cover
Contact Name
Onie Dian Sanitha
Contact Email
onie.sanitha@eng.upr.ac.id
Phone
+6282227316489
Journal Mail Official
jpa@arch.upr.ac.id
Editorial Address
Jurusan/Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Palangka Raya, Kampus UPR Tunjung Nyaho Jalan Hendrik Timang, Palangka Raya (73111), Kalimantan Tengah
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Perspektif Arsitektur
ISSN : 19078536     EISSN : 2988120X     DOI : 10.36873
Fokus dan Ruang Lingkup pada Jurnal Perspektif Arsitektur 1. Desain Arsitektur 2. Perumahan dan Permukiman 3. Konstruksi Bangunan 4. Sains dan Teknologi Bangunan 5. Perkembangan Arsitektur 6. Teori Arsitektur 7. Lansekap 8. Filsafat dalam Arsitektur 9. Metodologi Penelitian dalam Arsitektur 10. Interdisiplin Ilmu yang memiliki korelasi dengan Arsitektur Jurnal Perspektif Arsitektur (JPA) merupakan media publikasi naskah tertulis hasil penelitian dan desain dalam ranah Arsitektur dan Lingkungan Binaannya. JPA berada di dalam naungan Program Studi Arsitektur Jurusan S1-Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Palangka Raya
Articles 143 Documents
PERANCANGAN GEDUNG EXHIBITION CENTER DI KOTA PALANGKA RAYA: dengan pendekatan Arsitektur Parametrik ALFARIJ, ALIF RIFKY; Harysakti, Ave; Ngini, Giris
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 19 No. 1 (2024): Kajian Konseptual Perancangan Kawasan, Ruang Terbuka Publik dan Bangunan Arsit
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jpa.v19i1.10115

Abstract

Pemindahan ibu kota Indonesia ke Kalimantan telah menghasilkan dampak ekonomi yang signifikan, terutama di Kalimantan Tengah. Pertumbuhan ekonomi di kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, telah meningkat pesat, didukung oleh sektor pertambangan, perkebunan, dan ekspor barang dan jasa. Selain itu, indeks konsumsi rumah tangga juga mengalami peningkatan. Fenomena ini telah menarik minat pengusaha untuk mengembangkan bisnis mereka di kota ini. Dalam penyelenggaraan berbagai event di Palangka Raya, kekurangan fasilitas pameran menjadi masalah utama. Saat ini, pusat pameran yang digunakan bersifat sementara dan tidak memadai, seperti gedung serbaguna, aula olahraga, atau lapangan dengan tenda-tenda. Selain itu, bentuk bangunan yang kurang menarik juga menjadi perhatian bagi pengusaha dan pengunjung.Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan perancangan Exhibition Center yang fleksibel, baik dalam hal kapasitas maupun penataan ruang. Bangunan ini harus menarik dan memikat pengunjung, bentuk yang terinspirasi dari alam, serta menyediakan fasilitas pendukung lainnya untuk menarik minat wisatawan domestik dan mancanegara. Penerapan metode Arsitektur Parametrik merupakan pendekatan yang tepat untuk merancang Exhibition Center ini. Metode ini membantu mengatasi kompleksitas perancangan dengan mempertimbangkan berbagai batasan dan kebutuhan. Melalui penelitian dan pengamatan, rancangan ini dihasilkan dengan memadukan konsep Arsitektur Parametrik, yang menghasilkan bangunan yang memenuhi fungsional dan estetika.
AGROWISATA AGROWISATA IKAN JELAWAT DI KOTA SAMPIT Lesmana, Dewina Maharani; Sutrisno, Herwin; Susi, Theresia
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 18 No. 2 (2023): Vol. 18 No. 2 (2023): "Teori dan Implementasi Desain Perancangan"
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jpa.v18i2.10243

