cover
Contact Name
Ahmad Kamal Sudrajat
Contact Email
kamalsudrajat@uny.ac.id
Phone
+6285855911229
Journal Mail Official
kingdom@uny.ac.id
Editorial Address
Jl. Colombo Yogyakarta No.1, Karang Malang, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Kingdom (The Journal of Biological Studies)
ISSN : 29865328     EISSN : 29864844     DOI : https://doi.org/10.21831
Kingdom Journal (The Journal of Biological Studies) is a journal published by the Biology Study Program, Department of Biology Education, FMIPA, Yogyakarta State University. This journal publishes scientific articles resulting from research and student studies in the fields of biology and applied biology. Published articles are peer-reviewed by no less than two bestari partners and apply scientific publishing ethics as stipulated by COPE (Committee on Publication Ethics). The scope of this journal covers the fields of biology, biotechnology and bioinformatics, applied biology in the fields of microbiology, environment, waters, agriculture, waters, industry, health, and other relevant fields.
Articles 167 Documents
KEANEKARAGAMAN SPESIES BURUNG (AVES) DI EKOSISTEM EMBUNG TAMBAKBOYO, SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Mahyuni, Hisyam; Prakarsa, Tatag Bagus Putra
Kingdom (The Journal of Biological Studies) Vol 11, No 2 (2025): Kingdom: The Journal of Biological Studies
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v11i2.23015

Abstract

Burung memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi, sehingga mampu bertahan hidup di berbagai tipe habitat, termasuk area terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan kelimpahan jenis burung, kelompok burung berdasarkan feeding guild, kesamaan tipe habitat pada titik pengamatan, serta mengetahui jenis burung dilindungi di Embung Tambakboyo. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan penelitian lapangan. teknik pengambilan sampel menggunakan Titik Hitung (point count). Pengamatan dilakukan pada bulan Maret hingga April 2023 di 3 titik pengamatan yang telah ditentukan. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis bioekologi, meliputi indeks keanekaragaman (H’), Indeks Dominansi (C), Kemerataan jenis (E) yang di analisis menggunakan Excel dan untuk Analisi Jaccard digunakan PAST versi 4.3 (Ø. Hammer, 2001). Nilai indeks keanekaragaman di ketiga Embung Tambakboyo tergolong sedang (H’=1,45), Titik 1 (inlet tambakboyo) memiliki keanekaragaman tertinggi (H’= 1,74, E= 0,83). Kemerataan tertinggi tercatat di titik 1 (inlet tambakboyo) (E= 0,835). Tercatat 6 kelompok jenis guild ditemukan di Embung Tambakboyo, dengan spesies pemakan serangga (insectivore) dan burung pemakan biji-bijian (granivore) mendominasi lokasi pengamatan (4 spesies). Tercatat semua spesies burung tidak masuk kedalam kategori dilindungi menurut Permen LHK 2018 dan masuk kedalam kategori Least Concern dalm IUCN redlist.
ISOLASI DAN SELEKSI BAKTERI ENDOFIT TUMBUHAN Pontederia crassipes SEBAGAI KANDIDAT AGEN BIOREDUKSI Cr(VI) Isti'anah, Rayi Kuni; Octavia, Bernadetta
Kingdom (The Journal of Biological Studies) Vol 12, No 1 (2026): Kingdom: The Journal of Biological Studies - In Progress
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v12i1.23649

