cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
flourishing.journal@um.ac.id
Phone
+62341-552115
Journal Mail Official
flourishing.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jln. Semarang 5 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Flourishing Journal
ISSN : -     EISSN : 27979865     DOI : -
Core Subject : Social,
Flourishing Journal is an open-access and peer-reviewed journal dedicated to publishing research articles in the field of psychology. Flourishing Journal accepts research articles that have the potential to make a significant contribution to the exploration and development of psychology and behavioral sciences. Articles submitted to this journal must display a well-thought-out study design, appropriate data analysis, and interpretation.
Articles 318 Documents
Peningkatan Aktivitas Kencan Online di Masa Pandemi Balqis, Naura Adzillina; Noorrizki, Rakhmaditya Dewi
Flourishing Journal Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i62022p422-428

Abstract

Abstract: One of the phenomena that occurred during the Covid – 19 pandemic was the increase in online dating activity. When compared to previous years, there is a very high increase in the use of online dating access, such as Tinder, Bumble, and Hinge applications. This also brings huge benefits to the holder of online dating access. The purpose of the researcher here is to find out what causes this phenomenon to occur with previous theories. The theory used is the theories proposed by Finkel, Toma, Hancock, and other genius inventors written in the book entitled Social Psychology by Elliot Aronson, Timothy D. Wilson, Robin M. Akert, Samuel R. Sommers and Social Psychology Book An Introduction by Dr. Fatah Hanurawan. Not only that, researchers also use the data that has been collected to find the cause of the phenomenon that occurs. Keywords: online dating; pandemic; factors causing an increase in online dating Abstrak: Salah satu fenomena yang terjadi saat pandemi Covid-19 terjadi adalah peningkatan aktivitas kencan online. Apabila dibandingkan dengan tahun- tahun sebelumnya, terdapat peningkatan yang sangat tinggi pada penggunaan akses kencan online, seperti aplikasi Tinder, Bumble, dan Engsel. Hal ini pun membawa keuntungan yang sangat besar kepada pemegang akses kencan online tersebut. Tujuan peneliti di sini ialah untuk mencari tahu apa saja penyebab fenomena ini terjadi dengan teori-teori terdahulu. Teori yang digunakan ialah teori-teori yang dicetuskan oleh Finkel, Toma, Hancock, dan penemu-penemu genius lainnya yang tertulis di dalam buku berjudul Social Psychology karya Elliot Aronson, Timothy D. Wilson, Robin M. Akert, Samuel R. Sommers serta buku Psikologi Sosial Suatu Pengantar oleh Dr. Fattah Hanurawan. Tidak hanya itu, peneliti juga menggunakan data-data yang telah terkumpulkan untuk mencari penyebab dari fenomena yang terjadi. Kata kunci: kencan online; pandemi; faktor penyebab peningkatan kencan online
Pengaruh Evaluasi Diri Terhadap Kepercayaan Diri Dalam Pergaulan di Masa Pembelajaran Daring Faizin, Nur Auliya Rahmah; Noorrizki, Rakhmaditya Dewi
Flourishing Journal Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i62022p429-434

