cover
Contact Name
Indra Setiawan
Contact Email
mbcie.official@gmail.com
Phone
+628111619944
Journal Mail Official
mbcie.official@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Meruya Selatan No. 1 Kembangan Jakarta Barat
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering
ISSN : -     EISSN : 29884284     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering merupakan salah satu kajian yang membahas segala aspek ilmu bidang Teknik Industri. Seminar ini diselenggarakan oleh Program Studi Magister Teknik Industri Universitas Mercu Buana Jakarta. Seminar Nasional yang unik ini menyediakan forum bagi akademisi, peneliti dan praktisi dari berbagai industri untuk bertukar pikiran dan pengalaman serta berbagi perkembangan terkini di bidang teknik industri. Seminar ini telah membahas banyak hal terkait bidang Teknik Industri seperti Management Operation, Quality Engineering, Manufacturing System, Value Engineering, Optimization, Automation Industry, Strategic Management, Production Planning, Risk Management, Service Engineering, Simulation of Industrial System dan topik lainnya.
Articles 169 Documents
Implementation of Material Requirement Planning (MRP) on The Procurement of Natural Materials of The KM 48+600 Karawang Toll Road Widening Ariyanto, Sony
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 2 (2020): ARAH PENGEMBANGAN RISET ENGINEERING DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trading companies or manufacturing companies and service companies always have inventory. It is expected that MRP will be able to provide a solution to find out what methods can minimize inventory or storage costs. Procurement costs consist of the total cost of inventory with the cost of purchasing materials. In the procurement of natural materials, PT Kumala Wandira Danarta sets a maximum inventory cost of 5% of the procurement cost. This is to minimize costs resulting from inventory.Therefore, the application of MRP was chosen as a tool for controlling inventory costs through lot sizing methods including Lot For Lot, Period Order Quantity, Fixed Period Requirement, and Fixed Order Quantity. And the result is that all of these lot sizing techniques produce inventory costs below 5% of procurement costs and the Fixed Period Requirement becomes the lot sizing method with the lowest inventory cost, amounting to Rp. 11,490,000 and procurement costs Rp. 716,365,000.
Analisis Efektivitas Mesin Inspeksi Botol Kaca Dengan Penerapan Total Productive Maintenance Menggunakan Pendekatan Overall Equipment Effectiveness di PT. XYZ Pakpahan, Wyjentiadi; Rahayu, Siti; Fatchan, Muhamad
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 6 (2024): DOWNSTREAMING RESEARCH AND ENTREPRENEURSHIP IN THE DIGITAL ERA: CHALLENGING AND OPPORT
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/MBCIE.2024.016

Abstract

Departement Quality Control merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan kualitas produk yang akan dikirim ke coustamer. Dalam proses inspection produk botol kaca digunakan mesin inspection terbaru yang serba otomatis pada bagian sidewall, bottom, dan finis untuk menunjang kualitas produk yang lebih baik. Mesin inspection dengan teknologi terbaru dan serba otomatis ini dilengkapi sensor-sensor yang membuat operator QC kebingungan ketika ada salah satu sensor yang error lalu menyebabkan mesin stop karena melakukan set up ulang pada mesin ini. Selain itu, ada beberapa masalah lagi yang perlu diteliti seperti tingginya downtime, dan faktor-faktor yang menyebabkan tingginya losses pada mesin inspection. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat efektivitas mesin inspection berdasarkan data downtime dan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab losses pada mesin, lalu memberikan usulan perbaikan untuk mengurangi losses. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tiga cara yaitu observasi, studi literatur, dan wawancara terhadap karyawan. Setelah melakukan pengolahan data selama 12 minggu, mesin Inspection memiliki Tingkat efektivitas Overall Equipment Effectiveness dengan nilai rata-rata 69%. Angka tersebut menunjukan bahwa masih dibawah nilai standar World Class yaitu sebesar 85%. Sedangkan nilai rata-rata Availability sebesar 87%, performance rate sebesar 94%, dan Quality Rate sebesar 84%. Faktor penyebab losses terbesar yang membuat pencapaian nilai OEE dibawah nilai standar adalah tingginya nilai Equipment Failure Losses, Set Up & adjustment, Idling & Minor Stopped dengan rata-rata waktu Breakdown yaitu 144 menit. Hal ini menunjukan sering terjadinya touble pada mesin yang menghambat jalannya proses inspeksi.
Literatur Review: Optimasi Rute Pengiriman Barang dengan Analisis Komprehensif Metode dan Aplikasinya Jufri, Trizamsuar; Supomo, Cathoche Uniqua; Hernadewita, Hernadewita; Hendra, Hendra
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 6 (2024): DOWNSTREAMING RESEARCH AND ENTREPRENEURSHIP IN THE DIGITAL ERA: CHALLENGING AND OPPORT
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/MBCIE.2024.039

