cover
Contact Name
Purwaningtyas Kusumaningsih
Contact Email
paradharma.undhirabali@gmail.com
Phone
+628123982932
Journal Mail Official
paradharma.undhirabali@gmail.com
Editorial Address
Pengelola Jurnal Paradharma Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura Jl. Raya Padang Luwih, Tegaljaya, Dalung, Kuta Utara, Badung-Bali ph. (0361) 426450/1
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
ISSN : 25497405     EISSN : 2775331X     DOI : -
Hasil – hasil pengabdian kepada masyarakat dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 147 Documents
PKM Industri Rumah Tangga Jajanan Khas Bali Di Desa Tegal Jadi, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali Iswara, Ida Bagus Ary Indra; Wijaya, I Nyoman Saputra Wahyu; Willdahlia, Ni Putu Ayu Gede; Meinarni, Ni Putu Suci
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 3 No. 2 (2019): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1138.787 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v3i2.1039

Abstract

ABSTRAK Usaha jajanan Bali traditional Dana Asih dan Riko Kaliadrem adalah industri rumah tangga (IRT) yang berlokasi di Br. Pengembungan, Desa Tegal Jadi, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. Kedua industri tersebut menyediakan berbagai jajanan khas Bali yang digunakan untuk upacara dan dikonsumsi. Jajanan khas Bali yang diproduksi adalah jaja uli, jaja begina dan jaja kaliadrem. Kegiatan bisnis yang dijalani kedua IRT ini diantaranya menerima pesanan jajanan khas Bali, memproduksi secara konvensional dari pemilihan bahan, kuantitas bahan yang digunakan, pengolahan bahan, pengemasan jajanan serta memasarkan hasil produksi. Produk yang dihasilkan oleh mitra adalah jajanan kering khas Bali. Produk tersebut dikemas kedalam plastik flip tanpa memberikan desain kemasan yang dapat menjadi identitas industri. Mitra mengakui produk yang mereka dijual di pasaran tidak dikenali oleh konsumen karena banyak produk yang sama. Hal tersebut mempengaruhi promosi yang diinginkan oleh mitra. Jajanan khas Bali yang dibuat tidak menggunakan bahan pengawet, sehingga diperlukan kemasan yang kedap udara agar produk dapat bertahan lebih lama. Permasalahan yang dialami mitra adalah pemasaran produk atau promosi serta pencatatan penjualan. Solusi yang diberikan adalah dengan merancang kemasan produk yang menarik dan kedap udara, memberikan pelatihan membuat jajanan khas Bali dengan resep baru yang lebih tahan lama, menyediakan sebuah website e-commerce serta mitra diberikan pelatihan menggunakan media sosial. Produk dapat dikenal pada khalayak umum dengan identitas pada kemasan serta masa kadaluarsa produk lebih lama. Varian rasa dari produk bertambah dengan harapan lebih diminati masyarakat. Kemampuan memanfaatkan teknologi juga meningkat yang dapat berpengaruh kepada peningkatan produktivitas.Kata kunci : jajanan, kemasan, promosi, e-commerceABSTRACT Traditional Balinese snacks are home industries businesses located in Br. Pengembungan, Tegal Jadi Village, Marga District, Tabanan Regency. Both industries has some kind of Balinese snacks that are used for ceremonies and also to consume. They are Jaja Uli, Jaja Begina and Jaja Kaliadrem. The business activities undertaken by these two home industries start from receiving orders for the snacks, producing conventionally, from selecting the ingredients, measuring the quantity of materials used, processing of materials, wrapping the snacks and selling of these products. These products can be classified into bali dry snacks. It is wrapped into a flip plastic that can be bought on the market without using special design for the packaging, which is it can be an industrial identity. Partners acknowledge that the products they sell on the market cannot be recognized by consumers because many other industry players sell the similar products. This will probably affects the promotion desired by partners. In addition, typical Balinese snacks that are made do not use preservatives, so airtight packaging is needed so that the product can last longer. The main problems experienced by partners and closely related to the packaging are product selling or promotion. The selling process carried out by partners (some sellers) is done conventionally. Partners keep their products limited in traditional markets. The impact that occurs in this marketing way is the demand for products does not increase. The next problem is recording sales. So far, business partners do not record sales in any form so that it cannot be clearly seen how many products have been sold and in what time period and cannot calculate the total profits that have been obtained. The solution offered is to design attractive and airtight product packaging, make recipes and provide training for recipes, provide an e-commerce website that can help the promotion process and record sales. Some courses will also be provide to partners for example the course about using social media. As the aim, the products will be famous into public. And the packaging design hopefully will give an identity that is including the product expiry date as a trustworthy product. The flavor variant of the product increases with the hope that the community is more interested. The ability to use technology also increases which can affect productivity.Key words : snacks, packaging, promotion, e-commerce
PKM Pengolahan/Pembuatan Roti (Breakfast Roll, Japanese Type Softroll dan Raisin Roll) bagi Siswa SMK Wira Harapan Tegal Jaya Ordani Astuti, Ni Made Erpia; Suryanto, I Wayan
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 3 No. 2 (2019): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.079 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v3i2.1040