Abstract

Abstract: In 2020, the COVID-19 virus was declared to have entered Indonesia. The World Health Organization has designated COVID-19 as a pandemic. President Joko Widodo decided to impose large-scale social restrictions (PSBB), activities in schools and workplaces were closed and activities in public places or facilities and religious places were also restricted. Online learning as an alternative to learning is immediately implemented so that students continue to get an education and can still interact with friends and teachers even though they are quarantining at home during a pandemic. Online learning which initially became a new experience for students then began to bring up one by one obstacles, one of which was the lack of interaction by students with the social environment. The purpose of this study was to identify the factors causing the lack of social interaction of students with their social environment and determine whether self-evaluation can affect self-confidence and can be a solution to increase self-confidence. The method used in this article is literature review. It was found that the lack of social interaction caused by lack of intense communication with peers, lack of social support, and self-evaluation was influential in increasing self-confidence. Keywords: self-confidence; self-evaluation; online learning; social interaction Abstrak: Pada tahun 2020, virus COVID-19 dinyatakan telah masuk ke Indonesia. World Health Organization telah menetapkan status COVID-19 sebagai pandemi. Presiden Joko Widodo memutuskan untuk memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), kegiatan di sekolah dan tempat kerja diliburkan lalu kegiatan di tempat atau fasilitas umum dan tempat keagamaan juga dibatasi. Pembelajaran daring sebagai alternatif pembelajaran segera dilaksanakan agar para pelajar tetap mendapatkan pendidikan dan tetap dapat berinteraksi dengan teman dan juga para guru meskipun sedang melakukan karantina di rumah disaat pandemi. Pembelajaran daring yang awalnya menjadi pengalaman baru bagi para pelajar kemudian mulai memunculkan satu persatu hambatan, salah satunya kurangnya interaksi oleh para siswa dengan lingkungan sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor penyebab kurangnya interaksi sosial siswa dengan lingkungan sosialnya dan mengetahui apakah evaluasi diri dapat mempengaruhi kepercayaan diri serta dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kepercayaan diri. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah literature review. Ditemukan hasil bahwa kurangnya interaksi sosial disebabkan oleh kurangnya komunikasi yang intens dengan teman sebaya, kurangnya dukungan sosial, serta evaluasi diri berpengaruh dalam meningkatkan kepercayaan diri. Kata kunci: kepercayaan diri; evaluasi diri; pembelajaran daring; interaksi sosial
Persepsi Terhadap Citra Diri Pengguna Media Sosial Instagram Nerita, Rinda Saskiona; Noorrizki, Rakhmaditya Dewi
Flourishing Journal Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i62022p435-439

Abstract

Abstract: Instagram is a social media based on photos and videos with various interesting features that provide facilities for users to interact with other users. Instagram can be said to be a social environment because there are various interactions in it. Instagram users will create an ideal self-image which will then be presented in an upload in the form of photos or videos. The upload will cause various different perceptions from everyone who sees it. Therefore, the author will discuss and analyze the perceptions that arise in Instagram social media using the point of view of Social Psychology. This Instagram article was created with the aim of identifying and analyzing the formation of Instagram users ' self-image that can cause various different perceptions among other Instagram users. The theory that will be used to discuss the problem in this article is the theory of inferential correspondence attributes. This article was written using the literature study method. Perceptions that arise will cause various responses, these responses can be in the form of like (Like), share (Share), follow (follow), unfollow (unfollow), block, comment, or report (report). Keywords: perception; Instagram user self-image; social media; social psychology Abstrak: Instagram merupakan media sosial yang berbasis foto dan video dengan berbagai fitur menarik yang memberikan fasilitas bagi penggunanya untuk berinteraksi dengan pengguna lainnya. Instagram dapat dikatakan lingkungan sosial karena terjadi berbagai interaksi di dalamnya. Para pengguna Instagram akan menciptakan citra diri yang ideal yang kemudian akan dipresentasikan dalam suatu unggahan yang berupa foto maupun video. Unggahan tersebut akan menimbulkan berbagai persepsi yang berbeda dari setiap orang yang melihatnya. Oleh karena itu, penulis akan membahas dan menganalisis mengenai persepsi yang muncul dalam media sosial Instagram dengan menggunakan sudut pandang psikologi sosial. Artikel ini dibuat dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pembentukan citra diri pengguna Instagram yang dapat menimbulkan berbagai persepsi yang berbeda diantara pengguna Instagram lainnya. Teori yang akan digunakan untuk membahas permasalahan di dalam artikel ini adalah Teori Atribut Korespondesi Inferensial. Artikel ini ditulis dengan menggunakan metode studi literatur. Persepsi yang muncul akan menimbulkan berbagai respon, resppon tersebut dapat berupa like (suka), share (membagikan), follow (mengikuti), unfollow (batal mengikuti), block, komentar, maupun report (melapor). Kata kunci: persepsi; citra diri pengguna Instagram; media sosial; psikologi sosial
Akun Alter: Cara Baru Presentasi Diri di Media Sosial Syavitri, Risya Meidhina; Noorrizki, Rakhmaditya Dewi
Flourishing Journal Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i62022p440-446

