cover
Contact Name
Evangelista Lus Windyana Palupi
Contact Email
evangelistapalupi@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
mathedunesa@unesa.ac.id
Editorial Address
Gedung C8 lantai 1FMIPA UNESA Ketintang 60231 Surabaya Jawa Timur
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
MATHEdunesa
ISSN : 23019085     EISSN : 26857855     DOI : https://doi.org/10.26740/mathedunesa.v12n1
Core Subject : Education,
MATHEdunesa is a scientific journal of mathematics education published by the Mathematics Department of Faculty of Mathematics and Natural Sciences of Universitas Negeri Surabaya. MATHEdunesa accepts and publishes research articles and book review in the field of Education, which includes: ✅ Development of learning model ✅ Problem solving, creative thinking, and Mathematics Competencies ✅Realistic mathematics education and contextual learning, ✅Innovation of instructional design ✅Learning media development ✅ Assesment and evaluation in Mathematics education ✅ Desain research in Mathematics Education
Articles 325 Documents
PROFIL BERPIKIR RELASIONAL SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF SISTEMATIS-INTUITIF Ikma Nurul Khoyimah
MATHEdunesa Vol 10 No 2 (2021): Jurnal Mathedunesa Volume 10 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Program Studi S1 Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.235 KB) | DOI: 10.26740/mathedunesa.v10n2.p396-409

Abstract

Berpikir relasional merupakan kemampuan berpikir untuk membuat keterkaitan objek dari yang diketahui pada soal menjadi bentuk simbol dan angka dengan memperhatikan hubungan dari informasi pada soal dengan pengetahuan yang dimiliki sebelumnya, untuk menyelesaikan masalah dengan konsep matematika. Untuk menyelesaikan masalah dipengaruhi beberapa faktor salah satunya gaya kognitif. Dalam penelitian ini gaya kognitif yang digunakan berdasarkan cara individu mengevaluasi dan menentukan strategi ketika memecahkan masalah yaitu gaya kognitif sistematis-intuitif. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menjelaskan profil berpikir relasional dalam memecahkan masalah siswa SMP dengan gaya kognitif sistematis dan intuitif. Subjek dari penelitian ini adalah siswa bergaya kognitif sistematis dan intuitif masing-masing satu. Dari hasil analisis data siswa bergaya kognitif sistematis telah melaksanakan aktivitas berpikir relasional dalam memecahkan masalah matematika pada tahapan memahami masalah dengan mengidentifikasi unsur yang terdapat dalam masalah, mengaitkan unsur tersebut dengan pengetahuan yang dimiliki siswa sebelumnya. Siswa menghubungkan pengetahuan yang dimilikinya dengan unsur yang terdapat pada soal pada tahap menyusun rencana dan melaksanakan rencana. Pada tahap memeriksa kembali siswa belum menghubungkan hasil jawaban yang dengan informasi pada soal. Siswa dengan gaya kognitif intuitif telah melaksanakan aktivitas berpikir relasional dalam memecahkan masalah pada tahapan memahami masalah dengan mengidentifikasi informasi yang terdapat dalam masalah, menjelaskan hubungan informasi dengan pengetahuan yang diketahui siswa sebelumnya. Siswa menghubungkan informasi pada soal dengan pengetahuan yang telah diketahui siswa pada tahap menyusun rencana dan melaksanakan rencana. Pada tahap memeriksa kembali siswa menghubungkan hasil jawaban yang didapatkan dengan informasi pada soal. Berdasarkan hasil penelitian diketahui siswa dengan gaya kognitif sistematis dan intuitif memiliki cara yang berbeda dalam menyelesaikan masalah saat berpikir relasional. Oleh karena itu, guru diharapkan lebih banyak menggunakan soal nonrutin dengan gabungan antar konsep matematika yang penyelesaiannya dapat ditempuh dengan banyak cara saat pembelajaran, agar melatih siswa dalam berpikir relasional dan mengembangkan kemampuan siswa memecahkan masalah.
Proses Berpikir Kritis Siswa SMA dalam Mengerjakan Soal Matematika HOT Ditinjau dari Kemampuan Matematika Airna Perwitasari; Ika Kurniasari
MATHEdunesa Vol 10 No 2 (2021): Jurnal Mathedunesa Volume 10 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Program Studi S1 Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.622 KB) | DOI: 10.26740/mathedunesa.v10n2.p364-373

