cover
Contact Name
Indra Setiawan
Contact Email
mbcie.official@gmail.com
Phone
+628111619944
Journal Mail Official
mbcie.official@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Meruya Selatan No. 1 Kembangan Jakarta Barat
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering
ISSN : -     EISSN : 29884284     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering merupakan salah satu kajian yang membahas segala aspek ilmu bidang Teknik Industri. Seminar ini diselenggarakan oleh Program Studi Magister Teknik Industri Universitas Mercu Buana Jakarta. Seminar Nasional yang unik ini menyediakan forum bagi akademisi, peneliti dan praktisi dari berbagai industri untuk bertukar pikiran dan pengalaman serta berbagi perkembangan terkini di bidang teknik industri. Seminar ini telah membahas banyak hal terkait bidang Teknik Industri seperti Management Operation, Quality Engineering, Manufacturing System, Value Engineering, Optimization, Automation Industry, Strategic Management, Production Planning, Risk Management, Service Engineering, Simulation of Industrial System dan topik lainnya.
Articles 169 Documents
Analisa Pengendalian Persediaan Barang Dengan Perbandingan Metode Economic Order Quantity (EOQ) dan Just In Time (JIT) di PT. Astra Otoparts Tbk (Studi Kasus: Shop & Drive Sunter 1) Priambudi, Bowo; Kholil, Muhammad
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 3 (2021): RESEARCH DEVELOPMENT BASED ON LITERATURE REVIEW
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to find out how the tire inventory control system is regulated according to current company policies and to find out how much the cost of merchandise inventory is Bridgestone Ecopia EP150 185/70R14, Bridgestone Ecopia EP150 175/65R14, Bridgestone Ecopia EP150 185/65R15 and Bridgestone Ecopia EP150 205/65R16 at Shop & Drive Sunter 1 for a period of 1 year (August 2021 – July 2022) then compare them using the Economic Order Quantity (EOQ) method and the Just In Time (JIT) method. The results of calculations using the Economic Order Quantity (EOQ) method are more effective and efficient if the company can optimize every aspect of inventory procurement including economical purchases, purchase frequency, safety stock. So get a total cost of Rp. 98,183,928 with an efficiency of Rp. 10,265,407.
Analisis Efektivitas Perangkat 24/7 Berbasis Internet of Things (IoT) Pada Lift Kone Menggunakan Metode Overall Equipment Effectivenes (OEE) Dan Failure Mode And Effects Analysis (FMEA) Harijaya, Soundy Satriani; Prabowo, Herry Agung
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 2 (2020): ARAH PENGEMBANGAN RISET ENGINEERING DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In production activities, the value of productivity is quite important to pay attention to. If the productivity value of production activity is low, it can reduce the value of the production, such as not achieving the predetermined target. Therefore, it is quite important to know the value of productivity which can be seen from the value of its effectiveness. One way to determine the value of effectiveness is by using the Overall Equipment Effectiveness (OEE) method. PT. KONE Indo Elevator (KIE), has a new product called 24/7 Connected Services, where the product is targeted to reduce the existing Call Out Rate (COR). In the period of March 2020, the existing COR value is 2.92. Because the product is 24/7 Connected Services, the effectiveness value of the product or device is not yet known, which can be determined using the OEE method, along with the Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) method to analyze what types of potential biggest failures are in the product. the. After installing the device from April 2020 to June 2020, the effectiveness value of the device can be analyzed. After analyzing, it was found that the OEE 24/7 Connected Services value was 88.36% with the sample data for 12 weeks. The biggest loss factor of this product is in the reduction speed loss with a value of 10.841% of the total loss. The greatest potential for failure is in the signal problem of the problematic device, with an RPN value of 21, where improvements can be made to add an extender antenna and add a signal amplifier. From the OEE value found, it has exceeded the existing OEE standard value, which is 85%, where 24/7 Connected Services products are 3.36% higher than the existing standard value.
Implementasi Model House of Risk Untuk Menganalisis Resiko Supply Chain Pada PT. XYZ Kurniawan, Rachman Catur; Budiansyah, Muhamad Rizki; Daissurur, Muhamad Linsyi; Irawan, Wakhit; Kartika, Putri; Astamanggala, Fauzar
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 6 (2024): DOWNSTREAMING RESEARCH AND ENTREPRENEURSHIP IN THE DIGITAL ERA: CHALLENGING AND OPPORT
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/MBCIE.2024.043

