cover
Contact Name
Ahmad Kamal Sudrajat
Contact Email
kamalsudrajat@uny.ac.id
Phone
+6285855911229
Journal Mail Official
kingdom@uny.ac.id
Editorial Address
Jl. Colombo Yogyakarta No.1, Karang Malang, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Kingdom (The Journal of Biological Studies)
ISSN : 29865328     EISSN : 29864844     DOI : https://doi.org/10.21831
Kingdom Journal (The Journal of Biological Studies) is a journal published by the Biology Study Program, Department of Biology Education, FMIPA, Yogyakarta State University. This journal publishes scientific articles resulting from research and student studies in the fields of biology and applied biology. Published articles are peer-reviewed by no less than two bestari partners and apply scientific publishing ethics as stipulated by COPE (Committee on Publication Ethics). The scope of this journal covers the fields of biology, biotechnology and bioinformatics, applied biology in the fields of microbiology, environment, waters, agriculture, waters, industry, health, and other relevant fields.
Articles 167 Documents
PENGARUH VARIASI KADAR PROTEIN TOTAL PAKAN BERBAHAN DASAR AMPAS TAHU, BEKATUL, DAN TEPUNG TERIGU TERHADAP PRODUKSI KOKON CACING TANAH (Eudrilus eugeniae) Sari, Yusi Novita; -, Suhandoyo
Kingdom: The Journal of Biological Studies Vol 10, No 1 (2024): Kingdom: The Journal of Biological Studies
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v10i1.18238

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui produksi kokon cacing tanah Eudrilus eugeniae karena pemberian variasi kadar protein total pakan berbahan dasar ampas tahu, bekatul, dan tepung terigu. Objek penelitian yang digunakan adalah cacing afrika (Eudrilus eugeniae) yang telah memiliki klitelium dan dipelihara dalam media onggok aren dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, yaitu kadar protein total 13,79%, 14,65%, 15,51%, dan 16,37%. Biomassa awal cacing Afrika untuk setiap media adalah 16 gram. Penelitian dilakukan selama 2 bulan. Parameter dalam penelitian ini adalah jumlah, bobot, dan indeks kokon. Jumlah kokon dianalisis menggunakan uji ANOVA, sedangkan bobot dan indeks kokon dianalisis menggunakan Uji Korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi kokon cacing tanah Eudrilus eugeniae dipengaruhi oleh perbedaan pemberian variasi kadar protein pakan berbahan dasar ampas tahu, bekatul, dan tepung terigu (p0,01). Uji Korelasi menunjukkan adanya hubungan yang erat antara bobot dan indeks kokon cacing tanah Eudrilus eugenaie dengan koefisien korelasi 0,713. Kata kunci: Eudrilus eugeniae, kokon, protein, indeks, bobot, produksi.
POTENSI PEMANFAATAN ECO-ENZYM BERBASIS BUAH SEBAGAI PUPUK PADA PERTUMBUHAN SAWI HIJAU (Brassica juncea L.) Nur Laila, Nuri Amalia; -, Suhartini
Kingdom: The Journal of Biological Studies Vol 10, No 1 (2024): Kingdom: The Journal of Biological Studies
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v10i1.18379

Abstract

Abstrak. Eco-enzym merupakan larutan atau cairan hasil fermentasi dari limbah organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) potensi eco-enzym sebagai pupuk organik cair berdasarkan uji fisik, kimia dan uji kandungan unsur hara (2) pengaruh variasi konsentrasi eco-enzym berbasis buah terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau (Brassica juncea L.). Penelitian ini menggunakan 1 perlakuan. Data pada penelitian ini dianalisis menggunakan uji one way anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Hasil yang didapatkan belum memenuhi standar mutu pupuk organik cair Keputusan Menteri No. 261/KPTS/SR.310/M/4/2019, karena ecoenzym mengandung C-organik (1,52%); pH (3,2); dan NPK (0,24%) (2) Variasi konsentrasi 2% merupakan konsentrasi terbaik untuk pertumbuhan tinggi tanaman dan jumlah daun tanaman sawi sehingga eco-enzym konsentrasi 2% berpotensi untuk dijadikan sebagai pupuk organik cair.  Kata kunci : Eco-enzym, tanaman sawi, variasi konsentrasi
Desain Primer Untuk Isolasi Gen L-LDH Berdasarkan Genom Streptococcus pluranimalium dan Aplikasinya Rifqi, Daffa Muhammad; Mercuriani, Ixora Sartika
Kingdom: The Journal of Biological Studies Vol 10, No 1 (2024): Kingdom: The Journal of Biological Studies
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v10i1.18581

