cover
Contact Name
Muhammad Shaleh Assingkily
Contact Email
assingkily27@gmail.com
Phone
+6282363776686
Journal Mail Official
ziajcgcs@gmail.com
Editorial Address
Jalan Surya Haji Nomor 114, Laut Dendang, Deli Serdang, Sumatera Utara 20371
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Journal of Contemporary Gender and Child Studies
Published by Yayasan Zia Salsabila
ISSN : 29876370     EISSN : 29639948     DOI : -
journal of contemporary gender and child studies is the study of gender and children, especially on gender and mainstreaming and childrens rights both in the study.
Articles 166 Documents
Internalisasi Nilai Pendidikan Akhlak pada Anak Berkebutuhan Khusus di SLB Negeri Stabat Kabupaten Langkat Muhammad Rifa Badawi; Azizah Hanum OK; Junaidi Arsyad
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.951

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis internalisasi nilai pendidikan akhlak pada anak berkebutuhan khusus di SLB Negeri Stabat Kabupaten Langkat. Fokus kajian meliputi program internalisasi, faktor pendukung dan penghambat, serta solusi praktis yang dikembangkan sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, dan guru kelas yang mendampingi peserta didik dengan ragam ketunaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai akhlak dilakukan melalui program sapa-sambut harian, minat bakat, praktik ibadah Jumat, keterampilan, PHBI, dan kegiatan Ramadan. Nilai yang ditanamkan mencakup religiusitas, adab ibadah, disiplin, percaya diri, sopan santun, empati, tanggung jawab, dan kepedulian lingkungan. Faktor pendukung meliputi kepemimpinan kepala sekolah, keteladanan guru, dukungan orang tua, budaya sekolah, masyarakat, dan pemerintah daerah. Kendala utama mencakup hambatan komunikasi, keterbatasan sarana prasarana, jarak, transportasi, dan ekonomi keluarga. Solusi dilakukan melalui penguatan kompetensi guru, komunikasi adaptif, kemitraan lintas pihak, bantuan transportasi, toleransi kehadiran secara proporsional, serta perbaikan fasilitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan akhlak pada anak berkebutuhan khusus perlu dilakukan secara konkret, berulang, fleksibel, dan kolaboratif.
Efektivitas Penggunaan Media Pembelajaran Geometric Pellet Toys Terhadap Perkembangan Kognitif pada Anak Usia Dini Kelompok B Angelia Rolavita; Lidia Gustiana Dewi; Intan Ria Juwita; Salsabila Salsabila; Evi Selva Nirwana
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.952

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan media geometric pellet toys terhadap perkembangan kognitif anak usia dini kelompok B di TK Bhakti Family. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen yang melibatkan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen menggunakan media geometric pellet toys, sedangkan kelompok kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memperoleh rata-rata skor lebih tinggi (M = 151,60) dibandingkan kelompok kontrol (M = 132,83). Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan media konkret berbasis permainan dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak, terutama dalam aspek pengenalan bentuk geometri, klasifikasi, pola, dan pemecahan masalah sederhana.
Pertanggungjawaban Pidana Terhadap Perkawinan Tanpa Izin Istri Pertama: Perspektif Hukum Keluarga Islam Ahmad Aegil Nopryah Sunday; Islamul Haq; Syafaat Anugrah Pradana; Rusdaya Basri; Aris Aris
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.953