Abstract

Setiap aktivitas bisnis, perusahaan mempunyai suatu risiko, untuk itu dibutuhkan pengelolaan risiko agar aliran supply chain dapat berjalan dengan baik. PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan genteng, baja ringan, serta aksesoris peratapan lainnya. Perusahaan sedang mengalami transisi sertifikasi kualitas produk menjadi ISO 9001:2015 yang berfokus pada pemetaan risiko untuk membuka peluang bagi perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui risiko-risiko yang dapat terjadi pada aliran supply chain perusahaan, dan merancang strategi penanganan yang dapat digunakan untuk mengurangi timbulnya risiko. Penelitian dilakukan di Plant L8 perusahaan dengan jenis risiko operasional. Identifikasi kejadian risiko dan agen risiko dilakukan melalui wawancara dan observasi di lingkungan pabrik. Penelitian menemukan 21 kejadian risiko (risk events) dan 20 agen risiko (risk agents). Pada HOR 1 dilakukan pengukuran severity pada risk events, occurrence pada risk agents, serta relationship antara risk events dan risk agents; dan menghasilkan nilai Aggregate Risk Potential, ditemukan 8 risk agents menjadi 80% masalah dalam kegiatan operasional berdasarkan Pareto Diagram. HOR 2 mengidentifikasi 8 preventive actions dan perhitungan prioritas mitigasi yang sebaiknya dilakukan perusahaan berdasarkan nilai rasio antara efektivitas dan kesulitan implementasi preventive actions.
Analisis Beban Kerja Menggunakan Metode Full Time Equivalent (FTE) untuk Mengoptimalkan Kinerja Kartini, Yulfara; Hasibuan, Sawarni
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 6 (2024): DOWNSTREAMING RESEARCH AND ENTREPRENEURSHIP IN THE DIGITAL ERA: CHALLENGING AND OPPORT
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/MBCIE.2024.011

Abstract

Perkembangan global saat ini membuat semakin pesatnya kemajuan dalam bidang telekomunikasi khususnya dalam mengakses internet. Salah satu industri telekomunikasi yang mengalami perkembangan pesat yaitu perusahaan provider. Kondisi ini mendorong para provider internet di Indonesia terus berlomba dalam memanfaatkan peluang. Para karyawan dituntut untuk bekerja lebih produktif, dimana ini berkaitan dengan beban kerja yang diberikan kepada karyawan menjadi bagian yang penting, terutama bagi mereka yang menjadi tim teknis internal atau tim lapangan. Oleh karena itu, diperlukan adanya pengukuran beban kerja pada setiap divisi demi mengetahui kebutuhan tenaga kerja optimal. Berdasarkan perhitungan Full Time Equivalent (FTE), pekerjaan dalam tim teknis memiliki kategori overload dan underload. Terdapat dua pekerjaan yang memiliki kategori overload yaitu melakukan pendataan perangkat dan juga cabling di POP serta melakukan improvement jalur kabel maupun underground cable. Pekerjaan yang memiliki kategori underload ada tiga, yaitu melakukan instalasi perangkat routing/switching, melakukan pengecekan kapasitas rectifier dan melakukan pengecekan beban arus pada kWh, ACPDB, DCPDB. Masing-masing pekerjaan dengan kategori overload tersebut perlu melakukan penambahan karyawan 2 orang, sehingga secara keseluruhan memerlukan penambahan karyawan sebanyak 4 orang. Pihak perusahaan perlu melakukan perbaikan agar nilai FTE terdistribusi fit atau beban kerja normal adalah dengan mengalokasikan tim dengan nilai FTE underload ke tim dengan nilai FTE overload, sehingga tidak ada gap beban kerja. Dengan demikian pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik dan tidak perlu adanya tambahan biaya untuk menambahkan atau merekrut tim teknis baru.
Optimasi Waktu Cleaning Mold dengan Metode Single Minute Exchange of Dies & Design for Manufacture Darmawan, Putra; Wijayanto, Ilham Gusti; Supriadi, Ari; Ikatrinasari, Zulfa
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 6 (2024): DOWNSTREAMING RESEARCH AND ENTREPRENEURSHIP IN THE DIGITAL ERA: CHALLENGING AND OPPORT
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/MBCIE.2024.035

