cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
flourishing.journal@um.ac.id
Phone
+62341-552115
Journal Mail Official
flourishing.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jln. Semarang 5 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Flourishing Journal
ISSN : -     EISSN : 27979865     DOI : -
Core Subject : Social,
Flourishing Journal is an open-access and peer-reviewed journal dedicated to publishing research articles in the field of psychology. Flourishing Journal accepts research articles that have the potential to make a significant contribution to the exploration and development of psychology and behavioral sciences. Articles submitted to this journal must display a well-thought-out study design, appropriate data analysis, and interpretation.
Articles 318 Documents
Perilaku Pengeroyokan Saat Unjuk Rasa: Ditinjau dari Contagion Theory pada Kerumunan (Crowd) Sari, Titik Yulita; Noorrizki, Rakhmaditya Dewi
Flourishing Journal Vol. 2 No. 7 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i72022p499-506

Abstract

Abstract: Recently, cases of collective behavior, namely beatings, have been increasingly common. Where is currently going viral, there was a case of beatings during a demonstration on April 11, 2022, in front of the DPR RI Building. This beating was experienced by a social media activist who is also a lecturer at the University of Indonesia named Ade Armando. This can be categorized as collective behavior, where the characteristics of the behavior are spontaneous, unstable, and sometimes contrary to existing social norms or rules. In the emergence of collective behavior, there is usually a crowding behavior, where individuals will gather and be physically close to causing comfort in the reaction given to the same stimulus. Based on this, it will be very possible to beat the crowd. The purpose of writing this article is for the writer to try to analyze, identify the causal factors, and how to overcome the negative behavior of beatings with the study of Social Psychology. The theory used by the author is the Theory of Contagion with the method of writing this article is a literature review. The results of the review show that the causes of beating behavior are anonymity, there is a decrease in social control, and individuals are easily influenced. For this reason, there are several ways that the masses can control so that mobs do not occur, namely by suppressing feelings of anonymity, diverting the center of attention, and dividing public opinion from the masses. It is hoped that this will become a way to prevent crowds of individuals from committing acts of beatings. Abstrak: Belakangan ini semakin marak terjadi kasus perilaku kolektif yakni pengeroyokan. Dimana yang tengah viral, terdapat sebuah kasus pengeroyokan saat demonstrasi pada , 11 April 2022 di depan Gedung DPR RI. Pengeroyokan ini dialami oleh aktifis sosial media yang juga sebagai dosen Universitas Indonesia Bernama Ade Armando. Hal ini dapat dikategorikan sebagai perilaku kolektif, dimana karakteristik perilakunya adalah spontan, tidak stabil, dan terkadang bertentangan dengan norma atau aturan sosial yang ada. Dalam timbulnya perilaku kolektif biasanya terdapat sebuah perilaku berkerumun (Crowd), dimana individu akan berkumpul dan berdekatan secara fisik hingga menyebabkan kesamaan pada reaksi yang diberikan pada stimulus yang sama. Atas dasar hal inilah, akan sangat memungkinkan terjadi pengeroyokan pada kerumunan (Crowd). Tujuan dari menulis artikel ini adalah penulis mencoba menganalisis, mengidentifikasi faktor penyebab, serta cara mengatasi perilaku kolektif pengeroyokan dengan kajian Psikologi Sosial . Teori yang digunakan penulis adalah Teori Penularan (Contagion Theory) dengan metode penulisan artikel ini adalah review literatur. Dengan hasil review yang menunjukkan faktor penyebab perilaku pengeroyokan adalah terdapat anonimitas, terjadi penurunan kontrol sosial, serta individu mudah dipengaruhi (suggestible). Untuk itu terdapat beberapa cara kerumunan dapat dikendalikan agar tidak terjadi pengeroyokan, yakni dengan menekan perasaan anonimitas, mengalihkan pusat perhatian, dan memecah pendapat umum dari kerumunan. Dengan ini diharapkan bisa menjadi cara untuk mencegah kerumunan individu melakukan sebuah tindakan pengeroyokan.
Persepsi Investasi Bodong dalam Kehidupan Masyarakat Naufaldi, Rayhan Auliya; Noorrizki , Rakhmaditya Dewi
Flourishing Journal Vol. 2 No. 7 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i72022p507-511

