.2703

Abstract

Labor pain is a manifestation of contractions which are caused by the shortening of the uterine muscles and cause pain in the waist, abdominal area and radiate towards the thighs and cause the cervix to open. With this opening of the cervix, labor will occur. The severity of the pain is exacerbated by anxiety, tension and fear. Failure to deal with labor pain can increase anxiety and even make labor abnormal. Non-pharmacological therapy can be an alternative to reduce labor pain apart from using pharmacological therapy. Midwives as birth attendants apply non-pharmacological therapy to mothers giving birth with various therapy options according to their expertise and competence. Although in Indonesia there is no law that specifically regulates the implementation of complementary midwifery services, the provision of complementary medicine in general has been regulated in Minister of Health Decree No. 1109/Menkes/Per/IX/2007 concerning complementary-alternative medicine. The aim of this research is to determine the frequency of application of non-pharmacological therapy for labor pain applied by Midwives in Hospitals, Community Health Centers, and Midwives' Independent Practice. Non-pharmacological therapy in this research includes: massage and touch, maternal movement and position, breathing and relaxation techniques, application cold or hot, music or audio analgesics, aromatherapy, birthball method, acupuncture, acupressure, yoga, and hypnosis. using the survey method, the sample was 150 respondents. The survey results showed that the majority of respondents were > 35 years old (71.3%), had been practicing midwifery for > 10 years (59.3%), and the majority of respondents worked in community health centers (64.7%), applying non-pharmacological therapy. Most of the respondents used breathing and relaxation techniques (38.7%). Advice for midwives is that midwives should also study and apply non-pharmacological therapy which is still rarely used as an alternative measure to reduce labor pain.   Abstrak Nyeri persalinan merupakan manifestasi dari adanya kontraksi yang diakibatkan oleh adanya pemendekan otot rahim dan menimbulkan rasa sakit pada pinggang, daerah perut dan menjalar ke arah paha dan menyebabkan adanya pembukaan serviks, dengan adanya pembukaan servik ini maka akan terjadi persalinan. Tingkat keparahan nyeri diperburuk oleh kecemasan, ketegangan dan ketakutan.  Kegagalan dalam mengatasi nyeri persalinan dapat meningkatkan kecemasan bahkan persalinan menjadi tidak normal. Terapi nonfarmakologis dapat menjadi alternatif untuk mengurangi nyeri persalinan selain menggunakan terapi farmakologis. Bidan sebagai penolong persalinan menerapkan terapi nonfarmakologis pada ibu bersalin dengan berbagai pilihan terapi sesuai dengan keahlian dan kompetensinya. Meskipun di Indonesia belum ada undang-undang yang mengatur secara khusus tentang pelaksanaan pelayanan kebidanan komplementer, namun penyelengaraan pengobatan komplementer secara umum telah diatur dalam Kepmenkes No. 1109/Menkes/Per/IX/2007 tentang pengobatan komplementer-alternatif. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui frekuensi penerapan terapi nonfarmakologi pada nyeri persalinan yang diterapkan oleh Bidan di Rumah Sakit, Puskesmas, dan Praktik Mandiri Bidan, terapi nonfarmakologis dalam penelitian ini antara lain: masase dan sentuhan, pergerakan dan posisi maternal, teknik pernafasan dan relaksasi, aplikasi dingin atau panas, music atau audioanalgesik, aromatherapy, metode birthball, akupuntur, acupressure, yoga, dan hypnosis. menggunakan metode survey, sampel sebesar 150 responden. Hasil survey menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia > 35 tahun (71,3%), telah melakukan praktik kebidanan > 10 tahun (59,3%), dan sebagian besar responden bekerja di Puskesmas (64,7%), penerapan terapi nonfarmakologi yang dilakukan responden sebagian besar adalah teknik pernafasan dan relaksasi (38,7%). Saran bagi Bidan sebaiknya Bidan juga mempelajari dan menerapkan terapi nonfarmakologi yang masih jarang dilakukan sebagai alternatif tindakan menurunkan nyeri persalinan.
Pengaruh Minuman Jahe Terhadap Tingkat Nyeri Menstruasi pada Remaja Putri di Kelurahan Candirejo: The Effect of Ginger Drinks on Menstrual Pain Levels in Adolescent Girls in Candirejo Village Rini Susanti; Sari, Kartika; Jatmiko Susilo
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 6 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v6i2.2713

