cover
Contact Name
Prananda Anugrah
Contact Email
jitet.journal@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jitet.journal@um.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Alamat: Graha Rektorat Lantai 6, Jl. Semarang No.5, Sumbersari, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65145, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik
ISSN : -     EISSN : 27977196     DOI : 10.17977
Core Subject : Engineering,
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik menerbitkan naskah terkait Teknik Sipil, Teknologi Industri, Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan Pendidikan Kejuruan. Fokus dan lingkup jurnal meliputi Teknik Sipil, Teknologi Industri, Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan Pendidikan Kejuruan
Articles 261 Documents
Strategi Pemasaran Wedding Gown Alfatir Muhammad di Bangil Kabupaten Pasuruan Tri Ajeng Wahyuning Tias; Nurul Aini; Agus Hery Supadmi Irianti
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.543 KB) | DOI: 10.17977/UM068v1n5p325-328

Abstract

The purpose of this study was to determine how the marketing strategy applied to Alfatir Muhammad's wedding gown business in Bangil, Pasuruan Regency. This research uses descriptive research with a qualitative approach, using data triangulation research methods and techniques. Based on the findings of researchers in the field, data were obtained; The resulting products always follow developments, have characteristics and demands, the price offered is adjusted to the quality provided, for the chosen place to establish and market very strategic products, and the promotions carried out have helped in marketing wedding gown products. The conclusion of this research is that the products produced by this business have characteristics, namely with a simple model but still look elegant, have followed the existing developments in terms of materials and design and how to make the product attractive and can meet consumer desires. The price given to this business consumer has paid attention to the suitability of price with quality. Then pay attention to how the price offered with competitors and giving discounts in order to attract consumers. The choice of place has also been considered with strategic location, then for promotion using social media and performances. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana strategi pemasaran yang diterapkan pada usaha wedding gown Alfatir Muhammad di Bangil Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini menggunakan penelitan deskriptif dengan pendeketan kualitatif, menggunakan metode penelitian triangulasi data dan teknik. Berdasarkan temuan peneliti di lapangan diperoleh data; produk yang dihasilkan selalu mengikuti perkembangan, memiliki ciri khas serta permintaan, harga yang ditawarkan disesuaikan dengan kualitas yang diberikan, untuk tempat yang dipilih mendirikan dan memasarkan produk sangat strategis, serta promosi yang dilakukan telah membantu dalam memasarkan produk wedding gown. Kesimpulan dari penelitian ini ialah pada produk yang dihasilkan usaha ini memiliki ciri khas yakni dengan model yang sederhana namun tetap terlihat elegan, telah mengikuti perkembangan yang ada mulai dari segi bahan maupun desain dan bagaimana cara agar produk dapat diminati serta dapat memenuhi keinginan konsumen. Harga yang diberikan kepada konsumen usaha ini telah memperhatikan keseuaian harga dengan kualitas. Kemudian memperhatikan bagaimana harga yang ditawarkan dengan pesaing dan pemberian diskon agar dapat menarik konsumen. Pemilihan tempat juga telah diperhatikan dengan letak strategis, kemudian untuk promosi menggunakan media sosial dan pertunjukan.
Analisis Titik Pas (Fitting Factor) Blus Pas Badan Menggunakan Sistem Pola Winifred Aldrich pada Bentuk Tubuh Wanita Pendek Kurus Verdani Halimka; Hapsari Kusumawardani; Agus Hery
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.971 KB) | DOI: 10.17977/UM068v1n5p329-343

