cover
Contact Name
Elma Marsita
Contact Email
jvkpontianak@gmail.com
Phone
+6285877544731
Journal Mail Official
jvkpontianak@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.polkespon.ac.id/index.php/JKK/about/editorialTeam
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Vokasi Kesehatan
ISSN : 24425478     EISSN : 24428183     DOI : https://doi.org/10.30602/jvk
Core Subject : Health,
Jurnal Vokasi Kesehatan is an open access, peer reviewed journal presenting timely research on all aspects of vocational health that has not been published by other media. A broad outline of the journal scope includes environmental health, dental health, nursing, midwifery, medical laboratory, and nutrition. Jurnal Vokasi Kesehatan was first published in January 2015 and subsequently published twice a year, in January and July by Poltekkes Kemenkes Pontianak. The journal keeps readers uptodate on current issues, new research, useful products, and services related to vocational health.
Articles 169 Documents
PENTINGNYA NUTRISI WANITA MASA PRAKONSEPSI UNTUK STATUS GIZI ANAK DI MASA MENDATANG Eliyana Lulianthy; Puji Astuti; Tilawati Aprina
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 6, No 2 (2020): JULI 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.928 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v6i2.455

Abstract

Stunting merupakan permasalahan global yang dialami oleh 150,8 juta balita di dunia. Kalimantan Barat memiliki 40% balita yang terindikasi stunting. Upaya penangananstunting terfokus pada perbaikan nutrisi anak. Padahal, kondisi ibu seperti tinggi badan juga dapat mempengaruhi kejadian stunting pada anak. Indonesia dengan 1.300 etnis,memiliki keberagaman sik dan genetik. Oleh sebab itu, penelitian tentang korelasi tinggibadan orang tua dari etnis tertentu pada kejadian stunting perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi korelasi antara tinggi badan ibu dan kejadian stuntingpada anak di masyarakat Sambas, Kalimantan Barat. Penelitian ini bersifat deskriptif cross sectional dengan menggunakan metode consecutive sampling. Sebanyak 86 pasang ibu dan balita (5-59 bulan) yang tinggal di Desa Tengguli, Kabupaten Sambas diambil sebagai sampel. Status gizi balita diukur berdasarkan rasio Tinggi Badan/Usia balita dan dico- cokkan dengan Z-score WHO. Data diuji menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian menunjukkan sekitar 92% balita yang lahir dari ibu pendek (< 150 cm) merupakan balita kelompok “pendek” dan “sangat pendek” atau stunting. Terdapat korelasi positif antara ibu pendek dengan balita stunting dengan p-value 0,038. Pada masyarakat Sambas, ibu bertubuh pendek cenderung memiliki keturunan bertubuh pendek.
Efektivitas Gel Ekstrak Bawang Putih terhadap Proses Penyembuhan Luka Fase Inflamasi Mufimah Mufimah; Uti Rusdian Hidayat; Ichsan Budiharto
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.816 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v4i2.159

