cover
Contact Name
Husna Muizzati Shabrina
Contact Email
husna.muizzati@upnyk.ac.id
Phone
+6285795102288
Journal Mail Official
satubumi@upnyk.ac.id
Editorial Address
Jl. Padjajaran (SWK 104) Condongcatur, Sleman, DIY
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATUBUMI
ISSN : -     EISSN : 29864062     DOI : -
Core Subject : Social,
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATUBUMI menerima artikel yang berfokus pada : 1. Pengelolaan lingkungan Migas, Panas Bumi, dan Pertambangan 2. Pengelolaan Limbah 3. Energi Baru dan Terbarukan 4. Pengembangan Wilayah 5. Sistem Manajemen Lingkungan Wilayah 6. Pengelolaan Daur Hidup (LCA) 7. Manajemen Kebencanaan
Articles 249 Documents
Rekayasa Kestabilan Lereng di Area Permukiman Dusun Nglinggo Barat, Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta Dilla Octavianti Swastiningtyas; Suharwanto Suharwanto; Herwin Lukito
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan SATU BUMI Vol 3, No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu Bumi) Ke-III
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.593 KB) | DOI: 10.31315/psb.v3i1.6265

Abstract

Gerakan massa tanah terjadi pada bulan Februari 2018 di Dusun Nglinggo Barat, Desa Pagerharjo,Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo. Kejadian bencana ini mengakibatkan kerugian material beruparusaknya 1 rumah warga, dan kebun milik warga. Tujuan penelitian ini diantaranya mengetahui kestabilan lerengdengan analisis kesetimbangan batas dengan menggunakan perhitungan metode Janbu yang disederhanakan. Sertarekayasa kestabilan lereng yang digunakan untuk lereng labil.Metode deskriptif dengan analisis pendekataan kuantitatif digunakan dalam penulisan penelitian. Metodeyang digunakan dalam pengumpulan data dilapangan menggunakan metode survei dan pemetaan lapangan. Datayang diperoleh adalah kemiringan lereng, jenis dan terksur tanah, jenis batuan, struktur geologi, dan penggunaanlahan. Teknik pengambilan sampel purposive sampling untuk pengambilan sampel tanah dengan pertimbangantanah yang diambil mewakili setiap parameter di daerah penelitian.Hasil laboratorium sampel tanah dihitung nilai faktor keamanannya menggunakan rockscience slide 6.0memperoleh hasil 0,978 termasuk klasifikasi labil. Rekayasa kestabilan lereng yang digunakan yaitu mengubahgeometri lereng dengan pembuatan teras, penanganan air permukaan dengan menutup rekahan dengan materiallempung dan pembuatan saluran drainase, dan revegetasi dengan penanaman cover crop berupa rumput gajah danpenanaman pohon cengkeh. Hasil dari rekayasa kestabilan lereng diperoleh nilai faktor keamanan 2,279 termasukklasifikasi stabil.Kata kunci: Kestabilan Lereng, Kesetimbangan Batas, Metode Janbu yang disederhanakan, Rekayasa Lereng
Analisis Peran dan Keterlibatan Penyandang Disabilitas dalam Pengurangan Risiko Bencana di Indonesia Monica Warih Widi Krisanti; Johan Danu Prasetya; Tedy Agung Cahyadi; Yohana Nodarika Maharani
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 4, No 1 (2022): Vol 4, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.451 KB) | DOI: 10.31315/psb.v4i1.8890

