cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6285641331367
Journal Mail Official
taulany27@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak - Ungaran Timur, Kab. Semarang Jawa Tengah
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Early Childhood : Jurnal Dunia Anak Usia Dini
ISSN : 2655657X     EISSN : 26556561     DOI : 10.35473
Core Subject : Education,
Focus and Scope of Indonesian Journal Of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini is research, study and analysis related to early childhood include; development of moral and religious values, physical motor development, emotional social development, cognitive development, language development, artistic and creative development, parenting, parenting, management institution of early childhood education, early child development assessment, child development psychology, child empowerment, ,learning strategy, Educational tool play, instructional media, innovation in early childhood education and various fields related to Early Childhood Education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2023)" : 25 Documents clear
PERAN ORANG TUA DALAM MENANAMKAN JIWA BERENTERPRENEUR PADA ANAK USIA DINI Nurul Fauziah; Erni Munastiwi
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.929 KB) | DOI: 10.35473/ijec.v5i1.2039

Abstract

Negara Indonesia mencatat bahwa tingkat pengangguran tertinggi berada pada lingkup lulusan pendidikan dikarenakan kurangnya pengetahuan pelajar mengenai dunia kewirausahaan. Yang dimana semua pihak yang terkait baik orang tua maupun pendidik berpartisipasi penuh untuk menumbuhkan jiwa berwirausaha. Sehingga diadakannya penelitian ini guna mengetahui bagaimana peran dari orang tua dalam menanamkan jiwa bertenterpeneur kepada anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan menggunakan library research dengan mengumpulkan beberapa artikel kemudian mengkaji ulang. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu keluarga memilik peran yang sangat penting dalam menumbuhkan jiwa berenterpreneur pada anak, sehingga orang tua harus bisa memberikan stimulus yang baik dan tepat supaya perkembangan anak dapat berjalan dengan baik. Dalam menumbuhkan jiwa berenterpreneur ini dapat dilakukan dengqan beberapa metode, diantaranya metode pembiasaan, keteladanan, internalisasi, bermain dan reward and punishment.
PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU DI PAUD Athena Sahadatunnisa; Astuti Darmiyanti; Nida’ul Munafiah
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.294 KB) | DOI: 10.35473/ijec.v5i1.2041

Abstract

Pengajar profesional merupakan gerbang awal untuk meningkatan mutu pendidikan yang mendorong kemajuan suatu bangsa. Tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan betapa pentingnya peningkatan profesionalisme guru dalam satuan PAUD. Metode penelitian ini menggunakan penelitian studi literatur. Teknik pengumpulan data menggunakan cara mengumpulkan beberapa penelitian terdahulu agar bisa menjawab konflik pada kualitas pendidikan saat ini dalam satuan PAUD. Penelitian terdahulu yang sudah terkumpul selanjutnya dikompilasi, dianalisis, dan disimpulkan sehingga mendapatkan kesimpulan tentang bagaimana cara pengembangan pada meningkatkan profesionalisme pengajar pada paud. Kesimpulan pada penelitian ini bisa diambil bahwa dari hasil analisis diatas Seorang pengajar bisa dikatakan profesional apabila beliau memenuhi kualifikasi dan kompetensi sesuai standar, yaitu terdapat 4 kompetensi yang harus dimiliki oleh pengajar pada satuan paud antara lain Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Kepribadian, Kompetensi Profesional, dan Kompetensi Sosial.
PENGARUH PENDIDIKAN NON-FORMAL BIMBEL (BIMBINGAN BELAJAR) TERHADAP MINAT LITERASI ANAK Wahda Putri Aulia; Angga Hadiapurwa
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.999 KB) | DOI: 10.35473/ijec.v5i1.2049

