cover
Contact Name
Purwaningtyas Kusumaningsih
Contact Email
paradharma.undhirabali@gmail.com
Phone
+628123982932
Journal Mail Official
paradharma.undhirabali@gmail.com
Editorial Address
Pengelola Jurnal Paradharma Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura Jl. Raya Padang Luwih, Tegaljaya, Dalung, Kuta Utara, Badung-Bali ph. (0361) 426450/1
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
ISSN : 25497405     EISSN : 2775331X     DOI : -
Hasil – hasil pengabdian kepada masyarakat dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 147 Documents
Program Kemitraan Masyarakat Peneliti Muda Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Negara, Jembrana Widhiantara, I Gede; Rosiana, I Wayan; Permatasari, A. A. Ayu Putri
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 4 No. 1 (2020): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.635 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v4i1.1357

Abstract

ABSTRAKSekolah Menengah Atas Negeri 2 Negara merupakan salah satu sekolah menengah umum yang ada di Kota Negara, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali yang mendidik siswanya dengan mempertahankan budaya ilmiah. Ini terbukti dengan diadakannya ekstrakurikuler bidang ilmiah seperti klub peneliti muda. Kendala yang dihadapi oleh klub tersebut antara lain kurangnya pembinaan dalam menulis proposal penelitian sesuai kaidah ilmiah, keterampilan kerja laboratorium, dan penelusuran artikel ilmiah sebagai sumber referensi. Tujuan dari program ini yaitu: 1) menumbuhkan minat para anggota klub untuk menulis karya tulis ilmiah, 2) mengembangkan keterampilan kerja laboratorium untuk riset sains, dan 3) menghasilkan karya tulis yang baik sesuai kaidah penulisan ilmiah. Program pengabdian ini dilaksanakan selama 5 bulan di SMA Negeri 2 Negara Bali. Metode yang diterapkan pada kegiatan ini berupa pendampingan dan pelatihan menggunakan alat-alat laboratorium, menulis proposal dan hasil penelitian sesuai panduan, menemukan daftar referensi yang terpercaya. Target dan luaran dari program pengabdian ini adalah: 1) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota klub peneliti dalam kerja riset khususnya analisis, 2) meningkatkan keterampilan menyusun karya ilmiah sesuai panduan penulisan penyusunan proposal dan hasil penelitian, dan 3) meningkatkan pemahaman serta keterampilan mencari sumber-sumber referensi terpercaya seperti pada google scholar atau memakai reference manajer. Untuk mengukur tingkat keberhasilan program, maka dilakukan pengisian kuisioner pretest dan posttest tentang target luaran kegiatan. Hasil yang dicapai pada kegiatan ini berupa peningkatan pemahaman peserta dari skor 19,2 % (pretest) menjadi 75,8 % di akhir kegiatan (posttest) sedangkan keterampilan meningkat dari rata-rata kategori 1,6 (buruk) menjadi 4 (baik) pada akhir kegiatan. Kegiatan PKM ini mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan anggota klub peneliti muda SMAN 2 Negara dalam menulis karya ilmiah.Kata kunci: Peneliti Muda, Karya Tulis Ilmiah, Keterampilan Kerja LaboratoriumABSTRACTThe Senior High School Number 2 Negara, Jembrana is one of the public schools in Negara city, District of Negara, Jembrana Regency, Bali, which educates its students while maintaining its scientific culture. This is proven by holding extracurricular scientific fields such as young research clubs. In its development there are several obstacles faced by the club, including the lack of coaching on writing research proposals according to scientific principles, laboratory work skills and tracking scientific articles as sources of reference. The objective to this program are: 1) to grow the interest of club members to write scientific papers; 2) develop laboratory work skills for scientific research, and 3) to write good research paper according to the rules of scientific writing. The program was carried out for 5 months at SMA Negeri 2 Negara Bali. The method applied in this activity was in the form of assistance and training using laboratory equipment, writing proposals and research results according to guidelines, finding a list of reliable references. The targets and outcomes of this dedication program are: 1) to increase the knowledge and skills of research club members in research work especially in analysis 2) to improve the skills of compiling scientific papers according to guidelines for writing proposals and research results, and 3) to increase the understanding and skills in finding reliablereference sources as in google scholar or using the reference manager. The results achieved inthis activity in the form of an increase in participant understanding from a score of 19.2%(pretest) to 75.8% at the end of the activity (posttest) while skills increased from an average of1.6 (bad) to 4 (good) in end of activity. It can be concluded that the PKM activities are able toimprove the understanding and skills of young research club members of SMAN 2 Negara inwriting scientific papers.Keywords: Young researcher, scientific article, laboratory work skill
Cover Jurnal Paradharma Paradharma, Cover Jurnal
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 4 No. 1 (2020): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1547.933 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v4i1.1358