Abstract

Abstract: Efectiveness Gel Extract Of White On The Process Of Healing Inflamation Phase Heating. The inflammatory phase is a favorable body response as a protection mechanism. In the process of wound healing becomes a very important phase. Management of inflammation that is often used Non-Steroid Anti-Inflammatory class of salicylates on the skin that have side effects. The content of allicin in garlic can be used for problems that begin with the inflammatory phase. The use of gel from garlic extract is also easier to use and easier to clean. The study aim to determine the effectiveness of garlic extract gel to process wound inflammatory phase healing. This research is an experimental research with pre and post test with control group method with 24 samples. Conducted injury to the back area of rat length of wound 1 cm, depth to dermis. Conducted wound care, given gel extract of garlic concentration of 20%, 40%, 80% of the control using 0.9% NaCl compress. Using Kruskal Wallis test and Anova oneway showed concentration of 20%, 40%, and 80% of sig <0,05 ie 0.00. It was concluded that 20%, 40%, 80% garlic extract gel was effective against inflammatory wound healing process. The use of garlic extract gel is more effective in the wound inflammatory wound healing process.Abstrak: Efektivitas Gel Ekstrak Bawang Putih  terhadap Proses Penyembuhan Luka Fase Inflamasi.  Fase inflamasi merupakan respon tubuh yang menguntungkan sebagai mekanisme perlindungan. Pada proses penyembuhan luka menjadi fase yang sangat penting. Penatalaksanaan inflamasi yang sering digunakan Anti-Inflamasi Non Steroid golongan salisilat pada kulit yang memiliki efek samping. Kandungan zat allicin pada bawang putih dapat dimanfaatkan untuk masalah yang diawali dengan fase inflamasi. Pemanfaatan gel dari ekstrak bawang putih pun dalam penggunaannya lebih mudah diabsorsi dan mudah dibersihkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas gel ekstrak bawang putih terhadap proses penyembuhan luka fase inflamasi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperiment dengan metode pre and post test with control grup dengan jumlah sampel sebanyak 24 ekor tikus. Dilakukan perlukaan pada daerah punggung tikus panjang luka 1 cm, kedalaman sampai dermis. Dilakukan perawatan luka, diberi gel ekstrak bawang putih konsentrasi berbeda yaitu 20%, 40%, 80%  kontrol menggunakan kompres NaCl 0,9%. Hasil uji Kruskal Wallis dan Anova oneway menunjukkan konsentrasi 20%, 40%, dan 80%  nilai sig <0,05 yaitu 0,00. Disimpulkan bahwa 20%, 40%, 80% gel ekstrak bawang putih efektif terhadap proses penyembuhan luka inflamasi. Penggunaan gel ekstrak bawang putih lebih efektif dalam proses penyembuhan luka inflamasi luka.   Disimpulkan bahwa 20%, 40%, 80% gel ekstrak bawang putih efektif terhadap proses penyembuhan luka inflamasi. Penggunaan gel ekstrak bawang putih lebih efektif dalam proses penyembuhan luka inflamasi luka.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diare pada Anak Usia 4-6 Tahun Selviana Selviana; Elly Trisnawati; Sitti Munawarah
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 3, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.807 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v3i1.78

Abstract

Abstract: Factors Related To Occurrence Of Diarrhea In 4-6 Year Children. Diarrhea cases in 4-6-year-old children in Desa Kalimas raised annually, from 10% in 2013 to 33% in 2014, and 35% in 2015. This study aimed at factors related to diarrhea cases in 4-6-year-old children in Desa Kalimas Kecamatan Sungai Kakap. Cross Sectional approach was used forty one sample participated in this study. They were selected by using proportional random sampling technique. The data analysis using chi-square test with a 95% confidence level. The study revealed significant correlation of hand washing (p = 0,043 ; PR = 2,175), microbial quality of drinking water storage (p = 0,016 ; PR = 1,462), availability of family latrine (p = 0,003 ; PR = 3,242), and diarrhea cases. There was no significant correlation between diarrhea cases are the habit of boiling water with the microbial quality of drinking water, the source of water for washing cutlery, and microbial of drinking water, (p > 0,05). It is hoped health authorized staffs in Desa Kalimas apply community- based total sanitation, enhance clean and healthy behaviour, and socialize healthy drinking water storage based on Regulation of Minister of Healthy No. 3/2014.Abstrak: Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Anak Usia 4-6 Tahun. Angka kejadian diare pada anak usia 4-6 tahun di Desa Kalimas mengalami peningkatan setiap tahunnya. Tahun 2013 kejadian diare sebesar 10%, tahun 2014 sebesar 33% dan 35% pada tahun 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada anak usia 4-6 tahun di Desa Kalimas Kecamatan Sungai Kakap. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel  45 orang yang diambil menggunakan teknik proportional random sampling. Uji statistik yang digunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara kebiasaan mencuci tangan dengan diare (p = 0,043; PR = 2,175), penyimpanan air minum dengan kualitas mikrobiologi air minum (p = 0,016; PR = 1,462), ketersediaan jamban keluarga dengan diare (p = 0,003; PR = 3,242). Variabel yang tidak berhubungan yaitu kebiasaan memasak air dengan kualitas mikrobiologi air minum, sumber air untuk mencuci alat makan/minum dan kualitas mikrobiologi air minum dengan diare (p ≥ 0,005). Disarankan agar di Desa Kalimas bisa diterapkan program STBM dan peningkatan penerapan PHBS pada masyarakat Desa Kalimas serta mensosialisasikan cara penyimpanan air minum yang baik sesuai dengan Permenkes No 3 tahun 2014.
Pengaruh Senam Otak terhadap Memori Jangka Pendek Mahasiswa Sari Eka Pratiwi; Willy Handoko; Ridha Rahmatania
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 2, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.179 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v2i1.47

