cover
Contact Name
Muhammad Nur
Contact Email
jkp.balitbangda@kalselprov.go.id
Phone
+6281251712813
Journal Mail Official
admin@jkpjournal.com
Editorial Address
Jalan Dharma Praja I, Kawasan Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Kebijakan Pembangunan
ISSN : 20856091     EISSN : 27156656     DOI : 10.47441/JKP
Core Subject : Education,
The scope of JKP is as follows: Government empowerment (government capability, regional finance, government facilities and infrastructure). Community empowerment (population and employment, community welfare, social conditions, politics and culture) Regional development (public facilities, regional economy, physical condition, environment and natural resources). Development in the fields of health, education and economy.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 163 Documents
Implementasi Pelatihan Kepemimpinan Administrator secara Jarak Jauh di Lingkungan Kementerian Keuangan Agus Suharsono
Jurnal Kebijakan Pembangunan Vol 16 No 1 (2021): Jurnal Kebijakan Pembangunan
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47441/jkp.v16i1.150

Abstract

Administrator Leadership Training (PKA) is training for ASN Echelon III which aims to improve leadership performance competencies. Based on the Decree of the Head of the Financial Education and Training Agency (BPPK) No. 82 of 2020, BPPK can conduct distance training as an alternative to learning. This study aims to analyze the implementation of remote PKA policies at the Ministry of Finance. The research method used is quasi-experimental. Collecting data through distributing questionnaires to 26 training participant respondents from various regions (different time zones), then analyzed inductively. The results show that online learning methods make the learning process more productive because learning activities are varied and documented, time and place are flexible, budget allocations are much lower than offline learning. However, there were also several weaknesses, including the lack of social interaction between participants, interference that could occur due to unstable internet networks, and participants feeling tired because they had to sit and stare at a computer screen for a long time. Research recommendations are to improve the quality of the internet network, have independent study and assign assignments before online learning, include case study material as discussion material, and add learning material in the form of videos (not just documents). Abstrak Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) merupakan pelatihn bagi ASN eselon III yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kinerja kepemimpinan. Berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) Nomor KEP-82/PP/2020, BPPK dapat melakukan pelatihan jarak jauh sebagai alternatif pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan PKA secara jarak jauh di Kementerian Keuangan. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen. Pengumpulan data melalui pembagian kuesioner kepada 26 responden peserta PKA dari berbagai daerah (zona waktu berbeda), kemudian dianalisis secara logika-induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran daring membuat proses belajar lebih produktif karena kegiatan belajarnya bervariasi dan terdokumentasi, waktu dan tempat yang fleksibel, alokasi anggaran jauh lebih rendah dibandingkan pembelajaran tatap muka. Akan tetapi terdapat juga beberapa kelemahan antara lain minimnya interaksi sosial antar peserta, gangguan yang bisa terjadi akibat tidak stabilnya jaringan internet, serta peserta merasa lelah karena harus duduk dan menatap layar komputer dalam waktu lama. Rekomendasi penelitian adalah peningkatan kualitas jaringan internet, adanya belajar mandiri dan pemberian tugas sebelum pembelajaran daring, memasukkan materi studi kasus sebagai bahan diskusi, dan menambah materi belajar berupa video (bukan hanya dokumen).
Kajian Kelayakan Penerapan Konsep Pengelolaan Keuangan BLUD Pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Sugiyono Sugiyono
Jurnal Kebijakan Pembangunan Vol 16 No 1 (2021): Jurnal Kebijakan Pembangunan
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47441/jkp.v16i1.151

