cover
Contact Name
AAN SETIAWAN
Contact Email
aansetiawan@stainmajene.ac.id
Phone
+6282296334936
Journal Mail Official
jurnalelfakhru@gmail.com
Editorial Address
Jl. BLK. Kelurahan Totoli. Kelurahan Banggae. Majene. Sulawesi Barat
Location
Kab. majene,
Sulawesi barat
INDONESIA
El-Fakhru : Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam
ISSN : -     EISSN : 2828433x     DOI : https://doi.org/10.46870/elfakhru
El-Fakhru : Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam menerbitkan naskah akademik pada pengajaran Pendidikan Agama Islam dan Studi Pendidikan Islam baik dalam konteks Bahasa Indonesia maupun internasional dengan perspektif multi disiplin : khususnya dalam tradisi keilmuan Islam klasik, studi pendidikan dan ilmu sosial lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 40 Documents
DAMPAK BURUK BEGADANG BAGI SANTRI KELAS 3 SW DAN SMP PONDOK PESANTREN IHYA AS-SUNNAH SINGKUT Romadhon, Wahyu Rizky; Izar Ilyassa; Eko Ngabdul Shodikin
El-FAKHRU Vol. 4 No. 1 (2024): el Fakhru
Publisher : PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/elfakhru.v4i1.1080

Abstract

Bagi kesehatan begadang atau tidur larut malam memiliki dampak yang negatif bagi santri baik itu fisik, mental, dan akademis. Kurangnya tidur dapat menyebabkan terganggunya proses kegiatan belajar mengajar, mengurangi fokus, kelelahan dan menurunkan imun yang mana hal tersebut akan berdampak kepada menurunya kekebalan tubuh. Efek begadang dalam jangka panjang akan meningkatkan resiko terdampak penyakit kronis seperti, obesitas, penyakit jantung dan diabetes. Penelitian yang dilakukan di Pondok Pesantren Ihya As – Sunnah Singkut khususnya kelas 3 salafiyatul wustho dan Sekolah Menengah Pertama yang bertujuan untuk memberikan edukasi kepada para santri tentang dampak tidur larut malam atau begadang. Metode yang di gunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan analisis. Pengumpulan data dilakukan melalui studi wawancara dan observasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis kritis, dengan model Miles dan Huberman melalui cara reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan secara berkesinambungan guna memperoleh data spesifik. Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan yaitu pemahaman tentang dampak tidur larut malam dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan.
Komponen Evaluasi Pembelajaran PAI serdi; Darmawati; Abd.Rauf; Sukman
El-FAKHRU Vol. 4 No. 1 (2024): el Fakhru
Publisher : PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/elfakhru.v4i1.1082

Abstract

Evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) memainkan peran krusial dalam memastikan tercapainya tujuan pendidikan yang holistik mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Evaluasi yang komprehensif dan tepat memungkinkan pendidik untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam proses pengajaran, memberikan umpan balik yang berguna, dan terus meningkatkan kualitas pendidikan PAI. Faktor-faktor seperti metode evaluasi, keterlibatan siswa, dan umpan balik berperan penting dalam menentukan efektivitas evaluasi. Secara keseluruhan, evaluasi yang baik dapat membantu dalam pengambilan keputusan yang tepat untuk perbaikan kualitas pembelajaran.
DAMPAK PEMISAHAN KELAS ANTARA PUTRA DAN PUTRI DALAM PEMBELAJARAN (STUDI KASUS MTS AL-UTSMANI KAJEN) Muzkiyah, Nilatul; Novi Asmaul Khasanah; Fina Mawadah
El-FAKHRU Vol. 4 No. 1 (2024): el Fakhru
Publisher : PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/elfakhru.v4i1.1148

