cover
Contact Name
Agung Abadi Kiswandono
Contact Email
agung.abadi@fmipa.unila.ac.id
Phone
+6281329121722
Journal Mail Official
agung.abadi@fmipa.unila.ac.id
Editorial Address
Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Sumantri Brojonegoro No. 1 Bandar Lampung, 35145
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Analit: Analytical and Environmental Chemistry
Published by Universitas Lampung
ISSN : 25408224     EISSN : 25408267     DOI : http://dx.doi.org/10.23960/aec
Jurnal Analit merupakan jurnal ilmiah yang berisikan hasil penelitian, dan review. Jurnal ini ditujukan untuk mempublikasikan hasil temuan dalam bidang Kimia Analitik dan Kimia Lingkungan. Jurnal Analit terbit secara berkala, yakni dua kali dalam setahun (April dan Oktober).
Articles 137 Documents
ANALISIS KANDUNGAN KLOROFIL DAN INDEKS STOMATA PLANLET ANGGREK Dendrobium HASIL INDUKSI ASAM SALISILAT SECARA IN VITRO Desti Syahfitri; Endang Nurcahyani; Lili Chrisnawati; Eti Ernawiati
Analit: Analytical and Environmental Chemistry Vol 7, No 02 (2022): ANALIT: ANALYTICAL AND ENVIRONMENTAL CHEMISTRY
Publisher : Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Sumatri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.947 KB) | DOI: 10.23960/aec.v7i02.2022.p165-176

Abstract

Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi asam salisilat terhadap kandungan klorofil dan karakteristik planlet anggrek Dendrobium secara in vitro. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan asam salisilat konsentrasi 0 ppm, 25 ppm, 50 ppm, 75 ppm, dan 100 ppm sebanyak 5 ulangan setiap konsentrasi. Data hasil penelitian diuji menggunakan Analisis Ragam pada taraf 5% dan uji lanjut Tukey pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh asam salisilat terhadap planlet anggrek Dendrobium pada konsentrasi 75 ppm dan 100 ppm terhadap indeks stomata, analisis klorofil a,b, dan total, dimana konsentrasi 75 ppm memiliki indeks stomata tertinggi. Dan pada analisis klorofil, semakin tinggi konsentrasi asam salisilat yang diinduksikan, semakin meningkat kandungan klorofil pada planlet anggrek Dendrobium. Sedangkan pada konsentrasi 25, dan 50 ppm tidak memberikan pengaruh nyata terhadap indeks stomata, dan analisis klorofil planlet anggrek Dendrobium.Kata Kunci: Anggrek Dendrobium, indeks stomata, klorofil.  
IDENTIFIKASI HIDROKARBON POLISIKLIK AROMATIK (PAH) DI PERAIRAN TELUK LAMPUNG Yuli Anita Dwi Wahyuni; Agung Abadi Kiswandono; R. Supriyanto; Riandra Pratama Usman; Yunsy'u Nasy'ah; Rina wati
Analit: Analytical and Environmental Chemistry Vol 2, No 2 (2017): Analit: Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Sumatri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.381 KB) | DOI: 10.23960/aec.v2i2.2017.p