Abstract

Asam laktat diketahui merupakan molekul dengan manfaat positif untuk manusia. Molekul tersebut dapat diproduksi oleh bakteri asam laktat. Produksi asam laktat seringkali terganggu karena beberapa spesies bakteri perlu penyesuaian khusus pada substrat, sehingga salah satu solusinya adalah kloning gen atau over-expression enzim L-LDH pada bakteri kompeten. Salah satu langkah prosedur tersebut adalah isolasi gen. Desain primer dilakukan menggunakan aplikasi Benchling pada subjek genom Streptococcus pluranimalium TH11417 dan seluruh primer diujikan secara in-silico menggunakan aplikasi UGENE dan in-vitro menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Empat pasang primer dihasilkan dengan rincian LSPai 1178, LSPbi 993, LSPad 765, dan LSPbd 846. Primer berhasil menempel dan menghasilkan amplikon yang sesuai pada uji in-silico menggunakan templat genom S. pluranimalium TH11417, namun hanya LSPai 1178 dan LSPad 765 yang dapat menempel pada templat genom S. pluranimalium 14A0014. Primer tidak dapat menempel pada uji in-vitro dikarenakan kontaminasi isolat bakteri templat DNA. Kontaminasi dikonfirmasi melalui analisis sekuen 16s rRNA dan didapatkan bahwa amplikon 16s rRNA isolat bakteri uji sesuai dengan sekuen 16s rRNA Bacillus cereus. Sekuensing basa amplikon uji in-vitro primer LSPai 1178 menunjukkan bahwa amplikon bukan merupakan bagian dari sekuen target.
PENGARUH KOMBINASI EKSTRAK BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor, L.) DAN KACANG POLONG (Pisum sativum, L.) TERHADAP JUMLAH FOLIKEL OVARIUM DAN STRUKTUR HISTOLOGI USUS HALUS PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) wulandari, septiana tri; Harjana, Tri
Kingdom: The Journal of Biological Studies Vol 10, No 2 (2024): Kingdom: The Journal of Biological Studies
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v10i2.18193

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi ekstrak bayam merah  (Amaranthus tricolor, L.)  dengan kacang polong (Pisum sativum, L.) terhadap jumlah folikel ovarium dan struktur histologi usus halus pada tikus putih (Rattus norvegicus). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, menggunakan hewan tikus putih betina sebanyak 20 ekor belum pernah kawin, memiliki berat sekitar 100-200 gram dan berumur ± 2 bulan. Tikus dibagi menjadi 3 kelompok perlakukan dan 1 kelompok kontrol. Dimana kelompok kontrol P0 (tanpa perlakuan), P1 (25 mg/kg BB ekstrak bayam merah+ 75 mg/kg BB ekstrak kacang polong), P2 (50 mg/kg BB ekstrak bayam merah+ 50 mg/kg BB ekstrak kacang polong) dan P3 (75 mg/kg BB ekstrak bayam merah+ 25 mg/kg BB ekstrak kacang polong). Pemberian ekstrak selama 21 hari secara oral. Data yang diamati yaitu jumlah folikel ovarium, dan usus halus dilihat struktur histologi. Data yang diperoleh dianalisis dengan One Way Anova, dan jika terdapat beda nyata maka dilanjutkan uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak bayam  merah dan kacan polong berpengaruh nyata pada folikel primer, sekunder, ovulasi dan folikel atresia (p 0.05) dan tidak berpengaruh nyata pada folikel tersier, degraff dan korpus luteum (p 0.05). Usus halus pada  tikus putih (Rattus norvegicus) normal, sehingga kombinasi ekstrak tidak berpengaruh terhadap struktur histologinya.Kata kunci: Ekstrak bayam merah dan kacang polong, folikel ovarium, usus halus, tikus putih
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN STRUKTUR ANATOMI, BENTUK, TIPE, DAN UKURAN AMILUM UMBI SUWEG (Amorphophallus paeoniifolius) Rosyadah, Salma; Ratnawati, Ratnawati
Kingdom: The Journal of Biological Studies Vol 10, No 2 (2024): Kingdom: The Journal of Biological Studies
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v10i2.18770