Abstract

Abstract: In the modern era, the development of Science and technology brought many changes in people's lives. Internet and social media which is a product of the development of information and communication technology emerged to facilitate interaction between people. In interacting, humans will form a self-presentation to be accepted by society, both naturally and artificially. Today, social media offers a variety of convenience for its users to form a self-presentation as desired by operating more than one account in the same device. This is what then causes the emergence of anonymous accounts without identity or commonly known as alter accounts. This study aims to identify the form of self-presentation strategies such as what the alter account users have. This study was conducted using the literature review method. The results of the literature review revealed that alter account users use self-presentation strategies ingratiation, intimidation, and self-promotion. Most alter account owners avoid disclosing information that could indicate identity, but dare to express personal opinions that may be controversial. Keywords: alter accounts; self presentation; social media Abstrak: Di era modern, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa banyak perubahan dalam kehidupan bermasyarakat. Internet dan media sosial yang merupakan produk dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi muncul untuk mempermudah interaksi antar manusia. Dalam berinteraksi, manusia akan membentuk presentasi diri untuk bisa diterima masyarakat, baik secara alami maupun dibuat-buat. Dewasa ini, media sosial menawarkan beragam kemudahan bagi para penggunanya untuk membentuk presentasi diri sesuai keinginan dengan mengoperasikan lebih dari satu akun dalam perangkat yang sama. Hal inilah yang kemudian menyebabkan munculnya akun-akun anonim tanpa identitas atau yang biasa dikenal dengan istilah akun alter. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan bentuk strategi presentasi diri seperti apa yang dimiliki para pengguna akun alter. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode review literatur. Hasil dari kajian literatur mengungkapkan bahwa pengguna-pengguna akun alter menggunakan strategi presentasi diri ingratiation, intimidation, dan self-promotion. Kebanyakan pemilik akun alter menghindari mengemukakan informasi yang bisa menunjukkan identitas, namun berani mengemukakan pendapat personal yang mungkin bersifat kontroversial. Kata kunci: akun alter; presentasi diri; media sosial
Dampak Ketiadaan Figur Ayah pada Gender Role Development Seorang Anak Putri, Raissa Dwifandra; Rahmi, Yaumul; Armalid, Ikhwanul Ihsan
Flourishing Journal Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i62022p447-456

Abstract

Abstract: The absence of a father figure is a factor for a child to be involved in social problems, which is like juvenile delinquency. The father plays an important role in the family, namely as a breadwinner, protector, friend, role model, moral guide, teacher, and as an important agent for gender role development of a child. This study aims to examine the impact of the father absence on a child's gender-role development. Research method that used by conducting literature studies related to the research topic, namely the absence of a father figure and the gender role development of a child. Based on the results of a literature review, several impacts were found from the absence of a father figure on a child's gender role development. Nevertheless, other studies also show that there is no difference in the a child's gender role development between children who have a father figure or not. Because most of children who do not have a father figure are found to look for other male figures outside the home as their role models or found their mother as a complete figure for them. Therefore, it is important for parents to be a good role model for their child because this can affect the development of their child, especially in the role of gender role development. Keywords: father absence; gender role; children Abstrak: Ketiadaan figur Ayah menjadi salah satu faktor bagi seorang anak terlibat dalam masalah sosial, salah satunya seperti kenalakan remaja. Ayah memberikan peran penting dalam keluarga, yaitu sebagai pencari nafkah, pelindung, teman, model, penuntun moral, guru, serta merupakan agen penting dalam gender role development seorang anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak ketiadaan figur Ayah pada gender-role development seorang anak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dengan melakukan studi literatur yang berkaitan dengan topik penelitian, yaitu ketiadaan figur ayah dan gender role development seorang anak. Berdasarkan hasil kajian pustaka, didapatkan beberapa dampak dari ketiadaan figur ayah pada gender role development seorang anak. Meskipun demikian, studi – studi lain juga menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan perkembangan gender role anak antara anak yang memiliki figur ayah maupun tidak. Sebab anak – anak yang tidak memiliki figur ayah ditemukan bahwa dapat mencari figur laki – laki lain di luar rumah sebagai role modelnya atau melihat ibunya sebagai sosok role model yang diperlukan. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk dapat menjadi role model bagi seorang anak karena hal ini dapat mempengaruhi perkembangan seorang anak, khususnya dalam perananan gender role developmentnya. Kata kunci: ketiadaan figur ayah; gender role; anak
Body Appreciation Pada Perempuan Dewasa Awal yang Aktif Menggunakan Media Sosial Ashgarie, Rayza Ilfie Azkya; Ikhsan, Muhamad Farid Fadjadil; Amelia P, Chariesma; Nurmalitasari, Femmi
Flourishing Journal Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i62022p457-467