Abstract

Cover Jurnal Paradharma
Pengembangan Usaha Kedai Kopi berbasis Single Origin di Desa Catur Kintamani Kabupaten Bangli Susanto, Putu Chris; Sukmana, I Wayan K Teja; Puspaningrum, Hanggaeni Dyah
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 4 No. 2 (2020): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1062.868 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v4i2.1367

Abstract

ABSTRAKUnit Usaha Produktif (UUP) Catur Paramitha selama ini memproduksi kopi Arabika specialty dengan kualitas premium. UMKM ini bermitra dengan Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Dhyana Pura untuk merealisasi peluang dalam mendukung pengembangan Desa Wisata Catur dengan membuka sebuah kedai kopi (coffee shop) di area produksi UUP Catur Paramitha. Kedai kopi ini menawarkan keunikan tersendiri karena selain pengunjung bisa menikmati kopi blend yang berasal dari satu daerah saja (single origin specialty coffee) namun juga dapat melihat langsung proses budidaya, pengolahan, dan produksi kopi yang dinikmatinya. Berdasarkan lima permasalahan mitra, Tim PKM menawarkan solusi dan melaksanakan kegiatan yaitu: (1) pendampingan perancangan konsep kedai kopi, (2) pendampingan perencanaan menu dan perancangan produk kopi serta panganan komplementer, (3) pelatihan hygiene dan sanitasi, (4) pelatihan sequence of service, dan (5) pendampingan pemasaran daring. Hasil yang didapat dari kegiatan PKM ini adalah: (1) mitra memiliki konsep kedai kopi single origin yang mengusung tema “Kopi Lokal, Cita Rasa Global”, (2) mitra memiliki menu dan resep standar untuk penyajian kopi dengan beragam metode seduh, serta mampu membuat kukis sebagai panganan pendamping/komplemen kopi, (3) mitra terlatih dalam hal hygiene pribadi dan sanitasi, (4) mitra terlatih dalam hal tata cara pelayanan tamu, dan (5) mitra memiliki media promosi daring melalui akun Instagram, laman Facebook, situs web, dan profil di Google Maps. Dampak bagi mitra adalah meningkatnya pendapatan mitra meningkat sebanyak 40% dari sebelumnya, yaitu secara langsung melalui penjualan beragam minuman berbasis kopi di coffee shop, maupun secara tidak langsung melalui peningkatan penjualan produk kopi eceran yang disediakan mitra.Kata kunci : UMKM, kedai kopi, single origin, perancangan menu, pelatihan food serviceABSTRACTUUP Catur Paramitha has been producing high quality specialty Arabica coffee. This micro enterprise partnered with community empowerment team of Universitas Dhyana Pura to actualize the opportunity to open a single origin coffee shop, in which guests can enjoy different coffee preparation method using locally produced single origin coffee. Based on the partner’s challenges, the team from Universitas Dhyana Pura conducted several steps program: (1) development of coffee chop concept, (2) menu design and product development, as well as training in cookie making, (3) training on hygiene and sanitation, (4) training on sequence of service, and (5) online marketing. The output of this program include: (1) the development of a unique coffee shop concept “Locally Farmed, Freshly Prepared, Universally Enjoyed,” (2) the development of menu and standardized recipe for coffee and accompaniment, (3) improved hygiene and sanitation practices, (4) improved sequence of service capability, and (5) online promotion through Instagram, Facebook, Google Maps, and website. The impact for the partner is the increased in sales of 40% compared to before opening the coffee shop, directly through sales of coffee beverages in the coffee shop, and indirectly through the increased sale of retail coffee products offered by the partners at the facility.Keywords: SMEs, coffee shop, single origin, menu planning, food service training
Pemberdayaan Kelompok Kerajinan Batok Kelapa melalui Pengembangan Produk Berbasis Limbah Kelapa Kusuma, Irawinne Rizky Wahyu; Osin, Rosvita Flaviana; Nugraha, Surya
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 4 No. 2 (2020): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.615 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v4i2.1368