Abstract

Abstract: The Effect of Brain Gym On Short-Term Memory Of Students. This study aimed to determine the effect of brain gym on medical students of Universitas Tanjungpura’s short-term memory. This study design was One Group Pretest-Posttest Design with simple random sampling. The total sample in this study were 53 respondents.This data was taken with.questionnaire and digit span. Statistical analysis used Wilcoxon test. The mean value of short-term memory score before and after brain gym were 10,66 and 11,55, respectively. Statistical analysis showed the significant increase in short-term memory score before and after brain gym (p<0,05).Abstrak: Pengaruh Senam Otak Terhadap Memori Jangka Pendek Mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam otak terhadap memori jangka pendek pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Tanjungpura. Penelitian ini menggunakan One-Group Pretest-Posttest Design degan metode simple random sampling. Sampel penelitian berjumlah 53 orang responden. Pengambilan data ini dilakukan menggunakan kuesioner dan digit span. Analisis statistik yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Rerata skor memori jangka pendek sebelum dan sesudah dilakukan senam otak adalah 10,66 dan 11,55. Terdapat peningkatan bermakna skor memori jangka pendek antara sebelum dan sesudah senam otak (p<0,05).
Daya Terima Selai Lembaran “Kunaya” Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) dengan Substitusi Lidah Buaya (Aloe Chinensis Baker) Annisa Rahmawati; Mulyanita Mulyanita; Rezza Dewintha; Yanuarti Petrika
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 8, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.076 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v8i2.1002

Abstract

Latar belakang: Kulit buah naga merah belum dimanfaatkan menjadi bahan dasar dalam pembuatan produk pangan, kulit buah naga merah itu hanya dianggap sebagai limbah yang tidak dapat diolah. Kurangnya pengetahuan dan pemanfaatan buah naga merah ini juga berdampak pada nilai jual buah naga merah yang murah dipasaran. Oleh karena itu, kulit buah naga merah dapat dimanfaatkan dengan diolah menjadi produk pangan yaitu selai lembaran. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya terima selai lembaran kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dengan substitusi lidah buaya (Aloe chinensis Baker) pada konsentrasi (25gr:17gr), (30gr:12gr), dan (35gr:7gr). Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen yaitu penelitian berupa uji coba untuk mengetahui daya terima selai lembaran kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dengan substitusi lidah buaya (Aloe chinensis Baker). Hasil: Hasil daya terima panelis terhadap warna, rasa, aroma dan tekstur selai lembaran kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dengan substitusi lidah buaya (Aloe chinensis Baker) pada perlakuan 2 (30gr : 12gr). Kesimpulan: Disarankan kepada konsumen agar dapat memanfaatkan kulit buah naga merah dan lidah buaya menjadi selai lembaran sebagai alternatif makanan tambahan sebagai isian roti. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai kandungan zat gizi mikro lainnya yang terdapat pada selai lembaran kulit buah naga merah dengan substitusi lidah buaya.
Pengolahan Limbah Cair Tahu Untuk Menurunkan Kadar TSS Dan BOD Tedy Dian Pradana; Suharno Suharno; Apriansyah Apriansyah
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.073 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v4i2.9