Abstract

Abstract: Investment do not always give benefits. There are many factors person loses their money because of investment, Because the one who invests illegally which is referred to fraudulent investment. Fraudulent investments are investments where the origins of the profits from these activities are unclear or prohibited by the state. This is dangerous in the future for people's lives, because if fraudulent investment cases continue to occur, people will be reluctant to invest in the future. Therefore, the author created this article to look at the perspective of social psychology about why someone is exposed to fraudulent investment cases. Why people are reluctant to invest when they hear about fake investments? So that readers can understand a few things about fraudulent investments later. The method used in this study is a literature review, which the author looks for reading sources and understands the contents of these sources. And the results obtained are that people are easily deceived because of the correspondence bias, where people only pay attention to what is visible. Whereas in terms of perception, people tend to be reluctant to invest when they hear about fraudulent investment issues because of causal attribution, where people conclude that investing is the same as losing money because it happens to other people. Abstrak: Investasi tidak selalu menguntungkan seseorang. Banyak faktor mengapa orang tersebut merugi karena investasi, salah satunya adalah karena ia berinvestasi secara ilegal atau biasa disebut dengan investasi bodong. Investasi bodong sederhananya adalah investasi yang asal usul keuntungan dari kegiatan tersebut tidak jelas ataupun dilarang oleh negara. Hal ini tentu berbahaya kedepannya bagi kehidupan masyarakat, karena apabila kasus investasi bodong terus terjadi maka masyarakat menjadi enggan untuk berinvestasi kedepannya. Oleh karena itu penulis membuat artikel ini untuk melihat perspektif psikologi sosial tentang mengapa seseorang terkena kasus investasi bodong? Mengapa ketika mendengar isu investasi bodong orang menjadi enggan untuk berinvestasi? Sehingga pembaca dapat memahami beberapa hal tentang investasi bodong nantinya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah review literatur, dimana penulis mencari sumber bacaan dan memahami isi dari sumber tersebut yang kemudian dikembangkan dengan sumber lainnya. Dan hasil yang didapatkan adalah masyarakat mudah tertipu karena correspondence bias, dimana masyarakat hanya memperhatikan apa yang nampak saja. Sedangkan dalam hal persepsi, masyarakat cenderung enggan untuk berinvestasi ketika mendengar isu investasi bodong karena causal attribution, dimana masyarakat menyimpulkan investasi sama dengan merugi karena hal tersebut terjadi pada orang lain.
Mengapa Orang Mengunggah Isu Pemilu Di Media Sosial?: Motivasi Trolling Lestari, Laila Indra; Vardia, Melly Amalia
Flourishing Journal Vol. 2 No. 7 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i72022p512-521

Abstract

Abstract: We live in the age of technological abundance in the twenty-first century. The arrival of networked digital machines and information flow is slowly but steadily shaping practically every aspect of our daily lives. Social media platforms, for example, provide a new mode of communication that allows users to engage in discussions and exchange opinions on a variety of topics, fostering global dialogue. As is happening in today's politics, social media is a dangerous threat to democracy and pluralism. Social media, as it is in today's politics, is a dangerous threat to democracy and pluralism. We are witnessing the birth of a new political language game, with trolling as one of the primary moves, as a result of the rise of social media. Social media not only poses a unique threat to local politics but also global peace and stability. The purpose of this study is to explain why trolls spread rumors on social media. This study was conducted on netizens who actively engaged in trolling behavior. We used a qualitative paradigm with a phenomenological approach to investigate the role of motivation in trolling behavior to share substantiated and unsubstantiated content of the Indonesian election. Results show that trolling is motivated by two factors, according to the findings: intrinsic motivation (i.e. problem-solving, education, and seeking attention, as well as supporting social factors) (i.e. environment and timing). Abstrak: Di abad ke-21, kita hidup di era teknologi yang berkembang sangat cepat. Keberadaan media digital dan informasi perlahan namun pasti memengaruhi hampir setiap elemen dari kehidupan kita sehari-hari. Misalnya, platform media sosial memberikan bentuk pola komunikasi baru yang memungkinkan seseorang terlibat dalam diskusi dan bertukar pendapat tentang berbagai topik. Kemudahan dalam berkomunikasi ini menciptakan dialog pada skala global. Seperti dalam politik kontemporer yang terjadi saat ini, media sosial adalah ancaman berbahaya yang dapat disalahgunakan untuk demokrasi dan pluralisme. Dengan maraknya media sosial, muncul permainan bahasa politik baru, salah satunya disebut dengan trolling. Fokus penelitian ini adalah mengeksplor motivasi troll yang membagikan informasi dan rumor di media sosial. Penelitian ini dilakukan pada netizen yang berpartisipasi aktif dalam perilaku trolling. Untuk mengeksplorasi peran motivasi perilaku trolling untuk berbagi konten pemilu Indonesia, kami menggunakan paradigma kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Hasil temuan menunjukkan bahwa faktor yang memotivasi netizen melakukan trolling yakni motivasi intrinsik yang meliputi topik yang menarik, memenuhi kebutuhan emosional dan kebutuhan kognitif, motivasi ekstrinsik yang meliputi problem solving, education, dan mencari perhatian, serta faktor sosial pendukung yang meliputi lingkungan dan waktu.
Hubungan antara Efikasi Diri dengan Problem-Solving dalam Mengerjakan Skripsi Mahasiswa Psikologi Universitas Islam Raden Rahmat Vardia, Melly Amalia; Kamilah, Nur Fitrotul
Flourishing Journal Vol. 2 No. 7 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i72022p522-528