Abstract

Penyandang disabilitas sering disebut juga sebagai orang yang memiliki kebutuhan khusus. Penyebutan ini tak jarang menimbulkan anggapan bahwa mereka adalah kaum lemah yang selalu membutuhkan pertolongan dan bantuan. Hal ini membuat penyandang disabilitas kurang diberi ruang dalam hal pengurangan risiko bencana baik pada masa pra bencana maupun saat masa pemulihan untuk membangun yang lebih baik. Kurangnya pemberian ruang membuat penyandang disabilitas tidak banyak memiliki pengetahuan dan informasi seputar kesiapsiagaan menghadapi bencana. Kondisi ini membuat mereka menjadi kelompok yang paling berisiko dalam bencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran-peran para penyandang disabilitas dalam pengurangan risiko bencana dan memberikan sumbangsih pengetahuan dalam upaya pelibatan disabilitas di bidang kebencanaan secara optimal. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan melakukan analisis menggunakan sumber-sumber ilmiah seperti jurnal, penelitian terdahulu, buku-buku referensi, dan dokumen-dokumen pemerintahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada fase pra bencana, pelibatan penyandang disabilitas dapat dilakukan dengan diskusi bersama, identifikasi dan pemetaan ragam serta kebutuhan penyandang disabilitas secara bersama, serta pelatihan dan peningkatan kapasitas untuk kesiapsiagaan. Pada fase pasca bencana pelibatan penyandang disabilitas dilakukan dengan menilai dan mengevaluasi proses penanganan darurat secara bersama, diskusi terkait pembangunan infrastruktur yang sesuai dengan ragam disabilitas yang ada, serta pemberdayaan dan pelatihan keterampilan sesuai dengan minat masing-masing penyandang disabilitas. Pelibatan penyandang disabilitas dalam pengurangan risiko bencana diharapkan dapat meningkatkan kapasitas penyandang disabilitas dan mengurangi kerentanan yang dimiliki. Hal ini juga menjadi masukan bagi pemangku kepentingan, lembaga yang bergerak di bidang kebencanaan, dan juga bagi masyarakat luas untuk melibatkan penyandang disabilitas dalam setiap pengelolaan risiko bencana yang dilakukan.Kata Kunci: Disabilitas; Kebijakan Pemerintah; Keterlibatan; Pengurangan Risiko Bencana; Peran
Efektivitas Bioaugmentasi dengan Pseudomonas aeruginosa pada Tanah Tercemar Minyak Bumi Kevin Yudha Perwira; Herwin Lukito; Agus Bambang Irawan
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan SATU BUMI Vol 3, No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu Bumi) Ke-III
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.328 KB) | DOI: 10.31315/psb.v3i1.6233

Abstract

Pencemaran minyak bumi berpotensi menimbulkan pencemaran ekosistem, tanah, dan air permukaan, karenakandungan hidrokarbonnya. Eksploitasi minyak dan gas bumi yang berlokasi di Desa Wonocolo, KecamatanKedewan, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur telah dilakukan secara konvensional sejak tahun 1893 danmenimbulkan dampak lingkungan baik abiotik, biotik, maupun sosial. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahuiefektivitas bioaugmentasi dengan Pseudomonas aeruginosa untuk mengurangi konsentrasi Total PetroleumHydrocarbon pada Desa Wonocolo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu eksperimen laboratorium.Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri Pseudomonas aeruginosa terbukti efektif dalam remediasi tanahtercemar tumpahan minyak bumi menggunakan metode bioaugmentasi yang dilakukan dengan menggunakan duavariabel yaitu 0,042 mL inokulum bakteri cair per gram tanah dengan tingkat efektivitas 45,72% dan 0,126 mLinokulum bakteri cair per gram tanah dengan tingkat efektivitas 48,69%.Kata Kunci: Pseudomonas aeruginosa; bioaugmentasi; Wonocolo; total petroleum hydrocarbon
Potensi Mata Air Berdasarkan Kuantitas dan Kualitas Mata Air di Dusun Onggomertan, Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Almi Hutari Dzakiyah Diandika; Suharwanto Suharwanto; Aditya Pandu Wicaksono
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan SATU BUMI Vol 3, No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu Bumi) Ke-III
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1015.106 KB) | DOI: 10.31315/psb.v3i1.6281