Abstract

Section Mold memiliki tugas untuk menyiapkan mold yang akan digunakan dalam proses curing. Dalam pelaksanaannya, proses pembersihan mold berpotensi kehilangan waktu karena mold memiliki suhu tinggi dan tidak dapat melakukan proses pembersihan dengan bead glass. Mold membutuhkan waktu sekitar 240 menit untuk mendingin sebelum memasuki proses pembersihan, sehingga mengganggu kelangsungan proses curing. Berdasarkan grafik perbandingan jenis loss time curing periode Maret hingga Mei 2023, loss time tertinggi diperoleh pada cleaning mold dengan 833.504 menit atau 13.891,73 jam (93% loss time waste curing). Hasil penelitian dengan metode Single Minute Exchange of Dies dan Design for Manufacture  menunjukkan bahwa hasilnya dapat mengurangi loss time akibat waktu tunggu cleanin  mold ex problem mesin dari 314,42 menit menjadi 110,22 menit. Penghematan waktu 204,20 menit (65%) dari aktivitas cut-off waktu penyiapan yang tidak efektif. Penerapan metode Single Minute Exchange of Dies  melibatkan perubahan dari 13 kegiatan menjadi 8 kegiatan internal. Penerapan metode Design for Manufacture menghasilkan estimasi total biaya desain sebesar Rp. 4.178.817,13.
Pengelolaan Sampah di Salah Satu Perumahan Tambun Selatan Dengan Pemodelan Sistem Normatif Yuliani, Opie Oktavia; Setiyawan, Uut; Hastyadi, Dony Putra; Baskoro, Khobul Adha; Sudrajat, Jajat
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 6 (2024): DOWNSTREAMING RESEARCH AND ENTREPRENEURSHIP IN THE DIGITAL ERA: CHALLENGING AND OPPORT
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/MBCIE.2024.002

Abstract

Sampah adalah produk buangan suatu kegiatan atau aktivitas yang dihasilkan manusia. Jika sampah tidak dikelola dengan benar, ia dapat dapat mencemari dan merusak lingkungan secara fisik dan/atau biologis. Pengelolaan sampah di Kawasan perumahan merupakan isu penting yang memerlukan perhatian khusus untuk menjaga kebersihan dan Kesehatan lingkungan. Penelitian ini mengembangkan model system normative untuk pengelolaan sampah disalah satu perumahan di Tambun Selatan. Sistem ini dirancang untuk mengatur dan mengontrol proses pengumpulan, pemilahan, dan pembuangan sampah dengan melibatkan partisipasi aktif dari warga perumahan. Berdasarkan pendekatan model normatif, menghasilkan beberapa komponen kunci, antara lain: 1. Regulasi dan Kebijakan, 2. Edukasi dan Sosialisasi, 3. Infrastruktur dan Fasilitas, 4. Pemantauan dan Evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem normatif ini mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah diperumahan tersebut sebesar 30%. Partisipasi aktif dari warga dan dukungan dari pihak manajemen perumahan menjadi kunci sukses dalam implementasi model ini. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengelolaan sampah di perumahan lain dengan karakteristik serupa, serta berkontribusi pada Upaya peningkatan kualitas lingkungan perumahan.
Optimalisasi Transportasi Pengangkutan Sampah di Lingkungan Perumahan Suhaeri, Suhaeri; Mayanti, Malinda; Sihombing, Rustam; Prasetyo, Yogi Dwi; Sarjono, Sarjono; Jaqin, Choesnul
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 6 (2024): DOWNSTREAMING RESEARCH AND ENTREPRENEURSHIP IN THE DIGITAL ERA: CHALLENGING AND OPPORT
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/MBCIE.2024.025