Abstract

Dysmenorrhea or pain during the menstrual cycle with the prevalence of dysmenorrhea varying between 16% and 91% in women of childbearing age, with severe pain in 2%-29% of women which has a major impact on the quality of life and work productivity.This study aims to analyze the effect of drinking ginger on the sensation of menstrual pain (dysmenorrhea) in young women in Candirejo, Ungaran. Quasi-experimental research using one group pre-post test design. A total of 13 subjects (consecutive sampling), were young women aged 19 - 24 years, unmarried and experiencing dysmenorrhea. Subjects drank 2 packs of ginger a day starting from two days before until the third day of menstruation. Data was taken using the Numeric Rating Scale, Verbal Multidimensional Scoring System, and Brief Pain Inventory. Subjects were 22.15 ± 1.72 years old, menarche age 12.69 ± 1.18 years. The average pain sensation before was 3.38 ± 0.96 and after drinking ginger was 1.15 ± 1.07 on the pain scale. Giving ginger to drink can significantly reduce the sensation of menstrual pain,(p<0.001). Giving ginger drinks has the effect of reducing the sensation of menstrual pain in young women in Candirejo, Ungaran. Teenagers are expected to use ginger drinks to treat pain during menstruation which is cheap and safe.   Abstrak Dismenore atau nyeri selama siklus menstruasi dengan prevalensi dismenore bervariasi antara 16% dan 91% pada wanita usia subur, dengan nyeri hebat pada 2%-29% wanita yang berdampak besar pada kualitas hidup, dan produktivitas kerja perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh minum jahe terhadap sensasi nyeri mestruasi (dismenore) pada remaja putri di Keluarahan Candirejo, Ungaran. Penelitian kuasi eksperimental menggunakan one group pre-post test design. Sebanyak 13 subyek (consecutive sampling) remaja putri usia 19 – 24 tahun, belum menikah dan mengalami dismenore Subyek meminum jaheR sebanyak 2 bungkus sehari dimulai dari dua hari sebelum hingga hari ketiga menstruasi. Data diambil menggunakan Numeric Rating Scale, Verbal Multidimensional Scoring System, dan Brief Pain Inventory. Subyek berumur 22,15 ±1,72 tahun, usia menarche 12,69 ± 1,18 tahun. Rata-rata sensasi nyeri sebelum 3,38 ± 0,96 dan sesudah minum jahe 1,15 ± 1,07 skala nyeri. Pemberian minum jahe dapat menurunkan sensasi nyeri menstruasi remaja putri secara bermakna (p< 0,001). Pemberian minuman  jahe berpengaruh menurunkan sensasi nyeri menstruasi pada remaja putri di Kelurahan Candirejo Ungaran. Remaja diharapkan menggunakan minuman jahe untuk mengatasi nyeri saat menstruasi yang murah dan aman.
Faktor Risiko Penyebab Stunting pada Balita Usia 6-36 Bulan: Risk Factors Causing Stunting in Toddlers Aged 6-36 Months Widyawati, Sigit Ambar; Yuliaji Siswanto; Alfan Afandi
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 6 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v6i2.3042

