cover
Contact Name
Desi Dwi Kristanto
Contact Email
desi.dwikristanto@upj.ac.id
Phone
+6287814923466
Journal Mail Official
desi.dwikristanto@upj.ac.id
Editorial Address
Universitas Pembangunan Jaya, Jl. Cendrawasih Raya Blok B7/P Sawah Baru, Ciputat. Tangerang Selatan Banten 15413
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Desainpedia
ISSN : -     EISSN : 28302966     DOI : https://doi.org/10.36262/dpj.v1i1
Journal of Product Design and Visual Communication Design department of Pembangunan Jaya University regularly publish articles biannual. We invite scholars, researchers, and academics to publish research results for three thematic special issues on Design, Lifestyle and Behaviour.
Articles 67 Documents
Optimalisasi Estetika dan Citra Merek Tinara Bridal Boutique Melalui Re-Desain Ruang Komersial Berbasis Pendekatan Warna Feliciana, Michelle
Desainpedia: Jurnal Desain Produk dan Desain Komunikasi Visual Vol 4, No 2 (2025): Urban Design, Lifestyle & Behaviour
Publisher : Universitas Pembangunan Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36262/dpj.v4i2.1375

Abstract

Dalam menghadapi persaingan industri pernikahan yang semakin kompetitif, Tinara Bridal Boutique membutuhkan strategi desain ruang yang mampu meningkatkan daya tarik visual sekaligus memperkuat citra merek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengimplementasikan pendekatan warna dalam re-desain interior butik sebagai media komunikasi visual yang mendalam. Metode yang digunakan adalah design thinking yang terdiri dari lima tahap, yaitu Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test. Melalui analisis data lapangan, observasi, dan pengujian desain, ditemukan bahwa pemilihan warna seperti ivory, putih, pink pastel, dan abu-abu mampu menciptakan suasana yang tenang, elegan dan emosional. Implementasi konsep “Avorio Blossom” juga diwujudkan melalui kombinasi layout opsen space, pencahayaan alami, serta elemen dekoratif floral yang mendukung pengalaman emosional pengguna. Hasil akhir desain tidak hanya memenuhi fungsi estetika, tetapi juga membangun kedekatan emosional antara pengguna dan brand, menjadikan ruang butik sebagai bagian dari perjalanan emosional calon pengantin. Dengan demikian, pendekatan warna dalam desain interior terbukti efektif dalam meningkatkan persepsi dan keterikatan pengguna terhadap merek Tinara Bridal Boutique.Kata Kunci: Desain interior; pendekatan warna; citra merek; butik pernikahan
Pengolahan Limbah Kantong Teh Celup Sebagai Material Alternatif Desain Produk Mintarja, Jeanne Theresia
Desainpedia: Jurnal Desain Produk dan Desain Komunikasi Visual Vol 5, No 1 (2026): Urban Design, Lifestyle & Behaviour
Publisher : Universitas Pembangunan Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36262/dpj.v5i1.1264

Abstract

Penelitian ini adalah proses pengolahan limbah kantong teh celup sebagai bahan utama desain produk. Penelitian ini dilatari karena adanya mikroplastik pada kantong teh celup. Pengembangan material ini dilakukan dengan menggunakan bahan baku limbah kantong teh celup sehingga diharapkan dapat mengurangi limbah kantong teh celup di lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah material baru alternatif desain produk dari bahan limbah kantong teh celup. Material tersebut dapat diperjelas sebagai material menyerupai kertas dan kain yang ramah lingkungan, memanfaatkan karakteristik serat dari bahan baku limbah kantong teh celup.Terdapat landasan teori berupa eksperimen oleh Rajesh et al. mengenai proses pengolahan material berserat menjadi lembaran material baru. Tahap desain diawali dengan mengumpulkan bermacam limbah kantong teh celup untuk observasi. Tahap ini diakhiri dengan kesimpulan bahwa jenis teh berpengaruh pada warna dari bubur limbah kantong teh celup. Tahap selanjutnya dilaksanakan dengan menggunakan dasar studi literatur milik Rajesh et al. sebagai acuan yang diawali dengan proses pengolahan eksperimen untuk mendapatkan beragam ketebalan. Tahap ketiga desain diawali dengan eksperimen karakteristik dan proses produksi dari material yang telah dihasilkan. Tahap ketiga diakhiri dengan kesimpulan bahwa sampel memiliki ketahanan dan hasil yang terbaik. Hasil penelitian ini adalah material baru yang dapat digunakan sebagai material atau bahan desain produk.
Perancangan Desain Interior Experience Center & Store Asus Rog Di Gading Serpong putri, clarissa
Desainpedia: Jurnal Desain Produk dan Desain Komunikasi Visual Vol 5, No 1 (2026): Urban Design, Lifestyle & Behaviour
Publisher : Universitas Pembangunan Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36262/dpj.v5i1.1585

