cover
Contact Name
Purwaningtyas Kusumaningsih
Contact Email
paradharma.undhirabali@gmail.com
Phone
+628123982932
Journal Mail Official
paradharma.undhirabali@gmail.com
Editorial Address
Pengelola Jurnal Paradharma Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura Jl. Raya Padang Luwih, Tegaljaya, Dalung, Kuta Utara, Badung-Bali ph. (0361) 426450/1
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
ISSN : 25497405     EISSN : 2775331X     DOI : -
Hasil – hasil pengabdian kepada masyarakat dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 147 Documents
Pelatihan Pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi Permana, Edwin; Marlinda, Lenny; Rahmi, .; Zahar, Wahyudi; Utama, Hari Wiki
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 3 No. 1 (2019): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.637 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v3i1.945

Abstract

ABSTRAKProvinsi Jambi merupakan salah satu provinsi di wilayah Sumatera yang memiliki potensi sumberdaya alam yang cukup melimpah. Tanaman kelapa banyak dihasilkan di Provinsi Jambi, terutama di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Kelapa mempunyai peluang yang sangat besar untuk pengembangan agribisnis dari hulu maupun hilir. Peluang yang besar ini dapat dimanfaatkan untuk menjadikan produk kelapa dengan meningkatkan nilai tambah (added value) produk kelapa menjadi Virgin Coconut Oil (VCO). Pengolahan produk kelapa menggunakan teknologi yang murah dan efisien, sehingga menghasilkan VCO yang sesuai dengan standar mutu. Cara kerja alat pembuat VCO yang dibuat dengan teknologi tersebut dapat digunakan di kalangan masyarakat, sehingga hasil desain alat teknologi pembuatan VCO dapat menghasilkan produk VCO yang sesuai dengan standard dan juga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi di Desa Pembengis Kecamatan Bram Itam Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi.Kata kunci : added value, kelapa, produk, teknologi, vcoABSTRACTJambi Province is one of the provinces in Sumatra which has abundant natural resource potential. Coconut plants are widely produced in Jambi province, especially in the Tanjung Jabung Barat district. Coconut has enormous opportunities for agribusiness development from upstream and downstream. Great opportunities can be used to make coconut products by increasing the added value of coconut products into Virgin Coconut Oil (VCO). The process of coconut products using cheap and efficient technology, producing VCO in accordance with quality standards. The way of VCO makers that made by that technology can be used in general of people, thereafter, the result of tool design technology will be able to produce VCOs that are in accordance with standards and can also improve the economy in the Pembengis Village, Bram Itam District, West Tanjung Jabung Regency, Jambi Province.Keywords: value added, coconut, product, technology, VCO
Sinergi Tiga Pilar Pembangunan Dalam Pariwisata Berkelanjutan Suryadarmawan, I Gusti Agung Gede; Sukanteri, Ni Putu; Suryana, I Made
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 3 No. 1 (2019): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.7 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v3i1.946

