cover
Contact Name
Muhammad Shaleh Assingkily
Contact Email
assingkily27@gmail.com
Phone
+6282363776686
Journal Mail Official
ziajcgcs@gmail.com
Editorial Address
Jalan Surya Haji Nomor 114, Laut Dendang, Deli Serdang, Sumatera Utara 20371
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Journal of Contemporary Gender and Child Studies
Published by Yayasan Zia Salsabila
ISSN : 29876370     EISSN : 29639948     DOI : -
journal of contemporary gender and child studies is the study of gender and children, especially on gender and mainstreaming and childrens rights both in the study.
Articles 125 Documents
Hiperaktivitas sebagai Attention Seeking Behavior bagi Anak: Peran Orang Tua dalam Mengembangkan Sosial Emosional Anak di KB Al-Mujtama’ Pamekasan Sufiatin Mutmainnah; Abd. Rosyid
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.844

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hiperaktivitas sebagai attention seeking behavior serta mengkaji peran keterlibatan orang tua dalam mengembangkan sosial emosional anak usia dini di KB Pondok Pesantren Al-Mujtama' Pamekasan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku hiperaktif pada anak tidak semata-mata berkaitan dengan faktor biologis, tetapi juga merupakan bentuk komunikasi nonverbal untuk memperoleh perhatian dan pemenuhan kebutuhan emosional yang belum terpenuhi. Perilaku tersebut ditandai dengan kesulitan duduk tenang, impulsivitas, mengganggu teman, serta mencari respons dari guru dan lingkungan sekitar. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa rendahnya keterlibatan orang tua, kurangnya komunikasi hangat, serta lemahnya kelekatan emosional berkontribusi terhadap munculnya perilaku attention seeking behavior. Sebaliknya, keterlibatan orang tua yang aktif melalui pendampingan, perhatian, komunikasi yang intensif, serta kerja sama dengan pihak sekolah mampu meningkatkan stabilitas sosial emosional anak dan mengurangi perilaku hiperaktif. Penelitian ini menegaskan bahwa sinergi antara keluarga dan sekolah menjadi faktor penting dalam pengembangan sosial emosional anak serta dapat menjadi alternatif nonmedis dalam menangani perilaku hiperaktif pada anak usia dini, khususnya dalam konteks pendidikan berbasis pesantren.
Peran Orang Tua Terhadap Kedisiplinan Anak Usia Dini di RA Ar-Raudah Muti’atul Iftiroh; Nor Holis
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.846

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran orang tua dalam membentuk karakter disiplin anak usia dini di RA Ar-Raudah Desa Bulangan Branta, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua di RA Ar-Raudah sangat bervariasi; sebagian orang tua aktif berkomunikasi dengan guru dan terlibat dalam kegiatan sekolah, sementara sebagian lainnya memperlakukan sekolah sekadar sebagai tempat penitipan dengan keterlibatan yang sangat minim. Anak-anak yang memiliki orang tua aktif terbukti menunjukkan kedisiplinan yang lebih baik, lebih responsif terhadap aturan, dan berperilaku sosial lebih positif. Faktor pendukung meliputi komunikasi rutin melalui grup WhatsApp dan pertemuan wali murid, sedangkan faktor penghambat mencakup ketidakkonsistenan pola asuh antara ayah dan ibu, sikap permisif kakek dan nenek, serta lingkungan pergaulan anak di luar rumah yang bebas aturan. Penelitian ini berimplikasi bahwa keberhasilan pembentukan karakter disiplin memerlukan sinergi nyata antara keluarga dan sekolah melalui program parenting terstruktur, panduan disiplin berbasis nilai Islami, dan komunikasi dua arah yang berkesinambungan, mengingat setiap anak di RA Ar-Raudah berhak memperoleh layanan pendidikan usia dini berkualitas yang ditopang oleh keterlibatan orang tua yang aktif, konsisten, dan terencana.
Strategi Guru dalam Mengembangkan Kemandirian Anak di KB Al Mujtama’ Pamekasan Putri Sumairoh; Ikrom Shaliadi
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.856

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam mengembangkan kemandirian anak di KB Al Mujtama’ Pamekasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang dilakukan di KB Al Mujtama’, sebuah lembaga pendidikan anak usia dini di Pamekasan. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipatif, wawancara semi terstruktur dengan tenaga pendidik dan kepala sekolah, serta dokumentasi. Analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data dijamin melalui triangulasi. Hasil penelitian mengungkapkan empat strategi utama guru: (1) penerapan rutinitas harian terstruktur yang mengintegrasikan nilai-nilai religious seperti morning quran, (2) modifikasi lingkungan fisik kelas berbasis konsep prepared environment, (3) penerapan project-based learning (PJBL) yang menempatkan anak sebagai subjek aktif dalam pembelajaran, dan (4) metode scaffolding yang memberikan pendampingan bertahap sesuai kemampuan anak. Faktor pendukung meliputi kesiapan fisik anak, keterlibatan keluarga, pengaruh teman sebaya, dan konsistensi pembiasaan di rumah, sedangkan faktor penghambat melopiti pola asuh orang tua yang terlalu protektif dan ketiadaan ruang tunggu khusus orang tua. Penelitian ini merekomendasikan agar KB Al Mujtama’ dan lembaga PAUD berbasis islam serupa secara terencana mengintegrasikan strategi pengembangan kemandirian ke dalam kurikulum dan kebijakan kelembagaan, sekaligus memperkuat sinergi guru dan orang tua melalui program parenting.
Efektivitas Pendidikan Kesehatan Reproduksi Berbasis Pembelajaran Interaktif dalam Mencegah Kehamilan Remaja : Literature Review Idawati; Vitrilina Hutabarat; Stefani Anastasia Sitepu; Nur Mala Sari; Yuliana
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.861