Abstract

ABSTRAKProgram Kemitraan Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan terobosan baru bagi kelompok kerajinan batok kelapa, memenuhi kebutuhan pasar produk kerajinan batok kelapa, menerapkan metode pengolahan usaha berbasis Iptek dan inovasi. Secara khusus, pengabdian ini dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan usaha kecil menengah di Desa Timpag, peningkatkan pengetahuan kelompok tentang kualitas produksi dan pemasaran. Pemberdayaan perekonomian masyarakat melalui kerajinan batok kelapa di Desa Timpag adalah upaya membangun daya masyarakat dengan mendorong, memotivasi dan membangkitkan kesadaran akan potensi yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga Desa Timpag mengalami pertumbuhan perekonomian dengan adanya kerajinan batok kelapa. Mitra memerlukan alat-alat atau mesin-mesin produksi pengolahan bahan baku agar dapat menjadi barang kerajinan yang mempunyai nilai tambah. Aspek manajemen usaha yang diberikan pelatihan kepada mitra kelompok wirausaha baru sebagai bagian masyarakat adalah manajemen pembukuan sederhana agar mereka bisa mengetahui dengan jelas keuangan dari usaha tersebut. Untuk aspek pemasaran, dengan adanya program BUMDes tersebut maka mitra kelompok wirausaha baru sangat terbantu dalam memasarkan produknya. PKM dilaksanakan dengan cara melakukan pelatihan dan pendampingan. Tahap pertama adalah tahap identifikasi permasalahan dan kebutuhan mitra, di mana pada mitra terdapat 3 bidang yang menjadi permasalahan yaitu bidang pengelolaan, bidang pengolahan, dan bidang distribusi. Bidang pengelolaan diterapkan pelatihan tentang standar manajemen pengelolaan batok kelapa, pembuatan standar dan pelatihan manajemen pengelolaan batok kelapa, serta pendampingan dan pelatihan. Bidang pengolahan diterapkan pembuatan standar dan pelatihan pengolahan batok kelapa menjadi kerajinan seperti tempat sabun, gayung, dan mangkok kayu, serta pendampingan dan pelatihan terpadu pengolahan batok kelapa. Bidang distribusi diterapkan cara mendistribusikan hasil pengolahan batok kelapa serta pendampingan.Kata kunci : batok kelapa, kerajinan, limbah kelapa, inovasi masyarakatABSTRACTThis Community Partnership Program is provide breakthroughs for coconut shell craft groups, meet market needs for coconut shell craft products, apply science and technology-based business processing methods and innovations. In particular, this project can make a positive contribution to the development of small and medium businesses in the village of Timpag. In addition to increasing group knowledge about the quality of production and marketing. Community economic empowerment through coconut shell handicrafts in Timpag Village is an effort to build community power by encouraging, motivating and raising awareness of the potential that is owned to meet the needs of the community so that Timpag Village experiences economic growth with the existence of coconut shell handicrafts. So it requires tools or machines for processing raw materials in order to become handicrafts that have added value. Besides that, public knowledge about handicrafts made from coconut shells as mentioned above is also lacking, so training in the manufacture of these products is needed. The aspect of business management that needs to be given training to new entrepreneurial group partners as part of the community is simple bookkeeping management so that they can know the finances of the business. For marketing aspects, with the BUMDes program, new entrepreneurial group partners will be significantly helped in marketing their products. The Community Partnership Program is implemented by conducting training and assistance. The first stage is the stage ofidentifying problems and needs of partners, wherein partners there are 3 problem areas,namely, management, processing, and distribution. In the field of management, training onmanagement standards for coconut shell management is applied, standard-setting andmanagement training for coconut shell management, as well as mentoring and training. In thefield of processing, standard manufacturing and training in processing coconut shells intohandicrafts such as soap dispenser, and wooden bowls are applied, as well as integratedcoconut shell processing and assistance. The distribution sector will be applied on how todistribute the results of coconut shell processing and assistance.Keywords: coconut shell, crafts, coconut waste, community innovation
Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Berbasis Ekonomi Kreatif melalui Usaha Canang Sari di Desa Ababi Pasca Erupsi Gunung Agung Tari, Nirmala; Dwiyanti, Ni Made Christine; Majuarsa, I Wayan
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 4 No. 2 (2020): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.789 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v4i2.1369

