cover
Contact Name
Purwaningtyas Kusumaningsih
Contact Email
paradharma.undhirabali@gmail.com
Phone
+628123982932
Journal Mail Official
paradharma.undhirabali@gmail.com
Editorial Address
Pengelola Jurnal Paradharma Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura Jl. Raya Padang Luwih, Tegaljaya, Dalung, Kuta Utara, Badung-Bali ph. (0361) 426450/1
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
ISSN : 25497405     EISSN : 2775331X     DOI : -
Hasil – hasil pengabdian kepada masyarakat dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 147 Documents
Peningkatan Daya Saing Produk Tedung Bali Menembus Pasar Ekspor Lestari, Putu Fajar Kartika; Astakoni, I Made Purba; Swaputra, Ida Bagus
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 3 No. 2 (2019): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.89 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v3i2.1049

Abstract

ABSTRAKTedung Bali merupakan hasil kerajinan rumah tangga yang memproduksi barang seni berupa tedung atau payung yang selama ini lebih banyak untuk kegiatan upacara adat maupun keagamaan bagi umat Hindu di Bali. Bentuk fisik Tedung Bali ini secara garis besar terdiri dari dua bentuk yaitu “Tedung Agung” dan “Tedung Robrob” serta masing-masing bentuk ini menggunakan ukuran yang bervariasi sesuai dengan inovasi perajin. Tedung Bali dibuat dengan berbagai ornamen yang sarat dengan unsur lambang atau makna sesuai ajaran sastra Bali dan dimasuki unsur seni sehingga menarik sebagai sarana upacara khususnya umat Hindu sekaligus juga menjadi daya tarik wisata baik bagi wisatawan asing maupun wisatawan domestik. Permasalahan utama mitra Program Kemitraan Masyarakat ini (PKM) adalah mitra belum mengetahui apakah usaha yang dijalani menguntungkan atau tidak. Permasalahan bidang pemasaran adalah bagaimana upaya mitra binaan menembus pasar ekspor. Tujuan dari program PKM ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mitra dalam teknik manajemen usaha, teknik pemasaran dengan memanfaatkan media online. Metode yang dipakai dalam mencapai tujuan tersebut meliputi (1) pelatihan dan pendampingan pembuatan sistem pembukuan usaha berbasis teknik akuntansi sederhana dan pelatihan dibidang manajemen usaha; (2) Focus Group Discusion (FGD) dengan mebahas berbagai topik manajemen keuangan dan manajemen pemasaran. Luaran program ini adalah Buku Kas, buku persediaan, perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), perhitungan titik impas (BEP), Teknik Pemasaran untuk menembus pasar ekspor, dan artikel yang siap di publikasi pada jurnal ilmiah.Kata Kunci : Tedung Bali, Teknik manajemen usaha, Focus Group DiscusionsABSTRACT"Balinese building" is the result of household crafts that produce art items in the form of buildings or umbrellas, which so far have been more traditional and religious ceremonial activities for Hindus in Bali. The physical form of this Balinese building outlines consists of two forms, namely the "Great Mosque" and the "Robrob Building" and each of these forms uses varying sizes according to the craftsman's innovation. The Balinese building is made with various ornaments which are full of elements of symbols or meanings in accordance with the teachings of Balinese literature and are entered by elements of art so that it is attractive as a means of ceremonies especially Hindus as well as a tourist attraction for both foreign and domestic tourists. The main problem of this Community Partnership Program (PKM) partner is that partners don't know whether the business they are doing is profitable or not. The problem in marketing is how the efforts of fostered partners penetrate the export market. The aim of the PKM program is to increase partners' understanding and skills in business management techniques, marketing techniques by utilizing online media. The methods used in achieving these objectives are (1) training and assistance in making business accounting systems based on simple accounting techniques and training in business management; (2) Focus Group Discussion (FGD) by discussing various topics of financial management and marketing management. The program outputs are Cash Book, Inventory Book, Production Cost Calculation (HPP), Breakeven Calculation (BEP), Marketing Techniques to penetrate the export market, and articles that are ready to be published in scientific journals.Keywords: Balinese Building, Business management techniques, Focus Group Discusions
Peningkatan Alat Produksi dan Pelabelan Pada Kemasan Produk UMKM Kerupuk Beras di Kecamatan Sukawati Gianyar Ratniasih, Ni Luh; Adhitya Prayoga, I Gede Putu; Dewi, Ni Luh Putu Silvia
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 4 No. 1 (2020): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.274 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v4i1.1348