Abstract

The Winifred Aldrich’s pattern system is a pattern that originally comes from Great Britain and most of the citizens have great-high body posture also equal with fat-high, whereas in Indonesia there are various body shapes which is of course the designation of the pattern system can be different. Based on this background, this study is going to research more how the analysis fitting factor in fit body blouse for women with short-thin body type using the pattern system of Winifred Aldrich. The research methodology of this study using descriptive method with quantitative approach. The objects of the research object are the bachelor students of fashion in State University of Malang who have short-thin body type. The research sample withdrawal uses the convenience sampling. The data collecting system of this study will use the observation in questionnaire form. The analysis that used by this study is the descriptive statistics. This study result will show the fitting factor of the body fit blouse that using the Winifred Aldrich’s pattern system for short-thin woman’s figure is two less appropriate positions and eleven appropriate positions. The less appropriate positions is on bust line and arm holes, the other is appropriate positions. The percentage of accuracy based on the each percent contribution is on bust line’s 3,21 percent, waist line’s 7,37 percent, hip line’s 6,73 percent, acroos back’s 6,73 percent, acroos front’s (chest) 5,77 percent, neck line’s 6,41 percent, shoulder’s 5,45 percent, arm hole’s 4,81 percent, dart’s 7,69 percent, back length’s 7,69 percent, front length’s 7,69 percent, hip length’s 7,37 percent, and cloth side length’s 7,37 percent. So when it is totaled, the percentage of the body fit blouse that using the Winifred Aldrich’s pattern system for short-thin woman’s figure is 84,29 percent that means it is correct. Sistem pola Winifred Aldrich merupakan sistem pola yang berasal dari Inggris dan kebanyakan orang Inggris memiliki postur tubuh tinggi besar atau setara dengan tinggi gemuk, sedangkan di Indonesia ada berbagai macam bentuk tubuh yang tentu saja peruntukan sistem polanya bisa berbeda-beda, sehingga peneliti ingin mengetahui bagaimana hasil analisis titik pas blus pas badan menggunakan sistem pola Winifred Aldrich pada bentuk tubuh wanita pendek kurus. Metode penelititan yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswi S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang yang memiliki bentuk tubuh pendek kurus, dengan teknik penarikan sampel penelitian berjenis convenience sampling. Teknik pengumpulan data dengan melakukan pengamatan hasil jadi blus pas badan pada keempat model penelitian oleh tiga panelis dengan mengisi lembar pengamatan berupa angket. Analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa titik pas blus pas badan menggunakan sistem pola Winifred Aldrich pada bentuk tubuh wanita pendek kurus adalah dua kedudukan kurang tepat dan sebelas kedudukan tepat. Kedudukan kurang tepat terdapat pada kedudukan lingkar badan dan kerung lengan, sisanya kedudukan tepat. Persentase ketepatan berdasarkan persen kontribusi masing-masing kedudukan adalah lingkar dada 3,21 persen, lingkar pinggang 7,37 persen, lingkar panggul 6,73 persen, lebar punggung 6,73 persen, lebar muka (dada atas) 5,77 persen, lingkar leher 6,41 persen, garis bahu 5,45 persen, kerung lengan 4,81 persen, kupnat 7,69 persen, panjang punggung 7,69 persen, garis tengah depan 7,69 persen, tinggi panggul 7,37 persen, dan garis sisi pakaian 7,37 persen. Sehingga jika dijumlahkan, didapat persentase ketepatan blus pas badan menggunakan sistem pola Winifred Aldrich pada bentuk tubuh wanita pendek kurus adalah 84,29 persen yang tergolong tepat.
Pengaruh Penggunaan Konsentrasi Ekstrak Daun Pegagan (Centella Asiatica L. Urban) Terhadap Sifat Fisik dan Kapasitas Antioksidan Mochi Ice Cream Yeri Ayu Safitri; Ummi Rohajatien; Laili Hidayati
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.587 KB) | DOI: 10.17977/UM068v1n5p344-350