Abstract

ABSTRAKSalah satu wilayah yang mendapatkan dampak dari Erupsi Gunung Agung adalah Desa Ababi, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. Ibu-ibu di daerah ini banyak yang kehilangan pekerjaan kesehariannya. Walaupun terdampak erupsi, ibu-ibu PKK di Abianjero benar-benar tangguh dalam menghadapi tantangan ini. Dalam penerapan Program Kemitraan Masyarakat dengan metode palaksanaan Program Kemitraan Masyarakat dari kegiatan menghasilkan luaran dari mitra adalah: (1) Produksi Canang Sari meningkat; (2) Ekonomi serta jiwa wirausaha masyarakat meningkat. Hasil dari kegiatan Program Kemitraan Masyarakat ini adalah: (1) Pembinaan pengelolaan usaha; (2) Pelatihan pemanfaatan serta penggunaan sarana dan prasarana yang ada untuk memaksimalkan fasilitas yang ada; (3) Pelatihan pada bidang pengolahan produk; (4) Pelaksanaan pelatihan distribusi dan pemasaran; (5) Pelatihan pengelolaan keuangan.Kata kunci : pemberdayaan, ekonomi kreatif, canang sariABSTRACTThe economic restoration after Mount Agung eruption has taken quite a long time, it is also related to the vigilance of the residents and some of the surrounding residents whom each lived outside the village. Meeting the daily needs of the family certainly cannot be delayed. Being the head of the household faces many challenges of daily living. Mount Agung eruption affected the surrounding area. One of the areas that were affected was Ababi Village, Abang District, Karangasem Regency. Many women in the area have lost their daily jobs. Despite the impact of the eruption, PKK women in Abianjero staying resilient in facing this challenges. The implementation of the Community Partnership Program through the method of implementing the Community Partnership Program, the activities resulting: (1) Increase in Canang Sari production; (2) The improvement of community economy and the entrepreneurial spirit. The results of the Community Partnership Program activities are: (1) Guiding business management; (2) Utilization training and the use of existing facilities and infrastructure to maximize existing facilities; (3) Training in the field of product processing; (4) Implementation of distribution and marketing training; (5) Financial management training.Keywords: empowerment, creative economy, canang sari
Sinergi Masyarakat dalam Mengelola Potensi Desa sebagai Desa Wisata Budaya di Desa Pekraman Pemanis Biaung, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan Bali Hartini, Ni Made; Wisnawa, I Made Bayu
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 4 No. 2 (2020): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.62 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v4i2.1370