Abstract

ABSTRAKKabupaten Gianyar memiliki sebanyak 75.224 unit usaha mikro kecil dan menengah sehingga mampu memberikan kontribusi sekitar 65-70% dari total ekspor hasil industri kecil dan kerajinan rumah tangga di Bali. Mitra dalam kegiatan ini adalah salah satu usaha rumah tangga di bidang makanan yaitu kerupuk beras Ibu Nyoman Latri. Mitra beralamat di Br. Tegal Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Gianyar. Permasalahan prioritas yang diselesaikan dalam kegiatan pengabdian ini antara lain (1) minimnya peralatan yang dimiliki oleh mitra, (2) cara pengemasan dan pelabelan produk yang kurang maksimal. Sehingga diberikan beberapa solusi diantaranya (1) penambahan dan pelatihan penggunaan peralatan, (2) pelatihan pelabelan dan pengemasan produk yang lebih baik. Kegiatan dilakukan dengan metode ceramah, tanya jawab dan praktek langsung. Target dan luaran dari kegiatan ini telah tercapai yaitu (1) peningkatan pengetahuan mitra dalam memanfaatkan alat produksi yang tepat guna dan (2) peningkatan pengetahuan mitra dalam pelabelan dan pengemasan produk yang lebih baik.Kata kunci : Pelabelan Kemasan, Kerupuk Beras, Kecamatan SukawatiABSTRACTGianyar Regency has around 75,224 units of small and medium enterprise that contribute around 65-70% to the total exports of small industries and household handicrafts in Bali. One of the household businesses partners, Mrs Nyoman Latri, is producing rice crackers. Her business is located at Br. Tegal Guwang Village, Sukawati District, Gianyar. Priority issues that are resolved in this service activity include (1) the lack of equipment owned by partners, and (2) ways of packaging and labeling products that are less than optimal. There are some solutions provided including (1) adding and training on how to use the equipments, and (2) better labeling and product packaging training. Activities are carried out by lecturing methods, question - answer and direct practice. The target and outcome of this activity has been achieved, namely (1) increasing partner knowledge in utilizing appropriate production tools, and (2) increasing partner knowledge in better labeling and packaging of products.Key words : Packaging Labeling, Rice Crackers, Sukawati District.
Peningkatan Manajemen Keuangan Dengan Pemanfaatan Teknologi Informasi Pada Usaha Minyak Goreng HCO Wiyati, Ratna Kartika
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 4 No. 1 (2020): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.461 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v4i1.1349

