cover
Contact Name
Elma Marsita
Contact Email
jvkpontianak@gmail.com
Phone
+6285877544731
Journal Mail Official
jvkpontianak@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.polkespon.ac.id/index.php/JKK/about/editorialTeam
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Vokasi Kesehatan
ISSN : 24425478     EISSN : 24428183     DOI : https://doi.org/10.30602/jvk
Core Subject : Health,
Jurnal Vokasi Kesehatan is an open access, peer reviewed journal presenting timely research on all aspects of vocational health that has not been published by other media. A broad outline of the journal scope includes environmental health, dental health, nursing, midwifery, medical laboratory, and nutrition. Jurnal Vokasi Kesehatan was first published in January 2015 and subsequently published twice a year, in January and July by Poltekkes Kemenkes Pontianak. The journal keeps readers uptodate on current issues, new research, useful products, and services related to vocational health.
Articles 169 Documents
Perbandingan Perendaman Asam Sitrat dan Jeruk Nipis terhadap Penurunan Kadar Kalsium Oksalat pada Talas Indah Purwaningsih; Kuswiyanto Kuswiyanto
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 2, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.294 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v2i1.61

Abstract

Abstract : Comparative Using Citric Acid Immersion And Lime To Decrease The Level Of Calcium Oxalic Taro. The aim of this study is to reduce the levels of calcium oxalate in taro by using a solution of citric acid and lemon juice concentration of 1%, 5%, and 10%. The level of calcium oxalate in this study using titration methods permanganometry The results show that the effective concentration in the lower levels of calcium oxalate in the taro were the solution of citric acid concentration of 5%, which could reduce levels of calcium oxalate up to 41.7456% compared to baseline values and lime juice concentration of 5%, whereas levels of calcium oxalate decreased by 47, 6668% compared to baseline values.Abstrak : Perbandingan Perendaman Asam Sitrat Dan Jeruk Nipis Terhadap Penurunan Kadar Kalsium Oksalat Pada Talas. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi kadar kalsium oksalat pada talas dengan menggunakan larutan asam sitrat dan air perasan jeruk nipis dengan konsentrasi 1%, 5% dan 10%. Pemeriksaan kadar kalsium oksalat menggunakan metode titrasi permanganometri. hasil penelitian menunjukkan konsentrasi yang efektif dalam menurunkan kadar kalsium oksalat pada talas adalah larutan asam sitrat konsentrasi 5%, dimana mampu menurunkan kadar kalsium oksalat hingga 41,7456% dibandingkan kadar awal dan air perasan jeruk nipis konsentrasi 5%, dimana kadar kalsium oksalat mengalami penurunan sebesar 47,6668% dibandingkan kadar awal.
Ciri Tanda Kusta terhadap BTA Swab Hidung Siswa SD Di Daerah Endemis Kusta Kabupaten Kayong Utara Kuswiyanto Kuswiyanto
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 1, No 4 (2015): Juli 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.837 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v1i4.25