Abstract

ABSTRAKTujuan dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah memberi solusi atas masalah yang terjadi pada Desa Pekraman Pemanis, Biaung, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Sasaran dalam program PKM adalah masyarakat yang belum produktif secara ekonomi, namun memiliki potensi pada alam dan warisan budaya yang dapat meningkatkan perekonomian desa setempat melalui pengembangan Desa Wisata Budaya. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan metode sosialisasi, pelatihan, pembekalan, kewirausahaan kepada masyarakat agar memahami bisnis, pembekalan manajemen perjalanan wisata agar memahami pengelolaan wisata, mengelola keuangan dan menjaga keberlangsungan usaha wisata pada daerah mereka. Pelaksanaan kegiatan ini mengajak 4 (empat) narasumber sebagai pemateri pembekalan dan pelatihan kepada sebanyak 20 peserta masyarakat desa dan 5 orang dari prajuru Adat. Hasil yang diperoleh dalam pengabdian masyarakat adalah: masyarakat memahami tentang konsep Desa wisata yang berbasis budaya, Masyarakat mempersiapkan pembentukan Kelompok Sadar Wisata yang dikeluarkan Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan, mulai menggali dan menata potensi-potensi yang dapat dijadikan daya tarik wisata budaya di Desa Adat Pekraman pemanis khususnya dan Desa Biaung secara keseluruhan, dan melalui Pengembangan Desa Wisata Budaya, masyarakat dapat bertindak kearah pengembangan usaha kreatif.Kata kunci: potensi desa wisata budaya, masyarakat desaABSTRACTThe aim of the Community Partnership Program (PKM) is to provide solutions of current problems in the Village of Pekraman Pemanis, Biaung, Penebel District, Tabanan Regency. The targets in the PKM program are communities that are unproductive economically, yet it has potential in nature and cultural heritage that can improve the local village economy through the development of a Cultural Tourism Village. The implementation method of the activities are using the methods of socialization, training, briefing, entrepreneurship counseling to the community to understand a business, counseling on travel management in order to understand tourism management, manage finances and maintain the sustainability of tourism businesses in their areas. The implementation of this activity invites for speakers as well as trainers to train 20 village community participants and five villages elder. The results obtained in community service are: the community understands the concept of a cultural-based tourism village, the community prepares for the establishment of a Tourism Awareness Group released by the Tabanan Regency Tourism Office, begin to explore and organize the potentials that can be used as an attraction for cultural tourism specifically in the Desa Adat Pekraman Pemanis and the village of Biaung in general, and Through the Development of Cultural Tourism Villages, the community can act towards the development of creative ventures.Key words: village potential cultural tourism, village communities
PKM di Yayasan Lentera Anak Bali Untuk Anak Buruh “Suun” Peken Badung Saraswati, Ni Wayan Sumartini; Indradewi, I Gusti Ayu Agung Diatri; Sari, Ni Luh Pangestu Widya
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 4 No. 2 (2020): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1020.363 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v4i2.1371

