cover
Contact Name
-
Contact Email
jpsi@usk.ac.id
Phone
+628121815214
Journal Mail Official
jpsi@usk.ac.id
Editorial Address
Jalan Tgk. Chik Pante Kulu Nomor 5 Gedung C Lantai 1 Kantor Pengelola Jurnal Pascasarjana Universitas Syiah Kuala. Darussalam – Banda Aceh 23111, Indonesia Email: jpsi@usk.ac.id.
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia (Indonesian Journal of Science Education)
ISSN : 23384379     EISSN : 2615840X     DOI : https://doi.org/10.24815/
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia (Indonesian Journal of Science Education) offers an interdisciplinary forum for the publication of original peer-reviewed, contributed and invited research articles of the highest quality that address different topics of science education with implications for improving and enhancing science education practices and theories. The topics involves biology, chemistry, physics, as well as some applications pedagogy and teacher development. The journal provides an invigorating and informative variety of research papers that expand and deepen our theoretical understanding. It also provides practice and policy based implications in the relevant contexts of science education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2016): APRIL 2016" : 20 Documents clear
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI TITRASI ASAM BASA DI KELAS XI SMA NEGERI 6 LHOKSEUMAWE Bakhtiar Bakhtiar; Yusrizal Yusrizal; Ibnu Khaldun
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 4, No 1 (2016): APRIL 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.105 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada materi titrasi asam basa di kelas XI SMA Negeri 6 Lhokseumawe. Penelitian ini bertujuan mengetahui motivasi, hasil belajar dan tanggapan siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pokok bahasan titrasi asam basa. Jenis penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMAN 6 Lhokseumawe, satu kelas sebagai kelas kontrol dan kelas berikutnya sebagai kelas eksperimen. Sebelum dilakukan pengumpulan data terlebih dahulu dilakukan penyiapan bahan penelitian, angket, LKS sesuai dengan materi, kemudian dilakukan kegiatan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah disusun. Pengumpulan data dilakukan melalui tes, dan angket. Soal tes dan angket telah divalidasi isi oleh pakar. Diawal pembelajaran diberikan pretes, kemudian diakhir pertemuan diberikan angket dan postes. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan hasil belajar siswa pada kelas eksperimen dengan kelas kontrol secara signifikan diketahui dengan uji t nilai postes, dan nilai N gain kedua kelas. Nilai N gain kedua kelas juga menunjukkan perbedaan, kelas kontrol nilai N gain siswa terletak pada kategori sedang, sedangkan pada kelas eksperimen terletak pada kategori tinggi. Persentase siswa yang memberi tanggapan positif terhadap penggunaan model kooperatif tipe STAD mencapai rata-rata 95%, dan siswa yang memberikan tanggapan negatif rata-rata  sebesar 5%. Penggunaan model tipe STAD juga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran kimia materi titrasi asam basa menggunakan model kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa serta memberikan tanggapan positif.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR ELASTISITAS SISWA KELAS XI SMA NEGERI 7 BANDA ACEH Rahayu Putri; Saminan Saminan; M. Hasan
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 4, No 1 (2016): APRIL 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.909 KB)

Abstract

Berdasarkan hasil observasi yang penulis lakukan diperoleh bahwa,  permasalahan yang sangat banyak terjadi di SMA Negeri 7  Banda aceh adalah tentang elastisitas. Hal ini dibuktikan dengan hasil nilai UN pada indikator menentukan tingkat elastisitas bahan elastis dan plastis. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) terhadap berpikir kritis, berpikir kreatif dan hasil belajar Elastisitas Siswa Kelas XI SMA Negeri 7  Banda Aceh”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model problem based learning (PBL) terhadap berpikir kritis, berpikir kreatif dan hasil belajar Elastisitas siswa kelas XI SMA Negeri 7 Banda Aceh. Penelitian ini dilakukan melalui metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dengan dua kelas yaitu kontrol dan eksperimen dengan perlakuan yang berbeda. Populasi dalam penelitian ini adalah 156 siswa dengan sampel yang diambil adalah 30 orang untuk kontrol dan 30 orang untuk eksperimen. Pengumpulan data menggunakan instrumen hasil belajar, keterampilan berpikir kritis  dan berpikir kreatif serta pedoman observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model PBL dalam meningkatkan hasil belajar, berpikir kritis dan berpikir kreatif siswa kelas XI pada materi Elastisitas.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF DAN MOTIVASI SISWA DITINJAU DARI JENIS KELAMIN PADA MATERI KALOR KELAS X SMAN 11 BANDA ACEH Nelly Shahromi Yanti; Yusrizal Yusrizal; Abdul Gani