Abstract

Perkembangan teknologi informasi memberikan peluang lembaga pelatihan berinovasi dalam program kegiatan pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara berbasis digital. Kemampuan memanfaatkan setiap peluang dan optimalisasi pemanfaatan sumberdaya menjadi kunci agar mampu bersaing di era disrupsi. Salah satu permasalahan pengembangan kompetensi aparatur di lembaga pelatihan adalah terbatasnya anggaran. Penyebabnya adalah penerapan sistem pengelolaan keuangan yang kaku, tidak mandiri dan fleksibel. Akibatnya program dan kegiatan pelatihan bagi ASN tidak dapat alokasi dana yang cukup. Permendagri Nomor 79 Tahun 2018 tentang Badan Layanan Umum Daerah membuka peluang lembaga pelatihan melakukan perbaikan dalam system pengelolaan keuangan yang lebih mandiri dan fleksibel sebagai solusi terbatasnya sumber pembiayaan program dan kegiatan. Kajian kelayakan penerapan konsep BLUD di lembaga pelatihan perlu dilakukan. Kajian bertujuan menilai kelayakan penerapan BLUD di lembaga pelatihan dan memberikan rekomendasi pengambilan kebijakan pengembangan kelembagaan melalui BLUD. Kajian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Instrumen penelitian melalui wawancara (in depth interview), studi literatur dan dokumentasi. Berdasarkan hasil kajian di peroleh gambaran pra kondisi lembaga pelatihan (BPSDMD Provinsi Kalimantan Selatan) dinilai sangat mendukung penerapan konsep BLUD. Kesiapan sumberdaya, kurikulum dan metode pelatihan, akreditasi, penjaminan mutu dan tersedianya sarana dan prasaran sangat baik dan lengkap. Dari perspektif persyaratan penerapan BLUD sebagaimana ketentuan yang mencakup persyaratan substantif, teknis dan administratif, berdasarkan hasil analisis dapat dinilai relevan dan terpenuhi. Hasil kajian dapat menjadi rujukan penerapan konsep BLUD yang merupakan terobosan dalam sistem pengelolaan keuangan yang lebih mandiri dan fleksibel untuk mengatasi permasalahan terbatasnya anggaran program dan kegiatan. Kata Kunci : pengelolaan keuangan, BLUD, fleksibilitas, mandiri Abstract The development of information technology provides opportunities for training institutions to innovate in digital-based programs of competency development for the State Civil Aparatus. The ability to take advantage of every opportunity and optimize the use of resources are the keys to be able to compete in the era of disruption. One of the problems in developing the competence of personnel in training institutions is the limited budget. The cause is the application of a financial management system that is rigid, not independent and inflexible. As a result, sufficient fund for training program and activities for civil servan, cannot be allocated. Permendagri Number 79 of 2018 concerning Regional Public Service Bodies opens opportunities for training institutions to make improvements in a more independent and flexible financial management system as a solution to limited sources of funding for programs and activities. A study on the feasibility of implementing the BLUD concept in training institutions needs to be carried out. The objective of this study is to assess the feasibility of implementing BLUD in training institutions and to provide recommendations for institutional development policy making through the BLUD. The study a qualitative approach with descriptive methods. Research instruments through interviews (in-depth interviews), literature study and documentation. Based on the results of the study, a pre-condition description of the training institute (BPSDMD of South Kalimantan Province) which was considered to be very supportive of the implementation of the BLUD concept. The readiness of resources, curriculum and training methods, accreditation, quality assurance and the availability of facilities and infrastructure very good and complete. From the perspective of BLUD implementation requirements as well as provisions covering substantive, technical and administrative requirements, based on the analysis results can be considered relevant and fulfilled. The results of the study can serve as a reference for implementing the BLUD concept, which is a breakthrough in a more independent and flexible financial management system to overcome the problem of limited program and activity budgets. Keywords: financial management, BLUD, flexibility, independent
Strategi Pemberdayaan Ekonomi Pengrajin Songket Khas Kabupaten Ogan Ilir Aulia Utami Putri; Ermanovida; Tutty Khairunnisyah
Jurnal Kebijakan Pembangunan Vol 16 No 2 (2021): Jurnal Kebijakan Pembangunan
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47441/jkp.v16i2.154

Abstract

Kabupaten Ogan Ilir memiliki salah satu jenis industri yang menghasilkan produk khas sumatera selatan yaitu tenun songket dengan karakteristik yang berbeda dari tenun songket di provinsi lain. Kabupaten Ogan Ilir merupakan sentra penghasil songket yang sudah terbentuk cukup lama dan sentra pengrajin songket terbesar di Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemberdayaan ekonomi pengrajin songket khas Kabupaten Ogan Ilir oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Ogan Ilir Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Subjek penelitian yaitu pengrajin songket, penjual songket dan aparatur di Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis kualitatif dan analisis SWOT. Dimana analisis kualitatif menggunakan teknik pengumpulan data triangulasi sedangkan analisis SWOT digunakan untuk mengukur kondisi internal, berupa kekuatan dan kelemahan yang dibuat dalam matriks IFE dan kondisi eksternal berupa peluang dan ancaman yang dibuat dalam matriks EFE. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pemberdayaan ekonomi pengrajin songket khas Kabupaten Ogan Ilir oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Ogan Ilir yang dapat digunakan yaitu strategi intensif dengan penetrasi pasar, pengembangan pasar, pengembangan produk atau melakukan integrasi dengan berbagai peluang yang ada. Kebijakan UMKM yang dibuat belum dapat mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi pada pengrajin songket.
Preferensi Konsumen terhadap Produk Sasirangan di Kota Banjarmasin Herry Pradana; Siska Fitriyanti
Jurnal Kebijakan Pembangunan Vol 16 No 1 (2021): Jurnal Kebijakan Pembangunan
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47441/jkp.v16i1.160