Abstract

Abstract: This study examines the relationship between self-efficacy and problem solving on thesis of psychology students at Universitas Islam Raden Rahmat Malang. The hypothesis for this study is there is a positive relationship between self-efficacy and problem solving in psychology students who were preparing a thesis in Universitas Islam Raden Rahmat Malang. Respondents in this study were 40 psychology students who were preparing a thesis, sample of this study are student class of 2014, 2015, and 2016 which were selected using non-probability sampling techniques. The data was collected using a self-efficacy scale and a problem-solving scale. The self-efficacy scale has a reliability coefficient of 0.884 and the problem solving coefficient scale has a reliability of 0.882. The data analysis technique in this study used the Pearson product moment using SPSS 24 for windows. The results of the data analysis show that there is a positive and significant relationship between self-efficacy and problem solving in the final project of the Raden Rahmat Islamic University Psychology student with a significance value of p = 000 <0.05 with a coefficient of r = 0.678. Abstrak: Penelitian ini mengkaji hubungan antara efikasi diri dengan problem-solving dalam mengerjakan skripsi mahasiswa Psikologi Universitas Islam Raden Rahmat. Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan yang positif antara efikasi diri dengan problem-solving. Responden dalam penelitian ini adalah 40 mahasiswa tingkat akhir di prodi Psikologi yang sedang menyusun skripsi terdiri dari angkatan 2014, 2015 dan 2016 yang dipilih dengan menggunakan teknik sampling total. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala efikasi diri dan skala problem-solving. Skala efikasi diri terdiri dari 25 item dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,884 dan skala problem-solving terdiri dari 28 item dan memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,882. Teknik analisis data dilakukan dengan uji korelasi product moment menggunakan perangkat lunak pengolah data statistik SPSS 24 for windows. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara efikasi diri dengan problem-solving dalam mengerjakan skripsi mahasiswa psikologi Universitas Islam Raden Rahmat, dengan nilai signifikansi p= 000 <0,05 dengan koefisien r= 0,678.
Coping Mechanism Mahasiswa Psikologi Saat Mengalami Burnout Selama Perkuliahan Roikhan, Nur Ainun, Shafiyya Putri; Agustin, Ulinnuha; Avezahra, Mutia Husna
Flourishing Journal Vol. 2 No. 8 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i82022p529-539

Abstract

Abstract: Peralihan metode pembelajaran daring menuju luring mengakibatkan mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang mengalami culture shock yang mengharuskan mahasiswa beradaptasi. Dalam proses beradaptasi, terkadang mahasiswa akan mengalami stress bahkan burnout. Sebagai upaya untuk mengatasi hal tersebut diperlukan strategi koping. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui strategi koping yang digunakan oleh mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif menggunakan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh dengan observasi dan wawancara terhadap tiga mahasiswa Psikologi angkatan 2020 dan 2021 yang mengalami burnout. Abstrak: The transition from online to offline learning methods resulted in Psychology students at State University of Malang experiencing culture shock which required students to adapt. In the process of adapting, sometimes students will experience stress and even burnout. In an effort to overcome this, a coping strategy is needed. The aims of this study is to determine the coping strategies used by Psychology students at the State University of Malang. The research was conducted using a qualitative method using a phenomenological approach. Data was obtained by observing and interviewing three Psychology students from the 2020 and 2021 batches who experienced burnout.
Gambaran Dukungan Sosial Pada Ibu yang Memiliki Anak Down syndrome Rahmi, Yaumul; Putri, Raissa Dwifandra; Asfari, Nur Amin Barokah
Flourishing Journal Vol. 2 No. 8 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i82022p540-552