Abstract

Abstract : Sampit city has a strategic position in the trade route that is flowed by a large river, the Mentaya River, has a lot of diversity of freshwater fauna, one of which is the Jelawat fish. Jelawat fish that are found in the Mentaya River make this Jelawat Fish an icon of Sampit city that can be seen along the 2 km jalan Tjilik Riwut corridor and Jelawat fish monument in an open space near the Sampit City Port Dock. The purpose of Jelawat fish agrotourism design is to optimize the potential of the existing site with a symbolic architectural approach. The method used basic linear design method. The design results show that the Jelawat fish agro-tourism area in Sampit City can accommodate activities related to Jelawat fish as educational activities for the introduction of types of freshwater fauna in the Mentaya River and processed Jelawat fish into culinary or souvenirs, and interacting with fellow visitors and animals in the area. The building, which is designed with a symbolic architectural approach, is intended to be an icon of the area in Sampit city related to Jelawat fish.
Kriteria KRITERIA RUMAH SUSUN BERDASARKAN PREFERENSI PENDUDUK DI TEPIAN SUNGAN KAHAYAN KELURAHAN PAHANDUT Vinalia Efer, Vinalia Efer; Sangalang, Indrabakti
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 18 No. 2 (2023): Vol. 18 No. 2 (2023): "Teori dan Implementasi Desain Perancangan"
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jpa.v18i2.10352

Abstract

Perkembangan permukiman di sepanjang tepian Sungai Kahayan Kota Palangka Raya saat ini menghadapi dilema perkembangan permukiman organik dan tidak terkendali. Permukiman di bantaran Sungai Kahayan merupakan permukiman awal dengan pola permukiman unik yang menerus mengikuti arah dan bentuk sungai. Meskipun begitu, pada saat ini penduduk di tepian sungai Kahayan khususnya di daerah Pahandut tidak hanya tergolong oleh masyarakat awal saja (Dayak Ngaju) namun juga banyak masyarakat-masyarakat pendatang yang bersama-sama mengadu nasib di Kota Palangka Raya. Pertumbuhan warga yang sangat tinggi dan cepat membuat daerah ini menjadi tidak terkendali, permukiman yang padat dan kumuh menjadi akibat dari padatnya penduduk di kawasan ini.  Hal ini yang kemudian menjadi permasalahan untuk pembahasan ini. Dengan bantuan beberapa arahan, Direktorat Jenderal Pelayanan Perumahan menerapkan beberapa langkah untuk memastikan perumahan yang layak bagi setiap warga negara, salah satunya dengan penyediaan Rumah Susun. Menggali preferensi dari calon penghuni untuk mengetahui kriteria hunian seperti apa rumah susun yang diinginkan agar pembangunan menjadi lebih efisien dan tepat sasaran dan menambah tingkat kebetahan penghuni yang mendukung keberhasilan rancangan.
PERANCANGAN RESORT DI PANTAI SERUYAN DENGAN TEMA THE ART OF DOING NOTHING Esterliani; Widati, Titiani; Amiany
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 18 No. 2 (2023): Vol. 18 No. 2 (2023): "Teori dan Implementasi Desain Perancangan"
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jpa.v18i2.11939

Abstract

Indonesia is known as a maritime and archipelagic country that has extensive offshore areas, this can be utilized as one of the developments in the tourism sector. One of the unspoiled beaches is the beach in Seruyan district, Central Kalimantan. Utilization of Seruyan Beach land by paying attention to its potential which is very quiet and far from the crowds, so it is very suitable to be used as a resort in the form of a resort to unwind from the boredom of work in the city using the theme The Art of Doing Nothing. The Art of Doing Nothing is a relaxation method that makes the simplicity of nature and the surrounding environment the most valuable things in life. To solve this problem, Organic Architecture is used as a solution to the problem by using its characteristics, namely simplicity and serenity. This can be realized by processing spatial planning, area patterns and facilities that provide appropriate activities so that they are able to answer needs with the theme The Art of Doing Nothing used.
PERANCANGAN RUANG PUBLIK: SLOW LIVING SPACE DI PALANGKA RAYA Alwi, Rasyidah; Permana, Indrawan; Rosalia, Alderina
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 19 No. 1 (2024): Kajian Konseptual Perancangan Kawasan, Ruang Terbuka Publik dan Bangunan Arsit
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jpa.v19i1.12456