Abstract

Sasirangan merupakan kain khas dari Kalimantan Selatan yang kerap kali digunakan pada acara-acara formal, maupun sebagai seragam kantor. Namun seiring dengan berjalannya waktu, kain sasirangan sudah mulai digunakan sebagai pakaian sehari-hari bagi masyarakat di Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prefrensi konsumen dalam memilih produk sasirangan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-eksploratif untuk menggali lebih dalam aspek prefrensi konsumen dalam memilih produk sasirangan. Dengan model ini, dapat diidentifikasi secara mendalam potensi pasar dari produk sasirangan serta apa saja hambatan-hambatan dalam pengembangannya. Preferensi utama bagi konsumen dalam membeli produk sasirangan adalah kombinasi warna, motif, kenyamanan, harga, pewarna alam, tren dan merek. Konsumen secara umum sangat memperhatikan warna dan motif sebagai pertimbangan utama dalam memilih sasirangan. Di sisi lain, merek tidak menjadi prioritas utama, bahkan cenderung tidak diperhatikan dalam keputusan membeli, hal ini dikarenakan hampir tidak ada sasirangan bermerek yang dominan di Kalimantan Selatan. Jenis pewarna yang digunakan juga masih belum menjadi prioritas oleh konsumen sebagai bahan pertimbangan utama dalam membeli produk sasirangan.
Hambatan Pembelajaran Jarak Jauh bagi Guru Digital Immigrant Yanti Tayo; Siti Nursanti; Wahyu Utamidewi
Jurnal Kebijakan Pembangunan Vol 16 No 2 (2021): Jurnal Kebijakan Pembangunan
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47441/jkp.v16i2.161

Abstract

The Ministry of Education and Culture has instructed the distance learning system (e-learning) to deal with the Covid-19 pandemic. E-learning must be implemented by all educational units without exception. This study aims to analyze the obstacles that occur during the implementation of e-learning. The type of research is descriptive qualitative. The primary data were collected directly from main sources through interviews with 4 Digital Immigrant Teachers at Pondok Ranggon 01 Pagi Elementary School, Cipayung District, DKI Jakarta. The results indicated that the Digital Immigrant Teachers at Pondok Ranggon 01 Pagi Elementary School were quite capable of doing the e-learning technology. However, when using E-learning platforms, some elements might be considered as obstacles in e-learning such as limited internet access and lack of proficiency in operating e-learning applications. Recommendations from this study on the implementation of e-learning increase literacy in the use of communication technology as part of the communication strategy for implementing government policies. Abstrak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan kebijakan untuk menjalankan proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang harus diikuti seluruh guru dan murid di Indonesia tanpa terkecuali dalam rangka penanganan pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan yang terjadi pada saat pelaksanaan PJJ. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Data primer diambil melalui depth-interview kepada 4 orang guru digital immigrant di SD Pondok Ranggon 01 Pagi Kecamatan Cipayung DKI Jakarta. Hasil penelitian menunjukan guru digital immigrant di SD Pondok Ranggon 01 Pagi berhasil menerapkan dan beradaptasi dengan teknologi meskipun dibutuhkan literasi yang dilakukan secara berkesinambungan oleh pihak sekolah. Berbagai hambatan yang terjadi yaitu buruknya sinyal internet, keterbatasan kuota, serta kesulitan untuk menggunakan aplikasi yang disiapkan oleh pemerintah. Rekomendasi dari penelitian ini terhadap pelaksanaan PJJ meningkatkan literasi penggunaan teknologi komunikasi sebagai bagian dari strategi komunikasi pelaksanaan kebijakan pemerintah.
Sektor Pembangkit Perekonomian Kabupaten Hulu Sungai Tengah Selama Pandemik COVID-19 Arif Maulana; Nugrahayu Suryaningrum
Jurnal Kebijakan Pembangunan Vol 16 No 2 (2021): Jurnal Kebijakan Pembangunan
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47441/jkp.v16i2.169