Abstract

Pegagan leaf is a plant that is known and found by many people in Indonesia as a medicinal plant. Pegagan can also be used in food and beverage products, one of which is mochi ice cream. This study aims to determine the physical properties (color and breaking power) and antioxidant capacity of mochi ice cream by using the concentration of pegagan leaf extract, namely 20 percent, 30 percent, and 40 percent of the weight ratio of pegagan leaves and water volume. The experimental design in this study used a completely randomized design (CRD) with each concentration treatment carried out twice. The data obtained were analyzed using one-way ANOVA (Analysis of Variance) test. If there is a significant difference, the DMRT (Duncan's Multiple Range Test) is carried out. The results showed that the physical properties of mochi ice cream pegagan leaf extract at the highest brightness color level (L) were obtained from the concentration of pegagan leaf extract 20 percent. The highest level of greenish color (a-) was obtained from a concentration of 40 percent pegagan leaf extract. The highest level of yellowish color (b +) was obtained from a concentration of 20 percent pegagan leaf extract. The highest breaking power was obtained from a concentration of 20 percent pegagan leaf extract. The highest antioxidant capacity was obtained from a concentration of 40 percent pegagan leaf extract. Based on the results of the study stated that the use of pegagan leaf extract concentration affected the color, breaking power, and antioxidant capacity of mochi ice cream. Daun pegagan merupakan tanaman yang dikenal dan banyak dijumpai masyarakat di Indonesia sebagai tanaman obat. Pegagan juga dapat dimanfaatkan dalam produk makanan dan minuman, salah satunya adalah mochi ice cream. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik (warna dan daya putus) dan kapasitas antioksidan mochi ice cream dengan penggunaan konsentrasi ekstrak daun pegagan yaitu 20 persen, 30 persen, dan 40 persen dari perbandingan berat daun pegagan dan volume air. Rancangan percobaan dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan masing-masing perlakuan konsentrasi dilakukan dua kali pengulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji one-way ANOVA (Analysis of Variance). Jika terdapat perbedaan yang nyata maka dilakukan uji lanjut DMRT (Duncan’s Multiple Range Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisik mochi ice cream ekstrak daun pegagan pada tingkat warna kecerahan (L) tertinggi diperoleh dari konsentrasi ekstrak daun pegagan 20 persen. Tingkat warna kehijauan (a-) tertinggi diperoleh dari konsentrasi ekstrak daun pegagan 40 persen. Tingkat warna kekuningan (b+) tertingggi diperoleh dari konsentrasi ekstrak daun pegagan 20 persen. Daya putus tertinggi diperoleh dari konsentrasi ekstrak daun pegagan 20 persen. Kapasitas antioksidan tertinggi diperoleh dari konsentrasi ekstrak daun pegagan 40 persen. Berdasarkan hasil penelitian menyatakan bahwa penggunaan konsentrasi ekstrak daun pegagan berpengaruh terhadap warna, daya putus, dan kapasitas antioksidan mochi ice cream.
Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Preferensi Konsumen Batik Tulis Pesatenan Kabupaten Pati Tutik Nigsih; Hapsari Kusumawardani; Esin Sintawati
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.568 KB) | DOI: 10.17977/UM068v1n5p351-358

Abstract

The purpose of this study was to determine the factors that become the preferences or level of consumer preference for Pesantenan batik. Factors that influence consumer preferences can be seen from 3 aspects, namely consumer interests, product attributes, and customer satisfaction. This research uses descriptive research with a quantitative approach. Research respondents are consumers who buy and understand Pesantenan batik products with a sample of 68 respondents. The data collection technique was-carried out by distributing closed questionnaires to respondents and the data analysis used was percentage analysis. The test of the questionnaire instrument used was validity and reliability testing using SPSS for Windows. Research respondents are consumers who buy and understand Pesantenan batik products with a sample of 68 respondents. The results of the research preferences based on interests are influenced by primary needs (safety and comfort), whereas when viewed from product attributes, preferences are influenced by 3 factors, namely brand perception, brand loyalty, and the indicator of the color of Pesantenan batik. Preference-based on consumer satisfaction is influenced by price perceptions, price suitability with quality, and price comparisons. Based on the results of this study, it can be concluded that there are 6 factors of consumer preference in choosing Pesantenan written batik, namely based on primary needs (safety and comfort), brand perception, brand loyalty, batik color, price perception, price compatibility with quality and price comparison. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi preferensi atau tingkat kesukaan konsumen terhadap batik tulis Pesantenan. Faktor yang mempengaruhi preferensi konsumen dapat dilihat dari 3 aspek yaitu kepentingan konsumen, atribut produk, dan kepuasan konsumen. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Responden penelitian merupakan konsumen yang membeli dan memahami produk batik tulis Pesantenan dengan sampel penelitian sejumlah 68 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebar angket tertutup kepada responden dan analisis data yang digunakan adalah analisis persentase. Uji coba instrumen kuisioner yang digunakan adalah uji validitas dan reliabilitas dengan menggunakan SPSS for Windows. Hasil penelitian preferensi berdasarkan kepentingan dipengaruhi oleh kebutuhan primer (keamanan dan kenyamanan) sedangkan jika ditinjau dari atribut produk, preferensi dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu persepsi merek, loyalitas merek serta indikator warna batik tulis Pesantenan. Preferensi berdasarkan kepuasan konsumen dipengaruhi oleh persepsi harga, kesesuaian harga dengan kualitas dan perbandingan harga. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan terdapat 6 faktor preferensi konsumen dalam memilih batik tulis Pesantenan yaitu berdasarkan kebutuhan primer (keamanan dan kenyamanan), persepsi merek, loyalitas merek, warna batik, persepsi harga, kesesuaian harga dengan kualitas dan perbandingan harga.
Klasifikasi Jenis Perempuan Pekerja Rumahan di Kecamatan Blimbing Uswatun Hasanah; Agus Hery; Idah Hadijah
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.88 KB) | DOI: 10.17977/UM068v1n5p359-365