Abstract

Abstract. The purpose of this research is to investigate growth and development of the anatomical structure of elephant foot yam tubers (Amorphophallus paeoniifolius), the shape, type and size of starch in elephant foot yam tubers (Amorphophallus paeoniifolius) and also the distribution of starch grains in elephant foot yam tubers (Amorphophallus paeoniifolius). The research method was the purposive sampling method. The object of the research was elephant foot yam tubers (Amorphophallus paeoniifolius). The variables used in this research included the anatomical structure of the elephant foot yam tuber, the shape, type and size of the starch of the elephant foot yam tubers. Data obtained were then analyzed descriptively. Results of this research show that the anatomical structure of elephant foot yam tubers (Amorphophallus paeoniifolius) from the outermost part to the innermost one are the protective tissues, cortex and stele. The growth and development of the anatomical structure of the elephant foot yam tuber is characterized by the presence of periderm which replaces the function of the epidermis, and the increase in the size of the parenchyma cells, as well as the size of the starch grains. Starch form of the elephant foot yam tuber in shapes, namely round and polyhedral. The starch type of elephant foot yam tuber is concentric. The highest mean starch grain size was in E tubers of 17.77 µm. The starch grains in the suweg tubers are of medium size, which is between 10-25 µm. The highest average number of elephant foot yam tuber starch grains was in E tubers with 772 grains. The distribution of starch grains in elephant foot yam tubers is found in the cortex and stele parts, especially in the parenchyma cells. Parenchyma cells containing starch are more commonly found around the vascular bundles.Keywords: elephant foot yam; growth; development; anatomical structure; starch.
UJI EFEKTIVITAS ANTIHIPERGLIKEMIK EKSTRAK DAUN KENIKIR (Cosmos caudatus) PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus, L.) Ar-Royyan, Salwa; Harjana, Tri
Kingdom: The Journal of Biological Studies Vol 11, No 1 (2025): Kingdom: The Journal of Biological Studies
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v11i1.18282

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstak kenikir terhadap kadar glukosa darah tikus putih dan mengetahui dosis efektif dari ekstrak kenikir dalam menurunkan kadar glukosa darah tikus putih. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL). Populasi penelitian yaitu tikus putih galur wistar jantan. Sampel penelitian menggunakan 24 ekor tikus putih yang terbagi dalam 4 kelompok, yaitu kelompok kontrol dan tiga kelompok perlakuan yaitu 200 mg/kgBB, 300 mg/kgBB, dan 400 mg/kgBB. Data dianalisis menggunakan One Way Anova, apabila terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji perbandingan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi pemberian ekstrak daun kenikir berpengaruh sangat signifikan (P0.01) terhadap penurunan kadar glukosa darah tikus. Hasil uji DMRT menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang berbeda nyata antara kelompok kontrol dengan ketiga kelompok perlakuan lainnya. Dosis yang paling efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah yaitu dosis 400 mg/kgBB dengan rata-rata kadar glukosa 99,73 mg/dl.Kata kunci: Ekstrak daun kenikir (Cosmos caudatus), kadar glukosa, tikus putih (Rattus norvegicus, L.)This study aimed to determine the effect of giving kenikir extract (Cosmos caudatus) on blood glucose levels of white rats with wistar strain (Rattus norvegicus, L) and to determine the effective dose of kenikir extract in lowering blood glucose levels in white rats. This study was an experimental study with a Completely Randomized Design (CRD). The research population was male wistar white rats. The research sample used 24 white rats which were divided into 4 groups, they were the control group, and three treatment groups, it was 200 mg/kgBW, 300 mg/kgBW, and 400 mg/kgBW. The data were analyzed using a one-way variant. Then, if there was a significant effect, then it was continued with the Duncan's Multiple Range Test (DMRT). The results of this study showed that the variation of giving kenikir leaf extract had a very significant effect (P0.01) on decreasing blood glucose levels in white rats. Then, the results of the DMRT test showed that there was a significantly different effect between the control group and the other three treatment groups. The most effective dose in lowering blood glucose levels was a dose of 400 mg/kgBW with an average glucose level of 99.73 mg/dl.Keywords: Kenikir leaf extract (Cosmos caudatus), glucose levels, white rats (Rattus norvegicus, L.)
KEANEKARAGAMAN MAKROFAUNA TANAH PADA BERBAGAI POLA AGROFORESTRI BERUPA JATI (Tectona grandis), SENGON (Paraserianthes falcataria) DAN CAMPURAN DI KABUPATEN SLEMAN, YOGYAKARTA Rini, Niken Mustika; Suhartini, Suhartini
Kingdom: The Journal of Biological Studies Vol 10, No 2 (2024): Kingdom: The Journal of Biological Studies
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v10i2.18279