Abstract

Perkembangan kota Palangka Raya yang merupakan Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah di berbagai kegiatan terutama pada kegiatan di tempat-tempat populer menunjukan minat masyarakat terhadap ruang publik. Dari tempat-tempat yang diidentifikasi, kebanyakan merupakan tempat-tempat yang menghadirkan nuansa alam yang tenang dan seimbang di tengah perkotaan. Konsep "slow living" diadopsi sebagai solusi untuk menciptakan ruang publik yang responsif, demokratis, dan bermakna. Melalui analisis ini, penulis mengidentifikasi komponen yang diperlukan, seperti area meditasi, cafe dan ruang baca yang terintegrasi dengan alam, serta area makan yang menawarkan makanan sehat sebagai bagian dari gerakan slow food. Namun, harus dipertimbangkan bagaimana menggabungkan kebutuhan akan ruang pribadi yang tenang dengan ekspektasi ruang publik yang ramah dan beragam. Oleh karena itu, teori personal space dari Robert Sommer dan Edward T. Hall diharapkan dapat menjawab permasalahan  tersebut dengan cara penghargaan terhadap batasan personal space individu hingga dapat mewadahi lingkungan yang nyaman dan mendukung praktik slow living.
Perancangan Kawasan Wisata Alam Danau Biru di Desa Tewang Rangkang, Kabupaten Katingan Yufri, Yufri Andika; Rahayu, Elis Sri; Adji, Fredyantoni F.
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 19 No. 1 (2024): Kajian Konseptual Perancangan Kawasan, Ruang Terbuka Publik dan Bangunan Arsit
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jpa.v19i1.12499