Abstract

ABSTRAKSekolah Menengah Kejuruan (SMK) Wira Harapan merupakan sekolah kejuruan dibidang pariwisata yang beralamat di Jalan Raya Padang Luwih, Br. Tegal Jaya, Dalung, Kuta Utara, Badung Bali menerapkan Kurikulum 2013 yang mendidik, melatih dan mencetak lulusan yang kompeten di bidang perhotelan (Kantor Depan, Tata Graha, Jasa Boda dan tata Hidangan). Kompetensi khusus di Bidang Jasa Boga, siswa dididik dan dilatih dalam proses pengolahan dan menyajian berbagai jenis makanan dan miniman dan siap bekerja di industry perhotelan sebagai seorang juru masak (chef). Sebagai calon juru masak (chef) yang professional, untuk bisa menghasilkan makanan yang rasanya enak, menarik, sehat dan aman dimakan, sangat ditentukan oleh pengetahuan dan keterampilan dalam proses Pengolahan Makanan (metode memasak), Bahan makanan dan peralatan yang digunakan dalam pengolahan makanan. Siswa SMK Wira Harapan khususnya jurusan Jasa Boga telah dididik dan dilatih untuk praktek pengolahan hidangan Indonesia, Asia dan Eropa, tetapi belum mencakup praktik pengolahan Roti sebagai hidangan utama untuk sarapan/breakfash. Untuk dapat mencetak lulusan yang kompeten dibidang jasa boga, siswa SMK Wira Harapan perlu diberikan pelatihan tentang Pengolahan/pembuatan Roti (Breakfast Roll, Japanese Type Softroll dan Raisin Roll). Luaran dari kegiatan ini meliputi : lulusan SMK Wira Harapan Memiliki keterampilan, pengetahuan tentang penerapan metode, bahan-bahan, peralatan yang dipergunakan dalam proses pengolahan/pembuatan Roti (Breakfast Roll, Japanese Type Softroll dan Raisin Roll), Penataan dan pengemasan produk yang menarik sehingga menambah nilai jual dari produk Roti.Kata Kunci: Pengolahan/Pembuatan, Roti (Breakfast Roll, Japanese Type Softroll dan Raisin Roll), pendampingan.ABSTRACTWira Harapan Vocational High School is a vocational school, which is located on Jalan Raya Padang Luih, Br. Tegal Jaya, Dalung, North Kuta, Badung, Bali. It applies the 2013 Curriculum through which it educates, trains and produces competent human resources in the hotel industry (Front Office, Housekeeping, Food Production and Food and Beverages. The learners are educated and trained how to produce and serve foods and beverages, meaning that they are prepared to be employed at the hospital industry as chefs. The cooking method, which includes the knowledge and skill needed to process foods, and the materials and equipment needed highly contribute to the production of foods which are delicious, healthy and safe to be consumed. The students of Wira Harapan Vocational High School, especially those who belong to the Department of Food Productions, are educated and trained to cook Indonesian, Asian and European foods; however, they have not been trained to produce bread as the main course for breakfast. Therefore, it is necessary to train them to produce bread (Breakfast Roll, Japanese Type Softroll, and Raisin Roll) to make them highly competent in food production. It is expected that the Wira Harapan High School graduates will be skilled in and knowledgeable of the cooking method, the materials and equipment used in the bread production (Breakfast Roll, Japanese Type Softroll, and Raisin Roll), and in serving and packaging products in such a way that the bread they produce will have more added selling value.Key words: Processing, Bread (Breakfast Roll, Japanese Type Softroll and Raisin Roll, Supervision
Peningkatan Omzet Usaha Bakmie Djuragan Di Desa Kerobokan, Badung, Bali Junaedi, I Wayan Ruspendi; Sirna, I Ketut; Edy, Raden Agus Sarwa
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 3 No. 2 (2019): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.343 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v3i2.1041