Abstract

ABSTRAKABSTRACTKeywords: agro tourism, terracing, three pillars, sustainable developmentPemerintah Kabupaten Tabanan sejak tahun 2010 telah mencanangkan beberapa gebrakan yang sangat menyentuh kehidupan masyarakat perdesaan terutama petani, peternak dan rumah tangga miskin melalui Gerakan Pembangunan Pangan (Gerbang pangan) Serasi, Gerakan Pembangunan Ekonomi Kemasyarakatan (Gerbang Emas Serasi), Gerbang Wisata (Dewi), dan yang terakhir adalah Gerbang Besar Serasi. Gerakan-gerakan pembangunan tersebut berjalan bersinergi dan berbasis desa. Desa Gunung Salak adalah salah satu desa yang dicanangkan sebagai desa wisata agro. Secara topografi Desa Gunung Salak adalah daerah dengan perbukitan dan terasering yang sangat indah, Panorama perkebunan yang sangat luas sehingga sangat berpotensi untuk pengembangan pariwisata seperti wisata treking, wisata agro, maupun wisata religius. Di Desa Gunung Salak juga terdapat lokasi yang sangat potensi seperti: Air Terjun Br. Kanciana, Goa Lindung di Br Gunung Salak, view persawahan dan perkebunan yang yang sangat indah, areal wisata treking /oprouder, sanggar lukisan Kresnadana, tari tradisional Okokan Mebarung Br Apit Yeh, dan didukung oleh keramah tamahan penduduk. Tim Pengembangan Kemitraan Wilayah (PKW) Universitas Mahasaraswati Denpasar telah melakukan beberapa pembinaan industri pendukung Desa Wisata Gunung Salak, seperti kuliner yang diproduksi oleh Kelompok Wanita Tani Mawar dan Kenanga. Keberhasilan desa Gunung Salak menjadi desa Wisata memerlukan komitmen semua pihak baik pemerintah, masyarakat dan pelaku wisata.Kata kunci: agro wisata, terasering, tiga pilar, pembangunan berkelanjutan The Tabanan district government since 2010 has launched a number of moves that have touched the lives of rural communities, especially farmers, ranchers and poor households through the Food Development Movement (Food Gate) Serasi, Community Economic Development Movement (Serasi Gold Gate), Tourism Gate (Dewi) and the last is the Great Gate of Serasi. These development movements run in synergy and are village-based. Gunung Salak village is one of the villages proclaimed as an agro tourism village. In Topography, Gunung Salak Village is an area with very beautiful hills and terraces, Panorama Perkebunan is very wide, so it has the potential to be developed for tourism such as Treking tourism, Agro Tourism and Religius tourism. In the area of Salak Judga Mountain, there is a very potential location such as: Waterfall Br. Kanciana, Protected Goa at Mount Salak Br, View of Rice Fields and very beautiful Plantation, Oprouder trekking area, Lukisan Kresnadana Studio, Okokan mebarung Br Apit Yeh traditional dance and supported by people's hospitality. Mahasaraswati University Regional Partnership Development Team (PKW) has carried out several coaching industries supporting Gunung Salak Tourism Village, such as culinary produced by Mawar and Kenanga Farmer Women Groups. The success of the Gunung Salak village as a tourism village requires the commitment of all parties, including the government, community and tourism actors.
Pelatihan dan Pendampingan Menu Makanan Sehat Bergizi Seimbang di TPA Bali Dewata Desa Dangin Puri Kaja Kecamatan Denpasar Utara Lestari, Putu Indah; Prima, Elizbeth; Sulistyadewi, Ni Putu Eny
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 3 No. 1 (2019): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.797 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v3i1.947

