cover
Contact Name
Indra Setiawan
Contact Email
mbcie.official@gmail.com
Phone
+628111619944
Journal Mail Official
mbcie.official@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Meruya Selatan No. 1 Kembangan Jakarta Barat
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering
ISSN : -     EISSN : 29884284     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering merupakan salah satu kajian yang membahas segala aspek ilmu bidang Teknik Industri. Seminar ini diselenggarakan oleh Program Studi Magister Teknik Industri Universitas Mercu Buana Jakarta. Seminar Nasional yang unik ini menyediakan forum bagi akademisi, peneliti dan praktisi dari berbagai industri untuk bertukar pikiran dan pengalaman serta berbagi perkembangan terkini di bidang teknik industri. Seminar ini telah membahas banyak hal terkait bidang Teknik Industri seperti Management Operation, Quality Engineering, Manufacturing System, Value Engineering, Optimization, Automation Industry, Strategic Management, Production Planning, Risk Management, Service Engineering, Simulation of Industrial System dan topik lainnya.
Articles 169 Documents
Analisis Manajemen Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Dengan Metode Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) Di Reformed Millenium Center of Indonesia P., Subandri A.; Prabowo, Herry Agung
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 2 (2020): ARAH PENGEMBANGAN RISET ENGINEERING DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Safety and health of work is a matter that capture many organizations today because they inlude humanitaries-conscious, economic cosr and benefits, legal aspects, accountability and the organization’s own image. The study will be concucted on risk identification safety and health of work, risk assessment safety and health of work as well as on how safety and health of work action on risk control involves the method of Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) on activities preventive maintenance air conditioning (AC) at Reformed Millenium Center of Indonesia (RMCI) Kemayoran. Assessment method use AS/NZS 4360 : 2004, risk assessment matrix. According to file proccessing obtained a high risk value. To risk group at high risk levels as 4 variables could edanger workers and jobs. Whereas for classification at medium risk level it was found to be as 6 variables.
Studi Simulasi Sistem untuk Perusahaan yang Menangani Pengiriman dan Ekspedisi Pradana, Ananda Rizki; Ikhsan, Muhamad; Ivan, Muf'amar
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 6 (2024): DOWNSTREAMING RESEARCH AND ENTREPRENEURSHIP IN THE DIGITAL ERA: CHALLENGING AND OPPORT
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/MBCIE.2024.012

Abstract

Untuk tetap kompetitif dalam industri pengiriman barang, perusahaan harus terus meningkatkan pelayanan dan kepuasan pelanggannya. Sistem kedatangan merupakan salah satu layanan yang perlu ditingkatkan. Penelitian dilakukan di sebuah gudang perusahaan logistik yang beroperasi  dan berlokasi di Pergudangan Daan Mogot Prima, Cengkareng, Jakarta Barat.Pada jam-jam padet adalah hal yang umum untuk melihat kerumunan orang yang mengantri di depan counter. Mereka perlu menyiapkan barang-barang yang akan diangkut seiring dengan jumlah pelanggan yang banyak di counter.Di samping banyaknya pelanggan yang datang ke counter, mereka juga harus menyiapkan barang untuk dikirim. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simulasi.Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki dan meningkatkan kinerja sistem antrean yang ada. Bantuan untuk mengemas barang digunakan untuk menyelesaikan proses tersebut, dan Ketika pelanggan keluar dari toko, maka pelayanan telah selesai. Hasil yang diperoleh adalah dalam perbaikan ini terdapat dua opsi yaitu perbaikan yang dapat dilakukan dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Solusi jangka pendek difokuskan pada peningkatan layanan kepada pelanggan, termasuk penyediaan formulir pendaftaran dan alokasi dana untuk biaya penggantian, kedua hal tersebut dapat mempercepat prosesnya.Dalam hal peningkatan dalam jangka waktu yang lebih panjang, diusulkan untuk memperkuat layanan sistem dengan menggunakan perangkat lunak Promodel. Peningkatan ini juga akan mencakup peningkatan sistem penanganan barang dari kedatangan pelanggan hingga kunjungan pelanggan. Peningkatan ini termasuk memenuhi kebutuhan pelanggan dengan menambahkan sistem informasi, menstandarkan prosedur dan biaya, dan mobilisasi staf ahli paking. Setelah menjalankan simulasi perbaikan,kami melihat adanya penurunan rata-rata waktu pengiriman untuk pelanggan, antara 90,87 dan 28,53 menit. Akibatnya, terjadi peningkatan atau penurunan 62,34 menit, atau 68,6%, dalam waktu tunggu klien. Selanjutnya, Penambahan dua spesialis logistik meningkatkan jumlah unit yang dikemas di sektor logistik sebesar 268,23 per hari. Hasil simulasi menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan dalam jangka waktu pendek maupun jangka panjang dapat meningkatkan kualitas pengemasan dan penjualan produk, mengurangi waktu yang dibutuhkan pelanggan untuk menunggu dan memanfaatkan sumber daya.
Evaluasi Ergonomi dengan Pengukuran Antropometri dan Analisis REBA di Sebuah Perusahaan Suku Cadang Otomotif Prasetya, Juliasari; Susanto, Agustinus Dwi
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 6 (2024): DOWNSTREAMING RESEARCH AND ENTREPRENEURSHIP IN THE DIGITAL ERA: CHALLENGING AND OPPORT
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/MBCIE.2024.036