Abstract

ABSTRAKMinyak goreng merupakan salah satu dari bahan pokok kebutuhan masyarakat sehari-hari.Minyak goreng HCO atau Healthy Cooking Oil merupakan minyak goreng sehat yang terbuatdari butiran kelapa murni. Mitra dalam kegiatan pengabdian ini adalah VCO KITa. VCO KITaberada pada Padangsambian, Denpasar Barat. Denpasar Barat. Letak VCO KITa kurang lebih 9km dari STIKOM Bali. VCO KITa merupakan industri rumah tangga. Pada saat ini, terdapatbeberapa kendala berupa keterbatasan dalam pengelolaan keuangan. Berdasarkan permasalahanyang dihadapi, maka dilakukan kegiatan yang difokuskan pada manajemen keuangan. Kegiatandimulai dengan sosialisasi, pelatihan pencatatan keuangan, pelatihan perhitungan HPP sertaevaluasi kegiatan. Indikator capaian adalah peningkatan pengetahuan dalam pencatatankeuangan dan perhitungan harga pokok produksi, dan terciptanya buku kas usaha minyakgoreng HCO. Dan kegiatan yang telah dilakukan maka didapatkan hasil yaitu pengetahuan danpemahaman peserta mengenai pencatatan keuangan khususnya buku kas dan perhitungan HPPmeningkat, keterampilan peserta menggunakan Microsoft Excel dalam pembuatan buku kassemakin meningkat, dan terciptanya buku kas minyak goreng HCO yang memudahkan mitramengetahui pengeluaran dan pemasukan.Kata kunci : minyak goreng HCO, pelatihan buku kas, pelatihan perhitungan HPPABSTRACTCooking oil is one of the basic ingredients of daily needs. Cooking oil HCO or Healthy CookingOil is healthy cooking oil made from pure coconut granules. The partner in this service activityis VCO KITa, a home industry. KITa VCO located in Padangsambian, West of Denpasar. It isapproximately 9 km from STIKOM Bali. Currently, there are several obstacles in the form offinancial management limitations. Based on the problems, activities will be carried out focusedon financial management. Activities began with socialization, training in financial record,training in HPP calculations and evaluation of the activities. The indicator achievement wasknowledge increase in financial records and calculation of the production cost, and the creationof a HCO cooking oil cash book. The activities resulted the increase of knowledge andunderstanding of financial records, especially cash books records, HPP calculations, skills ofparticipants using Microsoft Excel in creating cash books, and the creation of HCO cooking oilcash books that make it easier for partners to undersand their expenses and income.Key words: HCO cooking oil, cash book training, HPP calculation training.
Pemanfaatan Teknologi Informasi Untuk Peningkatan Pemasaran Usaha Pakaian Tari di Gianyar Bali Sarja, Ni Luh Ayu Kartika Yuniastari; Santosa, I Made Ari
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 4 No. 1 (2020): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.543 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v4i1.1350

Abstract

ABSTRAKUsaha pakaian tari merupakan usaha menjanjikan karena di Bali tarian seringkali dipentaskan pada saat acara hiburan, upacara keagamaan ataupun acara nasional. Mitra dalam kegiatan ini adalah Kios Tari Bali yang merupakan pengerajin perlengkapan untuk pakaian tari Bali. Saat ini kendala yang dihadapi adalah manajemen dan pemasaran produk. Pada saat ini, terdapat kendala berupa keterbatasan dalam hal pemasaran. Metode kegiatan dimulai dengan sosialisasi, pelatihan e-commerce, pembuatan dan pelatihan penggunaan website serta evaluasi kegiatan. Tujuan kegiatan adalah membantu mitra dalam memasarkan produk secara online. Setelah dilakukan kegiatan, dihasilkan account e-commerce Bukalapak dan Shopee serta website usaha. Selain itu 100% peserta pelatihan dapat menggunakan e-commerce Bukalapak dan Shopee serta website untuk memasarkan produk.Kata kunci : Manajemen, Pemasaran, Website, E-commerce, Pengabdian MasyarakatABSTRACTTraditional costume business is a promising business because it’s definitely performed during entertainment events, religious ceremonies or national events. The partner in this activity is the Balinese Dance Kiosk which is a craftsman of Balinese dance apparels. Partner’s obstacles were product management and marketing. Method of activities were started with socialization, e-commerce training, creating website and training how to use the website, and activities evaluation which it aims to help the online marketing. The activities generated e-commerce account such as Bukalapak and Shopee as well as a website. In addition, 100% trainee were able to use Bukalapak, Shopee and the website to market the products.Key words : Management, Marketing, Website, E-commerce, Community Service
Penyebaran Informasi Dengan Pemanfaatan Teknologi Untuk IRT Etika Jaya Denpasar Wibawa, Made Satria; Dewi, Nyoman Ayu Nila; Bisma Tatwa, I Gusti Nyoman Agung
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 4 No. 1 (2020): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.902 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v4i1.1351