Abstract

Abstract: Related Characteristics Of Leprosy Sign To BTA Of Nose Swab In Elementary School Children In Endemic Areas Of Leprosy In Kayong Utara. The aims of this research were to determine the relationship of the sign of leprosy to the microscopic characteristics of BTA of nose swab in elementary school children living in the environment around the leper (endemic areas). This research was descriptive analytic research by inspecting the sign characteristic diagnose leprosy and nose swab microscopic elementary school children around the leper (endemic areas) as many as 61 children. The sample distribution was 35 men (57.4%) and 26 women (42.6%). The distribution by age, 10 years was 26 people (42,6%), 11 years was 22 people (36,1%) and 12 years was 13 (21,3%). The results showed that characteristic sign of leprosy was 1 person (1,68%), the results of Acid Resistant Bacteria (AFB) was 1 person (1.68%). Based on the results of this research there is a characteristic sign of the leprosynose swab in elementary school children in endemic areas of leprosy in the district of North Kayong, where p= 0.016 (p <0.05).Abstrak : Ciri Tanda Kusta Terhadap BTA Swab Hidung Siswa SD Di Daerah Endemis Kusta Kabupaten Kayong Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ciri tanda kusta terhadap mikroskopis BTA swab hidung penyebab kusta pada siswa SD yang tinggal di lingkungan sekitar penderita kusta (daerah endemis). Penelitian ini bersifat deskriptif analitik. pemeriksaan dimulai dengan melakukan anamnesa ciri tanda kusta dan mikroskopis BTA swab hidung siswa SD di sekitar penderita kusta (daerah endemis) sebanyak 61 siswa. Distribusi sampel laki-laki sebanyak 35 orang (57,4%) dan perempuan 26 orang (42,6%). Berdasarkan umur 10 tahun sebanyak 26 orang (42,6%),11 tahun sebanyak 22 orang (36,1%) dan 12 tahun sebanyak 13 orang (21,3%). Hasil penelitian menunjukkan ciri tanda kusta sebanyak 1 orang (1,68%), hasil pemeriksaan Bakteri Tahan Asam (BTA) diperoleh sebanyak 1 orang (1,68%). Berdasarkan hasil penelitian terdapat hubungan ciri tanda kusta terhadap BTA Swab Hidung pada siswa Sekolah Dasar di daerah endemis kusta di kabupaten Kayong Utara, dengan p = 0,016 (p< 0,05).
Pengaruh Penambahan Lidah Buaya (Aloe barbadensis Miller) pada Minyak Goreng Bekas terhadap Kadar Bilangan Asam Maulidiyah Salim; Gervacia Jenny Ratnawati; Ari Nuswantoro
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 7, No 1 (2021): JANUARI 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.639 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v7i1.833

Abstract

Minyak goreng bekas memiliki kadar bilangan asam yang tinggi dan dapat menyebabkan kerusakan minyak tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh penambahan lidah buaya (Aloe barbadensis Miller) pada minyak goreng bekas terhadap kadar bilangan asam. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu, menggunakan Teknik purposive sampling. Sampel adalah minyak goreng yang telah mengalami proses penggorengan secara berulang yang dibagi menjadi ke dalam 4 kelompok perlakuan dan masing-masing 6 pengulangan sehingga total sampel menjadi 24. Kadar asam lemak bebas diperiksa dengan menggunakan metode alkalimetri. Nilai rata-rata kadar bilangan asam pada kelompok yang terdiri dari tanpa penambahan lidah buaya, dengan penambahan lidah buaya 25 gram, dengan penambahan lidah buaya 50 gram, dan dengan penambahan lidah buaya 75 gram berturut-turut adalah 0,17%, 0,15%, 0,11%, dan 0,09%.  Hasil uji regresi linier sederhana memberikan nilai probabilitas 0,000 (p < 0,05) sehingga dinyatakan ada pengaruh penambahan lidah buaya pada minyak goreng bekas terhadap kadar bilangan asam.
IDENTIFIKASI ABORTUS IMINENS PADA TRIMESTER PERTAMA KEHAMILAN DENGAN MODALITAS ULTRASONOGRAFI Nurbaiti Haikal
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.372 KB)

Abstract

Abortus imminens adalah salah satu komplikasi yang terjadi pada pada awal kehamilan. Peristiwa ini ditandai dengan adanya perdarahan dari uterus yang dapat disertai kontraksi, hasil konsepsi utuh di dalam uterus, dan ostium uteri tertutup. Waktu terjadinya abortus imminens sebelum usia kehamilan dua puluh minggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kasus abortus immines pada kehamilan trimester pertama dengan menggunakan modalitas ultrasonografi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi pada satu pasien yang dilaksanakan bulan Oktober sampai Desember tahun 2017 di Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru, DKI Jakarta. Instrumen penelitian adalah lembar wawancara dan hasil pemeriksaan ultrasonografi transvaginal yang dinilai sesuai dengan kriteria. Persiapan dilakukan terlebih dahulu sebelum pemeriksaan ultrasonografi. Hasil pemeriksaan transvaginal ultrasonografi menunjukkan gambaran fetal di dalam gestasi namun kantung gestasi terlihat lebih besar, terdapat gambaran uterus dengan ukuran diatas normal, dan ada gambaran yolk sac dengan dinding terlihat irregular. Kesimpulan adalah terdapat gambaran sesuai dengan kriteria abortus imminens.
Porositas Lempeng Resin Akrilik Pasca Perendaman Rebusan Daun Sirih dan Kayu Siwak Yustin Nur Khoiriyah
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.51 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v4i1.122