Abstract

ABSTRAKBakmie Djuragan terletak di Kerobokan. Kelompok ini belum menerapkan manajemen pengelolaan dan pemasaran yang profesional. Proses pembuatan Bakmie Djuragan kurang memperhatikan kebersihan, dan tata kelola manajemen pemasaran. Akibatnya, kelompok mitra belum berkembang secara maksimal. Target program ini untuk meningkatkan pengetahuan kelompok usaha Bakmie Djuragan tentang kebersihan, manajemen pengelolaan, dan pemasaran serta penggunaan teknologi tepat guna semakin lebih baik. Solusinya adalah memberikan pelatihan tentang menajemen pengelolaan dan pemasaran, membelikan sarung tangan untuk hygine, pembelian Wifi Andromax 3z Smartfren dan memasukan usaha ini ke GO-FOOD dalam hal ini GO-RESTO untuk penunjang omzet usaha tersebut. Program ini melibatkan tenaga pakar dari Universitas Dhyana Pura. Dalam rangka keberlanjutan program PKM ini, maka tim melakukan evaluasi serta monitoring secara berkala terhadap usaha tersebut. Dengan demikian, usaha Bakmie Djuragan dapat berkembang, omzet penjualan semakin meningkat, dan memberikan inspirasi kepada masyarakat untuk berwirausaha sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.Kata kunci: Bakmie Djuragan, Teknologi, Manajemen, dan PemasaranABSTRACTBakmie Djuragan is located in Kerobokan. This group has not implemented professional management and marketing management. The process of making Bakmie Djuragan paid little attention to cleanliness, and management of marketing management. As a result, partner groups have not developed optimally. The target of this program is to increase the knowledge of the Bakmie Djuragan business group about cleanliness, management, and marketing management and the use of appropriate technology to be better and better. The solution is to provide training on management and marketing management, buy gloves for hygine, purchase Wifi Andromax 3z Smartfren and enter this business into GO-FOOD in this case GO-RESTO to support the business turnover. This program involves experts from the University of Dhyana Pura. In the context of the sustainability of this PKM program, the team regularly evaluates and monitors the business. Thus, Bakmie Djuragan's business can grow, sales turnover is increasing, and inspire the community to entrepreneurship so as to improve the welfare of the surrounding community.Keywords: Bakmie Djuragan, Technology, Management, and Marketing.
Pemberdayaan UMKM Melalui Penataan Stasiun Kerja Peremajaan Fasilitas Produksi dan Manajemen Usaha Astakoni, I Made Purba; Sunata, I Gede Ngurah; Swaputra, Ida Bagus; Nursiani, Ni Putu
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 3 No. 2 (2019): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.999 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v3i2.1042

