cover
Contact Name
Husna Muizzati Shabrina
Contact Email
husna.muizzati@upnyk.ac.id
Phone
+6285795102288
Journal Mail Official
satubumi@upnyk.ac.id
Editorial Address
Jl. Padjajaran (SWK 104) Condongcatur, Sleman, DIY
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATUBUMI
ISSN : -     EISSN : 29864062     DOI : -
Core Subject : Social,
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATUBUMI menerima artikel yang berfokus pada : 1. Pengelolaan lingkungan Migas, Panas Bumi, dan Pertambangan 2. Pengelolaan Limbah 3. Energi Baru dan Terbarukan 4. Pengembangan Wilayah 5. Sistem Manajemen Lingkungan Wilayah 6. Pengelolaan Daur Hidup (LCA) 7. Manajemen Kebencanaan
Articles 249 Documents
Kajian Kerentanan Air Bawah Tanah Terhadap Potensi Pencemaran Limbah Cair Industri Tahu di?Desa Ngestiharjo Kecamatan?Kasihan Kabupaten Bantul Arham Aminush Shidqi; Ika Wahyuning Widiarti; Andi Renata Ade Yudono
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan SATU BUMI Vol 3, No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu Bumi) Ke-III
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1241.688 KB) | DOI: 10.31315/psb.v3i1.6259

Abstract

Seluruh kegiatan manusia akan menghasilkan entropi seperti halnya industri tahu di Desa Ngestiharjo yangmenghasilkan limbah padat dan cair yang dapat meningkatkan risiko pencemaran air bawah tanah akibatinfiltrasi limbah yang dibuang ke lingkungan. Perlindungan sumber daya air bawah tanah menjadi pentingmengingat ketergantungan masyarakat Desa Ngestiharjo sebagai salah satu sentra industri tahu di KabupatenBantul dengan populasi penduduk yang padat. Pembuatan zonasi kerentanan air bawah tanah sebagai bentukusaha untuk melindungi sumber daya air dari potensi pencemaran. Penelitian ini bertujuan untuk untukmenganalisis kerentanan air bawah tanah secara potensial dan aktual terhadap potensi pencemaran limbahindustri tahu. Penelitian ini menggunakan metode modifikasi DRASTIC dengan parameter kedalaman muka airbawah tanah, infiltrasi, akuifer, tanah, topografi, zona tak jenuh, konduktivitas hidrolik dan penggunaan lahan.Hasil analisis kerentanan air bawah tanah potensial menghasilkan satu tingkat klasifikasi yaitu tinggi.Kerentanan air bawah tanah aktual diklasifikasikan menjadi sedang dan tinggi yang dipengaruhi faktorpenggunaan lahan yang mempertimbangkan kepadatan penduduk dan lokasi industri. Kerentanan tinggiditemukan pada daerah dengan permukiman yang dekat dengan industri tahu. Kerentanan sedang didapat padadaerah permukiman, sawah dan kebun. Faktor penggunaan lahan mempengaruhi tingkat kerentanan sehinggadidapati perubahan tingkat kerentanan pada kerentanan air bawah tanah potensial menjadi aktual.Kata Kunci: Kerentanan air bawah tanah; industri tahu; DRASTIC
Analisis Kemampuan Lahan Kawasan Permukiman Daerah Rawan Longsor di Padukuhan Gedang, Kalurahan Sambirejo, Kapanewon Prambanan Sleman Salma Rosikhatul Muniroh; Eko Teguh Paripurno; Aditya Pandu Wicaksono
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 4, No 1 (2022): Vol 4, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.228 KB) | DOI: 10.31315/psb.v4i1.8883