Abstract

Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan proses berpikir kritis siswa SMA dalam mengerjakan soal matematika HOT ditinjau dari kemampuan matematika tinggi dan sedang. Subjek penelitian terdiri dari dua siswa kelas XI. Instrumen yang digunakan yaitu tes kemampuan matematika, tes berpikir kritis, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan proses berpikir kritis siswa yaitu, (1) terdapat persamaan kedua subjek pada tahap klarifikasi yaitu siswa mengidentifikasi informasi dan perintah yang ada pada soal; (2) terdapat perbedaan kedua subjek pada tahap asesmen yaitu subjek berkemampuan matematika tinggi mengidentifikasi informasi yang dibutuhkan dengan disertai alasan sedangkan subjek berkemampuan matematika sedang tidak disertai alasan; (3) terdapat perbedaan kedua subjek pada tahap inferensi yaitu subjek berkemampuan matematika tinggi menjelaskan hubungan dari setiap informasi dan memberikan kesimpulan lengkap, sedangkan siswa berkemampuan matematika sedang tidak memberikan kesimpulan yang lengkap untuk soal analisis; (4) terdapat perbedaan kedua subjek pada tahap strategi yaitu subjek berkemampuan matematika tinggi mengerjakan soal dengan dua cara serta mengevaluasi hasil pekerjaannya sehingga memperoleh jawaban benar, sedangkan siswa berkemampuan matematika sedang mengerjakan soal dengan satu cara dan tidak mengevaluasi hasil pekerjaanya pada soal analisis. Kata Kunci: Proses Berpikir Kritis, Soal HOT, Kemampuan Matematika.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS POWERPOINT VISUAL BASIC FOR APPLICATION (VBA) UNTUK MENDUKUNG KEMAMPUAN SPASIAL SISWA Siti Chusnul Chotimah; janet Trineke Manoy
MATHEdunesa Vol 10 No 2 (2021): Jurnal Mathedunesa Volume 10 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Program Studi S1 Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.806 KB) | DOI: 10.26740/mathedunesa.v10n2.pPDF_374-384

Abstract

Kemampuan spasial dibutuhkan siswa dalam mempelajari geometri ruang untuk dapat memvisualisasikan objek-objek geometri. Media pembelajaran mampu membantu memvisualisasikan objek-objek geometri yang sangat diperlukan dalam pembelajaran. Salah satu software yang bisa digunakan yaitu Microsoft Powerpoint dengan menambahkan fitur Visual Basic for Application (VBA). Tujuan dari penelitian ini yaitu mengembangkan serta menghasilkan media pembelajaran berbasis Powerpoint VBA untuk mendukung kemampuan spasial siswa pada materi bangun ruang sisi datar yang berkualitas baik dengan memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Model pengembangan yang dipilih yaitu model ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate). Instrumen yang dipakai meliputi angket validasi, angket kepraktisan, serta tes hasil belajar. Media pembelajaran diujicobakan secara terbatas dengan memilih 7 siswa kelas VIII sebagai subjeknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran memenuhi kriteria valid dengan perolehan persentase kevalidan mencapai 90% dari ahli materi dan persentase kevalidan mencapai 76,05% dari ahli media. Berdasarkan angket kepraktisan diperoleh persentase kepraktisan media mencapai 82,14% dari penilaian 7 siswa dan 82,05% dari penilain guru matematika, sehingga media pembelajaran memenuhi kriteria praktis. Untuk keefektifan media pembelajaran dapat dilihat dari hasil posttest sebanyak 71,43% siswa telah memenuhi KKM, sehingga media pembelajaran memenuhi kriteria efektif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa media pembelajaran berbasis Powerpoint VBA yang dikembangkan untuk mendukung kemampuan spasial siswa layak digunakan sebab memenuhi aspek valid, praktis, dan efektif serta dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran bangun ruang sisi datar. Kata Kunci : Media Pembelajaran, Powerpoint Visual Basic for Application, Kemampuan Spasial, Bangun Ruang Sisi Datar.
Level Kemampuan Literasi Matematis Peserta Didik SMP dalam Menyelesaikan Soal PISA Ditinjau dari Kemampuan Matematika Ikka Ananda Hakiki; Pradnyo Wijayanti
MATHEdunesa Vol 10 No 2 (2021): Jurnal Mathedunesa Volume 10 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Program Studi S1 Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1151.317 KB) | DOI: 10.26740/mathedunesa.v10n2.p385-395