Abstract

Abstract: Masa dewasa awal merupakan masa yang penuh gejolak dan perubahan, baik secara fisik ataupun psikis. Berbagai tantangan perlu dilewati oleh para dewasa awal agar dapat menjadi orang dewasa yang mandiri dan bertanggung jawab. Dalam konteks ini, perempuan memiliki kesulitan tersendiri dalam menangani tantangan yang berkaitan dengan fisik alias citra tubuh. Citra tubuh merupakan bagaimana individu memandang diri mereka. Jika pada penelitian terdahulu seringkali yang diangkat citra tubuh negatif atau body dissatisfaction yang dirasakan, maka penelitian kali ini mencoba mencari sejauh mana apresiasi tubuh yang dilakukan oleh para perempuan dewasa awal ketika mereka secara aktif menggunakan media sosial. Media sosial digunakan sebagai variabel sebab citra tubuh paling sering berubah karena terdampak dari media sosial, membandingkan diri misalnya. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif dengan subjek sejumlah 42 orang yang diperoleh melalui purposive sampling ini menghasilkan kesimpulan bahwa sebagian besar subjek masih memiliki tingkat body appreciation yang baik yakni tinggi dan sangat tinggi, terlepas dirinya menjadi pengguna aktif media sosial. Salah satu yang mempengaruhi kemungkinan usia yang semakin matang sehingga lebih mampu meregulasi emosi dan perilakunya. Diharapkan kecenderungan ini akan bertahan agar para perempuan dewasa awal ini tumbuh menjadi orang dewasa yang penuh kepercayaan diri. Keywords: dewasa awal; citra tubuh; apresiasi tubuh; penyusunan instrumen psikologi Abstrak: Early adulthood is a period full of turmoil and change, both physically and psychologically. Various challenges need to be passed by early adults to become adults who are independent and responsible. In this context, women have their own difficulties in dealing with challenges related to physique, aka body image. Body image is how individuals perceive themselves If in previous studies it was often raised negative body image or perceived body dissatisfaction, this research tries to find out the extent to which early adult women appreciate the body when they actively use social media. Social media is used as a variable because body image changes most often due to the impact of social media, comparing oneself for example. The research was conducted using a quantitative method with a total of 42 subjects obtained through purposive sampling. This resulted in the conclusion that most of the subjects still had a good level of body appreciation, in level high and very high, regardless of being an active user of social media. One that affects the possibility of a more mature age so that it is more able to regulate its emotions and behavior. It is hoped that this trend will persist as these early adult women grow into confident adults. Kata kunci: early adulthood; body image; body appreciation; psychological instrument
KEEFEKTIFAN PENERAPAN KONSELING REALITA UNTUK MENINGKATKAN TANGGUNG JAWAB SISWA DALAM BELAJAR DI SMK SIDING PURI LENTENG Adibah, Devivatul; Priyambodo, Aji Bagus
Flourishing Journal Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i62022p468-478

