cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
flourishing.journal@um.ac.id
Phone
+62341-552115
Journal Mail Official
flourishing.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jln. Semarang 5 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Flourishing Journal
ISSN : -     EISSN : 27979865     DOI : -
Core Subject : Social,
Flourishing Journal is an open-access and peer-reviewed journal dedicated to publishing research articles in the field of psychology. Flourishing Journal accepts research articles that have the potential to make a significant contribution to the exploration and development of psychology and behavioral sciences. Articles submitted to this journal must display a well-thought-out study design, appropriate data analysis, and interpretation.
Articles 318 Documents
Perkembangan Dewasa Madya Sebuah Studi Kasus Ferdyansyah, Muhammad; Masfufah, Ulfa
Flourishing Journal Vol. 2 No. 9 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i92022p598-604

Abstract

Abstract: Middle adulthood or what is also called middle age in chronological terminology, which generally ranges from 40-60 years of age. The purpose of this study was to determine the development of the author's parents in the middle adulthood phase from the physical, cognitive, socio-emotional aspects, the concept of wisdom as well as self-reflection for researchers and readers. The method used in this study is observation and interviews. This research is a qualitative descriptive research. After conducting the research, data were obtained in the form of changes in physical, cognitive, socio-emotional, and the concept of wisdom in the middle adulthood phase. There are many factors that affect the growth and development of a person. Internal and external factors in a person's development are interrelated and cannot be separated Abstrak: Masa dewasa madya atau yang disebut juga usia setengah baya dalam usia kronologis yaitu antara usia 40 - 60 tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan orangtua pada fase dewasa madya dari aspek fisik, kognitif, sosioemosi, dan konsep kearifan menurut subjek. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian, diperoleh data berupa terjadi perubahan fisik, kognitif, sosioemosional, dan konsep kearifan pada fase dewasa madya. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang seseorang. Faktor internal dan eksternal dalam perkembangan seseorang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan.
Motivasi Akademik dalam Self-compassion untuk Meminimalisir Perilaku Bullying Hidajat, Helga Graciani; Pratiwi, Iqlima; Rahmi, Yaumul; Putri, Raissa Dwifandra
Flourishing Journal Vol. 2 No. 9 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i92022p605-615

Abstract

Abstract: Bullying behavior still occurs in various parts of the world, including in Indonesia, until now. This bullying behavior had a negative impact, namely emotional and behavioral disturbances for both bullies and victims of bullying. The purpose of this research was to explore the factors that influence bullying behavior; psychological dynamics of perpetrators and victims of bullying as well as psychological dynamics of academic motivation development interventions in self-compassion in minimizing bullying behavior. This research is a literature study. The research procedure included reading theories related to academic motivation, self-compassion, academic motivation in self-compassion, bullying behavior, predictors of bullying, psychological dynamics of academic motivation in compassion in minimizing bullying. The results of this study were the factors that cause bullying behavior is a lack of moral knowledge about bullying behavior and its effects; parenting style that is too authoritarian and permissive; justification for bullying in schools. There were many negative impacts on bullying behavior, starting from emotional and behavioral disturbances in bullying perpetrators, which were related to aggression and emotional and behavioral disturbances in bullying related to low self-esteem, stress, depression, difficulty adapting, and even attempted suicide in victims of bullying. One of the interventions to minimize bullying behavior was by developing academic motivation in self-compassion to minimize bullying. Abstrak: Perilaku bullying masih terjadi di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia, hingga saat ini. Perilaku bullying ini memberi dampak yang negatif yakni gangguan emosi dan perilaku baik pada pelaku bullying maupun korban bullying. Tujuan penulisan artikel ini adalah melakukan studi literature terkait dengan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku bullying; dinamika psikologis pelaku dan korban bullying serta dinamika psikologis intervensi pengembangan motivasi akademik dalam self-compassion dalam meminimalisir perilaku bullying. Penelian ini merupakan penelitian studi literature. Prosedur penelitian ini meliputi membaca teori berkaitan dengan motivasi akademik, self-compassion, motivasi akademik dalam self-compassion, perilaku bullying, prediktor bullying, dinamika psikologis motivasi akademik dalam compassion dalam meminimalisir bullying. Hasil penelitian ini adalah Faktor-faktor yang menyebabkan perilaku bullying adalah kurangnya pengetahuan moral tentang perilaku bullying dan dampaknya; pola asuh orang tua yang terlalu otoriter dan permisif; pembenaran bullying di sekolah. Banyak dampak negatif dalam perilaku bullying mulai dari gangguan emosi dan perilaku pada pelaku bullying yakni berkaitan dengan agresi dan gangguan emosi dan perilaku pada bullying terkait dengan rendah diri, stress, depresi, susah beradaptasi, bahkan percobaan bunuh diri pada korban bullying. Salah satu intervensi untuk meminimalisir perilaku bullying dengan mengembangkan motivasi akademik dalam self-compassion untuk meminimalisir bullying.
Dinamika Perkembangan Anak ditinjau dari Dampak Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) Permata, Resi Shaumia Ratu Eka
Flourishing Journal Vol. 2 No. 9 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i92022p616-624