Abstract

ABSTRAKMitra sasaran program PPPE ini adalah ”Bali Tantri” yang beralamat di Jalan Leko, Banjar Purwakarta, Gerih, Abiansemal, Badung dan ”Belong Antik” yang di Jalan Gerih-Abiansemal, Banjar Dirgahayu, Gerih, Abiansemal Badung. Kedua UMKM ini bergerak dalam usaha kerajinan berbahan baku batu padas berpasir. Produk kerajinan yang dihasilkan berupa; belong (besar dan kecil), patung klasik, palungan,pot bunga, padma,pancuran,meja,kursi, tempat lampu dan barang seni berbahan batu padas lainnya. Berdasarkan kondisi existing dari kedua mitra binaan, maka permasalahan prioritas yang diangkat adalah (1) Permasalahan terkait dengan teknologi produksi (ruang/stasiun kerja tidak tertata dengan baik, disain produk yang kurang variatif, penggunaan bahan baku batu padas perlu dievaluasi, minimnya peralatan keselamatan dan kesehatan kerja); (2) permasalahan terkait dengan manajemen usaha (administrasi dan pembukuan yang dilakukan masih sangat sederhana, SDM yang menangani fungsi pokok manajemen tidak jelas). Tujuan dari pelaksanaan Program Pengembangan Produk Ekspor (PPPE) ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan UMKM mitra melalui pembinaan, pelatihan, pendampingan di bidang teknologi kerja (manajemen produksi) dan teknik manajemen usaha. Tujuan khusus yang diharapkan adalah agar UMKM mitra dapat meningkatkan jumlah produk siap ekspor dan akhirnya kesejahtraan UMKM mitra tercapai dan usahanya bisa berkelanjutan. Pelaksanaan program PPPE dilaksanakan dengan cara : metode sosialisasi dan pemantapan, metode pelatihan (workshop) dan pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Luaran program di tahun pertama (1) Stasiun kerja yang tertata dengan lay out yang baik, (2) sudah adanya sistem pembukuan dan manjemen usaha yang baik ,(3) desain produk yang klasik dan menarik, (4) publikasi artikel ilmiah dan publikasi di media massa, serta video kegiatan.Kata kunci: Pengerajin, Belong Klasik, Batu Padas, Limbah Industri, EksporABSTRACTThe target groups of this Export Development Program (PPPE) are “Bali Tantri” SME, located in Jalan Leko, Banjar Purwakarta, Gerih, Abiansemal, Badung and “Belong Antik”, located in Jalan Gerih-Abiansemal, Banjar Dirgahayu, Gerih, Abiansemal Badung. Both SMEs are in the business of crafts made of sandy limestone. The crafts produced are in the form of belong (both large and small), classical statues, mangers, flower pots, padma, water fountains, tables, chairs, lamp posts, and other artworks based on limestone. Based on the existing conditions of both partners, the main priorities in this program include: (1) problems related to production technology (workstations not arranged properly, lack of variety in product design, the use of limestone that needs to be evaluated, minimal knowledge on workplace safety); (2) problems related to management (very basic bookkeeping and accounting, lack in human resourcecapacity when it comes to management). The general goals of this PPPE are to increase thewelfare of the two SMEs through training, consultation, and mentoring in terms of productiontechnology and management. The specific goals include the expectation that the partner SMEscould increase their export-ready products, such that the economic welfare of the partnerswould improve, and that the business would be sustainable. The PPPE was implemented usingsocialization and education method, workshop and mentorship method, and monitoring andevaluation method. The outputs after the first year include: (1) workstations that are alreadywell laid-out; (2) the existence of proper bookkeeping and accounting system; (3) increasednumber of attractive and classical designs; (4) publications in scientific journal and massmedia, as well as a video of the activities.Keywords: craftsmaker, Belong Klasik, limestone, industrial waste, export
PKM Pendampingan Pengembangan APE Dalam Pembelajaran PAUD Di PAUD Duta Kasih Dalung Kecamatan Kuta Utara Cahaya, I Made Elia; Poerwati, Christiani Endah; Suryaningsih, Ni Made Ayu
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 3 No. 2 (2019): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.634 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v3i2.1043