Abstract

Penelitian ini didasarkan oleh isu lingkungan daerah rawan bencana longsor di Kapanewon Prambanan dan informasi dalam RTRW Kabupaten Sleman 2011-2031 yang berdampak terhadap pengembangan kawasan permukiman pada beberapa tahun mendatang. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis kemampuan lahan di Padukuhan Gedang, Sambirejo, Prambanan, DIY. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kemampuan lahan kawasan permukiman. Metode yang digunakan adalah pengharkatan dan pembobotan serta analisis deskriptif kuantitatif dengan parameter yang digunakan sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 20 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknik Analisis Faktor Fisik dan Lingkungan, Ekonomi serta Sosial Budaya dalam Penyusunan Tata Ruang. Analisis kemampuan lahan meliputi Satuan Kemampuan Lahan morfologi, kemudahan dikerjakan, kestabilan lereng, kestabilan pondasi, ketersediaan air, drainase, erosi, pembuangan limbah, dan bencana alam. Hasil penelitian menunjukan terdapat kelas kemampuan lahan dengan hasil klasifikasi kemampuan lahan diantaranya, kemampuan lahan sedang, dan kemampuan lahan agak tinggi. Analisis kemampuan lahan tersebut diperkuat dengan adanya data perhitungan Faktor Keamanan lereng dan erosi aktual di daerah penelitian. Nilai FK yang didapatkan yaitu sebesar 0,486 yang termasuk kategori tidak stabil pada lereng selatan dan 1,845 yang termasuk kategori stabil pada lereng utara. Erosi aktual yang telah diukur mendapatkan hasil sebesar 2.306,25 t/ha, 2.164 t/ha, dan 9.862,12 t/ha.Kata Kunci: Kemampuan Lahan; Longsor; Pengembangan Kawasan; Permukiman
Pengelolaan Gerakan Massa Tanah di Dusun Kaliwuluh, Desa Jurangjero, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta Annisa Aulia Ramadhani Nugroho; Suharwanto Suharwanto; Dian Hudawan Santoso
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan SATU BUMI Vol 2, No 1 (2020): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu Bumi) Ke-II
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1113.669 KB) | DOI: 10.31315/psb.v2i1.4463

Abstract

Gerakan massa tanah yang terjadi pada tanggal 28 November 2017 di Dusun Kaliwuluh, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunugkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta dipicu dengan hujan intensitas tinggi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat kestabilan lereng berdasarkan nilai faktor keamanan lereng yang telah mengalami gerakan massa tanah dan membuat teknik rekayasa gerakan massa tanah di daerah penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei dan pemetaan untuk komponen lingkungan, metode purposive sampling untuk pengambilan sampel tanah, dan metode deskriptif dan kuantitatif untuk melakukan analisis. Survei dilakukan untuk mengetahui kondisi eksisting setelah terjadi gerakan massa tanah. Hasil uji laboratorium dianalisis secara kuantitatif untuk mengatahui nilai faktor kemanan dengan metode janbu yang disederhanakan.Perhitungan nilai faktor keamaan yang dihasilkan sebesar 1,559 yang termasuk kedalam klasifikasi lereng stabil. Pengelolaan gerakan massa tanah dilakukan pada lereng yang telah mengalami gerakan massa tanah untuk mengurangi potensi terjadinya gerakan massa tanah kembali sehingga lahan lokasi gerakan massa tanah dapat dimanfaatkan oleh warga di sekitar daerah penelitian. Pengelolaan kereng dilakukan dengan cara pendekatan rekayasa/teknik yaitu dengan pembuatan teras, pembuatan saluran drainase secara vertikal dan horizontal, revegetasi lahan dengan pohon jati dengan kombinasi rumput akar wangi. Penambahan material lempung pada rekahan tanah digunakan untuk menghambat laju infiltrasi dan penggunaan pipa penyalir pada lereng.Kata kunci : Gerakan Massa Tanah, Nilai Faktor Keamanan, Kestabilan Lereng, Metode Janbu yang disederhanakan, Pengelolaan Lereng 
Evaluasi Kesesuaian Lahan Bekas Tambang Kerikil Berpasir Alami (sirtu) di Desa Panggang, Kec. Kemalang, Kab. Klaten, Jawa Tengah Elga MBM da Costa; Herwin Lukito; Johan Danu Prasetya
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 4, No 1 (2022): Vol 4, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.443 KB) | DOI: 10.31315/psb.v4i1.9488

