Pontianak Nutrition Journal (PNJ)
This journal has been published by Department of Nutrition, Poltekkes Kemenkes Pontianak. All articles with subject of Nutrition from national and international researchers are welcome to be submitted to this journal. All published articles were peer-reviewed by reputable reviewers. All published articles were published in Pontianak Nutrition Journal include results of original scientific research and case studies in the field of : clinical nutrition and dietetics community nutrition Maternal and Child Nutrition Food Service Management Food Science and Technology sports nutrition molecular nutrition nutritional biochemistry functional food
Articles
91 Documents
PEMANFAATAN FLIP CHART REMIND TERHADAP PENGETAHUAN DAN POLA KONSUMSI BUAH DAN SAYUR PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS PERUMNAS I PONTIANAK
Tiurma Selvia Purba;
Jurianto Gambir
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 1, No 2 (2018): September 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (265.305 KB)
|
DOI: 10.30602/pnj.v1i2.287
Hypertension is a medical condition marked increase in blood pressure beyond normal limits. Consumption of foods high in fiber and minerals (potassium, magnesium, and calcium) is useful for lowering blood pressure. Therefore, patients with hypertension are advised to diet Dash with one principle is to consume fruits and vegetables 4-5 servings/day. Good level of knowledge about the food which affect hypertension will facilitate changes in food consumption behavior of patients with hypertension. The media used is flip charts. The purpose of this study to examine the use of flip charts remind of knowledge and consumption patterns fruit and vegetable in patients with hypertension in the Puskesmas Perumnas I West Pontianak. This type of research is Pre-Experiment with one group pretest posttest design. The test used is the paired t-testest and Wilcoxon. The number of samples was 20 samples and the research was conducted in June 2018. The results showed that there were differences in knowledge before and after the intervention (p= 0,000), while the pattern of consumption of fruits and vegetables showed no differences before and after the intervention (p= 0.184). The difference in average knowledge before and after the intervention was 25.33, while the difference in the average value of the pattern of fruit and vegetable consumption before and after the intervention was 33.33. Suggestions in this study for respondents, they can get used to consuming fruits and vegetables everyday by participating in the program GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) which is held by health workers at the puskesmas and for further research in conducting research on knowledge and patterns of consumption fruits and vegetables, performed at least for 3 months.
HUBUNGAN AKTIFITAS FISIK DAN POLA MAKAN TERHADAP STATUS GIZI PADA REMAJA
Mellenia Dwiari Andya;
Sopiyandi Sopiyandi;
Didik Hariyadi;
dahliansyah dahliansyah
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 5, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (317.564 KB)
|
DOI: 10.30602/pnj.v5i2.1092
Remaja adalah orang muda yang berusia antara 10-19 tahun. Masa remaja merupakan masa peralihan yang mulai berpikir kritis, namun masih dipengaruhi oleh kondisi emosi yang masih labil. Remaja mulai mencari perhatian dalam lingkungannya sebagai upaya mendapatkan status dan peranan. Masalah gizi pada remaja muncul dikarenakan perilaku gizi yang salah, yaitu ketidakseimbangan antara konsumsi gizi dengan kecukupan gizi yang dianjurkan. Salah satu faktor determinan status gizi adalah faktor kebiasaan makan pada diri seseorang dan lingkungan sekitarnya.Tujuan penelitian ini untuk mengkaji beberapa hasil penelitian dan jurnal-jurnal dengan tema hubungan aktivitas fisik dan pola makan terhadap status gizi pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode literature review yang menekan pada ulasan rangkuman dan pemikiran penulis tentang beberapa sumber pustaka. Penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan aktivitas fisik dan pola makan terhadap status gizi pada remaja. Remaja diharapkan lebih memperhatikan lagi pola makan dan aktifitas fisik supaya tidak mempengaruhi status gizi.