Abstract

ABSTRAKPengabdian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yaitu mitra belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang menu makanan sehat bergizi seimbang. Sehubungan dengan permasalahan yang dihadapi oleh mitra tersebut, maka tim pelaksana memberikan solusi dengan kegiatan-kegiatan yaitu pelatihan dan penyuluhan kepada mitra yakni guru-guru dan pengasuh TPA Bali Dewata tentang makanan sehat siklus menu 3 harian dan pelatihan membuat jus sehat untuk anak. Metode pelaksanaan aktivitas pengabdian kepada masyarakat melalui program kemitraan masyarakat dilakukan dengan metode ceramah digunakan untuk menyampaikan pengetahuan secara umum tentang menu gizi untuk usia 3-6 tahun, metode demonstrasi digunakan untuk memberikan keterampilan langsung tentang cara mengolah menu makanan sehat lengkap dengan standar gizinya, dan metode tanya jawab diperlukan untuk mengetahui beberapa kendala yang dialami dan pemecahannya yang mucul selama pengabdian masyarakat berlangsung. Berdasarkan hasil pengabdian yang dilakukan dengan penyuluhan dan pendampingan tentang makanan sehat bergizi seimbang, siklus menu 3 hari, dan pembuatan jus sehat untuk anak-anak. Pengetahuan mitra semakin bertambah dengan hasil pre-test sebesar 62%. Rata-rata hasil post-test yaitu 86% dari seluruh guru megetahui tentang nutrisi dan kesehatan pada anak usia 0-5 tahun Dari kegiatan ini pengetahuan dan kemampuan guru-guru mengenai nutrisi dan kesehatan meningkat sebesar 24%.Kata kunci : TPA, makanan sehat, siklus makanan 3 hariABSTRACTThis community service is motivated by problems in partners who don’t have sufficient knowledge about the menu of balanced nutritious healthy food. According with the problems faced by these partners, the team provided solutions with activities. First, training and counseling to partners namely TPA Bali Dewata teachers and carers about daily menu 3 healthy food cycles. Second, training making healthy juice for children. The method of implementing community service activities through community partnership programs conducted by the lecture method is used to convey general knowledge about the nutrition menu for ages 3-6 years, the demonstration method is used to provide direct skills on how to process healthy food menus complete with nutritional standards, and question and answer methods is needed to find out some of the obstacles experienced and the solutions that arise during community service. Based on the results of dedication carried out by counseling and mentoring about balanced nutritious healthy food, 3-day menu cycle, and making healthy juices for children. Knowledge of partners is increasing with the pre-test results of 62%. The average post-test results were 86% of all teachers knew about nutrition and health in children aged 0-5 years. From this activity the teachers' knowledge and abilities regarding nutrition and health increased by 24%.Keywords: TPA, healthy food, food cycle 3 days
Peningkatan Produksi Kopi Melalui Pemangkasan Raka, I Dewa Nyoman; Suparsa, I Nyoman; Widnyana, Wayan
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 3 No. 1 (2019): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.993 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v3i1.948

Abstract

ABSTRAKABSTRACTKeywords: Pruning production, reproductive branches, productive branches, intensivePeningkatan Produksi Kopi Melalui PemangkasanTim Program Kemitraan Wilayah (PKW) Universitas Mahasaraswati Denpasar bekerja sama dengan Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat IKIP Saraswati Tabanan telah melakukan pendampingan pemangkasan berat pada tanaman kopi di Desa Batungsel Kabupaten Tabanan. Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran petani kopi untuk melakukan pemangkasan, karena selama ini petani kopi sangat jarang malahan tidak pernah melakukan pemangkasan pada tanaman kopi karena pengetahuan petani masih keliru terhadap tindakan pemangkasan. Dalam persepsi petani pemangkasan yang dilakukan pada tanaman kopi justru akan mengurangi produksi karena tindakan pemangkasan akan menghilangkan beberapa bagian tanaman yang sebenarnya tidak bermanfaat. Padahal pemangkasan memiliki beberapa keuntungan seperti 1) Mendorong pertumbuhan cabang produktif yang baru; 2) Menentukan jumlah cabang reproduktif yang optimal; 3) Sarana untuk pengontrol produksi; dan 4) Mencegah pertumbuhan cabang liar sehingga memudahkan dalam melakukan pemeliharaan. Melalui kegiatan pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, akhirnya tim mampu meyakinkan petani tentang manfaat pemangkasan pada tanaman kopi. Kegiatan pendampingan juga dilakukan di Desa Jelijih Punggang dimana desa ini selain merupakan sentra tanaman manggis juga sebagian besar masyarakatnya memiliki tanaman kopi terutama kopi Robusta. Animo masyarakat terhadap pemangkasan akhirnya dapat dirubah dan petani juga diberikan pemahaman agar selalu melakukan pemeliharaan yang intensif terhadap tanaman kopi di lapangan, sehingga produksi kopi di Desa Batungsel dan Desa Jelijih Punggang dapat ditingkatkan.Kata kunci: Pemangkasan produksi, cabang reproduktif, cabang produktif, intensifThis program was conducted at two villages in Pupuan district Tabanan Regency. Those villages have plenty coffee plantation which is very limited technology adoption. This situation impact for the quantity of coffee bean production and also the quantities so far. Pruning is one of effective way to increase coffee production because this activities can drive the plant to grow the new branch especially the productive branches that can be support the new juvenile productive branches. If the weather in comfortable zone, the productive branches will support to produce good quality of coffee beans. Though pruning has several advantages such as 1) encouraging the growth of new productive branches, 2) determining the optimal number of reproductive branches 3) facilities for production control and 4) preventing the growth of wild branches so as to facilitate maintenance. Through ongoing mentoring activities, the team was finally able to convince farmers about the benefits of pruning on coffee plants. Mentoring activities were also carried out in the village of Jelijih Punggang where the village was not only a mangosteen center but also most of the people had coffee plants, especially Robusta coffee. Public interest in pruning can eventually be changed and farmers are also given an understanding to always carry out intensive maintenance of coffee plants in the field, so coffee production in the village of Batungsel and the village of Jelijih Punggang can be increased
PKM Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Di Desa Padang Sambian Kaja Denpasar Barat Prima, Elizabeth; Lestari, Putu Indah
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 3 No. 1 (2019): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.914 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v3i1.949