Abstract

Abstract: Porosity Of Acrylic Resin After Immersion In The Boiled Water Of Betel Leaves And Siwak Wood. Denture acrylic resin can be a collection point for stain, tar, and plaque and this will adversely affect the oral health of the denture wearer. One way to clean the oral cavity of denture users is to use mouthwash and soak the teeth with a cleaning solution/denture cleanser. Mouthwash solutions and chemical-based cleaning solutions at relatively high prices, and affect the porosity of dentures. Therefore, the need for alternative materials that are safe, cheap, natural as well as having antimicrobial function without affecting the level of porosity of denture. This study was to determine the effect of the combination of boiled water of betel leaves and siwak wood to the porosity of the acrylic resin plate. This study was an experimental study, posttest only design with the control group has been done at the integrated laboratory of Poltekkes Tanjungkarang, July – December 2015. Data were analyzed by One Way ANOVA and continued with Least Significant Difference test. The results showed that the combination of betel leaves and siwak wood does not affect the porosity of the acrylic resin plate. The highest concentration of the combination of betel leaf water and siwak wood that did not differ significantly with negative control (aquades) was 75% with longest immersion period was 59 days. Abstrak: Porositas Lempeng Resin Akrilik Pasca Perendaman Rebusan Daun Sirih Dan Kayu Siwak. Gigi tiruan resin akrilik dapat menjadi tempat pengumpulan stain, tar, dan plak dan hal ini akan berpengaruh jelek terhadap kesehatan mulut pemakai gigi tiruan. Salah satu cara menjaga kebersihan rongga mulut pengguna gigi tiruan adalah dengan menggunakan obat kumur dan merendam gigi-tiruan tersebut dengan larutan pembersih/denture cleanser. Larutan obat kumur dan larutan pembersih berbahan dasar dari bahan kimia dengan harga yang relatif mahal, serta mempengaruhi porositas gigi tiruan. Oleh karena itu, perlu adanya bahan alternatif yang aman, murah, alami sekaligus memiliki fungsi antimikroba dengan tanpa mempengaruhi tingkat porositas gigi tiruan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi air rebusan daun sirih dan kayu siwak terhadap porositas lempeng resin akrilik. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental, rancangan post test only with control group design, dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Poltekkes Tanjungkarang, Juli-Desember 2015. Analisis data dengan uji One Way ANOVA dan dilanjutkan uji Least Significant Difference. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi air rebusan daun sirih dan kayu siwak tidak mempengaruhi porositas lempeng resin akrilik. Konsentrasi tertinggi dari kombinasi air rebusan daun sirih dan kayu siwak yang tidak berbeda signifikan dengan kontrol negatif (aquades) adalah 75% dengan lama perendaman terpanjang yaitu 59 hari.
Formulasi Kapsul Enthelmintik Dari Ekstrak Daun Pepaya (Carica Papaya. L) Maulidiyah Salim; Laila Kamila; Etiek Nurhayati; Vitria Wuri Handayani
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 8, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.948 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v8i1.1100

Abstract

Kecacingan menjadi salah satu masalah kesehatan yang ditulatkan melalui tanah dan mengakibatkan menurunnya kondisi kesehatan, gizi, kecerdasan, produktifitas pada penderitanya. Adanya efek samping dan harga yang mahal pada obat anthelmintik konvensional, maka perlu dilakukannya evaluasi terhadap tanaman obat sebagai alternatif obat anthelmintik. Salah satunya daun pepaya (Carica papaya L) diketahui sebagai memiliki daya antihelmintik. Penelitian ini bersifat eksperimen yaitu suatu desain dengan memberi perlakuan pada kelompok sampel dan kelompok kontrol kemudian diamati pada kurun waktu tertentu. Pelaksanaan penelitian akan dimulai pada bulan Februari tahun 2021 di Laboratorium Terpadu Parasitologi Poltekkes Kemenkes Pontianak. Diperoleh senyawa aktif dari ekstrak daun pepaya yang bersifat antihelmintik pada uji in vitro, kemudian dilakukan determinasi pengaruh ekstrak/fraksi dan beberapa senyawa aktif yang diaplikasikan ke hewan mancit untuk melihat apakah hewan mancit mengalami keracunan atau tidak saat mengonsumsi ekstrak/ fraksi daun pepaya. Menurut hasil penelitian, telah dibuktikan bahwa zat aktif berupa tanin dan flavonoid memiliki daya antihelmintik. Daun pepaya (Carica papaya L) diketahui memiliki zat aktif seperti tanin dan flavonoid yang cukup tinggi yang berperan aktif sebagai antihelmintik. Kandungan zat aktif seperti tanin pada daun pepaya lebih banyak dibandingkan akar dan batang.
Perilaku Mencuci Tangan terhadap Angka Koloni Kuman pada Penjamah Makanan Di Kantin Universitas Tanjungpura Sri Purwanti; Agustina Arundina; Syarifah Nurul Yanti R.S.A
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 1, No 2 (2015): Maret 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.234 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v1i2.16

