cover
Contact Name
Yoel Benyamin
Contact Email
jurnalekklesia@gmail.com
Phone
+6281392368282
Journal Mail Official
jurnalekklesia@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Teologi Ekklesia Pontianak Jalan Kom.Yos. Sudarso, Gg. Rambutan 2, No.13 Kota Pontianak, Pontianak Barat, Kalimantan Barat Website: https://www.sttekklesiaptk.ac.id Email: office@sttekklesiaptk.ac.id
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
EKKLESIA: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani
ISSN : -     EISSN : 29642639     DOI : -
Focus dari Jurnal ini ialah: 1. Pendidikan Kristiani (PAK) 2. Teologi 3. Missiologi 4. Biblika 5. Dogmatika 6. Historika 7. Pastoral
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2024): Mei 2024" : 6 Documents clear
IMPLEMENTASI METODE MENGAJAR VARIATIF DALAM PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN Kiswanto, Heri; Aristo; Like Pris Dian Cahyaningtyas
EKKLESIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 2 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : STT Ekklesia Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63576/ekklesia.v2i2.46

Abstract

Abstract: In the teaching and learning process, teaching methods are very important, so that learning activities stimulate student learning, because in certain conditions a student will feel bored with the lecture method, so a teacher needs to change the atmosphere by using other methods such as: question and answer method, discussion method , socio drama method or field trip method. Some of these methods can be used by a teacher when carrying out teaching activities. The aim of this research is how varied methods can eliminate the boredom that occurs in students when studying. so that the atmosphere of teaching activities becomes calming. Based on the research results, it can be concluded that using varied teaching methods improves student learning outcomes, because the use of these methods will have an impact on students' interest and enthusiasm to follow the learning delivered by the teacher. Therefore, a teacher does not ignore methods. In teaching, teachers are expected to be able to apply or use varied methods because using varied methods has a very large influence, role and function, where the presentation of learning material attracts more students' attention, can stimulate students' enthusiasm for learning. The method used in this research is qualitative research which uses a library research approach, where the author collects data from various sources, namely: the Bible, books and journal articles related to the title, namely: Implementation of varied teaching methods in Christian Religious Education.  Abstrak: Dalam proses belajar mengajar, metode mengajar sangatlah penting, agar kegiatan pembelajaran menggairahkan belajar siswa, karena pada suatu kondisi tertentu seorang siwa akan merasa bosan dengan metode ceramah maka seorang guru perlu mengalihkan suasana dengan mengunakan metode lain seperti : metode tanya jawab, metode diskusi, metode sosio drama atau metode karyawisata. Beberapa metode ini dapat digunakan oleh seorang guru ketika melakukan kegaiatan mengajar. Tujuan dari peneilitaian ini, ialah  bagaimana  metode yang bervariatif dapat menghilangkan kebosaan yang terjadi dalam diri siswa ketika belajar.  sehingga suasana kegiatan pengajaran menjadi menenangkan. Berdasarkan dari hasil peneilitian bahawa dapat disimpulkan penungaan metode mengajar yang bervariatif meningkatakan hasil belajar siswa, karena penggunaan metode tersebut akan berdampak pada minat serta semangat peserta didik untuk mengikuti pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Oleh karena itu seorang guru tidak mengabaikan yang namanya metode. Dalam mengajar guru diharapkan bisa menerapkan atau menggunakan metode yang bervariasi karena dengan menggunakan metode yang bervariasi mempunyai pengaruh, peran dan fungsi yang sangat besar, dimana penyajian bahan pelajaran lebih menarik perhatian siswa, dapat merangsang gairah belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan studi pustaka (library research) bagaimana penulis mengumpulkan data dari berbagai sumber yaitu: Alkitab, buku dan artikel  jurnal yang berhubungan dengan judul yaitu : Implementasi metode mengajar variatif  dalam Pendidikan Agama Kristen.
ETIKA KRISTEN DI ERA DIGITAL BAGI ORANG PERCAYA MASA KINI Siregar, Esron; Monavia, Kristinawati; Aksamina Nari, Klarita; Sinta, Dewi
EKKLESIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 2 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : STT Ekklesia Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63576/ekklesia.v2i2.61