Abstract

Kemampuan literasi matematis adalah kemampuan menerapkan, menafsirkan, dan menjelaskan proses memecahkan masalah sehari-hari menggunakan konsep matematika. Kemampuan literasi matematis peserta didik dapat ditinjau dari kemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah. Tujuan penelitian ini antara lain: 1) mengidentifikasi level kemampuan literasi matematis peserta didik SMP yang memiliki kemampuan matematika tinggi dalam menyelesaikan soal PISA; 2) mengidentifikasi level kemampuan literasi matematis peserta didik SMP yang memiliki kemampuan matematika sedang dalam menyelesaikan soal PISA, dan; 3) mengidentifikasi level kemampuan literasi matematis peserta didik SMP yang memiliki kemampuan matematika rendah dalam menyelesaikan soal PISA. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan pendekatan deskriptif. Subjek dipilih dengan teknik purposive sampling yang diambil berdasarkan kriteria tertentu. Subjek merupakan 3 peserta didik SMP dengan kemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah. Data penelitian diperoleh dari tes tulis dan kegiatan wawancara. Instrumen yang digunakan yakni enam soal PISA dan pedoman wawancara. Hasil penelitian ini antara lain: 1) Peserta didik berkemampuan matematika tinggi berada pada level 4 kemampuan literasi matematis; 2) peserta didik dengan kemampuan matematika sedang berada di level 3 kemampuan literasi matematis, dan; 3) peserta didik yang memiliki kemampuan matematika rendah berada pada level 2 kemampuan literasi matematis. Hasil penelitian ini dapat membantu guru dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan matematika peserta didik. Pengetahuan mengenai level kemampuan literasi matematis dapat digunakan oleh guru dalam merancang kegiatan pembelajaran yang dapat meningkatkan level kemampuan literasi matematis peserta didik.Kata Kunci: level, kemampuan literasi matematis, PISA, kemampuan matematika.
PROFIL PENALARAN SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI GENDER Dooren Quintasari; I Ketut Budayasa; Raden Sulaiman
MATHEdunesa Vol 10 No 3 (2021): Jurnal Mathedunesa Volume 10 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Program Studi S1 Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.75 KB) | DOI: 10.26740/mathedunesa.v10n3.p490-496