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui pengaruh tegakan jati (Tectona grandis), sengon (Paraserianthes falcataria) dan campuran terhadap kondisi faktor fisik-faktor kimia dan faktor klimatik, (2) mengetahui hubungan antara faktor lingkungan dengan tingkat keanekaragaman jenis makrofauna tanah pada pola agroforesri berupa jati (Tectona grandis), sengon (Paraserianthes falcataria) dan campuran di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, dan (3) mengetahui tingkat keanekaragaman jenis makrofauna tanah pada pola agroforesri berupa jati (Tectona grandis), sengon (Paraserianthes falcataria) dan campuran di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif dengan jenis deskriptif eksploratif. Lokasi penelitian ini berada di Desa Jetisjogopaten, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman, Yogyakarta dengan menggunakan uji metode pit fall trap dan hand sorting serta menggunakan teknik analisis data berupa indeks keanakaragaman jenis, indeks kemerataan, indeks kekayaan jenis, indeks dominansi, dan korelasi pearson. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) komposisi tegakan memberikan peningkatan dan dampak yang lebih baik terhadap sifat fisik dan kimia tanah. Lahan dengan pola agroforestri jati lebih baik pada sifat fisik tanah, yaitu intensitas cahaya, kelembaban tanah, suhu udara, suhu tanah, kelembaban udara, dan pH tanah. Selain itu juga meningkatkan sifat kimia tanah, yaitu kadar bahan organik tanah berupa C dan N, (2) terdapat hubungan atau korelasi positif pada intensitas cahaya dan kelembaban tanah  yang menandakan adanya peningkatan yang dapat menaikkan indeks keanekaragaman makrofauna tanah, dan korelasi negatif pada kelembaban udara, suhu udara, suhu tanah, dan pH yang menandakan jika penurunan suatu faktor lingkungan maka akan dapat menurunkan indeks keanekaragaman makrofauna tanah, dan (3) makrofauna tanah yang ditemukan pada ketiga lahan dengan pola agroforestri terdiri dari 26 spesies, yaitu Lumbricus terestris, Geotrupes stercorarius, Xystrocera festiva, Phyllophaga sp., Lepidiota stigma, Scolopendra sp., Tetramorium caespitum, Ochetellus, Solenopsis spp, Camponotus pennsylvanicus, Gryllotalpa gryllotalpa, Gryllus assimilis, Euborelia sp., Forficula auricularia, Eurycotis floridana, Oxyopes javanus, Coptotermes curvignathus, Hirudo medicinalis, Haemodipsa sp., Lymantria dispar dispar, Stomoxys calcitrans, Geophilus flavus, Leptocorisa acuta, Dysdercus cingulatus, Anoplodesmus saussurii, dan Mantis religiosa. Nilai indeks keanekaragaman dari masing-masing lahan campuran (1,622); sengon (1,501); dan jati (1,312).Kata kunci: Faktor lingkungan, keanekaragaman, lahan agrogorestri, makrofauna tanahThe aims of this study were: (1) to know the influence of teak’s stand (Tectona grandis), sengon (Paraserianthes falcataria) and mixtures on the conditions of physical-chemical factors and climatic factors, (2) to know the relationship between environmental factors and the level of diversity of soil macrofauna species at agroforestry patterns in the form of teak (Tectona grandis), sengon (Paraserianthes falcataria) and mixtures in Sleman Regency, Yogyakarta, and (3) to know the level of diversity of soil macrofauna species in agroforestry patterns in the form of teak (Tectona grandis), sengon (Paraserianthes falcataria) and mixtures in Sleman Regency, Yogyakarta. This research used a quantitative approach with an exploratory descriptive study design. The aims of this study were: (1) to know the influence of teak’s stand (Tectona grandis), sengon (Paraserianthes falcataria) and mixtures on the conditions of physical-chemical factors and climatic factors, (2) to know the relationship between environmental factors and the level of diversity of soil macrofauna species at agroforestry patterns in the form of teak (Testona grandis), sengon (Paraserianthes falcataria) and mixtures in Sleman Regency, Yogyakarta, and (3) to know  the level of diversity of soil macrofauna species in agroforestry patterns in the form of teak (Testona grandis), sengon (Paraserianthes falcataria) and mixtures in Sleman Regency, Yogyakarta. This research used a quantitative approach with an exploratory descriptive study design. This research take the location at Jetisjogopaten Village, Kapanewon Sleman, Sleman Regency, Yogyakarta. In collecting the data, the researcher used pitfall trap, hand sorting, data analysis techniques for species diversity index, evenness index, species richness index, dominance index, and Pearson correlation. The results of this study showed that: (1) the composition of the stand showed its increased and a better impact on the physical and chemical properties of the soil. Land with an agroforestry teak pattern is better on the physical properties of the soil, namely light intensity, soil moisture, air temperature, soil temperature, air humidity, and soil pH. In addition, it also improves soil chemical properties, namely soil organic matter content in the form of C and N, (2) there is a positive correlation on light intensity and soil moisture which indicates that an increase in light intensity can increase soil macrofauna diversity index and a negative correlation on the air humidity, air temperature, soil temperature, and pH which indicate that a decrease in an environmental factor will reduce the index of soil macrofauna diversity and (3) the macroanimal soil found in the three agroforestry land pattern consist of 26 species, there were Lumbricus terrestris, Geotrupes stercorarius, Xystrocera festiva, Phyllophaga sp., Lepidiota stigma, Scolopendra sp., Tetramorium caespitum, Ochetellus, Solenopsis spp, Camponotus pennsylvanicus, Gryllotalpa gryllotalpa, Grylborus assimilis, Euficula assimilis, Euficana sp., Oxyopes javanus,Coptotermes curvignathus, Hirudo medicinalis, Haemodipsa sp., Lymantria dispar dispar, Stomoxys calcitrans, Geophilus flavus, Leptocorisa acuta, Dysdercus cingulatus, Anoplodesmus saussurii, and Mantis religiosa.The diversity index value of each land is mixtures (1,622); sengon(1,501); and teak’s (1,312).Keywords: Environmental factors, diversity, agroforestric land, macrofauna soil
HUBUNGAN PENGELOLAAN SAMPAH MASYARAKAT DAN HIGIENE SANITASI RUMAH TANGGA TERHADAP TINGKAT KESEHATAN MASYARAKAT DI KABUPATEN BANTUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Agusni, Citra Rizkia; Pertiwi, Kartika Ratna
Kingdom: The Journal of Biological Studies Vol 10, No 2 (2024): Kingdom: The Journal of Biological Studies
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v10i2.21283