Abstract

Membaca merpakan suatu hal yang seharusnya dikembangkan sejak dini. Rendahnya tingkat literasi di Indonesia menjadi hal yang mendasari tumbuhnya kesadaran tersebut. Oleh karena itu, munculah berbagai alternatif bidang pendidikan yang mulai bercabang, dan salah satunya adalah pendidikan non-formal bimbingan belajar. Yang menjadi fokus disini ialah bimbingan belajar baca dan tulis anak. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti dan menganalisa apakah bimbingan belajar berpengaruh pada rangsangan minat literasi anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya kecenderungan dua sisi dalam pelaksanaan pembelajaran non-formal bimbingan belajar yaitu: (1) Berkembangnya minat anak dalam membaca; (2) Menghindarnya anak dari suatu bacaan. Namun yang paling sering dijumpai adalah anak mulai tertarik untuk membaca lebih dan hal tersebut membuktikan bahwa pendidikan non-formal bimbel dapat memberikan pengaruh yang positif dalam menstimulasi keinginan literasi anak.
Peran Guru Dalam Menangani Anak Hiperaktif Rodhotul Islamiah; Na'imah; Heny Wulandari
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.01 KB) | DOI: 10.35473/ijec.v5i1.2051

Abstract

Anak usia dini merupakan anak di fase pertumbuhanyang perkembangan begitu efektif untuk di stimulus. Hiperaktif merupakan suatu gangguan yang terjadi pada perkembangan anak. Anak yang hiperaktif cenderung mengarah pada hal yang negatif, peran guru sangat dibutuhkan untuk menangani anak yang hiperaktif. Penelitian ini mengkaji tentang bagaimana peran guru dalam mengani anak yang hiperaktif. Anak yang hiperaktif cenderung tidak mau diam dan selalu berlairan kemana-mana, menggagu temannya dan lain-lain. Peran guru dalam menangani anak yang hiperaktif diantaranya yaitu guru menjadi motivator, penasehat sekaligus guru menjadi fasilitator untuk anak pada saat pembelajaran berlangsung. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dimana informasi atau data yang diperoleh disajikan denganarasi. Dalam penelitian ini juga ditemukan beberapa teknik guru dalam menghadapi anak yang hiperaktif yaitu dengan pemberian tugas kepada anak, memuji anak, dan membuat hati anak merasa senang. Guru memberi pujian kepada anak yang hiperaktif jika ia menyelesaikan tugas yang telah diberikan oleh guru. Begitu pentingnya peranan guru dalam menangani anak yang hiperaktif, untuk menjadikan anak lebih baik kedepannya.
PENGARUH YOUTUBE TERHADAP KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL ANAK USIA 5-6 TAHUN Rifda Qonita; Laily Rosidah; Fahmi
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.97 KB) | DOI: 10.35473/ijec.v5i1.2054

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Youtube terhadap kemampuan interaksi sosial anak usia 5-6 tahun di Kecamatan Gerogol, Kota Cilegon, Banten. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dengan jenis survei, dengan menggunakan angket dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Populasi dalam penelitian ini adalah anak yang berusia 5-6 tahun yang terdaftar sebagai siswa di 4 lembaga pendidikan anak usia dini di Kecamatan Gerogol dengan menggunakan teknik  purposive sampling sebagai teknik pengambilan sampel yaitu berjumlah 100 anak. Pengambilan sampel ini melibatkan orang tua anak. Hasil penelitian diperoleh bahwa penggunaan Youtubeberpengaruh terhadap kemampuan transaksi sosial anak usia 5-6 tahun. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian hipotesis diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000. Karena hasil nilai signifikansi 0,000 < 0,05 maka bermakna bahwa terdapat pengaruh penggunaan   Youtube    terhadap kemampuan interaksi sosial anak usia 5-6 tahun di Kecamatan Gerogol, Cilegon-Banten H1 atau hipotesis pertama diterima.
Desain Etnoparenting Berbasis Adat Alam Minangkabau untuk Character Build Anak Usia Dini di Era Digital: Minangkabau Nature-Based Ethnoparenting Design for Early Childhood Character Build in the Digital Age LINA - AMELIA; Faizatul Faridy
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.902 KB) | DOI: 10.35473/ijec.v5i1.2073