Abstract

PAH telah menjadi golongan pencemar organik yang  mendapat perhatian serius karena sifatnya yang beracun, mutagenik dan karsinogenik meski pun berada pada rentang konsentrasi yang rendah bahkan kelumit.  Pada penelitian ini telah dilakukan identifikasi senyawa PAH di perairan Teluk Lampung.  Sampel air laut dari enam lokasi diekstraksi dengan menggunakan teknik ekstraksi Solid phase microextraction technique (SPME) dan diidentifikasi dengan menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS).  Hasil analisis menunjukkan bahwa senyawa PAH yaitu phenantrena, antrasena, fluorantena, pyrena, benzo[a]antrasena, chrysena, benzo[a]pyrena, benzo[e]pyrena dan perilena  terdeteksi di semua lokasi sampling.  Adanya senyawa PAH di perairan merupakan indikator telah adanya pencemaran senyawa organik yang memerlukan monitoring terus menerus dan pengawasan yang lebih ketat untuk mencegah meningkatnya pencemaran tersebut.
EFEKTIVITAS KANGKUNG AIR (Ipomoea aquatica) SEBAGAI FITOREMEDIASI DALAM MENURUNKAN KADAR TIMBAL (Pb) AIR LIMBAH BATIK Juwita Eka Hapsari; Choirul Amri; Adib Suyanto
Analit: Analytical and Environmental Chemistry Vol 3, No 1 (2018): Analit: Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Sumatri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.568 KB) | DOI: 10.23960/aec.v3i1.2018.p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas tanaman kangkung air (Ipomoea aquatica) dalam menurunkan kadar timbal (Pb) air limbah batik. Metode penelitian menggunakan metode eksperimen semu dengan rancangan pretest-posttest with control group design, dilaksanakan pada bulan Desember 2017-Februari 2018. Objek pada penelitian ini adalah air limbah batik. Analisis data menggunakan one-way anova. Hasil penelitian fitoremediasi dengan 5 batang kangkung air pada 5 liter air diperoleh  penurunan kadar Pb 0,001 mg/l, untuk 10 batang 0,077 mg/l dan pada penambahan 15 batang kangkung sebesar 0,112 mg/l. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dengan nilai Asymp. Sig 0,000 < 0,05. Tanaman kangkung air (Ipomoea aquatica) mampu menurunkan kadar timbal (Pb) pada air limbah namun penurunannya masih belum bisa dibawah ambang batas seperti yang ditetapkan dalam baku mutu Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 72 Tahun 2013 sebesar 0,1 mg/L. DOI: http://dx.doi.org/10.23960/aec.v3.i1.2018.p30-37
KAJIAN KANDUNGAN LOGAM BERAT KADMIUM (Cd), KROMIUM (Cr) DAN MERKURI (Hg) PADA SEDIMEN DI SUNGAI WAY KUALA LAMPUNG SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM Diky Hidayat; M Daus
Analit: Analytical and Environmental Chemistry Vol 4, No 1 (2019): Analit: Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Sumatri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.764 KB) | DOI: 10.23960/aec.v4i1.2019.p41-50

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang kajian logam berat kadmium (Cd), kromium (Cr) dan merkuri (Hg) pada sedimen di Sungai Way Kuala Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar dan membandingkan tingkat pencemaran logam berat. Pengambilan sampel dilakukan pada 3 lokasi yaitu bagian hulu, tengah dan hilir dan ditentukan dengan menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) dengan menggunakan validasi metode yaitu linearitas, LoD, LoQ, presisi dan akurasi. Hasil analisis menunjukkan konsentrasi logam Cd pada rentang 17,392-40,696 ppm. Sedangkan konsentrasi logam Cr pada rentang 20,235-44,597 ppm. Konsentrasi logam Hg diperoleh pada rentang 1,408-1,933 ppm. Konsentrasi logam Cd dan Hg berada diatas ambang baku mutu yang ditetapkan oleh National Sediment Quality Survey (USEPA) tahun 2004 yaitu berada pada rentang 0,65-2,49 ppm (Cd) dan 0,23-0,87 ppm (Hg). Konsentrasi logam Cr berada dibawah baku mutu yang ditetapkan oleh National Sediment Quality Survey (USEPA) tahun 2004 yaitu berada pada rentang 76,00-233,27 ppm. Validasi metode menunjukkan nilai koefisien korelasi pada Cd dan Cr yaitu 1 dan Hg yaitu 0,9981. Nilai LoD logam Cd, Cr dan Hg yaitu 0,8035; 0,2157; 2,7235; LoQ ketiga logam yaitu 2,6785; 0,7190; 9,0783. Nilai RSD untuk ketiga logam berada pada rentang 0,258% - 4,086%. Akurasi untuk ketiga logam berada pada rentang 90-100%.DOI:http://dx.doi.org/10.23960/aec.v4.i1.2019.p41-50
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK RIMPANG KUNYIT HITAM (Curcuma caesia Roxb.) DENGAN METODE ABTS (2,2 azino-bis (3- ethylbenzthiazoline-6-sulfonic acid) Hasri Hasri Hasri; Tahirah Hasan
Analit: Analytical and Environmental Chemistry Vol 8, No 2 (2023): ANALIT: ANALYTICAL AND ENVIRONMENTAL CHEMISTRY
Publisher : Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Sumatri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v8i2.2023.p34-43