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 4, No 1 (2016): APRIL 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.475 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang model pembelajaran inkuiri terbimbing untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif dan motivasi siswa pada materi kalor ditinjau dari jenis kelamin. Penelitian dilakukan di SMAN 11 Banda Aceh. Kedua kelas yaitu kelas laki-laki dan perempuan menggunakan metode inkuiri terbimbing. Metode yang digunakan adalah one-group pretest posttest design. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes uraian yaitu untuk mengukur keterampilan berpikir kreatif serta angket untuk motivasi peserta didik dengan model inkuiri terbimbing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan kelompok peserta didik laki-laki dan perempuan terhadap keterampilan berpikir kreatif dengan model inkuiri terbimbing dan motivasi siswa pada materi kalor dengan nilai signifikansi 0,05 dan Fhitung (1,85) Ftabel (1,93). Peningkatan ketrampilan berpikir kreatif memiliki rata-rata kelas kelas sebesar 89,14 dengan N-Gain bernilai 84,43% berkategori tinggi. Rata - rata keterampilan berpikir kreatif kelas laki-laki meningkat sebesar 85 dengan N-Gain 78,82% berkategori tinggi. Teramati bahwa model inkuiri terbimbinguntuk meningaktkan berpikir kreatif lebih baik diterapkan pada kelas perempuan. Pembelajaran inkuiri terbimbing berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa dengan nilai rerata motivasi belajar kelas perempuan meningkat sebesar 3,3% sedangkan nilai rerata motivasi belajar pada kelas laki-laki menurun sebesar 3% dengan masing-masing kategori tinggi. 
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS MASALAH PADA POKOK BAHASAN CERMIN UNTUKMENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJARSISWA DI SMP NEGERI 2 BANDA ACEH Zaraturrahmi Zaraturrahmi; Adlim Adlim; Zulkarnain Jalil
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 4, No 1 (2016): APRIL 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.293 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengembangan lembar kerja peserta didik berbasis masalah pada pokok bahasan cermin. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Banda Aceh dengan menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian research and development (R D). Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain pretest dan posttest group.Teknik pengambilan sampel dengan pusposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan dengan pretest dan posttest untuk hasil belajar dan motivasi. Angket untuk mengetahui respon peserta didik setelah menggunakan LKPD berbasis masalah. Hasil uji normalitas dan homogenitas menunjukkan bahwa data homogen dan berdistribusi normal. Oleh karena itu, uji beda rata-rata terhadap N-gain hasil belajar antara kedua kelas menggunakan uji t. Hasil uji t diperoleh t-hitung t-tabel (4,912,046) yang artinya terjadi perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kedua kelas. Nilai rata-rata N-gain hasil belajar dan motivasi untuk kedua kelas eksperimen sebesar 50,92 termasuk kategori sedang, sedangkan untuk kelas kontrol diperoleh N-gain sebesar 32,5 termasuk kategori sedang. Peserta didik juga memberikan respon yang positif terhadap penggunaan LKPD, sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan LKPD berbasis masalah dapat meningkatkan hasil belajar  dan motivasi peserta didik.
REMEDIASI MISKONSEPSI DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PADA MATERI FLUIDA STATIS Kana Dhiean Zukhruf; Ibnu Khaldun; Suhrawardi Ilyas
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 4, No 1 (2016): APRIL 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.613 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan profil miskonsepsi siswa MAN Rukoh Banda Aceh pada materi fluida statis, menganalisis penyebab terjadinya miskonsepsi, dan mempelajari sejauh mana miskonsepsi dapat diremediasi dengan menggunakan media pembelajaran interaktif dan respons siswa terhadap media pembelajaran interaktif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pre-experimental dengan one-group pretest and posttest design dan metode deskriptif untuk mendeskripsikan respons siswa terhadap penggunaan media pembelajaran interaktif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X-IA2  di MAN Rukoh Banda Aceh. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Adapun yang menjadi sampel dalam penelitian adalah siswa kelas X-IA2 yang berjumlah 23 orang, terdiri atas 6 orang pria dan 17 orang wanita. Pengumpulan data dilakukan melalui pretes dan postes yang dilengkapi matrik keputusan three-tier test, dan angket respons siswa. Media pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah media pembelajaran interaktif berbasis PowerPoint. Kesimpulan diambil berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data dengan menggunakan ProAnaltes. Hasil pretes menunjukkan siswa yang mengalami miskonsepsi sangat tinggi dan setelah diberikan treatment terjadi penurunan miskonsepsi yang sangat signifikan. Hasil analisis data menunjukkan rata-rata nilai N-gain pada setiap siswa dengan kategori sedang. Hasil analisis data juga menunjukkan bahwa rata-rata penurunan kuantitas miskonsepsi pada setiap siswa dengan kategori tinggi. Respon siswa terhadap media interaktif baik dan positif. Siswa antusias dalam berdiskusi dan bertanya. Disimpulkan bahwa remediasi miskonsepsi menggunakan media pembelajaran interaktif secara keseluruhan dapat mengatasi miskonsepsi siswa.