Abstract

Children are an investment in the future of a nation because children are the next generation of the nation. Alpha generation children have begun to thin out their character values. The digital era with all its conveniences gives rise to individualism, irritability, a lack of sharing, and even a lack of socialization, so the internalization of moral and social values ​​begins to wane. The first step that parents and families can take is to return to exploring the values ​​of each other's cultural wisdom to be used as a basis for parenting. The ethnoparenting design is extracted from the noble values ​​of Minangkabau traditional culture. This development produces products in the form of teaching videos and guidebooks for teachers and parents. Techniques for extracting the positive values ​​of Minangkabau natural culture with storytelling techniques with pictures or videos. There are 4 character values ​​explored in this study, namely the character of appreciating achievement extracted from the story of the origin of the Minangkabau name, the character of communication/friendship is extracted from the positive values ​​of kato mandaki, kato manurun and kato mandata, the value of independence and social care is extracted from the positive values ​​of Minangkabau natural customs stored from the rankings. In terms of children's acceptance of teaching materials, it can be illustrated from the results of trials at An-Nur Aceh Besar Kindergarten, from 30 children who watched teaching videos, 18 children (60%) were able to answer teacher questions from the one-time playing process and 23 children (76,6%) can answer the teacher's questions after playing the teaching video 2 times. This proves that children can understand the contents of the teaching videos. ABSTRAK  Anak adalah investasi masa depan suatu bangsa karena anak adalah generasi penerus bangsa.  Anak-anak generasi alpha sudah mulai menipis nilai-nilai karakternya. Era digital dengan segala kemudahannya memunculkan sifat individualisme, mudah marah, kurang mau berbagi bahkan kurang sosialisasi sehingga internalisasi nilai-nilai moral dan social mulai berkuang. Langkah awal  yang bisa dilakukan orang tua dan keluarga adalah Kembali menggali nilai-nilai kearifan budaya masing-masing untuk dijadikan bahan pijakan dalam pengasuhan anak. Desain etnoparenting yang digali dari nilai-nilai luhur budaya adat minang kabau.  pengembangan ini menghasilkan produk berupa video ajar dan buku panduan untuk guru dan orang tua. Teknik penggalian nilai positif budaya alam Minangkabau dengan Teknik story telling dengan gambar atau video. Nilai karakter yang digali dalam penelitian ini ada 4 yaitu karakter menghargai prestasi digali dari cerita asal usul nama Minangkabau, karakter komunikasi/ bersahabat digali dari nilai positif kato mandaki, kato manurun dan kato mandata, nilai kemandirian dan peduli social digali dari nilai postif adat alam Minangkabau yang tersimpan dari rangkiang. Dilihat dari segi penerimaan anak terhadap bahan ajar dapat digambarkan dari hasil uji coba di TK An-Nur Aceh Besar dari 30 anak yang menonton video ajar 18  anak (60%) dapat menjawab pertanyaan guru dari proses satu kali diputarkan dan 23 anak (76,6%) dapat menjawab pertanyaan guru setelah 2 kali diputarkan video ajar. Ini membuktikan isi video ajar dapat dipahami anak.
Inovasi dan Permasalahan Pendidikan (Kualifikasi Guru Belum Optimal) Ghaitsa Zahira Shofa; Sinta Nurlaila; Cucu Atikah
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.008 KB) | DOI: 10.35473/ijec.v5i1.2079

Abstract

Meskipun tenaga pendidik memegang peranan penting dalam sebuah lembaga, namun kenyataannya banyak tenaga pendidik yang bekerja di lembaga PAUD tidak memenuhi persyaratan untuk S1 PG-PAUD. Tujuan penulisan artikel ini untuk mengetahui kompetensi tenaga pendidik di PAUD dan mendiskripsikan inovasi serta permasalahan pendidikan di lembaga PAUD dalam memenuhi tenaga pendidik sesuai kualifikasi yang telah ditetapkan pemerintah. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka. Bahan dan dokumen perpustakaan menjadi dasar pengumpulan data. Hasil Penelitian menunjukan bahwa terdapat permasalahan dalam pendidikan mengenai tenaga pendidik yang belum memenuhi kualifikasi secara optimal. Dalam penentuan guru paud minimal lulusan S1 belum dapat berjalan dengan semestinya, sehingga tidak dapat dipungkiri dalam penentuan guru PAUD direkrut dari guru paud yang bukan ahlinya dalam bidang ke-PAUDAN. Maka diperlukanlah inovasi pedidikan dalam mengupayakan penyelesaian masalah pendidikan untuk dapat memenuhi kualifikasi guru sesuai dengan Pendidikan Anak Usia Dini dan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Penerapan Media Kantong Berhitung Untuk Mengembangkan Kecerdasaan Logika Matematika Pada Anak Usia 5 Tahun di TK UMMI ERNI Nanda Syahputri; Dhea Safira; Deni Wahyuni; Rahma Dani; Puput Anjar Lestari
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.059 KB) | DOI: 10.35473/ijec.v5i1.2091