Abstract

ABSTRAKSeorang guru dituntut membuat karya tulis khususnya Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK berguna untuk menyeimbangkan antara karier dan profesionalitas guru, karena itu guru harus dapat membuat karya tulis secara baik dan benar. Melalui PTK, guru juga dapat meneliti di kelasnya sendiri dengan tujuan memperbaiki kualitas pembelajaran. Namun pada kenyataannya, masih banyak guru-guru yang merasa kesulitan dalam memenuhi tuntutan tersebut. Hasil identifikasi permasalahan yang dihadapi mitra, ditemukan: (a) kurangnya pemahaman tentang pentingnya menulis karya ilmiah bagi guru; (b) kurang memahami sistematika penulisan PTK; dan (c) sebagian guru belum pernah membuat PTK. Tim PKM menawarkan solusi untuk mengatasi masalah tersebut antara lain, memberikan penyuluhan kepada guru tentang pentingnya menulis karya ilmiah, memberikan penyuluhan kepada guru tentang sistematika penulisan PTK, dan memberikan pelatihan membuat PTK. Target luaran yang dicapai dalam PKM adalah jurnal ber-ISSN dan makalah hasil pelatihan di TK Tunjung Mekar. Besar harapan bahwa pelatihan PTK dapat menumbuhkan keinginan dari guru untuk memperbaiki kualitas pembelajaran didalam kelas.Kata Kunci : guru TK, Penelitian Tindakkan KelasABSTRACTA teacher is demanded to write a paper particularly regarding Classroom Action Research (CAR). CAR is valuable for balancing the career and professionalism of the teachers, therefore the teachers must be able to write a paper properly and correctly. Through CAR, the teacher also can research in the classroom to amend the quality of teaching. Nevertheless in reality, there are still numerous teachers who find it tough to accomplish these demands. The results of the identification of problems faced by partners were found: (a) lack of understanding of the importance of writing paper for teachers, (b) lack of understanding of the systematic writing of CAR, and (c) some teachers had never made CAR. The CPP team offers solutions to overcome these problems, namely, providing workshop to teachers about the importance of writing papers, providing workshop to teachers about the systematic writing of CAR, and providing training to make CAR. The output targets achieved in CPP are ISSN journals and training papers at Tunjung Mekar Kindergarten. The expectation is that PTK training can foster the desire of teachers to improve the quality of learning in the classroom.Key words: kindergarten teacher, Classroom Action Research
Pelatihan Bahasa Inggris Komunikatif Bagi Komunitas Pengerajin Kain Tenun Gringsing Di Desa Tenganan Karangasem Widiadnya, I Gusti Ngurah Bagus Yoga
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 3 No. 1 (2019): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.4 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v3i1.950