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to test the (want, direction, evaluation, planning) WDEP technique to increase student learning responsibility. Therefore, the researcher intends to find out the extent of the effectiveness of reality counseling using the WDEP technique to increase student learning responsibility. The method in this study is a quantitative approach with a pre-experimental one group pretest posttest design. The experimental design used in this study was pretest → treatment nt → posttest, which involved one class as an experiment. The results of this study indicate differences in students' learning responsibilities before and before receiving treatment. If before getting treatment the level of student learning responsibility was at 58.58% and was in the low category, getting treatment the level of student responsibility increased at 80.04% and entered the medium category, from the data it can be seen that the difference in presentation before and before given treatment that is 21.46%. The analysis technique used was the normality test with significance p= 0.200>0.005, and the paired sample t-test obtained a significance of 0.000 where p= 0.000< 0.05. So it can be concluded that there is a significant difference between the results of the pretest and posttest, which means that the application of reality counseling using the WDEP technique is effective to increase learning responsibility. Keywords: reality counselin;, WDEP technique; learning responsibility. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji teknik (want, direction, evaluation, planning) WDEP untuk meningkatkan tanggung jawab belajar siswa. Oleh karena itu peneliti berniat untuk mengetahui sejauh mana efektivitas konseling realitas dengan menggunakan teknik WDEP untuk meningkatkan tanggung jawab belajar siswa. Metode dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan Pre-experimental one group pretest posttest design. Desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini pretest→treatment→posttest, yang melibatkan satu kelas sebagai eksperimen. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan tanggung jawab belajar pada siswa sebelum dan sesudah mendapatkan treatment. Jika sebelum mendapatkan treatment tingkat tanggung jawab belajar siswa berada pada 58,58% dan masuk dalam kategori rendah, setelah mendapatkan treatment tingkat tanggung jawab siswa meningkat pada 80,04% dan masuk pada kategori sedang, dari data tersebut dapat dilihat bahwa perbedaan presentase sebelum dan sesudah diberikannya treatment yaitu 21,46%. Adapun teknik analisis yang digunakan uji normalitas dengan signifikansi p= 0,200>0,005, dan uji paired sample t-test diperoleh signifikansi 0,000 dimana p=0,000< 0,05. Maka dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest, yang berati penerapan konseling realita dengan menggunakan teknik WDEP efektif untuk meningkatkan tanggung jawab belajar. Kata kunci: konseling realitas; teknik WDEP; tanggung jawab belajar
Lurker dalam Konteks Pilpres Edy, Dewi Fatmasari; Lestari, Laila Indra; Setyoningtias, Khasdyah Dwi Dewi
Flourishing Journal Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i62022p479-486

Abstract

Abstract: Online groups are a result of the development of the internet which has brought about changes in the pattern of relationships and communication between individuals. Individuals have their own motivations when choosing to join an online group, such as Facebook. Individuals also have the choice to actively contribute or choose to act as lurkers, namely group members who act as non-participants and do not actively contribute to group discussions. The method used is a qualitative approach with an exploratory study design using an open-ended questionnaire and semi-structured interviews. The reasons for individuals choosing to become lurkers in the context of the Presidential Election (Pilpres) in the X Facebook social media group are to avoid conflict, due to busyness so there is no time, due to employment status, due to lack of references and capacity in political commentary, there are discussions that not liked, do not trust the information in the group, are not interested in discussing politics, already feel that there is sufficient information related to politics, there are choices at the beginning, or because they do not trust the threads in the group. Keywords: online group; Facebook; lurker Abstrak: Online group merupakan suatu hasil dari perkembangan internet yang membawa perubahan pola relasi dan komunikasi antarindividu. Individu memiliki motivasi tersendiri ketika memilih untuk bergabung dalam suatu online group, seperti Facebook. Individu pun memiliki pilihan untuk secara aktif memberi kontribusi ataupun memilih untuk berperan sebagai lurker, yaitu anggota grup yang bertindak sebagai non-partisipan dan tidak aktif memberikan kontribusi dalam diskusi grup. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi eksplorasi menggunakan open-ended questionnaire dan wawancara semi-terstruktur. Alasan-alasan individu memilih untuk menjadi lurker dalam konteks Pemilihan Presiden (Pilpres) di grup X media sosial Facebook yaitu untuk menghindari konflik, karena kesibukan sehingga tidak ada waktu, karena status pekerjaan, karena referensi dan kapasitas dalam komentar politik yang kurang, ada pembahasan yang kurang disukai, kurang percaya dengan informasi yang ada dalam grup, tidak tertarik dengan pembahasan politik, sudah merasa tercukupi info terkait politik, sudah ada pilihan diawal, ataupun karena kurang percaya thread di grup. Kata kunci: online group; Facebook; lurker
Literatur Review: Working memory dan Kesulitan Belajar Matematika Asfari, Nur Amin Barokah; Rahmi, Yaumul
Flourishing Journal Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i62022p487-491

