cover
Contact Name
Fajar Husen
Contact Email
fajar@stikesbch.ac.id
Phone
+628985181934
Journal Mail Official
fajar@stikesbch.ac.id
Editorial Address
Jl. Pahlawan No.V/6, Tanjung, Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53144
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Bina Cipta Husada: Jurnal Kesehatan dan Science
ISSN : -     EISSN : 18584616     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
bidang kebidanan, keperawatan, kedokteran, farmasi, kesehatan masyarakat, gizi, teknologi laboratorium medik, farmasi dan rumpun ilmu bidang science (mikrobiologi, imunologi, fisiologi, biologi, biologi molekuler, parasitologi, dan toksikologi)
Articles 169 Documents
Karakteristik Individu Terhadap Resiliensi Tingkat Kesehatan Reproduksi Remaja Putri Yang Telah Menikah Di Gunungkidul Beby Yohana Okta Ayuningtyas
Jurnal Bina Cipta Husada Vol 16 No 2 (2020): Jurnal Bina Cipta Husada
Publisher : STIKes Bina Cipta Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.852 KB)

Abstract

Lebih dari 700 juta perempuan di seluruh dunia melakukan pernikahan dini. Kabupaten Gunungkidul memiliki kasus pernikahan dini terbanyak di Yogyakarta pada Tahun 2016 sejumlah 1.395 kasus. Banyak faktor negatif yang dapat muncul akibat pernikahan dini, oleh karena itu dibutuhkan resiliensi. Faktor yang mempengaruhi resiliensi perempuan yang telah menikah yaitu faktor karakteristik individu. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya pengaruh karakteristik individu terhadap resiliensi tingkat kesehatan reproduksi remaja putri yang telah menikah di Gunungkidul. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Pendekatan waktu dalam penelitian ini adalah cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 361 remaja putri yang telah menikah dan memiliki anak. Besar sampel ditentukan dengan rumus Slovin yaitu 79 sampel. Teknik pengambilan sampel yaitu Cluster Random Sampling. Uji statistik menggunakan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan umur berpengaruh terhadap resiliensi (ρ=0,049) sedangkan pendidikan, pekerjaan tidak berpengaruh (ρ=1,000, ρ=0,965, ρ= 0,874). Simpulan penelitian didapatkan umur berpengaruh terhadap resiliensi tingkat kesehatan reproduksi remaja putri yang telah menikah dan Pendidikan dan pekerjaan tidak berpengaruh terhadap resiliensi tingkat kesehatan reproduksi remaja putri yang telah menikah.
Respon Masyarakat Terhadap Pemanfaatan Jamban Dalam Program Katajaga Di Kecamatan Gunungpati Semarang Wiji Oktanasari
Jurnal Bina Cipta Husada Vol 16 No 2 (2020): Jurnal Bina Cipta Husada
Publisher : STIKes Bina Cipta Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.155 KB)

Abstract

Pada saat ini masih ada warga masyarakat yang memiliki perilaku buang air besar sembarangan dikarenakan kepemilikan jamban masih rendah. Hal ini sangat merugikan kondisi kesehatan masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor determinan dan respon masyarakat terhadap pemanfaatan jamban dalam program KATAJAGA (Kampung Total Jamban Keluarga) di Kecamatan Gunungpati Semarang. Desain penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini seluruh kepala keluarga yang mendapatkan bantuan jamban di Kecamatan Gunungpati berjumlah 1222 kepala keluarga. Sampelnya berjumlah 93 responden dengan teknik Proportionate Random Sampling. Pengambilan data diperoleh dengan cara memberi kuesioner dan wawancara pada responden. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat (Chi Square), dan multivariat (Regresi Logistik). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan akseptabilitas (χ=8,387; df=1; ρ=0,004<0,05) dan partisipasi (χ=6,918; df=2; ρ=0,031<0,05) terhadap pemanfaatan jamban. Namun, tidak ada hubungan swadaya (χ=0,867; df=2; ρ=0,648>0,05) terhadap pemanfaatan jamban dalam program KATAJAGA di Kecamatan Gunungpati Semarang. Manfaat penelitian bagi dinas kesehatan adalah sebagai bahan pertimbangan dalam rangka pengambilan keputusan kebijakan dan evaluasi perbaikan program jamban. Memberikan informasi tentang pentingnya jamban keluarga dari segi kesehatan dalam upaya menghentikan perilaku buang air besar sembarangan.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Tri Anasari; Ika Pantiawati
Jurnal Bina Cipta Husada Vol 16 No 2 (2020): Jurnal Bina Cipta Husada
Publisher : STIKes Bina Cipta Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.839 KB)