Abstract

Rimpang kunyit hitam (Curcuma caesia Roxb.) mengandung senyawa fenolik yang dapat meredam radikal bebas sehingga berpeluang sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai IC50 ekstrak etanol rimpang kunyit hitam dengan metode ABTS. Metode penelitian meliputi ekstraksi simplisia kunyit hitam dengan cara maserasi menggunakan cairan penyari etanol 70%. Uji aktivitas antioksidan dengan metode ABTS, menggunakan spektrofotometer visibel pada panjang gelombang 739 nm. Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol rimpang kunyit hitam dengan metode ABTS diperoleh nilai IC50 sebesar 124,8576 ± 0,231µg/mL. Kemampuan aktivitas antioksidannya 0,0012 kali dibandingkan asam askorbat dengan nilai IC50 sebesar 0,15256 ± 0,293 µg/mL.
VERIFIKASI METODE PENENTUAN RHODAMIN-B PADA LIPSTIK DENGAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Nindita Clourisa Amaris Susanto
Analit: Analytical and Environmental Chemistry Vol 8, No 2 (2023): ANALIT: ANALYTICAL AND ENVIRONMENTAL CHEMISTRY
Publisher : Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Sumatri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v8i2.2023.p108-119

Abstract

Rhodamin B sering digunakan sebagai pewarna pada lipstik dikarenakan harganya yang murah, warna yang dihasilkan menarik serta mempunyai kestabilan yang lebih tinggi dibandingkan pewarna yang berasal dari bahan alam. Penentuan Rhodamin B pada lipstik menggunakan spektrofotometri UV-Vis sudah digunakan di berbagai laboratorium. Namun, untuk mengkonfirmasi terhadap metode yang sudah digunakan maka diperlukan verifikasi metode secara berkala. Verifikasi Verifikasi metode dilakukan untuk menjamin bahwa metode yang digunakan akurat, dimana verifikasi metode terdiri atas beberapa uji yakni linieritas, presisi, akurasi, serta LOD dan LOQ. Analisis data dilakukan dengan membandingkan data penelitian dengan literatur dan persyaratan di tiap-tiap parameter uji verifikasi metode. Hasil pengukuran panjang gelomabng maksimum larutan Rhodamin B adalah 548 nm. Hasil verifikasi metode menunjukkan hasil yang linier ditunjukkan dengan R2 sebesar 0,999, %recovery 97,68 menunjukkan metode mempunyai akurasi yang baik, %RSD 0,949% menunjukkan metode empunyai presisi yang baik, LOD sebesar 0,115 µg/mL dan LOQ sebesar 0,383 µg/mL Hasil menunjukan bahwa metode penentuan Rhodamin B pada sampel lipstik dengan spektrofotometri UV-Vis sudah diverifikasi dan dapat digunakan dalam analisis sampel secara rutin.
Analisis Kadar Kafein Dalam Biji Kopi Arabika (Coffea arabika) Berdasarkan Tempat Tumbuh Di Kabupaten Bener Meriah Rahul Aulia Indis; Mulia Safrida Sari; Sara Gustia Wibowo
Analit: Analytical and Environmental Chemistry Vol 8, No 2 (2023): ANALIT: ANALYTICAL AND ENVIRONMENTAL CHEMISTRY
Publisher : Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Sumatri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v8i2.2023.p44-52

