cover
Contact Name
Ahmad Kamal Sudrajat
Contact Email
kamalsudrajat@uny.ac.id
Phone
+6285855911229
Journal Mail Official
kingdom@uny.ac.id
Editorial Address
Jl. Colombo Yogyakarta No.1, Karang Malang, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Kingdom (The Journal of Biological Studies)
ISSN : 29865328     EISSN : 29864844     DOI : https://doi.org/10.21831
Kingdom Journal (The Journal of Biological Studies) is a journal published by the Biology Study Program, Department of Biology Education, FMIPA, Yogyakarta State University. This journal publishes scientific articles resulting from research and student studies in the fields of biology and applied biology. Published articles are peer-reviewed by no less than two bestari partners and apply scientific publishing ethics as stipulated by COPE (Committee on Publication Ethics). The scope of this journal covers the fields of biology, biotechnology and bioinformatics, applied biology in the fields of microbiology, environment, waters, agriculture, waters, industry, health, and other relevant fields.
Articles 167 Documents
PENGARUH PENYIRAMAN HASIL BIODEGRADASI DAUN OLEH KEONG MAS (Pomacea canaliculata L.) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.) Dwi Arum Sari; IGP Suryadarma; Suhartini suhartini
Kingdom (The Journal of Biological Studies) Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Prodi Biologi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v5i4.5851

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyiraman air kolam hasil biodegradasi daun oleh keong mas (Pomacea canaliculata L) dan mengetahui konsentrasi N, P, dan K optimum yang terkandung dari hasil biodegradasi daun oleh keong mas (Pomacea canaliculata L) terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi (Brassica juncea L.). Jenis penelitian ini adalah eksperimen menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sampel  yang digunakan adalah keong mas yang berumur 1-3 bulan sebanyak 40 ekor dan tanaman sawi yang berumur 2 minggu sebanyak 50 tanaman. Penyiraman menggunakan air kolam pemeliharaan yang berisi keong mas dengan berat total 10ekor tiap bak yaitu A=210gram, B=150gram, C=75gram dan D=15gram. Air kolam keong mas diuji kandungan N, P, dan K di Laboratorium BPTP. Data hasil penelitian dianalisis dengan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Penyiraman air kotoran keong mas memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi. Air kolam yang mengandung konsentrasi N 0,012%, P 0,004% dan K 0,017% memberikan respon positif pada variabel tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah dan bobot kering, tetapi tidak memberikan pengaruh pada variabel kadar klorofil total daun. Air kolam yang mengandung N 0,010%, P 0,005% dan K 0,045% memberikan hasil terbaik pada variabel kadar klorofil total daun tanaman sawi hijau.Kata kunci : Air kolam, Biodegradasi, Keong mas, Sawi Hijau
INVENTARISASI JENIS-JENIS TUMBUHAN EPIFIT DI KEBUN BIOLOGI FMIPA UNY Wulan Shofiana; Sudarsono Sudarsono; Budiwati Budiwati
Kingdom (The Journal of Biological Studies) Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Prodi Biologi Vol 6 No 2 Tahun 2017
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v6i2.6806