Abstract

Optimasi rute pengiriman barang merupakan aspek kritis dalam logistik yang bertujuan meningkatkan efisiensi dan produktivitas pengiriman. Dalam era globalisasi dan pertumbuhan e-commerce yang pesat, tantangan dalam sektor transportasi dan distribusi menjadi semakin kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan literatur terhadap berbagai metode dan algoritma optimasi rute pengiriman barang yang telah dikembangkan dan diaplikasikan dalam berbagai konteks. Metode utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis literatur dari basis data terpercaya seperti Scopus dan Google Scholar. Beberapa metode yang diulas meliputi Algoritma Program Dinamis, Algoritma Genetika, Ant Colony Optimization, Differential Evolution, Dijkstra, Greedy, Mixed Integer Linear Programming (MILP), Clark and Wright Saving Heuristic, Vehicle Routing Problem (VRP), dan Saving Matrix. Hasil analisis menunjukkan bahwa setiap metode memiliki keunikan dan efektivitas yang berbeda tergantung pada konteks spesifik pengiriman. Selain itu, penelitian ini juga mengungkapkan tantangan dalam integrasi teknologi baru seperti Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (AI) dalam proses optimasi rute, serta pentingnya mempertimbangkan aspek etika dan sosial. Temuan ini memberikan dasar yang kuat untuk memahami perkembangan dan potensi dalam optimasi rute pengiriman serta memberikan rekomendasi untuk penelitian dan implementasi praktis di masa depan.
Analisis Tingkat Efektivitas Mesin Rawmill Untuk Meminimasi Six Big Losses Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness Pada PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Plant 8 Bogor Siboro, Elia Novera; Liquiddanu, Eko
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 6 (2024): DOWNSTREAMING RESEARCH AND ENTREPRENEURSHIP IN THE DIGITAL ERA: CHALLENGING AND OPPORT
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/MBCIE.2024.007

Abstract

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Plant 8 Bogor adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri semen, yang memiliki peran penting dalam menyediakan bahan bangunan di Indonesia. Penelitian ini berfokus pada analisis efektivitas mesin Rawmill dengan tujuan utama meningkatkan efektivitas mesin Rawmill, mengoptimalkan produksi, dan mengurangi 6 kerugian besar (Six Big Losses) melalui metode perhitungan Availability Rate, Performance Rate, Quality Rate, dan Overall Equipment Effectiveness (OEE). Mesin Rawmill di perusahaan ini mengalami penurunan efektivitas, yang secara spesifik disebabkan oleh breakdown losses sebesar 20,05% dan set up and adjustment losses sebesar 12,24%. Penyebab utama dari kerugian ini termasuk keausan dan kerusakan komponen pada mesin Rawmill, seperti Roller mill dan sistem pengumpulan debu (dust collection system). Sistem pengumpulan debu ini, yang meliputi kolektor debu dan filter, sangat rentan terhadap kerusakan akibat akumulasi debu yang berlebihan atau penyumbatan. Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan telah mengimplementasikan upaya proaktif dengan melakukan pengecekan komponen secara rutin dan berkala oleh operator. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa komponen yang aus atau rusak dapat segera diganti, sehingga meminimalkan downtime dan meningkatkan efektivitas operasional mesin Rawmill secara keseluruhan.
Pengontrolan Kualitas Untuk Mengurangi Defect Produk Thermal Oil Heater (TOH) 3000 Hdc Dengan Menggunakan Metode Fmea di PT Taland Utama Karisma Perkasa Aditya, Muhammad Fikri
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 3 (2021): RESEARCH DEVELOPMENT BASED ON LITERATURE REVIEW
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Taland Utama Karisma Perkasa merupakan perusahaan yang bergerak di industri manufaktur yang memfabrikasi beberapa jenis produk pembangkit panas, salah satunya adalah Thermal Oil Heater (TOH) 3000 HDC. Dalam fabrikasi produk perusahaan selalu berkomitmen memberikan kepuasan pelanggan dengan meningkatkan kualitas produk. Dari data pengecekan produk dari bulan Januari sampai dengan Desember 2022, didapatkan produk Thermal Oil Heater (TOH) 3000 HDC terdapat temuan defect 4 pcs dengan rata-rata defect adalah 2 pcs atau persentase 50% yang menjadi defect tertinggi. Faktor yang dapat mempengrahui terjadinya kegagalan antara lain kondisi engineer, kualitas materi dan kondisi mesin. Hal tersebut perlu dilakukan pengontrolan (controlling) lebih lanjut supaya kualitas produk yang dihasilkan dapat terjamin. Dalam penelitian ini, akan dilakukan analisa pengontrolan kualitas dalam proses fabrikasi produk dengan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), yang menemukan jenis kegagalan, mengidentifikasi akar penyebab kegagalan, tingkatan dari efek kegagalan, dan dilakukan pemilihan cara perbaikan yang tepat. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, setelah dilakukan rekomendasi perbaikan, maka diperoleh data bahwa nilai rata-rata defect adalah 1 pcs atau persentase 25%, sehingga defect produk menurun hingga 25%.
Analisis Cacat Produk Pada Proses Printing Di PT. X Dengan Metode Statistical Quality Control (SQC) Mahendra, Nanang; Supriyati, Supriyati; Herol, Herol
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 6 (2024): DOWNSTREAMING RESEARCH AND ENTREPRENEURSHIP IN THE DIGITAL ERA: CHALLENGING AND OPPORT
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/MBCIE.2024.031