Abstract

Kafein termasuk salah satu senyawa spesifik yang terdapat di dalam kopi. Kafein dapat memberikan dampak positif bagi tubuh untuk kesehatan, seperti menghilangkan stress. Pada kopi arabika, kandungan kafein lebih rendah dari robusta yaitu sebesar 1,1-1,3%. Namun, penyelidikan terkait perbandingan kadar kafein pada berbagai ketinggian di wilayah Bener Meriah belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dan mengetahui kadar kafein pada biji kopi arabika berdasarkan tempat tumbuh. Metode penelitian dimulai dengan pengumpulan sampel buah kopi dari tiga lokasi dengan ketinggian berbeda (981 MDPL, 1234 MDPL, dan 1700 MDPL), selanjutnya buah kopi dikupas dan diambil bijinya kemudian disangrai (roasting) dengan suhu masuk 220ºC dan suhu keluar 213ºC selama 14 menit. Lalu digiling menjadi bubuk, disaring dan dipreparasi menjadi larutan uji untuk diukur menggunakan metode HPLC. Hasil penelitian bahwa kadar kafein pada Kecamatan Wih Pesam (981 MDPL) 0.046% atau 0.00925mg, Permata (1234 MDPL) 0.003% atau 0.00075mg, dan Bener Kelipah (1700 MDPL) 0.018% atau 0.00375mg. Kesimpulan dari penelitian bahwa kadar kafein dari masing-masing tempat masih sesuai dengan SNI 01-7152-2006 dengan kadar kafein tertinggi terdapat pada wilayah dengan ketinggian 981 MDPL.
VALIDASI METODE ANALISIS TIMBAL(II) PADA KERANG HIJAU MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS DERIVATISASI Cantika Nurul Sa&#039;adah; Marsah Rahmawati Utami; Munir Alinu Mulki
Analit: Analytical and Environmental Chemistry Vol 8, No 2 (2023): ANALIT: ANALYTICAL AND ENVIRONMENTAL CHEMISTRY
Publisher : Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Sumatri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v8i2.2023.p53-62

Abstract

ABSTRAK Cemaran logam timbal berbahaya bagi lingkungan perairan maupun organismenya. Kerang hijau (Perna viridis L.) merupakan pilihan makanan yang enak, murah dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memvalidasi metode spektrofotometri UV-Vis derivatisasi analisis kadar timbal pada kerang hijau. Preparasi sampel kerang hijau menggunakan metode destruksi basah dengan pelarut HNO3 5M. Pb2+ direaksikan dengan larutan ditizon 0,005% dalam suasana basa terbentuk warna merah. Spektrofotometer UV-Vis digunakan untuk mengukur kompleks Pb-ditizonat pada panjang gelombang maksimum 515 nm. Nilai parameter validasi meliputi linearitas dengan persamaan regresi linear y = 0,5509x + 0,1114 dengan nilai r2 = 0,9959; Presisi didapatkan %RSD 0,130758%; LOD 0,088 ppm; LOQ 0,269 ppm. Akurasi diperoleh dengan %recovery 82,538%; dan spesifitas yang memiliki kesesuaian bentuk spektrum yang baik. Parameter validasi metode telah memenuhi persyaratan dan dapat diaplikasikan untuk pengujian kadar logam timbal pada kerang hijau. Kata kunci: validasi metode, logam timbal, kerang hijau, spektrofotometri UV-Vis. ABSTRACT Lead metal contamination is harmful to the aquatic environment and its organisms. Green mussel (Perna viridis L.) is is a delicious, cheap food choice and is widely consumed by the public. The aim of this study was to validate the UV-Vis spectrophotometric method derivatized for the analysis of lead levels in green mussels. Green mussel samples were prepared using the wet destruction method with 5M HNO3 solvent. Pb2+ reacted with 0,005% dithizone solution in alkaline conditions to form a red color. UV-Vis spectrophotometer was used to measure the Pb-dithizonate complex at a maximum wavelength of 515 nm. Validation parameter values include linearity with a linear regression equation y = 0,5509x + 0,1114 with a value of r2 = 0,9959; Precision obtained %RSD 0.130758%; LOD 0,088 ppm; LOQ 0,269 ppm. Accuracy is obtained with %recovery 82,538%; and specificity that has a good match of the shape of the spectrum. The method validation parameters have met the requirements and can be applied to test the levels of lead metal in green mussels. Keywords: method validation, lead metal, green mussels, UV-Vis spectrophotometry.
Validation of Medicinal Chemicals Analysis Methods in Pegel Linu and Rheumatic Herbs using the TLC-UV-Visible Spectrophotometry method Perdana Priya Haresmita; Arief Kusuma Wardani; Diva Laila Ramadhani; Dwibara Bayuaji; Anna Sa&#039;dia Azri; Nindya Yunia Putri; Mayla Eka Nadia
Analit: Analytical and Environmental Chemistry Vol 8, No 2 (2023): ANALIT: ANALYTICAL AND ENVIRONMENTAL CHEMISTRY
Publisher : Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Sumatri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v8i2.2023.p63-74