Abstract

The conduct of this study aims to classify and classify the types of work of women home-based workers according to what is done. This study used a purposive sampling method taken from women home-based workers in Blimbing District. The number of respondents consisted of 71 people. To find out the classification of home-based workers, researchers used a type of instrument in the form of open and closed questionnaires. The analysis of this research consists of four indicators, namely, respondent identity, job identification, family welfare, and social protection. Based on the results of the analysis, the recapitulation of the home-based workers respondents found that 21 people became self-employed workers, 20 people became intermediary workers, and 30 people became the putting-out system workers. The results of the data analysis found that 71.43 percent of the independent homeworkers show the criteria of being prosperous, 65 percent of the women intermediary homeworkers show the criteria are quite prosperous, 77 percent of the women homeworkers putting out the system show the criteria are quite prosperous. The results of data analysis on the social protection indicators show that 76.19 percent of the independent homeworkers show that the criteria are sufficiently protected, 45 percent of women intermediary homeworkers show the criteria are not protected, 63.33 percent of the women homeworkers putting out the system show the criteria are sufficiently protected. Diadakannya penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan serta mengklasifikasikan jenis pekerjaan perempuan pekerja rumahan sesuai dengan yang dikerjakan. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yang diambil dari perempuan pekerja rumahan di Kecamatan Blimbing. Jumlah responden terdiri dari 71 orang. Untuk mengetahui klasifikasi pekerja rumahan, peneliti menggunakan jenis instrument berbentuk kuisioner terbuka dan tertutup. Analisis penelitian ini terdiri dari empat indikator yaitu, identitas responden, identifikasi pekerjaan, kesejahteraan keluarga, dan perlindungan sosial. Berdasarkan hasil analisis, rekapitulasi responden pekerja rumahan diketahui 21 orang menjadi pekerja mandiri, 20 orang menjadi pekerja perantara, dan 30 orang menjadi pekerja putting out system. Hasil analisis data pada indikator kesejahteraan keluarga diketahui 71.43 persen pekerja rumahan mandiri menunjukkan kriteria sejahtera, 65 persen perempuan pekerja rumahan perantara menunjukkan kriteria cukup sejahtera, 77 persen perempuan pekerja rumahan putting out system menunjukkan kriteria cukup sejahtera. Hasil analisis data pada indikator perlindungan sosial diketahui 76.19 persen pekerja rumahan mandiri menunjukkan kriteria cukup terlindungi, 45 persen perempuan pekerja rumahan perantara menunjukkan kriteria tidak terlindungi, 63.33 persen perempuan pekerja rumahan putting out system menunjukkan kriteria cukup terlindungi.
Evaluasi Penggunaan Model Pembelajaran Mind Mapping pada Mata Kuliah Desain Ilustrasi Annisau Nafiah; Agus Hery; Hapsari Kusumawardani
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.868 KB) | DOI: 10.17977/UM068v1n5p366-371