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dapat dilakukan diberbagai tatanan, yaitu tatanan tempat kerja, pelayanan kesehatan, tempat umum dan tatanan rumah tangga. PHBS tatanan rumah tangga yang dilaporkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota di Jawa Tengah tahun 2018 persentase rumah tangga yang dipantau sebesar 42,70%, menurun bila dibandingkan tahun 2017 yaitu 42,99%. Rumah tangga sehat yaitu rumah tangga yang mencapai strata sehat utama dan sehat paripurna tahun 2018 telah mencapai 77,98%. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan pendidikan, pengetahuan tentang penyakit menular dan sarana prasarana dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah kepala keluarga di Desa Gambarsari, Kecamatan Toyareka, Kabupaten Purbalingga. Sampelnya sebanyak 50 orang dan tehnik pengambilan sampelnya secara accidental sampling. Analisa univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa sebagian besar kepala keluarga mempunyai pendidikan rendah, pengetahuan tinggi, sarana prasaran baik dan perilaku hidup bersih dan sehatnya baik. Ada hubungan antara pendidikan, pengetahuan dan sarana prasaran dengan perilaku hidup bersih dan sehat dengan p-value = 0,042, 0,008 dan 0,018. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang signifikan antara pendidikan, pengetahuan dan sarana prasaran dengan perilaku hidup bersih dan sehat.
Implementasi Peraturan Bupati Cilacap Nomor 60 Tahun 2019 Tentang Penurunan Stunting Pada Kinerja Bidan Di Wilayah Cilacap Kota Uti Lestari; Anisa Sevi Oktaviani; Wiwit Desi Intarti
Jurnal Bina Cipta Husada Vol 16 No 2 (2020): Jurnal Bina Cipta Husada
Publisher : STIKes Bina Cipta Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.924 KB)

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi utama yang sedang dihadapi Indonesia. Berdasarkan dari Pemantauan Status Gizi (PSG) selama tiga tahun terakhir ini, balita pendek memiliki prevalensi tertinggi dibandingkan dengan masalah gizi lainnya seperti gizi kurang, kurus, bahkan gemuk. Data terakhir bulan April 2020 yang didapat dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap terkait perkembangan jumlah penderita stunting di Kabupaten Cilacap, wilayah Cilacap Kota menduduki 3 besar dengan jumlah balita stunting terbanyak terutama wilayah Cilacap Selatan. Subjek dan Metode: Penelitian ini menggunakan model penelitian kualitatif interaktif analisis kebijakan yang dilakukan di Wilayah Cilacap Kota. Teknik sampling yang digunakan adalah snowball sampling, dengan informan utama adalah stake holder dan satu Bidan Koordinator di wilayah Cilacap Kota. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis dokumen melalui kuesioner. Validitas data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber. Analisis data dalam penelitian ini meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil: Peraturan Bupati ini memberikan pengaruh yang terhadap pemahaman konsep stunting pada masyarakat wilayah Cilacap Kota. Faktor-faktor institusional, faktor sosial dan ekonomi juga mempengaruhi implementasi Peraturan Bupati Cilacap No. 60 Tahun 2019. Kesimpulan: Pelaksanaan Peraturan Bupati Cilacap No. 60 Tahun 2019 di wilayah Cilacap Kota sudah efektif. Sedangkan faktor yang dominan mempengaruhi efektivitas pelaksanaan peraturan adalah faktor komunikasi, faktor sosial dan ekonomi
Hubungan Faktor-Faktor Yang Relevan Pada Kondisi Kelelahan Ibu Rumah Tangga Yang Menyusui Bayi 0-12 Bulan Di Wilayah Kotatip Cilacap Naomi Parmila Hesti Savitri; Misrina Retnowati
Jurnal Bina Cipta Husada Vol 16 No 2 (2020): Jurnal Bina Cipta Husada
Publisher : STIKes Bina Cipta Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.296 KB)