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengolahan bank sampah Gemah Ripah dan bank sampah Tania Sari; (2) higiene sanitasi masyarakat; (3) tingkat kesehatan masyarakat; (4) hubungan pengelolaan bank sampah dengan tingkat kesehatan masyarakat; (5) serta hubungan higiene sanitasi dengan tingkat kesehatan masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah masyarakat di Kabupaten Bantul, sedangkan sampel adalah masyarakat di sekitar bank sampah Gemah Ripah dan bank sampah Tania Sari yang diambil secara purposive sampling. Data diambil dengan kuesioner, wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukan: (1) bank sampah Gemah Ripah memiliki sistem pengelolaan management dan konstruksi yang lebih baik dibandingkan bank sampah Tania Sari; (2) tingkat higiene sanitasi masyarakat pada semua responden kategori sedang, rata-rata skor pada nasabah bank sampah Gemah Ripah lebih baik daripada nasabah bank sampah Tania Sari; (3) pada tingkat kesehatan masyarakat terdapat 75% responden kategori sedang dan 25% lainnya kategori tinggi, rata-rata skor kesehatan masyarakat pada nasabah bank sampah Gemah Ripah lebih baik daripada nasabah bank sampah Tania Sari; (4) terdapat hubungan yang signifikan antara pengolahan sampah terhadap tingkat kesehatan masyarakat, dengan didapatkan hasil nasabah bank sampah lebih baik daripada yang tidak menjadi nasabah bank sampah; (5) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara higiene sanitasi masyarakat terhadap tingkat kesehatan masyarakat. Hal ini menunjukan higiene sanitasi bukan satu-satunya faktor penentu tingkat kesehatan masyarakat.Kata Kunci: bank sampah, higiene sanitasi, kesehatan masyarakat.
ANALISIS JENIS DAN KEMELIMPAHAN SERANGGA HAMA YANG TERJEBAK LIGHT TRAP PADA LAHAN SAWAH DENGAN SISTEM BUDIDAYA MINAPADI Ibrahim, Fardan Yusuf; Aminatun, Tien
Kingdom: The Journal of Biological Studies Vol 11, No 1 (2025): Kingdom: The Journal of Biological Studies
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v11i1.23450