Abstract

Pembelajaran pada anak usia dini menghendaki metode, kegiatan dan media yang sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif anak. Tingkat perkembangan kognitif anak 4-6 tahun masih berada pada tahap pra operasional konkrit, sehingga penggunaan media sangat membantu anak dalam mempelajari banyak konsep secara konkrit. Media juga membantu guru untuk menyampaikan materi pembelajaran menjadi lebih menarik. Hasil wawancara dengan mitra diketahui bahwa penggunaan Alat Peraga Edukatif (APE) sebagai media pembelajaran kurang efektif karena keterbatasan penggunaan, ketersediaan dan keengganan membuat. Maka melalui program pengabdian kepada masyarakat ini kami menawarkan solusi bagi pengadaan maupun penggunaan APE sebagai media pembelajaran anak usia dini menjadi kreatif, efektif, efisien dan sesuai tujuan pembelajaran. Melalui metode workshop, demonstrasi, dan simulasi, diharapkan guru PAUD mampu membuat dan memanfaatkan APE sebagai media pembelajaran secara kreatif dan efektif, sehingga pembelajaran di PAUD menjadi lebih menarik, menyenangkan dan bermakna. Berdasarkan hasil observasi dan kuesioner selama proses pengabdian terjadi peningkatan kemampuan pendidik anak usia dini dalam membuat dan menerapkan APE dalam pembelajaran.Kata kunci: Alat Peraga Edukatif (APE), Pembelajaran, Anak Usia DiniABSTRACTLearning in early childhood requires methods, activities and media that are appropriate to the level of cognitive development of children. The level of cognitive development of children 4-6 years is still in the concrete pre-operational stage, so the use of media is very helpful in learning many concepts concretely. The media also helps teachers to convey learning material to be more interesting. The results of interviews with partners revealed that the use of Educative Teaching Aids (APE) as a learning medium was less effective because of limited use, availability and reluctance to make. So through this community service program we offer solutions for the procurement and use of APE as a medium for early childhood learning to be creative, effective, efficient and appropriate learning objectives. Through the method of workshops, demonstrations, and simulations, it is expected that PAUD teachers are able to create and utilize APE as a creative and effective learning medium, so that learning in PAUD becomes more interesting, fun and meaningful. Based on the results of observations and questionnaires during the service process there was an increase in the ability of early childhood educators in making and implementing APE in learning.Keywords: Educative Teaching Aids (APE), Learning, Early Childhood
PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT DESA WISATA WARISAN BUDAYA JATILUWIH, TABANAN, BALI Utama, I Gusti Bagus Rai; Junaedi, I Wayan Ruspendi
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 3 No. 2 (2019): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.487 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v3i2.1044