Abstract

Stunting is a condition of chronic malnutrition that occurs during the critical period of the growth and development process starting from the fetus. Indonesia has quite a serious nutritional problem which is characterized by many cases of malnutrition. Malnutrition is an impact of nutritional status. Stunting or short stature, a condition where a person's height  does not match their age, is determined by calculating the Z-index score for Height according to Age . The type of research chosen was observational analytics with a cross sectional study approach. The population in this study were all mothers who had babies aged 6-36 months in Pabelan District with a sample size of 119 respondents. Data collection was carried out by means of interviews and filling out questionnaires. Data analysis was carried out in stages, starting with univariate analysis, bivariate analysis using the chi-square test, followed by multivariate analysis. The bivariate test results showed that variables related to the incidence of stunting were parenting style (p=0.012), mother's knowledge about nutrition (p=0.066), and mother's knowledge about exclusive breastfeeding (p=0.232). The results of the multivariate logistic regression showed that the parenting pattern variable was (p=0.018) with a strength of relationship of OR 4.029. This shows that respondents who have poor parenting styles have a 4.029 times greater risk of stunting.   Abstrak Stunting adalah suatu kondisi kekurangan gizi kronis yang terjadi pada saat periode kritis dari proses tumbuh dan kembang mulai janin. Indonesia mempunyai masalah gizi yang cukup berat yang ditandai dengan banyaknya kasus gizi kurang. Malnutrisi merupakan suatu dampak keadaan status gizi. Stunting atau perawakan pendek (shortness), suatu keadaan tinggi badan (TB) seseorang yang tidak sesuai dengan umur, yang penentuannya dilakukan dengan menghitung skor Z-indeks Tinggi Badan menurut Umur (TB/U). Jenis penelitian yang dipilih adalah analitik observasional dengan pendekatan studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 6-36 bulan di Kecamatan Pabelan dengan jumlah sampel sebanyak 119 responden. Pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara dan pengisian kuesioner. Analisis data dilakukan secara bertahap, yaitu diawali dengan analisis univariat, bivariat menggunakan uji chi-square dilanjutkan multivariat. Hasil uji bivariat menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kejadian stunting yaitu pola asuh (p=0,012), pengetahuan ibu tentang gizi (p=0,066), dan pengetahuan ibu tentang ASI Eksklusif (p=0,232). Hasil regresi logistik multivariat didapatkan variabel pola asuh (p=0,018) dengan kekuatan hubungan sebesar OR 4,029. Hal ini menunjukkan bahwa responden yang memiliki pola asuh kurang memiliki risiko  4,029 kali lebih besar untuk terjadinya stunting.
Analisis Perilaku Periksa Payudara Sendiri (Sadari) dengan Pendekatan Teori Health Belief Mode di Wilayah Kerja Puskesmas Kandanghaur: Analysis of Breast Self-Examination Behavior (Sadari) Using the Health Belief Mode Theory Approach in the Kandanghaur Community Health Center Work Area Nikita Amhely Claudya; Erna Widyastuti; Budi Astyandini
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 7 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v7i1.2523