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan epifit, jenis inang tumbuhan epifit, dan pemetaan sebaran tumbuhan epifit di Kebun Biologi FMIPA UNY. Metode yang digunakan adalah metode survai sensus yakni survai yang dilakukan untuk memperoleh data dari masing-masing anggota populasi satu per satu, mendata seluruh individu dari populasi tumbuhan  epifit di Kebun Biologi FMIPA UNY. Survai sensus biasanya dilakukan jika populasinya relatif kecil dan mudah dijangkau. Variabel penelitian yang digunakan luas wilayah, jumlah individu, jumlah jenis dibatasi tumbuhan epifit Spermatophyta dan epifit Pteridophyta, komposisi jenis dan kondisi abiotik yaitu suhu udara, intensitas cahaya, kelembaban udara, dan kecepatan angin. Penelitian ini dilakukan November 2016-Januari 2017 di kawasan Kebun Biologi FMIPA UNY. Ditemukan 11 jenis Aggrek dari 1 famili, yakni Agrostophyllum cyathiforme, Appendicula sp, Cattleya sp, Coelogyne spesiosa, Dendrobium agrostophyllum, Dendrobium aphyllum, Dendrobium crumenatum, Dendrobium labulatum, Mycaranthes latifolia, Phalaenopsis amabilis, dan Vanda sp dari Famili Orchidaceae. Tumbuhan Paku ditemukan 8 jenis dari 2 Famili yakni Asplenium nidus dari Famili Aspleniaceae, Drymoglosum piloselloides, Drynaria quercifolia, Drynaria sparsisora, Nephrolepis cordifolia, Platycerium bifurcatum, Pyrrosia longifolia, Pyrrosia sp dari Famili Polypodiaceae. Kata kunci: Inventarisasi, Epifit, Spermatophyta, Pteridophyta
PENGARUH EKSTRAK DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia) TERHADAP PERUBAHAN JUMLAH FOLIKEL OVARIUM TIKUS PUTIH BETINA (Rattus norvegicus, L.) Heny Susanti; Ciptono Ciptono
Kingdom (The Journal of Biological Studies) Vol 7, No 4 (2018): Jurnal Prodi Biologi Vol 7 No 4 Tahun 2018
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v7i4.13238

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun Binahong terhadapperubahan jumlah folikel ovarium tikus putih dan mengetahui dosis paling optimal pemberian ekstrak daunBinahong terhadap perubahan jumlah folikel ovarium tikus putih.Penelitian ini merupakan penelitian ekperimendengan rancangan acak lengkap (RAL). Tikus yang digunakan dalam penelitian ini adalah tikus umur 2 bulandengan berat badan 150 gram sebanyak 20 ekor. Dosis yang digunakan pada penelitian ini adalah 0 mg/Kg BB,17,1 mg/Kg BB, 21,37 mg/Kg BB, dan 25,65 mg/Kg BB. Ekstrak daun Binahong diberikan secara oral selama 21hari. Data dianalisis menggunakan One Way Anova untuk mengetahui adanya pengaruh terhadap perubahan jumlahfolikel ovarium. Dilanjutkan Uji LSD (Least Signifikasinificant Difference) untuk mengetahui perbedaan antarperlakuan. Hasil penilitian pengaruh ekstrak daun Binahong (Anredera cordifolia) terhadap perubahan jumlahfolikel ovarium tikus putih (Rattus norvegicus) dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak daun Binahong tidakberpengaruh pada jenis folikel primer, sekunder, de Graff dan korpus luteum, sedangkan pada folikel tersier danfolikel atresia memberikan pengaruh secara signifikasinifikan. Pemberian dosis 25,65 mg/Kg BB merupakanpemberian dosis terbaik dalam mempengaruhi perubahan jumlah folikel tersier dan folikel atresia.Kata kunci: Ekstrak, Binahong, folikel, Tikus, betina.
OPTIMASI TEKNIK STERILISASI EKSPLAN DAN MEDIUM INDUKSI KALUS PORANG (Amorphophallus muelleri Blume) DENGAN PENAMBAHAN ZAT PENGATUR TUMBUH (ZPT) 2,4-D Khoirunnisa Khoirunnisa; Ixora Sartika Mercuriani
Kingdom (The Journal of Biological Studies) Vol 8, No 1 (2022): Kingdom: The Journal of Biological Studies
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v8i1.18228