Abstract

Kecerdasaan logika matematika merupakan suatu hal yang penting dikembangkan pada anak, kecerdasaan ini berkaitan tentang perhitungan, dan penalaran, yang fungsinya membantu anak dalam pemecahan masalah di kehidupan sehari-hari anak. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mengenai cara meningkatkan kecerdasaan logika matematika melalui media kantong berhitung. Subek penelitian ini yaitu anak usia 5 tahun di kelas anggur Tk Ummi Erni yang terdiri dari 10 anak laki-laki dan 10 anak perempuan. Jenis penelitian tindakan kelas yang dituangkan dalam data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kecerdasaan logika matematika anak yaitu meningkat sebanyak 90% dengan kategori BSB. Hal ini membuktikan adanya peningkatan hasil pembelajaran dalam beberapa kategori yang berkaitan tentang kecerdasaan matematika seprti dalam hal mengenal, menyebutkan, menghitung dan menjumlahkan angka. 
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN LITERASI FINANSIAL ANAK USIA DINI: STUDI KASUS DI PAUD BANJARMASIN Mahyuddin Noor; Yuliana Nurhayati; Maulidha
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.515 KB) | DOI: 10.35473/ijec.v5i1.2095

Abstract

Introduction to financial literacy knowledge from an early age will make children accustomed to managing finances properly in the future. This study aims to analyze the learning process activities in developing early childhood financial literacy education in Early Childhood integrated Islamic Baitul Makmur Banjarmasin. This study uses a qualitative approach with a case study method. The results showed that the implementation of early childhood financial literacy in early childhood integrated Islamic Baitul Makmur Banjarmasin still needs to be improved; existing activities so far only in the form of saving and Friday blessing activities; there are no more specific activities related to the development of early childhood financial literacy. Saving activities are carried out as a daily routine. At the same time, the Friday blessing is a sharing activity or alms, which will be the result of the money alms will be donated when Ramadan arrives. Researchers provide advice in improving financial literacy, from the use of media such as money kid, media to get to know money, its types, and amounts, as well as other activities in the form of playing buying and selling and field practices.
TINJAUAN KRITIS MODEL PEMBELAJARAN MONTESSORI DALAM PENGEMBANGAN KEMANDIRIAN ANAK Luci Irawati; Lilis Suryani; Adolfiron Luji; Yulyaty Mulyanto
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.932 KB) | DOI: 10.35473/ijec.v5i1.2099

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkritisi model pembelajaran Montessori dalam pengembangan karakter anak usia dini khususnya kemandirian anak.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka untuk menggali aspek-aspek penting pemikiran Montessori yang dapat menjelaskan pengembangan karakter mandiri pada anak dan membandingkan pemikiran Montessori dengan pemikiran beberapa tokoh pendidikan anak usia dini yaitu: Jean Piaget, Lev Vygotsky, Reggio Emilia (Loris Mallaguzzi) dan Ki Hajar Dewantara. Dari penulusaran pustaka diketahui bahwa model Montessori yang berorientasi pada anak telah menginspirasi teori-teori pendidikan anak usia dini yang dikembangkan oleh Jean Piaget, Lev Vygotsky, Reggio Emilia (Loris Mallaguzzi) dan Ki Hajar Dewantara. Maria Montessori telah memelopori model perkembangan anak usia dini yang bijaksana, berurutan, memberikan anak kebebasan untuk memilih dan beraktivitas untuk membangun dan mengembangkan kemandiriannya khususnya yang berkaitan dengan kegiatan sehari-hari,. Sebagaimana model pembelajaran lainnya, model Montessori memiliki pro dan kontra dalam penerapannya, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan/implementasi model pembelajaran Montessori yang mengutamakan tiga hal, yaitu pendidikan sendiri (pedosentris), masa peka(sensitive periods), dan kebebasan (freedom)  dapat dijadikan alternatif untuk mengembangkan kemandirian dan rasa percaya diri pada anak

Page 2 of 3 | Total Record : 25