Abstract

Rutinitas ibu rumah tangga setara dengan 14 jam sehari dan tujuh hari dalam seminggu. Rutinitas ibu rumah tangga ditambah dengan kondisi menyusui dapat menyebabkan kelelahan yang berakibat terjadi gangguan mental sehingga mempengaruhi ibu kesulitan dalam memberikan ASI dan cenderung mengalami leisure gap atau kesenjangan waktu luang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor yang relevan pada kondisi kelelahan ibu rumah tangga yang menyusui bayi 0-12 bulan. Metode penelitian adalah observasional analitik untuk menjelaskan hubungan faktor yang relevan terhadap kondisi kelelahan pada 33 ibu rumah tangga yang menyusui bayi 0-12 bulan di wilayah kotatip Cilacap yang dipilih menggunakan teknik area proportional random sampling. Analisa data dengan uji chi quadrat dan uji korelasi eta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh bermakna dari faktor aktivitas fisik (p<0,01), dan faktor kondisi lingkungan (p<0,01) terhadap kondisi kelelahan ibu. Sedangkan faktor kondisi fisik tidak bermakna mempengaruhi kondisi kelelelahan ibu (p>0,01). Hubungan yang kuat dalam mempengaruhi kondisi kelelahan ibu adalah aktivitas fisik dengan koefisien korelasi 0,671. Simpulan dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh bermakna dari faktor aktivitas fisik dan kondisi lingkungan terhadap kelelahan ibu. Terdapat hubungan yang kuat antara aktivitas fisik dengan kelelahan ibu rumah tangga yang menyusui bayi 0-12 bulan.
Studi Deskriptif Kematian Bayi Usia 0-11 Bulan Tri Budiarti; Dhiah Dwi Kusumawati
Jurnal Bina Cipta Husada Vol 16 No 2 (2020): Jurnal Bina Cipta Husada
Publisher : STIKes Bina Cipta Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.299 KB)

Abstract

Kematian Bayi Merupakan Kematian Yang Terjadi Pada Anak Di Tahun Pertama Kehidupan Dan Merupakan Indikator Keberhasilan Pembangunan Kesehatan Masyarakat. Lebih Dari Setengah Kematian Pada Bayi Merupakan Sesuatu Yang Dapat Dicegah. Kematian Bayi Disebabkan Faktor Risiko Yang Berhubungan dengan ibu, bayi, dan kehamilan. AKB di Kabupaten Cilacap masih dijumpai meskipun dengan angka yang mengalami penurunan berturut-turut yaitu 7 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2015, 6 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2016, 5 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2017. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran kematian bayi yang terjadi di RSUD Cilacap dari tahun 2016 sampai tahun 2018 yang meliputi jumlah kematian bayi, usia atau waktu kematian, jenis kelamin bayi, usia kelahiran atau gestasi, berat lahir, cara lahir, dan komplikasi yang menyertai bayi saat lahir. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif melalui pendekatan cross sectional dengan tipe desainnya yaitu penelitian survei analitik. Sampel yang digunakan dengan menggunakan teknik total sampling yang mana dibatasi dengan adanya kelengkapan dokumen rekam medik pasien sebagai data sekunder. Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah untuk mengetahui distribusi frekuensi dengan prosentase. Hasil penelitian menunjukkan jumlah kematian bayi usia 0-11 bulan di RSUD Cilacap tahun 2016-2018 sebanyak 170 kasus, seebagian besar bayi mengalami kematian saat neonatal 153 kasus (90%), sebagian besar bayi yang mengalami kematian berjenis kelamin laki-laki yaitu 107 kasus (62.9%) Sebagian besar bayi yang mengalami kematian merupakan bayi prematur atau kurang bulan sebesar 99 kasus (58.2%). Sebagian besar bayi yang mengalami kematian adalah bayi dengan BBLR yaitu 112 kasus (65.9%). Sebagian besar bayi mengalami kematian memiliki riwayat komplikasi yaitu 158 kasus (92.9%).
Hubungan Asfiksia Neonatorum Dengan Kematian Neonatal Dini Di RSUD Cilacap Tahun 2018 Dhiah Dwi Kusumawati; Tri Budiarti
Jurnal Bina Cipta Husada Vol 16 No 2 (2020): Jurnal Bina Cipta Husada
Publisher : STIKes Bina Cipta Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.372 KB)