EFEKTIFITASMEDIA SIMULASI KOMPUTER BERBASIS MICROSOFT EXCEL TERHADAP PENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DANKEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA Elfariyanti Elfariyanti; Sri Adelila Sari; Ibnu Khaldun
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 4, No 1 (2016): APRIL 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.949 KB)

Abstract

Pemanfaatan komputer sebagai media pembelajaran menjadikanpembelajaranlebih efektif dan efesien.Namun pada kenyataannya, pembelajaran kimia yang dilakukan selama ini belum mampumemanfaatkan computersebagai media pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahuikeefektifan simulasi komputer berbasis Microsoft Excel terhadap pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi larutan penyanggadanmengetahuitanggapan siswa terhadap media pembelajaran simulasi komputer berbasis Microsoft Excel. Metode penelitian yang digunakanadalahPre-Experimental Designdengan metode Pretest-Postest One Group Design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Media Simulasi komputer berbasis Microsoft Excel efektif untukmeningkatkanpemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi larutan penyangga. Pemahaman konsep siswa meningkat dengan nilai N-gainsebesar 89,17pada kategori peningkatan tinggidan kemampuan berpikir kritis siswa meningkat dengan nilai N-gainsebesar42,83 pada kategori peningkatan sedang.Tanggapan siswa terhadap media pembelajaran simulasi komputer berbasis Microsoft Excel pada materi larutan penyangga adalah 76,60% pada kategori sangat setuju.Kata kunci: media pembelajaran, larutanpenyangga, pemahaman, berpikirkritis
PENERAPAN PENDEKATAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM) UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN SISWA TERHADAP LINGKUNGAN PADA PEMBELAJARAN KIMIA MATERI ASAM BASA Safrina Junita; A. Halim; Marlina Marlina
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 4, No 1 (2016): APRIL 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.702 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pembelajaran konsep asam basa dengan pendekatan sains teknologi masyarakat (STM) dapat memberi kontribusi pada siswa-siswa kelas XI IPA3 terhadap peningkatan kesadaran lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain pre-test and post-test group. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara Random Sampling. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Glumpang Tiga. Sedangkan sampelnya adalah siswa kelas XI IPA3. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket kesadaran lingkungan, angket respon siswa terhadap pembelajaran, dan tes hasil belajar. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa indikator kesadaran lingkungan mengalami peningkatan dari nilai pretest dan nilai posttest yaitu: (1) indikator pengetahuan mengalami peningkatan sebesar 16,4%; (2) indikator pemahaman mengalami peningkatan sebesar 21,6%; (3) indikator sikap mengalami peningkatan sebesar 24,8%; (4) indikator tindakan mengalami peningkatan sebesar 16,8%. Rata-rata nilai indikator kesadaran pada pretest yaitu 2,83 tergolong dalam kriteria rendah, sedangkan untuk posttest rata-rata nilai indikator kesadaran yaitu 3,85 tergolong dalam kriteria sedang. Dari hasil perhitungan uji-t diperoleh = 3,839 dengan taraf signifikan 5% (α = 0,05) dan dk = (n - 1) dan peluang (1 - α ) diperoleh nilai  = 1,73, sehingga  ≥ , maka tolak Ho dan terima Ha, dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kesadaran siswa terhadap lingkungan dengan pembelajaran menggunakan pendekatan STM pada materi asam basa. Hasil analisis angket respon siswa terhadap pembelajaran menunjukkan bahwa siswa memberi respon positif terhadap pembelajaran materi asam basa dengan menggunakan pendekatan STM dengan perolehan persentase sebesar ≥ 80%. Hasil analisis tes hasil belajar terdapat 3 siswa yang termasuk kategori “Tidak Tuntas”. Namun secara klasikal diperoleh presentase sebesar 85% dapat disimpulkan bahwa siswa dikelas XI IPA3 termasuk dalam kategori tuntas belajar.