Abstract

The Covid-19 pandemic has spread out in Indonesia include in Hulu Sungai Tengah Regency. In 2020, this pandemic caused a deep economic contraction that needs to be a concern for local governments. This study aims to determine the potential sectors of the Hulu Sungai Tengah Regency during the Covid-19 pandemic to be able to rise from economic contraction. The data used are sourced from BPS-Statistics including Gross Regional Domestic Product at constant prices 2010 by industry, PDRB at current prices by industry, population, the share of economic sectors, Economic Growth during 2016-2020. The analysis used was Typology Klassen Analysis and Location Quotient which resulted that the Agriculture, Forestry, and Fisheries; Information and Communication sectors becoming the potential sectors that lead the economy of Hulu Sungai Tengah Regency during the Covid-19 pandemic. Based on information technology and focus on potential sectors, the growth of other sectors such as Manufacturing; Trading; Accommodation, Food, and Beverage will grow to increase the added value of the regional economy of Hulu Sungai Tengah Regency.
Interaksi Sosial Masyarakat di Lingkungan Tempat Tinggal Penderita COVID-19 Muhammad; Ilham Abu; Andi Nikhlani
Jurnal Kebijakan Pembangunan Vol 16 No 1 (2021): Jurnal Kebijakan Pembangunan
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47441/jkp.v16i1.178

Abstract

The presence of COVID-19 can affect social interactions among the community, for example limiting themselves and their families to visit family and neighbor which they have been doing so far. This study aims to describe the social interactions that occur in communities where people with COVID-19 live. The design of this research is qualitative based on the social problems faced by the community during the COVID-19 pandemic. Research informants are people who live in RT. 27 Teluk Lerong Ulu Sub-district, Samarinda City and selected 5 people and the head of the local RT as key informants who could provide the necessary information through purposive sampling. Data collection techniques through interviews with informants and key informants using interview guidelines, observation and documentation. This research was conducted in March 2021. The data were analyzed through reduction, display, and conclusion. The results of the information research show that the social interactions that occur in people with COVID-19 sufferers are far from the cultural values ​​of the Indonesian people that have been going on so far. This can be caused by various factors such as incomplete public knowledge about COVID-19. Therefore, a local regional policy is needed to maximize the participation of community leaders such as the head of the local RT in providing complete information about COVID-19 to the people in their area. In addition, the role of the mass media is also needed in order to convey information to the wider community factually and reliably.
Analisa Pengembangan Ekonomi Lokal Desa Mojomalang Kecamatan Parengan Kabupaten Tuban Yusuf Hariyoko
Jurnal Kebijakan Pembangunan Vol 16 No 2 (2021): Jurnal Kebijakan Pembangunan
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47441/jkp.v16i2.180

Abstract

Based on Law Number 6 of 2014 concerning The Village, village development has to utilize the local economic resources. Mojomolang Village, as one of the developing villages based on the Building Village Index (BVI), does not yet have a local economy to develop. This study aims to analyze local economic development in Mojomolang Village. This research is qualitative with a case study approach. The data were collected through interviews and observations. Aspects of local economic development used as research parameters are locality, economic base, job opportunities, community resources, knowledge, and communication. The results of the study indicate that local economic development has not been well implemented in Mojomalang Village. The local potential has not been used optimally; local economy-based jobs are not yet available for village communities; the knowledge of human resources is still low, seen from the lack of utilization of innovation and technology. Based on this, the village government needs to develop local potential based on the economic sector of the majority of the community and take advantage of BUMDes to move the village community's economy. Abstrak Pembangunan desa menjadi ujung tombak setelah adanya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Indeks Desa Membangun (IDM) yang mengadopsi pendekatan pembangunan berkelanjutan mengharuskan adanya pemanfaatan sumber daya ekonomi lokal dalam rangka pembangunan desa yang inklusif. Desa Mojomolang, sebagai salah satu desa berstatus membangun berdasarkan IDM, belum memiliki pengembangan ekonomi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan ekonomi lokal di Desa Mojomolang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Aspek pengembangan ekonomi lokal yang digunakan sebagai fokus penelitian adalah lokalitas, basis ekonomi, kesempatan kerja, sumberdaya komunitas, pengetahuan, dan komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi lokal di Desa Mojomalang masih belum terlaksana. Lokalitas dan basis ekonomi sesuai potensi lokal masih belum tergarap dengan baik; kesempatan dan lapangan kerja dari ekonomi lokal belum tersedia untuk masyarakat desa; aspek pengetahuan yang dimiliki SDM masih minim dilihat dari kurangnya pemanfaatan inovasi dan teknologi. Berdasarkan hal ini, maka pemerintah desa perlu mengembangkan potensi lokal yang berbasis pada sektor ekonomi mayoritas masyarakat atau sektor ekonomi buatan serta menggunakan BUMDes sebagai entitas baru dalam menggerakkan perekonomian masyarakat desa.
Pengaruh Keberadaan Minimarket Waralaba terhadap Warung Tradisional di Kalimantan Selatan Latifa Suhada Nisa; Siska Fitriyanti; Dewi Siska
Jurnal Kebijakan Pembangunan Vol 16 No 2 (2021): Jurnal Kebijakan Pembangunan
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47441/jkp.v16i2.191