Abstract

Sebagian masyarakat di Dusun Onggomertan masih memanfaatkan akses mata air dalam memenuhi kebutuhanair. Mata air berada sangat dekat dengan permukiman warga. Menurut Smith, dkk (2017) berkembangnyapermukiman berpengaruh terhadap keberadaan air bawah permukaan dan air permukaan. Pengaruh terhadaplingkungan sekitar salah satunya dapat memengaruhi potensi mata air dari segi kualitas dan kuantitas. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui potensi dari mata air dari segi kuantitas maupun kualitas mata air di DusunOnggomertan. Penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan cara pengumpulan data dan analisisdata. Kuantitas mata air dievaluasi berdasarkan hasil pengukuran debit mata air. Kualitas mata air dievaluasiberdasarkan hasil uji laboratorium dan klasifikasi status mutu dari ketiga mata air. Klasifikasi status mutu air dikajiberdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 115 Tahun 2003 tentang Pedoman Penentuan StatusMutu Air dengan membutuhkan hasil uji kualitas mata air yang diujikan pada laboratorium dengan acuan PerGubDIY Nomor 20 tahun 2008 tentang Baku Mutu Air.Kata kunci: Kuantitas dan kualitas mata air, Potensi mataair, Status mutu mata air 
Evaluasi Kesesuaian Lahan Kawasan Pariwisata di Pantai Kuwaru, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Shella G Kakisina; Johan Danu Prasetya; Wisnu Aji Dwi Kristanto
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 4, No 1 (2022): Vol 4, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.005 KB) | DOI: 10.31315/psb.v4i1.8910

Abstract

Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki potensi sumber daya pesisir yang berlimpah. Perkembangan wisata mulai meningkat sekitar tahun 2015-2019. Pantai Kuwaru adalah pantai yang strategis sebagai kawasan untuk wisata keluarga dan Pendidikan yang berada di bagian pantai selatan wilayah Bantul.  Pada tanggal 5 Juni 2017 terjadi bencana abrasi yang mengakibatkan terjadinya kerusakan pada bangunan di Pantai Kuwaru. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengevaluasi kesesuaian lahan untuk wisata Pantai Kuwaru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei dan pemetaan, metode skoring dan pembobotan, dengan melakukan pengukuran pada 6 parameter yaitu tipe pantai, lebar pantai, material daar Perairan, kemiringan pantai, tutupan lahan pantai, dan ketersediaan air tawar. Berdasarkan evaluasi didapatkan hasil nilai kesesuaian lahan di Pantai Kuwaru sebesar 44 % yaitu kategori S3 (sesuai bersyarat). Penelitian ini kiranya dapat dijadikan evaluasi atau rekomendasi untuk mengelola dan mengembangkan Pantai Kuwaru kedepannya. Kata Kunci : Evaluasi; Kesesuaian Lahan; Pantai; Pariwisata
Degradasi Lingkungan Akibat Aktivitas Penambangan Rakyat di Dusun Srumbung, Kalurahan Segoroyoso, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul, DIY Angger Yasmin Winahyu Siwi; Andi Renata Ade Yudono; Nandra Eko Nugroho
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 4, No 1 (2022): Vol 4, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1592.299 KB) | DOI: 10.31315/psb.v4i1.8834

Abstract

Penambangan rakyat yang telah dilakukan selama ±30 tahun di Dusun Srumbung, Desa Segoroyoso, KecamatanPleret, Kabupaten Bantul, DIY merupakan penambangan batuan dengan jenis material breksi piroklastik danbatupasir tufaan. Aktivitas penambangan tak berizin menimbulkan perubahan atas kondisi eksisting yangdiakibatkan oleh proses penambangan rakyat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dampak yangdihasilkan dari aktivitas penambangan rakyat di lokasi penelitian. Metode yang digunakan berupa deskriptifkuantitatif dengan parameter perubahan bentuklahan, perubahan kualitas air penambangan, perubahan kerapatanvegetasi, kondisi kesuburan tanah, dan perubahan sosial. Hasil penelitian menunjukan dampak yang dihasilkandari aktivitas penambangan rakyat berupa degradasi lingkungan pada komponen Abiotik, Biotik, dan Culture diLokasi Penelitian. Degradasi lingkungan tersebut yaitu: timbulnya bentuklahan baru, lereng antropogenik yangtak lepas dari FK kurang stabil di lokasi penambangan, terbentuknya cekungan kolam penambangan dengankondisi air berwarna keruh dan nilai TDS yang tinggi yaitu 790 mg/l, Penurunan kerapatan vegetasi sebesar 37,60% selama tahun 2006-2021, Hal tersebut juga didukung oleh kesuburan tanah yang kurang, di tunjukan olehuji lab nilai N-total sebesar 0,416 dan Kalium sebesar 31, 89 yang tergolong sedang di lokasi penambangan,kondisi sosial memunculkan dampak positif berupa peningkatan ekonomi dan kesejahteraan keluargapenambang dan dampak negatif berupa korban jiwa akibat kecelakaan dalam bekerja, dan konflik sosialmasyarakat.Kata Kunci : Penambangan Rakyat; Aktivitas; Degradasi Lingkungan; Lereng, Pembukaan Lahan
Konservasi Kawasan Geosite Berbasis Ketahanan Lingkungan dan Kelembagaan Dimas Aryo Wibowo; Eko Puswanto; Ahmad S. Manshur; Puguh Dwi Raharjo; Mohammad Al ‘Afif1; Sueno Winduhutomo
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan SATU BUMI Vol 2, No 1 (2020): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu Bumi) Ke-II
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1083.09 KB) | DOI: 10.31315/psb.v2i1.4446