Abstract

ABSTRAKPemasaran merupakan salah satu kegiatan yang dapat dilakukan dalam pengembangan danperluasan produk. Pemasaran memiliki manfaat yang sangat penting bagi pengusaha dalam hal iniadalah IRT atau UKM yang akan memasarkan produk yang telah diproduksi. Mitra dalam kegiatanpengabdian ini adalah IRT yang memiliki usaha dalam memproduksi aneka jajan seperti anekadonat, kue sus kering dan kue sus vla yang diproduksi setiap hari. Proses pemasaran mitra masihmenggunakan pemasaran tradisional yaitu mitra menjual jajanan dengan menitipkan pada tokotokodi sekitaran lokasi mitra dan pasar pagi yang ada di daerah lokasi mitra. Permasalahan yangsaat ini dialami mitra adalah proses pemasaran masih secara tradisional, kemasan produk mitra saatini masih sangat sederhana hanya menggunakan plastik bening tanpa memiliki label produk atauinformasi nama usaha mitra. Dari permasalahan mitra saat ini maka solusi yang akan diberikandalam kegiatan ini adalah pelatihan pembuatan labeling kemasan untuk produk usaha mitra.Pelatihan labeling kemasan dimulai dengan kegiatan sosialisasi untuk kegiatan pengabdianmasyarakat yang telah dilakukan, tahap selanjutnya dilakukan persiapan pembuatan desain labeloleh tim pengabdian masyarakat dan kegiatan ketiga adalah dilakukan kegiatan pelatihan labelingkemasan untuk produk dipasarkan. Kesimpulan yang dapat diambil dari kegiatan pengabdian yangtelah berlangsung adalah untuk pemanfaatan teknologi saat ini menjadi sangat cepat penyebaraninformasi produk yang di produksi sehingga mitra mengalami penambahan pesanan melalui mediaonline yang dapat dilihat dari media sosial yang telah di implementasikan. Kegiatan pengabdiandengan memberikan labeling kemasan menjadi lebih bermanfaat dengan mencantumkan informasinama usaha dan pemesanan.Kata kunci: Produksi, Kemasan, Desain,Pemasaran,Pengabdian MasyarakatABSTRACTMarketing is one of the activities can be done in the development and expansion of products andhas important role to IRT (home industries) or SME in order to market the products. Partners inthis community engagement are the IRT or SME that produces daily various kinds of snacks suchas donuts, crispy choux, choux pastry. The marketing process used by partners were implementedin traditional way, where snacks are sold by wrapped them in clear plastic bag without label or thebusiness name. Based on the problem and demand from partner, solutions were offered onmarketing strategy training and product labeling. The activities were started by communityengagement socialization, continued with preparation on label design, then trained partner to dolabeling for the marketed products. The community engagement activities aim to accelerate the useof technology to promote the product information through online platform. Marketing throughsocial media were introduced and business identity design labeled to the products. The givenstrategies were proved to be successfully, the product order increased through social media andthe product label become well known in the community.Keyword: Production, Packaging, Design, Marketing, Community Engagement
Pelatihan Teknologi Komputer Dasar di Taman Belajar Anak Banjar Pedahan Kaja, Desa Tianyar Tengah Kecamatan Kubu Karangasem Eka Putra, I Gede Sujana; Labasariyani, Ni Luh Putu
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 4 No. 1 (2020): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.001 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v4i1.1352