Abstract

Sektor pariwisata berperan cukup penting dalam menunjang pembangunan wilayah karena salah satu yang menjadi pendukung pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Kabupaten Katingan memiliki beberapa destinasi wisata, salah satunya yaitu wisata Danau Biru yang ada di desa Tewang Rangkang. Danau Biru yang ada di Desa Tewang Rangkang merupakan danau yang terbentuk bukan karena hasil aktivitas alam, melainkan karena aktivitas penggalian tanah. Wisata alam Danau Biru ini menyuguhkan pemandangan danau dengan kondisi air yang jernih dan biru. Minimnya sarana rekreasi, sarana dan prasarana, dan kurangnya pemanfaatan potensi alam menyebabkan kurangnya minat pengunjung. Tujuan rancangan wisata alam danau biru untuk menjadikannya tempat rekreasi, wisata edukasi, dan menikmati suasana alam yang sejuk serta udara yang bersih dengan memanfaatkan potensi alam yang ada disekitar. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif, berupa pengumpulan data, analisis, dan sintesis. Kawasan wisata dirancang dengan mengutamakan kelestarian lingkungan alam, menghasilkan keharmonisan antara manusia dan lingkungan alam, dan pemanfaatan potensi alam sekitar. Berdasarkan masalah tersebut prinsip desain yang memenuhi yaitu Prinsip Arsitektur Ekologis. Prinsip Arsitektur Ekologis yaitu memperhatikan keselarasan dan keharmonisan antara manusia dan lingkungan alam. Arsitektur Ekologis diharapkan mampu menjadi jawaban untuk menciptakan tempat wisata dengan fasilitas yang dapat menunjang kegiatan wisata dengan konsep ramah terhadap lingkungan, dengan tetap meperhatikan kenyamanan dan keamanan bagi pengunjung yang datang. Hasil perancangan adalah menciptakan tempat wisata yang tetap dapat dinikmati keindahan alamnya, dengan memperhatikan aspek desain yang berkesinambungan dengan alam, menjadi tempat reakreasi, tempat kuliner, oleh-oleh, tempat menginap dengan nuasa alam, dan dapat menampilkan budaya lokal setempat.
PERANCANGAN KONSERVATORIUM PALANGKA RAYA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR METAFORA Unjung, Julio Fernandho; Syahrozi; Noor Hamidah
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 19 No. 1 (2024): Kajian Konseptual Perancangan Kawasan, Ruang Terbuka Publik dan Bangunan Arsit
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Palangka Raya adalah ibu kota provinsi Kalimantan Tengah dan memiliki wilayah administratif yang luas mengalami perkembangan yang cepat pada berbagai bidang, didukung dengan peningkatan jumlah penduduk dan pertumbuhan ekonomi. Pada bidang pendidikan, perkembangannya melalui pembangunan Perguruan Tinggi sebagai tahap akhir pendidikan formal di Indonesia. Minat musik masyarakat Kota Palangka Raya mengarahkan calon mahasiswa untuk mempelajari musik melalui pendidikan formal di Konservatorium. Koservatorium memenuhi kebutuhan besar calon mahasiswa terhadap musik dan fasilitas yang memadai untuk pembelajaran musik. Konservatorium merupakan sekolah tinggi musik yang memiliki gedung pertunjukan di dalamnya. Konservatorium digunakan sebagai tempat pembelajaran teori maupun praktik musik dan sebagai tempat pertunjukkan musik. Pasti terdapat keraguan masyarakat terhadap Konservatorium sebelum mendapatkan reputasi yang baik, namun Konservatorium dapat dengan segera menyampaikan ‘kehebatannya’ melalui perancangan yang menggunakan pendekatan Arsitektur Metafora. Penelitian ini dilakukan bertujuan menghasilkan rancangan Konservatorium Palangka Raya dengan pendekatan Arsitektur Metafora. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan mengumpulkan data dan menganalisis data hingga didapat kesimpulan penelitian. Hasil penelitian yang telah didapatkan menghasilkan rancangan sebuah bangunan Konservatorium di Kota Palangka Raya dengan penerapan elemen akustik yang menerapkan pendekatan Arsitektur Metafora pada bentuknya sehingga dapat menyampaikan ‘kehebatannya’ kepada pengamat dan pengguna bangunan melalui konsep metafora abstrak berupa suara dan musik.
ARCHITECTURE FLOATING ON BUILDINGS FOR ADAPTATION TO GLOBAL WARMING RAMADHANINGSIH, WULAN DWI; Marina, Nurul Fitria
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 19 No. 1 (2024): Kajian Konseptual Perancangan Kawasan, Ruang Terbuka Publik dan Bangunan Arsit
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Earth currently needs to be prepared for sea level rise, both the Earth is threatened by the effects of global warming which has been an issue the world has been facing for a long time. One of them is the melting of ice at the Earth's poles, causing sea levels to continue to rise every year or known as Sea Level Rising. The current architecture needs to pay attention to these conditions In an architectural effort to provide solutions in dealing with natural phenomena, several methods are carried out. The initial step is to carry out comparative studies related to the phenomena and solutions that are being carried out. Then it is necessary to design the concept of the floating building Besides design, further efforts need to be made such as the technology used to make it easier for the building to float automatically when sea level rises or floods occur, materials that are able to adapt to sea water where sea water is alkaline.
PERANCANGAN ARENA E-SPORTS DI KOTA PALANGAKA RAYA Amon Jon Seiber Elvinokio; Ngini, Giris; Harysakti, Ave
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 19 No. 2 (2024): Kajian Konseptual Perancangan Kawasan, Ruang Terbuka Publik dan Bangunan Arsit
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jpa.v19i2.10136