Abstract

Keanekaragaman warisan geologi, hayati, dan keragaman budaya Kabupaten Kebumen menjadi dasar penetapan wilayah ini menjadi salah satu geopark nasional. Delineasi Kawasan Geopark Nasional Karangsambung Karangbolong meliputi Kawasan Karangsambung, Kawasan Sempor, dan Kawasan Karst Gombong Selatan. Penelitian ini menggunakan metode observasi ketahanan lingkungan dan kelembagaan secara deskriptif kualitatif di sekitar kawasan geosite. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan geosite yang berada bersebelahan dengan DAS Luk Ulo menunjukkan kerentanan lingkungan yang signifikan. Aktivitas penambangan berdampak sistemik terhadap konservasi geosite dan kerusakan ekosistem, terutama kelestarian sumberdaya air. Pembatasan aktivitas eksploitasi penambangan di sekitar kawasan geosite membutuhkan peran aktif kelembagaan, khususnya Pokdarwis. Kelembagaan yang kondusif perlu melakukan pengembangan geopark berkelanjutan dengan mengedepankan prinsip-prinsip konservasi, edukasi, dan pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat secara berkelanjutan yang bersinergi dengan pihak-pihak terkait Penguatan konsep pengembangan kawasan geopark terhadap Pokdarwis dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip konservasi lingkungan dan edukasi perlindungan warisan geologi (geoheritage) menjadi mutlak diperlukan. Kata Kunci : geopark, geosite, lingkungan, konservasi, kelembagaan.
Teknik Konservasi Mata Air Sebagai Sumber Air Bersih Di Dusun Kaliduren, Desa Kebonharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulonprogo,Daerah Istimewa Yogyakarta Pandhu Nur Bagaskara; Andi Sungkowo; Sugiman Setyo Wardoyo
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan SATU BUMI Vol 1, No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu Bumi) Ke-I
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.568 KB) | DOI: 10.31315/psb.v1i1.9036

Abstract

Air merupakan sumber daya alam yang digunakan untuk kepentingan domestik maupun non domestik seiring berkembangnya pertumbuhan penduduk yang selalu meningkat. Berdasarkan berita yang beredar dan keterangan yang didapatkan dari tanya jawab dengan warga setempat, ketersediaan air pada wilayah penelitian termasuk dalam wilayah yang kesulitan mendapatkan air bersih saat kemarau. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik (kuantitas dan kualitas) air dari mata air dan potensinya dalam memenuhi kebutuhan air di daerah penelitian. Potensi mata air dapat diketahui dengan membandingkan debit mata air dengan kebutuhan air penduduk. Sedangkan dari segi kualitas didapatkan dengan menguji parameter fisik (warna, rasa, bau, TDS, temperatur dan kekeruhan), sifat kimia (pH, nitrat, besi, mangan, sulfat, kesadahan dan fluorida), dan sifat biologi (total koliform). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling, survei dan pemetaan, wawancara, uji laboratorium,dan matematis. Karakteristik dari segi kuantitas, mata air memiliki ratarata debit sebesar 0,034 L/detik, 0,27 L/detik, dan 0,49 L/detik dan terklasifikasi dalam mata air kelas VI. Karakteristik dari dari segi kualitas sesuai dengan standar bakumutu, kecuali parameter besi yang sedikit melebihi standar bakumutu dan pada parameter total koliform yang jauh melebih standar bakumutu. Potensi mata air untuk 10 tahun ke depan, dari segi kuantitas, menunjukkan bahwa total kebutuhan air penduduk masih mampu dipenuhi oleh debit mata air. Maka dari itu perlu dilakukan konservasi pada daerah imbuhan dengan pembuatan rorak dan guludan dengan penanaman pohon bersistem wanatani, dan pada mata air dengan penanaman pohon dan tanaman penutup tanah.
Karakteristik dan Potensi Mataair Panas untuk Pengeringan Komoditas Padi di Desa Tegalsari, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah Khauroun Nazilatul Udhma; Agus Bambang Irawan; Dian Hudawan Santoso
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan SATU BUMI Vol 3, No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu Bumi) Ke-III
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.457 KB) | DOI: 10.31315/psb.v3i1.6260

