cover
Contact Name
Faradila Hasan
Contact Email
ajiel@iain-manado.ac.id
Phone
+6285240355657
Journal Mail Official
faradila.hasan@iain-manado.ac.id
Editorial Address
Rumah Jurnal IAIN Manado, Jl. Dr. S.H. Sarundajang, Kawasan Ringroad I, Malendeng Manado Kode Pos 95128, Sulawesi Utara, Indonesia.
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Al-'Aqdu: Journal of Islamic Economics Law
ISSN : 28077830     EISSN : 28077342     DOI : http://dx.doi.org/10.30984/ajiel
Al-Aqdu: Journal of Islamic Economics Law is registered with the ISSN number 2807-7830 (Print) and ISSN 2807-7342 (Online). It is a peer-reviewed journal published twice a year in June and December by the Shariah Economics Law Study Program, Faculty of Shariah, at the State Islamic Institute of Manado (IAIN Manado). Al-Aqdu: Journal of Islamic Economics Law is a communication medium between Shariah and Economic Law. The journal invites activists and experts in Shariah Economics Law and Economic Law to contribute their research findings related to the issues of Shariah Economics Law and Economic Law.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2024): December" : 6 Documents clear
Dinamika Transaksi Jual Beli Tanah dan Implikasi Hukum Ekonomi Syariah: Studi Kasus Perkara di Pengadilan Agama Kotamobagu Pedju, Rizaldy Purnomo; Paputungan, Chyntia Yasti; Rahman, Amar Muammar
Al-'Aqdu: Journal of Islamic Economics Law Vol 4, No 2 (2024): December
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/ajiel.v4i2.3343

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis praktik transaksi jual beli tanah dan menilai kesesuaiannya dengan prinsip hukum ekonomi syariah, menggunakan kasus sengketa tanah Nomor. 6/PDT.G/2023/PN KTG sebagai studi kasus. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumen yang berkaitan dengan kasus tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transaksi jual beli tanah yang dilakukan belum sepenuhnya memenuhi syarat dan rukun jual beli syariah, terutama karena mengandung unsur gharar (ketidakpastian) akibat tidak adanya ketetapan jangka waktu pembayaran. Penelitian ini mengungkapkan bahwa ketidakjelasan dalam transaksi dapat menimbulkan sengketa dan merugikan salah satu pihak, yang mana dalam konteks ini adalah pembeli tanah. Artinya, transaksi yang dilakukan dalam kasus ini tidak sepenuhnya sah menurut hukum ekonomi syariah dan memerlukan peninjauan serta penyesuaian lebih lanjut untuk memastikan keadilan dan kepatuhan syariah. Kontribusi penelitian ini terletak pada penerapan hukum ekonomi syariah dalam kasus nyata transaksi tanah, memberikan wawasan baru tentang praktik jual beli tanah di Indonesia, serta rekomendasi bagi para pihak yang terlibat untuk menghindari sengketa di masa depan. Penelitian ini juga memberikan masukan pada pembentukan kebijakan yang lebih baik dalam regulasi jual beli tanah di bawah hukum ekonomi syariah.
Utilization of Zakat and Waqf in Address Dependency Challenges of The Vulnerable in Gombe State Muhammad, Adamu Abubakar; Bala, Babangida; Ardo, Adam Muhammad; Adam, Muhammad Bello; Mashema, Bashir Liman; Sugitanata, Arif
Al-'Aqdu: Journal of Islamic Economics Law Vol 4, No 2 (2024): December
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/ajiel.v4i2.3307

Abstract

The socio-economic challenges faced by vulnerable groups in Gombe State, Nigeria, underscore the need for sustainable interventions to alleviate poverty and dependency. This study examines the utilization of Zakat and Waqf as Islamic socio-economic tools to empower vulnerable populations and promote economic independence. Employing a mixed-method approach, it integrates qualitative interviews with stakeholders in Zakat and Waqf management and quantitative data on poverty and dependency rates. Findings reveal that structured and transparent administration of Zakat and Waqf can significantly enhance access to education, healthcare, and sustainable livelihoods, reducing dependency. However, challenges such as limited awareness, poor institutional frameworks, and inadequate regulatory support hinder optimal implementation. This study recommends policy reforms, institutional capacity-building, and enhanced community engagement to maximize the impact of these Islamic instruments. The research contributes to ongoing discussions on leveraging Islamic social finance to foster socio-economic equity and justice.
Perspektif Al-maysir pada Sistem Gacha di Game Valorant Napu, Ridho; Ovosi, Bilkisu Mohammed; Suleman, Frangky
Al-'Aqdu: Journal of Islamic Economics Law Vol 4, No 2 (2024): December
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/ajiel.v4i2.3372

