cover
Contact Name
Muhammad Shaleh Assingkily
Contact Email
assingkily27@gmail.com
Phone
+6282363776686
Journal Mail Official
ziajcgcs@gmail.com
Editorial Address
Jalan Surya Haji Nomor 114, Laut Dendang, Deli Serdang, Sumatera Utara 20371
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Journal of Contemporary Gender and Child Studies
Published by Yayasan Zia Salsabila
ISSN : 29876370     EISSN : 29639948     DOI : -
journal of contemporary gender and child studies is the study of gender and children, especially on gender and mainstreaming and childrens rights both in the study.
Articles 125 Documents
Menjaga Motivasi Belajar PAI Melalui Gamifikasi: Studi Praktik Pembelajaran di Sekolah Menengah Atas Mega Nur Safira; Zamroni Zamroni; Husni Idris
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.647

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menjaga motivasi belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah menengah atas. Pembelajaran yang monoton dan terlalu berpusat pada metode ceramah sering menyebabkan siswa mudah bosan, kurang aktif, dan kurang fokus selama proses pembelajaran berlangsung. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik optimalisasi gamifikasi dalam menjaga motivasi belajar siswa pada pembelajaran PAI. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian multisitus yang dilaksanakan di SMA Negeri 3 Samarinda, SMA Negeri 16 Samarinda, dan SMK Negeri 19 Samarinda. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan sumber data guru PAI dan siswa. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mengoptimalkan gamifikasi melalui berbagai permainan dan media pembelajaran seperti puzzle, kartu pembelajaran, dan Canva yang dipadukan dengan unsur poin, reward, level permainan, dan tantangan. Praktik tersebut mampu menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan interaktif sehingga membantu menjaga motivasi belajar siswa secara berkelanjutan. Selain itu, optimalisasi gamifikasi didukung oleh kreativitas guru, fasilitas sekolah, dan antusiasme siswa.
Dampak Kurikulum Cinta Terhadap Sikap Peserta Didik Elga Ramanda Fitri; Leni Ratuna Ningsih; Yeni Fitri; Tensiswarni Tensiswarni; Rici Novika; Demina Demina
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.650

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kurikulum cinta dalam pendidikan Islam sebagai wujud pendidikan transformatif serta mengkaji dampaknya terhadap perspektif dan sikap peserta didik. Kurikulum cinta merupakan suatu pendekatan pedagogis yang menjadikan nilai-nilai kasih sayang, rahmah, dan mahabbah sebagai basis utama dalam proses pembelajaran. Dalam tradisi pendidikan Islam, cinta kepada Allah, Rasul, sesama manusia, dan alam semesta merupakan fondasi akhlak yang perlu diinternalisasikan secara sistematis. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan analisis kualitatif terhadap sumber-sumber primer dan sekunder, mencakup teks Al-Qur'an, hadis, kitab klasik pendidikan Islam, serta kajian kontemporer tentang pendidikan transformatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kurikulum cinta dalam pendidikan Islam memiliki landasan teologis dan filosofis yang kuat; (2) implementasi kurikulum cinta mampu membentuk perspektif peserta didik menjadi lebih humanis, inklusif, dan rahmatan lil 'alamin; (3) dampaknya terhadap sikap peserta didik meliputi peningkatan empati, toleransi, tanggung jawab sosial, dan ketahanan mental-spiritual. Penelitian ini merekomendasikan agar lembaga pendidikan Islam secara struktural memasukkan kurikulum cinta ke dalam rancangan pembelajaran sebagai strategi transformasi pendidikan yang menyeluruh.
Love Curriculum: Weaving Harmony in Islamic Education Reni Susanti; Uki Lestari; Nanda Mesrawita; Mira Shalwati; Eva Nursanti; Demina Demina
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.652

Abstract

This article examines the Love Curriculum as a paradigm of Islamic education that positions rahmah, empathy, tolerance, and social responsibility as the core of the learning process. This discussion is relevant because contemporary Islamic education frequently encounters tension between cognitive achievement, administrative expectations, and the need to cultivate humane moral character. The study applies a qualitative approach through library research. The data were drawn from scholarly articles, books, and related documents concerning the Love Curriculum, humanistic Islamic education, pedagogical love, hidden curriculum, and two supplementary Google Books sources. The data were examined using thematic content analysis involving data reduction, thematic coding, conceptual synthesis, and the formulation of educational implications. The study highlights three principal findings. First, the Love Curriculum should not be reduced to a romanticized policy phrase, since it represents a theo-humanistic framework that integrates reason, conscience, and spirituality. Second, the value of love can be translated into educational practice through Panca Cinta, empathy, compassion, tolerance, justice, respect, cooperation, responsibility, and creativity. Third, harmony in Islamic education cannot rely solely on formal curriculum documents but must also be supported by the hidden curriculum through teacher exemplarity, a safe school or madrasah culture, dialogical learning, and measurable affective assessment. This article concludes that the Love Curriculum may become a transformative strategy for Islamic education when it is consistently reflected in learning objectives, content, methods, institutional culture, and assessment.
Pandangan Mahasiswa Terhadap Pemimpin yang Aktif di Media Sosial Perspektif Fiqih Siyasah Moh Restu Hoeruman; Aisyah Firdayanti; Muhammad Syahdu; Amanda Fitri Novianita; Azim Rahman; Nopriyanti Nopriyanti; Shagita Alisti; Artia Kasuni; Okta Tiana; Risna Lika Amelia; Ferdi Ferdi; M. Agung Pratama
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.656