Abstract

Sebuah Perusahaan Suku Cadang Otomotif merupakan perusahaan yang bergerak di bidang otomotif yang memproduksi dan memasarkan suku cadang kendaraan. Sebuah Perusahaan Suku Cadang Otomotif sedang melakukan pengoptimalan kesejahteraan manusia dan kinerja sistem secara keseluruhan, khususnya pada lini produksi. Lini produksi yang dievaluasi untuk pengukuran ergonomi secara antropometri adalah Line 1 (Final Inspection Assy). Evaluasi dilakukan dengan menggunakan pengukuran antropometri dan analisis REBA (Rapid Entire Body Assessment) pada Line 1 (Final Inspection Assy). Metode yang digunakan adalah observasional dan kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui pengukuran dimensi tubuh operator, work station, dan postur kerja. Hasil pengukuran menunjukkan adanya ketidaksesuaian pada beberapa aspek, khususnya jarak terendah objek kerja yang memerlukan perbaikan desain untuk mengurangi risiko keluhan pada pinggang. Analisis REBA menghasilkan skor medium risk, yang mengindikasikan perlunya pengendalian bahaya musculoskeletal disease pada level tersebut. Penelitian ini menyarankan perbaikan desain tempat kerja untuk meningkatkan kenyamanan dan produktivitas operator
Analisis Postur Kerja Pekerja Pemanen Sawit Menggunakan SNI 9011:2021 (Studi Kasus: PT Perkebunan XIII Kebun Tabara) Al Khairi, Muhammad Rivki; Pawitra, Theresia Amelia; Widada, Dharma
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 6 (2024): DOWNSTREAMING RESEARCH AND ENTREPRENEURSHIP IN THE DIGITAL ERA: CHALLENGING AND OPPORT
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/MBCIE.2024.003