Abstract

Daerah penelitian memiliki manifestasi panas bumi berupa mataair panas dengan sebagian besar penduduknyamelakukan usaha pertanian, termasuk padi. Padi untuk dapat dikonsumsi memerlukan proses pengeringan.Daerah penelitian memiliki curah hujan yang tinggi. Penelitian ini dilakukan di Desa Tegalsari, KecamatanGarung, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah. Tujuan penelian ini adalah mengetahui karakteristik danpotensi mataair panas untuk pengeringan komoditas padi di Desa Tegalsari. Metode yang digunakan dalampenelitian yaitu survei lapangan, uji laboratorium dan analisis kimia. Hasil penelitian menunjukkan suhupermukaan mataair panas 43,1 oC, pH 7,1 dan debit mataair 2,73 l/s. Daerah penelitian memiliki curah hujanyang tinggi. Tipe mataair panas berdasarkan analisis kimia yaitu fluida bikarbonat. Mataair panas berada padazona immature water. Perkiraan suhu reservoir menggunakan metode geothermometer yaitu 190 oC masuk kedalam entalpi sedang. Mataair panas di daerah penelitian memiliki potensi yang baik untuk dimanfaatkan sebagaipengeringan komoditas padi.Kata Kunci: Geothermometer; Manifestasi; Mataair Panas; Pengeringan; Potensi
Rencana Pengelolaan Potensi Dampak Lingkungan pada Pertambangan Kerikil Berpasir Alami (Sirtu) di Desa Mangunsoko, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang Wildan Rizky Isnaini; Nandra Eko Nugroho; Suharwanto Suharwanto
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 4, No 1 (2022): Vol 4, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3544.723 KB) | DOI: 10.31315/psb.v4i1.8884

Abstract

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknik Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta memperkirakan sedikitnya77 juta meter kubik dari hasil erupsi Gunung Merapi pada tahun 2010. Hasil erupsi yang berupa pasir dan batudimanfaatkan sebagai bahan tambang yang bermanfaat. Meskipun berdampak positif terhadap peningkatanekonomi, pertambangan juga berdampak negatif terhadap lingkungan. Degradasi lingkungan yang terjadi perludilakukan pengelolaan oleh pemrakarsa. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menentukan dokumen lingkunganyang diperlukan oleh pemrakarsa, menganalisis potensi dampak lingkungan yang ditimbulkan, danmerokemendasikan pengelolaan potensi dampak. Metode penelitian yang digunakan meliputi pengumpulan data,analisis, dan sampling. Pengumpulan data terdiri dari data primer dan sekunder. Analisis matematis dandeskriptif dilakukan dalam penelitian untuk menunjang data yang telah diperoleh. Sedangkan sampling berupapurposive sampling untuk hasil TSS dan kadar TSP dan simple random sampling terkait respon masyarakatterkait kegiatan tambang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemrakarsa memerlukan dokumen lingkunganberupa UKL-UPL. Dampak lingkungan yang terjadi berupa peningkatan TSS, peningkatan kadar debu dankebisingan, penurunan stabilitas lereng, dan lain-lain. Pembatasan potensi dampak mulai dari tahap prakonstruksi hingga tahap operasi. Arahan pengelolaan dilakukan dengan pendekatan teknik seperti perubahanarah aliran sungai, perubahan geometri lereng, penanaman bambu pagar yang berfungsi sebagai buffer zone,sosialisasi, dan lain-lain.Kata Kunci: Pertambangan; Potensi; Dampak; Lingkungan; Degradasi

Page 9 of 25 | Total Record : 249