cover
Contact Name
Agung Abadi Kiswandono
Contact Email
agung.abadi@fmipa.unila.ac.id
Phone
+6281329121722
Journal Mail Official
agung.abadi@fmipa.unila.ac.id
Editorial Address
Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Sumantri Brojonegoro No. 1 Bandar Lampung, 35145
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Analit: Analytical and Environmental Chemistry
Published by Universitas Lampung
ISSN : 25408224     EISSN : 25408267     DOI : http://dx.doi.org/10.23960/aec
Jurnal Analit merupakan jurnal ilmiah yang berisikan hasil penelitian, dan review. Jurnal ini ditujukan untuk mempublikasikan hasil temuan dalam bidang Kimia Analitik dan Kimia Lingkungan. Jurnal Analit terbit secara berkala, yakni dua kali dalam setahun (April dan Oktober).
Articles 137 Documents
EFFECTS OF INITIAL SOIL CARBON AND METAL CONTENTS ON SORPTION OF DISSOLVED ORGANIC CARBON ON THE SOILS OF TROPICAL RAIN FOREST TRANSFORMATION SYSTEMS Ngatijo Ngatijo; Damris Muhammad; Asmadi Saad; Abu Bakar; Wanda Hamidah
Analit: Analytical and Environmental Chemistry Vol 6, No 1 (2021): Analit: Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Sumatri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.12 KB) | DOI: 10.23960/aec.v6i1.2021.p12-21

Abstract

Karbon organik terlarut (DOC) dalam tanah memainkan peran penting dalam distribusi nutrisi dan konsentrasinya dapat dipengaruhi oleh keberadaan partikel mineral tanah. Kandungan karbon tanah awal dapat mengurangi kapasitas tanah untuk menyerap DOC karena adanya tolakan muatan negatif. Penelitian ini mengkaji pengaruh kandungan karbon dan logam tanah awal terhadapa dsorpsi DOC yang  ditambahkan pada tanah hutan tropis melalui percobaan batch. Kandungan logam berat tanah (Al dan Fe), total karbon organik dan kandungan DOC tanah ditentukan. Untuk menentukan apakah dan bagaimana variasi kandungan karbon tanah mempengaruhi adsorpsi DOC, maka dua tanah dengan kandungan logam dan karbon yang berbeda (tanah permukaan dan bawah permukaan) dari dua sistem transformasi (hutan tropis sekunder dataran rendah dan perkebunan sawit masyarakat digunakan. Karbon organik terlarut diekstraksi dari permukaan tanah yang kaya organik dengan air dan dipekatkan ketingkat yang diperlukan dan digunakan dalam percobaan batch. Karbon organik terlarut berkorelasi negatif dengan kandungan logam tanah terutama pada sub permukaan tanah. Dengan kandungan organik karbon tinggi korelasinya tidak signifikan. Ini mungkin menjelaskan adanya tolakan DOC yang membawa perubahan negatif oleh partikel tanah kaya organik.http://dx.doi.org/10.23960/aec.v6.i1.2021.p12-21 
VALIDASI METODE FOTODEGRADASI CONGO RED TERKATALIS ZnO/ZEOLIT Y SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Regina Gita Riani Dio; Syaiful Bahri; Agung Abadi Kiswandono; R. Supriyanto
Analit: Analytical and Environmental Chemistry Vol 6, No 2 (2021): Analit: Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Sumatri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.209 KB) | DOI: 10.23960/aec.v6i2.2021.p134-144

Abstract

Industri tekstil memproduksi pakaian dengan berbagai macam warna. Dalam proses pewarnaan tekstil, sebagian besar zat warna yang digunakan akan terbuang sebagai limbah. Congo red merupakan salah satu zat warna tekstil yang banyak digunakan. Namun keberadaan zat warna congo red dalam lingkungan perairan dapat merusak berbagai spesies makhluk hidup karena sifat zat warna congo red yang mempunyai toksisitas cukup tinggi. Metode alternatif yang sekarang sedang dikembangkan oleh peneliti untuk mendegradasi limbah adalah metode fotodegradasi.  penelitian tentang validasi metode congo red terkatalis ZnO/Zeolit Y secara spektrofotometri UV-Vis, validasi metode bertujuan untuk mendapatkan panjang gelombang optimum, pH optimum, waktu optimum. Pada penelitian ini dilakukan validasi metode congo red terkatalis ZnO/Zeolit Y secara spektrofotometri UV-Vis dengan menentukan linieritas kurva kalibrasi larutan congo red, menentukan limit deteksi (LoD) dan limit kuantifikasi (LoQ), menentukan presisi, menentukan akurasi, dan pengaruh penggunaan katalis ZnO/Zeolit Y. Panjang gelombang optimum larutan pewarna Congo Red 498 nm dengan pH optimum pada pH 5, degradasi warna Congo Red tanpa katalis terjadi pada waktu optimum 120 menit dengan persentase degradasi sebesar 21,68%, penambahan katalis zeolit Y  0,6 mg dapat menurunkan intensitas warna Congo Red sebesar 63,30%, sedangkan penambahkan 0,6 mg ZnO/Zeolit Y dapat menurunkan intensitas warna Congo Red sebesar 78,01%http://dx.doi.org/10.23960/aec.v6.i2.2021.p134-144 
ANALISIS NILAI TDS (Total Disolve Solid) PADA AIR SUMUR KOTA DAN KABUPATEN SORONG SEBAGAI GAMBARAN KUALITAS AIR SUMUR BOR Untari Untari
Analit: Analytical and Environmental Chemistry Vol 7, No 02 (2022): ANALIT: ANALYTICAL AND ENVIRONMENTAL CHEMISTRY
Publisher : Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Sumatri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.636 KB) | DOI: 10.23960/aec.v7i02.2022.p115-121