Abstract

ABSTRAKLentera Anak Bali adalah organisasi nirlaba yang independen, bergerak dalam upaya perlindungan anak agar mendapatkan hak-haknya, terutama hak anak atas pendidikan (anak-anak marginal/kurang mampu), hak atas penguatan sistem hukum, kesehatan dan psikososial anak, dan penanganan korban kekerasan terhadap anak bangsa akibat seks pariwisata (paedofilia, psk dan trafficking), dengan lingkup wilayah Propinsi Bali yang sumber dananya berasal dari swadana, pemerintah maupun sumbangan lain yang tidak mengikat. Saat ini informasi mengenai keberadaan Yayasan LAB hanya melalui pemberitaan di media massa jika LAB mengadakan kegiatan. Untuk itu diperlukan adanya media yang dapat memberikan informasi kepada masyarakat mengenai LAB itu sendiri dan kegiatan-kegiatannya maupun wadah jika masyarakat ingin melakukan pengaduan terkait pelanggaran hak anak. Website diyakini sebagai media yang tepat menjawab kebutuhan tersebut. Website digunakan sebagai media untuk menginformasikan company profile dari LAB kepada masyarakat. Web juga digunakan sebagai media informasi pertanggungjawaban kepada donatur yang menginformasikan kegiatan – kegiatan LAB. Metode pelaksanaan kegiatan PKM dapat dibagi menjadi dua kegiatan yaitu pengembangan dan implementasi website Lentera Anak Bali dan kegiatan bantuan tenaga pengajar untuk memberikan materi membaca, menulis dan berhitung yang diselingi kegiatan mendongeng sehingga memberikan proses pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak buruh suun Pasar Badung.Kata kunci : lentera anak bali, PKM, website, calistung, dongengABSTRACTLentera Anak Bali is an independent non-profit organization, engaged in efforts to protect children in order to obtain their rights, especially children's rights to education (marginal / underprivileged children), the right to strengthen the legal system, health and psychosocial children, and handling victims of violence against the nation's children due to sex tourism (pedophilia, prostitute and trafficking), with the scope of the province of Bali whose sources of funds come from self-financing, government and other non-binding donations. Presently, the information about the existence of LAB foundations is only through reporting in the mass media. For this reason, it is necessary to have a media that can provide information to the public about the LAB itself and its activities as well as a forum if the community wants to make complaints related to violations of children's rights. Website is believed to be the right media to answer those needs. The website is used as a medium to inform the company profile of LAB to the public. The web is also used as a medium of accountability information to donors who inform LAB activities. The method of carrying out PKM activities can be divided into two activities, namely the development and implementation of the Lentera Anak Bali’s website and the teaching aid activities to provide reading, writing and arithmetic materials interspersed with storytelling activities so as to provide a pleasant learning process for the children of Badung Market “sun” workers.Key words: lentera anak bali, PKM, website, calistung, fairy tales
PKM Peningkatan Pembelajaran Bahasa Inggris dengan Metode Storytelling Berbasis Multimedia bagi Anak-Anak Perumahan Citra Tegal Buah Padangsambian Kelod Denpasar Ariasih, Ni Kadek; Iswara, Agus Ari; Sastaparamitha, Ni Nyoman Ayu J.
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 4 No. 2 (2020): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.137 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v4i2.1372

Abstract

ABSTRAKStorytelling. merupakan kegiatan bercerita baik dengan media buku atau menggunakan media lainnya seperti boneka, gambar, multimedia, bahkan tidak menggunakan media apapun. Storytelling berfungsi sebagai alat perekat komunikasi antara orangtua dan anak, namun saat ini cara mendongengnya saja yang sedikit berubah. Pemanfaatan teknologi seperti berbasis multimedia dapat juga salah satu sarana yang dapat membangkitkan kreatifitas anak-anak dalam bercerita. Hanya saja berbeda hal yang terjadi pada anak-anak yang berada di wilayah Kelompok Perumahan Citra Tegal Buah yang beralamat di Jalan Gunung Mas Gang Kidul Br. Tegal Buah Padangsambian Kelod, Denpasar Bali. Berdasarkan observasi dan fakta di lapangan yang terjadi melalui kegiatan kuesioner pada anak-anak sekolah dasar dari Kelas 1 sampai dengan Kelas 6 yang akan ikut serta dalam kegiatan yaitu sejumlah 30 peserta. Maka untuk mengetahui seberapa besar pengetahuan anak-anak tentang kegiatan bercerita seperti storytelling menggunakan Bahasa Inggris dan pemanfaatan teknologi berbasis multimedia bahwa dengan hasil perhitungan skala Gutman memperoleh nilai rata-rata pengetahuan sejumalah 41% yang termasuk nilai rendah atau dengan kata lain tidak banyak mengetahui tentang storytelling berbasis multimedia. Dengan demikian perlu diadakannya kegiatan pengabdian kepada masyrakat dalam hal peningkatan pembelajaran Bahasa inggris dengan metode storytelling berbasis multimedia pada anak-anak Kelompok Perumahan Citra Tegal Buah.Kata kunci : storytelling, multimedia, Bahasa InggrisABSTRACTStorytelling is an activity to tell a story with the media of books or using other media such as dolls, pictures, multimedia or without using any media at all. Its function as an adhesive tool for communication between parents and children. Nowadays the way of storytelling is slightly changed. The multimedia technology can be used as one of the tools that can arouse children's creativity in storytelling. The children who are in the group of Citra Tegal Buah Subdivision which is located at jl. Gunung Mas gang Kidul Br. Tegal Buah Padangsambian Kelod, Denpasar Bali has dealt differently. The questionnaires had given to 30 students of grade 1 to 5 elementary school. The Gutman scale calculation showed 41% of an average knowledge value. It means low scores or in other words only few students know about storytelling with multimedia base. In accordance to this, it is necessary to hold community service activities in terms of improving English language learning with multimedia based in storytelling for children Group of Citra Tegal Buah housing.Key words: storytelling, multimedia, English
PKM Pembuatan Roti (Croissant, Danish Pastry, dan Raisin Roll) bagi Guru dan Siswa SMK Wira Harapan Tegal Jaya Astuti, Ni Made Erpia Ordani; Suryanto, I Wayan; Sentosa, I Putu Pranatha
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 4 No. 2 (2020): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.55 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v4i2.1373