Abstract

ABSTRAK Desa Tenganan merupakan desa yang mempunyai tradisi unik yaitu megeret, meayunan, dan menenun kain Gringsing. Banyak wisatawan asing yang berkunjung ke Desa Tenganan untuk melihat tradisi yang unik tersebut terutama tradisi menenun kain Gringsing serta menawar langsung kerajinan kain tenun Gringsing yang diinginkan. Namun masyarakat masih belum mampu berkomunikasi dengan baik kepada wisatawan asing. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang komunikasi Bahasa Inggris kepada masyarakat Desa Tenganan. Pemecahan masalah dilakukan dengan mengadakan pelatihan terhadap komunitas pengrajin kain tenun di Desa Tenganan dengan menggunakan metode Direct Method yang dikombinasikan dengan drill. Pengabdian masyarakat ini diawali dengan observasi lapangan lalu menyusun materi ajar yang dibutuhkan. Dari hasil yang diperoleh peserta pelatihan mampu meraih nilai dengan kriteria sangat baik dengan nilai rata-rata 87. Setelah dilaksanakan pengabdian masyarakat seperti ini, sangat diharapkan para masyarakat dapat berkomunikasi dengan baik kepada wisatawan yang datang ke Desa Tenganan.Kata kunci: Bahasa Inggris, Tenun, Kain Gringsing.ABSTRACTTenganan village is a village that has unique tradition of Mageret, Meayunan and Gringsing weaving. Many tourists visiting Tenganan to see this unique tradition, especially the tradition of weaving Gringsing fabrics, besides that they directly to bidding the handcrafted wove Gringsing fabrics. However, the people are still not able to communicate well with the tourist. This community service aims to provide knowledge about English communication to the community of Tenganan village. Problem solving is done by conducting training for the community of woven fabric craftsmen in Tenganan village by using Direct Method as a learning method combined with Drill. This community service begins with observations and then arranges the required teaching material. From the results obtained by the trainees, they were able to achieve very good criteria with an average score of 87. After this community service was implemented, it was expected that the people can communicate well to tourist who come to Tenganan village.Key words: English Language, Weaving, Gringsing Fabric
Pemanfaatan Limbah Kotoran Ternak Babi untuk Pupuk Di Banjar Pengiasan Desa Mengwi Kabupaten Badung Bali Sumadewi, Ni Luh Utari; Puspaningrum, Dylla Hanggaeni Dyah
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 3 No. 1 (2019): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.431 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v3i1.951

Abstract

ABSTRAKPengabdian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan pada mitra tentang tidak diolahnya limbah yang dihasilkan dari peternakan babinya dan tidak dilaksanakannya hygiene personal pada para pekerja ternak. Berdasarkan hasil pengabdian yang dilakukan dengan sosialisasi, penyuluhan, pelatihan dan pendampingan tentang pengolahan limbah kotoran ternak dan pentingnya hygiene personal para pekerja ternak. Pengetahuan mitra semakin bertambah dengan persentase sebesar 71,45%.Kata kunci : pengolahan limbah, hygiene personal, peternak babi.ABSTRACTThe background of this was because there was the problem in about no sewage treatment and not implement personal hygiene to workers at the ranch.Based on the results of devotion that is done with the socialization , counseling , training and mentoring about waste processing pig farmers and the importance of personal hygiene to cattle workers. Knowledge in the programs as well has been increased with the percentage of 71,45 %.Keywords : waste treatment, personal hygiene, pig farmer.
Alternative Pewarnaan Pada Kerajinan Endek Untuk Efisiensi Proses Produksi Sukerta, I Made; Adiaksa, I Made Anom; Martiningsih, Ni Gst.Ag.Gde Eka
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 3 No. 1 (2019): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.459 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v3i1.952