Abstract

Abstrak: Down syndrome merupakan suatu kondisi yang berhubungan dengan keterbatasan dalam perkembangan intelektual dan terlihat secara fisik. Anak down syndrome memiliki berbagai keterbatasan baik secara kognitif maupun sosial. Keterbatasan ini menuntut orang tua terutama Ibu harus memberikan perhatian ekstra dalam merawatnya. Besarnya tuntutan yang dihadapi dalam merawat anak down syndrome tidak hanya memberikan dampak negatif pada kesehatan fisik ibu namun juga dapat meningkatkan stres pada ibu. Berbagai permasalahan tersebut mengindikasikan bahwa ibu dengan anak down syndrome membutuhkan dukungan sosial untuk membantu mengatasi masalah anak mereka dan kesehatan mental mereka sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap permasalahan yang dihadapi oleh ibu dalam merawat anak down syndrome dan dukungan sosial yang diterima dan yang dibutuhkan dari lingkungannya. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian terdiri dari 3 orang ibu (Y, M, N) yang memiliki anak down syndrome. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu dihadapkan pada permasalahan dalam mengasuh dan merawatnya anaknya, perasaan khawatir tentang kesehatan dan masa depan anaknya, stigma negatif dari masyarakat, serta biaya perawatan anaknya. Dukungan sosial yang diterima ibu berupa dukungan emosional, instrumental, informasi, dan dukungan pertemanan, namun 2 diantara 3 subjek penelitian merasa dukungan sosial yang diterimanya belum memadai dalam memperbaiki keadaan anak mereka. Abstract: Down syndrome is a condition associated with limitations in intellectual development and physical appearance. Down syndrome children have various limitations both cognitively and socially. This limitation requires parents, especially mothers, to pay extra attention to caring for them. The high demands faced in caring for children with down syndrome have an impact on the mother's physical health and also increase stress on the mother. These problems indicate that mothers of children with down syndrome need social support to help them cope with their children's problems and their mental health. This study aims to explore the problems faced by mothers in caring for their children with down syndrome, and how social support is needed and received from their environment. This research method is qualitative using a phenomenological approach. The research subjects consisted of 3 mothers (Y, M, N) who have children with down syndrome. The results showed that mothers are faced with problems in caring for their children, feeling worried about their children's health and future, negative stigma from society, and the cost of caring for their children. The social support received by mothers included emotional, instrumental, informational, and friendship support, however, 2 of the 3 research subjects felt that the social support they received was inadequate to improve their child's condition.
Pornografi pada Remaja: Faktor Penyebab dan Dampaknya Ramdhani, Muhammad Saufi; Asfari, Nur Amin Barokah
Flourishing Journal Vol. 2 No. 8 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i82022p553-558