Abstract

Abstrak Profil penalaran merupakan gambaran atau deskripsi tentang berpikir logis untuk membuat pernyataan atau menarik kesimpulan berdasarkan pernyataan-pernyataan atau fakta yang relevan serta sudah dibuktikan kebenarannya. Indikator yang digunakan untuk mengungkapkan profil penalaran meliputi sensemaking, conjecturing, convincing, reflecting, dan generalising. Sementara itu, perbedaan gender memengaruhi profil penalaran dalam menyelesaikan masalah matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil penalaran siswa SMP dengan gender laki-laki maskulin dan perempuan feminin dalam memecahkan masalah matematika. Penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif ini dilaksanakan di kelas VIII SMP Labschool Unesa tahun ajaran 2020/2021. Subjek penelitian adalah dua siswa kelas VIII yang memiliki kemampuan matematika yang setara. Mereka adalah seorang siswa laki-laki maskulin dan seorang siswa perempuan feminine. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara subjek secara mendalam berdasarkan Tugas Pemecahan Masalah. Tugas Pemecahan Masalah berisi soal uraian materi aljabar. Dalam pengumpulan data menggunakan teknik triangulasi waktu untuk memeroleh data yang kredibel. Analisis data dilakukan dengan kategorisasi data, reduksi data, penyajian data, interpretasi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laki-laki maskulin menggunakan berpikir logis dalam menyelesaikan masalah karena mampu memberikan argumen yang tepat disetiap langkah penyelesaian serta membuat dugaan strategi penyelesain yang tepat sehingga dapat menyelesaikan masalah dengan benar. Sedangkan perempuan feminin mengalami kesulitan dalam memberikan dugaan tentang strategi penyelesaian yang akan digunakan dan tidak mampu memberikan argumen pada beberapa langkah penyelesaian. Hal ini menunjukkan bahwa profil penalaran siswa laki-laki maskulin dalam menyelesaikan masalah matematika lebih baik dibandingkan perempuan feminine. Perbedaan profil penalaran mengakibatkan kemampuan siswa dalam aktivitas matematika mulai dari penyerapan konsep matematika sampai menyelesaikan masalah matematika juga berbeda sehingga akan berdampak pada hasil belajar siswa. Oleh karena itu, mengetahui profil penalaran siswa merupakan hal yang penting, dengan mengetahui profil penalaran siswa dapat membantu guru dalam menyusun pembelajaran yang mampu memaksimalkan domain pengetahuan siswa. Kata Kunci: profil penalaran, memecahkan masalah matematika, gender. Abstract Reasoning Profile is a description of logical thinking to make statements or draw conclusions based on statements or facts that are relevant and have been proven to be true. The indicators of reasoning profile are sensemaking, conjecturing, convincing, reflecting, and generalizing. Meanwhile, gender identity affects reasoning profiles in mathematical problems solving. This study aimed describing at the reasoning profile of junior high school students with gender male masculine and female feminine in solving mathematical problems. This descriptive research with a qualitative approach was implemented in Grade 8 of SMP Labschool UNESA academic year 2020/2021. The subjects were two eighth grade students who had the same math ability. They were one male masculine student and one female feminine student. Data were taken by interviewing the subject in depth on the basis of tasks problem solving. The problem solving task contained questions related to Algebraic matter. In collecting data using time triangulation techniques to obtain credible data. Data analysis was done by categorization, reduction, display, interpretation, and conclusion. The research results showed that male masculine student use logical thinking in problem solving by providing the right arguments at every step of the solutions and guessing correct solution strategy so that it can solve the problem correctly. Meanwhile, female feminine have the difficulty to make assumptions about solution strategy and unable to provide arguments at some steps of solution. This shows that the male masculine students' reasoning profile in solving mathematical problem is better than female feminine students. Differences in reasoning profiles result in students' abilities in mathematical activities ranging from absorption of mathematical concepts to solving mathematical problems that are also different so that it will have an impact on student learning outcomes. Therefore, knowing the student's reasoning profile is important, knowing the student's reasoning profile can help teachers in structuring learning that is able to maximize students' domain knowledge. Keywords: reasoning profile, solving mathematical problem, gender.
Eksplorasi Etnomatematika pada Motif Batik di Kampoeng Batik Jetis Sidoarjo Muhammad Fauzi Rizqi; Agung Lukito
MATHEdunesa Vol 10 No 2 (2021): Jurnal Mathedunesa Volume 10 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Program Studi S1 Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.699 KB) | DOI: 10.26740/mathedunesa.v10n2.p410-419