Abstract

Penelitian ini mengkaji pertanggungjawaban pidana terhadap perkawinan poligami yang dilakukan suami tanpa izin istri pertama berdasarkan perspektif Hukum Keluarga Islam (HKI). Meskipun fikih klasik tidak mewajibkan izin tersebut sebagai syarat sah nikah, hukum positif di Indonesia mengatur ketat prosedur poligami melalui asas monogami terbuka. Pelanggaran atas ketentuan ini dikategorikan sebagai tindak pidana sesuai Pasal 279 ayat (1) ke-1 KUHP (Pasal 402 UU No. 1 Tahun 2023). Penelitian yuridis-empiris ini bertujuan menganalisis penerapan pemidanaan di Pengadilan Negeri Maros serta bentuk pertanggungjawabannya menurut HKI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdakwa di Pengadilan Negeri Maros terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar unsur pidana karena melangsungkan perkawinan kedua saat masih terikat pernikahan sah. Hakim menjatuhkan sanksi pidana penjara selama 7 bulan berdasarkan pertimbangan yuridis dan non-yuridis guna memberikan efek jera. Dalam perspektif HKI, pemidanaan ini selaras dengan Teori Ta’zir, di mana penguasa (ulil amri) berwenang menetapkan hukuman demi mencegah kemudaratan sosial. Pendekatan Maqāṣid al-Syarī‘ah mempertegas bahwa poligami tanpa izin memicu ketidakadilan dan merusak kemaslahatan keluarga, sehingga sanksi hukum positif berfungsi sebagai wujud keadilan korektif untuk melindungi hak perempuan dan anak.
Thaharah Sebagai Dasar Kesucian Dalam Islam: Kajian Tentang Pengertian, Macam-Macam, Dan Praktik Bersuci Surya Bakti; Syah Nabil Ummam Ali; Intan Nikita; Wulan Ramadhani; Dini Natasya; Adinda Aulia Syahputri
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.965

Abstract

This study aims to examine the concept of taharah as the foundation of purity in Islam, encompassing its definition, various types, and purification practices as derived from the Qur'an, hadith, and Islamic jurisprudence. Taharah plays a crucial role in the lives of Muslims, serving as a prerequisite for various acts of worship, particularly prayer, while also contributing to physical, spiritual, and social cleanliness. The methodology employed involved desk research using a qualitative descriptive approach. Data were obtained through a comprehensive examination of various sources, including the Qur'an, hadith, fiqh literature, scientific texts, and relevant academic journals. Content analysis techniques were used to conduct a thorough examination of the concept of taharah in Islam, with the aim of achieving a deeper understanding of its implications. The study findings indicate that taharah represents a diverse concept of purification, encompassing the removal of hadas and najis through various methods, including ablution (wudu), ritual bathing (ghusl), tayammum (cleansing of impurities), and cleansing of najis (cleansing of impurities). Thaharah is a fundamental prerequisite for the performance of acts of worship, but also has educational, health, and character-building value. Thus, understanding and practicing thaharah correctly is very important in realizing a clean, healthy life, and in accordance with the guidance of Islamic law
Jual Beli dalam Perspektif Islam: Analisis Konsep, Prinsip, dan Implementasinya dalam Transaksi Kontemporer Surya Bakti; Hafiz Fadillah; Khanaya Abhita Putri; Lukman Afif; Lola Armeita; Muhammad Imam
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.971

Abstract

The development of digital technology has transformed buying and selling practices from conventional to electronic-based transactions. This situation demands a study of the relevance of the concept of buying and selling in Islam to various forms of contemporary transactions. This study aims to analyze the concept of buying and selling in Islam, the pillars and conditions for valid buying and selling, prohibitions in transactions, and its implementation in digital transactions. The study used a qualitative approach with a library research method. Data were obtained from the Qur'an, Hadith, books on Islamic jurisprudence (fiqh muamalah), scientific books, fatwas of the National Council of Indonesian Ulema Council (DSN-MUI), and relevant journal articles, then analyzed using content analysis techniques. The results show that the concept of buying and selling in Islam remains relevant to be applied in the digital era as long as it meets the pillars and conditions of buying and selling and avoids elements of usury (riba), gharar (gharar), maisir (maysir), and tadlis (tadlis). Various contemporary transactions, such as marketplaces, e-commerce, cash on delivery (COD), dropshipping, affiliate marketing, live shopping, digital products, e-wallets, and QRIS, are essentially permitted as long as they comply with sharia principles and the provisions of the DSN-MUI fatwas. Thus, the principles of buying and selling in Islam remain the guiding principle for realizing a fair, transparent, and welfare-oriented digital trading system.
Analisis Program Imunisasi Campak Serta Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Cakupan Imunisasi Pada Anak Usia Sekolah Dasar (SD) Di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang : Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Cakupan Imunisasi Pada Anak Usia Sekolah Dasar (SD) Ridholla Permata Sari; Devy Shintya; Dilla Sriwahyuni
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.660