Abstract

PT. Perkebunan XIII Kebun Tabara mempunyai permasalahan yang dihadapi yaitu kenyamanan dan keselamatan pekerja. Diharapkan dari penelitian ini dapat membantu perusahaan menyelesaikan permasalahan kesehatan, kenyamanan dan keselamatan pekerja dan meningkatkan kesejahteraan pekerja. Penelitian ini melakukan analisis postur kerja terhadap pekerja pemanenan kelapa sawit dengan menggunakan SNI 9011;2021 untuk mengidentifikasi postur kerja dan risiko pekerja serta akibat dari postur kerja untuk mengetahui skor postur kerja serta usulan perbaikan. Berdasarkan data Survei gotrak yang diambil dari empat pekerjaan yaitu penurunan tandan buah segar dari pohon, pengangkutan tandan buah segar, pengutipan berondolan, memindahkan tandan buah segar, pekerja mengalami keluhan rata-rata pada leher, pinggul, lengan, dan betis yang mendapat skor 3 berdasarkan tingkat keparahan dan tingkat frekuensi keluhan pekerja. Berdasarkan hasil penelitian diketahui empat pekerjaan mempunyai durasi siklus dan aktivitas yang berbeda tiap pekerjaannya yang membuat potensi yang sakit yang dialami pekerja berbeda-beda tiap pekerjaan Hasil yang didapatkan dari pengukuran adalah terdapat 4 postur yang menjadi penyebab terjadinya keluhan yaitu leher memuntir, tangan tidak ditopang, beban berat, dan pengangkatan beban secara manual, untuk itu diperlukan mitigasi risiko K3 pada pekerja. Berdasarkan Survei ERF diketahui dari 4 pekerjaan yang dilakukan pekerja pekerjaan dengan potensi bahaya ergonomi adalah pengangkutan TBS, Hasil dari analisis potensi bahaya pada penurunan TBS didapatkan nilai risiko berbahaya, pada pengutipan berondolan didapatkan nilai risiko berbahaya, dan pada perpindahan TBS ke TPH didapatkan nilai risiko berbahaya. Selanjutnya dilakukan usulan perbaikan dengan pengedalian risiko yang dapat diterapkan untuk mengurangi potensi terjadinya bahaya berupa alat tracktor scissor lift. Alat ini berfungsi untuk memindahkan proses pengangkutan TBS yang sebelumnya diangkat ke truck menjadi ke tacktor. Dengan adanya tracktor ini pekerja tidak perlu mengangkut TBS langsung ke dalam truck dikarenakan scissor lift dari dump tractor ini dapat mengangkat dump ini lebih tinggi dari tinggi dump truck, hal ini dapat dilakukan dengan cara posisi truck dibuat lebih rendah dari posisi tracktor dengan memanfaatkan tinggi tanah pada TPH setempat, TBS dapat diangkut langsung ke dalam truck menggunakan tracktor scissor lift dan mengurangi postur yang tidak normal dan mencegah forceful extertions.
Efisiensi Waktu Unloading Melalui Pendekatan Design Science Research Methodology (DSRM) Pada Industri Makanan Purwanto, Kurniawan; Fadillah, Riko Ramadhan; Widada, Widada; Saputra, Dafid Mega
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 6 (2024): DOWNSTREAMING RESEARCH AND ENTREPRENEURSHIP IN THE DIGITAL ERA: CHALLENGING AND OPPORT
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/MBCIE.2024.026