Abstract

Etnomatemtika merupakan studi mengenai ide matematika yang dapat dijumpai pada suatu budaya. Batik Sidoarjo yang berpusat di Kampoeng Batik Jetis merupakan salah satu hasil dari budaya di Indonesia. Batik Sidoarjo merupakan perpaduan batik Sidoarjo asli dengan batik pesisiran yang mempunyai motif yang khas, di antaranya seperti Udeng (udang dan bandeng), Beras Utah, dan Merak yang mana motif tersebut berkaitan dengan kosep-konsep matematika, salah satu di antaranya yaitu konsep geometri, transformasi geometri, dan pola bilangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan eksplorasi etnomatematika pada motif batik di Sidoarjo yang dapat digunakan sebagai penerapan konsep-konsep matematika dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnografi. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa motif batik di Sidoarjo dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan konsep-konsep matematika melalui budaya dalam pembelajaran, konsep-konsep tersebut yaitu geometri transformasi dan bangun datar.
The Exploration of Mathematical Objects in Anime Series Reviewed from Onto-Semiotic Approach (OSA) Theory Muchammad Khafith Octafian Purnomo; Pradnyo Wijayanti
MATHEdunesa Vol 10 No 3 (2021): Jurnal Mathedunesa Volume 10 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Program Studi S1 Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.376 KB) | DOI: 10.26740/mathedunesa.v10n3.p497-506

Abstract

Mathematics is often associated with a boring subject in the classroom. There’s a need for innovation, especially in the learning process, so students don’t feel bored learning mathematics. One of the innovations available is to connect mathematics with the student's interests. One of the things the students are interested in is animation works, especially anime series. This research aims to explore the mathematical objects in the anime series reviewed from the Onto-Semiotic Approach (OSA) theory. This research is descriptive exploratory research. Data were collected through observation of 5 anime series titles using a research instrument in the form of an observation sheet. The analysis process was carried out on the identified mathematical objects from the 5 anime series titles, then categorizing the identified mathematical objects according to the characteristics of the 6 categories of primary mathematical objects in OSA theory. The results indicate that there are 6 mathematical objects identified as the language category, such as the quadratic equation and trigonometry, 5 mathematical objects identified as the situation category, no mathematical object identified as the concept category, 1 mathematical object identified as the proposition category, 1 mathematical object identified as the procedure category, and 2 mathematical objects as the argument category. The result of this research can be used as an innovation in mathematics learning and as additional research on the use of popular culture in the classroom.
Penalaran Analogi Siswa SMA dalam Pemecahan Masalah Pembuktian Ditinjau dari Perbedaan Jenis Kelamin Riskauni Fitri Maghfiroh; Abdul Haris Rosyidi
MATHEdunesa Vol 10 No 2 (2021): Jurnal Mathedunesa Volume 10 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Program Studi S1 Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.216 KB) | DOI: 10.26740/mathedunesa.v10n2.p420-432

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan penalaran analogi siswa SMA dalam pemecahan masalah pembuktian ditinjau dari perbedaan jenis kelamin. Subjek penelitian terdiri dari 4 siswa kelas XI SMA, 2 siswa perempuan dan 2 siswa laki-laki yang telah mempelajari materi prasyarat yang digunakan untuk membuktikan.yang materi prasyarat yang digunakan untuk membuktikan. Data dikumpulkan dengan wawancara berbasis tugas (tes penalaran analogi dalam pembuktian). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua subjek menyebutkan tujuan masalah dengan baik, mengidentifikasi kemiripan antara masalah sumber dengan masalah target namun melakukan kesalahan saat mengidentifikasi perbedaan masalah sumber dengan masalah target, dan subjek belum menggunakan kesesuaian antara masalah sumber dengan masalah target sehingga didalam prosesnya terjadi beberapa kesalahan. Perbedaan subjek laki-laki dan perempuan terdapat pada komponen identifikasi struktur masalah, siswa laki-laki dapat melalui komponen identifikasi struktur masalah sumber sedangkan siswa perempuan melakukan kesalahan pada komponen ini. Siswa laki-laki dan siswa perempuan memilih strategi yang berbeda dalam menyelesaikan masalah pembuktian yang diberikan. Kata Kunci: Pembuktian, Penalaran Analogi, Perbedaan Jenis Kelamin
Efektivitas Pembelajaran Matematika Berbasis Aplikasi Zoom Cloud Meeting sebagai Media Belajar Siswa Pada Saat Pandemi Covid-19 Aprillia Eka Rudyana; Ismail Ismail
MATHEdunesa Vol 10 No 2 (2021): Jurnal Mathedunesa Volume 10 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Program Studi S1 Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.09 KB) | DOI: 10.26740/mathedunesa.v10n2.p439-447