Abstract

ABSTRAKIndonesia memiliki ragam budaya yang sangat bervariasi, mulai dari etnis, agama, tradisi, kesenian, sampai pada industri tekstil. Salah Satu kebanggaan industr1 tekstil tradisional Bali adalah kain tenun ikat yang disebut Endek dan Songket Bali. Setiap kabupaten di Bali memiliki ciri khas desain yang menunjukkan karakter daerah masing-masing. Setiap kabupaten menonjolkan ciri khas daerahnya melalui goresan desain pada setiap lembar kain tenunnya. Keberagaman ini akhirnya menghasilkan corak yang sangat variatif sehingga memudahkan konsumen untuk menentukan pilihan. Selain itu persaingan penjualan menjadi sehat karena setiap hasil tenun daerah di Bali memiliki ciri khas. Program Pengembangan Produk Ekspor (PPPE) yang dilaksanakan oleh Universitas Mahasaraswati Denpasar bekerjasama dengan Politeknik Negeri Bali mengidentifikasi beberapa kendala pengerajin dalam melakukan pengembangan desain, dan teknik pewarnaan. Salah satu alternatif yang sudah mulai dipahami oleh beberapa pengerajin adalah teknik pewarnaan airbrush. Program pendampingan telah dilakukan di UD Anugrah dan UD Arta Darma dalam pewarnaan dengan teknik airbrush. Airbrush mempunyai banyak kegunaan yang sangat beragam. Contohnya adalah untuk memperbaiki foto, sebagai pengecatan seni arsitektur, pembuatan sampul majalah, mewarnai ukiran, dan desain sampul kaset. Tidak menutup kemungkinan juga untuk membuat iklan billboard, melukis diatas body otomotif, bahkan hingga tato. Air brush dapat digunakan secara beragam tergantung kreatifitas dari pengguna / pelukisnya. Pewarnaan dengan teknik airbrush pada kerajinan endek memberikan banyak keuntungan bagi pengerajin terutama pada proses pewarnaan akan lebih mudah, proses mendisain lebih cepat dengan kualitas pewarnaan yang tidak terlalu berbeda dengan pewarnaan alam, apalagi kalau desain kain endek menggunakan pewarnaan tiga dimensi.Kata kunci: Air brush, Endek, Desain, SongketABSTRACT Indonesia has a wide variety of cultures, ranging from ethnicity, religion, tradition, art, to the textile industry. One of the pride of the traditional Balinese textile industry is the woven cloth called Endek and Songket Bali. Each district in Bali has a characteristic design that shows the character of each region. Each district emphasizes the distinctive features of the region through strokes of design on each piece of woven fabric. This diversity eventually produces a very varied style that makes it easy for consumers to make choices. In addition, sales competition is healthy because every weaving area in Bali has its own characteristics. The Export Product Development Program (PPPE) carried out by Denpasar Mahasaraswati University in collaboration with the Bali State Polytechnic identified several constraints on craftsmen in developing designs, and coloring techniques. One alternative that has begun to be understood by some craftsmen is the Airbrush staining technique. Mentoring programs have been carried out at UD Anugrah and UD Arta Darma in coloring with Airbrush techniques. Air brush has many very diverse uses. An example is to improve photos, as painting art architecture, making magazine covers, coloring engravings, and cassette cover designs. It is also possible to make billboard advertisements, paint on automotive bodies, even tattoos. Air brush can be used in various ways depending on the creativity of the user / painter. Coloring with airbrush techniques on endek crafts provides many advantages for craftsmen, especially in the processing process, it will be easier, the process of designing faster with quality naan which is not too different from natural coloring, especially if the design of endek fabricuses three-dimensional coloringKeywords: Air brush, Endek, Design, Songket
PKM Hidroponik Kelompok Guru dan Siswa SMK N 1 Petang, Badung Sari, Ni Kadek Yunita; Permatasari, Anak Agung Ayu; Deswiniyanti, Ni Wayan
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 3 No. 1 (2019): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.932 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v3i1.953