Abstract

ABSTRAKBanjar Pedahan Kaja berada di Desa Tianyar Tengah, Kecamatan Kubu, Karangasem, dengan jumlah penduduk desa sejumlah 4,238 jiwa laki-laki dan 4,209 jiwa perempuan, sedangkan jumlah kepala keluarga (KK) di Banjar Pedahan Kaja 915 KK. Kondisi sosial di daerah tersebut adalah daerah yang lumayan kering, sulit air, dan masyarakat ekonomi rendah sehingga permasalahan yang timbul adalah sebagian besar anak-anak masuk sekolah secara musiman, artinya jika suatu waktu musim panen cengkeh terutama di daerah Singaraja, maka orang tua dan anak-anak lebih mengutamakan pekerjaan memanen cengkeh di Singaraja dibandingkan dengan masuk sekolah. Menurut Perbekel Desa Tianyar Tengah, tahun lalu terdapat keluarga kurang mampu sejumlah 32 kepala keluarga mengambil pekerjaan mengemis, tetapi saat ini sudah mulai berkurang jumlahnya masih tersisa beberapa kepala keluarga. Selain itu lokasi sekolah negeri yang cukup jauh dan anak-anak berjalan kaki pergi ke sekolah dan jalur jalan cukup terjal dan rusak, sehingga mereka lebih memilih bekerja dibandingkan sekolah. Melalui Taman Belajar yang didirikan Komunitas Peduli Bali, tim pengabdi berpartisipasi memberikan wawasan teknologi komputer dan pelatihan komputer dasar bagi anak-anak kelas 4 sampai kelas 6 sekolah dasar sebagai anggota taman belajar, melalui kegiatan STIKI Aksi Peduli. Pelaksanaan kegiatan dilakukan selama 2 hari, dengan materi wawasan teknologi komputer dan praktek pelatihan Microsoft Word. Target luaran PKM ini, bagi Taman Belajar adalah anak-anak mengenal teknologi komputer dan dapat memiliki kemampuan dalam menggunakan software Microsoft Word dalam belajar, luaran lainnya berupa karya ilmiah yang terpublikasi pada jurnal ber-ISSN Paradharma.Kata kunci: Taman Belajar, Pelatihan, Teknologi Komputer Dasar, STIKI Aksi PeduliABSTRACTBanjar Pedahan Kaja is located in the Central Tianyar Village, Kubu District, Karangasem, with a population of 4,238 men and 4,209 women (BPS 2016), while the number of heads of households (KK) in Banjar Pedahan Kaja 915 KK. The social conditions in the area are fairly dry, water deficit, and low economic communities. Problem arises when most children go to school based on seasonal basis, meaning that during clove harvesting season, especially in Singaraja, parents and children prioritize the work of harvesting cloves instead of going to school. According to the Head of the Central Tianyar Village, there were 32 underprivileged families as beggars last year, but now the number has decreased. In addition to the hardship, the location of the public schools are quite far and children must walk to school on steep and damaged road, threfore they prefer to work compared to go to schools. Taman Belajar is established by Komunitas Peduli Bali, through it’s services, team are delivering knowledges to elementary students grades 4 to 6 as member on computer technology and basic computer training through the STIKI Aksi Peduli (caring action). The activities was carried out for two days with study material of computer technology and microsoft word training practices. The output of the community enggagement at Taman Belajar is to introduce computer technology as well as to train students to operate software Microsoft Word during learning activities and it can be published in scientific journal of Paradharma with ISSN.Keywords: Taman Belajar, Training, Basic Computer Technology, STIKI Aksi Peduli.
Kerajinan Tangan Untuk Aksesoris Wanita Julyantari, Ni Komang Sri; Kansa Putri, Ni Made Dewi; Astiti, Ni Made
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 4 No. 1 (2020): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.746 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v4i1.1353