Abstract

Angka kematian bayi terutama terjadi pada kematian neonatal atau bayi lahir mati atau meninggal pada bulan pertama dari kehidupannya. Angka kematian bayi (AKB) merupakan salah satu indikator penting dalam menentukan tingkat kesehatan masyarakat, baik pada tatanan provinsi maupun nasional. Pada tahun 2019 ditargetkan angka kematian bayi 24/1.000 kelahiran hidup. Jumlah kematian bayi di Kabupaten Cilacap sebanyak 143 terdiri dari 105 neonatal dan 38 post-neonatal dari 28.481 kelahiran hidup. Angka Kematian Bayi (AKB) sebesar 5 per 1000 kelahiran hidup. Asfiksia neonatorum merupakan suatu keadaan dimana bayi baru lahir gagal bernafas spontan dan teratur segera setelah lahir. Asfiksia neonatorum penyebab kematian dini pada neonatus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan hubungan asfiksia neonatorum dengan kematian neonatal dini di RSUD Cilacap tahun 2018. Penelitian ini menggunakan desain penelitian case control di RSUD Cilacap dengan sampel 51 kasus dan 51 kontrol. Sampel diambil dengan menggunakan purposive sampling. Data yang digunakan data sekunder yaitu catatan rekam medik. Instrumen penelitian adalah check list dengan uji analisis menggunakan chi square. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa p-value = 0,000<a = 0,05; yang menunjukkan ada hubugan antara Asfiksia Neonatorum dengan kematian neonatal dini. Nilai OR yang diperoleh yaitu 0,141 (95% CI= 0,055-0,360)
Hubungan Keaktifan Pemeriksaan ANC Dengan Sikap Ibu Dalam Merencanakan Tempat Bersalin Tanti Fitriyani
Jurnal Bina Cipta Husada Vol 16 No 2 (2020): Jurnal Bina Cipta Husada
Publisher : STIKes Bina Cipta Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.957 KB)

Abstract

AKI di Indonesia masih tinggi, salah satu penyebabnya adalah masih ditemukannya kasus-kasus rujukan persalinan di rumah yang kemungkinan tidak memenuhi standart kelayakan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan keatifan ibu dalam pemeriksaan ANC dengan sikap ibu dalam merencanakan tempat bersalin di wilayah kerja Puskesmas Tambak. Jenis penelitian adalah analitik dengan desain cross sectional. Populasinya adalah semua ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Tambak Mei-Juni 2019. Jumlah sampel adalah 86 orang dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisa dengan uji coefisien contigensi. Hasil penelitian rata-rata ibu hamil aktif melakukan pemeriksaan ANC sebesar 77,9% dan 58,1% ibu hamil memiliki sikap yang mendukung dalam merencanakan tempat bersalin. Berdasarkan uji coefisien contigensi didapatkan nilai 0,054 karena mendekati angka 0 berarti tidak ada hubungan antara tingkat keaktifan pemeriksaan ANC dengan sikap ibu dalam merencanakan tempat bersalin .Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat keaktifan pemeriksaan ANC dengan sikap ibu dalam merencanakan tempat bersalin. Dan upaya yang dapat dilakukan oleh petugas kesehatan diharapkan bidan lebih dapat menigkatkan kualitas pelayanan pemeriksaan ANC terutama penyuluhan kesehatan tentang pentingnya bersalin pada tenaga kesehatan ditempat yang memenuhi standart kelayakan
Dampak Penurunan Jumlah Kunjungan Kb Terhadap Ancaman Baby Boom Di Era Covid-19 Sugi Purwanti
Jurnal Bina Cipta Husada Vol 16 No 2 (2020): Jurnal Bina Cipta Husada
Publisher : STIKes Bina Cipta Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.125 KB)