Abstract

Sampah merupakan permasalahan perkotaan yang membutuhkan penanganan khusus dari sisi pengangkutan dari tempat pembuangan sementara sampai pembuangan akhir. Saat ini pengangkutan sampah yang sudah dilakukan dilingkungn perumahan yaitu memiliki biaya sebesar Rp 1.550 (Rp dalam puluh ribuan). Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan sistem pengangkutan sampah sehingga biaya yang dikeluarkan dapat lebih optimal. Metode yang digunakan untuk solusi awal yaitu dengan menggunakan metode North West Corner (NWC), Least Cost (LC), dan Vogel Approximation (VAM). Untuk mengoptimalkan hasil dari solusi awal menggunakan metode Stepping Stone. Berdasarkan analisis didapatkan hasil total cost yang optimal Rp 729 (Rp dalam puluh ribuan). Hal ini didapatkan dari perhitungan dengan menggunakan metode Least Cost (LC) dan Vogel Approximation (VAM) yang memiliki nilai total cost yang sama sebagai metode perhitungan solusi awal dan dilanjutkan dengan metode Stepping Stone untuk optimalisasi
Rancangan Lean Manufaktur Untuk Mengurangi Proses Non Value Added Dengan Menggunakan Metode VSM dan DMAIC di Perusahaan Otomotif Priatna, Ariel; Kholil, Muhammad
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 2 (2020): ARAH PENGEMBANGAN RISET ENGINEERING DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perusahaan otomotif ini adalah perusahaan yang bergerak di bidang komponen otomotif sepeda motor dan mobil. Untuk produk Rotor Oil Pump ini sejak periode Januari 2020 – September 2020, target produksinya belum bisa tercapai. Setelah dilakukan penelitian dari proses mixing, compacting, sintering, sizing, machining dan selection dapat diketahui bahwa cycle time yang di butuhkan pada proses pembuatan rotor oil pumph adalah 86,625 detik dengan cycle time terpanjang pada proses selection yaitu 21,625 detik. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangai kegiatan non value added yang dapat memperpendek cycle time dengan memberikan rekomendasi usulan perbaikan. Metode yang digunakan yaitu VSM (Value Stream Mapping) dan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Tahap Define mengidentifikasi masalah dengan current state mapping. Pada tahap Measure, mengidentifikasi kegiatan non value added sehingga dapat dilakukan perbaikan pada proses selection. Tahap Analyze mencari tahu bagaimana cycle time menjadi lama dengan menggunakan diagram fishbone. Pada tahap Improve hasil dari analisis diagram fishbone dilakukan perbaikan, terutama untuk penggabungan pengecekan thickness dan jig sehingga cycle time proses selection akan mengalami penurunan menjadi 19,55 detik. Berkurangnya cycle time berdampak pada effisiensi kapasitas yang meningkat dari 93% menjadi 104%.
Analisis Pengendalian Persediaan Produk Sepeda Motor Dengan Menggunakan Metode Material Requiments Planning (MRP) Pada Dealer Motor Honda Formula Diptjati Arinda, Silvia Jihan Dwi; Arianti, Silvi
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 3 (2021): RESEARCH DEVELOPMENT BASED ON LITERATURE REVIEW
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dealer Motor Honda Formula Diptajati adalah perusahaan distributor motor. Produk dengan peminatan tertinggi ialah Motor Scoopy . Pada bulan Desember 2020–November 2021produk tersebut terjual mencapai angka 1405. Permasalahan yang sering dialami perusahaan ialah sering terjadi ketidaksesuaian antara tingkat pemesanan dengan tingkat permintaan dan juga mempengaruhi kuantitas stok yang tersedia bahkan seringkali ada permintaan mendadak dalam jumlah yang besar, perusahaan harus memesan dahulu motor tersebut.Perusahaan harus menerapkan kebijakan dalam perencanaan persediaan dan memiliki perhitungan yang tepat agar tidak terjadi kelebihan dan kekurangan dalam pengendalian persediaan. Dalam penelitian metode yang digunakan untuk peramalan yaitu metode Moving Average 3 bulan, Weight Moving Average (Weight 6), dan Single Eksponential Smoothing nilai Alpha 0,1-0,5. Metode pengendalian persediaan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ), Periodic Order Quantity(POQ), Economic Part Period (EPP) Hasil peramalan terbaik ialah metode Weight Moving Average dengan nilai 6 dengan nilai kesalahan terkecil, hasil terbaik dari perhitungan persediaan 12 periode selanjutnya ialah metode Economic Part Period (EPP)  dengan total biaya persediaan lebih kecil dibanding metode lainnya.
Menurunkan Dwelling Time Impor Menggunakan Metode DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) di Perusahaan Manufaktur Alat Berat Zarkasi, Miftah; Kurniawan, Kurniawan
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 4 (2022): RENEWABLE ENERGY TOWARD SUSTAINABILITY OF SUPPLY CHAINS IN THE I4.0 ERA
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/MBCIE.2022.024

Abstract

Pembelian bahan baku yang berasal dari pemasok negara lain (impor) tentunya akan lebih kompleks dalam penanganannya dibandingkan dengan pemasok lokal. Salah satu tolak ukur untuk mengetahui efektifitas pengiriman barang impor adalah dengan melihat Dwelling Time (selanjutnya disebut DT) yaitu berapa lama waktu ditimbunnya petikemas di tempat penimbunan sementara (TPS) di pelabuhan, dibongkar dari kapal sampai dengan barang keluar dari TPS. DT Impor pada periode Juli – Desember 2019 dengan rata-rata 4,86 Hari masih belum mencapai target KPI (Key Performance Indicator) yang ditetapkan yaitu 3 Hari maka perlu dilakukan perbaikan. Metode DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk melakukan analisa perbaikan. Setelah diketahui akar masalah dengan dilakukan penerapan Metode DMAIC maka diperoleh perbaikan Membuat reminder untuk mengirim dokumen 2 hari dari tanggal BL, Copy dokumen dikirim via email, Dibuatkan kontrol dokumen, Approval menggunakan token untuk 2 BOD dan 1 GM, Negosiasi agar vendor supaya 1/3 dokumen, Mengubah Aplikasi LC ke Bank BNI, dan Menggunakan uploader/software.

Page 10 of 17 | Total Record : 169