Abstract

Porang (Amorphophallus muelleriBlume) merupakan sumber karbohidrat yang bernilai ekonomi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan teknik sterilisasi yang optimal serta mengetahui pengaruh dan konsentrasi optimal zat pengatur tumbuh (ZPT) 2,4-dichlorophenoxy acid (2,4-D) terhadap induksi kalus porang (Amorphophallus muelleri Blume). Penelitian ini dibagi atas dua tahap, yaitu: metode sterilisasi eksplan umbi porang (Tahap 1) dan induksi pembentukan kalus porang secara in vitro menggunakan ZPT 2,4-D (Tahap 2). Pada tahap 1 dicobakan 3 macam sterilan yakni: Klorok, HgCl2, dan Alkohol 70%. Penelitian tahap 2 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan konsentrasi 2,4- D (0,0; 0,5; 1,0; 1,5; 2,0 dan 2,5) sebanyak 3 ulangan. Data dianalisis menggunakan two-way ANOVA dan uji lanjut menggunakan DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan teknik sterilisasi terbaik digunakan dengan bahan Klorox yaitu 3,7%. Konsentrasi 2,4-D 1 mg/L efektif menginduksi munculnya kalus paling cepat (12,40 hst), persentase pembentukan kalus tertinggi (53,40%), sertakualitas kalus terbaik (berwarna putih kekuningan/ tender yellow).Kata kunci: Induksi kalus, kualitas kalus, teknik sterilisasi eksplan, 2,4-dichlorophenoxy acetid acid (2,4-D)
HUBUNGAN KECUKUPAN GIZI MAKAN PAGI DENGAN TINGKAT KONSENTRASI BELAJAR PADA ANAK SEKOLAH DASAR Siska Lipdyaningsih; yuliati Yuliati; Tutiek Rahayu
Kingdom (The Journal of Biological Studies) Vol 6, No 5 (2017): Jurnal Prodi Biologi Vol 6 No 5 Tahun 2017
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v6i5.7787

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas gizi makan pagi, tingkat konsentrasi belajar, serta hubungan keduanya pada anak sekolah dasar. Subjek dalam penelitian ini adalah anak kelas III (usia 7-9 tahun) SD IT Luqman Al-Hakim sejumlah 35 anak.Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain studi cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen dalam penelitian ini meliputi angket food record dan tes Bourdon Wiersma.Hasil penelitian menunjukkan jumlah kalori rata-rata makan pagi anak sebesar 383,6 kkal (belum memenuhi standar). Kualitas gizi makan pagi anak menunjukkan kecukupan vitamin B6 yang sesuai standar, sedangkan zat gizi lain tidak sesuai. Tingkat konsentrasi belajar pada anak yaitu pada kecepatan tergolong kurang (21,7), ketelitian tergolong ragu-ragu (13,1) dan konstansi tergolong ragu-ragu (10,2). Berdasarkan uji korelasi Spearman, tidak ada hubungan signifikan antara kecukupan gizi makan pagi dengan tingkat konsentrasi belajar pada anak sekolah dasar di SD IT Luqman Al-Hakim.Kata kunci: kecukupan gizi, makan pagi, tingkat konsentrasi belajar, anak sekolah dasar
PEMANFAATAN BIO – SLURRY PADA JENIS TANAH YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT DI MAIN NURSERY Igun, Maulana; Suryanti, Sri; Setyawati, Ety
Kingdom: The Journal of Biological Studies Vol 9, No 2 (2023): Kingdom: The Journal of Biological Studies
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v9i2.19538