Abstract

ABSTRAKMasalah prioritas Jatiluwih sebagai Desa Warisan Budaya yang harus diselesaikan adalah kurangnya pengetahuan tentang kebersihan dan sanitasi, dan juga kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam aspek makanan dan minuman. Masalah lain yang segera menjadi prioritas adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola akomodasi oleh kelompok masyarakat di Jatiluwih. Setelah dinyatakan sebagai warisan budaya, banyak kendala yang dihadapi oleh desa terutama terkait dengan aspek pemasaran, akomodasi dan pengaturan kuliner. Kelompok usaha jasa akomodasi yang sudah ada di desa sangat membutuhkan bantuan terkait dengan manajemen rumah tangga dalam bentuk akomodasi sesuai agar dengan harapan wisatawan; Tampaknya kendala lain juga dihadapi oleh masyarakat desa, yaitu kendala pada aspek sanitasi makanan dan minuman yang dihadapi oleh kelompok bisnis jasa kuliner. Kelompok ini membutuhkan bantuan terkait dengan upaya mereka sehingga hidangan yang disediakan oleh kelompok layanan kuliner sesuai dengan harapan para wisatawan yang tinggal di desa tersebut. Hasil yang diharapkan dari bantuan pada dua kelompok bisnis ini adalah peningkatan kinerja kelompok yang mampu menyediakan akomodasi dan layanan kuliner yang sesuai dengan harapan wisatawan, baik dari aspek sanitasi yang sesuai budaya lokal.Kata kunci: desa wisata, homestay, kuliner, hygiene dan sanitasi, wisatawan, kelompok masyarakat.ABSTRACTThe priority problem of Jatiluwih as Cultural Heritage Villages to be solved is the lack of knowledge about the hygiene and sanitation, and also the lack of knowledge and skills in food and beverage. The other problem that is immediately becoming a priority is the lack of knowledge and skills in accommodations that have been managed by community groups in Jatiluwih. After declaration as a cultural heritage, many obstacles faced by the village especially related to the aspects of marketing, accommodation and culinary arrangement. The accommodation services business group that already exists in the village is in dire need of assistance with housekeeping management in the form of accommodation in accordance with tourist expectations; it seems that another obstacle is also being faced by the village community, namely the constraints on food and beverage sanitation aspects faced by the culinary service business group. The group needed assistance with their efforts so that the dishes provided by the culinary services group were in line with the expectations of the tourists who stayed in the village. The expected outcome of the assistance in the two business groups is the increase in group performance that is able to provide accommodation and culinary services that are in accordance with the expectations of tourists, both from the aspect of sanitation, and local culture.Keywords: tourism villages, homestays, culinary, hygiene and sanitation, tourists, community groups
Pelatihan Konten E-Commerce bagi Kelompok Kerajinan Bambu Dusun Dasan Bare untuk Menyongsong Era Digital Market Budiarto, Jian; Hidayat, Syahroni; Rizal, Ahmad Ashril
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 3 No. 2 (2019): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.076 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v3i2.1045

Abstract

Tujuan dilaksanakannya Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Kelompok Kerajinan Bambu Dasan Bare adalah untuk meningkatkan kegiatan ekonomi di tempat tersebut. Semakin meningkatnya jumlah pengguna teknologi internet sebagai media informasi saat ini dapat menjadi peluang bagi penjual agar berbondong-bondong untuk melakukan penjualan secara online. Pada umumnya pengusaha UKM sudah mulai menerapkan e-commerce karena banyaknya manfaat yang diperoleh oleh pengusaha dari e-commerce. Meskipun demikian penerapan e-commerce juga memiliki hambatan. Faktor-faktor penghambat tersebut di antaranya sumber daya yang kurang mampu untuk bersaing dalam dunia teknologi, kurangnya informasi mengenai e-commerce, kebiasaan masyarakat Indonesia yang melihat dan merasakan secara langsung apa yang dibeli, keamanan transaksi dan lainnya. Oleh karena itu, sangat perlu dilakukan pelatihan penggunaan e-commerce bagi pengusaha UKM kerajinan agar dapat melakukan promosi penjualan yang lebih efektif dan efisien. Sehingga, permasalahan seperti peningkatan pengetahuan mengenai teknologi informasi oleh UKM, aplikasi website yang kurang menarik dan penyiapan konten (teks dan gambar) dapat diatasi. Metode pelaksanaan dari kegiatan PKM dilaksanakan melalui tahap persiapan, pelaksanaan pelatihan, penyajian materi, penugasan praktik, evaluasi dan editing konten e-commerce hingga refleksi dan penutupan program.Kata kunci: e-commerce, kerajinan bambu-rotan, LombokABSTRACTThe aim of Public Partnership Program for bamboo craftsman in Dasan Bare is to improve economic activity. Nowadays, online transactions to selling their product is increasing. Seller has been implement e-commerce to promote their product. Some factor to restrict implementation of e-commerce is the people don’t have enough information how to use e-commerce. So that, we propose to give training how to prepare content and using e-commerce application. This training using some effective methods such as preparing tools, preparing content, training application, practical task, evaluation and editing ecommerce virtual shop.Keywords: e-commerce, bamboo-rattan crafts, Lombok
Strategi Pengelolaan Usaha Lilin Aromaterapi dalam Meningkatkan Penjualan di Kabupaten Gianyar Bali Putra, I Gede Cahyadi; Wiryawan, I Wayan Gde; Gunadi, I Gusti Bagus Ngurah; Lestari, I Gusti Agung Ayu Istri
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 3 No. 2 (2019): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.385 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v3i2.1046