Abstract

Salah satu industri yang paling berkembang di Dunia khususnya Indonesia adalah industri makanan. Seiring isu tersebut, industri makanan di Indonesia menghadapi berbagai tantangan dalam hal efisiensi operasional, salah satunya adalah proses pembongkaran barang digudang. Hasil sampling data pada salah satu perusahaan makanan di Indonesia didapatkan data waktu proses unloading (bongkar barang) sebesar 342,75 menit dari standar internal perusahaan sebesar maksimal 240 menit sehingga perlu dicari suatu cara untuk membuat proses unloading lebih efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mencari solusi untuk mencari sebuah sistem proses unloading yang efisien pada industri makanan dengan menggunakan pendekatan Design Science Research Methodology (DSRM). Pendekatan DSRM menghasilkan sebuah sistem aplikasi pendaftaran online bernama e-register. Setelah dilakukan penerapan sistem pendaftaran online melalui e- register terjadi penurunan waktu keseluruhan waktu unloading dari 342,75 menit menjadi 235,86 menit atau sebesar 18% dan mampu mencapai target standar internal perusahaan sebesar maksimal 240 menit. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembuatan sistem aplikasi pendaftaran online e-register ini bisa membuat proses bongkar barang lebih efisien.
Analisa Penurunan Defect Part Plastic Pada Micro Injeksi Molding 3 Ton Dengan Metode DMAIC & FMEA Pada Perusahaan Elektronik Printer Rachman, Aulia
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 2 (2020): ARAH PENGEMBANGAN RISET ENGINEERING DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan industri yang pesat mendorong persaingan yang semakin ketat di pasar bisnis. Hal ini menimbulkan tingkat kompetitif yang semakin tinggi dalam pengendalian kualitas produk agar dapat terus bersaing. Tak terkecuali pada Perusahaan Elektronik Printer, yang bergerak dalam manufaktur produk elektronik berupa printer. Produk yang terdiri dari berbagai komponen / part, termasuk komponen plastik hasil injeksi molding. Maka perlu dipastikan kualitas part produk dengan kepresisian tinggi tersebut dalam keadaan baik. Pada penelitian ini mengambil fokus pada penanganan part product defect dari produksi micro injeksi mold 3 Ton dengan metode DMAIC. Metode pendekatan DMAIC ini terdiri dari 5 fase yaitu Define, Measure, Analyze, Improve, Control. Tindakan perbaikan untuk mengurangi defect dilakukan dengan menentukan nilai RPN (Risk Priority Number) dari FMEA (Failure Mode Effect Analysis). Dari hasil pengumpulan data yang dilakukan pada periode Oktober hingga Desember 2019 terhadap injeksi mold 5 part produk, diperoleh data defect sebanyak 29.041 pcs dari total 223.470 pcs. Dimana defect jenis flash menjadi jenis terbanyak dengan persentase 8,34%, diikuti jenis short-mold sebanyak 2,59%. Berdasarkan analisa improvement, penyebab flash diketahui akibat kondisi mold tidak close sempurna karena miss- matching & fitting, dengan nilai RPN sebesar 224. Sedangkan defect short-mold, disebabkan kesalahan setting parameter mesin dengan RPN 186.
Penerapan Pemilihan Vendor Instalasi Tata Udara Dengan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Pada PT. Berkat Sarana Aircon (Studi Kasus Tomang Mandala Residence) Septian, Wawan
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 3 (2021): RESEARCH DEVELOPMENT BASED ON LITERATURE REVIEW
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekerjaan di dunia kontruksi dituntut untuk berjalan sesuai dengan target, progress, dan hasil yang memuaskan. Pemilihan vendor merupakan salah satu hal yang penting dalam aktivitas pengadaan bagi perusahaan, di mana aktivitas pengadaan merupakan aktivitas yang memiliki nilai penting bagi perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah dapat memilih vendor yang tepat secara objektif sesuai kriteria. Permasalahan di PT. BSA terkait pada bidang instalasi adalah belum adanya metode untuk melakukan pengambilan keputusan saat terjadi banyaknya kriteria dan banyaknya pengambilan keputusan. Hal tersebut mempengaruhi saat PT. BSA menjalankan project timbul beberapa masalah. Berdasarkan permasalahan ini metode yang paling tepat adalah dengan menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) dipakai karena dapat menghitung bobot prioritas untuk kriteria yang banyak dan pengambilan keputusan. Hasil dari bobot prioritas ini adalah PT. BSA mendapatkan hasil PT. A menjadi Vendor prioritas dengan bobot terbesar yaitu (0.34) PT.B (0.32) PT. C (0.24)
Analisis Nilai OEE Untuk Meningkatkan Produktivitas Mesin Schutte (Studi Kasus: Perusahaan Spare Part Otomotif) Wulansari, Nurhikmah Dewi; Kartika, Hayu
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 4 (2022): RENEWABLE ENERGY TOWARD SUSTAINABILITY OF SUPPLY CHAINS IN THE I4.0 ERA
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/MBCIE.2022.025