Abstract

Bioslurry merupakan produk samping fermentasi kotoran ternak menjadi biogas yang mengandung bahan organik dan unsur hara yang bermanfaat untuk memperbaiki sifat tanah.  Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mempelajari dampak penggunaan bio-slurry terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di main nursery pada tanah latosol dan regosol. Penelitian dilakukan di KP2 Institut Pertanian Stiper yang bertempat di Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, DIY . Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama dalam penelitian ini adalah penggunaan aplikasi bio-slurry dengan lima aras yaitu 0 g, 100 g, 200 g, 300 g, 400 g. Faktor kedua adalah jenis tanah dengan dua aras yaitu tanah latosol dan tanah regosol. Setiap kombinasi perlakuan diulang empat kali. Hasil penelitian menunjukkan menunjukkan adanya interaksi yang nyata antara pemberian pupuk bio-slurry dan jenis tanah terhadap parameter berat segar tajuk, berat segar akar, panjang akar, dan volume akar. Pemberian dosis bio-slurry sebanyak 300 g pada tanah latosol secara nyata meningkatkan berat segar tajuk. Dosis bio-slurry sebanyak 400 g jenis tanah latosol secara nyata meningkatkan berat segar akar. Dosis bio-slurry sebanyak 100 gram jenis tanah latosol secara nyata meningkatkan panjang akar. Pemberian dosis bio-slurry dengan dosis 100 gram pada tanah regosol secara nyata sudah dapat meningkatkan volume akar. Penggunaan bio-slurry dengan dosis 400 gram secara nyata  meningkatkan diameter batang dan berat kering akar. Kata Kunci: Bio – slurry, jenis tanah, main nursery.Bioslurry is a by-product of livestock manure fermentation into biogas which contains organic matter and nutrients which are useful for improving soil properties. This research was conducted with the aim of studying the impact of using bio-slurry on the growth of oil palm seedlings in the main nursery on latosol and regosol soils. The research was conducted at KP2 of the Stiper Agricultural Institute which is located in Maguwoharjo Village, Depok District, Sleman Regency, DIY. The experimental design used in this study was a completely randomized design (CRD) with two factors. The first factor in this study was the application of bio-slurry with five levels, namely 0 g, 100 g, 200 g, 300 g, 400 g. The second factor is the type of soil with two levels, namely latosol soil and regosol soil. Each treatment combination was repeated four times. The results showed that there was a significant interaction between the application of bio-slurry fertilizer and soil type on the parameters of shoot fresh weight, root fresh weight, root length, and root volume. Applying a dose of 300 g of bio-slurry on latosol soil significantly increased the fresh weight of shoots. The dose of bio-slurry as much as 400 g of latosol soil type significantly increased the fresh weight of the roots. The dose of bio-slurry as much as 100 grams of latosol soil type significantly increased root length. Dosage of bio-slurry with a dose of 100 grams on regosol soil can significantly increase root volume. The use of bio-slurry at a dose of 400 grams significantly increased stem diameter and root dry weight.Keywords: Bio – slurry, type of soil, main nursery
KEANEKARAGAMAN PLANKTON DAN TINGKAT PRODUKTIVITAS PRIMER ANTARA DUA MUSIM DI PERAIRAN KABUPATEN BANTUL Nurmalitasari, Melinda; Sudarsono, Sudarsono
Kingdom: The Journal of Biological Studies Vol 9, No 1 (2023): Kingdom: The Journal of Biological Studies
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v9i1.18156

Abstract

Plankton merupakan organisme yang sangat peka terhadap perubahan lingkungan di sekitarnya, sehingga mampu menjadi penentu kehidupan di perairan serta dapat digunakan untuk mengetahui kondisi atau kualitas perairan. Keberadaan plankton pada suatu ekosistem perairan dapat memberikan informasi mengenai kondisi perairan tersebut melalui keanekaragaman jenis plankton dan tingkat produktivitas primer yang ada didalamnya. Penelitian yang dilakukan pada bulan Februari – September 2021 ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan indeks keanekaragaman plankton dan tingkat produktivitas primer antara dua musim yaitu awal musim kemarau dan awal musim hujan di perairan Kabupaten Bantul, DIY. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan metode purposive sampling berdasarkan kondisi lingkungan. Prosedur penelitian dimulai dari pengumpulan data di lapangan, pengukuran parameter lingkungan, dan kegiatan laboratorium. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa indeks keanekaragaman tertinggi terdapat pada awal musim kemarau dan dikategorikan indeks keanekaragaman sedang yang mengindikasikan terdapat keseimbangan antara struktur komunitas plankton dan kualitas lingkungan perairan. Tingkat produktivitas primer tertinggi terdapat pada awal musim hujan dan termasuk ke dalam golongan mesotrofik atau perairan dengan tingkat kesuburan sedang.
PENGARUH KOMBINASI EKSTRAK KECIPIR (Psophocarpus tetragonolobus L.) DAN KACANG POLONG (Pisum sativum) TERHADAP JUMLAH FOLIKEL OVARIUM DAN STRUKTUR HISTOLOGI USUS HALUS TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) Florean, Yuan Dewi; Harjana, Tri
Kingdom: The Journal of Biological Studies Vol 10, No 1 (2024): Kingdom: The Journal of Biological Studies
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v10i1.18236