Abstract

ABSTRAKHidroponik merupakan budidaya pertanian tanpa menggunakan media tanah tetapi menggunakan air yang berisi larutan nutrisi. Sejauh ini siswa di SMK N 1 Petang hanya melakukan praktek Produksi dan budidaya tanaman konvensional dengan menggunakan media tanah. Praktek budidaya pertanian dengan metode hidroponik di sekolah ini belum pernah dilakukan karena guru produktif masih mengambangkan sistem pertanian konvensional, selain itu karena terbatasnya alat dan bahan dan sempitnya lahan praktek yang dimiliki. Mitra belum mengetahui konsep dasar hidroponik dan belum memiliki keterampilan bercocok tanam dengan teknik hidroponik. Solusi yang ditawarkan yaitu penyuluhan tentang konsep dasar hidroponik dan pelatihan pendampingan bercocok tanam dengan teknik hidroponik. Hasil PKM menunjukkan mitra mengetahui dan memahami konsep dasar hidroponik dan memiliki keterampilan bercocok tanam dengan teknik hidroponik NFT.Kata Kunci : hidroponik, budidaya, pertanian, SMKN 1 PetangABSTRACTHydroponics is the cultivation of agriculture without the use of soil media but use water containing nutrient solution. So far students in SMK N 1 Evening only perform production practices and conventional cultivation using soil media. Agricultural cultivation practices with hydroponic methods in this school has never done since the teacher is productive agricultural systems mengambangkan still conventional, moreover because of the limited tools and materials and the narrowness of the practice of land owned. The partners haven't learned the basic concept of hydroponics and don't yet have the skills to farm with hydroponic techniques. Solutions that are offered, namely the extension of the basic concept of hydroponics and training accompaniment to farm with hydroponic techniques. The results showed partners knowing and understand the basic concept hydroponics and have the skills to farm with NFT hydroponic techniques.Keywords: hydroponics, cultivation, agriculture, SMKN 1 Petang
Sampah Sebagai Berkah Dalam Pengelolaan Kesehatan Lingkungan Praganingrum, Tjokorda Istri; Suryatmaja, Ida Bagus; Martiningsih, Ni Gusti Agung Gde Eka
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 3 No. 1 (2019): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (953.56 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v3i1.954

Abstract

ABSTRAKPermasalahan lingkungan yang ada saat ini tidak dapat dipungkiri merupakan dampak dari kepentingan pembangunan akibat pertambahan jumlah penduduk dan kebutuhan akan ruang. Tidak terkontrolnya peningkatan jumlah timbulan sampah berkorelasi dengan produksi sampah baik sampah rumah tangga, sampah industri maupun sampah lainnya yang berkaitan dengan berbagai kegiatan masyarakat. Penting dilakukan upaya menemukan solusi yang tepat dalam rangka penyehatan lingkungan. Salah satunya adalah dengan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah baik organik maupun anorganik melalui metode model Tecnology Transfer (TT), dan penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG). Pengelolaan sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair dikenal dengan mikroorganisme lokal (MoL), sedangkan untuk sampah anorganik dapat dilakukan pemilahan yang akan memberikan keuntungan ganda yaitu berkurangnya beban lingkungan akibat sampah dan bisa menjadi berkah bagi masyarakat karena dapat memberikan nilai tambah dalam hal finansial.Kata kunci :sampah, pemberdayaan masyarakat, kesehatan lingkunganABSTRACTThe current environmental problems, indeed, is considered as the impact of development interests due to increase in population and the need for space. The uncontrolled raise in amount of waste correlates with either production of household, industrial, or other kind of waste related to various activities done by society. It is important to make efforts to find the right solution in the context of environmental health. One of them is by empowering the community in both organik and inorganik waste management through the Technology Transfer (TT) model, and the application of Effective Technology (ET). Management of organik waste, seen as the products, can be used as liquid organik fertilizer known as local microorganisms (Mikroorganisme Lokal; MoL), while for inorganik waste sorting, in result, will either provide dual advantage of reducing environmental burden due to waste or being an advantage for the community for providing value-added in financial terms.Keywords: garbage, community empowerment, environmental health, advantage

Page 5 of 15 | Total Record : 147