Abstract

Di Indonesia diskusi kelas antara putra dan putri atau berdasarkan gender adalah praktik yang masih umum ditemui di berbagai lembaga pendidikan. Pemisahan kelas ini seringkali didasarkan pada alasan aspek keagamaan, sosial budaya, sampai pedagogis. Namun, dengan adanya pemisahan kelas ini pasti memiliki dampak positif dan negatif sehingga perlu diteliti lebih lanjut. Sementara itu kebijakan yang diterapkan di MTs Al-Utsmani Kajen salah satunya adalah perbedaan kelas antara siswa putra dan putri karena profilnya menyatu dengan Pondok Pesantren Al-Utsmani dengan peserta didik semuanya bermukim di Pondok. Oleh karena itu, penulis melakukan studi dan penelitian untuk meninjau dampak ringkasan kelas antara putra dan putri dalam pembelajaran di MTs Al-Utsmani Kajen. Dalam karya ilmiah ini metode yang digunakan penulis adalah penelitian lapangan dan studi literatur. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dapat disimpulkan bahwa adanya ringkasan kelas ini hampir semua anak mampu memunculkan indikator yang menyebutkan jenis-jenis emosi yang dirasakan, seperti bahagia, sedih, dan takut. Jadi seperti yang penulis ketahui bahwasannya banyak putra putri yang bermukim di pesantren dan ada juga beberapa guru yang bermukim di pesantren sehingga dalam menerangkan materi mereka lebih leluasa terutama dalam mengajarkan mata pelajaran yang sangat sensitif. Kata kunci: Pemisahan kelas, prestasi  akademik, perkembangan sosial emosional.
Strategi Internalisasi Karakter Moderat di Pondok Pesantren Al-Utsmani Kabupaten Pekalongan Syaifuddin, Mohammad
El-FAKHRU Vol. 4 No. 1 (2024): el Fakhru
Publisher : PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/elfakhru.v4i1.1185

Abstract

Moderasi beragama berbasis pesantren merupakan salah satu upaya pesantren dalam menanamkan nilai-nilai Islam moderat pada santri dan masyarakat melalui cara berfikir yang realistik, serta merujuk pada berbagai sumber yang kompherensif dan konsisten. Peneliti melakukan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif melalui kegiatan observasi, wawancara dan dokumentasi dalam menggali data penelitian. Data yang sudah terkumpul kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggali strategi yang dilakukan pondok pesantren al-Utsmani dalam menanamkan karakter moderat bagi santrinya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penanaman karakter moderat dilakukan melalui kegiatan harian di pondok pesantren berupa kegiatan Madin yang didalamnya terdapat penanaman nilai moderat seperti pembelajaran kitab kuning dan bayyin melalui metode diskusi, kegiatan bahtsul masail, syawir/ musyawaroh, dan kegiatan rutinan (berzanji, dibaiyya, manaqib dan simtu duror). Karakter moderat santri yang terbentuk meliputi karakter toleran, saling menghargai, dan harmonis
Penggunaan Media Busy Book dalam Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf Hijaiah Peserta Didik di RA Perwanida 3 Saleppa : Media Pembelajaran, Busy Book, Mengenal Huruf Hijaiah Nurul Hazirah Hamzah; Zulfianah Sunusi
El-FAKHRU Vol. 4 No. 1 (2024): el Fakhru
Publisher : PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/elfakhru.v4i1.1225