Abstract

ABSTRAKSekolah Menengah Kejuruan (SMK) Wira Harapan merupakan sekolah kejuruan di bidangpariwisata beralamat di Jalan Raya Padang Luwih, Br. Tegal Jaya, Dalung, Kuta Utara, BadungBali menerapkan Kurikulum 2013 yang mendidik, melatih dan mencetak lulusan yangkompeten di bidang perhotelan (Kantor Depan, Tata Graha, Jasa Boga dan Tata Hidangan).Kompetensi khusus di Bidang Jasa Boga, siswa dididik dan dilatih dalam proses pengolahandan menyajikan berbagai jenis makanan dan minuman dan siap bekerja di industry perhotelansebagai seorang juru masak (cook). Sebagai calon juru masak (cook) yang professional, untukbisa menghasilkan makanan yang rasanya enak, menarik, sehat dan aman dimakan, sangatdiperlukan pengetahuan dan keterampilan dalam proses pengolahan makanan (metodememasak), bahan makanan dan peralatan yang digunakan dalam pengolahan makanan. SiswaSMK Wira Harapan khususnya jurusan Jasa Boga telah dididik dan dilatih untuk praktekpengolahan hidangan Indonesia, Asia, dan Eropa tetapi belum mencakup praktik pengolahanroti sebagai hidangan utama untuk sarapan. Untuk dapat mencetak lulusan yang kompeten dibidang jasa boga, siswa SMK Wira Harapan perlu diberikan pelatihan tentang pembuatan roti(Croissant, Danish Pastry, dan Raisin Roll). Luaran dari kegiatan ini meliputi: lulusan SMKWira Harapan memiliki keterampilan, pengetahuan tentang penerapan metode, bahan-bahan,peralatan yang dipergunakan dalam proses pembuatan roti (Croissant, Danish Pastry, danRaisin Roll), penataan dan pengemasan produk yang menarik sehingga menambah nilai jual dariproduk roti.Kata Kunci: pengolahan, roti (croissant, danish pastry, dan raisin roll), pendampinganABSTRACTWira Harapan Vocational High School is a vocational school located on Jalan Raya PadangLuwih, Br. Tegal Jaya, Dalung, North Kuta, Badung, Bali. It applies the 2013 Curriculumwhich educates, trains and produces competent human resources in the hotel industry (FrontOffice, Housekeeping, Food Production and Food and Beverages). Students are educated andtrained how to produce and serve foods and beverages, meaning that they are prepared to beemployed at the hospital industry as cooks. The cooking method, which includes the knowledgeand skill needed to process foods, and the materials as well as equipment needed highlycontribute to the production of delicious foods, healthy and safe to be consumed. The students ofWira Harapan Vocational High School, especially those who enrolled at the Department ofFood Productions class, are educated and trained to cook Indonesian, Asian and Europeanfoods; however, they have not been trained to produce bread as the main course for breakfast.Therefore, it is necessary to train them to produce bread (Croissant, Danish Pastry, dan RaisinRoll) to make them highly competent in food production. It is expected that the Wira HarapanHigh School graduates will be skilled and knowledgeable of the cooking method, the materialsand equipment used in the bread production (Croissant, Danish Pastry, dan Raisin Roll), andserving and packaging products that have more added selling value.Keywords: processing, bread (croissant, danish pastry, dan raisin roll), supervision
PKM Kerupuk Rumput Laut Vegetarian Prima di Padang Sambian Kaja Kota Denpasar Propinsi Bali Murna, I Made; Sirna, I Ketut; Suartana, I Ketut
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 4 No. 2 (2020): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (872.591 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v4i2.1374