Abstract

ABSTRAKProgram pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada Usaha kecil menengah (UKM) yang bergerak dalam bidang usaha pembuatan lilin aromaterapi yaitu UKM Bali Star Candle dan UKM Bali Ayu. Kontribusi mendasar program ini adalah meningkatkan kapasitas produksi, pengelolaan manajemen keuangan dan pelaporan yang sesuai dengan standar, peningkatan pemasaran melalui media sosial. Metode yang diterapkan untuk mentransfer iptek yang dibutuhkan oleh UKM adalah dengan melakukan pembinaan dan pendampingan dengan meletakkan UKM pada posisi sains, teknologi, ekonomis yang berskala global. Pembinaan dilakukan dengan memberikan pemahaman teoritis dan pendampingan praktek langsung dilapangan. Hasil kegiatan yaitu: pembuatan standar kualitas produk, pelatihan desain label dan pengkemasan produk, perancangan, pelatihan dan pendampingan pembuatan laporan keuangan, pengurusan ijin-ijin usaha, mengikuti workshop, bimtek dan seminar, mengikuti pameran dagang, pembuatan neonbox, pembuatan website, katalog produk dan brosur untuk sarana promosi.Kata kunci: UKM, Lilin Aromaterapi, Ekspor, Pembinaan, PendampinganABSTRACT [TNR, 11 PT]This community service program is carried out on small and medium enterprises (SMEs) which are engaged in the business of making aromatherapy candles namely Bali Star Candle SMEs and Bali Ayu SMEs. The fundamental contribution of this program is to increase production capacity, manage financial management and reporting in accordance with standards, increase marketing through social media. The method applied to transfer science and technology needed by SMEs is by conducting coaching and mentoring by putting SMEs in the position of global scale science, technology, economics. Coaching is carried out by providing theoretical understanding and mentoring practice directly in the field. The results of the activities are: making product quality standards, label design and product packaging training, designing, training and mentoring in making financial reports, managing business permits, attending workshops, technical guidance and seminars, participating in trade shows, making neonboxes, creating websites, product catalogs and brochures for promotional tools.Keywords: SMEs, Aromatherapy Candles, Exports, Coaching, Assistance
Pendekatan Komprehensif Bank Sampah sebagai Alternatif Pengelolaan Sampah Komalasari, Yeyen; Suryantari, Eka Putri; Martini, Ni Ketut
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 3 No. 2 (2019): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.117 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v3i2.1047