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui kemampuan mengenal huruf hijaiah peserta didik kelompok b di RA Perwanida 3 Saleppa sebelum penggunaan media busy book. (2) Pengetahuan kemampuan mengenal huruf hijaiah peserta didik kelompok b di RA Perwanida 3 Saleppa sesudah penggunaan media busy book. (3) Mengetahui apakah penggunaan media busy book dapat meningkatkan kemampuan mengenal huruf hijaiah peserta didik kelompok b di RA Perwanida 3 Saleppa. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen dengan bentuk desain one group pre-test dan post-test. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 10 peserta didik kelompok b RA Perwanida 3 Saleppa. Instrumen yang digunakan yaitu lembar check list observasi, dan menggunakan analisis deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan mengenal huruf hijaiah peserta didik sebelum penggunaan media busy book berada pada kategori rendah dengan nilai rata-rata 1,44. Sebaliknya, kemampuan mengenal huruf hijaiah peserta didik sesudah penggunaan media busy book berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata 2. Selanjutnya hasil uji Paired Sample t-test menghasilkan nilai sig 0,001 sehingga sig (2-tailed) atau 0,0010,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan media busy book dapat meningkatkan kemampuan mengenal huruf hijaiah peserta didik kelompok b di RA Perwanida 3 Saleppa.
KESENJANGAN PENDIDIKAN DI INDONESIA: ANALISIS SOSIOLOGIS TERHADAP FAKTOR SOSIAL EKONOMI DAN AKSES PENDIDIKAN Diyyah, Lathifatus Sa
El-FAKHRU Vol. 4 No. 2 (2025): el Fakhru
Publisher : PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/elfakhru.v4i2.1919

Abstract

This study aims to analyze educational disparities in Indonesia from a sociological perspective, highlighting the influence of socio-economic factors, infrastructure, culture, and government policies. Educational disparity is understood as the inequality in access, quality, and learning outcomes experienced by individuals or social groups due to differences in social and economic conditions. This study employs a descriptive qualitative method with a library research approach, where data were obtained from various scientific literature sources, including journals, books, and educational policy documents. The findings indicate that economic factors are the dominant cause of educational disparities, as low-income families often struggle to meet their children’s educational needs. In addition, limited infrastructure and educational facilities in remote areas exacerbate these inequalities. Social and cultural factors also play a role, particularly in rural communities that still hold traditional views on education, especially for girls. The government has made various efforts to reduce educational disparities through programs such as the Smart Indonesia Card (KIP), the Merdeka Curriculum policy based on Ministerial Regulation No. 12 of 2024, and teacher competency improvement through the Merdeka Mengajar Platform and the Continuing Professional Development (PKB) Program. This study concludes that achieving educational equity in Indonesia requires sustained collaboration among the government, society, and educational institutions to establish a fair, inclusive, and socially just education system. Keyword: educational disparities, socio-economic factors, education policy, Merdeka Curriculum, social justice Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan pendidikan di Indonesia dari perspektif sosiologis dengan menyoroti pengaruh faktor sosial ekonomi, infrastruktur, budaya, dan kebijakan pemerintah. Kesenjangan pendidikan dipahami sebagai ketidaksetaraan akses, kualitas, dan hasil belajar yang dialami oleh individu atau kelompok masyarakat akibat perbedaan kondisi sosial dan ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), di mana data diperoleh dari berbagai sumber literatur ilmiah seperti jurnal, buku, serta dokumen kebijakan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor ekonomi menjadi penyebab dominan terjadinya kesenjangan pendidikan, karena keluarga berpenghasilan rendah seringkali tidak mampu memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Selain itu, keterbatasan infrastruktur dan fasilitas pendidikan di daerah terpencil memperburuk ketimpangan tersebut. Faktor sosial dan budaya juga berpengaruh, terutama pada masyarakat pedesaan yang masih memiliki pandangan tradisional terhadap pendidikan, khususnya bagi anak perempuan. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi kesenjangan pendidikan melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP), kebijakan Kurikulum Merdeka berdasarkan Permendikbudristek No. 12 Tahun 2024, serta peningkatan kompetensi guru melalui Platform Merdeka Mengajar dan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemerataan pendidikan di Indonesia membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan untuk mewujudkan sistem pendidikan yang adil, inklusif, dan berkeadilan sosial. Kata kunci : Kesenjangan Pendidikan, Faktor Sosial Ekonomi, Kebijakan Pendidikan, Kurikulum Merdeka, Keadilan Sosial
ISLAMIC EDUCATION IN THE POST-TRUTH ERA: ROLES AND CHALLENGES OF DIGITAL LITERACY FOR GENERATION Z NUR FEBRIANA, FINTA; Khasanah, Nur
El-FAKHRU Vol. 4 No. 2 (2025): el Fakhru
Publisher : PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/elfakhru.v4i2.1930