Abstract

ABSTRAKKerupuk rumput laut Vegetarian Prima mempunyai rasa khas karena memakai bahan baku darirumput laut yang diproduksi di Desa Padangsambian Kaja. Awalnya kurang dikenal olehmasyarakat, sehingga penjualannya relatif kecil sekitar Rp 250.000/hari. Setelah tim ProgramKemitraan Masyarakat (PKM) dari Universitas Dhyana Pura memberikan pelatihan danpendampingan, maka penjualan kerupuk rumput laut ini meningkat. Ada 4 (empat) aspek yangdilakukan oleh tim PKM untuk menyelesaikan masalah mitra: (1) Pelatihan dan pedampinganpeningkatan kualitas / mutu produksi dari segi hygiene dan sanitasi, (2) Pelatihan danpendampingan desain dalam proses pengemasan produk, (3) Pelatihan dan pendampinganpembukuan pengelolaan keuangan dengan aplikasi komputer sederhana, dan (4) Pelatihan danpendampingan Peningkatan kapasitas mitra mengenai efisiensi produksi dan kandungan nutrisiproduk. Setelah dilakukan pelatihan dan pendampingan, kerupuk rumput laut ini semakin dikenaloleh masyarakat bahkan Kepala Desa Padangsambian ini bangga dan sangat mendukung ataskerjasama yang dilakukan oleh tim PKM. Sehingga permintaan kerupuk ini semakin ramai sertaberpotensi meningkatkan pendapatan mitra. Penjualan kerupuk rumput laut ini meningkat sekitarRp 420.000 sampai Rp 450.000/hari (70% sampai 80%) dari penjualan sebelumnya. Peningkatanpendapatan melalui usaha kerupuk rumput laut ini dapat memberikan inspirasi kepada generasimuda untuk berwirausaha, dengan demikian secara tidak langsung meningkatkan ekonomi danpendapatan masyarakat.Kata Kunci : kerupuk rumput laut, pengembangan produk, pemasaranABSTRACTVEGETARIAN Prima Seaweed Crackers has a distinctive taste because it uses raw materialsfrom seaweed produced in the village of Padangsambian Kaja. Initially, it less known to the publicand caused sales were relatively small at around Rp. 250,000 / day. Through the CommunityPartnership Program (PKM) team from Dhyana Pura University, training and mentoring weregiven, the sales of these seaweed crackers increased. There are 4 (four) aspects carried out bythe PKM team to solve partner problems: (1) Training and assistance in improving productionquality in terms of hygiene and sanitation, (2) Training and design assistance in the productpackaging process, (3) Training assistance and financial accounting with simple computerapplications, and (4) Training and assistance increasing the capacity of partners related toproduction efficiency and product nutrition content. After the training and mentoring, theseaweed crackers became increasingly known to the community and even the Padang SambianVillage Head is proud and very supportive of the collaboration carried out by the PKM team. Thedemand for crackers is potentialy increase partner’s revenue. Seaweed cracker sales increasedby Rp 420,000 to Rp 450,000 / day (70% to 80%) from previous sales. Increasing income throughthe seaweed cracker business can inspire young people to become entrepreneurs and indirectlyincreasing the economy and income of the community.Keywords: seaweed crackers, product

Page 8 of 15 | Total Record : 147