Abstract

Mind mapping learning models are often used in adaptive and normative learning. In this study, the researcher will evaluate the implementation of the mind mapping learning model that is integrated into practical learning in the illustration design course. In the illustration design course, students emphasize making fashion design. The mind mapping learning model is implemented when students are looking for ideas or concept that will be used as inspiration making fashion design. The purpose of this study is to describe the application of the mind mapping learning model in the illustration design course. This research method uses quantitative descriptive using a sample of 95 students. Based on the research results, it shows that the mind mapping learning models are very helpful for students in determining ideas or themes as their source of inspiration. The mind mapping learning model can also improve student skills in making mood board and storyboard collages as a reference in fashion design cantering so as not to deviate from a predetermined theme. The conclusion that can be drawn from this research is that the mind mapping learning model can improve student's cognitive and psychomotor abilities in learning illustration design practice. Model pembelajaran mind mapping sering kali digunakan dalam pembelajaran adaptif dan normatif. Pada penelitian ini, peneliti akan mengevaluasi penerapan model pembelajaran mind mapping yang diintegrasikan ke dalam pembelajaran praktik pada mata kuliah desain ilustrasi. Pada mata kuliah desain ilustrasi, mahasiswa ditekankan pada pembuatan desain busana. Model pembelajaran mind mapping diimplementasikan ketika mahasiswa sedang mencari ide atau konsep yang akan dijadikan sebagai inspirasi dalam membuat desain busana tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan model pembelajaran mind mapping pada mata kuliah desain ilustrasi. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan sampel sebanyak 95 mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran mind mapping sangat membantu mahasiswa dalam menentukan ide atau tema sebagai sumber inspirasinya. Model pembelajaran mind mapping juga dapat meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam membuat moodboard dan storyboard sebagai acuan dalam pembuatan desain busana agar tidak menyimpang dari tema yang telah ditentukan. Simpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah model pembelajaran mind mapping dapat meningkatkan kemampuan kognitif dan psikomotorik mahasiswa dalam pembelajaran praktek desain ilustrasi.
Perkembangan Teknologi Perangkat Disipasi Energi: Studi Literatur Roro Sulaksitaningrum
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.525 KB) | DOI: 10.17977/UM068v1n5p372-384

Abstract

Conventional structures absorb earthquake energy by yielding or failure of building materials. Energy dissipation devices are gaining popularity due to their ability to reduce the vibration response of structures subjected to dynamic loads. In recent decades, the development of energy dissipation device technology has continued to develop through research and direct applications in various types of civil buildings. From its development, energy dissipation devices can be grouped into several categories, starting from simple passive energy dissipation devices, semi- active energy dissipation devices that can increase efficiency with an adaptive system that is able to regulate damping behavior in real time, active energy dissipation devices that can increasing device capacity and intelligence, until hybrid energy dissipation devices which can increase overall reliability and structural efficiency. Struktur konvensional menyerap energi gempa dengan mengalami yielding atau kegagalan (failure) pada material bangunan. Perangkat disipasi energi (energy dissipation devices) mendapatkan popularitasnya dikarenakan kemampuannya dalam mengurangi respons getaran struktur dari struktural yang menerima berbagai jenis beban dinamis. Dalam beberapa dekade ini, perkembangan teknologi perangkat disipasi energi terus berkembang melalui berbagai riset dan aplikasi langsung dalam berbagai jenis bangunan sipil. Dari perkembangannya, perangkat disipasi energi dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori yaitu mulai dari perangkat disipasi energi pasif yang sederhana, perangkat disipasi energi semi-aktif yang mampu meningkatkan efisiensi dengan adanya sistem adaptif yang mampu mengatur perilaku peredam secara real time, perangkat disipasi energi aktif yang dapat meningkatkan kapasitas serta kecerdasan perangkat, hingga perangkat disipasi energi hibrid dimana dapat meningkatkan reliabilitas secara keseluruhan serta efisiensi struktural.
Pengembangan Modul Manicure dan Nail Art untuk Siswa SMK Rizki Pradani
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.114 KB) | DOI: 10.17977/UM068v1n5p385-393