Abstract

Breast cancer is a malignant tumor that grows in the breast tissue, the most common organ malignancy in women. According to data from the Indramayu District Health Office in January-September 2022 as many as 3,824 women have had breast cancer screening, from the screening it was found that as many as 47 women had tumors or lumps in the breast, 33 women had the possibility of breast cancer, and 80 women were positive breast cancer. Based on a preliminary survey with village midwives and cadres in the working area of the Kandanghaur Health Center, it was found that there were 3 cases of breast cancer in the waterfall area. This research is an observational analytic study with a cross sectional approach. The population of this study were 227 women of childbearing age aged 20-35 years and a sample of 144 people and was taken using simple random sampling technique. The results of the univariate analysis of the chi-square test showed that perceived vulnerability was 65.3% high, perceived seriousness was 55.6% high, perceived benefits were high 57.6%, perceived barriers were high 65.0%. Bivariate analysis of perceived vulnerability (p value=0.000), perceived seriousness (p value=0.559), perceived benefits (p value=0.000) perceived obstacles (p value=0.017). The conclusion of the study is that there is a relationship between disease susceptibility, benefits and barriers to BSE practice behavior. Meanwhile, the perception of the seriousness of the disease has no relationship with BSE practice behavior. Suggestions for health workers to more often provide education on risk factors for breast cancer. Abstrak Dalam jaringan payudara keganasan organ yang paling sering terjadi pada wanita. Menurut data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu pada bulan Januari-September tahun 2022 sebanyak 3824 wanita telah melakukan skrining kanker payudara, dari skrining tersebut didapatkan hasil bahwa sebanyak 47 wanita yang memiliki tumor atau benjolan pada payudara, 33 wanita kemungkinan kanker payudara, dan 80 wanita positif kanker payudara. Berdasarkan survei pendahuluan dengan Bidan Desa dan Kader di wilayah kerja Puskesmas Kandanghaur di dapatkan hasil bahwa di daerah curug terdapat 3 kejadian kanker payudara. Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini yaitu wanita usia subur usia 20-35 tahun berjumlah 227 orang dan sampel 144 orang dan diambil menggunakan teknik simple random sampling. Hasil analisa univariat uji chi square persepsi kerentnan tinggi 65,3%, persepsi keseriusan tinggi 55.6%, persepsi manfaat tinggi 57,6%, persepsi hambatan tinggi 65,0%. Analisis bivariat persepsi kerentanan (p value=0,000), persepsi keseriusan (p value=0,559), persepsi manfaat (p value=0,000) persepsi hambatan (p value=0,017). Kesimpulan penelitian adalah ada hubungan antara kerentanan penyakit, manfaat dan hambatan dengan perilaku praktik SADARI. Sedangkan persepsi keseriusan penyakit tidak memiliki hubungan dengan perilaku praktik SADARI. Saran bagi tenaga kesehatan agar lebih sering memberikan edukasi faktor resiko terjadinya kanker payudara.
Peningkatan Pengetahuan Ibu Tentang Tanda Bahaya Kehamilan Menggunakan Pesan Seluler Interaktif: Increasing Mothers' Knowledge About Danger Signs of Pregnancy Using Interactive Mobile Messaging Veftisia, Vistra; Yulia Nur Khayati; Luvi Dian Afriyani
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 7 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v7i1.2527

Abstract

Maternal mortality rate (MMR) in Indonesia is still relatively high when compared to other Southeast Asian countries. One of the government programs in reducing maternal mortality rate is the provision of the MCH Book to every pregnant woman which contains guidelines for the health of mothers and babies, but the lack of information of pregnant women about the danger signs of pregnancy which is an important factor in determining actions in handling pregnant women with danger signs, so it is very necessary to provide information about the danger signs of pregnant women through effective media. The purpose of the study was to determine the increase in maternal knowledge about pregnancy danger signs and the practice of early detection of pregnancy danger signs using interactive mobile messages. The research method was quashi experiment, using a pre-test-post test design approach and conducted at Ibu Alam Salatiga clinic, the sample in this study used purposive sampling technique by using the minimum sample requirement in experimental research which was 15 pregnant women. Data processing was carried out by testing the normality of the data with the results of abnormal data then processing the data using the Wilcoxon Test. The results of the study there is a difference in maternal knowledge about the danger signs of pregnancy before and after being given health education with interactive mobile messages with p 0.004. It is expected that pregnant women utilize all information related to pregnancy danger signs.   Abstrak Jumlah AKI (Angka Kematian Ibu) di Indonesia masih tergolong tinggi jika dibandingkan dengan Negara Asia Tenggara lainnya. Salah Satu Program pemerintah dalam menurunkan AKI yaitu pemberian Buku KIA pada Setiap ibu hamil yang didalamnya sudah berisi pedoman untuk kesehatan ibu dan bayi, namun kurangnya informasi ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan yang merupakan faktor penting dalam menentukan tindakan dalam penanganan pada ibu hamil dengan tanda bahaya, sehingga sangat perlu diberikan informasi tentang tanda bahaya ibu hamil melalui media yang efektif. Tujuan penelitian  untuk mengetahui peningkatan pengetahuan ibu tentang tanda bahaya kehamilan dan praktik deteksi dini tanda bahaya kehamilan menggunakan pesan seluler interaktif. Metode penelitian quashi eksperimen, dengan menggunakan pendekatan pre test-post test design dan dilakukan di Klinik Ibu Alam Salatiga,Sampel dalam penelitian ini menggukan teknik purposive sampling dengan emnggunakan syarat minimal sampel pada penelitian exsperimen yaitu sehjulah 15 ibu hamil. Pengolahan data dilakukan dengan nenguji normalitas data dengan hasil data tidak normal selanjutnya pengolahan data menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian ada perbedaan pengetahuan ibu tentang tanda bahaya kehamilan sebelum dan sesudah diberikan Pendidikan kesehatan dengan pesan selluler interaktif dengan p  0.004. Diharapkan ibu hamil memanfaatkan semua informasi terkait tanda bahaya kehamilan.
Analisis Pengetahuan dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Puskesmas X: Analysis of Knowledge on The Incident of Anemia in Pregnant Women at Public Health Center X Fera Aldania; Masruroh
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 7 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v7i1.2565