Abstract

Pengendalian kualitas adalah suatu sistem untuk memastikan bahwa produk yang dihasilkan memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan. Pengendalian kualitas bertujuan untuk mencegah produk yang cacat atau tidak memenuhi standar kualitas. Cacat produk pada mesin printing Wutung 2 memberikan kontribusi terbesar diantara mesin printing yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor – faktor penyebab cacat produk pada proses printing di PT. X. Metode penelitian yang digunakan adalah metode wawancara, observasi, dan metode Statistical Quality Control (SQC). Data penelitian diperoleh dari hasil observasi dan wawancara terhadap karyawan PT. X dan data laporan proses produksi produk di proses printing. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 3 jenis cacat produk yang memberikan kontribusi, yaitu varnish berlubang sebesar 43.69%, print selip sebesar 30.50%, dan varnish tidak rata sebesar 25.81%. Berdasarkan analisis menggunakan diagram fishbone bahwa faktor penyebab cacat produk pada proses printing di PT. X adalah faktor manusia (man), faktor mesin (machine), faktor metode (method), faktor material (material) dan lingkungan (environment). Berdasarkan hasil penelitian, disarankan perlu dilakukan penggantian material varnish dari supplier lain, untuk memastikan dari faktor material varnish memberikan dampak atau tidak. Yang kedua perlu dilakukan pengawasan secara rutin pada proses produksi untuk memberikan arahan dan masukan kepada operator, apabila bekerja tidak konsisten. Hasil analisis yang sudah diberikan, agar lebih diperdalam oleh tim produksi dan tim maintenance PT. X. Hal ini perlu dilakukan agar penurunan cacat produk lebih signifikan.
Analisis Perbaikan Tingkat Keluhan Pelanggan Dengan Metode Total Quality Management (TQM) di Industri Manufaktur Makanan Karini, Nofitasari Damayanti; Hasbullah, Hasbullah
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 3 (2021): RESEARCH DEVELOPMENT BASED ON LITERATURE REVIEW
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuntutan konsumen dengan gaya hidup serba cepat mempengaruhi pertumbuhan sektor industri makanan dan minuman di Indonesia. Permasalahan yang muncul pada industri manufaktur makanan yang dijadikan tempat penelitian adalah tingkat keluhan pelanggan selama periode tahun 2019 sebanyak 120 isu, sementara target yang ditetapkan oleh perusahaan adalah sejumlah 2 keluhan per bulan. Tujuan penelitian adalah mengetahui penyebab dan melakukan strategi perbaikan tingkat keluhan pelanggan yang terjadi. Metode Total Quality Management (TQM) digunakan sebagai pendekatan yang berorientasi kepada kepuasan pelanggan dengan memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus menerus atas produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungannya. Hasil yang diperoleh adalah tingginya keluhan pelanggan didominasi oleh masalah pengiriman, strategi yang dilakukan dengan pemangkasan proses yang tidak bernilai tambah dan mengidentifikasi potensi kegagalan proses menggunakan Failure Mode Effect Analysis
Analisis Postur Kerja Dengan Menggunakan Metode Novel Ergonomic Postural Assessment (NERPA) (Studi Kasus: Pabrik Tahu Kediri Samarinda) Syahrir, Faisal; Pawitra, Theresia Amelia; Gunawan, Suwardi
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 6 (2024): DOWNSTREAMING RESEARCH AND ENTREPRENEURSHIP IN THE DIGITAL ERA: CHALLENGING AND OPPORT
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/MBCIE.2024.021