Abstract

Perkembangan teknologi digital abad ke-21 membawa dampak besar bagi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), terutama di era post-truth ketika opini dan emosi lebih berpengaruh daripada fakta objektif. Generasi Z hidup di tengah arus informasi tanpa batas sehingga membutuhkan literasi digital yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga kritis, etis, dan reflektif (Gilster, 1997; Rheingold, 2012). Dalam Islam, literasi selaras dengan perintah iqra’ yang menekankan pemahaman realitas berdasarkan wahyu untuk melahirkan generasi berilmu dan berakhlak. Literasi digital Islami berperan membentuk karakter melalui nilai tabayyun (klarifikasi), amanah (tanggung jawab), dan hikmah (kebijaksanaan) dalam bermedia. Tantangan utama pendidikan Islam di era ini meliputi relativisme kebenaran, melemahnya otoritas keagamaan, serta minimnya integrasi literasi digital dalam kurikulum PAI. Karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran berbasis teknologi seperti Learning Management System (LMS), gamifikasi, Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), dan Artificial Intelligence (AI) yang berlandaskan nilai Islam dan prinsip adab al-‘ilm (etika pengetahuan). Dengan demikian, pendidikan Islam diharapkan mampu melahirkan generasi Z yang tidak hanya cerdas digital, tetapi juga beriman, berakhlak, dan beretika di tengah disrupsi informasi global. Kata Kunci: Pendidikan Islam, literasi digital, generasi Z, era post-truth
KHALIFAH ALI BIN ABI THALIB : KRISIS POLITIK, PENATAAN ADMINISTRASI DAN KONSTRIBUSI PENDIDIKAN DALAM PERADABAN ISLAM Muhammad Japri
El-FAKHRU Vol. 4 No. 2 (2025): el Fakhru
Publisher : PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/elfakhru.v4i2.1951

Abstract

Masa kekhalifahan Ali bin Abi Thalib (35-40 H) merupakan periode tersulit dalam sejarah Khulafaur Rasyidin, yang diwarnai oleh kekacauan politik dan perpecahan internal pasca terbunuhnya Khalifah Utsman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biografi, kebijakan pemerintahan, tantangan politik, serta kontribusi peradaban pada masa pemerintahan Ali. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan historis (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Ali berfokus pada penegakan hukum dan pembenahan administrasi, seperti pemindahan ibu kota dari Madinah ke Kufah, penggantian gubernur yang bermasalah, dan penataan Baitul Mal. Namun, kebijakan ini memicu resistensi besar yang berujung pada perang saudara (Perang Jamal, Shiffin, dan Nahrawan). Meskipun penuh gejolak politik, era ini memberikan sumbangsih penting bagi peradaban Islam melalui peletakan dasar Ilmu Nahwu yang diprakarsai oleh Ali untuk menjaga otentisitas Al-Qur'an di tengah meluasnya wilayah Islam.
HUBUNGAN BURNOUT DAN ENGAGEMENT MAHASISWA PERGURUAN TINGGI ISLAM Gemely, Delfina; Achmad Taqlidul Chair Fachruddin; Abdurrahman
El-FAKHRU Vol. 5 No. 1 (2025): el Fakhru
Publisher : PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/elfakhru.v5i1.2012