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program imunisasi campak serta faktor-faktor yang memengaruhi cakupan imunisasi pada anak usia sekolah dasar di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya, Kota Padang. Secara khusus, penelitian ini mengkaji gambaran pelaksanaan program, proses pemberian imunisasi, serta sistem monitoring dan evaluasi yang dilakukan, termasuk identifikasi faktor yang menyebabkan rendahnya cakupan imunisasi. Setelah dilakukan identifikasi masalah kesehatan, penentuan prioritas masalah menggunakan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth). Metode ini digunakan untuk memilih masalah yang paling membutuhkan penanganan segera berdasarkan tingkat urgensi, keseriusan dampak, dan potensi perkembangan masalah. Penilaian dilakukan dengan skala 1–5, di mana Urgency menilai tingkat kegawatan, Seriousness menilai besarnya dampak, dan Growth menilai kecepatan perkembangan masalah apabila tidak segera ditangani. Berdasarkan hasil kegiatan magang, pelaksanaan program imunisasi di Puskesmas Lubuk Buaya telah berjalan sesuai pedoman Kementerian Kesehatan RI, meliputi imunisasi dasar, lanjutan, dan BIAS dengan perencanaan yang cukup terstruktur. Namun, cakupan imunisasi pada anak usia sekolah dasar masih belum mencapai target yang diharapkan. Hal ini dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan orang tua, kekhawatiran terhadap efek samping vaksin, serta dukungan sekolah yang belum optimal.Sistem pencatatan, pelaporan, serta monitoring dan evaluasi sudah berjalan baik, termasuk pelaksanaan imunisasi kejar untuk meningkatkan cakupan. Puskesmas juga telah melakukan berbagai upaya seperti edukasi kepada orang tua, koordinasi dengan sekolah, dan pemberian imunisasi tambahan.Secara keseluruhan, program imunisasi telah berjalan sesuai standar, namun masih diperlukan penguatan edukasi masyarakat, peningkatan koordinasi lintas sektor, serta optimalisasi strategi imunisasi kejar untuk meningkatkan cakupan imunisasi campak di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya.
Model Pembelajaran RADEC Sebagai Pengembangan Pembelajaran Kolaboratif: Studi Pada Mahasiswa PGMI UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Fia Alifah Putri; Wahyu Iskandar
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.879

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam implementasi model pembelajaran RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain, Create) dalam mengembangkan pembelajaran kolaboratif dan kreativitas mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kombinasi (mixed methods) dengan model Concurrent Embedded, di mana pendekatan kualitatif ditempatkan sebagai metode utama dan pendekatan kuantitatif sebagai data pendukung yang berjalan secara simultan. Subjek penelitian terdiri dari mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi pada Mata Kuliah IPA Dasar. Data primer diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi partisipatif, sedangkan data sekunder dihimpun melalui dokumentasi serta penyebaran angket skala penilaian (rating scale). Analisis data dilakukan secara terpadu melalui reduksi, penyajian data kualitatif, serta perhitungan persentase kuantitatif. Hasil analisis kualitatif menunjukkan bahwa alur RADEC secara konsisten membangun ruang kolaborasi yang dinamis melalui proses brainstorming ide visual dan pemecahan masalah bersama. Temuan ini diperkuat oleh data kuantitatif dengan rata-rata angket implementasi model sebesar 85% (Kategori Baik) dan puncaknya pada tahap Create mencapai 88,93% (Sangat Baik). Pada tahap akhir ini, mahasiswa secara kolaboratif berhasil melahirkan produk kreatif ganda berupa 13 media pembelajaran pop-up book bertema makhluk hidup, ekosistem, dan lingkungan, serta 13 artikel ilmiah orisinal yang sukses disubmisi ke jurnal nasional terakreditasi dengan indeks similarity Turnitin berkisar 7%–36%. Rata-rata indikator pembelajaran kolaboratif dan kreativitas mahasiswa mencapai 86% (Sangat Baik), ditopang kuat oleh aspek kerja sama, rasa positif, dan pemberian dukungan tim (masing-masing 89%). Integrasi data menegaskan bahwa model RADEC sangat efektif bertindak sebagai wahana pembelajaran autentik yang memicu kreativitas dan melatih kompetensi riset kolaboratif calon pendidik MI/SD.
Visual Civic Literacy: Kajian Semiotika Poster Pahlawan dan Pancasila dalam Pembentukan Civic Consciousness Siswa Usia Dasar Muhammad Shaleh Assingkily; Noni Putri
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 1 (2026): April: Women and Children Welfare in Indonesian Context
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i1.881