Abstract

Abstract: Domestic Violence (KDRT) is the behavior of hurting and injuring physically and psychologically or emotionally which can result in unwanted pain and distress by the injured party within the scope of the family, namely the relationship between husband and wife, children, people living in the same house, as well as to other family members. The purpose of this study is to determine the dynamics of child development in terms of the impact of Domestic Violence (KDRT), especially on children's cognitive, language and socio-emotional development. The research method uses a systematic literature review based on research for the last 10 years (2013-2023). The results of the study found that the domestic violence by parents had a negative impact on all aspects of the dynamics of children's development, both from cognitive, socio-emotional and language development. It can be concluded that domestic violence has a serious influence on the dynamics of child development. Intervention measures such as cognitive behavioral therapy for the recovery of traumatic experiences can be carried out in collaboration between the child and his caregiver. In addition, parents can take preventive actions as an effort to prevent domestic violence in their children's environment by applying positive parenting patterns. Abstrak: Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) merupakan perilaku menyakiti dan mencederai secara fisik dan psikis atau emosional yang dapat mengakibatkan adanya rasa sakit serta distress yang tidak dikehendaki oleh pihak yang disakiti dalam ruang lingkup keluarga, yakni hubungan antar pasangan suami istri, anak, orang tinggal serumah, maupun kepada anggota keluarga lainnya. KDRT memberikan dampak terhadap berbagai aspek perkembangan anak, serta memiliki kerentanan untuk mengalami gangguan stress, depresi, dan trauma. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dinamika perkembangan anak ditinjau dari dampak Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT), khususnya pada perkembangan kognitif, bahasa, dan sosio-emosional anak. Metode penelitian menggunakan systematic literature review berdasarkan penelitian 10 tahun terakhir (2013-2023). Hasil penelitian dapat ditemukan bahwa perilaku kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan orangtua memberikan dampak yang buruk pada semua aspek dinamika perkembangan anak, baik dari perkembangan kognitif, sosio-emosional, dan bahasanya. Hal ini dapat disimpulkan bahwa KDRT memberikan pengaruh yang serius pada dinamika perkembangan anak. Tindakan intervensi seperti terapi kognitif perilaku untuk pemulihan pengalaman traumatis dapat dilakukan dengan kerjasama antara anak dan pengasuhnya. Selain itu, tindakan preventif dapat dilakukan oleh orangtua sebagai upaya menghindari terjadinya kekerasan dalam rumah tangga dalam lingkungan anak dengan menerapkan pola pengasuhan yang positif.
Strategi Coping stress pada Mahasiswa yang Mengikuti Organisasi di Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang Virgianto, Firsthiansyah Ardan; Pranida, Jawahiril; Liana, Mia Ade; Atmaja, Muhammad Zidansyah Dwi; Avezahra, Mutia Husna
Flourishing Journal Vol. 2 No. 9 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i92022p625-633