Abstract

Industri gaming Indonesia mengalami perkembangan pesat dari era arcade hingga mobile gaming, mendorong kebutuhan akan ruang yang mengintegrasikan pengalaman teknologi dan komunitas. Penelitian ini bertujuan merancang ASUS ROG Experience Center & Store di Gading Serpong menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui observasi, wawancara stakeholder, dan studi komparatif kompetitor. Konsep "The Hyperzone Metagaming Hub" dengan pendekatan Cyber-Aggressive Design diterapkan untuk menciptakan ekosistem gaming holistik yang menggabungkan fungsi retail, edukasi teknologi, dan arena kompetitif. Lokasi strategis seluas 1.621 m² di kawasan Scientia Garden dipilih karena aksesibilitas tinggi dan kedekatan dengan komunitas mahasiswa sebagai target utama. Hasil perancangan menghadirkan fasilitas komprehensif meliputi ROG Cafe, E-sport Experience Center, zona edukasi teknologi, dan area retail interaktif dengan penerapan material premium, pencahayaan RGB dinamis, dan furniture ergonomis. Perancangan ini diharapkan memperkuat brand presence ASUS ROG sekaligus mendukung perkembangan industri e-sport dan budaya gaming berkelanjutan di Indonesia.
Perancangan Logo Sebagai Identitas UMKM KUE dan CAMILAN "Kaliangi" untuk Meningkatkan Loyalitas Pelanggan Riady, Rahman; Kurli, Anis; Putra, Deny Fardiansyah
Desainpedia: Jurnal Desain Produk dan Desain Komunikasi Visual Vol 5, No 1 (2026): Urban Design, Lifestyle & Behaviour
Publisher : Universitas Pembangunan Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36262/dpj.v5i1.1527

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs), particularly those engaged in home-based snack and pastry production, play a vital role in supporting regional economies. One such enterprise, Kaliangi MSME in Sumenep, is currently facing significant challenges in building a strong visual brand identity. The core issue lies in the limited understanding of branding, coupled with the use of a previous logo that relied on generic internet templates, failing to reflect the unique character of its products. This study aims to redesign the logo as a key element of Kaliangi's visual identity, with the goal of fostering a positive brand image and enhancing customer loyalty. The method employed is based on graphic design principles, implemented through five main stages: orientation, analysis, conception, design, and implementation. The new logo is designed to be applied consistently across various promotional media, including product packaging and social media platforms. The design outcome shows a significant increase in visual appeal, particularly in packaging and promotional materials, which subsequently led to a 40% rise in customer engagement within two months. This study highlights the importance of strengthening visual branding for local MSMEs, especially in developing a brand identity that is original and aligned with the unique characteristics of the products offered.
Perancangan Identitas Visual Riiecha Wedding Decorations Lubuk Alung haliza, Nur
Desainpedia: Jurnal Desain Produk dan Desain Komunikasi Visual Vol 5, No 1 (2026): Urban Design, Lifestyle & Behaviour
Publisher : Universitas Pembangunan Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36262/dpj.v5i1.1526

Abstract

Penelitian ini berfokus pada Riiecha Wedding Decorations telah berdiri sejak tahun 2015, namun perusahaan tersebut belum memiliki logo yang dapat menggambarkan citra usahanya, visi, misi dan karakteristik yang membedakannya dengan merek yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk merancang identitas visual yang komprehensif bagi Riiecha Wedding Decorations, untuk membangun image yang kuat yang membedakannya dengan lainnya. Identitas visual merupakan karakteristik esensial dari sebuah merek yang membedakannya dari merek lain, baik dari segi logo, pilihan tipografi, warna, yang secara fisik mencerminkan keseluruhan nilai, visi dan karakter unik entitas tersebut. Metode kualitatif dan analisis SWOT yang didapat melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka, disimpulkan bahwa perusahaan tersebut memiliki kelemahan signifikan dalam hal branding. Hasil akhir dari penelitian ini ialah menghadirkan suatu logo sebagai identitas visual Riiecha Wedding Decorations beserta video promosi jasa perusahaan Riiecha Wedding Decorations, sebagai upaya membangun citra merek Riiecha Wedding Deorations di mata publik. Penelitian ini merupakan salah satu upaya untuk kemajuan perusahaan agar jasa mereka dapat dipercaya oleh masyarakat sebagai penyedia jasa dekor yang profesional.
Analisis Pengaruh Visualisasi Warna dalam Membedah Fungsi Fitonutrien sebagai Instrumen Edukasi dan Preferensi Konsumsi Gizi Anak Syarifah, Nada; Retnoningsih, Sri
Desainpedia: Jurnal Desain Produk dan Desain Komunikasi Visual Vol 5, No 1 (2026): Urban Design, Lifestyle & Behaviour
Publisher : Universitas Pembangunan Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36262/dpj.v5i1.1578