Abstract

Penelitian ini mengkaji kualitas air sumur yang berada di Kota dan Kabupaten Sorong berdasarkan parameter fisika seperti TDS (Total Disolve Solid), Kekeruhan, Warna, Bau dan Rasa yang telah dilaksanakan pada bulan juni yang bertujuan untuk mengetahui kondisi dari air sumur yang dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari di lingkungan tersebut. Analisis kualitas air sumur dilakukan dengan metode teknik simple sampling yang mengambil sampel dari 36 air sumur bor yang ada di wilayah kota dan kabupaten Sorong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air sumur bor di 36 titik kota dan kabupaten sorong memiliki nilai TDS di bawah 1000 mg/L. Dari semua sampel air sumur bor terdapat 10 sampel yang masuk ke dalam range tidak baik digunakan untuk minum. Warna sampel air sumur mulai dari jernih hingga ada yang sedikit keruh dengan hampir tidak ada bau maupun rasa. Sebagai air yang diperuntukkan sebagai air kelas 1 berdasarkan PP No. 82 Tahun 2001 maka air tersebut tidak memenuhi standart sehingga hanya direkomendasikan untuk mencuci dan mandi. Kata kunci: Air sumur, kota Sorong, TDS
PENGARUH KONSENTRASI ASAM SITRAT DAN WAKTU DEMINERALIASI PADA PEROLEHAN GELATIN DARI TULANG IKAN KAKAP MERAH (LUTJANUS SP.) Syahraeni Syahraeni; Muhammad Anwar; Hasri Hasri
Analit: Analytical and Environmental Chemistry Vol 2, No 1 (2017): Analit: Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Sumatri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.688 KB) | DOI: 10.23960/aec.v2i1.2017.p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi asam sitrat dan waktu demineralisasi terhadap rendemen dan mutu gelatin yang dihasilkan. Konsentrasi asam sitrat  yang digunakan  adalah 1%, 2%, 3%, 4% dan 5% dan waktu demineralisasi yang digunakan adalah 12 jam, 24 jam, 36 jam, 48 jam, 60 jam dan 72 jam. Karakterisasi gelatin tulang ikan kakap merah dan disesuaikan dengan mutu gelatin Standar Nasional Indonesia (SNI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi asam sitrat, rendemen gelatin yang diperoleh semakin meningkat, demikian pula dengan waktu demineralisasi. Untuk konsentrasi asam sitrat 1%, 2%, dan 3% memiliki kualitas sesuai gelatin SNI sampai waktu demineralisasi 72 jam. Untuk konsentrasi asam sitrat 4% memiliki kualitas sesuai gelatin SNI sampai waktu demineralisasi 36 jam, sedangkan untuk konsentrasi asam sitrat 5% hanya sampai 24 jam.
ENKAPSULASI DAN STABILITAS PIGMEN KAROTENOID DARI BUAH ENTAWAK (Artocarpus Anisophyllus) Gervacia Jenny Ratnawaty; Ratih Indrawati
Analit: Analytical and Environmental Chemistry Vol 8, No 1 (2023): ANALIT: ANALYTICAL AND ENVIRONMENTAL CHEMISTRY
Publisher : Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Sumatri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.291 KB) | DOI: 10.23960/aec.v8i1.2023.p77-87