Abstract

Abstract: Adolescence is the period between childhood and adulthood when significant changes occur in cognitive, physical, and emotional elements. During this time, there is a rise in interest in sexuality. Unfortunately, youngsters' sexual curiosity is not accompanied by adequate sex education. Most individuals still consider discussing sexuality to be taboo. Finally, teenagers tend to learn on their own, either by talking with friends or searching the internet. The ease with which adolescents can have access to the internet is one of the contributing elements that can lead to their becoming addicted to pornography.The amount of pornographic material available, as well as adverts including sexual content, remain visible on the device's screen. Using the literature study technique, this study attempts to investigate the causes and consequences of pornography addiction in adolescents. Pornography addiction in adolescents is induced by both internal and environmental influences, according to the findings. Curiosity, spirituality, and emotional factors are examples of internal factors. Pornography addiction in adolescents can impair cognitive, emotional, and social elements, as well as possibly unsafe sexual behavior, due to external causes such as easy access to pornographic material on the internet, peers, and a lack of sexual education. Abstrak: Memasuki masa remaja, terjadi perubahan signifikan terjadi pada elemen kognitif, fisik, dan emosional. Pada masa ini, terjadi peningkatan minat terhadap seksualitas. Sayangnya, keingintahuan seksual remaja tidak dibarengi dengan pendidikan seks yang memadai. Sebagian besar individu masih menganggap bahwa membicarakan seksualitas adalah hal yang tabu. Akhirnya, remaja cenderung belajar sendiri, baik dengan berbincang dengan teman atau mencari di internet. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kecanduan pornografi pada anak-anak adalah kemudahan mereka mengakses internet. Banyaknya materi pornografi yang tersedia, serta iklan yang memuat konten seksual, tetap terlihat di layar gawai. Dengan menggunakan teknik studi literatur, penelitian ini mencoba untuk menyelidiki penyebab dan konsekuensi dari kecanduan pornografi pada remaja. Kecanduan pornografi pada remaja disebabkan oleh pengaruh internal dan lingkungan, menurut temuan. Keingintahuan, spiritualitas, dan faktor emosional adalah contoh faktor internal. Kecanduan pornografi pada remaja dapat merusak elemen kognitif, emosional, dan sosial, serta kemungkinan perilaku seksual yang tidak aman, karena penyebab eksternal seperti akses mudah ke materi pornografi di internet, teman sebaya, dan kurangnya pendidikan seksual.
Strategi Mahasiswa/i Pengurus Organisasi dalam Mengatasi Ketidakberdayaan yang Dipelajari (Learned Helplessness) Ramadhani, Asyifa Mutiara; Nugraha, I Made Iswara Prathama; Setia, Luki Sosia; Azizah, Mufidah Nurul; Avezahra, Mutia Husna
Flourishing Journal Vol. 2 No. 8 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i82022p559-566

Abstract

Abstract: The student organization is a forum located in the campus area with the aim of developing student soft skills. However, the reality found in the field shows that the helplessness that is learned due to the various pressures experienced by students can arise from the organizations that are involved. This research is about to examine the strategies used by student administrators of organizations against powerlessness. This research is qualitative by using phenomenological method. Collecting data in this study using interview and observation techniques. This study found that learned helplessness can be overcome by focusing on problems (psychology, asking for help, problem-solving planning, persistence, and time management) and emotions (calming, crying, positive meaning, me-time, and avoiding). There are several factors that influence the success of organizational management student strategies in overcoming learned helplessness, namely friends, family, and one's own abilities. Abstrak: Organisasi mahasiswa merupakan suatu wadah yang berada di wilayah kampus dengan tujuan untuk mengembangkan softskill mahasiswa. Akan tetapi, kenyataan yang ditemukan di lapangan menunjukkan bahwa ketidakberdayaan yang dipelajari karena berbagai tekanan yang dialami oleh mahasiswa dapat muncul dari organisasi yang diikuti. Penelitian ini hendak mengkaji strategi yang dilakukan oleh mahasiswa pengurus organisasi terhadap ketidakberdayaan. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan metode fenomenologi. Pengumpulan data pada penelitian ini memanfaatkan teknik wawancara dan observasi. Penelitian ini menemukan bahwa ketidakberdayaan yang dipelajari dapat diatasi dengan terfokus pada masalah (keilmuan psikologi, meminta bantuan, perencanaan penyelesaian masalah, sikap gigih, dan manajemen waktu) dan emosi (tenang, menangis, pemaknaan positif, me-time, dan menghindar). Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi keberhasilan strategi mahasiswa pengurus organisasi dalam mengatasi ketidakberdayaan yang dipelajari, yaitu teman, keluarga, dan kemampuan diri sendiri.
Implementasi Pendidikan Inklusif di PAUD Fatmawiyati, Jati; Permata, Resi Shaumia Ratu Eka
Flourishing Journal Vol. 2 No. 8 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i82022p567-582