Abstract

Abstrak Industri penyamakan kulit di Kawasan Industri Piyungan (KIP), Yogyakarta, menghasilkan limbah cair dengan kandungan kromium heksavalen [Cr(VI)] dalam jumlah signifikan yang bersifat toksik dan karsinogenik. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengevaluasi bakteri endofit dari tumbuhan Pontederia crassipes (eceng gondok) sebagai agen bioremediasi Cr(VI). Sebanyak tujuh isolat diperoleh dari bagian akar, batang, dan daun, kemudian diseleksi berdasarkan kemampuan resistensi terhadap Cr(VI) melalui uji Minimum Inhibitory Concentration (MIC). Tiga isolat terpilih (PCr5, PCr6, dan PCr7) menunjukkan resistensi tertinggi hingga 2100 mg/L Cr dan bersifat non-patogen berdasarkan uji hemolisis, hipermukoviskositas, virulensi, dan gelatinase. Identifikasi molekuler menunjukkan bahwa ketiga isolat tergolong genus Pediococcus sp. Karakterisasi fisiologi dan biokimia menunjukkan isolat bersifat gram positif, kokus, non-motil, dan fakultatif anaerob. Profil pertumbuhan menunjukkan penurunan laju pertumbuhan pada media yang tersuplementasi Cr yang mengindikasikan efek toksik kromium. Uji bioreduksi menunjukkan bahwa ketiga isolat mampu mereduksi Cr(VI) dengan efektivitas tertinggi pada konsentrasi 50 mg/L, yaitu 54.29%–67.18%. Kata Kunci: Bakteri Endofit, Bioreduksi, Kromium Heksavalen, Pediococcus sp., Pontederia crassipes. AbstractThe leather tanning industry in the Piyungan Industrial Area (KIP), Yogyakarta, generates liquid waste containing significant amounts of hexavalent chromium [Cr(VI)], which is toxic and carcinogenic. This study aims to isolate and evaluate endophytic bacteria from Pontederia crassipes (water hyacinth) as potential agents for Cr(VI) bioremediation. A total of seven isolates were obtained from the plant’s roots, stems, and leaves, and were screened for Cr(VI) resistance using the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) test. Three selected isolates (PCr5, PCr6, and PCr7) exhibited the highest resistance, tolerating up to 2100 mg/L of Cr, and were confirmed to be non-pathogenic based on hemolysis, hypermucoviscosity, virulence, and gelatinase tests. Molecular identification revealed that the three isolates belong to the genus Pediococcus. Physiological and biochemical characterization showed that the isolates are gram-positive, cocci-shaped, non-motile, and facultative anaerobes. Growth profile analysis indicated a reduced growth rate in Cr-supplemented media, suggesting a toxic effect of chromium. Bioreduction assays demonstrated that all three isolates were capable of reducing Cr(VI), with the highest reduction efficiency observed at a concentration of 50 mg/L, ranging from 54.29% to 67.18%. Keywords: Endophytic Bacteria, Bioreduction, Hexavalent Chromium, Pediococcus sp., Pontederia crassipes.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP STATUS IMUN LANSIA DI KAMPUNG GEDONGAN KELURAHAN PURBAYAN Sutoyo, Berliana Fatikasari; Rahayu, Tutiek
Kingdom (The Journal of Biological Studies) Vol 11, No 2 (2025): Kingdom: The Journal of Biological Studies
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v11i2.19520

Abstract

Lansia mengalami proses penuaan yang berpengaruh terhadap penurunan fungsi tubuh. Penurunan fungsi akan berdampak kepada kemampuan lansia dalam beraktivitas sehari-hari. Penurunan aktivitas fisik perlu dihindari supaya tidak berdampak pada tubuh. Justru lansia memerlukan pergerakan tubuh yang dapat meningkatkan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas fisik lansia, status imun lansia, dan hubungan aktivitas fisik terhadap status imun lansia di Kampung Gedongan Kelurahan Purbayan. Desain penelitian menggunakan desain korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia di Kampung Gedongan Kelurahan Purbayan. Sampel ditentukan menggunakan purposive sampling. Purposive sampling adalah pemilihan sampel dengan kriteria tertentu. Kriteria tersebut meliputi lansia tersebut tinggal di Kampung Gedongan, berusia 60 – 74 tahun, dan dapat berkomunikasi lancar, hasilnya didapatkan sampel sebanyak 36 orang. Instrumen untuk mengukur aktivitas fisik menggunakan kuesioner Physical Activity Scale for the Elderly (PASE) adaptasi dari Rahayu et al. (2022) sedangkan untuk mengukur status imun menggunakan kuesioner Immune Status Questionnaire (ISQ) adaptasi dari Maulana (2021). Metode analisis data menggunakan korelasi spearman-rank dengan menggunakan IBM SPSS Statistics 24. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas fisik lansia tergolong aktif, status imun lansia tergolong baik, dan terdapat hubungan yang signifikan aktivitas fisik terhadap status imun lansia di Kampung Gedongan Kelurahan Purbayan. Diharapkan dari penelitian ini lansia tetap berusaha bergerak disesuaikan dengan kemampuan tubuh untuk melakukannya. Selain itu, durasi dalam melakukan aktivitas fisik sebentar namun secara rutin sesuai disesuaikan kemampuan masing-masing lansia.Kata kunci: lansia; aktivitas fisik; status imunitas; physical activity scale for the elderly (PASE); immune status questionnaire (ISQ)
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ONCOM DAN KECIPIR (Psophocarpus tetragonolobus) TERHADAP ERITROSIT, LEUKOSIT SERTA HEMOGLOBIN TIKUS (Rattus norvegicus) Siswanto, Regina Abiputri; Harjana, Tri
Kingdom (The Journal of Biological Studies) Vol 11, No 2 (2025): Kingdom: The Journal of Biological Studies
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v11i2.19283