Abstract

Abstract : Students of the Faculty of Psychology, State University of Malang in semester 5 have quite heavy academic demands when compared to the previous semester and coupled with the demands of assignments from the organizational activities they participate in. There is an academic load as well as many programs and responsibilities in the organization that must be completed, so the stress level can be higher. This type of research is descriptive qualitative research using a phenomenological approach. The subjects were three psychology students who were active in organizations. Methods of data collection through interviews and observation. This study aims to gather information and find out how strategies for coping with stress on students who participate in organizations at the Faculty of Psychology, State University of Malang. The results of the study found that there were three phases that participants went through when faced with conditions that caused a sense of stress, besides that, planful problem solving, and accepting responsibility type coping strategies were the strategies most used by students who joined organizations in the psychology faculty, State University of Malang. Abstrak: Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang pada semester 5 memiliki tuntutan akademik yang cukup berat jika dibandingkan semester sebelumnya dan ditambah dengan tuntutan tugas dari kegiatan organisasi yang mereka ikuti. Adanya beban akademik dan juga banyaknya program dan tanggung jawab di organisasi yang harus diselesaikan, maka tingkat stres bisa menjadi lebih tinggi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Subjeknya adalah tiga mahasiswa psikologi yang aktif berorganisasi. Metode pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi dan mengetahui bagaimana strategi coping stress pada mahasiswa yang mengikuti organisasi di fakultas psikologi Universitas Negeri Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga fase yang dilalui oleh partisipan ketika dihadapkan pada kondisi yang menimbulkan rasa stres, selain itu strategi coping jenis planful problem solving, dan accepting responsibility adalah strategi yang paling banyak digunakan oleh mahasiswa yang mengikuti organisasi di fakultas psikologi Universitas Negeri Malang.
Kematangan Emosi Remaja dan Sistem Mikro yang Berkontribusi Masfufah, Ulfa
Flourishing Journal Vol. 2 No. 10 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i102022p634-639

Abstract

Emotional maturity is one of the important factors that influence the success of a person's adjustment. Knowing the factors that influence emotional maturity is important. The purpose of this research is to look at the factors that contribute to an individual's emotional maturity. The subjects in this study were adolescents, from early adolescents to late adolescents with research locations in Indonesia. The research method used in this research is literature review. Based on the data analyzed, it was found that in general the factors that influence adolescent emotional maturity can be categorized into two, namely individual internal factors and external factors. These internal factors include spirituality and attachment to safety, while external factors are dominated by parenting styles. Other external factors are still found as independent variables. Abstrak Kematangan emosi merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan penyesuaian diri seseorang. Sehingga mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kematangan emosi juga menjadi penting adanya. Sehingga hal tersebut yang menjadi tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat faktor-faktor yang berkontribusi pada kematangan emosi individu. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah remaja, dari remaja awal hingga remaja akhir dengan lokasi penelitian di seluruh daerah di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka. Berdasarkan kriteria yang telah ditentukan terdapat tujuh artikel. Data yang dianalisis dengan sistem perbandingan dengan topik serupa didapatkan hasil bahwa secara umum faktor yang memengaruhi kematangan emosi remaja bisa dikategorikan menjadi dua yaitu faktor internal individu dan faktor eksternal. Faktor internal tersebut diantaranya adalah spiritualiatas dan kelekatan aman, sedangkan faktor eksternal didominasi dengan pola asuh orang tua. Faktor eksternal yang lain masih ditemukan sebagai variabel bebas.
Am I A Cheater?: Pengaruh Priming dengan Subtle Linguistic in Ethical Reminder dalam mengurangi Perilaku tidak Etis Berdasarkan Jenis Kelamin Khairina, Nadia; Raissa Dwifandra Putri; Yaumul Rahmi
Flourishing Journal Vol. 2 No. 10 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i102022p640-649