Abstract

Abstract: PAUD education is held to provide opportunities for children with special needs to obtain learning on a par with normal children. PAUD education also helps children with special needs to be able to develop their potential as much as possible. This study aims to determine the implementation of inclusive education in PAUD ACR in terms of the principles of implementing PAUD inclusive education established by the Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini. This research uses a qualitative approach. The results showed that the implementation of PAUD ACR was in accordance with the principles of PAUD education including those contained in the Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini Inklusif from the Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini. The principles of providing education at PAUD ACR are quite consistent with the principles of curriculum development, learning principles, infrastructure, learning evaluation, procedures for admitting students with special needs, human resources, the ratio of students with special needs in study groups, parental involvement, and evaluating the implementation of inclusive PAUD. Abstrak: Pendidikan inklusif pada lembaga PAUD diselenggarakan sebagai upaya untuk memberikan kesempatan kepada anak berkebutuhan khusus untuk memperoleh pembelajaran yang setara dengan anak reguler lainnya serta memungkinkan anak untuk dapat menyalurkan potensi yang dimilikinya sedini mungkin. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui penyelenggaraan pendidikan inklusif di PAUD ACR ditinjau dari prinsip-prinsip penyelenggaraan pendidikan PAUD inklusif yang ditetapkan oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini. Pendekatan penelitian deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data penelitian menggunakan metode observasi, wawancara serta didukung dokumentasi. Data pada penelitian ini dianalisis dengan cara reduksi data, model data dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian ini antara lain kepala sekolah PAUD ACR, Guru Penanggung Jawab Kelas, serta wali murid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan PAUD ACR telah cukup sesuai dengan prinsip-prinsip penyelenggaraan pendidikan PAUD inklusif yang tertuang dalam Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini Inklusif dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini. Prinsip yang cukup sesuai mulai dari penyusunan kurikulum, prinsip pembelajaran, sarana prasarana evaluasi pembelajaran, prosedur penerimaan siswa ABK, sumber daya manusia, rasio siswa ABK dalam rombongan belajar, keterlibatan orangtua, serta evaluasi penyelenggaraan PAUD Inklusif.
Big Five Personality Sebagai Prediktor Perilaku Mengonsumsi Minuman Beralkohol Pada Mahasiswa Di Kota Malang Armalid, Ikhwanul Ihsan; Nursadi, Reza Aji; Chusniyah, Tutut
Flourishing Journal Vol. 2 No. 9 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i92022p583-597

Abstract

Abstract: The objectives of this study were 1) to describe the behavior of drinking alcoholic beverages in student drinking in Malang, 2) to determine the picture of the big five personality in student drinkers in Malang, 3) to determine whether the dimensions of the big five personality were predictors of behavior in consuming alcoholic beverages in Malang. This research is a predictive quantitative research using descriptive analysis and multiple linear regression on the student population drinking in the city of Malang. Research subjects were selected using purposive sampling as many as 123 people. The research instrument uses two scales, namely the AUDIT reliability scale of 0.891 with a validity of 0.576-0.897 and a reliability BFI-2-XS scale of 0.958 with a validity of 0.429-0.871. The results showed that the majority of students who had the behavior of consuming alcoholic beverages were at the medium level. Trait results on the big five personalities show low neuroticism, low extraversion, low openness, low agreeableness, and low conscientiousness. Based on the analysis, only neuroticism is a predictor of alcohol consumption behavior (R2 = 0,118; p < 0,05). Big five personality has a determination of 11.8% of drinking alcohol behavior and 88.2% of determination by other variables. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui gambaran perilaku mengonsumsi minuman beralkohol pada mahasiswa peminum di Kota Malang, 2) untuk mengetahui gambaran big five personality pada mahasiswa peminum di Kota Malang, 3) untuk mengetahui apakah dimensi big five personality merupakan prediktor perilaku mengonsumsi minuman beralkohol di Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif prediktif menggunakan analisis deskriptif dan regresi linear berganda pada populasi mahasiswa peminum di Kota Malang. Pemilihan subjek menggunakan purposive sampling sebanyak 123 orang. Instrumen penelitian menggunakan dua skala yaitu skala AUDIT reliabilitas 0,891 dengan validitas 0,576- 0,897 dan skala BFI-2-XS reliabilitas 0,958 dengan validitas 0,429-0,871. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas mahasiswa yang memiliki perilaku mengonsumsi minuman beralkohol berada ditingkat Sedang. Hasil trait pada big five personaliy menunjukkan neuroticism rendah, ekstraversion rendah, openness rendah, agreeableness rendah, dan conscientiousness rendah. H1 diterima yaitu big five personality merupakan prediktor perilaku mengonsumsi minuman beralkohol. Hasil analisis inferensial hanya neuroticism yang menjadi prediktor perilaku mengonsumsi minuman beralkohol (R2 = 0,118; p < 0,05). Big five personality memiliki determinasi pada perilaku mengonsumsi minuman beralkohol sebesar 11,8% dan 88,2% determinasi oleh variabel lain.