Abstract

ABSTRAKKreativitas merupakan kemampuan seseorang berfikir dan bertingkah laku. Seseorang yang memiliki kreativitas atau kemampuan berfikir divergensi yang tinggi tidak banyak kesulitan dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. Oleh karena itu, kreativitas yang didefinisikan para ahli selalu berkaitan dengan kemampuan berfikir dan bertingkah laku. Salah satu kreativitas yang dapat diciptakan adalah membuat kerajinan tangan yang banyak diminati oleh masyarakat umum khususnya wanita. Contoh kerajinan tangan tersebut adalah aksesoris, kebanyakan wanita sangat gemar dengan aksesoris misalkan seperti anting, gelang, dan kalung. UKM Mitara berdiri sejak tahun 2016 yang menghasilkan berbagai macam aksesoris wanita seperti anting, gelang, anting dan jepit rambut. Terdapat beberapa kendala utama yang dihadapi oleh kedua UKM antara lain terbatas peralatan yang digunakan untuk menghasilkan produk, kurangnya pengetahuan UKM dalam menghasilkan variasi produk, kurangnya cara pengemasan produk, tidak adanya label sebagai identitas UKM, kurangnya pengetahuan pengelolaan manajemen keuangan serta terbatasnya cara pemasaran produk. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh mitra UKM Mitra hanya mempunyai satu set peralatan yang digunakan untuk memproduksi produk kerajinan tangan aksesoris wanita. Solusi yang ditawarkan dari permasalahan mitra UKM adalah penambahan alat produksi yang dapat digunakan oleh mitra UKM yakni satu set tang dan lem tembak serta pelatihan penggunaan alat produksi yang diberikan oleh tim Pengabdian Masyarakat. Hal ini akan membantu menghasilkan jumlah produk yang stabil atau meningkat. Indikator capaian adalah peningkatan pendapatan mitra hingga 100%, peningkatan jumlah produksi hingga 100%.Kata kunci: Aksesoris Wanita, kerajinan tangan, UKMABSTRACTCreativity is the ability of someone to think and to behave. Someone who has high creativity or thinking ability in divergence does not have much problem solving difficulties. Therefore, the creativity defined by experts is always related to the ability to think and to behave. One of the most demanded creativity by public, especially women, is crafts making. One of the examples of the handicrafts are accessories, where most women very fond of wearing accessories such as earrings, bracelets, and necklaces. Mitara UKM was established in 2016 has been producing various kinds of women's accessories such as earrings, bracelets, earrings and hair clips. There are several main obstacles faced by the two SMEs, including limited equipment are used to produce products, lack of knowledge of SMEs in producing product’s variations, lack of product packaging methods, absence of labels as SME identities, lack of financial management knowledge and limited product marketing methods. The problem faced by Mitara UKM patners only have one set of equipment used to produce women’s accessories handicraft product. Therefore, the solution offered is the addition of production equipment such as: one set of pliers and hot glue gun and training on how to use the equipment provided by community engagement team.Keywords: Women's accessories, handicrafts, small and medium enterprise
Diferensiasi Pemasaran Produk Kopi Arabika UUP Catur Paramitha Melalui Packaging dan Branding dalam Menyasar Konsumen Milenial Setiawan, I Made Rai Tedy; Andityawan, I Made; Palma Dinata, I Nyoman Agus Aristya; Kompiang Adiada, Anak Agung; Ririhena, Joshua Cikal Pandawa; Susanto, Putu Chris
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 4 No. 1 (2020): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1680.479 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v4i1.1354