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi ekstrak kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) dan kacang polong (Pisum sativum) terhadap jumlah folikel ovarium dan struktur histologi usus halus tikus putih (Rattus norvegicus). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu perlakuan yaitu P0 sebagai kontrol, perlakuan P1 (25mg/ kgBB ekstrak biji kecipir + 75mg/ kgBB tikus ekstrak biji kacang polong), P2 (50mg/ kgBB ekstrak biji kecipir + 50mg/ kgBB biji kacang polong ), dan P3 (75mg/ kgBB ekstrak biji kecipir + 25mg/ kgBB ekstrak biji kacang polong). Data yang diamati adalah jumlah folikel ovarium serta kerusakan usus halus. Data masing-masing ovarium dianalisis menggunakan One Way Anova. Apabila terdapat pengaruh nyata, maka dilakukan uji lanjutan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Untuk organ usus halus dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi ekstrak kecipir dan kacang polong memberikan pengaruh nyata (P0,05) terhadap jumlah folikel ovarium tikus putih. Sedangkan struktur histologi usus halus tikus putih normal.  Kata kunci: ekstrak kecipir dan kacang polong, jumlah folikel ovarium, struktur histologi usus halus, tikus putih.
STRUKTUR KOMUNITAS PLANKTON PADA MUSIM PENGHUJAN EMBUNG TIRTOAGUNG SLEMAN YOGYAKARTA Aspiana, Endah; Sudarsono, Sudarsono
Kingdom: The Journal of Biological Studies Vol 9, No 2 (2023): Kingdom: The Journal of Biological Studies
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v9i2.18296

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas plankton Embung Tirtoagung, kualitas fisika kimia perairan dan status ekosistem Embung Tirtoagung, Sleman, Yogyakarta. Pengambilan sampel dilakukan di 5 stasiun dengan 2 ulangan dalam rentang waktu satu minggu. Air sampel yang telah tersaring kemudian dimasukkan dalam botol flakon dan dilakukan pengamatan di Laboratorium Biologi FMIPA UNY. Struktur komunitas plankton yang terdapat di Embung Tirtoagung terdiri dari 20 jenis plankton yang terdiri dari 12 jenis fitoplankton dan 8 jenis zoo plankton. Nilai keanekaragaman yang masuk dalam kategori sedang diikuti dengan dominasi rendah menunjukkan bahwa tidak ada spesies yang mendominasi. Kualitas air berdasarkan hasil uji fisikokimia masih memenuhi persyaratan baku mutu air kelas III. Berdasarkan analisis dan perhitungan struktur komunitas plankton, dapat diketahui bahwa status ekosistem Embung Tirtoagung termasuk dalam kategori perairan mesotrofik hingga eutrofik dengan tingkat temuan yang lebih tinggi dari filum Chlorophyta dibandingkan dengan kelompok fitoplankton lainnya. Kondisi perairan mesotrofik hingga eutrofik dipengaruhi oleh tingginya kadar nitrat dan fosfat.Kata kunci: Embung Tirtoagung, plankton, struktur komunitasThis study aims to determine the structure of the Tirtoagung Embung plankton community, the physical and chemical quality of the waters and the ecosystem status of the Tirtoagung Embung, Sleman, Yogyakarta. Sampling was carried out at 5 stations with 2 replications within one week. The filtered water sample was then put in a flakon bottle and observed at the Biology Laboratory of the Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY. The plankton community structure in Embung Tirtoagung consists of 20 types of plankton consisting of 12 types of phytoplankton and 8 types of zooplankton. Diversity values that fall into the medium category followed by low dominance indicate that no species dominates. Water quality based on the results of physicochemical tests still meets the requirements of class III water quality standards. Based on the analysis and calculation of the plankton community structure, it can be seen that the ecosystem status of Tirtoagung Embung is included in the category of mesotrophic to eutrophic waters with a higher level of findings from the phylum Chlorophyta compared to other phytoplankton groups. Mesotrophic to eutrophic water conditions are influenced by high levels of nitrate and phosphate. Keywords: Embung Tirtoagung, plankton, community structure  
IDENTIFIKASI BAKTERI PADA BINTIL AKAR AKTIF DAN TIDAK AKTIF SERTA RHIZOSFER TANAMAN KACANG PANJANG Hartanti, Oktavia Dwi; Octavia, Bernadetta
Kingdom: The Journal of Biological Studies Vol 9, No 2 (2023): Kingdom: The Journal of Biological Studies
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v9i2.18627