IMPLEMENTASI MODEL PROBLEM BASED LEARNINGPADA MATERI KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN SIKAP ILMIAHPESERTA DIDIK KELAS XI SMA NEGERI 1 PEUDADA Eva Nelli; Abdul Gani; Marlina Marlina
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 4, No 1 (2016): APRIL 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.124 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dan sikap ilmiah peserta didik pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan dengan implementasi model pembelajaran problem based learning (PBL), serta memperoleh gambaran respon peserta didik terhadap implementasi modeltersebut. Penelitian ini dilakukan denganmetode quasi eksperimendesignmelalui nonequivalent pretest-posttest control group design yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Peudada Kabupaten Bireuen. Populasi dalam penelitian ini sekaligus dijadikan sebagai sampel penelitian (sampel total). Pengumpulan data dilakukan dengan pretest dan posttest untuk mengetahui peningkatan hasil belajar, lembar observasi untuk mengetahui sikap ilmiah peserta didik, serta angket untuk mengetahui respon peserta didik terhadap model pembelajaran PBL. Berdasarkan analisis nilai N-gainhasil belajar untuk kelompok eksperimen sebesar 73,34% termasuk pada kategori sedang, dan untuk kelompok kontrol diperoleh Ngain sebesar 61,11% termasuk kategori sedang. Secara deskriptif sikap ilmiah peserta didik juga menunjukkan adanya perbedaan yaitu kelompok eksperimen menunjukkan sikap ilmiah yang lebih baik daripada kelompok kontrol. Peserta didik juga memberikan tanggapan yangbaik terhadap implementasi model PBL, sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model PBL dapat meningkatkan hasil belajar dan sikap ilmiah peserta didik.
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN SIKAP ILMIAH SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL COOPERATIVE INQUIRY LABS (CIL) PADA MATERI SUHU DAN KALOR Nurul Fajri Saminan; Abdul Gani; Rini Safitri
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 4, No 1 (2016): APRIL 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.564 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang peningkatan keterampilan berpikir kritis dan sikap ilmiah siswa dengan menggunakan model CIL pada materi suhu dan kalor. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen research dengan desain non-equivalent control group design”.Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan secara Cluster Random Sampling (sampel acak kelompok). Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X-MIA1 dan X-MIA2 SMA N 6 Banda Aceh tahun ajaran 2014/2015. Pengumpulan data dilakukan dengan tes keterampilan berpikir kritis dan angket sikap ilmiah. Pengolahan data dilakukan dengan uji N-Gain. Hasil penelitian diperoleh rata-rata pretest keterampilan berpikir kritis untuk kelas eksperimen dan control masih belum mencapai criteria ketuntasan minimum (KKM). Selanjutnya, setelah penerapan model CIL persentase nilai rata-rata posttest keterampilan berpikir kritis meningkat untuk kelas eksperimen 76 dan rata-rata gain pada kelas eksperimen dikategorikan tinggi. skor pretest pada kedua kelas tidak terjadi perbedaan yang signifikan sebelum diterapkan model CIL. Sedangkan, untuk skor posttest terdapat perbedaan yang signifikan pada kelas eksperimen setelah diterapkan model CIL. Kemudian untuk  N-Gain diperoleh thitung ttabel (3,95 2,01) dapat dikatakan bahwa peningkatan keterampilan berpikir kritis pada siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model CIL lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran lab. Verifikasi pada materi suhu dan kalor, atau dengan kata lain model CIL dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan sikap ilmiah siswa. Hasil analisis angket sikap ilmiah menunjukkan terjadi peningkatan dengan rata-rata 72% untuk kelas eksperimen dari 7 indikator terdapat 5 indikator dikategorikan tinggi dan 2 indikator dikategorikan sedang.
PERBANDINGAN PENGGUNAAN MEDIA VIRTUAL LAB SIMULASI PhET (Physics Education Tekhnology) DENGAN METODE EKSPERIMEN TERHADAP MOTIVASI DAN AKTIVITAS BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN Marlinda Marlinda; Abdul Halim; Ilham Maulana
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 4, No 1 (2016): APRIL 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.47 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan motivasi dan aktivitas belajar peserta didik pada konsep Kelarutan dan hasil kali kelarutan menggunakan laboratorium Virtual simulasi PhET dengan metode eksperimen. Penelitian dilakukan di SMAN 7 Banda Aceh dengan menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain randomized pretest-posttest group. Kelas XI MIA4 menjadi kelas eksperimen I dan kelas XI MIA3 menjadi kelas eksperimen II, masing-masing sebanyak 30 peserta didik. Pengumpulan data dengan menggunakan angket motivasi dan lembar observasi aktivitas belajar peserta didik. Berdasarkan analisis nilai N-gain motivasi kelas eksperimen I sebesar 0,702 dan kelas eksperimen II sebesar 0,510. Hal ini menunjukkan bahwa motivasi kelas eksperimen I lebih tinggi daripada kelas eksperimen II. Peningkatan aktivitas belajar peserta didik pada kelas eksperimen I pada pertemuan awal dengan sebesar 88,61% pada pertemuan kedua menjadi 96,11%, sedangkan kelas eksperimen II pada pertemuan awal sebesar 83,06% meningkat menjadi 89,15% pada pertemuan kedua, sehingga disimpulkan bahwa motivasi dan aktivitas belajar peserta didik pada konsep kelarutan dan hasil kali kelarutan dengan pembelajaran virtual lab simulasi PhET lebih tinggi daripada pembelajaran dengan metode eksperimen.

Page 2 of 2 | Total Record : 20