Abstract

ABSTRAKUUP Catur Paramitha merupakan unit usaha produktif dari Kelompok Tani Subak Abian Wana Sari Kenjung (AWSK), Desa Catur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Mitra usaha tersebut sudah menghasilkan kopi dengan kualitas tinggi sebanyak 1 ton per tahun, termasuk kopi Arabika specialty yang mengikuti standar produksi yang tinggi, di antaranya harus 95% petik basah, difermentasi, dikeringkan sampai kadar air sisa 12%. Yang menjadi masalah prioritas mitra adalah merek, label, dan kemasan yang masih tradisional atau “kurang update”, sehingga masih sulit masuk ke pasar ritel atau kedai kopi high-end. Terutama bagi generasi Milenial, yang mengedepankan kemasan dan merek ketika membeli sesuatu, termasuk produk kopi. Tim Program Kreativitas Mahasiswa skema Penerapan Teknologi (PKM-T) Universitas Dhyana Pura berusaha menawarkan solusi atas permasalahan yang dihadapi mitra dengan melakukan pendampingan dalam hal packaging dan branding yang menyasar konsumen milenial. Adapun kemasan yang diterapkan adalah kemasan kopi dengan katup satu arah untuk menjaga kesegaran kopi dan mendiferensiaskannya dari produk olahan yang sudah ada. Di samping itu, labeling kopi dibuat lebih “kekinian” untuk menarik konsumen milenial. Merek yang digunakan juga merupakan sub-brand dari produksi kopi yang sudah ada, dengan memilih merek “Kopi Esa Loka” untuk mengedepankan makna bahwa produk kopi yang ditawarkan adalah single origin, serta untuk mengikuti tren penggunaan nama berbahasa Indonesia yang mudah dilafalkan oleh orang asing sekalipun. Di samping itu, tim PKM-T juga memperkenalkan produk olahan kopi cold brew sebagai salah satu alternatif pemasaran produk kopi yang sangat cocok untuk varietas Arabika terutama dari Kintamani sebagai produk kopi siap saji.Kata kunci : diferensiasi pemasaran, branding, packaging, kopi, single originABSTRACTUUP Catur Paramitha is the business extension of Subak Abian Wana Sari Kenjung (AWSK) farmers’ group in Catur Village, Kintamani Subdistrict, Bangli Regency, Bali. The co-op has been producing high quality coffee in the amount of one ton per annum, including high-quality Arabica specialty coffee produced with high standards including 95% wet picking, fermentation, and dried until 12% water content remains. The priority problem for the partner was the branding, packaging, and branding that are still not “up-to-date”, making it difficult for the coffee producer to enter the specialty and high-end coffee markets. Particularly for young Millennials, that place high importance on the packaging and branding in their purchases, including coffee. A team of students and a lecturer from Universitas Dhyana Pura (PKM-T scheme) offered a solution for this partner in terms of developing packaging and branding that target Millennials. The packaging developed used one-way valve to maintain the freshness of the coffee and differentiates the new packaging from the established ones. The labelling developed was more “up-to-date” to attract younger consumers. The team and the partner developed a sub-brand of their existing “Jempolan” brand, aimed towards the young Millennials market with the name “Kopi Esa Loka.” This brand carries the meaning of single origin, but is easy to pronounce even by foreigners. In addition, the team also introduce itsUUP Paramitra partner with cold brew as a new product developed specifically for theMillennials market.Keywords: marketing, differentiation, branding, packaging, single origin
Single Origin Edu-Trekking: Pengembangan Wisata Edukasi Berbasis Kopi Gelombang Ketiga Melalui Social Influencers di Catur Kintamani Andityawan, I Made; Yuni Krisnayanthi, Ni Luh Putu; Wisnu Susila, I Kadek Edo; Adiada, Anak Agung Kompiang; Anugerah, Desrion Zakarias; Susanto, Putu Chris
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 4 No. 1 (2020): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.123 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v4i1.1355

Abstract

ABSTRAKDesa Catur, Kecamatan Kintamani merupakan desa wisata baru di Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Sejak tahun 2018, Pokdarwis Desa Wisata Catur giat mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat, didukung dengan potensi alam, budaya, serta perkebunan kopi dan pengembangan herbal. Pokdarwis menggandeng tim Program Kreativitas Mahasiswa Universitas Dhyana Pura untuk mengembangkan paket wisata edukasi di Desa Catur. Bersama mitra Pokdarwis Desa Wisata Catur, tim PKM-M melakukan pengabdian masyarakat berupa pengembangan paket wisata, itinerary, modul pemandu wisata (guiding script), buku naskah cerita rakyat serta program pelatihan bagi tim pemandu wisata setempat. Paket wisata edukasi yang dikembangkan di Desa Catur adalah edu-trekking yang menggabungkan antara kegiatan menjelajah alam, yakni areal perkebunan kopi dan air terjun Tiying Seni, dengan unsur edukasi mengenai kopi single origin yang dibudidayakan dan diproduksi oleh kelompok tani (subak) di Desa Catur. Di samping itu, budidaya dan olahan tanaman herbal menjadi daya tarik yang unik untuk dikembangkan di Desa Catur. Dalam pelaksanaan PKM-M, tim juga mendampingi Pokdarwis Desa Catur dalam mempersiapkan diri dan melaksanakan lomba desa wisata tingkat Provinsi Bali—yang mana Desa Catur meraih juara II.Kata kunci: desa wisata, wisata edukasi, agro wisata kopi, wisata herbalABSTRACTCatur village in Kintamani Subdistrict is newly designated tourism village (desa wisata) in Bangli Regency, Bali since 2018. The local tourism authority is in the process of developing Community Based Tourism, supported by natural, cultural, agricultural, and herbal potentials. The community engagement team of Universitas Dhyana Pura (PKM-M) is working hand-in-hand to help the tourism village develop educational tourism package in Catur. Together, they develop a tourism package, itinerary, module for guiding script, handbook for local folklore, and traning program with local guides. The educational tourism package combines activities of nature exploration, including coffee plantation and Tiying Seni waterfall, with educational experience of single origin coffee cultivation and production in the local farming co-op. In addition, the cultivation and processing of herbal plants also become a unique attraction to be developed in Catur village. In the implementation of PKM, the team from Universitas Dhyana Pura also aided the village tourism authority to prepare for Bali province tourism competition—for which they received second place honors.Keywords: tourism village, educational tourism, coffee agriculture, herbal tourism
Pelatihan Penanganan Cedera Olahraga Pada Pelatih Cabang Olahraga Se Kabupaten Badung Pramita, Indah; Sena, Arya; Wahyudi, Antonius Tri
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 4 No. 1 (2020): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.247 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v4i1.1356