Abstract

Desa Panggang, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah terletak pada kaki lereng Gunung Api Merapi sehingga membuat daerah ini memiliki kekayaan alam berupa pasir dan batu yang melimpah akibat sisa erupsi Gunung Api Merapi yang tertimbun. Potensi sumber daya alam yang melimpah ini menjadikan Desa Panggang menjadi salah satu desa dengan aktivitas penambangan yang tinggi. Kegiatan penambangan yang dilakukan pada lokasi penelitian berdampak pada perubahan kualitas lahan pasca proses penambangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian lahan tanaman sengon berdasarkan evaluasi kesesuaian lahan. Metode yang digunakan adalah (1) survei dan pemetaan, (2) purposive sampling, (3) analisis laboratorium dan deskriptif, (4) weight factor matching. Parameter dalam evaluasi diantaranya temperatur (Tc), ketersediaan air (Wa), ketersediaan oksigen (Oa), media perakaran (Rc), retensi hara (Nr), hara tersedia (Na), bahaya erosi (Eh), bahaya banjir/genangan (Fh) dan penyiapan lahan (Lp). Hasil evaluasi kesesuaian lahan didapatkan 5 parameter yang sesuai yaitu temperatur, ketersediaan oksigen, retensi hara, hara tersedia serta bahaya banjir/genangan dan didapatkan 4 kelas kesesuaian lahan N atau tidak sesuai yaitu N(Wa), N(WaRc), N(WaRcLp) dan N(WaRcEh) dengan faktor pembatas ketersediaan air, media perakaran , penyiapan lahan dan bahaya erosi.Kata Kunci: Kesesuaian Lahan, Lahan, Pasca Tambang, Penambangan, Sengon
Tingkat Kerawanan Bencana Banjir Pada DAS Celeng di Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Irfan Yusuf Bachtiar; Aditya Pandu Wicaksono; Andi Renata Ade Yudono
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan SATU BUMI Vol 3, No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu Bumi) Ke-III
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1555.739 KB) | DOI: 10.31315/psb.v3i1.6275

Abstract

Bencana Banjir daerah ini memiliki luasan banjir yang terdampak adalah hampir satu Kecamatan Imogiri.Bencana banjir sering terjadi di daerah tersebut dan dapat menimbulkan kerugian baik harta benda maupunkorban jiwa. Peristiwa banjir terjadi pada tahun 2019 yang menggenangi pemukiman, lahan persawahan,perkebunan, dan ladang milik masyarakat sekitar. Metode Penelitian yang digunakan metode Scoring danpembobotan. Parameter yang digunakan dalam melakukan pembobotan adalah intensitas hujan, penggunaanlahan, akumulasi aliran, kemiringan lereng, dan ketinggian daerah. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa daerahpenelitian dapat diklasifikasikan dalam 3 zona kerawanan banjir adalah zona tingkat kerawanan sangat tinggiadalah 182,636 hektar, zona tingkat kerawanan tinggi dengan luasan 788,950 hektar, dan zona tingkat kerawanansedang adalah 1542,341 hektar.Kata Kunci: Analisis Spasial; Biopori; DAS Celeng; Kerawanan Banjir; Kolam Retensi
Pengembangan Model Desain Rumah Bantuan bagi Keluarga Terdampak Bencana Angin Siklon di Indonesia Dyah Nunki Yalesrie; Yohana Noradika Maharani; Johan Danu Prasetya; Tedy Agung Cahyadi
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 4, No 1 (2022): Vol 4, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.478 KB) | DOI: 10.31315/psb.v4i1.8904

Abstract

Siklon tropis merupakan bencana yang belum dikenal dalam Database Informasi Bencana Indonesia (DIBI). Ketika siklon tropis Seroja menghantam wilayah Nusa Tenggara Timur 4 April 2021, secara tidak langsung telah menyebabkan ratusan korban meninggal dan puluhan ribu rumah serta bangunan lainnya rusak berat. Saat ini di Indonesia belum ada standar rumah dan bangunan yang tahan terhadap kecepatan angin siklon. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan desain rumah yang dapat dijadikan model bagi aktor kebencanaan bidang perumahan dalam menyediakan hunian ramah angin di wilayah terdampak maupun rawan bencana angin siklon. Model desain dikembangkan berdasarkan panduan, rekomendasi, dan preseden dari negara lain yang kemudian disesuaikan dengan konteks Indonesia. Model “Rumah Inti” dirasa lebih sesuai dengan konteks Indonesia daripada model rumah semi permanen yang menggunakan dinding batu setengah tinggi dan papan kayu di bagian atasnya. Dengan model Rumah Inti, struktur bangunan ramah gempa dapat dipersiapkan terlebih dahulu. Hal ini juga berguna bagi keluarga penerima bantuan ketika akan merenovasi atau mengembangkan rumahnya di masa yang akan datang.Kata Kunci: Angin Siklon; Rumah Bantuan; Rumah Inti; Konstruksi; Model Desain
Pengaruh Karakteristik Limbah Cair Tahu Terhadap Kualitas Air Sungai Di Desa Siraman, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, DIY Dimas Aulia Fadli; Ayu Utami; Andi Renata Ade Yudono
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan SATU BUMI Vol 3, No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu Bumi) Ke-III
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.38 KB) | DOI: 10.31315/psb.v3i1.6243