Abstract

Perkembangan media sosial di era digital telah mengubah pola komunikasi antara pemimpin dan masyarakat. Pemimpin kini dinilai tidak hanya dari kebijakan, tetapi juga dari cara mereka tampil dan berkomunikasi di media sosial. Penelitian ini bertujuan mengetahui pandangan mahasiswa terhadap pemimpin yang aktif di media sosial ditinjau dari perspektif Fiqih Siyasah, menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui penyebaran kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa berpandangan cukup kritis. Mereka menilai media sosial berpotensi menjadi sarana komunikasi publik, transparansi informasi, dan penyampaian aspirasi masyarakat secara lebih terbuka. Namun, sebagian responden berpendapat penggunaan media sosial oleh pemimpin cenderung lebih berorientasi pada pencitraan dan popularitas dibanding pelaksanaan tanggung jawab kepemimpinan secara nyata. Dalam perspektif Fiqih Siyasah, kepemimpinan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan tanggung jawab, kejujuran, keadilan, dan etika komunikasi demi terwujudnya kemaslahatan masyarakat. Mahasiswa tidak semata menilai pemimpin dari keaktifannya di media sosial, melainkan dari kesesuaian antara komunikasi publik dan tindakan nyata dalam menjalankan kepemimpinan. Kesimpulannya, penggunaan media sosial oleh pemimpin perlu dilakukan secara bijak, etis, dan tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat, bukan sekadar membangun citra diri semata.
Pengaruh Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas IV SD PAB 4 Manunggal pada Mata Pelajaran IPAS Adinda Avia Suri; Ilham Nazaruddin; Ainul Marhamah Hasibuan
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.684

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terhadap motivasi belajar siswa kelas IV SD PAB 4 Manunggal pada mata pelajaran IPAS. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional dan desain non-eksperimen. Populasi sekaligus sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas IV SD PAB 4 Manunggal tahun pelajaran 2025/2026 yang berjumlah 60 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis regresi linear sederhana menghasilkan persamaan Ŷ = 7,120 + 0,320X dengan nilai t hitung sebesar 7,948 dan signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga H₁ diterima. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,521 menunjukkan bahwa pemanfaatan TIK berkontribusi sebesar 52,1% terhadap motivasi belajar siswa. Semakin tinggi pemanfaatan TIK dalam pembelajaran, semakin tinggi pula motivasi belajar siswa. Dengan demikian, terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara pemanfaatan TIK terhadap motivasi belajar siswa kelas IV SD PAB 4 Manunggal pada mata pelajaran IPAS.
Internalisasi Nilai-nilai Religius dalam Membentuk Kemandirian dan Kedisiplinan Siswa di SMK Negeri 2 Sangatta Utara Mahrus; Bahrani; Fathul Jannah
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.692

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis internalisasi nilai-nilai religius dalam membentuk kemandirian dan kedisiplinan siswa di SMK Negeri 2 Sangatta Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, wali kelas, dan siswa. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai religius dilakukan melalui pembiasaan ibadah, penanaman nilai moral, keteladanan guru, dan integrasi nilai religius dalam pembelajaran. Pembiasaan ibadah dilaksanakan melalui doa bersama dan kegiatan keagamaan rutin yang membentuk kesadaran spiritual siswa. Penanaman nilai moral dilakukan dengan menekankan kejujuran, tanggung jawab, dan disiplin dalam proses pembelajaran. Keteladanan guru menjadi media penting dalam internalisasi nilai karena siswa cenderung meniru perilaku guru dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, integrasi nilai religius dalam pembelajaran membantu siswa memahami hubungan antara nilai agama, karakter, dan kehidupan nyata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa internalisasi nilai-nilai religius yang dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan mampu membentuk siswa yang lebih disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab
Analisis Asuhan Keperawatan pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) Selama Hemodialisa Devia Riska; Eva Novriani; Surya Kristiani Gul; Talenta Br Tarigan; Salsa Nur Zihni; Evalatifah Nurhayati
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.694