Abstract

Jamu is a traditional Indonesian medicine. Herbal medicine for rheumatism and “pegal linu” is one of the most widely consumed types of traditional medicinal products by the public, so it is a type of traditional medicinal preparation that is prone to the addition of chemical drugs (BKO). All types of traditional medicines are prohibited from containing isolated or synthetic chemicals with medicinal properties. Samples of rheumatism and “pegal linu” jamu were purchased from Grobogan, Central Java, and Gunungkidul, Yogyakarta. Two samples were purchased from Grobogan, while four samples were purchased from Gunungkidul. The standards used were mefenamic acid, phenylbutazone, and diclofenac sodium. Qualitative analysis was carried out using thin-layer chromatography and quantitative analysis using UV-visible spectrophotometry. Validation of the analytical method is carried out by setting four parameters: linearity, precision, limit of detection, and limit of quantitation. Information about the content of BKO in traditional medicines circulating in the Grobogan and Gunungkidul areas, as well as references to valid analytical methods, will greatly assist the government and academics in educating the public about the dangers of long-term consumption of traditional medicine with BKO. The results showed that three of the six samples contained BKO, and the analytical method was valid.
CHARACTERIZATION OF BIOBRICKETS FROM COCONUT SHELL AND WOOD SAWDUST Siti Fatimah
Analit: Analytical and Environmental Chemistry Vol 8, No 2 (2023): ANALIT: ANALYTICAL AND ENVIRONMENTAL CHEMISTRY
Publisher : Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Sumatri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v8i2.2023.p1-11

Abstract

Inhabitant increase quickly causes so much request for energy though petroleum is more less because of humans exploration. Biobriquette can be considered as the best option for alternative renewable energy produced from organic materials or biomass that is underutilized. Biomass wastes that can be used as materials for making biobriquettes include coconut shells, wood sawdust, oil palm shells, rice husks and other organic materials. This study aims to assess the quality briquettes of coconut shell and pollen teak with  adhesive of sticky tapioca flour The experimental design is the mass variation of wood sawdust (10%, 20%, 30%, 40%, 50%), and coconut shell (50%, 40%, 30%, 20%, 10%). The parameters used are fixed carbon, volatile matter and calorific value that measured by Oxygen Bomb Calorimeter. The results showed that the highesr fixed carbon was 33,793% with the composition of coconut shell : wood sawdust (10% : 50%), the lowest volatile matter was 49,896% with the composition of coconut shell : wood sawdust (10%:50%) and the highest calorific value of 6392 cal/g with coconut shell composition: wood sawdust (10%: 50%). Thus the coconut shell and sawdust can be used as alternative raw materials in making biobriquettes. From these results, this biobriquet meets the Indonesian National Standard (SNI) 01-6235-2000.Keywords: Briquette, calorific value, fixed carbon, volatile matter.