cover
Contact Name
Husna Muizzati Shabrina
Contact Email
husna.muizzati@upnyk.ac.id
Phone
+6285795102288
Journal Mail Official
satubumi@upnyk.ac.id
Editorial Address
Jl. Padjajaran (SWK 104) Condongcatur, Sleman, DIY
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATUBUMI
ISSN : -     EISSN : 29864062     DOI : -
Core Subject : Social,
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATUBUMI menerima artikel yang berfokus pada : 1. Pengelolaan lingkungan Migas, Panas Bumi, dan Pertambangan 2. Pengelolaan Limbah 3. Energi Baru dan Terbarukan 4. Pengembangan Wilayah 5. Sistem Manajemen Lingkungan Wilayah 6. Pengelolaan Daur Hidup (LCA) 7. Manajemen Kebencanaan
Articles 249 Documents
Evaluasi Daya Dukung Lingkungan Kawasan Permukiman Dusun Bungkah, Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah Yumna Fhasa Salsabila; Andi Sungkowo; Aditya Pandu Wicaksono
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan SATU BUMI Vol 3, No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu Bumi) Ke-III
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.472 KB) | DOI: 10.31315/psb.v3i1.6253

Abstract

Pertumbuhan penduduk di Kecamatan Banyubiru setiap tahun cenderung mengalami peningkatan (BPS, 2020).Peningkatan pertumbuhan penduduk diikuti peningkatan kebutuhan ruang tempat tinggal. Permukiman terletakpada lereng bukit yang memiliki kemiringan lereng curam yang mengakibatkan lahan permukiman yang seringterjadi gerakan massa tanah sehingga menyebabkan bangunan rumah mengalami retak terjadi pada bulan Marettahun 2019. Tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi daya dukung lingkungan kawasan permukiman.Metode yang digunakan adalah metode survei dan pemetaan langsung di lapangan dengan parameter kemiringanlereng, tekstur tanah, kedalaman efektif tanah, drainase tanah, erosi, dan ancaman banjir. Evaluasi daya dukunglingkungan menggunakan metode tumpang susun dan pengharkatan. Daya dukung lingkungan kawasanpermukiman memiliki 2 (dua) kelas daya dukung agak jelek yang memiliki luasan 0,6554 ha atau mencakup21,03% dari daerah penelitian dan daya dukung baik yang memiliki luasan 2,6215 ha atau mencakup 78,97%dari daerah penelitian.Kata Kunci: Daya Dukung Lingkungan; Evaluasi Lahan; Karakteristik Lahan; Kemampuan Lahan;Permukiman
Indeks Pencemaran Air Permukaan Pada Kawasan Sumur Tua Minyak Bumi Di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur Bima Ahmad Fatahillah; Agus Bambang Irawan; Aditya Pandu Wicaksono
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 4, No 1 (2022): Vol 4, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (959.248 KB) | DOI: 10.31315/psb.v4i1.8876

Abstract

Penambangan minyak bumi di kawasan sumur tua Desa Wonocolo masih menggunakan teknologi dan peralatan sederhana dan dikerjakan tangan langsung oleh pekerja di lokasi Oleh karena itu, seluruh proses produksi dan distribusi dikendalikan oleh pekerja, yaitu masyarakat lokal dengan latar belakang yang berbeda-beda. Aliran limpasan dari air yang dihasilkan membawa semua potensi sumber pencemaran yang salah satunya adalah minyak lemak ke sungai sebagai aliran. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui status kualitas sungai menggunakan studi baku mutu dan menghitung indeks pencemaran. Metode utama yang digunakan meliputi pengambilan sampel air berdasarkan penggunaan lahan dan intensitas aktivitas sumur minyak. Kemudian dilakukan analisis data sampel di laboratorium untuk mengetahui kualitas air untuk parameter yang akan digunakan dalam perhitungan indeks pencemaran (suhu, pH, minyak lemak, TDS, TSS, COD). Data kualitas air diolah sebagai evaluasi kualitas air dengan menghitung indeks pencemaran. Hasil perhitungan indeks pencemaran menunjukkan sebagian besar potongan sungai dengan nilai diantara 1 sampai dengan 5 dan dikategorikan tercemar ringan.Kata Kunci: Evaluasi Kualitas Air;  Indeks Pencemaran; Minyak Lemak; Pengelolaan Lingkungan; Sumur Tua Wonocolo
Penggunaan Life Cycle Assessment dalam Penilaian Resiko Dampak Lingkungan dan Pemilihan Alternatif Teknologi di Pertambangan Batubara Indonesia Annisa Luthfia; Muhammad Sonny Abfertiawan; Siska Nuraprianisandi; Kris Pranoto; Pascal Randolph Samban; Apridawati Elistyandari
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan SATU BUMI Vol 2, No 1 (2020): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu Bumi) Ke-II
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1367.843 KB) | DOI: 10.31315/psb.v2i1.4455