Abstract

Penyakit Ginjal Kronik atau Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan gangguan fungsi ginjal yang bersifat progresif dan ireversibel, sehingga pasien membutuhkan terapi pengganti ginjal seperti hemodialisa untuk mempertahankan fungsi tubuh. Pasien CKD yang menjalani hemodialisa kerap mengalami berbagai masalah fisik dan psikologis yang memerlukan asuhan keperawatan secara komprehensif. Karya ilmiah ini bertujuan menganalisis asuhan keperawatan pada pasien CKD selama menjalani hemodialisa di RSU Royal Prima Medan, menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Subjek penelitian adalah pasien perempuan berusia 73 tahun dengan diagnosis CKD dan hipertensi. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi rekam medis. Hasil pengkajian menunjukkan pasien mengalami sesak napas, edema pada kedua tungkai, penurunan output urine, kelelahan, peningkatan tekanan darah, asites, dan gangguan aktivitas. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan meliputi hipervolemia, pola napas tidak efektif, dan intoleransi aktivitas. Intervensi yang dilakukan mencakup manajemen hipervolemia, pemantauan respirasi, pembatasan cairan, posisi semifowler, edukasi kesehatan, dan manajemen energi. Evaluasi menunjukkan perbaikan kondisi pasien berupa penurunan edema, perbaikan pola napas, dan peningkatan toleransi aktivitas. Penerapan asuhan keperawatan komprehensif terbukti mampu mengurangi masalah keperawatan, meningkatkan kenyamanan, dan mendukung kualitas hidup pasien selama menjalani hemodialisa.
Penerapan Media Edraw Mind Map Berbasis Discovery Learning dalam Meningkatkan Kemampuan Kognitif Peserta Didik Syera Aprilia; Syarnubi Syarnubi; Moh Restu Hoeruman
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.705

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan media Edraw Mind map berbasis Discovery Learning terhadap Kemampuan Kognitif peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) kelas X di MAN 2 Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dan desain Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas X.6 sebagai kelas eksperimen dan kelas X.1 sebagai kelas kontrol dengan jumlah keseluruhan 66 peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes, observasi, dan dokumentasi. Instrumen penelitian diuji menggunakan uji validitas dan reliabilitas dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,977 yang berarti instrumen memiliki tingkat reliabilitas sangat tinggi. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, uji hipotesis (Paired Sample t-Test), dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest kelas eksperimen sebesar 74,41 meningkat menjadi 92,77 pada posttest. Sementara itu, kelas kontrol memperoleh nilai rata-rata pretest sebesar 72,85 dan meningkat menjadi 76,17 pada posttest. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Selain itu, hasil uji N-Gain pada kelas eksperimen memperoleh nilai rata-rata sebesar 0,6700 dengan kategori sedang dan persentase sebesar 67,00% dengan kategori cukup efektif.
Penguatan Diri dan Kesehatan Emosional Melalui Kegiatan ART Therapy pada Warga Binaan Lapas Perempuan Kelas II A Semarang Niswatul Baroroh; Ayu Priyantri Rahmatika; Gabriell Phallanges Ratu May Tasir; Sigit Hariyadi; Ashari Mahfud; Awalya Awalya
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.726

Abstract

Warga binaan perempuan di lembaga pemasyarakatan rentan mengalami tekanan psikologis yang dapat memengaruhi kesehatan emosional, regulasi emosi, dan efikasi diri. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan yang mampu membantu peserta mengenali dan mengekspresikan emosi secara sehat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesehatan emosional warga binaan melalui pendekatan art therapy di Lapas Perempuan Kelas IIA Semarang. Metode kegiatan dilakukan melalui seminar interaktif, diskusi, refleksi diri, dan praktik art therapy yang terdiri dari kotak emosi, menggambar bersama, serta membentuk kembali potongan kertas menjadi karya baru. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta lebih mampu mengenali emosi, mengekspresikan perasaan secara positif, serta menunjukkan peningkatan rasa percaya diri dan harapan terhadap masa depan. Sekitar 88% peserta merasa lebih lega setelah mengikuti kegiatan dan 82% peserta menunjukkan peningkatan kepercayaan diri. Kegiatan ini menunjukkan bahwa art therapy dapat menjadi media yang efektif dalam mendukung regulasi emosi, penguatan diri, dan kesehatan emosional warga binaan perempuan.
Integration of Islamic Religious Education Based on Gender-Responsive Pedagogy in Shaping the Moderate Character of Madrasah Students in the Digital Era Mohammad Rifki; Mukhlisin Mukhlisin; Muhammad Anis Fuadi
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.728

Abstract

This study aims to analyze the integration of Islamic Religious Education based on gender responsive pedagogy in shaping moderate character among madrasah students in the digital era. This research employed a qualitative approach with a descriptive research design. The research subjects consisted of Islamic Religious Education teachers, madrasah principals, and students selected through purposive sampling. Data were collected through observation, interviews, and documentation, while data analysis used the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that the integration of gender responsive pedagogy in Islamic Religious Education created an inclusive, participatory, and democratic learning process. Teachers provided equal opportunities for male and female students in classroom activities, discussions, and group leadership. This implementation positively contributed to the development of students’ moderate character, including tolerance, respect for differences, anti-discrimination attitudes, and polite interaction in digital spaces. Furthermore, the use of digital media in learning helped students understand the importance of religious moderation and digital literacy in everyday life. This study concludes that the integration of Islamic Religious Education based on gender responsive pedagogy can become an effective strategy for shaping moderate student character in the digital era.

Page 10 of 13 | Total Record : 125