Abstract

ABSTRAKCabang olahraga merupakan tempat atlet dalam mengasah ketrampilan berolahraga prestasi. Dalam setiap cabang olahraga atlet akan didampingi oleh pelatih, yang tidak hanya memberikan latihan dalam hal ketrampilan namun juga harus mengetahui bagaimana penanganan cedera sebelum mendapatkan penanganan medis tahap lanjut. Komite Nasional Olahraga (KONI) Cabang Badung adalah salah satu perhimpunan Cabang Olahraga yang beberapa kali menjadi juara umum dalam Pekan Olahraga Provinsi Bali. Setelah melakukan wawancara dengan pengurus KONI Cabang Badung di ketahui bahwa pemahaman pelatih dalam penanganan awal pada cedera olahraga masih terbatas. Mereka hanya mengetahui pemahaman bahwa atlet yang cedera harus segera diistirahatkan. Selain itu masih banyaknya pelatih yang memaksakan atletnya bermain di kala mengalami cedera. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang cedera olahraga serta meningkatkan pemahaman dan ketrampilan tentang penanganan awal cedera pada kondisi olahraga. Metode yang digunakan untuk membantu mengatasi masalah adalah penyuluhan tentang cedera dan penanganan awal cedera olahraga serta pelatihan pananganan awal cedera olahraga. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya pemahaman pelatih tentang cedera olahraga dan penanganan awal cedera olahraga serta peningkatan ketrampilan penanganan awal cedera olahraga. Kesimpulan yang didapat dari pengabdian ini adalah pemberian penyuluhan dan pelatihan penanganan cedera awal olahraga mampu meningkatkan pemahaman serta meningkatkan ketrampilan pelatih dalam menangani kondisi cedera olahraga.Kata kunci : Cedera Olahraga, Penanganan Awal Cedera Olahraga, PelatihABSTRACTSport is an avenue for athletes to hone their skills in exercising achievement. In every sport, athletes will be accompanied by a coach, who not only provides training in skills but also must have the ability how to handle injuries before proceed the advanced medical treatment. The Badung National Sports Committee (KONI) is one of the Sports Branch associations which won the overall championship at the Bali Provincial Sports Week. After conducting interviews with the administrators of the Badung KONI Branch, it was learned that the trainer's understanding of initial handling of sports injuries was still limited. They only know the understanding that an injured athlete must immediately be rested. In addition, there are still many coaches who force their athletes to play eventhough is injured. This community service aims to increase understanding of sports injuries as well as increase the understanding and skills regarding the initial handling of injuries in sports conditions. The methods used to help to overcome the problem by counseling about injuries and the initial handling of sports injuries, as well as training for early handling of sports injuries. The results of this community service activity were the trainer's understanding of sports injurie, the initial handling of sports injuries, and the improvement of sports injury early handling skills. The conclusion obtained from this dedication is the provision of counseling and training in handling early sports injuries can improve understanding and improve the skills of trainers in dealing with sports injury conditions.Key words : Sports Injuries, First Aid of Sports Injuries, Trainers

Page 7 of 15 | Total Record : 147