Pengaruh Edukasi Gizi Dengan Media Buku Diary Terhadap Pengetahuan Dan Pola Konsumsi Sarapan Siswa Di SMP Kristen Maranatha Siantan
Nurul Rizqa;
Desi Desi;
suaebah suaebah
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 4, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (244.066 KB)
|
DOI: 10.30602/pnj.v4i1.707
Sarapan mempunyai peranan penting bagi remaja, yaitu untuk pemenuhan gizi di pagi hari. Tanpa sarapan yang cukup, otak akan sulit berkonstentrasi di sekolah. Remaja sering melewatkan waktu makan (terutama sarapan) dengan alasan sibuk. Hasil studi yang dilakukan pada remaja usia 13-16 tahun di Amerika Serikat dan Eropa pada tahun 1970 hingga 2004 di pedesaan dan perkotaan menunjukkan sebanyak 10-30% mempunyai kebiasaan tidak sarapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi dengan media buku diary terhadap pengetahuan sarapan, jumlah asupan sarapan dan jenis makanan sarapan di SMP Kristen Maranatha Siantan. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan pendekatan One Group Pre-Posttest Design. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji wilcoxon. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 69 sampel dan waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal April-Mei 2018. Hasil penelitian terhadap pengetahuan sarapan menunjukkan ada perbedaan nilai pengetahuan sarapan pada siswa-siswi SMP Kristen Maranatha sebelum dan sesudah edukasi gizi dengan media buku diary. Penelitian terhadap jenis sarapan menunjukkan tidak ada perbedaan jenis sarapan pada siswa-siswi SMP Kristen Maranatha sebelum dan sesudah edukasi gizi dengan media buku diary. Penelitian terhadap asupan energi sarapan menunjukkan tidak ada perbedaan asupan energi pada siswa-siswi SMP Kristen Maranatha sebelum dan sesudah edukasi gizi dengan media buku diary
ASUHAN GIZI PADA PASIEN SPACE OCCUPYING LESSION DI RS PON JAKARTA
Islamiati Putri;
Khoirul Anwar;
Masruroh Mastin
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 5, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (507.869 KB)
|
DOI: 10.30602/pnj.v5i1.962
Space occupying lesion merupakan desakan ruang yang diakibatkan peningkatan volume di dalam ruang intrakranial. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses asuhan gizi terstandar pada pasien diagnosis medis Observasi General Seizure Susp. Space Occupying Lession (SOL IK) , ec Susp. Massa Paru. Â Pasien mengalami perubahan berat badan (17% dalam 3 bulan terakhir) karena kurangnya nafsu makan serta mengalami gangguan menelan sehingga asuhan gizi diperlukan untuk menurunkan resiko refeeding syndrome dan malnutrisi lebih lanjut. Metode penelitian ini yaitu observasional dengan desain studi kasus. Metode pengumpulan data berupa observasi data rekam medik dan wawancara kemudian data diolah menggunakan Microsoft Excel tahun 2016. Diberikan diet Refeeding Syndrome I melalui Nasogastric Tube serta dilakukan monitoring dan evaluasi selama 3 (tiga) hari. Hasil intervensi pasien selama 3 (tiga) hari pada fisik/klinis terus mengalami perbaikan, asupan pasien sudah sesuai dengan kebutuhan, meningkat secara bertahap karena pemberian diet yang diberikan sesuai dengan kondisi dan terapi yang diterima pasien.
PENGARUH MEDIA KALENDER TERHADAP PENGETAHUAN DAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE PADA PENJAMAH MAKANAN
Nurul Aulia;
Widyana Laksmi Puspita;
Ayu Rafiony
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 3, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (264.433 KB)
|
DOI: 10.30602/pnj.v3i1.626
Personal hygiene merupakan perilaku bersih, aman dan sehat untuk mencegah kontaminasi pada makanan. Pengetahuan, sikap dan perilaku hygiene perorangan sangat penting di dalam penyelenggaraan makanan. Salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan penjamah makanan tentang personal hygiene adalah dengan memberikan informasi menggunakan media kalender. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media kalender terhadap pengetahuan dan perilaku personal hygiene pada penjamah makanan di instalasi gizi RSUD dr. Achmad Diponegoro. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimen dengan desain one group pretest – posttest. Sampel penelitian 12 orang penjamah makanan di Instalasi Gizi RSUD dokter Achmad Diponegoro. Pengumpulan data melalui lembar soal dan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan uji paired sample t test dan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi media kalender (p=0,001), ada perbedaan perilaku sebelum dan sesudah intervensi media kalender (p=0,016). Simpulan penelitian ada pengaruh media kalender terhadap pengetahuan dan perilaku personal hygiene pada penjamah makanan.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DALAM PRAKTEK PEMBERIAN ASI SAMPAI ANAK BERUMUR DUA TAHUN DI UPK PUSKESMAS KAMPUNG DALAM KECAMATAN PONTIANAK TIMUR
Mega Nurmayanti;
Suaebah Suaebah
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 1, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (266.592 KB)
|
DOI: 10.30602/pnj.v1i1.278