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak oncom dan kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) terhadap jumlah eritrosit dan leukosit serta kadar hemoglobin tikus (Rattus norvegicus) betina. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain rancangan acak lengkap (RAL). Penelitian dilakukan selama dua bulan mulai Desember 2022 hingga Februari 2023 bertempat di Laboratorium Pengelolaan Hewan Biologi UNY. Objek yang digunakan adalah tikus betina galur wistar berusia 2 bulan dengan berat sekitar 200 gram. Terdapat 1 kelompok kontrol dengan pemberian plasebo dan 3 kelompok perlakuan dengan pemberian ekstrak kecipir (Psophocarpus tetragonolobus) dan oncom, masing-masing dosis pemberian yaitu K1 200 mg/kg BB : 400 mg/kg BB, K2 300 mg/kg BB : 300 mg/kg BB, serta K3 400 mg/kg BB : 200 mg/kg BB. Analisis data dilakukan dengan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan dengan pemberian ekstrak oncom dan kecipir (Psophocarpus tetragonolobus) tidak berpengaruh nyata (P0,05) terhadap jumlah eritrosit, jumlah leukosit maupun kadar hemoglobin darah. Namun pada masing-masing perlakuan memberikan hasil yang lebih tinggi dibanding perlakuan lainnya, seperti pada perlakuan K3 yang menghasilkan jumlah eritrosit tertinggi, perlakuan K1 yang menghasilkan jumlah leukosit tertinggi dan K2 yang menghasilkan kadar Hb tertinggi.Kata kunci: ekstrak oncom, ekstrak kecipir, eritrosit, leukosit, kadar hemoglobin.
Karakteristik Sarang Burung Manyar Tempua (Ploceus philippinus) di Jogja Adventure Zone Anshari, Hammas Zia Urrohman
Kingdom (The Journal of Biological Studies) Vol 12, No 1 (2026): Kingdom: The Journal of Biological Studies - In Progress
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v12i1.19032

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan material sarang burung Manyar tempua (Ploceus philippinus) yang ada di kawasan Jogja Adventure Zone, Yogyakarta sebagai sumber informasi mengenai karakteristik dan material sarang burung. Penelitian ini merupakan penelitian observasi. Data karakteristik dan material sarang yang dikumpulkan dengan metode purposive sampling dan dianalisis dengan analisis desktriptif. Data yang dikumpulkan meliputi karakter dan material penyusun sarang dan pengukuran mikroklimatik sarang yang meliputi suhu udara dan kelembaban udara yang ada di dalam sarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Jogja Adventure Zone terdapat 4 buah sarang burung yang tidak aktif yang terdiri dari 2 sarang berada di pohon kelapa, 1 sarang di pohon bambu dan 1 sarang di pohon trembesi. Bentuk sarang burung Manyar tempua (Ploceus philippinus) umumnya berbentuk pendulum yang lonjong, menggantung pada daun pohon kelapa dan menggangantung pada ranting pohon bambu dan pohon trembesi dengan akses masuk sarang ada pada bagian bawah. Rata rata berat sarang burung Manyar tempua 136,492 gram dan memiliki rata rata suhu dalam sarang 35,25° dengan kelembaban 49,25 %. Material utama sarang burung Manyar tempua berupa daun alang alang (Imperata cylindrical) yang dianyam dengan tangkai dan daun pohon sarang yang dipilih oleh burung Manyar tempua dengan rata rata lebar daun 0,9 mm dan panjang daun 72 cm.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK GANYONG DAN KACANG KEDELAI TERHADAP STRUKTUR HISTOLOGIS HATI DAN GINJAL TIKUS Harjana, Tri; Paramesthi, Arcyta
Kingdom (The Journal of Biological Studies) Vol 12, No 1 (2026): Kingdom: The Journal of Biological Studies - In Progress
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v12i1.19284