Abstract

Abstract: Tofu Liquid Waste Processing System Using Aeration And Filtrasi To Lower Levels Of TSS And BOD . The level of TSS and BOD of tofu wastewater in tofu industry in Tebas Subdistrict has exceeded the standard, is TSS = 1320 mg/L in NAB = 200 mg/L and BOD = 161 mg/L in NAB = 150 mg/L. The industrial liquid waste of tofu contains organic substances 40% -60% protein, 25% -50% carbohydrate, 10% fat and other suspended solids in nature can undergo physical, chemical and biological changes that will produce toxic substances. The purpose of this study in to know effectiveness of liquid waste processing know with aeration and filtration process to lower TSS and BOD levels in tofu wastewater. This research is Quasi Experimental with design One Group Pretest-Posttest.. The research sample is 24 samples with 6 repetitions. Statistical test used Paired Sample T-Test with 95% cofidence level. The test results showed the effectiveness of significant decrease in TSS and BOD levels before treatment was given after treatment with aeration and filtration with TSS (p=0,000 <α=0,05) and BOD p=0,000 <α=0.05).Abstrak: Pengolahan Limbah Cair Tahu Untuk Menurunkan Kadar TSS Dan BOD. Kadar TSS dan BOD limbah cair tahu di industri rumah tangga tahu di Kecematan Tebas sudah melebihi standar, yaitu  TSS = 1320 mg/L dengan NAB = 200 mg/L dan BOD = 161 mg/L dengan NAB = 150 mg/L. Limbah cair industri tahu mengandung zat-zat organik yaitu protein 40%-60%, karbohidrat 25%-50%, lemak 10% dan padatan tersuspensi lainnya yang di alam dapat mengalami perubahan fisika, kimia dan hayati yang akan menghasilkan zat toksik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pengolahan limbah cair tahu menggunakan sistem aerasi dan filtrasi untuk menurunkan kadar TSS dan BOD pada limbah cair tahu. Penelitian ini menggunakan rancangan Quasi Eksperimental dengan model One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian sebanyak 24 sampel dengan 6 kali pengulangan. Uji statistik yang digunakan Paired Sample T-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil uji menunjukan adanya efektifitas penurunan kadar TSS dan BOD yang signifikan sebelum diberikan perlakuan dengan sesudah diberi perlakuan aerasi dan filtrasi dengan hasil TSS yaitu (p=0,000 < α=0,05) dan BOD (p=0,000 < α=0,05).
Efektivitas Pasir dan Karbon Aktif dalam Menurunkan Kekeruhan dan Timbal Pada Air Hujan Khayan Khayan; Taufik Anwar
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 2, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.613 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v2i2.70

Abstract

Abstract: The Effectiveness of Sand And Activated Carbon For Lowering Turbidity Tubes And Pablum On Roof Rain Water. This research was aimed to make filtration tube by using sand, shells and coconut shell activated carbon, also analyze its effectiveness in reducing Pb and turbidity of rain water. This experimental research uses pre and post-test design with control. The results show that level of lead (Pb) pre-treatment about 131.7 μg/l and 20 NTU of turbidity. Level of Pb post-treatment was 0.71 ug / l and 5.66 NTU of turbidity with 99.4% effectiveness in decreasing lead (Pb) and 72% effectiveness in decreasing turbidity. Results of statistical analysis showed that there were a differences levels of Pb and turbidity before and after treatment (p = 0.00)Abstrak: Efektivitas Pasir dan Karbon Aktif Dalam Menurunkan Kekeruhan dan Timbal Pada Air Hujan.Tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis efektifitas pasir dan karbon aktif dalam menurunkan timbal dan kekeruhan pada air hujan. Jenis penelitian adalah eksperimen dengan rancangan pre and post test with control design. Hasil penelitian sebelum perlakuan menunjukkan kadar timbal (Pb) 131,7 μg/l dan kekeruhan sebesar 20 NTU. Setelah perlakuan kadar Pb sebesar 0,71 μg/l dan kekeruhan 5,66 NTU dengan efektivitas penurunan timbal (Pb) 99,4% dan kekeruhan, 72%. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan kadar Pb dan kekeruhan sebelum dan sesudah dilakukan pengolahan (p= 0,00).
Gambaran Histologikorteks Serebri Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan Galur Wistar Setelah Penghentian Pajanan Monosodium Glutamat (MSG) Muhammad Hadi Arwani; Heru Fajar Trianto
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 1, No 6 (2015): November 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.598 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v1i6.34