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perspektif al-maysir dalam game Valorant. Valorant adalah permainan daring yang saat ini digemari oleh berbagai kalangan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian fenomenologis. Teknik pengumpulan data meliputi observasi terkait al-maysir dan wawancara dengan beberapa pemain Valorant, sehingga penulis dapat menarik kesimpulan berdasarkan hasil penelitian. Dalam game Valorant, al-maysir muncul pada sistem penawaran yang disediakan oleh pihak pengembang. Sistem ini dianggap sebagai gacha oleh beberapa pemain karena mereka tidak dapat memastikan item apa yang akan ditawarkan. Pengembang game menggunakan sistem berbasis keberuntungan, yang memungkinkan barang yang telah dijual sebelumnya dapat ditawarkan kembali.
The Flexibility of Islamic Law in Responding to Climate Change Impacts on the Economy Zahrah, Zahrah; Subli, Mohamad; Musyadat, Asep Anwar; Ni’amillah, Ni’amillah; Astuti, Widia
Al-'Aqdu: Journal of Islamic Economics Law Vol 4, No 2 (2024): December
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/ajiel.v4i2.3294

Abstract

This study aims to examine the flexibility of Islamic law in addressing the economic impacts of climate change, focusing on applying relevant Sharia principles in mitigating and adapting to these global challenges. It also analyzes how religious fatwas, such as MUI Fatwa No. 86 of 2023, and approaches by religious organizations like Nahdlatul Ulama and Muhammadiyah contribute to sustainable, Sharia-based solutions. This research employs a qualitative methodology with a juridical-normative approach. The primary sources include literature reviews of books, academic journals, religious fatwas, and official documents related to the flexibility of Islamic law, climate change impacts, and their economic implications. Data were analyzed to evaluate the relevance of Islamic law in providing adaptive solutions to contemporary issues. The findings reveal that the flexibility of Islamic law enables Sharia regulations to adapt to modern social and environmental conditions, including climate change. Principles such as maqasid al-shariah, maslahah mursalah, and usul al-fiqh have proven effective in supporting climate change mitigation and adaptation. Religious fatwas, such as MUI Fatwa No. 86 of 2023, along with the approaches of NU and Muhammadiyah, have significantly contributed to raising collective awareness and formulating environmental policies grounded in religious values. This study underscores the critical role of Islamic law in offering sustainable solutions that are both relevant and adaptive to the economic impacts of climate change.
Praktik Jual Beli Ayam Aduan dalam Hukum Ekonomi Syariah: Analisis Konflik antara Akad Sah dan Unsur Judi Ngatenan, Zulkifli Darmanto; Kotyazhov, Andrey V.; Nur, Muliadi
Al-'Aqdu: Journal of Islamic Economics Law Vol 4, No 2 (2024): December
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/ajiel.v4i2.3373

Abstract

Jual beli merupakan salah satu cara bagi manusia untuk memperoleh karunia dari Allah SWT, di mana transaksi ini harus dilakukan sesuai dengan ketentuan syariat agar sah dan bebas dari unsur yang dilarang. Penelitian ini mengkaji transaksi jual beli ayam aduan di Kelurahan Malendeng, Kecamatan Paal II, Kota Manado, dalam perspektif hukum ekonomi syariah. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis apakah praktik jual beli ayam aduan sesuai dengan kaidah-kaidah syariah, terutama yang berkaitan dengan perjudian dan kemudharatan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan penjual, pembeli, dan pihak terkait lainnya, sementara data sekunder berupa literatur fiqh muamalah dan hukum ekonomi syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun transaksi jual beli ayam aduan dilakukan dengan akad yang sah melalui tawar-menawar antara penjual dan pembeli, praktik ini tetap bertentangan dengan hukum syariah. Hal ini disebabkan oleh adanya unsur perjudian yang terkandung dalam adu ayam, yang dilarang dalam Islam. Meskipun transaksi dilaksanakan secara sah menurut syariah dalam hal akad, hukum ekonomi syariah mengharamkan transaksi ini karena mengandung kemudharatan dan merusak moralitas. Kesimpulannya, transaksi jual beli ayam aduan tidak sesuai dengan prinsip syariah, karena mengandung unsur perjudian yang merugikan moral dan sosial masyarakat.
Pengaruh Pernikahan Usia Dini terhadap Kondisi Ekonomi Masyarakat Sapa Timur Alves, Raul Manuel Costa; Safei, Laode Moh
Al-'Aqdu: Journal of Islamic Economics Law Vol 4, No 2 (2024): December
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/ajiel.v4i2.3375

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh pernikahan dini terhadap kondisi ekonomi masyarakat di Desa Sapa Timur. Studi ini dilakukan secara lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pernikahan dini merupakan masalah kompleks yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan budaya lokal. Penelitian ini menemukan bahwa tekanan finansial dalam keluarga sering menjadi alasan utama remaja menikah muda sebagai cara untuk meringankan beban ekonomi keluarga. Selain itu, norma budaya yang mendukung pernikahan pada usia muda turut memengaruhi keputusan tersebut. Dampak dari pernikahan dini terhadap kesejahteraan ekonomi masyarakat Sapa Timur terlihat dalam berbagai aspek. Pasangan muda sering menghadapi tantangan ekonomi yang lebih besar karena keterbatasan pendidikan dan keterampilan yang menghalangi mereka mendapatkan pekerjaan yang stabil. Akibatnya, mereka rentan terjebak dalam siklus kemiskinan yang sulit diputus. Penelitian ini menekankan pentingnya intervensi yang komprehensif untuk meningkatkan akses pendidikan dan peluang ekonomi bagi pasangan yang menikah muda demi memperbaiki kesejahteraan ekonomi mereka dan memutus rantai kemiskinan di masyarakat.

Page 1 of 1 | Total Record : 6