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis dan mengetahui tingkat kemelimpahan serangga hama yang terjebak dalam Light Trap Insect pada tanaman padi (Oryza sativa L.) di lahan sawah dengan sistem budidaya minapadi di Kalurahan Donotirto, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental dengan perangkap lampu (Light Trap Insect) untuk mengambil sampel. Objek penelitian adalah serangga hama tanaman padi di lahan sawah dengan sistem budidaya minapadi di Kalurahan Donotirto, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Data dikumpulkan dengan observasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif berdasarkan hasil indeks kemelimpahan jenis serangga hama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis-jenis serangga hama yang ditemukan berasal dari Ordo Coleoptera, Diptera, Hemiptera, dan Lepidoptera dengan total 15 genus dan 164 individu dengan kemelimpahan relatif total serangga hama tertinggi adalah Leptocorisa (25%), Scirpophaga (23,78%), dan Nezara (18,29%). Perolehan serangga hama pada tiap fase tanaman padi berbeda-beda. Pada fase vegetatif jenis serangga hama yang paling dominan adalah Scirpophaga sedangkan fase generatif adalah Leptocorisa. Keberadaan jenis serangga hama dipengaruhi oleh faktor mikroklimatik, fase pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi, serta sistem budidaya tanaman padi yang dilakukan.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ONCOM DAN KECIPIR (Psophocarpus tetragonolobus L.) TERHADAP PERKEMBANGAN FOLIKEL OVARIUM, JUMLAH KELENJAR UTERUS, KETEBALAN ENDOMETRIUM TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) Dewi, Kartika Candra; Harjana, Tri
Kingdom: The Journal of Biological Studies Vol 10, No 2 (2024): Kingdom: The Journal of Biological Studies
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v10i2.19232