Abstract

Pembangunan industri tahu skala mikro yang kian tumbuh di Indonesia memiliki dampak positif bagi sektorperekonomian, khususnya bagi masyarakat menengah kebawah, disisi lain kegiatan industri tahu juga memilikidampak negatif berupa limbah cair tahu yang dihasilkan dialirkan langsung ke sungai. Penelitian ini bertujuanuntuk mengidentifikasi karakteristik limbah cair tahu dan air sungai, serta mengetahui status mutu air sungai akibatlimbah cair tahu di Desa Siraman, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Penelitian ini dilakukandengan metode survei lapangan. Data penelitian yang diperoleh berasal dari pengambilan sampel menggunakanmetode Purposive Sampling dengan mengambil sampel air sungai sebanyak 4 titik pada air sungai dan 1 titik padaoutlet limbah, serta mengidentifikasi status mutu air dengan menggunakan metode indeks pencemaran. Hasilpengambilan sampel limbah cair tahu didapati bahwa hanya parameter TDS yang telah sesuai dengan standarbaku mutu dan pada sampel air sungai didapati bahwa hanya pada parameter pH yang memenuhi standar bakumutu. Nilai indeks pencemaran yang didapat berkisar 1,6605 mg/L – 9,7086 mg/L (tercemar ringan – sedang).Perhitungan standar stream yang didapat bahwa nilai konsentrasi campuran pada parameter BOD dan COD tidaksesuai dengan standar baku mutu dengan nilai berturut-turut yaitu 18,6288 dan 43,8198. Hasil riset ini diharapkandapat menjadi sumber informasi penelitian lebih lanjut dalam penentuan pembuatan unit instalasi pengolahanlimbah cair tahu.Kata Kunci: Air Sungai; Indeks Pencemaran; Industri Tahu; Karakteristik Limbah Cair Tahu; Limbah Cair Tahu
Mitigasi Bencana Masyarakat Pesisir Melalui Konservasi Mangrove di Kabupaten Langkat Sumatera Utara A. Hadian Pratama Hamzah; Sutrisno Anggoro; Sri Puryono
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan SATU BUMI Vol 2, No 1 (2020): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu Bumi) Ke-II
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.697 KB) | DOI: 10.31315/psb.v2i1.4439

Abstract

Mangrove memiliki beragam peran dalam wilayah pesisir, selain memiliki fungsi ekosistem mangrove juga memiliki peran dalam proses mempertahakan wilayah pesisir dari beragam bencana alam serta memiliki nilai ekonomi dan sosial dari keberadannya. Selain berfungsi sebagai wilayah perawatan ikan dan penyedia layanan ekosistem mangrove juga memiliki peran sebagai pengatur yakni menjaga ketahanan pantai dari ombak. Fungsi mangrove sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana yang terjadi di wilayah pesisir selama dua dekade terakhir. Kabupaten Langkat sebagai daerah pesisir merupakan wilayah rawan akan bencana diwilayah pesisir bergantung dari keberadaan tumbuhan penahan, mangrove memiliki peran sebagai penjaga wilayah pesisir dari masuknya air laut dan gelombang besar. Hal ini disebabkan karena sistem perakaran mangrove yang kuat dan memiliki struktur pengikat tanah yang baik. Akan tetapi saat ini kondisi kawasan mangrove di Kabupaten Langkat mengalami penurunan luasan lahan akibat berbagai peruntukan, Langkat berkontribusi sebesar 52% terhadap mangrove di Sumatera Utara. Dengan berkuruangnya jumlah luasan mangrove bepengaruh terhadap kondisi mitigasi bencana di pesisir langkat, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model struktur tanaman mangrove sebagai pemecah gelombang. Adapun metode yang digunakan adalah studi literatur dan observasi lapangan, adapun penelitian ini memperoleh hasil bahwa bentuk dan model formasi mangrove memberi gambaran tentang fungsi mangrove sebagai penahan ombak dan pemecah gelombang pada wilayah pesisir. Kata Kunci: Mitigasi Bencana; Konservasi Mangrove; Pengelolaan Lingkungan; Pesisir, Langkat
Teknik Pengolahan Airtanah Payau Menjadi Air Bersih, di Desa Kanoman, Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulon progo, Daerah Istimewa Yogyakarta Fahri Ali Arey; Suharwanto Suharwanto; Ekha Yogafanny
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan SATU BUMI Vol 1, No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu Bumi) Ke-I
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.3 KB) | DOI: 10.31315/psb.v1i1.9028