Abstract

Anemia is a condition where the number and size of red blood cells or hemoglobin concentration is below the normal limit value and in pregnant women this occurs due to hemodilution.  The number of pregnant women at the Kledung Community Health Center in January – December 2021 was 198 people and 53 people (26.76%) of them had anemia, while the number of pregnant women in January – October 2022 was 265 people and 110 people (41.50%) of them  suffer from anemia.  Factors that influence anemia are lack of knowledge.  The aim of the research was to determine the relationship between the level of knowledge of pregnant women about anemia and the incidence of anemia in pregnant women at the Kledung Community Health Center Temanggung. This research is a type of quantitative research in the form of analytical survey research with a cross sectional research design.  Collecting primary data with questionnaires and secondary data from the cohort of pregnant women at the Kledung Community Health Center Temanggung.  The sampling was carried out using a total population technique of 49 respondents.  Data analysis used chi-square. The level of knowledge of pregnant women about anemia in the good category was 17 people (34.7%), 20 people (40.8%) were sufficient and 12 people (24.5%) were poor.  The incidence of anemia in pregnant women was 24 people (49%).  The results of statistical tests using Chi-Square showed p-value = 0.019 (p<0.05) so that there was a relationship between the level of knowledge of pregnant women about anemia and the incidence of anemia in pregnant women at the Kledung Community Health Center Temanggung. There is a relationship between anemia and the incidence of anemia in pregnant women at the Kledung Community Health Center Temanggung in 2022.   Abstrak Anemia adalah suatu keadaan dimana jumlah dan ukuran sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin dibawah nilai batas normal dan pada ibu hamil terjadi karena hemodilusi. Jumlah ibu hamil di Puskesmas Kledung pada bulan Januari – Desember 2021 sebanyak 198 orang dan 53 orang (26,76%) diantaranya mengalami anemia, sedangkan jumlah ibu hamil bulan Januari – Oktober 2022 sebanyak 265 orang dan 110 orang (41,50%) diantaranya mengalami anemia. Faktor yang mempengaruhi anemia yaitu kurangnya pengetahuan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang anemia dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Kledung Temanggung. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan bentuk penelitian survei analitik dengan desain penelitian cross sectional. Mengumpulkan data primer dengan kuesioner dan data sekunder dari kohort ibu hamil Puskesmas Kledung Temanggung. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total populasi sebanyak 49 responden. Analisis data menggunakan chi-square. Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang anemia kategori baik sebanyak 17 orang (34,7%), cukup sebanyak 20 orang (40,8%), dan kurang sebanyak 12 orang (24,5%). Kejadian anemia pada ibu hamil sebanyak 24 orang (49%). Hasil uji statistik dengan Chi-Square didapatkan p-value = 0,019 (p<0,05) sehingga terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil tentang anemia dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Kledung Temanggung. Ada hubunagna antar tentang anemia dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Kledung Temanggung 2022.