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak ganyong (Canna edulis Ker) dan kacang kedelai kering (Glycine max L.) terhadap struktur histologis hati dan ginjal tikus putih (Rattus norvegicus). Jenis penelitian eksperimen satu faktor. Objek yang digunakan adalah tikus putih betina galur wistar berumur ± 2 bulan. Penelitian ini dilakukan dengan 4 kelompok, meliputi 1 kelompok kontrol (K0) dan 3 kelompok perlakuan, yaitu P1 (ekstrak ganyong 200 mg/kgBB + ekstrak kedelai 400 mg/kgBB, P2 (ekstrak ganyong 300 mg/kgBB + ekstrak kedelai 300 mg/kgBB), dan P3 (ekstrak ganyong 400 mg/kgBB + ekstrak kedelai 200 mg/kgBB). Setiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan. Data yang diamati struktur histologik hati dan ginjal tikus putih. Analisis Kruskal wallis untuk mengetahui perbedaan kerusakan histologik hati dan ginjal pada hewan kelompok kontrol dan perlakuan, apabila beda nyata dilanjutkan uji DMRT untuk mengetahui perbedaan kelompok pada kelompok kontrol dan masing-masing kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak umbi ganyong (Canna edulis Ker) dan kacang kedelai kering (Glycine max L.) berpengaruh nyata (P0,05) terhadap kerusakan struktur histologis hati tikus putih (Rattus norvegicus) berupa piknosis diseluruh perlakuan, sementara berpengaruh tidak nyata (P0,05) pada karioreksis dan lisis. Pemberian ekstrak ganyong (Canna edulis Ker) dan kacang kedelai kering (Glycine max L.) berpengaruh nyata (P0,05) terhadap kerusakan struktur histologis ginjal tikus putih (Rattus norvegicus) berupa piknosis dan karioreksis pada seluruh perlakuan, semantara berpengaruh tidak nyata (P0,05) pada lisis.Kata kunci: tikus putih (Rattus norvegicus), ekstrak ganyong (Canna edulis), ekstrak biji kedelai (Glycine max), struktur histologik hati, struktur histologik ginjal.AbstractThis research aims to determine the effect of extracts of canna (Canna edulis Ker) and dry soybeans (Glycine max L.) on the histological structure of the liver and kidneys of white rats (Rattus norvegicus). This research is a one-factor experimental study. The object used was a female white rat wistar strain aged ± 2 months. This study was conducted with 4 groups, including 1 control group (K0) and 3 treatment groups, namely P1 (canna extract 200 mg / kg BB + soybean extract 400 mg / kg BB, P2 (canna extract 300 mg / kg BB + soybean extract 300 mg / kg BB), and P3 (canna extract 400 mg / kg BB + soybean extract 200 mg / kg BB). Each treatment consists of 5 repetitions. Observed data histological structure of liver and kidneys of white rats. Kruskal wallis analysis to determine differences in histological damage to liver and kidney in control and treatment group animals, if the real difference is continued DMRT test to determine group differences in the control group and each treatment group. The results showed that the administration of canna tuber extracts (Canna edulis Ker) and dry soybeans(Glycine max L.) had a significant effect (P0.05) on the histological structure damage of the liver of white rats (Rattus norvegicus) in the form of pycnosis in all treatments, while it had an effect on not significant (P0.05) on cariorexis and lysis. Giving extracts of canna (Canna edulis Ker) and dried soybeans (Glycine max L.) had a significant effect (P0.05) on damage to the histological structure of the kidneys of white rats (Rattus norvegicus) in the form of pyknosis and cariorexis in all treatments, while the effect was not significant (P0.05) on lysis.Keywords: white rat (Rattus norvegicus), canna extract (Canna edulis), soybean extract (Glycine max), histological structure of the liver, histological structure of the kidney.
Pengaruh Campuran Limbah Makanan Pokok dan Sayur-sayuran terhadap Pertumbuhan Maggot Hermetia illucens Fathin, Muhammad Insan; Suhandoyo, Suhandoyo
Kingdom (The Journal of Biological Studies) Vol 12, No 1 (2026): Kingdom: The Journal of Biological Studies - In Progress
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v12i1.24661