Abstract

Low consumption of fruits and vegetables among elementary school children in Indonesia is a significant problem, as it leads to low nutritional literacy and high levels of food neophobia among children. This study aims to analyze the effect of the natural visualization of fruit and vegetable colors (red, orange, yellow, green, purple, and white) derived from various phytonutrients on children's nutritional literacy and consumption preferences. The research method used to examine this issue is descriptive qualitative with data collection techniques through a literature study of primary scientific documents. Data analysis was conducted using content analysis techniques refined using Charles Sanders Peirce's triadic semiotics analysis to examine the relationship between color as a representamen, phytonutrients as objects, and children's perceptions as interpreters. The results of the discussion show that color visualization is effective in transforming children's perceptions from the Representament level (visual aesthetics) to the Object level (nutritional cause-and-effect relationships) and the Interpretant level (agreement on meanings). The integration of functional narratives such as lycopene, beta-carotene, and allicin in visual media that are attractive to children has been proven to reduce food rejection rates. The study concludes that strengthening nutrition literacy based on color semiotics is the most significant educational communication strategy in shaping long-term consumption preferences in children of the concrete operational age. Rendahnya konsumsi buah dan sayur pada anak usia sekolah dasar di Indonesia menjadi masalah yang signifikan adanya penelitian ini, karena berdampak pada rendahnya literasi gizi dan tingginya fenomena food neophobia pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh visualisasi alami warna buah dan sayur (merah, oranye, kuning, hijau, ungu, dan putih) yang berasal dari berbagai zat fitonutrien terhadap literasi gizi dan preferensi konsumsi anak. Metode penelitian yang digunakan untuk membedah masalah ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur menelusuri dokumen ilmiah primer. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi yang dipertajam menggunakan analisis semiotika triadik Charles Sanders Peirce untuk membedah hubungan antara warna sebagai representamen, zat fitonutrien sebagai objek, dan persepsi anak sebagai interpretan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa visualisasi warna efektif dalam mentransformasikan persepsi anak dari level Representamen (estetika visual) menuju level Objek (hubungan sebab-akibat gizi) dan level Interpretan (kesepakatan makna). Integrasi narasi fungsional seperti likopen, beta-karoten, hingga allicin dalam media visual yang menarik untuk usia anak terbukti mampu menurunkan tingkat penolakan terhadap makanan. Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan literasi gizi berbasis semiotika warna merupakan strategi komunikasi edukatif yang paling signifikan dalam membentuk preferensi konsumsi jangka panjang pada anak usia operasional konkret.
Upaya Pengenalan Identitas Budaya Lokal bagi Generasi Z melalui Ragam Hias Melayu di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau Budiman, Syafira Nurizka
Desainpedia: Jurnal Desain Produk dan Desain Komunikasi Visual Vol 5, No 1 (2026): Urban Design, Lifestyle & Behaviour
Publisher : Universitas Pembangunan Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36262/dpj.v5i1.1574

Abstract

Ragam hias Melayu merupakan bentuk representasi visual yang mengandung nilai identitas budaya masyarakat Melayu, khususnya di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau. Namun, di tengah dominasi budaya visual modern dan globalisasi, Genrasi Z cenderung mengalami keputusan makna terhadap simbol budaya lokal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana ragam hias Melayu dapat direpresentasikan melalui strategi desain komunikasi visual dalam upaya memperkenalkan identitas budaya lokal kepada Generasi Z, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam proses pemaknaannya. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui studi pustaka, observasi visual, dan analisis dokumen terkait ragam hias Melayu di Pulau Penyengat. Analisis dilakukan secara interpretatif berdasarkan teori identitas budaya, teori representasi visual, dan teori desain komunikasi visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ragam hias Melayu memiliki potensi sebagai media komunikasi identitas budaya apabila diolah secara komunikatif dan kontekstual, serta menegaskan pentingnya peran desain komunikasi visual dalam menjembatani nilai budaya tradisional dengan pengalaman visual Generasi Z Kata Kunci: ragam hias Melayu; identitas budaya lokal; desain komunikasi visual; Generasi Z; Pulau Penyengat