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1) pengembangan kelayakan modul sebagai penunjang pembelajaran, 2) mengetahui respon siswa terhadap penerapan modul dalam pembelajaran manicure dan nail art. Penelitian ini berjenis penelitian pengembangan, instrumen yang digunakan antara lain: 1) lembar validasi, 2) angket aktivitas siswa dan guru, 3) angket respon siswa. Hasil uji modul dapat dikonversikan, maka aktivitas siswa tersebut sangat baik. Hal tersebut menjelaskan bahwa pengelolaan pembelajaran dapat dikatakan atau dikategorikan sangat baik. Pada pertanyaan yang mempergunakan modul pembelajaran adalah hal baru dan yang mempergunakan modul ini lebih aktif dalam belajar penilaian respon siswa sebesar 98 persen terdapat. Hal ini menunjukkan pembelajaran menggunakan modul sangat baik dilaksanakan. Berdasarkan hasil analisis dan penelitian dapat disimpulkan: 1) penggunaan modul dalam proses pembelajaran didapatkan rata-rata penilaian observer 3,96 dengan persentase 93,33 persen, maka dapat dikategorikan baik, 2) respon siswa pada penggunaan modul dalam proses belajar mengajar dengan persentase 98 persen. Saran-saran dari penelitian ini adalah: 1) memperbanyak referensi dan gambar-gambar dari sumber yang lain, 2) melibatkan lebih banyak observer pada penelitian,sehingga dapat mencatata ekspresi respon siswa pada modul yang dikembangkan, 3) perlu melakukan penelitian sejenis karena kebutuhan di SMK terhadap modul pembelajaran yang sejenis sangat banyak, 4) untuk penelitian selanjutnya dapat menggunakan mata pelajaran yang didalamnya terdapat teori yang bisa dipraktekkan atau divisualisasikan.
Transfer Teknologi Line Robot Follower (LRF) Siswa Elbaith Rif’a Islamic Happy School Malang Anik Nur Handayani; Slamet Wibawanto; M. Rodhi Faiz
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.272 KB)

Abstract

Elbaith Rif’a Islamic Happy School Malang meyakini bahwa pada hakikatnya setiap anak memiliki beragam kecerdasan (multiple intelligences) yang menunggu untuk diungkap, digali, dilatih dan dikembangkan. Elbaith Rif’a Islamic Happy School Malang mengupayakan sebaik-baiknya dan menyediakan beragam kegiatan pembelajaran. Tujuannya adalah untuk mengembangkan kecerdasan majemuk yang ada pada anak didik. Sejalan dengan visi dan misi Universitas Negeri Malang sebagai rujukan dalam pengembangan ilmu pegetahuan dan teknologi untuk masyarakat Indonesia. Salah satau hal yang menarik dan dapat dikembangkan adalah Pelatihan Line Robot Follower untuk Siswa Elbaith Rif’a Islamic Happy School Malang. Kegiatan pelatihan robot dapat memberikan kesempatan belajar yang lebih dalam mengenai Robotika, keterampilan yang penting bagi anak-anak yang tumbuh dijaman teknologi ini. Diharapkan program Pengabdian pada Masyarakat yang diimplementasikan dapat mendukung proses pembelajaran yang menarik dan interaktif dengan menggunakan robot di Elbaith Rif’a Islamic Happy School Malang
Pengembangan Serious/Apllied Games di Bidang Sains Rawansyah Rawansyah; Agung Pramudhita; Yushintia Pramitarini
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.414 KB)

Abstract

Dalam proses belajar mengajar diperlukan berbagai macam sumber dan rujukan atau literatur yang dapat memberikan kemudahan terhadap guru dan siswa. Selain buku sebagai sumber utama tentu sangat diperlukan sumber-sumber lain. Secara umum pada proses pembelajaran IPA, guru hanya menuntun peserta didik nya untuk menghafalkan materi yang sedang diajarkan tanpa memberi ruang untuk siswa menggali lebih dalam pada pemikirannya sendiri ataupun bereksplorasi. Game sebagai salah satu media permainan yang berisi cakupan materi pembelajaran yang digunakan untuk mendidik mengarahkan siswa dalam proses pembelajaran yang menyenangkan. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian pengembangan model pembelajaran ini adalah pendekatan penelitian pengembangan (Research and Develovment). R&D adalah sebuah proses yang digunakan untuk mengembangkan produk pendidikan yang bisa dipertanggungjawabkan. Hasil pengembangan Serious game di bidang sains yang kami kembangkan layak digunakan terbukti dari hasil dari survey kepuasan siswa sebanyak 72 persen menyatakan baik sekali dan 16 persen menyatakan baik. Juga didukung dengan hasil survey kemudahan penggunakan dimana 67 persen siswa menyatakan mudah sekali dan 20 persen siswa menyatakan mudah.

Page 5 of 27 | Total Record : 261