Abstract

Pada tahun 2020, Indonesia terjangkit penyebaran virus Covid-19. Akhirnya pemerintah mengeluarkan kebijakan baru yang berdampak pada dunia pendidikan di Indonesia. Proses belajar mengajar menjadi tidak efektif, yaitu tidak dapat dilaksanakan secara tatap muka. Pembelajaran berbasis aplikasi Zoom Cloud Meeting dapat membantu mengurangi timbulnya hambatan yang terjadi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan efektivitas pembelajaran yang ditinjau dari pengelolaan pembelajaran, aktivitas siswa, hasil belajar, dan respon siswa dalam pembelajaran matematika berbasis aplikasi Zoom Cloud Meeting pada materi luas permukaan dan volume kubus di kelas VIII. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian yang digunakan adalah siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Sooko sebanyak 20 siswa. Pemilihan subjek pada penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan yaitu observasi, tes (pre-test dan post-test), dan angket. Hasil dari penelitian ini yaitu kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran termasuk dalam kategori sangat baik, siswa aktif selama proses pembelajaran berlangsung, ketuntutasan hasil belajar sebanyak 16 siswa dengan persentase sebesar , dan respon siswa positif setelah mengikuti pembelajaran Matematika berbasis aplikasi Zoom Cloud Meeting sebagai media belajar siswa.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DI SETARA DARING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MASA PANDEMI COVID-19 Gadang Gumilar Ramadhana Laksono; Raden Sulaiman
MATHEdunesa Vol 10 No 2 (2021): Jurnal Mathedunesa Volume 10 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Program Studi S1 Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.721 KB) | DOI: 10.26740/mathedunesa.v10n2.p433-438

Abstract

Pandemi COVID-19 mempengaruhi banyak bidang, salah satu bidang yang terdampak yaitu pendidikan. Pemerintah berupaya mengurangi angka penyebaran COVID-19 ini dengan mengurangi kontak fisik yang terjadi. Alternatif yang diterapkan pada bidang pendidikan yaitu dengan menerapkan pembelajaran secara dalam jaringan (daring). Pembelajaran secara daring tidak hanya diterapkan pada pendidikan formal saja tetapi juga pendidikan nonformal. Salah satu pendidikan nonformal yang juga menerapkan pembelajaran secara daring yaitu SKB Gudo Jombang. Pada SKB Gudo Jombang pembelajaran secara daring dilaksanakan melalui Setara Daring. Pembelajaran secara daring memiliki kendala yang muncul dalam pelaksanaanya yang membuat interaksi antara guru dan siswa juga mengalami kendala. Interaksi siswa dan guru yang semakin baik membuat hasil belajar matematika semakin bagus pula. Melalui hasil belajar dapat dilihat efektivitas dari pembelajaran yang dilakukan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pembelajaran di Setara Daring terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini melibatkan 15 siswa kesetaraan paket C setara SMA kelas 12 tahun ajaran 2020/2021 yang dipilih secara acak menggunakan teknik simple random sampling pada masing-masing pertemuan selama dua pertemuan. Setelah dilakukan pembelajaran secara daring di Setara Daring, dari 15 sampel akan diperoleh data berupa hasil belajar siswa. Data yang diperoleh dilakukan uji normalitas terlebih dahulu selanjutnya dianalisis menggunakan metode one sample t test dengan kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu 70 sebagai parameter pembanding. Hasil penelitian dengan taraf nyata sebesar 5% pada pertemuan pertama diperoleh t hitung = 0,930753 dan t tabel = -1, 76131 dan pada pertemuan kedua diperoleh t hitung = 2,034093 dan t tabel = -1,76131. Pada pertemuan pertama maupun pertemuan kedua didapatkan bahwa t hitung lebih besar atau sama dengan t tabel , hal ini berarti rata-rata hasil belajar siswa yaitu lebih dari atau sama dengan 70 yang juga berarti bahwa pembelajaran secara daring di Setara Daring berjalan dengan efektif.

Page 6 of 33 | Total Record : 325