Abstract

Studi terdahulu tentang pembelajaran pendidikan kewarganegaraan (PKn) di sekolah dasar umumnya berfokus pada pendekatan tekstual dan hafalan nilai, sehingga dimensi visual sebagai medium pembentukan kesadaran kewarganegaraan masih kurang dieksplorasi secara semiotis. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran poster pahlawan dan Pancasila sebagai sistem tanda visual dalam membentuk civic consciousness siswa sekolah dasar melalui perspektif visual civic literacy. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam terhadap siswa, guru, dan artefak visual di lingkungan kelas. Analisis semiotika Peirce digunakan untuk membedah lapisan makna ikon, indeks, dan simbol yang terkandung dalam poster. Hasil penelitian menunjukkan bahwa poster pahlawan dan Pancasila berfungsi bukan sekadar dekorasi, melainkan sebagai teks kewarganegaraan yang secara aktif mengonstruksi nilai nasionalisme, penghargaan terhadap tokoh bangsa, dan semangat demokratis pada diri siswa. Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya desain visual yang intentional dan kurikulum literasi visual dalam pembelajaran PKn, serta mendorong guru untuk menjadikan lingkungan visual kelas sebagai ruang pedagogis pembentukan karakter kewarganegaraan yang bermakna.
Eksplorasi Desain Media Pembelajaran Kreatif Karya Mahasiswa: Inovasi Alternatif untuk Pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah Maulida Rizqia
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.925

Abstract

Keterbatasan variasi alat peraga di sekolah dasar sering kali membuat materi pembelajaran yang bersifat abstrak menjadi sulit dipahami oleh siswa. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk mengeksplorasi desain media pembelajaran kreatif berupa pop-up book karya mahasiswa PGMI STIT Al-Ihsan Baleendah Bandung serta menganalisis peluang dan kesesuaian penerapannya di lapangan. Pengumpulan data dilakukan di dua lokasi, yaitu SDN Jelekong (sekolah umum) dan MI Darul Hikmah (madrasah), melalui teknik wawancara mendalam dengan guru kelas, observasi keterbacaan media, dan dokumentasi fisik produk. Analisis data menggunakan model interaktif dengan teknik triangulasi untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) desain media karya mahasiswa memiliki karakteristik yang unggul dengan integrasi teknik rekayasa kertas (paper engineering) yang presisi, kontras warna yang tinggi, serta fitur interaktif berupa sliding card dan pull-tab yang mampu menyembunyikan narasi teks; (2) peluang adopsi media ini sangat besar dan relevan dengan kebutuhan kedua sekolah. Di SDN Jelekong, media ini adaptif dalam mendukung pembelajaran berdiferensiasi (Kurikulum Merdeka), sedangkan di MI Darul Hikmah, media ini sangat sesuai karena fleksibel untuk diintegrasikan dengan nilai-nilai karakter keagamaan. Kedua sekolah menyepakati bahwa media fisik ini merupakan inovasi alternatif yang praktis karena tidak bergantung pada fasilitas digital, aliran listrik, maupun internet.
Internalisasi Nilai Pancasila di Madrasah Ibtidaiyah: Wahana Budaya Sekolah dan Strategi Bridging Pedagogy Kharis Sulaiman Hasri; Aris Armeth Daud Al Kahar
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 1 (2026): April: Women and Children Welfare in Indonesian Context
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i1.978

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan nilai Pancasila melalui budaya sekolah di MIS Ishlahul Muslimin Konawe Selatan. Menggunakan metode kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama, pembiasaan 5S membentuk perilaku menghargai sesama (sila kedua); ritual kolektif upacara, apel, dan shalat berjamaah menginternalisasi nilai lintas-sila secara sinergis; serta hafalan hadis adab menjadi strategi khas yang menjembatani nilai Islam dan Pancasila (bridging pedagogy). Implikasi dari penelitian ini secara teoretis memperkaya konsep living Pancasila melalui penguatan teori sosial-kognitif dalam integrasi nilai agama dan kebangsaan. Secara praktis, studi ini memberikan panduan aplikatif bagi madrasah dan pembuat kebijakan untuk merancang program penguatan karakter yang kontekstual, berbasis budaya lokal, serta berkelanjutan tanpa menciptakan disonansi kognitif pada peserta didik.