Abstract

PT. Spare Part Otomotif memiliki bisnis memproduksi komponen kendaraan bermotor. Menurut Business Planning Department, pada tahun 2021 beberapa produk diprediksi mengalami kenaikan produksi. Produk spark plug diprediksi mengalami kenaikan terbesar, sebesar 20%. Namun, dengan kondisi mesin yang ada akan sangat sulit menghadapi kenaikan produksi tersebut. Saat ini, untuk mengetahui kemampuan mesin dalam mengasilkan produk perusahaan menggunakan kalkulasi produk yang dihasilkan dibanding dengan waktu kerja dalam sehari, disebut dengan Operation Ratio. Berdasarkan data dari TPM Departement, Operation Ratio mesin Schutte adalah yang paling rendah diantara mesin lainnya dalam proses pembuatan spark plug. Perlu dilakukan analisis lebih detail untuk mengetahui kemampuan mesin dalam menghasilkan produk menggunakan perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan six big losses sehingga dapat mengetahui kerugian waktu yang dominan. Setelah dilakukan analisa dan kalkulasi, nilai OEE di bulan Juni 63.2%, dan diketahui losstime yang dominan adalah breakdown losses, dikarenakan banyak masalah pada mesin. Penentukan aktivitas perbaikan menggunakan Total Productive Maintenance (TPM) dan metode 5W + 1H agar OEE mencapai target 80.0%. Perbaikan dilakukan dari aspek mesin, manusia, material, dan lingkungan. Diantaranya yaitu overhaul mesin, edukasi kepada operator dan teknisi maintenance, dan membuat dokumen SOP perbaikan mesin. Hasil nilai OEE setelah perbaikan meningkat, menjadi 82.5% di bulan November.
Analisis Pengendalian Kualitas Proses Inspeksi Main Deck Cargo Handling System Pesawat Boeing 747 Varian Kargo Menggunakan Metode PDCA di PT GMF AeroAsia Tbk. Utomo, Satrio Arif; Utami, Diah
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 2 (2020): ARAH PENGEMBANGAN RISET ENGINEERING DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT GMF AeroAsia is an aircraft maintenance service that specialize in aircraft maintenance and repairs. One of many divisions on PT GMF AeroAsia is Wide Body Base Maintenance Unit that has the scope of maintaining wide body aircraft such as Boeing 747 cargo variants. One of the main highlights of such aircrafts maintenance program is the routine inspection in main deck cargo handling system. One of the problem that often happen is, several defect is often found outside or after inspection phase. This can potentially extend the maintenance time of the aircraft due to later material order. After PDCA analysis is done, it was found that the major contributing factor to that problem is the main deck cargo handling system inspection procedure wasn’t explained specifically in the Aircraft Maintenance Manual, this can increase the potential of late findings to happen during inspection. Another factor that also contributes is the inefficient cleaning method of main deck cargo handling system components that lead to defects covered in debris thus not found during inspection phase. According to pareto chart analysis, it is concluded that unclear inspection instruction contributes to 70 time occurrence (20,2%) from total occurrences and inefficient cleaning methods contributes to 68 time occurrence (19,7%). After a more systematic inspection procedure made, defect within main deck cargo handling system can be found within inspection phase time frame is reduced to only three times within the late finding category.
Minimasi Pemindahan Bahan dengan Metode Systematic Layout Planning di PT Aristo S.M.I Nasihardani, Dana; Pujianto, Hendri; Rallyano, Muhammad Yusuf
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 6 (2024): DOWNSTREAMING RESEARCH AND ENTREPRENEURSHIP IN THE DIGITAL ERA: CHALLENGING AND OPPORT
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/MBCIE.2024.017

Abstract

PT Aristo Satria Mandiri Indonesia adalah perusahaan manufaktur yang berfokus pada produksi Precision Part. Peningkatan total jarak perpindahan material telah menyebabkan peningkatan biaya dan momen penanganan material handling. Karena tata letak departemen lantai produksi yang tidak terorganisir, terjadi kemunduran dalam aliran material. Untuk mengatasi masalah ini, perbaikan tata letak lantai dilakukan dengan menggunakan metode Systematic Layout Planning. Tiga desain alternatif dikembangkan melalui eksperimen dan koreksi. Desain alternatif III memiliki ongkos material handling yang paling kecil dimana hasil yang didapat adalah Rp.61.418.496 per meter/tahun terbukti menjadi solusi yang paling optimal, mengurangi total momen perpindahan material sebesar 1.594 meter per tahun dan memangkas ongkos penanganan sebesar 36% dari biaya tataletak awal.