Abstract

Pada penelitian ini telah dilakukan proses enkapsulasi dan stabilitas pigmen karotenoid dari buah entawak (Arthocarpus Anisophyllus). Konsentrasi Maltodekstrin sebagai penyalut yang paling efisien adalah 10%. Berdasarkan uji statistic SPSS menggunakan uji korelasi dari hasil penelitian diperoleh untuk kecepatan pengadukan terdapat pengaruh yang signifikan antara kecepatan pengadukan terhadap kadar karotenoid dengan nilai signifikansi (p) 0,000 < 0,05. Pada Uji termostabilitas yang meliputi pH dan suhu diperoleh untuk uji pH diperoleh nilai signifikan(p) 0,111 > 0,05 yang artinya tidak terdapat pengaruh kadar karotenoid terhadap pH. Dan nilai signifikansi (p) 0,871 < 0,05 artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara kadar karotenoid terhadap suhu. Sementara uji fotostanilitas yang meliputi pengaruh sinar matahari dan Sinar UV-Vis diperoleh nilai signifikansi (p) 0,047 < 0,05, dan nilai signifikansi (p) 0,008 < 0,05 yang artinya terdapat pengaruh kadar karotenoid terhadap UV-VIS. Kata kunci: Enkapsulasi, Uji Stabilitas, Buah Entawak .
REVIEW : METODE MEMBRAN CAIR UNTUK PEMISAHAN FENOL Agung Abadi Kiswandono
Analit: Analytical and Environmental Chemistry Vol 1, No 1 (2016): Analit: Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Sumatri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.025 KB) | DOI: 10.23960/aec.v1i1.2016.p

Abstract

Beberapa penelitian tentang membran untuk transpor, baik polutan organik maupun logam berat sudah banyak dilakukan. Pemisahan fenol dapat dilakukan dengan menggunakan membran cair yang polieugenol sebagai senyawa pembawa. Membran cair tersebut dapat digunakan karena keduanya, yakni fenol dan senyawa pembawa memiliki sisi aktif yang sama. Pemisahan fenol menggunakan membran cair dapat  dilakukan menggunakan metode bulk liquid membrane (BLM), supported liquid membrane (SLM), emulsion liquid membrane (ELM) ataupun polymer inclusion membrane (PIM). Kajian transpor fenol ini biasanya menggunakan chamber sebagai alat transpor yang memisahkan antara fase sumber dan fase penerima. Review ini membahas beberapa teknik pemisahan fenol, pemisahan fenol menggunakan membran cair, jenis membran cair dan interaksi fenol dengan senyawa polieugenol sebagai senyawa pembawa
PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI KARBON AKTIF DARI KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca L.) SEBAGAI ADSORBEN SENYAWA POLISIKLIK AROMATIK HIDROKARBON FENANTRENA Riri Auliya; Ni Luh Gede Ratna Juliasih; Rinawati Rinawati
Analit: Analytical and Environmental Chemistry Vol 3, No 2 (2018): Analit: Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Sumatri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.721 KB) | DOI: 10.23960/aec.v3i2.2018.p

Abstract

Polisiklik aromatik hidrokarbon (PAH) merupakan kelompok organik polutan yangmempunyai dampak serius pada lingkungan karena sifatnya yang toksik,karsinogenik, dan mutagenik. Dalam penelitian ini telah dilakukan uji adsorpsidengan menggunakan adsorben karbon aktif dari kulit pisang yang sudah diaktivasimenggunakan ZnCl2 30% dengan rasio impregnasi 3:3. Karakterisasi karbon aktifdilakukan dengan menggunakan SEM untuk mengetahui morfologi permukaan sertadigunakan spektrofotometer FT-IR untuk mengidentifikasi gugus fungsi. Ujiadsorpsi dilakukan dengan metode batch untuk menentukan kadar optimumadsorben, waktu kontak, dan konsentrasi adsorbat menggunakan spektrofotometerUV-VIS pada panjang gelombang 250 nm. Hasil optimasi adsorpsi PAH denganmenggunakan fenantrena diperoleh pada konsentrasi 3 ppm, pada penambahankadar adsorben 25 mg dan waktu optimum 60 menit. Data kinetika adsorpsifenantrena cenderung mengikuti model kinetika pseudo orde dua dengan nilaikoefisien korelasi R2 sebesar 0,9914, sedangkan data isoterm adsorpsi fenantrenamengikuti model isoterm Freundlich dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,7863.DOI: http://dx.doi.org/10.23960/aec.v3.i2.2018.p126-138
PENGARUH PENAMBAHAN INHIBITOR EKSTRAK DAUN TALAS DAN SUHU PERENDAMAN 40 oC DAN 70 oC TERHADAP LAJU KOROSI PADA BAJA API 5L DALAM LARUTAN NaCl 3% Firyal Nurul Affifah; Ediman Ginting; Suprihatin Suprihatin
Analit: Analytical and Environmental Chemistry Vol 4, No 2 (2019): Analit: Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Sumatri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.522 KB) | DOI: 10.23960/aec.v4i2.2019.p76-85