Abstract

Abstract: The background of the problem in this research is the Digital Era, particularly social media, which has experienced a shift in function to become a platform for spreading hatred, cyberbullying, SARA, pornography, and fake news, hoax, and misinformation. As a result, the purpose of this research is to apply Christian ethics in the digital era, which has deviated from ethical and moral use. The rapid and easy dissemination of information without proper guidance from God can result in confusion, deviation, and error for users, particularly Christians. Through qualitative descriptive research with additional literature, it is possible to guide Christians to apply Christian ethics in the digital era. The digital era, marked by the emergence of technology such as Artificial Intelligence (AI), can assist humans in all aspects of life, making tasks and work easier, and providing access to various information. However, it can also lead to misinformation, conflict, the spread of hatred and racism, and theological debates that are negative. Christian ethics consistently teach moral principles based on the values and character of Christ, which make humans behave ethically in technology and in media information. This will enable Christians to act wisely, accurately, and truthfully in the application of technology. Even more importantly, it can reduce the negative impact of technology misuse by being cautious in social media use, filtering information, and avoiding the spread of hatred. In the end, each Christian can apply Christian ethics in the digital era. Related what are some examples of negative effects of social media on Christians how can christians apply christian ethics in the digital agewhat is the role of artificial intelligence in the digital age. Abstrak: Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah Era digital, terutama dengan media sosial, telah mengalami pergeseran fungsi menjadi tempat penyebaran kebencian, caci maki, cyber bullying, SARA, pornografi, dan berita bohong, hoax, hilangnya peran etika dan akhlak manusia dalam penggunaannya. Karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menerapkan etika Kristen di era digital yang telah salah dalam penggunaannya. Gempuran informasi yang cepat tersebar dan mudah dalam pengoperasiannya bila tidak disikapi dengan benar yaitu firman Tuhan akan menghasilkan kekacauan, penyimpangan dan kesalahan bagi penggunanya yang dalam hal ini adalah orang Kristen.  Melalui metode penelitian kualitatif deskriptif dengan tambahan literatur   kepustakaan   dapat   menolomg orang Kristen untuk menerapkan etika Kristen di era digital. Era digital yang ditandai dengan kemunculan teknologi seperti Artificial Intelegence (AI) di satu sisi menolong manusia dalam segala aspek kehidupan yaitu mempermudah segala tugas dan pekerjaan, mempercepat penyebaran informasi dan menemukan berbagai informasi. Termasuk dalam penginjilan namun juga dapat menimbulkan berita hoax, perpecahan, mengumbar kebencian dan rasis, serta perdebatan teologis yang negatif. Etika Kristen secara konsisten mengajarkan tentang prinsip-prinsip moral yang berdasar pada nilai dan karakter Kristus, yang menjadikan manusia benar untuk beretika dalam teknologi dan beretika dalam media informasi. Lebih jauh aku memampukan orang Kristen berlaku bijak, tepat dan benar dalam pengaplikasian teknologi yang dipakainya. Bahkan menghilangkan dampak buruk dari penyalahgunaan teknologi dengan menjadi teladan dalam bermedia sosial seperti menghindari perdebatan teologis yang negatif, memfilter informasi yang diperoleh dan tidak mengumbar kebencian. Pada akhirnya setiap orang Kristen dapat menerapkan etika Kristen di era digital.
ANALISIS PERJANJIAN SINAI DALAM KELUARAN 24:3-8 DAN DAMPAKNYA BAGI SPIRITUAL ISRAEL Kurniadi, Iman; Budiyanto, Henoch
EKKLESIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 2 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : STT Ekklesia Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63576/ekklesia.v2i2.63