Abstract

Abstract: Relationship Between Hand Washing Behaviour And Total Bacterial Count Among Food Handlers In Universitas Tanjungpura Pontianak Canteens. The aim of this research was to obtain the relationship between hand washing behavior and total bacterial count among food handlers in Universitas Tanjungpura Pontianak Canteens. This research was an analytic study with the cross-sectional approach. The data is analyzed by chi-square test. This research showed thirty-two (62,7%) food handlers had a good hand washing behavior and nineteen (37,3%) had a poor behavior. However, none of the food handlers practice the right 6-steps of hand washing. Seventeen (33,3%) hand swab samples are lassified in the clean category and thirty-four (66,7%) hand swab samples are classified in the contaminated category.Abstrak : Perilaku Mencuci Tangan Terhadap Angka Koloni Kuman Pada Penjamah Makanan Di Kantin Universitas Tanjungpura. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku mencuci tangan terhadap angka koloni kuman pada penjamah makanan di seluruh kantin Universitas Tanjungpura Pontianak. Desain penelitian bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Analisa data menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan 32 orang (62,7%) penjamah makanan melakukan perilaku mencuci tangan yang baik dan 19 orang (37,3%) berperilaku mencuci tangan kurang baik, akan tetapi semua penjamah makanan tidak melakukan keenam langkah mencuci  tangan dengan baik dan benar. Sampel usap tangan menunjukkan angka koloni kuman sebanyak 17 orang (33,3%) dalam kategori bersih dan 34 orang (66,7%) dalam kategori kontaminasi.
PERTUMBUHAN KOLONI ASPERGILLUS NIGER PADA MEDIA AGAR TEPUNG BERAS DEKSTROSA DENGAN METODE DILUSI Etiek Nurhayati
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 6, No 2 (2020): JULI 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.723 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v6i2.501

Abstract

Beras merupakan jenis biji-bijian dengan kandungan karbohidrat sebesar 79 gram, se- hingga dapat menjadi media pertumbuhan untuk mikroorganisme jamur, salah satun- ya yaitu jamur Asperillus niger. Nutrisi utama yang dibutuhkan untuk pertumbuham mikroorganisme jamur adalah karbohidrat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan jamur Aspergillus niger pada media RFDA (Rice Flour Dex- trose Agar) dengan media standar PDA (Potato Dextrose Agar).Metode penelitian adalah eksperimen semu dengan media RFDA. jumlah sampel 30 yang terdiri dari media RFDA konsentrasi yakni 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90% dan 100% dengan 3 replikasi serta 3 sampel untuk media standar PDA (Potato Dex- trose Agar) sebagai kontrol. Kultur jamur Aspergillus niger dilakukan pengamatan selama 4 hari. Hasil uji Anova menunjukan tidak terdapat perbedaan antara media RFDA (Rice Flour Dextrose Agar) dengan media standar PDA sebagai kontrol. Dapat disimpulkan tidak terdapat perbedaan antara media alternatif RFDA dan media stan- dar PDA dalam pertumbuhan jumlahkoloni jamur Aspergillus niger dengan metode dilusi pada konsentrasi 40%, 50%,60%,70%, 80%, 90% dan 100%.
Sedentari Sebagai Faktor Kelebihan Berat Badan Remaja Agus Hendra Al Rahmad
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5, No 1 (2019): JANUARI 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.163 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v5i1.163