Abstract

Abstrak Burnout dan engagement merupakan dua konstruk psikologis yang saling berlawanan dan memiliki peran signifikan dalam menentukan capaian akademik mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara burnout dan engagement pada mahasiswa, mengingat kajian mengenai kedua variabel tersebut masih relatif terbatas dalam konteks pendidikan tinggi Islam. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan melibatkan 169 mahasiswa program sarjana dari tiga Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Data dikumpulkan menggunakan School Burnout Inventory (SBI) dan Utrecht Work Engagement Scale for Students (UWES-S), kemudian dianalisis melalui statistik deskriptif dan korelasi peringkat Spearman. Berdasarkan distribusi frekuensi skor burnout pada 169 responden, sebagian besar mahasiswa berada pada kategori burnout sedang, dengan konsentrasi tertinggi pada interval 24,1–31,5 yang mencakup 61 responden (36,1%). Sementara itu, distribusi frekuensi skor engagement menunjukkan bahwa mayoritas responden juga berada pada kategori engagement sedang, khususnya pada interval 33,7–38,4 dengan jumlah 53 responden (31,4%). Hasil analisis korelasi peringkat Spearman menunjukkan koefisien korelasi sebesar ρ = −0,303 dengan tingkat signifikansi p = 0,000 (p < 0,01), yang mengindikasikan adanya hubungan negatif yang signifikan antara burnout dan engagement. Besaran koefisien tersebut menunjukkan bahwa kekuatan hubungan antara kedua variabel berada pada kategori rendah hingga sedang. Arah hubungan yang negatif mengisyaratkan bahwa peningkatan tingkat burnout berkorelasi dengan penurunan tingkat engagement, dan sebaliknya, penurunan burnout berkaitan dengan peningkatan engagement. Temuan menunjukkan bahwa meskipun nilai-nilai keagamaan dan spiritual secara normatif diharapkan mampu memperkuat ketahanan mahasiswa dalam menghadapi tantangan akademik, keberadaan mahasiswa dengan tingkat burnout sedang hingga tinggi mengindikasikan adanya kesenjangan antara ajaran religius yang disampaikan secara formal dan kondisi psikologis yang dialami mahasiswa. Hal ini menegaskan bahwa internalisasi nilai keagamaan semata belum memadai tanpa dukungan institusional yang sistematis. Oleh karena itu, hasil penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan intervensi holistik di lingkungan PTKIN yang mengintegrasikan pendidikan agama dengan dukungan akademik, layanan psikologis, serta strategi penanggulangan stres yang praktis, guna menurunkan risiko burnout dan meningkatkan engagement serta keberhasilan akademik mahasiswa. Kata Kunci: Burnout, Engagement, Pendidikan Tinggi Islam, Penelitian Korelasi, Nilai-Nilai Keagamaan.
PENGALAMAN BELAJAR SISWA MELALUI PENGGUNAAN GAME PUZZLE IPA PADA MATA PELAJARAN QURAN HADIS DI KELAS VII MTSN 1 MAJENE Wahab, Abdul; Zulmiswal Suherli; Fitriati, Resti
El-FAKHRU Vol. 5 No. 1 (2025): el Fakhru
Publisher : PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/elfakhru.v5i1.2070

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman belajar siswa melalui penggunaan game puzzle IPA pada mata pelajaran Quran Hadis di kelas VII MTsN 1 Majene. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis deskriptif dengan melibatkan siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan media permainan tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi game puzzle IPA mampu meningkatkan keterlibatan siswa, memperkuat pemahaman kontekstual terhadap ayat-ayat Quran yang berkaitan dengan fenomena alam, serta mendorong pembelajaran kolaboratif. Siswa melaporkan peningkatan motivasi, rasa senang, dan pemahaman yang lebih baik mengenai keterkaitan antara teks keagamaan dan fenomena alam. Permainan ini juga menumbuhkan kemampuan berpikir kritis melalui aktivitas analisis dan penyocokan potongan puzzle dengan pesan ayat yang relevan. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis permainan interaktif dapat menjadi alternatif efektif dalam pendidikan Islam serta memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna sesuai tuntutan pembelajaran abad 21. Kata Kunci: Game Puzzle IPA, pengalaman belajar, Quran Hadis, pembelajaran berbasis permainan.

Page 4 of 4 | Total Record : 40