Abstract

Ekstrak daun talas yang digunakan sebagai inhibitor pada baja API 5L, direndam dalam larutan korosif NaCl 3%. Dengan memvariasikan suhu perendaman  dan , dan juga konsentrasi inhibitor 0%, 2%, 8% dan 12%. Setelah perlakuan pada sampel diperoleh hasil perhitungan laju korosi yang paling rendah pada sampel A5-70-8 dan yang paling tinggi pada sampel A5-70-0. Inhibitor yang digunakan mempunyai nilai efisiensi paling tinggi pada sampel A5-70-8. Hasil karakterisasi XRD menunjukkan bahwa struktur Kristal yang terbentuk merupakan fase Fe murni. Karakterisasi SEM menunjukkan morfologi permukaan sampel, terlihat retakan pada sampel. Karakterisasi EDX pada sampel terlihat unsur oksigen (O) yang mengindikasikan bahwa sampel telah terkorosi.http://dx.doi.org/10.23960/aec.v4.i2.2019.p76-85
REVIEW: GREEN ANALYTICAL CHEMISTRY: PEMANFAATAN SUPERCRITICAL FLUID EXTRACTION (SFE) DAN MICROWAVE-ASSISTED EXTRACTION (MAE) SEBAGAI METODE EKSTRAKSI SENYAWA DITERPENA PADA MINYAK BIJI KOPI SHANGRAI Rinawati Rinawati; Gesa Gustami Pangesti; Ni LUh Gede Ratna Juliasih
Analit: Analytical and Environmental Chemistry Vol 5, No 1 (2020): Analit: Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Sumatri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.401 KB) | DOI: 10.23960/aec.v5i1.2020.p24-33

Abstract

Green Analytical Chemistry (GAC) telah menjadi konsep utama dalam menciptakan metode yang berkelanjutan untuk mengatasi tantangan analisis senyawa yang memadukan prinsip cerdas, ramah lingkungan, dan murah.  Selama ini ekstraksi minyak dari kopi hijau masih menggunakan metode lama seperti pressing dan soxhletasi yang membutuhkan banyak pelarut dan tidak efisien dari segi waktu sehingga memiliki potensi pencemaran bagi lingkungan dan menguapnya analit bersama pelarut.  Metode ekstraksi Supercritical Fluid Extraction (SFE) dan Microwave-Assisted Extraction (MAE) merupakan metode ekstraksi modern yang mengacu pada konsep GAC karena penggunaan energi dan pelarut yang diminimalisir serta waktu dan biaya yang lebih efektif sehingga bersifat lebih ramah lingkungan.  Kedua jenis metode ini telah diterapkan dalam mengekstraksi senyawa diterpena pada minyak kopi hijau Arabika yang berasal dari Sao Paulo, Brazil.http://dx.doi.org/10.23960/aec.v5.i1.2020.p24-33
SINTESIS DAN KARAKTERISASI ZEOLIT MORDENIT (MOR) PORI HIRARKI BERBASIS SILIKA ABU AMPAS TEBU Mita Rilyanti; Ella Gita Silviana; Buhani Buhani; Kamisah D. Pandiangan; Ni Luh Gede Ratna Juliasih
Analit: Analytical and Environmental Chemistry Vol 5, No 2 (2020): Analit: Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Sumatri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.764 KB) | DOI: 10.23960/aec.v5i2.2020.p178-191

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan sintesis zeolit mordenit (MOR) pori hirarki berbahan dasar silika abu ampas tebu (Sugarcane Bagasse Ash/SCBA) menggunakan metode Solid-State Crystallization (SSC). Penelitian ini diawali dengan ekstraksi silika dari SCBA menggunakan pelarut alkali (NaOH) dan silika hasil ekstraksi digunakan sebagai sumber silika sekaligus sumber alumina untuk mensintesis zeolit MOR pori hirarki. Sebagai pembanding, zeolit MOR pori hirarki juga disintesis menggunakan silika komersial. Sintesis zeolit MOR pori hirarki dilakukan pada suhu 170 oC selama 120 jam. Difraksi sinar-X menginformasikan bahwa silika yang diekstraksi dari SCBA memiliki fasa amorf dan analisis FTIR menunjukkan adanya gugus silanol dan siloksan dengan kandungan silika dan alumina sebesar 85,55 dan 12,16 % berdasarkan analisis XRF. Hasil analisis XRD menunjukkan bahwa zeolit MOR pori hirarki yang disintesis menggunakan silika SCBA maupun silika komersial (LUDOX) memiliki fasa kristalin dengan puncak-puncak yang karakteristik untuk zeolit MOR dengan ukuran pori sebesar 4,84 nm.http://dx.doi.org/10.23960/aec.v5.i2.2020.p178-191 

Page 11 of 14 | Total Record : 137