Abstract

Previous studies of unethical behavior have shown that many people will engage when they have the opportunity. Several studies have shown contradictions with each other regarding fraudulent behavior between men and women. This study wanted to test whether the use of priming with subtle words could suppress the emergence of fraudulent behavior, especially when associated with gender. The study used a 2x2 experimental design ((PrimingxNonPriming)x(MalexFemale)) with 60  participants. The study used instruments in the form of mathematical problems that must be answered correctly for 60 seconds and participants can "claim" or write down the number of questions that can be answered correctly.  Participants in the priming group will get the phrase "Please don't be a cheater" before doing a  question consisting of 20 questions.   This research will be analyzed by quantitative descriptive analysis. The results in this study showed that female participants (M=7.13, SD=  2,774) showed a higher tendency of cheating compared to male participants (M=7.00, SD=2,236) even if given priming words. Meanwhile, in conditions that did not get priming words (non-priming), female participants (M=12.80, SD= 5,414) also showed a higher tendency of cheating than male participants (M=11.13, SD=7,376).  In addition, cheating can still occur and is not affected by gender, both male and female.  Abstrak Studi terdahulu terkait perilaku tidak etis (unethical behavior) memperlihatkan bahwa banyak orang terlibat dalam perilaku seperti itu ketika memiliki kesempatan. Beberapa penelitian memperlihatkan kontradiksi satu sama lain terkait perilaku curang antara laki-laki dan perempuan. Penelitian ini ingin menguji apakah penggunaan priming dengan kata-kata yang halus dapat menekan munculnya perilaku curang, terutama jiak dikaitkan dengan jenis kelamin. Penelitian menggunakan desain eksperimen 2x2 ((PrimingxNonPriming)x(Laki-lakixPerempuan)) dengan partisipan sebanyak 60 orang. Penelitian menggunakan instrument berupa soal matematika yang harus dijawab dengan tepat selama 60 detik dan partisipan dapat “mengklaim” atau menuliskan jumlah soal yang dapat dijawab dengan benar. Partisipan yang berada di kelompok Priming akan mendapatkan kalimat “Mohon jangan jadi orang yang curang” sebelum mengerjakan soal yang terdiri dari 20 soal. Penelitian ini akan dianalisis dengan analisis deksripstif kuantitatif. Hasil dalam penelitian ini memperlihatkan bahwa partisipan perempuan (M=7.13, SD=2.774) memperlihatkan tendensi kecurangan yang lebih tinggi dibandingkan dengan partisipan laki-laki (M=7.00, SD= 2.236) bahkan jika diberikan priming kata-kata. Sedangkan pada kondisi yang tidak mendapatkan priming kata-kata (non priming), partisipan perempuan (M=12.80, SD= 5.414) juga memperlihatkan tendensi kecurangan yang lebih tinggi dibandingkan partisipan laki-laki (M=11.13, SD= 7.376). Selain itu pula, kecurangan dapat tetap terjadi, dan tidak terpengaruh oleh jenis kelamin, baik laki-laki maupun perempuan.
Remaja, Media Sosial, dan Cyberbullying: Kajian Literatur Baranandita A, Fritamarcelin; Nur Amin Barokah Asfari
Flourishing Journal Vol. 2 No. 10 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i102022p650-655