Abstract

Indonesia menghadapi permasalahan limbah organik yang tinggi dengan pengelolaan yang belum optimal. Maggot Black Soldier Fly (BSF) menjadi solusi biokonversi limbah organik yang efisien sekaligus menghasilkan biomassa bernilai ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi campuran limbah makanan pokok dan sayur-sayuran terhadap panjang tubuh, berat tubuh, dan waktu perkembangan maggot BSF. Penelitian dilakukan di Laboratorium Pengomposan FMIPA UNY pada Maret-April 2025 dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) lima perlakuan dan lima ulangan. Data dianalisis menggunakan ANOVA untuk panjang tubuh dan secara deskriptif untuk berat serta waktu perkembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P2 (50% makanan pokok : 50% sayur) menghasilkan panjang tubuh maggot tertinggi, perlakuan K1 (100% makanan pokok) menghasilkan berat tubuh tertinggi, dan perlakuan K2 (100% sayur) menghasilkan waktu perkembangan tercepat menuju fase pupa. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa variasi komposisi pakan secara signifikan memengaruhi pertumbuhan maggot BSF, dan campuran optimal dapat disesuaikan dengan tujuan budidaya, baik untuk pertumbuhan panjang, berat, maupun percepatan siklus hidup.Kata Kunci: Black Soldier Fly; pertumbuhan maggot; limbah organik; makanan pokok; sayur-sayuran

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 1 (2026): Kingdom: The Journal of Biological Studies - In Progress Vol 11, No 2 (2025): Kingdom: The Journal of Biological Studies Vol 11, No 1 (2025): Kingdom: The Journal of Biological Studies Vol 10, No 2 (2024): Kingdom: The Journal of Biological Studies Vol 10, No 1 (2024): Kingdom: The Journal of Biological Studies Vol 9, No 2 (2023): Kingdom: The Journal of Biological Studies Vol 9, No 1 (2023): Kingdom: The Journal of Biological Studies Vol 8, No 2 (2022): Kingdom: The Journal of Biological Studies Vol 8, No 1 (2022): Kingdom: The Journal of Biological Studies Vol 7, No 8 (2018): Jurnal Prodi Biologi Vol 7 No 8 Tahun 2018 Vol 7, No 7 (2018): Jurnal Prodi Biologi Vol 7 No 7 Tahun 2018 Vol 7, No 6 (2018): Jurnal Prodi Biologi Vol 7 No 6 Tahun 2018 Vol 7, No 5 (2018): Jurnal Prodi Biologi Vol 7 No 5 Tahun 2018 Vol 7, No 4 (2018): Jurnal Prodi Biologi Vol 7 No 4 Tahun 2018 Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Prodi Biologi Vol 7 No 3 Tahun 2018 Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Prodi Biologi Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Prodi Biologi Vol 6, No 8 (2017): Jurnal Prodi Biologi Vol 6 No 8 Tahun 2017 Vol 6, No 7 (2017): Jurnal Prodi Biologi Vol 6 No 7 Tahun 2017 Vol 6, No 6 (2017): Jurnal Prodi Biologi Vol 6 No 6 Tahun 2017 Vol 6, No 5 (2017): Jurnal Prodi Biologi Vol 6 No 5 Tahun 2017 Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Prodi Biologi Vol 6 No 4 Tahun 2017 Vol 6, No 3 (2017): Jurnal Prodi Biologi Vol 6 No 3 Tahun 2017 Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Prodi Biologi Vol 6 No 2 Tahun 2017 Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Biologi Vol 6 No 1 tahun 2017 Vol 5, No 8 (2016): Jurnal Biologi Vol 5 No 8 tahun 2016 Vol 5, No 7 (2016): Jurnal Biologi Vol 5 No 7 tahun 2016 Vol 5, No 6 (2016): Jurnal Biologi Vol 5 No 6 tahun 2016 Vol 5, No 5 (2016): Jurnal Prodi Biologi Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Prodi Biologi Vol 5, No 3 (2016): Jurnal Prodi Biologi Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Prodi Biologi Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Prodi biologi More Issue