Abstract

Proses produksi tahu yang dilakukan oleh Pabrik Tahu Kediri Samarinda, dilakukan secara manual oleh pekerja serta dibantu oleh mesin penggilingan dan penyaringan. Pabrik Tahu Kediri termasuk kedalam industri padat karya yang membuat banyak postur kerja tidak netral seperti membungkuk saat proses perendaman, penyaringan, penggumpalan, dan pemotongan. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi keluhan MSD dengan menggunakan kuisioner GOTRAK dan menganalisis postur kerja dengan menggunakan metode NERPA. Berdasarkan kuisioner GOTRAK, diketahui tahap perendaman dan penggilingan memiliki tingkat risiko keluhan MSD pada punggung atas dan punggung bawah. Tahap pemasakan dan penyaringan tingkat risiko sedang pada siku, punggung atas, punggung bawah, dan lengan. Tahap penggumpalan dan pencetakan tingkat risiko tinggi pada punggung bawah serta tingkat risiko sedang pada punggung atas dan pinggul. Tahap pemotongan memiliki tingkat risiko tinggi pada punggung bawah dan tingkat risiko sedang pada bahu dan pinggul. Berdasarkan kuisioner GOTRAK, pekerja 1 memiliki tingkat risiko tinggi MSD pada punggung atas dan punggung bawah. Pekerja 2 tidak memiliki tingkat risiko tinggi MSD, sedangkan pekerja 3 dan 4  memiliki tingkat risiko tinggi MSD pada punggung bawah. Berdasarkan hasil GOTRAK yaitu > 30 % dari seluruh  jumlah pekerja tergolong pada tingkat risiko tinggi maka dari itu, dilanjutkan analisis postur kerja menggunakan metode NERPA. Berdasarkan metode NERPA, Tahap perendaman, pemasakan, penyaringan, dan penggumpalan mendapatkan action level 4 dengan final score 7. Tahap pemotongan mendapatkan action level 3 dengan final score 6. Action level 2 dengan final score 4 dari tahap penggilingan dan pencetakan. Diberikan usulan perbaikan pada tahap produksi yang mendapat final score diatas 5. Pada perendaman diberikan usulan perbaikan pada meja perendaman. Tahap pemasakan menerapkan usulan postur kerja netral, tahap penyaringan penambahan tangga pijakan dan tahap penggumpalan penambahan alat pengaduk. Tahap pemotongan menambahkan ketinggian meja.
Peningkatan Efisiensi Kinerja Pemeriksaan Obat di Laboratorium Kimia Dengan Metode Quality Control Circle (QCC) Rosary, Gabriella Evata Putri; Kurniawan, Kurniawan
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 4 (2022): RENEWABLE ENERGY TOWARD SUSTAINABILITY OF SUPPLY CHAINS IN THE I4.0 ERA
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/MBCIE.2022.029

Abstract

Dalam proses industri, departemen kualitas berperan penting dalam pemeriksaan material baku dan produk. Salah satu masalah keterlambatan dapat ditemui di waktu pemeriksaan produk tersebut dikarenakan jumlah produksi dalam setahun sebanyak 295 batch untuk lima produk dengan jumlah analis sebanyak 3 orang. Penyebab permasalahan waktu pemeriksaan karena lima hal : Man, machine, Method, Measurement dan Material. Setelah dilakukan perbaikan dengan upgrade machine dan method baru, penambahan personil analis, dan adanya stabilitas reagent yang digunakan, telah terjadi penurunan sebesar 26.16%. Rata-rata waktu pemeriksaan sebelum perbaikan berkisar 8-9 hari kerja dengan persentase 63.08%, setelah dilakukan perbaikan menjadi 4-5 hari kerja dengan persentase 36.92%.
Analisis Beban Kerja Dalam Penentuan Tenaga Kerja Optimal Dengan Metode Workload Analysis dan Full Time Equivalent di Konveksi Gradatie Vendor Abdurrahman, Afif; Roswandi, Iwan; Junaedi, Didi
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 3 (2021): RESEARCH DEVELOPMENT BASED ON LITERATURE REVIEW
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Workload is one of the factors affecting employee performance. Sometimes employees have an overload, while other employees have an underload. This kind of problem also occurs with Gradatie Vendor Convection. The method used is full time equivalent (FTE) to find out the workload of each operator by changing the hours of the workload to the number of people needed to complete a particular job. From the results of the study, it was found that 8 operators have an underload workload. Optimization of labor performance can be carried out by changing the composition of the elements of the activities of each labor force or reducing the number of workers based on the calculation of Full Time Equivalent.

Page 11 of 17 | Total Record : 169