Abstract

Pertambangan merupakan salah satu industri dengan kompleksitas tinggi yang melibatkan aktivitas dan peralatan yang sangat besar dan beragam. Industri ini beroperasi dengan karakteristik yang unik dan spesifik sehingga memiliki tantangan yang berbeda-beda. Selain dampak positif terhadap pertumbuhan perekonomian, industri pertambangan juga memiliki potensi dampak terhadap lingkungan. Isu dampak lingkungan menjadi perhatian serius bagi seluruh pemangku kepentingan. Oleh karena itu, dalam pengoperasiannya, pertambangan harus dapat mengedepankan kaidah penambangan yang baik dengan memperhatikan upaya-upaya pengendalian dampak lingkungan. Salah satu metode penilaian potensi resiko dampak lingkungan yang dapat digunakan di industri pertambangan yakni Life Cycle Assessment (LCA) atau Penilaian Daur Hidup. LCA merupakan metode yang dapat dilakukan untuk mengidentifikasi potensi dampak lingkungan di setiap tahapan kegiatan penambangan dan pengolahan komoditas. Metode ini dapat memberikan informasi yang komprehensif terkait peluang-peluang atau opsi-opsi teknologi atau metode yang dapat dipilih dan dilakukan untuk memperbaiki performa pengelolaan lingkungan maupun upaya pencegahannya. Selain itu, LCA juga dapat memberikan informasi yang terukur terkait kinerja pengelolaan lingkungan dari setiap tahapan penambangan yang dapat digunakan atau dimanfaatkan dalam perencanaan kegiatan penambangan serta memberikan peluang menjadi strategi pemasaran produk hasil tambang kepada konsumen atas upaya-upaya perlindungan lingkungan. Makalah ini disajikan untuk memberikan gambaran penggunaan LCA dalam penilaian resiko dampak lingkungan dan pemilihan alternatif teknologi di industri pertambangan Indonesia. Sebagai contoh, makalah ini menyajikan analisis penggunaan alternatif energi di kegiatan penambangan dan potensi dampak gas rumah kaca (GRK) yang dihasilkan. Melalui pendekatan LCA, industri pertambangan dapat memperoleh gambaran penggunaan energi terhadap potensi emisi yang dihasilkannya. Kata Kunci: Penilaian Daur Hidup; Pertambangan; Dampak Lingkungan ; Gas Rumah Kaca
Konservasi Mata Air Untuk Pemenuhan Kebutuhan Domestik Di Dusun Nglingseng, Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Arin Shabira; Andi Sungkowo; Andi Renata Ade Yudono
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan SATU BUMI Vol 1, No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu Bumi) Ke-I
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.278 KB) | DOI: 10.31315/psb.v1i1.9052

