cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunung Pati, Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana
ISSN : -     EISSN : 26866404     DOI : -
Core Subject : Education,
Seminar nasional Pascasarjana merupakan kegiatan rutin yang dilakasanakan oleh Pascasarjana UNNES. Tahun 2018 adalah kali ke 5 pelaksanan yang diselenggarakan oleh Kampus yang telah berubah alamat dari lokasi di Kampus Bendan Ngisor berpindah di Kampus Kelud Utara III Kecamatan Gajahmungkur kota Semarang. Kegiatan akademik ini merupakan kerjasama yang sinergi antar enam Kampus Pascasarjana LPTK di Indonesia.
Articles 84 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2021)" : 84 Documents clear
Upaya Pelestarian Rapa’i Geurimpheng Pada Kegiatan Ekstrakurikuler Di SMA Negeri 01 Padang Tiji Kabupaten Pidie Ahmad Syai
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Kegiatan ekstrakurikuler merupakan hal yang biasa dilakukan di sekolah, namun beda halnya dengan kegiatan ekstrakurikuler rapa’igeurimpheng di SMAN 1 Padang Tiji, langsung dilaksanakan dan dilatih oleh seniman penerus rapa’i geurimpheng, sehingga hasil daripelatihan yang dilakukan selama dua bulan lamanya telah menjadikan siswa mampu menampilkan rapa’i geurimpheng, kompak di dalamteam, bertanggungjawab dengan waktu serta saling menghargai satu dengan lainnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini deskriptifkualitatif, Teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalahreduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan. Proses pembelajaran rapai geurimpheng di SMAN 1Padang Tiji diawali dengan pengetahuan terhadap perlakuan alat musik rapa’i, pemeliharaan dan penyimpanannya, teknik duduk danmenabuh rapa’i. Praktik menyanyikan syair sekaligus menabuh rapai dan permainan rapa’i dalam satu kelompok. Kendala yang dihadapipada saat proses latihan adalah awalnya pelatih sulit melakukan pendekatan kepada siswa, seiring perjalanan waktu kedekatan sudah terjalindan memudahkan pelatih melakukan proses pembelajaran. Demikian pula halnya dengan kehadiran siswa, terlalu banyak alasan sehinggamelibatkan pemantauan dari kepala sekolah. Pemilihan objek seni dalam kegiatan ekstrakurikuler sangat tepat sehingga siswa secara langsungdapat merasakan proses latihan serta aplikasi pelestarian seni daerah yang mereka miliki.
Inovasi Media Pembelajaran Tari Semarangan Berbasis Android Meningkatkan Kesadaran Budaya Lokal Atip Nurharini; Sumilah Sumilah; Arini Estiastuti; Sri Susilaningsih
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Tari Semarangan sebagai seni budaya lokal populer di masyarakat Semarang dengan jumlah peminat untuk mempelajarinya terus bertambah. Tari ini menjadi pengembangan muatan lokal daerah sekolah dasar di Semarang. Guru sekolah dasar bingung ketika dihadapkan dengan materi tari Semarangan pada mata pelajaran muatan lokal. Tidak semua guru memiliki waktu khusus untuk belajar tari di sanggar, atau orang lain, sehingga diperlukan teknologi atau media pembelajaran yang praktis sebagai alternatif dalam belajar tari Semarangan. Tujuan penelitian ini yaitu meningkatkan kesadaran budaya lokal dengan penerapan inovasi media pembelajaran tari semarangan berbasis android. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnokoreologi. Teknik pengumpulan data dengan dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian yaitu 88% guru dan siswa senang mempelajari tari gaya semarangan, dan guru mampu membuat media pembelajaran tari Semarangan berbasis android. Hasil ini mengimplikasikan tentang meningkatkan kesadaran untuk mencintai budaya lokal tari semarangan dengan adanya kemunculan media inovasi yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah
Tantangan dalam Penyelenggaraan Pendidikan Seni Budaya pada Tingkat SMP dari Sudut Pandang Manajemen Pendidikan Frihastyayu Bintyar Mawasti
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran seni budaya di tingkat satuan pendidikan SMP sering kali menimbulkan gejolak terkait dalam proses pembelajaran. Guru seni budaya terkadang diharuskan mengajar tiga materi sekaligus, yaitu seni tari, seni musik, dan seni rupa yang notabene tidak semua merupakan bidang ilmu yang digeluti akibat dari ketidaktersediaan tenaga pendidik di sekolah dan untuk mengatasi minimnya biaya untuk gaji guru seni budaya yang honorer. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan struktural fungsional. Tujuan penulisan artikel ini yakni ingin mengetahui bagaimana praktik penyelenggaraan pendidikan seni budaya pada tingkat SMP dari perspektif manajemen pendidikan. Hasil penelitian menggambarkan bahwa guru seni budaya di tingkat SMP yang mengajar tiga bidang dalam mata pelajaran Seni Budaya dapat menyampaikan materi dengan baik dengan mengikuti kegiatan pengembangan guru disertai dengan pengintegrasian kepala sekolah masing-masing. Artikel ini diharapkan dapat memberikan gambaran baru mengenai pengelolaan sistem pengajaran seni budaya di sekolah sehingga dapat membantu mengatasi problematika yang diakibatkan oleh minimnya biaya untuk pengadaan guru seni budaya di sekolah, khususnya tingkat SMP.