Abstract

Rendahnya kandungan N dalam tanah dapat ditangani dengan memanfaatkan mikroba tanah penambat N yang memiliki kemampuan menambat nitrogen di udara dan berguna sebagai penyedia unsur hara dalam tanah sehingga nantinya tersedia untuk tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil isolasi bakteri, karakteristik isolat bakteri, dan perbedaan keanekaragaman bakteri dari bintil akar aktif dan tidak aktif serta rhizosfer tanaman kacang panjang. Jenis penelitian yang dilakukan yaitu deskriptif eksploratif. Sampel bintil akar dan rhizosfer diambil di sawah Dusun Blawong II. Dan penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi FMIPA UNY. Karakterisasi fenotipik dilakukan dengan uji morfologi koloni, morfologi sel, dan uji fisiologis (biokimiawi). Identifikasi bakteri dilakukan dengan metode profile matching, untuk mengetahui indeks similaritasnya dengan genera bakteri acuan. Dari hasil penelitian diperoleh total 14 isolat murni yang memiliki karakteristik yang beragam. Dari hasil identifikasi terdapat 6 genera bakteri yang diperoleh yaitu genera Neisseria pada sampel bintil akar tidak aktif dan rhizosfer, Rhizobium pada sampel rhizosfer, Azomonas pada sampel bintil akar aktif dan rhizosfer, Mesorhizobium pada sampel bintil akar tidak aktif, Streptococcus pada sampel bintil akar tidak aktif dan rhizosfer, serta Staphylococcus pada sampel bintil akar aktif.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 1 (2026): Kingdom: The Journal of Biological Studies - In Progress Vol 11, No 2 (2025): Kingdom: The Journal of Biological Studies Vol 11, No 1 (2025): Kingdom: The Journal of Biological Studies Vol 10, No 2 (2024): Kingdom: The Journal of Biological Studies Vol 10, No 1 (2024): Kingdom: The Journal of Biological Studies Vol 9, No 2 (2023): Kingdom: The Journal of Biological Studies Vol 9, No 1 (2023): Kingdom: The Journal of Biological Studies Vol 8, No 2 (2022): Kingdom: The Journal of Biological Studies Vol 8, No 1 (2022): Kingdom: The Journal of Biological Studies Vol 7, No 8 (2018): Jurnal Prodi Biologi Vol 7 No 8 Tahun 2018 Vol 7, No 7 (2018): Jurnal Prodi Biologi Vol 7 No 7 Tahun 2018 Vol 7, No 6 (2018): Jurnal Prodi Biologi Vol 7 No 6 Tahun 2018 Vol 7, No 5 (2018): Jurnal Prodi Biologi Vol 7 No 5 Tahun 2018 Vol 7, No 4 (2018): Jurnal Prodi Biologi Vol 7 No 4 Tahun 2018 Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Prodi Biologi Vol 7 No 3 Tahun 2018 Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Prodi Biologi Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Prodi Biologi Vol 6, No 8 (2017): Jurnal Prodi Biologi Vol 6 No 8 Tahun 2017 Vol 6, No 7 (2017): Jurnal Prodi Biologi Vol 6 No 7 Tahun 2017 Vol 6, No 6 (2017): Jurnal Prodi Biologi Vol 6 No 6 Tahun 2017 Vol 6, No 5 (2017): Jurnal Prodi Biologi Vol 6 No 5 Tahun 2017 Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Prodi Biologi Vol 6 No 4 Tahun 2017 Vol 6, No 3 (2017): Jurnal Prodi Biologi Vol 6 No 3 Tahun 2017 Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Prodi Biologi Vol 6 No 2 Tahun 2017 Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Biologi Vol 6 No 1 tahun 2017 Vol 5, No 8 (2016): Jurnal Biologi Vol 5 No 8 tahun 2016 Vol 5, No 7 (2016): Jurnal Biologi Vol 5 No 7 tahun 2016 Vol 5, No 6 (2016): Jurnal Biologi Vol 5 No 6 tahun 2016 Vol 5, No 5 (2016): Jurnal Prodi Biologi Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Prodi Biologi Vol 5, No 3 (2016): Jurnal Prodi Biologi Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Prodi Biologi Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Prodi biologi More Issue