Abstract

Abstract: The Sinai Covenant includes three important things, namely commands, law, and promises. On their journey to the land of Canaan, Israel repeatedly failed to obey God's commands and law. These failures show that it is so hard to bring Israel into a holy nation that is acceptable to God. This research aims to analyze the Sinai Covenant in Exodus 2:3-8 and its impact on spiritual Israel. This research adopts a descriptive qualitative approach utilizing literature review and textual analysis. The results of this research indicate that the Sinai agreement had an impact on changes in the status of the Israelite nation. They are a holy nation led by priests the Torah law is the moral, ethical, and spiritual standard in everyday life. The priests became intermediaries between the people and God. This research concludes that the Sinai covenant changed the status of the Israelites and brought their lives in line with God's standards. They must maintain the holiness of life as God is also holy. The Sinai Covenant had brought the Israelites to obedience to God during Joshua's leadership. Abstrak: Perjanjian Sinai mencakup tiga hal penting, yakni perintah, hukum dan juga janji. Dalam perjalanannya menuju tanah Kanaan, Israel berulangkali gagal dalam menaati perintah dan hukum Allah. Kegagalan demi kegagalan tersebut menunjukkan bahwa begitu sulitnya membawa Israel menjadi bangsa yang kudus dan berkenan kepada Allah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalis Perjanjian Sinai dalam Keluaran 2:3-8 dan dampaknya bagi spiritual Israel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode literatur review dan analisis teks. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perjanjian Sinai memberikan dampak kepada perubahan status bangsa Israel. Kini mereka menjadi bangsa yang kudus yang dipimpin oleh para imam dan hukum Taurat menjadi standar moral, etika dan juga spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Para imam menjadi perantara antara umat dengan Allah. Kesimpulan penelitian ini adalah perjanjian Sinai telah mengubah status bangsa Israel dan membawa kehidupan mereka sesuai dengan standar Allah. Mereka harus menjaga kekudusan hidup sebagai mana Allah juga kudus. Perjanjian Sinai telah membawa bangsa Israel kepada ketaatan kepada Allah pada masa kepemimpinan Yosua.
STUDI EKSPOSISI TERHADAP AKIBAT PERKAWINAN CAMPUR DAN PERCERAIAN BERDASARKAN MALEAKHI 2:10-16 Ginting, Samuel Sukanta
EKKLESIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 2 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : STT Ekklesia Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63576/ekklesia.v2i2.64

Abstract

Abstract: The married life desired by the Lord God has been accepted by humans through His Word in Genesis 1 & 2. However, in reality many people cannot achieve this ideal married life. We can see this reality in the lives of the Israelites in the context of Biblical events. Even in today's life. Many marriages are unbiblical and quite a few end in divorce. The author conducted research using qualitative methods in a hermeneutic approach and literature study about the consequences of sin and deviation on the lives of believers in all aspects, even in relation to their relationship with the Lord God. Allam views this as a serious sin so the Bible says God hates divorce and of course also in relation to mixed marriages. Abstrak: Kehidupan Pernikahan yang dikehendaki oleh Tuhan Allah sejak semua telah diterima oleh manusia memlaui FirmanNya dalam Kejadian 1 & 2. Namun Pada kenyataannya banyak orang yang tidak dapat mencapai kehidupan pernikahan yang ideal tersebut. Realita ini dapat kita lihat dalam kehidupan bangsa Israel dan Yehuda sebagai umat Tuhan dalam kitab Maleakhi dalam konteks peristiwa Alkitab. Maupun dalam kehidupan masa kini. Banyak pernikahan yang tidak alkitabiah dan tidak sedikit yang berujung dengan perceraian. Penulis melakukan penelitian dengan menggunakan metode pendekatan hermenutik dan studi pustaka   tentang bagaimana akibat dari dosa dan penyimpangan ini terhadap kehidupan orang percaya dalam semua aspek bahkan dalam kaitannya dengan relasi kepada Tuhan Allah. Allah memandang hal ini sebagai dosa yang serius sehingga Alkitab mengatakan Allah membenci Perceraian dan tentunya juga dalam kaitannya dengan perkawinan campur.
MANIFESTASI KARAKTER ALLAH MELALUI BUAH ROH SEBAGAI IMPLIKASI PENERIMAAN ROH KUDUS OLEH ORANG PERCAYA ANALISIS TEMA PNEUMATOLOGI DALAM KITAB GALATIA 5:22-23 Well Therfine Renward Manurung; Aska Aprilano Pattinaja; Kiamani, Andris
EKKLESIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 2 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : STT Ekklesia Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63576/ekklesia.v2i2.67