Abstract

Warung is a substitute for the traditional markets for the people of South Kalimantan. The warungs were usually located in the middle of the neighborhood. Several previous studies indicate that the number and income of warungs have continued to decline since the entry of modern retails in South Kalimantan. The objectives of this study were to analyze the impact of modern retails towards warungs and analyze the implementation of the modern retail regulations in South Kalimantan. The method used is mixed methods with qualitative and quantitative approaches. The study findings suggest that modern retailers have tendencies to cause a decline in income to the point of bankruptcy of warungs. Some regulations specifically regulate the existence of franchised minimarkets but do not regulate the warungs specifically. Therefore, there is an urgency to review permits regulations and rules of modern retail locations, local government intervention to improve competitiveness, and facilitation of capital assistance. Abstrak Warung tradisional merupakan pilihan tempat berbelanja selain di pasar tradisional bagi penduduk setempat. Beberapa penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa omzet warung tradisional menurun sejak kemunculan minimarket waralaba yang mulai menggeser posisi warung tradisional di Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh yang ditimbulkan oleh minimarket waralaba terhadap warung tradisional, serta menganalisis regulasi dan implementasi tentang penataan minimarket warlaba di Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan yaitu mix methods dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan minimarket waralaba berpotensi menimbulkan pengaruh negatif, yaitu penurunan omzet hingga penutupan usaha. Terdapat regulasi yang khusus mengatur keberadaan minimarket waralaba, akan tetapi tidak mengatur tentang keberadaannya terhadap warung tradisional. Berdasarkan hasil tersebut maka diperlukan peninjauan kembali regulasi terkait izin pendirian dan penataan lokasi minimarket waralaba, intervensi pemerintah daerah untuk meningkatkan daya saing, serta fasilitasi bantuan modal.
Strategi Pemasaran Itik Alabio sebagai Produk Unggulan Daerah Kalimantan Selatan Siska Fitriyanti; Herry Pradana
Jurnal Kebijakan Pembangunan Vol 16 No 2 (2021): Jurnal Kebijakan Pembangunan
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47441/jkp.v16i2.193

Abstract

Alabio Ducks are native poultry and a featured product of South Kalimantan. However, the ducks have not yet contributed economically to the farmers or region. Culinary business in urban areas opens opportunities for the development of the Alabio Duck. The purpose of this study was to analyze the upstream and downstream sectors of the Alabio Ducks to be used as the basis for preparing the marketing strategies. This study uses a qualitative approach. Data were taken through observation and interviews with informants selected by purposive sampling, analyzed using STP and marketing mix analysis. The results of this study indicate that the segment and target market are middle-upper people in urban areas. Expansion of the market can be done through the supply of cold meat for the hotel, restaurant, and modern markets. The marketing strategy is to pay attention to the advantages of texture, taste, and color of the meat, determine competitive selling prices according to quality, add online distribution channels, and increase promotions on digital platforms. Abstrak Itik Alabio merupakan rumpun unggas lokal dengan sebaran geografis asli Kalimantan Selatan dan salah satu Produk Unggulan Daerah (PUD). Akan tetapi, sektor peternakan Itik Alabio selama ini belum menunjukkan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian peternak maupun daerah. Perkembangan bisnis kuliner di daerah perkotaan membuka peluang terhadap pengembangan Itik Alabio di Kalimantan Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sektor hulu hingga hilir Itik Alabio untuk digunakan sebagai dasar penyusunan strategi pemasarannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data primer diambil melalui observasi dan wawancara dengan informan yang dipilih secara purposive sampling. Data dianalisis menggunakan analisis penetapan nilai (STP analysis) dan analisis bauran pemasaran (marketing mix analysis). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa segmen dan target pasar adalah masyarakat daerah perkotaan yang memiliki kemampuan ekonomi menengah ke atas. Perluasan jangkauan pasar melalui suplai cold meat untuk pangsa pasar perhotelan, restoran, dan pasar modern. Strategi pemasaran adalah dengan memperhatikan keunggulan tekstur, rasa, dan warna daging Itik Alabio sebagai daya jual, menentukan harga jual yang bersaing dengan kompetitor tanpa menurunkan kualitas, menambah jalur distribusi secara daring, dan meningkatkan promosi di platform digital.

Page 10 of 17 | Total Record : 163