Problematika Penerapan Kriya di SMP N 3 Jiken Blora dalam Upaya Pelestarian dan Pengembangan Potensi Lokal Gunadi Gunadi; Bangkit Sanjaya
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Blora terkenal dengan hutan jati unggulan. Banyak perajin akar jati di Kecamatan Jiken yang menjadi identitas Kabupaten Blora. Sekolah merupakan lembaga efektif dalam mendukung pelestarian dan pengembangan potensi lokal. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan penerapan kriya dalam pembelajaran seni budaya di SMP N 3 Jiken Blora dan mendeskripsikan problematika penerapan kriya dalam pembelajaran seni budaya berbasis potensi lokal di SMP N 3 Jiken Blora. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dilakukan di SMP N 3 Jiken Blora. Subjek penelitian ini adalah Guru Seni Budaya di SMP N 3 Jiken Blora. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis kualitatif dengan teknik analisis model interaktif melalui beberapa tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan simpulan/ verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran seni kriya di SMP N 3 Jiken Blora mengacu pada buku teks prakarya dengan kegiatan seperti memahat, menganyam, dan menjahit. Kegiatan memahat media yang digunakan seperti sabun, kayu, dan bambu. Sedangkan kegiatan menganyam yang diberikan seperti membuat “keset” dari bahan kain bekas. Problematika dalam pembelajaran kriya antara lain basic guru yang tidak sesuai bidang studi sehingga skill dan kreativitas yang kurang. Saran, hendaknya terjalin koordinasi antara Dinas Pendidikan, sekolah, guru, dan perajin lokal agar bersinergi dalam satu tujuan yang sama.
Pendidikan Seni Rupa sebagai Media Pembentuk Karakter Isnawati Mohamad; Sukma Nurilawati Botutihe
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini dilatarbelakangi oleh fenomena meningkatnya angka kekerasan yang dilakukan anak-anak dan remaja. Karakter anak Indonesia yang kian menyimpang tersebut menjadi perhatian khusus bagi pemerhati pendidikan. Oleh karena itu tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan Pendidikan Seni Rupa sebagai media pembentuk karakter. Menggunakan metode kualitatif dengan sumber data sekunder seperti buku, jurnal, dan dokumen tekstual lainnya, selanjutnya dianalisis secara interaktif dengan langkah-langkah reduksi data, display data & kesimpulan. Dari hasil analisis diketahui bahwa pendidikan seni dapat berfungsi sebagai media pembentuk karakter. Salah satunya adalah bidang seni rupa melalui pembelajaran melukis. Keterlibatan anak-anak dalam kegiatan melukis ternyata berhasil membentuk karakter positif pada anak seperti: karakter bertanggung jawab, sadar akan hak dan kewajiban, mampu berempati, simpati dengan orang lain, bergaya hidup sehat, disiplin, mandiri, percaya diri, kerja keras, peduli terhadap lingkungan. Pembelajaran melukis juga berfungsi sebagai media untuk meningkatkan pengetahuan (kognitif) anak. Karena, pada umumnya anak-anak tidak hanya sekedar melukis tetapi berinteraksi dengan lingkungannya, kemudian terjadi proses integrasi pengetahuan dalam pengetahuan yang telah dimiliki oleh anak sebelumnya, hingga membentuk skema baru. Pada saat itulah anak telah memiliki pemahaman konkret terhadap objek yang dilukisnya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Seni Rupa melalui pembelajaran melukis dapat membentuk karakter positif pada anak.