Abstract

Social media and teenagers are interrelated and almost inseparable. Since the pandemic, the level of mobile phone usage has increased because learning activities and social interactions have moved online. So, the use of social media among teenagers has also increased. On the other hand, social media plays an important role in supporting social interaction between them. However, being active on social media makes you vulnerable to cyberbullying. Cyberbullying is a form of bullying behavior carried out using information technology, such as the internet and mobile phones. Activities in cyberspace lead to a higher risk of cyberbullying because social boundaries in cyberspace are considered looser than in the real world, so that the perpetrators feel more courageous and think they do not need to take responsibility for their actions. Cyberbullying can have an impact on the psychological and social conditions of teenagers. The role of parents and teachers is needed as a protective factor so that teenagers avoid cyberbullying, both as perpetrators and victims. Abstrak Media sosial dan remaja merupakan dua hal yang saling berkaitan dan hampir tidak dapat terpisahkan. Semenjak pandemi melanda, tingkat penggunaan gawai pun meningkat lantaran aktivitas belajar maupun interaksi sosial berpindah ke dunia maya. Seiring dengan hal tersebut, penggunaan media sosial di kalangan remaja pun ikut meningkat. Di satu sisi, media sosial berperan penting dalam menunjang interaksi sosial tetap berlangsung. Akan tetapi, beraktivitas di media sosial rentan mengalami cyberbullying. Cyberbullying merupakan bentuk perilaku perundungan yang dilakukan menggunakan teknologi informasi, seperti internet dan gawai. Cyberbullying ditandai dengan adanya perilaku yang sengaja ditujukan untuk menyakiti dan dilakukan berulang-ulang, Aktivitas di dunia maya menyebabkan resiko cyberbullying lebih tinggi sebab batasan sosial di dunia maya dianggap lebhi longgar dibandingkan di dunia nyata sehingga pelaku merasa lebih berani dan menganggap tidak perlu mempertanggungjawabkan perbuatannya. Cyberbullying dapat berdampak pada kondisi psikologis dan sosial remaja. Peran orang tua dan guru sangat diperlukan sebagai faktor protektif agar remaja terhindar dari cyberbullying, baik sebagai perilaku maupun korban.
Konsep Butterfly Effect dalam Psikologi Positif Faliha Muthmainah
Flourishing Journal Vol. 2 No. 10 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i102022p656-662

Abstract

The butterfly effect is a term used in various studies, including psychology. Not too down to earth; however, some figures use this term. In this case, the writing of this article is to dig deeper into the concept of the butterfly effect from a positive psychology perspective. The idea of the Butterfly effect in positive psychology refers to the fact that small actions taken by one person can significantly impact themselves and other people or the environment around them. The method used is a literature review. The results obtained from the literature search show the term butterfly effect in positive psychology often uses the term effervescent or ripple effect. By paying attention to small practices such as promoting kindness, sincerity, and optimism, these small actions can contribute to happiness, well-being, and attachment to those around us. Ultimately, the Butterfly effect in positive psychology can positively impact mental and physical health and the overall social well-being of individuals, communities and even the nation. Abstrak Butterfly effect merupakan istilah yang digunakan dalam berbagai studi termasuk psikologi. tidak terlalu membumi namun, beberapa tokoh menggunakan istilah ini. Dalam hal ini tulisan dari artikel ini untuk menggali lebih dalam konsep butterfly effect dalam perspektif psikologi positif. Konsep Butterfly effect dalam psikologi positif mengacu pada fakta bahwa tindakan kecil yang dilakukan oleh satu orang dapat memberikan dampak yang besar pada dirinya dan orang lain atau lingkungan sekitarnya. Metode yang digunakan adalah literature review. Hasil yang didapatkan dari penelusuran pustaka, istilah butterfly effect dalam psikologi positif sering mengunakan penggunaan istilah effervensce atau ripple effect. Dengan memberikan perhatian terhadap praktik-praktik kecil seperti mempromosikan kebaikan, ketulusan, dan optimisme, maka perbuatan kecil ini dapat berkontribusi pada kebahagiaan, kesejahteraan, serta keterikatan pada orang di sekitar kita. Pada akhirnya, Butterfly effect dalam psikologi positif dapat berdampak positif pada kesehatan mental dan fisik serta kesejahteraan dan sosial secara menyeluruh pada individu, komunitas bahkan bangsa sebagai suatu kesatuan.
Strategi Coping stress pada Mahasiswa yang Mengikuti Organisasi di Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang Firsthiansyah Ardan Virgianto; Jawahiril Pranida; Mia Ade Liana; Muhammad Zidansyah Dwi Atmaja; Mutia Husna Avezahra
Flourishing Journal Vol. 2 No. 10 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i102022p663-671