Abstract

Abstract: The Holy Spirit is a gift and serves as a helper for every believer. Through the work of the Holy Spirit, the fruit of the Spirit emerges as a manifestation of God's character in the life of the believer. In many literature studies, research on the Holy Spirit (pneuma) often only focuses on practical contexts, but research on the impact of the Holy Spirit (pneuma) on believers often does not get enough attention. This research uses thematic analysis and literature study as an effort to find a better understanding of how the Holy Spirit works in the life of believers and how it affects the expression of God's character in them. The results of this study show that the acceptance of the Holy Spirit has implications, namely: first, it is a sign or proof of faith in Jesus Christ. The Holy Spirit is seen as a gift from God for those who believe. The consequence of acceptance of the Holy Spirit is that believers will always be led by the Holy Spirit. Second, acceptance of the Holy Spirit will bring about changes (transformation) in line with God’s will, meaning God’s character will be reproduced in the life of the believer. Third, the fruit of the Spirit is God’s character reproduced in the life of believers by Jesus Christ or through the work of the Holy Spirit. These findings are expected to be a reference for scholars and servants of God in learning about the Holy Spirit and also to prepare teaching materials for the congregation. Abstrak: Roh Kudus merupakan anugerah dan berperan sebagai penolong bagi setiap orang percaya. Melalui karya Roh Kudus, buah Roh muncul sebagai manifestasi karakter Allah dalam diri orang percaya. Dalam banyak penelitian literatur, penelitian mengenai Roh Kudus (pneuma) sering kali hanya terfokus pada konteks praktika, namun penelitian terhadap dampak Roh Kudus (pneuma) bagi orang percaya seringkali tidak mendapatkan perhatian yang cukup. Penelitian ini menggunakan analisis tematik dan studi literatur sebagai upaya untuk menemukan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana cara Roh Kudus bekerja dalam kehidupan orang percaya dan bagaimana hal itu mempengaruhi ekspresi karakter Allah dalam diri mereka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerimaan Roh Kudus memiliki implikasi, yaitu: pertama, merupakan tanda atau bukti dari iman kepada Yesus Kristus. Roh Kudus dipandang sebagai hadiah dari Allah bagi mereka yang percaya. Penerimaan Roh Kudus akan menimbulkan konsekuensi bahwa orang beriman akan selalu dipimpin oleh Roh Kudus. Kedua, penerimaan Roh Kudus akan membuat perubahan (transformasi) yang sejalan dengan kehendak Allah, artinya karakter Allah akan direproduksi dalam kehidupan orang percaya. Ketiga, buah Roh merupakan karakter Allah yang direproduksi dalam kehidupan orang percaya oleh Yesus Kristus maupun melalui pekerjaan Roh Kudus. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi para sarjana dan pelayan Tuhan dalam pembelajaran mengenai Roh Kudus (pneuma) dan juga untuk mempersiapkan materi pengajaran bagi jemaat.
RITUAL MA’NENE’: PEMAHAMAN TEOLOGI KONTEKSTUAL TENTANG HUBUNGAN ANTARA HIDUP, KEMATIAN, DAN KEPERCAYAAN TRADISIONAL Sarira, Arnicha Rante Allo
EKKLESIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 2 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : STT Ekklesia Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63576/ekklesia.v2i2.69