Optimalisasi Kompetensi Kearifan Lokal Seni Karawo Siswa SMK Program Keahlian Kriya Tekstil Melalui Praktik Kerja Industri (Studi Kasus di Industri Karawo’Q) Mursidah Waty
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel bertujuan mengetahui optimalisasi kompetensi siswa SMK Program Keahlian Kriya Tekstil melalui Praktek Kerja Industri sebagai penguatan keahlian berciri khas kearifan lokal. Di era teknologi kearifan lokal terkhusus seni karawo dianggap kurang praktis dan rumit, sehingga kurang diminati oleh generasi muda. Hal ini dikarenakan kearifan lokal ini masih bersifat handmade yang belum dapat tergantikan alat teknologi dalam proses pengerjaan. Lembaga Pendidikan menjadi salah satu wadah yang diharapkan guna mendekatkan generasi muda pada nilai-nilai tradisi dan budaya. SMK Negeri 2 Gorontalo melalui program pendidikan sistem ganda bekerja sama dengan dunia usaha/industri mencoba menjawab tantangan tersebut. Upaya yang dilakukan dengan mengoptimalkan kompetensi siswa guna mendalami kearifan lokal di salah satu industri kerajinan karawo melalui Praktek Kerja Industri. Adapun metode yang digunakan deskriptif kualitatif bertujuan untuk mengungkap makna dibalik fenomena/gejala yang sedang dikaji. Tahapan dimulai dengan menelaah konsep pendidikan sistem ganda yang diterapkan SMK Negeri 2 Gorontalo melalui Praktek Kerja Industri (Prakerin), serta mengidentifikasi potensi-potensi siswa mengenai kearifan lokal seni karawo. Hasilnya diharapkan siswa mampu menjadi SDM yang profesional dan menjadi sebuah kompetensi yang memiliki nilai ciri khas dari mana mereka berasal.
Meneguhkan Literasi Multikultural Melalui Pendidikan Seni: Perspektif dan Urgensi Pembelajaran Seni Budaya Abad 21 di Sekolah Supatmo Supatmo
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberagaman budaya, adat-istiadat, tradisi, bahasa, suku, ras, agama, keyakinan, status sosial, pandangan politik, mata pencaharian, dan sebagainya merupakan keniscayaan dan realitas sosio-kultural bagi bangsa Indonesia. Maraknya isu-isu intoleransi di media sosial dan terjadinya peristiwa-peristiwa kekerasan sosial bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang merebak di berbagai daerah akhir-akhir ini mengindikasikan masih lemahnya literasi multikultural bagi sebagian masyarakat. Oleh karenanya diperlukan peneguhan literasi multikultural guna membangun kesadaran budaya Indonesia sesuai semboyan Bhineka Tunggal Ika. Artikel ini hendak membahas perspektif pembelajaran Seni Budaya di sekolah sebagai suatu upaya dalam meneguhkan literasi multikultural demi mewujudkan masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, apresiasi, kerja sama, persatuan, saling menghormati, dan solidaritas atas keragaman budaya. Dari dimensi kebudayaan, pendidikan seni di Indonesia dengan segenap sifat-sifat, karakteristik, dan potensinya, merupakan bagian integral Sistem Pendidikan Nasional dalam menumbuhkembangkan dan membangun kesadaran Bhineka Tunggal Ika bagi peserta didik dan masyarakat luas. Praksis Pendidikan Abad 21 yang saat ini sangat terkonsentrasi pada problematika teknologi dan industri dikhawatirkan bermuara pada lunturnya nilai-nilai kemanusiaan, termasuk nilai multikultural. Pendidikan seni (pembelajaran Seni Budaya di sekolah), dengan sifat-sifatnya yang multilingual, multidimensional, dan multikultural, bisa berperan sebagai garda depan dalam meneguhkan literasi multikultural. Dalam perspektif ini, pendidikan seni menjadi medium pengejawantahan dan internalisasi nilai multikultural (education through art), menumbuhkembangkan kesadaran kolektif atas keberagaman budaya Bangsa Indonesia (Bhineka Tunggal Ika). Pada titik tertentu, literasi multikultural akan mereduksi dan menangkal isu-isu atau peristiwa-peristiwa intoleransi bernuansa SARA yang berpotensi menjadi ancaman sosio kultural Bangsa Indonesia saat ini dan masa mendatang.