Abstract

Palangka Raya City is a province in Central Kalimantan, has a large area and has experienced significant development in various fields. One of the important developments today is the popularity of online games or what are known as online games. Esports is a form of electronic sports that uses games as the main competition arena. In game competition, it is important to have a place to compete called Arena Esports. In Indonesia, the Esports industry is starting to develop and IeSPA is an Esports community that was just inaugurated by MENPORA. Indonesia has many talented young people in the field of Esports, and the government supports the development of Esports in this country. The Indonesian Esports (ESI) branch is still relatively new in Palangka Raya City, but has many fans, especially among young people. Therefore, the design of Arena Esports is expected to provide good playing and competition facilities, taking into account comfort, function, spatial planning, tournament facilities for participants and spectators, and using inspiration from living organisms with a Biomorphic Architecture approach.
Perancangan Gedung Rental Office Dengan Konsep Efesiensi Energi Clara Chabelita; Hamidah, Noor
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 19 No. 2 (2024): Kajian Konseptual Perancangan Kawasan, Ruang Terbuka Publik dan Bangunan Arsit
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jpa.v19i2.12934

Abstract

Indonesia currently has the status of a developing country, so it is increasing the construction of high-rise building infrastructure as a solution to limited space in urban areas. One of the buildings that is being intensively built in this country is rental office buildings where the need for these buildings increases along with Indonesia's economic growth. On the other hand, the green architecture or green building movement with the aim of creating environmentally friendly buildings is starting to emerge in Indonesia as an act of resistance to the issue of global warming in the world. Responding to this issue, Architectural Design V's task this time was to design a high-rise rental office building in Palangka Raya City, Central Kalimantan Province with a green building concept that focuses on energy efficiency.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 20 No. 02 (2025): Menjaga Identitas, Menggagas Inovasi dalam Rupa Gagasan Perancangan dan Riset Vol. 20 No. 1 (2025): Menjaga Identitas, Menggagas Inovasi dalam Rupa Gagasan Perancangan dan Riset Vol. 19 No. 2 (2024): Kajian Konseptual Perancangan Kawasan, Ruang Terbuka Publik dan Bangunan Arsit Vol. 19 No. 1 (2024): Kajian Konseptual Perancangan Kawasan, Ruang Terbuka Publik dan Bangunan Arsit Vol. 18 No. 2 (2023): Vol. 18 No. 2 (2023): "Teori dan Implementasi Desain Perancangan" Vol. 18 No. 1 (2023): "Teori dan Implementasi Desain Perancangan Arsitektur" Vol. 17 No. 1 (2022): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 17 Nomor 1 Tahun 2022 Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 17 Edisi II, Desember 2022 Vol. 16 No. 01 (2021): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 16 Nomor 1 Tahun 2021 Vol. 16 No. 2 (2021): JPA - Jurnal Perspektif Arsitektur. Volume 16 No. 2, Desember 2021 Vol. 13 No. 02 (2018): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 13 Nomor 2 Tahun 2018 Vol. 13 No. 01 (2018): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 13 Nomor 1 Tahun 2018 Vol. 12 No. 02 (2017): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 12 Nomor 2 Tahun 2017 Vol. 11 No. 02 (2016): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 11 Nomor 2 Tahun 2016 Vol. 11 No. 01 (2016): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 11 Nomor 1 Tahun 2016 Vol. 10 No. 02 (2015): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 10 Nomor 2 Tahun 2015 Vol. 10 No. 01 (2015): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 10 Nomor 1 Tahun 2015 Vol. 9 No. 02 (2014): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 9 Nomor 2 Tahun 2014 Vol. 9 No. 01 (2014): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 9 Nomor 1 Tahun 2014 Vol. 7 No. 02 (2012): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 7 Nomor 2 Tahun 2012 Vol. 7 No. 01 (2012): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 7 Nomor 1 Tahun 2012 Vol. 6 No. 02 (2011): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 6 Nomor 2 Tahun 2011 Vol. 6 No. 01 (2011): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 6 Nomor 1 Tahun 2011 Vol. 5 No. 02 (2010): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 5 Nomor 2 Tahun 2010 Vol. 5 No. 01 (2010): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 5 Nomor 1 Tahun 2010 More Issue