Abstract

Abstract: The Ma'nene' ritual tradition is a tradition originating from North Toraja, South Sulawesi, this Ma'nene' traditional ritual is a reburial of the deceased. Which is done to honor and remember the person who has died. This research will analyze the Ma'nene' ritual event in North Toraja about the form of the procession and meaning, how it is implemented and what is part of or done in this ritual event. In this case there are several stages carried out in this ma'nene' ritual event, namely; Ma'bukka Liang (opening the grave), Masseroi kaburu' (cleaning the grave), Ma' Popepanggan (bringing siri leaves, food, flowers and cigarettes), Manggallo Batang Rabuk (drying the body), Ma' Palobo' (changing wrappers, chests and clothes), Mangrapa (putting back), Ma' Pakande (giving food), Ma'tutu' Liang (closing the grave again). From here we can see the uniqueness of Toraja culture regarding Ma'nene' which has several stages that certainly have meaning and are carried out on certain and different days. The implementation of the ma'nene' ritual event is carried out in accordance with the collective decision of the local community's collective agreement, which is carried out when the local community has finished harvesting. Ma'nene' rituals are held for a maximum of 2 weeks and a maximum of 3 days. The purpose of this research is to reveal the meaning of the Ma'nene' traditional ritual and see how contextual theology can be applied to the Ma'nene' ritual. Abstrak : Tradisi ritual Ma’nene’ ialah sebuah tradisi yang berasal dari Toraja Utara Sulawesi Selatan, ritual adat Ma’nene’ ini merupakan penguburan kembali terhadap orang yang telah meninggal. Yang dilakukan untuk menghormati dan mengingat kembali orang yang telah meninggal. Dalam penelitian ini akan menganalisis acara ritual Ma’nene’ yang ada di Toraja Utara tentang bentuk prosesi dan makna,  bagaimana pelaksanaaan dan apa-apa saja yang menjadi bagian atau yang dilakukan dalam acara ritual ini. Dalam hal ini ada beberapa tahapan yang dilakukan dalam acara ritual ma’nene ini yakni; Ma’bukka Liang (membuka kuburan), Masseroi kaburu’ (membersikan kuburan), Ma’ Popepanggan (membawa daun siri, makanan, bungan dan rokok), Manggallo Batang Rabuk (menjemur jasad), Ma’ Palobo’ (mengganti pembungkus, peti dan pakaian), Mangrapa (memasukkan kembali), Ma’ Pakande (memberi makanan), Ma’tutu’ Liang (menutup kembali kuburan). Dari sini kita dapat melihat keunikan budaya Toraja mengenai Ma’nene’ yang terdapat beberapa tahapan yang tentunya memiliki makna dan dilakukan dihari yang tertentu dan berbeda. Pelaksanaan acara ritual ma’nene’ ini dilaksanakan sesuai dengan keputusan bersama dari kesepakatan bersama masyarakat setempat, yang pelaksaannya dilakukan ketika masyarakat setempat telah selesai panen. Ritual adat Ma’nene’ dilaksanakan paling lama 2 minggu dan paling cepat 3 hari. Tujuan penelitian ini untuk memngungkapkan makna dalam ritual adat Ma’nene’ dan melihat bagaimana teologi Kontekstual dalam hubungan antara hidup, kematian, dan kepercayaan tradisional. Dalam teologi Kontekstual menekankan bahwa dalam memahami bagaimana hubungan antara hidup, kematian, dan kepercayaan tradisional  harus melihat dan mempertimbangkan bagaimana konteks budaya dalam masyarakat tersebut, karena dalam konteks budaya masyarakat masing-masing memilki perbedaan, yang dapat dilihat dari pandangan dan tindakan serta praktik dalam kehidupan masyarakat tersebut. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif untuk menganalisis setiap masalah yang diteliti, pendekatan deskriptif untuk memperoleh dan mengunpulkan data dan wawancara kepada beberapa tokoh adat dan masyarakat setempat.

Page 1 of 1 | Total Record : 6