Abstract

Seiring berkembangnya zaman, jumlah penduduk semakin meningkat, begitu juga dengan pemanfaatan sumber daya air. Dusun Nglingseng merupakan salah satu wilayah dimana dalam memenuhi kebutuhan air sehari-harinya, peduduk hanya memanfaatkan mata air. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui potensi (kuantitas dan kualitas) mata air di daerah penelitian, baik di musim penghujan maupun musim kemarau. Potensi mata air dari segi kuantitas dapat diketahui dengan membandingkan debit mata air dengan kebutuhan air penduduk di daerah penelitian. Sedangkan dari segi kualitas didapatkan dengan menguji sifat fisik (warna, rasa, bau, temperatur, TDS, dan kekeruhan), sifat kimia (pH, nitrat, besi, dan kesadahan), dan sifat biologi (total coliform). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dan pemetaan, purposive sampling, wawancara uji laboratorium dan matematis. Potensi kedua mata air untuk 10 tahun ke depan, dari segi kuantitas, menunjukkan bahwa total kebutuhan air penduduk pada musim penghujan diproyeksikan sebanyak 32.979,42 liter/ hari, dengan kuantitas mata air pada musim penghujan diasumsikan sebanyak 110.822,4 liter/ hari. Sedangkan pada musim kemarau total kebutuhan air penduduk diproyeksikan sebanyak 24.831,12 liter/ hari, dengan kuantitas air pada musim kemarau diasumsikan sebanyak 57.490,56 liter/ hari. Potensi kedua mata air dari segi kualitas sesuai dengan standar bakumutu, kecuali parameter besi yang sedikit melebihi standar bakumutu pada Mata air 1 dan Mata air 2, serta parameter kekeruhan pada Mata air 2. Kuantitas dan kualitas dari mata air perlu dijaga, maka dari itu dilakukan konservasi pada daerah imbuhan dengan pembuatan guludan bersaluran, dan pada mata air dengan pembuatan bak penampung mata air.Kata Kunci: mata air, kebutuhan domestik, potensi, kuantitas, kualitas, konservasi.
Arahan Pengelolaan Airtanah Akibat Pencemaran Hidrokarbon di Dusun Sidadadi, Desa Tarisi, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap Johan Danu Prasetya; Herwin Lukito; Annisa Dewi Masyithoh
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan SATU BUMI Vol 3, No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu Bumi) Ke-III
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.414 KB) | DOI: 10.31315/psb.v3i1.6269

Abstract

Kebocoran pipa penyalur solar di Dusun Sidadadi menyebabkan sebagian sumur warga tidak dapat digunakansebagai pemenuhan kebutuhan air domestik seperti biasa.. Tumpahan solar sebanyak 80.000 liter selainmenyebabkan perubahan air sumur yang terlihat secara fisika, juga mengakibatkan ratusan tanaman warga mati.Pencemaran airtanah akibat senyawa hidrokarbon sangat memerlukan pengelolaan guna meminimalisir dampakbagi kesehatan lingkungan baik geo-fisik kimia, biologi, maupun sosial ekonomi. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui arahan yang tepat secara teknologi maupun sosial ekonomi mengenai pengelolaan pencemaranairtanah akibat senyawa hidrokarbon. Data pada penelitian ini diperoleh dengan metode observasi dan pemetaan,sedangkan pengambilan sampel airtanah menggunakan teknik purposive sampling. Data hasil uji laboratoriumkualitas airtanah diolah dengan perhitungan metode Indeks Pencemaran untuk mengetahui status mutu airtanah.Tingkat pencemaran airtanah di daerah penelitian tergolong ke dalam kondisi “cemar ringan”.Arahanpengelolaan airtanah yang dapat diterapkan untuk meminimalisir pencemaran hidrokarbon adalah denganmemanfaatkan tanaman air, yaitu eceng gondok (Eichornia crassipes) sebagai material sorben yangketersediaannya cukup melimpah di daerah penelitian.Kata Kunci: Pengelolaan Airtanah; Pencemaran Hidrokarbon; Material Sorben
Evaluasi TPA Temesi Berdasarkan Penilaian Indeks Risiko Lingkungan di Desa Temesi, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali Putri Febri Pratiwi; Ika Wahyuning Widiarti; Nandra Eko Nugroho
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 4, No 1 (2022): Vol 4, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.257 KB) | DOI: 10.31315/psb.v4i1.8894