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak oncom dan kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) terhadap perkembangan folikel ovarium, jumlah kelenjar uterus, ketebalan endometrium tikus putih betina (Rattus norvegicus) dengan penelitian eksperimen menggunakan pola penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL). Objek penelitian yaitu tikus putih betina yang berumur ± 2 bulan, berat badan ± 150-200 gram yang belum pernah bunting. Tikus dibagi ke dalam 4 kelompok dengan masing- masing kelompok menggunakan 5 ekor tikus sebagai ulangan, yaitu kontrol (tanpa pemberian ekstrak oncom dan kecipir), P1 (400 mg/kg BB ekstrak oncom + 200 mg/kg BB ekstrak kecipir), P2 (300 mg/kg BB ekstrak oncom + 300 mg/kg BB ekstrak kecipir), P3 (200 mg/kg BB ekstrak oncom + 400 mg/kg BB ekstrak kecipir). Pemberian ekstrak dilakukan secara oral setiap hari selama 21 hari. Analisis Kruskal-Wallis, digunakan untuk jumlah folikel ovarium dan jumlah kelenjar. Analisis One way Annova digunakan untuk ketebalan lapisan endometrium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak  oncom dan kecipir tidak memberikan pengaruh nyata (P0,05) terhadap jumlah perkembangan folikel ovarium, jumlah kelenjar uterus, ketebalan endometrium tikus putih betina.Kata kunci : ekstrak oncom dan kecipir; folikel ovarium; jumlah kelenjar; lapisan endometrium; tikus putih.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 1 (2026): Kingdom: The Journal of Biological Studies - In Progress Vol 11, No 2 (2025): Kingdom: The Journal of Biological Studies Vol 11, No 1 (2025): Kingdom: The Journal of Biological Studies Vol 10, No 2 (2024): Kingdom: The Journal of Biological Studies Vol 10, No 1 (2024): Kingdom: The Journal of Biological Studies Vol 9, No 2 (2023): Kingdom: The Journal of Biological Studies Vol 9, No 1 (2023): Kingdom: The Journal of Biological Studies Vol 8, No 2 (2022): Kingdom: The Journal of Biological Studies Vol 8, No 1 (2022): Kingdom: The Journal of Biological Studies Vol 7, No 8 (2018): Jurnal Prodi Biologi Vol 7 No 8 Tahun 2018 Vol 7, No 7 (2018): Jurnal Prodi Biologi Vol 7 No 7 Tahun 2018 Vol 7, No 6 (2018): Jurnal Prodi Biologi Vol 7 No 6 Tahun 2018 Vol 7, No 5 (2018): Jurnal Prodi Biologi Vol 7 No 5 Tahun 2018 Vol 7, No 4 (2018): Jurnal Prodi Biologi Vol 7 No 4 Tahun 2018 Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Prodi Biologi Vol 7 No 3 Tahun 2018 Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Prodi Biologi Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Prodi Biologi Vol 6, No 8 (2017): Jurnal Prodi Biologi Vol 6 No 8 Tahun 2017 Vol 6, No 7 (2017): Jurnal Prodi Biologi Vol 6 No 7 Tahun 2017 Vol 6, No 6 (2017): Jurnal Prodi Biologi Vol 6 No 6 Tahun 2017 Vol 6, No 5 (2017): Jurnal Prodi Biologi Vol 6 No 5 Tahun 2017 Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Prodi Biologi Vol 6 No 4 Tahun 2017 Vol 6, No 3 (2017): Jurnal Prodi Biologi Vol 6 No 3 Tahun 2017 Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Prodi Biologi Vol 6 No 2 Tahun 2017 Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Biologi Vol 6 No 1 tahun 2017 Vol 5, No 8 (2016): Jurnal Biologi Vol 5 No 8 tahun 2016 Vol 5, No 7 (2016): Jurnal Biologi Vol 5 No 7 tahun 2016 Vol 5, No 6 (2016): Jurnal Biologi Vol 5 No 6 tahun 2016 Vol 5, No 5 (2016): Jurnal Prodi Biologi Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Prodi Biologi Vol 5, No 3 (2016): Jurnal Prodi Biologi Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Prodi Biologi Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Prodi biologi More Issue