Abstract

Permasalahan akibat adanya pandemi covid-19 di Indoensia salah satunya adalah masalah kependudukan. Kebijakan pemerintah untuk menerapkan social distancing, physcal distancing, work from home sebagai upaya pencegahan penularan covid-19, menyebabkan sulitnya akses akpseptor KB terhadap layanan KB. Penurunan Kunjungan KB berisko meningkatnya jumlah kehamilan yang dapat diprediksi dengan bertambahnya jumlah kelahiran sekitar 4 juta bayi pada awal 2021 (Baby Boom). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, status ekonomi, kesadaran dalam ber KB mandiri, persepsi pada tempat layanan terhadap variabel kunjungan KB. Metode penelitian ini adalah descriptive correlation dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang di sampaikan ke responden melalui aplikasi google form. Populasi dalam penelitian ini adalah semua akseptor di wilayah Purwokerto Utara. Tehnik pengambilan sampel menggunakan desain snow ball, sampai terkumpul sampel penelitian 111 responden selama periode bulan Juni 2020. Analisis bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji chi square. Hasil penelitian adalah ada hubungan antara pengetahuan terhadap kunjungan KB dengan ρ value 0.000, Ada hubungan status ekonomi terhadap kunjungan KB dengan ρ value 0.046. Ada hubungan antara kesadaran untuk berKB mandiri terhadap kunjungan KB dengan p value 0.033. Ada hubungan antara persepsi tempat pelayanan KB terhadap kunjungan KB dengan p value 0.024.
Studi Deskriptif Perilaku Bidan Dalam Penggunaan APD Saat Pertolongan Persalinan Selama Pandemi Covid-19 Artathi Eka Suryandari; Yuli Trisnawati
Jurnal Bina Cipta Husada Vol 16 No 2 (2020): Jurnal Bina Cipta Husada
Publisher : STIKes Bina Cipta Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.063 KB)

Abstract

POGI memberikan rekomendasi dalam penanganan persalinan selama masa pandemi Covid-19 harus dilakukan di fasilitas kesehatan (faskes) seperti puskesmas, bidan, dan rumah sakit dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) minimal sesuai level 2. Mulai bulan Mei di beberapa fasilitas kesehatan wilayah kabupaten Banyumas sudah menggunakan delivery chamber untuk mencegah penularan pada ibu, bayi, dan tenaga kesehatan. Hal ini karena 13,7% ibu hamil tanpa gejala bisa menunjukkan hasil positif Covid-19 dengan pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku bidan dalam penggunaan APD saat menolong persalinan selama pandemi Covid-19 dan mengetahui kendala-kendala dalam pelaksanaannya. Jenis penelitan ini adalah deskriptif, dengan teknik random sampling menggunakan kuesioner yang disebarkan melalui link google form mulai 10 April sampai dengan 10 Mei 2020. Populasi penelitan adalah bidan yang bekerja di fasilitas kesehatan wilayah kabupaten Banyumas, jumlah sampel penelitian ini adalah 56 responden. Hasil penelitian didapatkan bahwa mayoritas bidan mengenakan tutup kepala, pelindung mata, masker medis, handscoon, dan sepatu bot. Hanya 30,4% responden mengenakan hazmat pada saat pertolongan persalinan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah belum semua bidan menggunakan APD sesuai standar level 2 pada saat pertolongan persalinan selama masa pandemi Covid-19.

Page 2 of 17 | Total Record : 169