Abstract

TPA Temesi telah beroperasi selama 28 tahun yang awalnya direncanakan dengan metode lahan urug saniter,tetapi kegiatan di TPA sempat menggunakan metode lahan urug terkendali selama beberapa tahun kemudianberalih menggunakan metode penimbunan terbuka. TPA Temesi memiliki luas 4,5 hektar dengan sampah yangmasuk sebanyak 420 ton/hari. Semakin meningkatnya timbulan sampah yang tidak dibarengi oleh penyediaansarana dan prasarana yang memadai dan hanya mengandalkan sistem penimbunan terbuka, mengakibatkan bebansampah menumpuk di TPA. Kurang baiknya pengelolaan sampah di TPA Temesi dapat menimbulkan risikobahaya terhadap lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil evaluasi tingkat bahaya TPATemesi berdasarkan penilaian Indeks Risiko Lingkungan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metodesurvey dan pemetaan, metode uji laboratorium, metode wawancara, dan metode pembobotan. Metodepembobotan mengacu pada penilaian Indeks Risiko Lingkungan berdasarkan Peraturan Menteri PekerjaanUmum RI Nomor 03 Tahun 2013. Hasil penelitian TPA Temesi didapatkan nilai indeks risiko lingkungan sebesar550,945 yang termasuk dalam kategori tingkat bahaya sedang dengan tindakan yang disarankan TPA diteruskandan direhabilitasi menjadi lahan urug terkendali secara bertahap.Kata Kunci: TPA Temesi; Rehabilitasi; Indeks Risiko Lingkungan; Controlled Landfill; Sampah
Evaluasi Kesesuaian Lahan Tanaman Sengon dan Ketela Pohon pada Lahan Bekas Pertambangan di Desa Bapangsari, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah Marselino Dio Matovani; Suharwanto Suharwanto; Jaka Purwanta
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan SATU BUMI Vol 3, No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu Bumi) Ke-III
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1217.196 KB) | DOI: 10.31315/psb.v3i1.6237

Abstract

Pertambangan di Desa Bapangsari, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah sangat banyakdikarenakan laju pembangunan yang tinggi. Pertambangan menyebabkan kerusakan lahan dikarenakan kegiataneksploitasi. Lahan bekas pertambangan harus segera dilakukan upaya reklamasi dengan mengembalikan fungsilahan tersebut. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui dan mengevaluasi kesesuaian lahan peruntukantanaman sengon dan ketela pohon pada lahan bekas pertambangan. Penelitian ini menggunakan metode: (1)metode survei dan pemetaan, (2) metode purposive sampling berdasarkan satuan lahan, (3) metode analisislaboratorium, dan (4) metode weight factor matching. Evaluasi kesesuaian lahan memiliki beberapa parameteryaitu: temperatur(t) 23,9oC, ketersediaan air(w) (curah hujan 2127,9 mm; jumlah bulan kering 4 bulan), mediaperakaran(r) (kedalaman efektif 0-5,3 m; drainase tanah baik; dan tekstur lempung berpasir), retensi hara(f) (pHH2O 6,21; KTK tanah 36,37 Cmol/kg; dan C-Organik 0,43%), hara tersedia(n) (P2O5 tersedia 2,8 mg/100g; K2Otersedia 2,703 mg/100g; dan N total 0,06%), penyiapan lahan (p) (persen batuan permukaan 1-10% dan persensingkapan > 80%), dan tingkat bahaya erosi (e) (persen lereng 2% - > 65% dan bahaya erosi ringan; berat; sangatberat). Berdasarkan hasil evaluasi kesesuaian lahan terdapat kesesuaian lahan yang paling berat yaitu kesesuaianlahan (Nrnpe) dengan faktor pembatas hara tersedia (n), media perakaran (r), bahaya erosi (e), dan penyiapanlahan (p).Kata Kunci: Lahan Bekas Pertambangan; Kesesuaian Lahan; Evaluasi Lahan
Analisis Potensi Pencemaran Airtanah Akibat Kebocoran Tangki Pendam SPBU di Kalurahan Srimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul, DIY RR Salsabila Paundria Cayadewi; RR Dina Asrifah; Suharwanto Suharwanto
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 4, No 1 (2022): Vol 4, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.98 KB) | DOI: 10.31315/psb.v4i1.8825