Abstract

Penelitian Sistematis Literatur Review (SLR) ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis bukti ilmiah mengenai efektivitas pendidikan kesehatan reproduksi berbasis pembelajaran interaktif dalam pencegahan kehamilan pada remaja. Tinjauan sistematis terdahulu mengenai pendidikan kesehatan reproduksi untuk pencegahan kehamilan pada remaja sebagian besar masih menilai media atau metode tertentu secara terpisah, seperti ceramah, video, mHealth, web-based learning, peer education, dan case-based learning, tanpa mengintegrasikan pembelajaran interaktif sebagai kerangka pedagogis yang terpadu. Penelitian ini menjawab kesenjangan tersebut melalui SLR terhadap 25 artikel ilmiah dan sumber otoritatif yang diterbitkan antara 2015 hingga 2026, ber sumber dari Google Scholar, PubMed/PMC, SpringerLink/BMC, BMJ, MDPI, dan jurnal nasional bereputasi; setelah seleksi, 20 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara tematik. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemosisian pembelajaran interaktif sebagai pendekatan terpadu yang menggabungkan partisipasi aktif remaja, media digital, diskusi kasus, umpan balik, dan dukungan sebaya. Temuan menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan reproduksi interaktif efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap positif, literasi kesehatan reproduksi, self-efficacy, dan intensi perilaku preventif, meskipun bukti terhadap penurunan langsung kehamilan remaja masih terbatas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran interaktif merupakan strategi preventif penting untuk memperkuat pengambilan keputusan, penilaian risiko, dan pencegahan kehamilan pada remaja
Konsep Zakat dalam Perspektif Fikih Islam: Kajian tentang Syarat, Rukun, Nisab dan Haul Surya Bakti; Putri Zahara Siregar; Rima Annisa; Rosa Planturia; Rizky Bunga Ananda; Siti Maimunah
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.873

Abstract

Zakat is one of the pillars of Islam that plays an important role in the lives of Muslims, both as an act of worship and as an instrument of social welfare. However, public understanding of the concepts, requirements, pillars, nisab, haul, and distribution of zakat still needs to be improved to ensure its implementation is in accordance with Islamic law. This study aims to analyze the concept and implementation of zakat from the perspective of Islamic jurisprudence and examine its role in improving social welfare. This research employs a library research method with a descriptive qualitative approach. Data were collected through documentation studies from books, scientific journals, and other relevant literature, and analyzed using content analysis techniques. The results indicate that zakat has interconnected spiritual and social functions. Its implementation must fulfill specific requirements and pillars and be based on the provisions of nisab and haul. Furthermore, the proper distribution of zakat to eligible recipients (mustahik) can help reduce social inequality and improve community welfare. Therefore, zakat serves not only as a religious obligation but also as an instrument for economic empowerment and social development within Muslim communities.
Implementasi Administrasi Pendidikan dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran di MINU 22 Alfalah Pudakit Timur Yanuar Intan Prihatanti; Kurnia Dwi Amelia
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.908

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi administrasi pendidikan dalam meningkatkan mutu pembelajaran di MINU 22 Al Falah Pudakit Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi administrasi pendidikan telah berjalan secara sistematis melalui pengelolaan administrasi kurikulum, peserta didik, tenaga pendidik dan kependidikan, sarana prasarana, serta tata usaha. Faktor pendukung meliputi komitmen kepala madrasah, kerja sama antarwarga madrasah, dan sistem administrasi yang terstruktur, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan kompetensi sumber daya manusia, beban kerja guru, dan perubahan kebijakan pendidikan. Implementasi administrasi pendidikan berdampak positif terhadap mutu pembelajaran melalui peningkatan efektivitas perencanaan, layanan pendidikan, kedisiplinan tenaga pendidik, dan evaluasi pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa administrasi pendidikan berperan penting dalam mendukung peningkatan mutu pembelajaran di madrasah.
Fenomena Kultus Individu dalam Tinjauan Hadis Nabi: Studi Analisis Kritis dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Karakter di Era Modern Imam Mhd Khairunnizam ZS; Imammuddin Zengi; Zulheddi Zulheddi; Sahmana Abdullah Siregar
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.920