In 2010 Coverage of infants aged 0-6 months received exclusive breastfeeding in West Kalimantan only 11.93% while the target was 65% (DHO Prov. Kalbar, 2011) and in 2010 the coverage exclusive breastfeeding in Pontianak at 22.82 % (health Prov. Kalbar, 2011). Based on traffic data in infants aged 0-6 months at Kampung Dalam subdistrict health center UPK East Pontianak in 2012, of 705 infants aged 0-6 months babies only 207 (29.36%) were breastfed exclusively. From the data above, shows the low level of breastfeeding by the mother to her baby. This is due to many factors related to the practice of breastfeeding to their children. This study aims to determine the factors related to the practice of breastfeeding until the child is two years old at Kampung Dalam subdistrict health center UPK East Pontianak. This type of research is observational method used is survey with cross sectional approach. The number of samples examined 80 samples with research time 4 to 11 July 2013. The primary data obtained directly from the respondent by interview using questionnaires while the secondary data obtained from authorized personnel at Kampung Dalam subdistrict health center UPK East Pontianak. Data analysis was performed through univariate and bivariate analyzes were accompanied by a significance test with a confidence level of 95%. Processing data using a computer program with Chi-Square test. The result showed that there was a significant association between knowledge and practice of breastfeeding until the child is two years old at Kampung Dalam subdistrict health center UPK East Pontianak. There is no significant relationship between maternal employment, previous breastfeeding experience and condition of the breast at Kampung Dalam subdistrict health center UPK East Pontianak. Local health authorities are advised to provide information / education by using media to more effectively about breastfeeding, especially the practice of breastfeeding until the child is two years old.
ASUPAN PROTEIN, KADAR HB DAN VO2MAKS PADA ATLET SEPAKBOLA DI KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA
yanita listianasari;
Nur Hidayat;
Waluyo Waluyo
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 5, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (257.801 KB)
|
DOI: 10.30602/pnj.v5i1.919
Asupan gizi yang terkait dengan olahraga diperlukan untuk mempertahankan kebugaran dan meningkatkan prestasi atlet. Banyak atlet PS Kalasan Sleman yang kurang disiplin tentang makan, misalnya tidak makan sebelum berlatih di lapangan, sehingga menjadi lemas, cepat lelah dan akan berpengaruh terhadap performance. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan asupan Protein dengan Kadar Hb dan VO2Maks pada atlet sepakbola. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional. Subjek dalam penelitian ini adalah semua atlet sepakbola PS Kalasan Sleman yang berjumlah 37 orang. Pengumpulan data diperoleh dari recall 24 jam untuk mengetahui asupan protein, pengukuran kadar Hb dengan metode cyanmethemoglobin dan pengukuran VO2Maks dengan metode tes lari multitahap. Data diolah dan dianalisis secara deskriptif analitik menggunakan uji korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara asupan protein dengan kadar Hb (p=0,105). Tidak ada hubungan yang bermakna antara kadar Hb dengan VO2Maks (p=0,071).Kata Kunci: Atlet, Asupan Protein, Kadar Hb, VO2Maks
PENGARUH PEMBERIAN PISANG LAMPUNG (Musa Acuminata) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH SISTOLIK PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI
Sarah Sri Saprila
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 2, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (232.534 KB)
|
DOI: 10.30602/pnj.v2i2.482
Hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang merupakan yang merupakan penyebab utama kematian seluruh dunia. Hipertensi berkaitan dengan pola makan tinggi natrium dan rendah kalium. Buah pisang lampung merupakan makanan yang tinggi kalium yang mempunyai efek untuk menurunkan tekanan darah. Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian pisang lampung (Musa Acuminata) terhadap penurunan tekanan darah sistolik pada penderita hipertensi lansia. Metode Penelitian ini quasi eksperimen dengan desain non-equivalent control grup pretest. Terdiri dari kelompok perlakuan dan kontrol, jumlah subjek masing-masing kelompok 15 orang. Kelompok perlakuan mendapat buah pisang lampung sebanyak 150 gr yang mengandung 537 mg kalium selama 7 hari. Asupan natrium, kalium, kalsium dan magnesium selama penelitian diamati dengan menggunakan metode food recall 1 x 24 jam. Uji normalitas menggunakan Shapiro Wilk dan analisis statistik menggunakan uji Paired t- test dan Independent t- test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian buah pisang lampung dapat menurunkan tekanan darah sistolik pada kelompok perlakuan (p < 0,05). Kesimpulan pemberian pisang lampung dengan dosis 150 gr dengan kandungan 537 mg setiap hari selama tujuh hari berturut-turut berpengaruh secara bermakna terhadap penurunan tekanan darah sistolik pada hipertensi ringan.