Abstract

Seiring perkembangan zaman diikuti meningkatnya jumlah kendaraan bermotor menyebabkan peningkatan konsumsi BBM sehingga banyak dibangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU). Keberadaan SPBU memiliki risiko terhadap pencemaran airtanah akibat dari kebocoran tangki pendam dan aktivitas SPBU. SPBU Payak yang berada di Kalurahan Srimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul berada di wilayah padat pemukiman dengan kondisi airtanah yang dangkal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat potensi pencemaran airtanah akibat kebocoran tangki pendam SPBU. Penentuan potensi pencemaran airtanah menggunakan metode Le Grand dengan 5 parameter fisik, yaitu kedalaman muka airtanah, kemiringan muka airtanah, daya serap di atas permukaan tanah, permeabilitas akuifer, dan jarak horizontal terhadap sumber pencemar. Hasil analisis menunjukan lokasi pengamatan memiliki potensi kecil (sangat sulit tercemar) dengan rentang total skor dari seluruh titik pengamatan 16,04 sampai 20,02. Kata Kunci: Airtanah; Le Grand; Potensi Pencemaran; SPBU; Tangki Pendam
Kajian Tingkat Kerentanan Airtanah dengan Metode Pengembangan DRASTIC di Kalurahan Gulurejo, Kulon Progro DIY Aliya Juliani Syahrial; Rr. Dina Asrifah; Suharwanto Suharwanto
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan SATU BUMI Vol 3, No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu Bumi) Ke-III
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.01 KB) | DOI: 10.31315/psb.v3i1.6248

Abstract

Kalurahan Gulurejo merupakan salah satu sentra industri batik yang ada di Kabupaten Kulonprogo. KalurahanGulurejo masih memanfaatkan airtanah sebagai sumber utama air bersihnya. Dilain hal industri batiknya masihmembuang limbah cairnya secara langsung ke lingkungan. Atas dasar tersebut, penelitian dilakukan dengan tujuanuntuk mengetahui tingkat kerentanan airtanah terhadap pencemaran air. Metode yang digunakan pada penelitianini adalah metode pengumpulan data dan perhitungan tingkat kerentanan airtanah menggunakan metodePengembangan DRASTIC yang terdiri dari delapan parameter yaitu kedalaman muka airtanah, curah hujan, jenismedia akuifer, tekstur tanah, kemiringan lereng, media zona tak jenuh, konduktivitas hidrolik dan penggunaanlahan. Hasil dari perhitungan kedelapan parameter menghasilkan Indeks Kerentanan (IK). Hasil penelitian inimenyatakan bahwa Kalurahan Gulurejo memiliki dua tingkat kerentanan, yaitu kerentanan sedang yang tersebardi penggunaan lahan kebun dan tegalan, dan kerentanan tinggi yang tersebar di penggunaan lahan permukiman.Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa parameter penggunaan lahan memiliki kontribusi yang besar terhadaptingkat nilai kerentanan airtanah.Kata Kunci: DRASTIC; Kerentanan Airtanah; Limbah Cair
Persebaran Total Petroleum Hidrokarbon (TPH) pada Tanah Tercemar Minyak Mentah (Crude Oil) di Kelurahan Kampung Enam, Kecamatan Tarakan Timur, Kota Tarakan Tyka Ramadhamayanti; Agus Bambang Irawan; Ayu Utami
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 4, No 1 (2022): Vol 4, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1417.839 KB) | DOI: 10.31315/psb.v4i1.8839

Abstract

Proses produksi minyak bumi yang dilakukan di Kelurahan Kampung Enam mengakibatkan tanahterkontaminasi minyak bumi. Tanah yang terkontaminasi minyak bumi berubah warna menjadi kehitaman.Aktivitas industri minyak bumi tersebut berpotensi mencemari lahan di permukiman penduduk sekitar.Penelitian ini bertujuan mengkaji tingkat pencemaran minyak bumi pada lahan sekitar sumur minyak bumi dankarakteristik sifat fisik tanah di Kelurahan Kampung Enam. Metode penelitian ini dilakukan dengan melakukanobservasi dan survey lapangan diikuti dengan pengambilan sampel di lapangan. Pengambilan sampel dilakukanpada 1 titik di sekitar sumur aktif, 3 titik di sekitar sumur mati, dan 3 titik prakiraan arah persebaran.Karakteristik sampel yang dilakukan adalah uji kandungan TPH tanah, tekstur, pH dan kadar air tanah. Hasil ujilaboratorium menunjukkan tanah memiliki tekstur pasir berlempung, dengan pH 7, memiliki kadar air sebesar4,5%-5,76%, dan memiliki kisaran TPH 2,03% – 14,47%. Berdasarkan hasil uji lab tersebut perlu dilakukanupaya pengelolaan agar kandungan TPH dapat terdegradasi lebih cepat dalam tanah.Kata Kunci : Minyak Bumi; Tanah; Pencemaran; TPH; Persebaran

Page 5 of 25 | Total Record : 249