Akuntabilitas Kepala Sekolah dalam Fenomena Manajemen Sekolah di SD Al Badar Menghadapi Era Abad 21 Arif Hidajad
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di abad 21, banyak tantangan yang harus dihadapi. Termasuk dunia pendidikan yang membutuhkan sumber daya manusia yang adaptif, melek teknologi, dan terampil. Ada tiga pilar (Tri centra) untuk mewujudkan SDM dalam menjawab tantangan tersebut, yaitu pemerintah, sekolah, dan masyarakat. Sekolah merupakan komunitas terkecil dengan akuntabilitas kepala sekolah yang menjadi pilar penentu sekolah menghasilkan produk siswa sesuai tuntutan pembelajaran abad 21. Manajemen berbasis sekolah adalah penerapan manajemen yang pelaksanaannya bertumpu pada partisipasi warga sekolah. Dengan demikian sumber daya pendukung menjadi sesuatu yang sangat penting, mengingat setiap lembaga pendidikan diberikan otonomi dalam pengelolaannya, baik sumber daya manusia, sumber keuangan, maupun sumber daya lingkungan. SD Islam Al Badar memiliki kemampuan adaptif dengan penerapan manajemen berbasis sekolah dalam menghadapi era 21. Sebagai bagian dari sumber daya di lembaga, tentunya memiliki strategi dalam mengelola lembaga sehingga menjadi sekolah dasar rujukan bagi siswa baru sekaligus sekolah literasi berbasis agama. Bagaimana SDI Al Badar menjawab tantangan abad 21 dalam mengembangkan sumber daya manusianya? Tulisan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan literasi dan wawancara secara online dengan kepala sekolah dan guru sebagai narasumber. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa sumber daya kepala sekolah memiliki kapasitas kepemimpinan dalam mengelola lembaga pendidikan Islam.
Analisis Kompetensi Pedagogis Calon Guru Matematika pada Masa Pandemi Covid-19 Nurina Hidayah
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 sedang melanda seluruh dunia yang memberikan dampak besar dalam pendidikan. Hal ini menjadi tantangan bagi calon guru matematika yang telah menyelesaikan mata kuliah microteaching untuk bisa menerapkan secara langsung teori yang diperoleh ke sekolah mitra. Selain itu kompetensi guru yang cukup berpengaruh dalam pembelajaran daring ataupun blended yaitu kompetensi pedagogis. Karena beralihnya tatap muka di kelas secara langsung bergeser menjadi tatap maya di kelas-kelas virtual. Oleh karena itu, calon guru matematika perlu menguasai aspek-aspek yang ada dalam kompetensi pedagogis tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada 29 subjek penelitian. Subjek penelitian yang digunakan yaitu calon guru matematika atau mahasiswa praktikan pengenalan lingkungan persekolahan (PLP) FKIP Universitas Pekalongan. Hasil yang diperoleh yaitu dari 7 aspek kompetensi pedagogis calon guru matematika telah menguasai semua dengan baik. Meskipun banyak kendala yang dihadapi, seperti jaringan internet dan kuota serta kendala teknis lainnya. Selanjutnya perlu diteliti lebih mendalam terkait materi ajar beserta rencana pelaksanaan pembelajaran yang digunakan calon guru dalam melaksanakan pembelajaran secara daring atau blended.
Korelasi antara Kecerdasan Numerik dan Kemandirian Belajar Mahasiswa terhadap Prestasi Belajar Nurina Kurniasari Rahmawati; St. Budi Waluya; Isti Hidayah; Rochmad Rochmad
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecerdasan numerik dan kemandirian belajar mahasiswa turut mempengaruhi prestasi belajar mahasiswa. Mahasiswa dengan kecerdasan numerik tinggi akan mampu menguasai materi matematika dengan baik, demikian juga dengan kemandirian belajar mahasiswa yang baik cenderung membuat mahasiswa lebih semangat dalam belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat korelasi positif antara kecerdasan numerik mahasiswa dan kemandirian belajarnya terhadap prestasi belajar pada mata kuliah kalkulus integral. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik korelasi. Sampel penelitian adalah 32 mahasiswa pendidikan matematika kelas 3A STKIP Kusuma Negara Jakarta. Instrumen yang digunakan adalah tes bentuk uraian (X1dan Y) dan angket (X2). Data dianalisis menggunakan uji korelasi dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif antara X1 dengan Y, dengan perolehan nilai koefisien korelasi 0.147 dan persamaan regresinya Y = 38.33 + 0.425 X1. Antara X2 dengan Y juga terdapat korelasi positif yang ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi = 0.426 dan persamaan regresi Y = 36.04 + 0.437 X2. Hasil perhitungan nilai Fhitung(6.855) > Ftabel(3.32). Hal ini menunjukkan adanya korelasi yang signifikan antara X1 dan X2 dengan Y. ini berarti bahwa 32% Y ditentukan oleh X1 dan X, kemudian sisanya dipengaruhi oleh faktor lain baik faktor internal maupun faktor eksternal. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan atau korelasi positif antara kecerdasan numerik, kemandirian belajar, dengan prestasi belajar matematika pada mata kuliah kalkulus integral secara masing-masing maupun bersamaan