Abstract

ABSTRAKCara pandang masyarakat mengenai perubahan pengelolaan sampah melalui edukasi komprehensif perlu dilakukan secara berkelanjutan. Keberadaan bank sampah di tengah masyarakat saat ini memberikan manfaat yang luar biasa baik ditinjau dari dampak ekonomi, sosial maupun lingkungan. Lokasi Bank Sampah Artha Sedana Lestari berada di Depo Sari Sedana, Desa Pemecutan Kaja, Kecamatan Denpasar Utara. Permasalahan yang dihadapi mitra saat ini adalah kurangnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga, yaitu melakukan pemilahan antara sampah organik dan non organik. Manajemen pengelolaan bank sampah juga perlu diperbaiki. Hal yang tak kalah pentingnya adalah permasalahan sanitasi lingkungan dan individu yang bekerja di dalamnya. Beberapa solusi ditawarkan diantaranya: penyuluhan pengelolaan manajemen bank sampah melalui pengenalan MLM (Multi Level Marketing) dalam merekrut anggota, pengadaan sarana dan prasarana yang diperlukan bank sampah serta penyuluhan tentang sanitasi diri dan lingkungan. Keberadaan Bank Sampah Artha Sedana Lestari memberikan manfaat langsung yaitu lingkungan menjadi lebih bersih, menciptakan kemandirian warga secara ekonomi, menstimulasi kreativitas dan inovasi dari masyarakat sehingga meningkatkan kesejahteraan warga.Kata kunci: bank sampah, edukasi komprehensif, sanitasi diri, sanitasi lingkungan,kesejahteraan warga ABSTRACT Change of perspective in community about the waste needs to be done through comprehensive education with sustainable action. The existence of a waste bank in the community now provides tremendous benefits both in terms of economic, social and environmental impacts. Location of Artha Sedana Lestari Waste Bank is in Pemecutan Kaja Village, North Denpasar District. The problem is the lack of public awareness in managing household waste, which is to sort between organic and non-organic waste. Management of waste bank savings also needs to be improved. Equally important is the problem of environmental and individuals sanitation who work in it. Some solutions offered include: education management of waste bank through the introduction of MLM (Multi Level Marketing) in recruiting members of the waste bank, procurement of facilities and infrastructure needed by the waste bank as well as counseling on environmental and individuals sanitation. The existence of the Artha Sedana Lestari Waste Bank provides direct benefits such as environment becomes cleaner, creating economic independence of citizens, stimulate creativity and innovation from the community so as to improve the welfare of citizens.Keywords: waste bank, comprehensive education, self sanitation, environmental sanitation, community welfare
Penyuluhan Pembuatan Biopori Sebagai Lubang Resapan di RT 04 Kelurahan Mayang Mangurai Kota Jambi Permana, Edwin; Nelson, .; Muhaimin, .; Lisma, Agrina; Lestari, Intan; Satria, Rinaldi; Putra, Adrisma Juanda
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 3 No. 2 (2019): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.086 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v3i2.1048

Abstract

ABSTRAKPermasalahan banjir melanda sebagian wilayah di kota Jambi dewasa ini, banyak disebabkan oleh ulah manusia sendiri. Kurangnya kepedulian menjaga lingkungan menjadi hal utama penyebab banjir.Penyebab lain pembuangan sampah di aliran badan air, sehingga air tidak bisa mengalir dengan lancar pada akhirnya mengakibatkan luapan air.Oleh karena itu, muncullah ide pembuatan lubang resapan biopori dimana bahan utamanya adalah sampah organik. Lubang biopori berfungsi meresapkan air ke dalam tanah dan dapat digunakan untuk membuat kompos. Lubang biopori tidak membutuhkan area luas dan proses pembuatannya sangat mudah, hal ini tentu menjadi solusi yang tepat untuk wilayah dengan lahan terbuka yang sempit.Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan masyarakat RT 04 Kelurahan Mayang Mangurai Kecamatan Alam Barajo Kota Jambi dengan permasalahan lingkungan kekeringan sumber air yang dilanda saat musim kemarau dan kebanjiran dilingkungan sekitar. Dari permasalahan ini pemecahan masalahan dengan memperkenalkan akan pentingnya biopori sebagai lubang resapan air dan penyubur bagi tanah.Kata kunci : Biopori , Banjir , Penyuluhan ,Resapan Air.ABSTRACTThe problem of floods hit parts of the Jambi city today, mostly caused by human activity itself. Lack of concern for protecting the environment is the main cause of flooding. Another cause of garbage disposal in watercourses, so that water cannot flow smoothly, eventually results in overflow of water. Therefore, the idea of making biopore infiltration holes comes up where the main ingredient is organic waste. The biopore hole is absorbing water into the soil and can be used to make compost. The biopore hole does not require a large area and the manufacturing process is very easy, this is certainly the right solution for areas with narrow open land. The implementation of community service activities is carried out by RT 04 community in Mayang Mangurai Village, Alam Barajo Subdistrict, Jambi City with environmental problems of water source drought. hit during the dry season and flooded in the neighborhood. From this problem solving the problem by introducing the importance of biopore as a water infiltration and fertilizing hole for the soil.Keywords: Biopore Flooding, Counseling, Water Absorption.

Page 6 of 15 | Total Record : 147