Abstract

Fenomena kultus individu, yaitu sikap memuja, mengkultuskan, atau menaati seorang tokoh secara berlebihan tanpa sikap kritis, semakin marak terjadi di era digital, baik dalam ranah keagamaan, sosial, maupun politik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena kultus individu dalam tinjauan hadis-hadis Nabi Muhammad ﷺ serta merumuskan implikasinya terhadap pendidikan karakter di era modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif jenis kepustakaan (library research) dengan pendekatan tematik (maudhu'i) terhadap hadis, yang dianalisis melalui takhrij, kajian sanad-matan secara ringkas, asbabul wurud, makna, dan tujuan hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam melalui Al-Qur'an dan hadis secara tegas melarang sikap ghuluw (berlebih-lebihan) dalam mengagungkan seseorang, sebagaimana tercermin dalam larangan Nabi ﷺ terhadap sikap menyanjung berlebihan dan larangan taat kepada makhluk dalam hal maksiat kepada Allah. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi tinggi dalam membangun pendidikan karakter yang kritis, moderat (wasathiyyah), dan tidak mudah terjebak dalam fanatisme buta terhadap tokoh, baik tokoh agama, publik figur, maupun idola di media sosial. Penelitian ini merekomendasikan internalisasi nilai-nilai hadis tentang larangan ghuluw ke dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam sebagai upaya preventif terhadap fenomena kultus individu di kalangan generasi muda.
Pembiasaan Sholat Dhuha dalam Meningkatkan Nilai Agama dan Moral di TK Plus Usman Alfarsy Pamekasan Khotimah Khotimah; Desi Ismawati
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.928

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penanaman nilai agama dan moral pada anak usia dini melalui kegiatan pembiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembiasaan salat dhuha serta perannya dalam meningkatkan nilai agama dan moral anak di TK Plus Usman Alfarsy Pamekasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan dua anak sebagai subjek utama yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Informan penelitian terdiri atas guru kelas, orang tua, dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan salat dhuha dilaksanakan secara rutin setiap hari sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Kegiatan tersebut memberikan dampak positif terhadap perkembangan nilai agama dan moral anak. Anak mampu mengenal agama yang dianut, mengenal Tuhan melalui ciptaan-Nya, membiasakan diri berdoa, meniru gerakan ibadah, berperilaku jujur, serta menunjukkan sikap tanggung jawab dan sopan santun yang baik. Keberhasilan pembiasaan salat dhuha didukung oleh keteladanan guru, konsistensi pelaksanaan program, serta kerja sama antara sekolah dan orang tua.
Pesantren Ramah Anak Sebagai Pusat Edukasi Anti Feodalisme: Studi Kasus di Pondok Pesantren Al-Qodiri 1 Jember Merita Gustiana; Syaiful Rizal
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.932

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pesantren ramah anak serta menganalisis kontribusinya dalam membentuk budaya yang egaliter dan bebas dari praktik feodalisme di Pondok Pesantren Al-Qodiri 1 Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian meliputi pengurus pesantren, yaitu Ustadzah Ita Yuli Indriyani, S.Pd., Siti Jamilah Khoirun Nisa sebagai pengurus daerah, dan Rosmiatul Himmah sebagai ketua kamar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pesantren ramah anak diwujudkan melalui pengakuan resmi negara oleh Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Keputusan Menteri Agama Nomor 91 Tahun 2025, keteladanan (uswah) dalam kepemimpinan, sistem kepemimpinan yang terstruktur namun tidak dominatif, penerapan disiplin tanpa kekerasan yang bersifat edukatif melalui tata tertib dan sanksi pembinaan, serta keterlibatan aktif santri sebagai agen pelopor lingkungan aman. Temuan ini menunjukkan bahwa praktik tersebut mampu mentransformasikan budaya pesantren menjadi lebih humanis, dialogis, dan egaliter, sehingga berfungsi sebagai pusat edukasi anti feodalisme dalam kehidupan santri sehari-hari.
Keterlibatan Suami dalam Mendampingi Istri pada Proses Persalinan di RSUD Idi Rayeuk Liana; Idawati; Nurlela Mufida; Yuliana
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.945

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggambarkan keterlibatan suami dalam mendampingi istri pada proses persalinan menurut karakteristik demografis dan reproduktif di RSUD Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur. Penelitian survei deskriptif dengan pendekatan potong lintang dilakukan pada Juli 2025. Sebanyak 30 suami dari ibu yang melahirkan di rumah sakit direkrut menggunakan accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan frekuensi dan persentase. Sebanyak 21 dari 30 responden (70,0%) terlibat mendampingi istri saat persalinan. Pada tabulasi silang dengan jumlah data yang konsisten, proporsi keterlibatan tertinggi ditemukan pada suami usia tua (7/8; 87,5%), pendidikan dasar (4/5; 80,0%), dan suami dari ibu dengan grande multipara (8/9; 88,9%). Temuan ini bersifat deskriptif dan tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat. Ruang bersalin perlu memfasilitasi pilihan pendamping ibu serta memberikan orientasi praktis kepada suami agar pendampingan berlangsung suportif, menghormati privasi, dan sesuai keselamatan klinis.

Page 12 of 13 | Total Record : 125