Abstract

Penduduk di Desa Kanoman tidak dapat menggunakan air tanah yang ada dikarenakan airtanah yang berasal dari sumur gali dirasa sedikit payau. Warga hanya menggunakan airtanah dari sumur gali tersebut untuk kebutuhan sehari-hari kecuali untuk konsumsi karena takut apabila air tersebut dikonsumsi akan menimbulkan gangguan bagi kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas airtanah, penyebab terbentuknya airtanah payau, dan arahan pengolahan airtanah payau di daerah penelitian sebagai air bersih. Metode yang dalam penelitian ini diantaranya adalah metode survei dan pemetaan, metode matematis, metode analisis laboratorium dan pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Analisis yang digunakan untuk mengetahui penyebab airtanah payau adalah analisis karakteristik akuifer, analisis arah aliran airtanah, dan analisis kualitas airtanah. parameter fisik seperti DHL dan TDS. Untuk parameter kimia yang diuji diantaranya adalah salinitas, pH, Cl, Ca, Na, dan kesadahan sebagai CaCO3.Hasil yang diperoleh yaitu kualitas airtanah di lokasi penelitian tergolong sebagai air payau. Hal ini dapat diketahui dari beberapa parameter yang terkandung didalam airtanah dan memiliki nilai melebihi batas baku mutu sebagai air bersih, antara lain yaitu nilai TDS sebesar 1120 ppm, nilai DHL 2270 µmhos/cm, nilai klorida 317,6 mg/L, nilai salinitas 1 (%o) dan nilai natrium 1059 mg/L. Airtanah payau di daerah penelitian merupakan air formasi (connate water) yang terperangkap akibat aktivitas marin berupa laut dangkal atau zona lithoral pada masa lampau. Pemanfaatan zeolit sebagai water filter treatment untuk arahan pengolahan air payau sebagai air bersih kurang menunjukan hasil yang optimal dalam mengarbsorpsi ion-ion dalam air, sehingga arahan pengolahan berupa reverse osmosis sebagai alternatif lain dalam mengolah air payau menjadi air yang layak dikonsumsi.Kata Kunci: Adsorbentv; Airtanah payau ; Media
Evaluasi Kesesuaian Lahan Kawasan Pariwisata di Pantai Krakal, Kelurahan Ngestirejo, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, DIY Raiwa Mara Puspa; Johan Danu Prasetya; Muammar Gomareuzzaman
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan SATU BUMI Vol 3, No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu Bumi) Ke-III
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.315 KB) | DOI: 10.31315/psb.v3i1.6254

Abstract

Pantai di Kabupaten Gunungkidul merupakan salah satu destinasi wisata yang terkenal di Daerah IstimewaYogyakarta. Perkembangan wisata pantai di Gunungkidul yang semakin pesat, diikuti dengan pembangunanobjek wisata dan fasilitas pendukung kegiatan pariwisata. Kesesuaian lahan kawasan pariwisata sangat pentinguntuk mendukung pembangunan dan kegiatan pariwisata. Selain itu, kesesuaian lahan berfungsi untukmengetahui apakah lahan tersebut sudah sesuai pemanfaatanya dan untuk mengurangi resiko terjadinyapenurunan kelestarian lingkungan. Tujuan penelitian ini yaitu mengevaluasi tingkat kesesuaian lahan sebagaitempat wisata di Pantai Krakal. Evaluasi kesesuaian lahan dilakukan dengan metode survey dan pengukuran,serta metode skoring (pembobotan) yang terdiri dari enam parameter, yaitu material dasar perairan, lebar pantai(m), tipe pantai, kemiringan pantai, ketersediaan air tawar (jarak/km) dan penutupan lahan pantai. Berdasarkanevaluasi didapatkan hasil nilai kesesuaian lahan di Pantai Krakal sebesar 86,67 % yaitu ketogri S1 (sangatsesuai). Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan rekomendasi untuk mengembangkan dan mengelolakawasan pariwisata pantai kedepannya.Kata Kunci: Evaluasi; Kesesuaian Lahan; Pariwisata

Page 7 of 25 | Total Record : 249