PERBANDINGAN DAYA TERIMA MAKANAN SERTA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PADA SISTEM PENYELENGGARAAN MAKANAN SWAKELOLA DAN OUTSOURCING
Ilham Sunarya;
Widyana Lakshmi Puspita
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 1, No 2 (2018): September 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (253.482 KB)
|
DOI: 10.30602/pnj.v1i2.292
Power of acceptance is the ability of a person to spend the food served according to his needs. To maintain good health and to perform its functions properly, the human body needs nutrients including the energy needs of food. In an effort to improve the health of patients, attention to the improvement of food and nutrition services by the institution to the patient is a matter to note. This study aims to determine the ratio of food acceptance as well as the factors that affect the system of self-managed food and outsourcing. This research is Quantitative research with cross sectional approach. The population of this study were all 3rd grade patients at RSUD Sultan Syarif Mohamad Alqadri Pontianak and RSUD dr Agoesdjam Ketapang which amounted to 100 people. The data collected in the form of primary data and secondary data. The analysis used is Chi-Square and T-Test. The results showed that both hospitals received food in good category under <20% but in Hospital with better self-managed feeding system, rather than the system of feeding oursourcing is dikarnakan on food outsourcing organizing system is not monitored from manufacture to to distribution. It is suggested that Sultan Syarif Mohamad Alqadri Hospital Pontianak to evaluate food remnants for 3 months regularly and thoroughly in all patients, and in ketapang hospital to add cooking power
HUBUNGAN KETERSEDIAAN BAHAN PANGAN, PRAKTIK PEMBERIAN MAKANAN, HYGIENE SANITASI LINGKUNGAN DAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP STUNTING
Didik Hariyadi;
Martinus Ginting;
Rezza Dewintha;
Dahliansyah Dahliansyah
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 6, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (290.615 KB)
|
DOI: 10.30602/pnj.v6i1.1144
Sambas merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat memiliki berbagai masalah kesehatan, salah satunya terjadinya stunting pada balita. Penyebab stunting menurut hasil evaluasi program Kemeterian Kesehatan adalah praktek pengasuhan yang kurang baik, masih terbatasnya layanan kesehatan termasuk layanan ANC-Ante Natal Care (pelayanan kesehatan untuk ibu selama masa kehamilan) Post Natal Care dan pembelajaran dini yang berkualitas, masih kurangnya akses rumah tangga/keluarga ke makanan bergizi, dan kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi. Tujuan penelitian mengetahui hubungan ketersediaan bahan pangan, praktik pemberian makanan, hygiene sanitasi lingkungan dan asi eksklusif terhadap kejadian stunting di wilayah perbatasan dan kepulauan kabupaten sambas. Metode penelitian studi case control, populasi adalah balita usia 24-59 bulan dan sampel sebanyak 200 orang. Lokasi penelitian di kabupaten Sambas. Hasil penelitian tidak ada hubungan yang bermakna (p≥0,05) antara IMD dengan kejadian stunting di wilayah dataran tinggi, sedangkan wilayah pesisir terdapat hubungan yang bermakna (p≤0,05). tidak ada hubungan yang bermakna (p≥0,05) antara praktik pemberian ASI dengan kejadian stunting baik di wilayah dataran tinggi maupun di wilayah pesisir. tidak ada hubungan yang bermakna (p≥0,05) antara praktik pemberian makan dengan kejadian stunting baik di wilayah dataran tinggi maupun di wilayah pesisir. Kesimpulan Tidak ada hubungan antara IMD, ASI ekskluif dan Praktik Pemberian makanan dengan kejadian stunting baik di wilayah dataran tinggi maupun di wilayah pesisir.