Abstract

Abstract: Sedentary As A Factor of Overweight At Adolescents. Currently overweight in children reaches 7,3% and increased until the year 2015 reached 9,5%. Pushes of food consumption patterns such as high consumption of fast food snacks, and lifestyle changes including sedentary suspected as a trigger factor. The study aimed to measure sedentary effects on the incidence of overweight at adolescents in Banda Aceh. A case-control design study was conducted in August - September 2017 with a sample of 84 primary school children. Data were collected through interviews with parents and observations using the GPAQ questionnaire, and anthropometric measurements. Data analysis using Chi-Square and OR. The results showed that there was a signifcant correlation between excess body weight in an adolescent base (p = 0,002, OR = 4,6). In conclusion, weight gain in adolescents is due to a bad sedentary risk of 4,6 times. Suggestion, it is necessary to increase physical activity in adolescents and socialization of healthy community movement through curriculum approach in schools.Abstrak: Sedentari Sebagai Faktor Kelebihan Berat Badan Remaja. Saat ini kelebihan berat badan pada anak mencapai 7,3%, dan meningkat sampai tahun 2015 mencapai 9,5%. Pergeseran pola konsumsi pangan seperti tingginya konsumsi makanan jajanan cepat saji, dan perubahan gaya hidup termasuk sedentari lifestyle di duga sebagai faktor pemicu. Penelitian bertujuan untuk mengukur pengaruh sedentari terhadap kejadian kelebihan berat badan pada remaja di Kota Banda Aceh. Penelitian berdesain case-control yang dilakukan pada Agustus – September 2017 dengan sampel anak sekolah dasar sebanyak 84. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara terhadap orang tua murid dan observasi menggunakan kuesioner GPAQ, dilengkapi dengan pengukuran antropometri. Analisis data menggunakan Chi-Square dan OR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sendentari mempunyai hubungan bermakna dengan kelebihan berat badan pada remaja dasar (p= 0,002, OR= 4,6). Kesimpulan, kelebihan berat badan pada remaja disebabkan akibat sedentari tidak baik yang berisiko sebesar 4,6 kali. Saran, perlu peningkatan aktiftas fsik pada remaja serta sosialisasi gerakan masyarakat sehat melalui pendekatan kurikulum di sekolah-sekolah.
Faktor Yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Uliyanti Uliyanti; Didik Gunawan Tamtomo; Sapja Anantanyu
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 3, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.076 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v3i2.107

Abstract

Abstract: Factors Related To Stunting Incident At Toddler 24-59 Months. The objective of this study was to analyze the predictors of stunting among children age 24-59 months in sub-district Matan hilir Selatan, Ketapang Regency. This research was designed with a case-control study on 51 stunting children and 51 normal children. The independent variables were mother nutrition knowledge, family nutrition awareness behaviour, clean and healthy life behaviour, infectious diseases history and nutrition intake. The dependent variable in this study was stunting status. Data collected through an interview by using structured questionnaires, food recall, height measurement with microtoise, then data analyzed by path analyze. The result of the research showed that stunting influenced directly by intake nutrition variable, infectious diseases history, mother nutrition knowledge and family nutrition awareness behaviour, while clean and healthy life behaviour influence indirect of infectious diseases history. The most related direct and indirect factors to stunting based on path coefficient as many as 0,31 or 9,61% were mother knowledge nutrition. The coefficient of determinant independent variable influencing dependent was 39,7%, while other factors were 60,3% influenced by another variable.Absrak: Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola hubungan langsung maupun tidak langsung terhadap kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di kecamatan Matan hilir selatan, kabupaten Ketapang. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan kasus kontrol pada 51 stunting dan 51 normal. Variabel independen meliputi pengetahuan gizi ibu, perilaku keluarga sadar gizi, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), riwayat penyakit infeksi dan asupan gizi, sedangkan variabel dependen adalah kejadian stunting. Data diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur, food recall, pengukuran tinggi badan menggunakan microtoise. Data diolah dengan analisis statistik menggunakan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian stunting secara langsung dipengaruhi oleh variabel asupan gizi, riwayat penyakit infeksi, pengetahuan gizi ibu dan kadarzi, sedangkan PHBS mempengaruhi secara tidak langsung melalui riwayat penyakit infeksi. Faktor pengaruh langsung dan tidak langsung yang paling dominan berdasarkan koefisien jalur yaitu pengetahuan gizi Ibu yaitu 0,31. Koefisien determinan variabel independen mempengaruhi variabel dependen sebesar 39,7%, sedangkan pengaruh lainnya sebesar 60,3% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model yang diteliti.

Page 11 of 17 | Total Record : 169