Abstract

Students of the Faculty of Psychology, State University of Malang in semester 5 have quite heavy academic demands when compared to the previous semester and coupled with the demands of assignments from the organizational activities they participate in. There is an academic load as well as many programs and responsibilities in the organization that must be completed, so the stress level can be higher. This type of research is descriptive qualitative research using a phenomenological approach. The subjects were three psychology students who were active in organizations. Methods of data collection through interviews and observation. This study aims to gather information and find out how strategies for coping with stress on students who participate in organizations at the Faculty of Psychology, State University of Malang. The results of the study found that there were three phases that participants went through when faced with conditions that caused a sense of stress, besides that, planful problem solving, and accepting responsibility type coping strategies were the strategies most used by students who joined organizations in the psychology faculty, State University of Malang. Abstrak Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang pada semester 5 memiliki tuntutan akademik yang cukup berat jika dibandingkan semester sebelumnya dan ditambah dengan tuntutan tugas dari kegiatan organisasi yang mereka ikuti. Adanya beban akademik dan juga banyaknya program dan tanggung jawab di organisasi yang harus diselesaikan, maka tingkat stres bisa menjadi lebih tinggi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Subjeknya adalah tiga mahasiswa psikologi yang aktif berorganisasi. Metode pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi dan mengetahui bagaimana strategi coping stress pada mahasiswa yang mengikuti organisasi di fakultas psikologi Universitas Negeri Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga fase yang dilalui oleh partisipan ketika dihadapkan pada kondisi yang menimbulkan rasa stres, selain itu strategi coping jenis planful problem solving, dan accepting responsibility adalah strategi yang paling banyak digunakan oleh mahasiswa yang mengikuti organisasi di fakultas psikologi Universitas Negeri Malang.
Pengembangan Skala Burnout pada Pekerja: Modifikasi Skala The Maslach-Trisni Burnout Inventory Athia Tri Rizkina; Faizah Rizqika; Fiola Rosa; Femmi Nurmalitasari
Flourishing Journal Vol. 2 No. 11 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i112022p672-684

Abstract

Burnout is a prolonged individual response to emotional and interpersonal stressors. Burnout can be experienced by anyone, including workers, the higher a person's workload can increase the likelihood of a burnout condition. Although this is often considered trivial by many people. Burnout can be seen from three aspects, namely emotional exhaustion, depersonalization, and decreased personal achievement. In this research article, researchers modified the Maslach Burnout Inventory (MBI) scale from an adaptation of the scale to Indonesian called the Maslach-Trisni Burnout Inventory (M-TBI) by adding two aspects, namely low social support and demands. Participants in this study were men and women who were currently working. Modification of the burnout scale was carried out by testing the content validity using the Aiken's V formula, then item analysis using the help of the IBM SPSS 25 application in the form of discriminatory power, spurious overlap, and reliability with the Cronbach alpha formula. After that, categorization was carried out to determine the level of burnout in research participants. Abstrak Burnout merupakan suatu respons individu yang berkepanjangan terhadap stressor emosional dan interpersonal. Burnout dapat dialami oleh siapa saja, salah satunya pekerja, semakin tinggi beban kerja seseorang dapat meningkatkan kemungkinan kondisi burnout. Meskipun hal ini seringkali dianggap sepele oleh banyak orang. Burnout dapat dilihat dari tiga aspek yaitu kelelahan emosional, depersonalisasi, dan penurunan pencapaian pribadi. Dalam artikel penelitian ini, peneliti melakukan modifikasi terhadap skala Maslach Burnout Inventory (MBI) dari adaptasi skala ke bahasa Indonesia bernama Maslach-Trisni Burnout Inventory (M-TBI) dengan menambahkan dua aspek yaitu rendahnya dukungan sosial dan tuntutan. Partisipan dalam penelitian ini yaitu laki-laki maupun perempuan yang saat ini sedang bekerja. Modifikasi skala burnout dilakukan dengan uji validitas isi menggunakan formula Aiken’s V, kemudian analisis aitem menggunakan bantuan aplikasi IBM SPSS 25 berupa daya diskriminasi, spurious overlap, dan reliabilitas dengan formula alpha cronbach. Setelah itu dilakukan kategorisasi untuk mengetahui tingkat burnout pada partisipan penelitian.