Abstract

Abstract: Math is still considered a difficult subject, especially in Indonesia, whether at the elementary, junior, or senior high school level. Even though in Indonesia, mathematics is one of the compulsory subjects at each level of education. Difficulties in learning mathematics cause obstacles in the mathematics learning process. Students who experience obstacles in mastering one mathematical concept will tend to experience difficulties in subsequent concepts. Like a snowball, if the concept cannot be mastered, students will have difficulty in understanding the next concept. As a result, more and more concepts will not be achieved. One factor that is considered to be related to learning difficulties in mathematics is working memory. This study aims to examine the role of working memory in students' math difficulties. The method used in this study is a literature review of various references and research journals. As a result, working memory has a role in students' math learning difficulties. Age differences affect the role of the contribution of the working memory component in these math learning difficulties. Keywords: working memory, math difficulties Abstrak: Matematika masih dianggap sebagai pelajaran yang sulit, khususnya di Indonesia, baik di tingkat SD, SMP, atau SMA. Padahal di Indonesia, matematika menjadi salah satu mata pelajaran wajib di setiap jenjang pendidikan tersebut. Kesulitan dalam belajar matematika menimbulkan hambatan dalam proses pembelajaran matematika. Siswa yang mengalami hambatan dalam menguasai satu konsep matematika akan cenderung mengalami kesulitan pada konsep-konsep selanjutnya. Ibarat bola salju, apabila konsep tersebut belum bisa dikuasai, siswa akan mengalami kesulitan dalam memahami konsep berikutnya. Akibatnya, akan semakin banyak konsep yang tidak akan bisa dicapai. Salah satu faktor yang dianggap berkaitan dengan kesulitan belajar matematika adalah working memory. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji peran working memory dalam kesulitan matematika (math difficulties) pada siswa. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah literatur review dari berbagai referensi dan jurnal penelitian. Hasilnya, working memory memiliki peran dalam kesulitan belajar matematika pada siswa. Perbedaan usia mempengaruhi peran kontribusi komponen working memory pada kesulitan belajar matematika ini. Kata kunci: working memory, kesulitan belajar matematika
Lansia Produktif ?: Studi Literatur tentang Longevity Setyoningtias, Khasdyah Dwi Dewi; Edy, Dewi Fatmasari; Lestari, Laila Indra; Masyithah, Izza Ulya; Wijayanti , Iin
Flourishing Journal Vol. 2 No. 7 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i72022p492-498

Abstract

Abstract: Longevity related to life expectancy in the elderly. Longevity provides an understanding, although the elderly are synonymous with decreased of physical, social, economic, and psychological functions, it does not mean they cannot carry out activities and even produce. The purpose of this study is to describe productive elderly people as part of increasing longevity. Using literature studies of the research method, it found that habits such as lifestyle, nutritional intake, physical activity and positive relationships with other individuals contribute to the increase longevity on elderly. Being productive by doing activities not only physically, but productively by interacting socially for the elderly helps maintain the physical and mental health of them which contributes to increasing longevity. Longevity essentially emphasizes that life is valuable regardless of one's age. Productive elderly are part of creating meaningful longevity for the elderly. Physical limitations don't mean elderly can't produce and being productive and enjoy of life. This is the point of view of the elderly that you need to know.Keywords: Productive; Elderly; Longevity Abstrak: Longevity berkaitan dengan harapan hidup pada kelompok usia lanjut (lansia) memberikan pemahaman bahwa walaupun lansia identik dengan penurunan fungsi fisik, sosial, ekonomi dan psikologi, bukan berarti tidak dapat beraktivitas bahkan berproduksi. Tujuan dari penelitian ini adalah menggambarkan lansia yang produktif menjadi bagian untuk meningkatkan longevity. Menggunakan metode penelitian berupa studi literatur mendapatkan hasil penelitian bahwa kebiasaan seperti gaya hidup, asupan nutrisi, aktivitas fisik serta hubungan positif dengan individu lainnya memiliki kontribusi terhadap tingkat longevity pada lansia. Produktif dengan berkegiatan tidak hanya olah fisik, tapi produktif dengan berinteraksi sosial bagi lansia turut menjaga kesehatan fisik dan mental lansia yang berkontribusi meningkatkan longevity. Longevity hakikatnya menekankan bahwa hidup itu berharga berapa pun usia seseorang. Lansia produktif bagian dari menciptakan longevity yang bermakna bagi lansia. Keterbatasan fisik bukan berarti tidak berproduksi dan produktif bukan berarti tidak bisa menikmati hidup. Inilah sudut pandang lansia yang perlu diketahui. Kata kunci: Produktif; Lansia; Longevity