Abstract

Abstract: Histology Of Cortex Celebrity Male Wistar Rats (Rattus norvegicus) After Cessation Exposure Of Monosodium Glutamate (MSG). The aim of this study was to determine the reparation or the regeneration pyramidal cells in cortex after cessation exposure of MSG. This is an experimental study used 27 male Wistar rats and divided into 3 large groups (K(+), K(-), and P). The variables data was observed in the tenth field of view the cortex celebrity with a magnification of 40x objective lens and the data was determined the average of it. Data were analyzed using Kruskal Wallis followed by Mann Whitney. Results show that the Exposure to MSG for a minimum of 28 days resulted from no significant change (p>0,05) in the account of normal pyramidal cells and the account of damaged pyramidal cells.Abstrak : Gambaran Histologikorteks Serebri Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan Galur Wistar Setelah Penghentian Pajanan Monosodium Glutamat (MSG). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbaikan atau regenerasi sel piramidal di korteks serebri setelah penghentian pajanan toksik MSG pada tikus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan 27 ekor tikus jantan galur wistar yang dibagi menjadi 3 kelompok besar (K(+), K(-), dan P). Data diamati pada 10 lapang pandang korteks dengan perbesaran lensa objektif 40x dan dicari reratanya. Data kemudian dianalisa menggunakan uji Kruskall Wallis yang dilanjutkan dengan Mann Whitney Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pajanan MSG selama minimal 28 hari tidak mengakibatkan perubahan secara signifikan (p>0,05) jumlah sel piramidal normaldan jumlah sel piramidal rusak.
Asupan Dan Frekuensi Konsumsi Serat, Vitamin B3, dan Pufa Berhubungan dengan Profil Lipid dan Penyakit Jantung Koroner Yoan Anggraeni Saputri; Annasari Mustafa; Rany Adelina; Endang Widajati
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 8, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.48 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v8i2.852

Abstract

Pola makan tidak seimbang merupakan salah satu pemicu terjadinya abnormalitas profil lipid, yang merupakan prediktor dari Penyakit Jantung Koroner (PJK). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan dan frekuensi konsumsi serat, vitamin B3, PUFA dengan profil lipid danpenyakit jantung koroner. Metode penelitian adalah studi literatur dari jurnal penelitian yang diterbitkantahun 2016 hingga tahun 2020. Pencarian jurnal penelitianmenggunakan mesin pencari google di database E-Resources Perpustakaan Nasional RI, PubMed, PLoS, Researchgate, Google Scholar, dan Garuda Ristekbrin. Data dianalisis secara mendalam untuk menemukan persamaan dan perbedaan hasil penelitian. Enam dari 11 penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara asupan serat, vitamin B3, dan PUFA sesuairekomendasi dengan penurunan risiko abnormalitas kadarlipid dan Penyakit Jantung Koroner (p-value<0,005). Dapat disimpulkan jika asupandan frekuensikonsumsi serat, vitamin B3, dan PUFA berhubungan secara signifikandengan Penyakit Jantung Koroner dan profil lipid darah. 
Pendampingan Kader Menggunakan Kartu Aksi Gizi Meningkatkan Pola Asuh Ibu Junita Junita; Rusmimpong Rusmimpong; Egy Sunanda Putra
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 6, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.608 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v6i1.434

Abstract

AbstrakLatar Belakang. Masalah gizi masih menjadi pusat perhatian di negara berkembang seperti Indonesia. Pada tahun 2030 tujuan utama Sustainable Development Goals (SDGs) adalah mengakhiri segala masalah malnutrisi. Pola asuh ibu balita berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan balita. Kondisi ini harus menjadi perhatian khusus, mengingat bahwa kecukupan gizi dari asupan makan sangat berkaitan erat dengan status gizi balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendampingan gizi oleh kader menggunakan kartu aksi gizi terhadap peningkatan pola asuh ibu balita. Metode. Desain penelitian pre eksperimental pre and post test only design menggunakan media kartu aksi gizi dengan sampel penelitian ibu balita beerjumlah 84 orang posyandu di wilayah kerja Puskesmas Tahtul Yaman. Data dikumpulkan dengan cara wawancara terhadap ibu balita dengan menggunakan kartu aksi gizi. Uji statistik yang digunakan adalah paired t-test dan regresi logistik ganda. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan pola asuh ibu (b=4,190; p=0,0001). Analisis multivariat menunjukan umur ibu (OR=3,59; p=0.009), dan pendidikan ibu (OR=3.25; p=0,016) berpengaruh terhadap pola asuh ibu. Kesimpulan. Kartu Aksi Gizi meningkatkan pola asuh ibu balita. Umur ibu dan pendidikan ibu merupakan faktor dominan yang berpengaruh terhadap pola asuh ibu balita.

Page 10 of 17 | Total Record : 169