cover
Contact Name
Muhammad Shaleh Assingkily
Contact Email
assingkily27@gmail.com
Phone
+6282363776686
Journal Mail Official
ziajcgcs@gmail.com
Editorial Address
Jalan Surya Haji Nomor 114, Laut Dendang, Deli Serdang, Sumatera Utara 20371
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Journal of Contemporary Gender and Child Studies
Published by Yayasan Zia Salsabila
ISSN : 29876370     EISSN : 29639948     DOI : -
journal of contemporary gender and child studies is the study of gender and children, especially on gender and mainstreaming and childrens rights both in the study.
Articles 166 Documents
Literasi Digital di Era Kecerdasan Buatan: Sebuah Studi Kualitatif di Kalangan Mahasiswa Sukadir Kete
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 1 (2026): April: Women and Children Welfare in Indonesian Context
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i1.1126

Abstract

Meskipun penelitian tentang literasi digital di pendidikan tinggi semakin banyak, hanya sedikit bukti empiris yang mengeksplorasi persepsi mahasiswa terhadap teknologi berbasis AI dari dimensi kognitif, teknis, dan sosio-emosional khususnya dalam konteks pendidikan tinggi Islam di Indonesia. Untuk mengisi kesenjangan ini, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana mahasiswa di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari memahami dan menavigasi literasi digital di era kecerdasan buatan. Observasi dan wawancara mendalam dilakukan sebagai metode pengumpulan data utama yang melibatkan delapan informan mahasiswa dari berbagai program studi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi literasi digital mahasiswa dapat dipetakan ke dalam lima tema utama: pengetahuan dan pemahaman tentang AI, penggunaan AI dalam bidang akademik, berpikir kritis terhadap konten yang dihasilkan AI, etika penggunaan AI, dan tantangan serta harapan mahasiswa. Yang menarik, mahasiswa dari lembaga pendidikan tinggi Islam ini secara spontan mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam kerangka etika penggunaan AI adalah sebuah dimensi yang jarang dibahas dalam literatur yang ada. Penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi secara empiris dan kontekstual, tetapi juga membawa implikasi bagi kebijakan kurikulum literasi digital di lembaga pendidikan tinggi Islam.
Pemberdayaan Mahasiswi melalui Budidaya Cabai (Capsicum Annuum) di Polibag sebagai Bekal Kewirausahaan dan Pemanfaatan Lahan Pekarangan Dina Marni; Dwi Meutia Hasni; Delti Hidayati; Nur Halimah As Sa'diah
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 1 (2026): April: Women and Children Welfare in Indonesian Context
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i1.1154

Abstract

Cabai (Capsicum annuum) merupakan komoditas hortikultura strategis di Indonesia yang fluktuasi harganya kerap membebani pengeluaran rumah tangga, sementara sebagian besar lahan pekarangan domestik justru dibiarkan tidak produktif meski berpotensi menopang ketahanan pangan keluarga. Di sisi lain, lulusan perempuan perguruan tinggi menghadapi tantangan ganda berupa persaingan kerja formal dan minimnya bekal kewirausahaan terstruktur sebelum kelulusan. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana praktik pembibitan cabai dalam polibag selama dua bulan mampu memberdayakan mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) As-Sunnah melalui penumbuhan karakter wirausaha dan efektivitas kerja sama kelompok triadik, sekaligus mengaitkan capaiannya dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs) 2030. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan action learning yang dipadukan dengan prinsip Participatory Action Research (PAR), terbagi dalam tiga tahap pra-pelaksanaan, pelaksanaan, dan pasca-pelaksanaan yang diikuti oleh 23 kelompok mahasiswi beranggotakan tiga orang dengan rotasi tugas berkala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kelompok berhasil mempertahankan kelangsungan hidup tanaman hingga minggu kedelapan, dengan 61% tanaman mencapai standar pertumbuhan ideal meski sempat mengalami transplanting shock pada fase pemindahan ke polibag individu, serta bibit berusia dua bulan telah memiliki nilai jual menjanjikan di pasar lokal dengan modal yang minim. Praktik ini berhasil menumbuhkan enam karakter wirausaha dan lima elemen kerja sama kelompok, sekaligus memperkuat self-efficacy mahasiswi menuju kemandirian ekonomi pasca-kelulusan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembibitan cabai skala rumahan merupakan model pemberdayaan yang efektif, berbiaya rendah, dan dapat direplikasi, selaras dengan SDGs 1, 2, dan 8; disarankan kelanjutan program hingga tahap panen serta replikasi dalam skala produksi yang lebih besar.
Antara Identitas dan Bahasa Nasional: Dampak Penggunaan Bahasa Ibu terhadap Perkembangan Kemampuan Berbahasa Indonesia Siswa Sekolah Dasar di Kawasan Multibahasa Abdul Rahman; Dalman Dalman
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 1 (2026): April: Women and Children Welfare in Indonesian Context
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i1.1160

Abstract

Penelitian ini mengkaji dampak multidimensional penggunaan bahasa ibu terhadap perkembangan kemampuan berbahasa Indonesia siswa kelas III pada konteks sekolah dasar multibahasa di Sulawesi Tenggara. Berpijak pada Teori Kontak Bahasa (Weinreich, 1953), Teori Behavioristik Pemerolehan Bahasa (Skinner), dan Kerangka Interaksionisme Vygotsky, penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi di SDN 7 Mawasangka Tengah, Kabupaten Buton Tengah. Temuan menunjukkan bahwa dominasi penggunaan bahasa daerah Buton di lingkungan rumah dan sekolah menciptakan ekosistem bilingual yang terpolarisasi, yang secara bersamaan menghambat sekaligus memfasilitasi perkembangan bahasa Indonesia. Secara negatif, dominasi bahasa ibu membatasi penguasaan kosakata bahasa Indonesia, memicu fenomena campur kode dan alih kode yang masif, mengurangi partisipasi berbicara aktif, dan membatasi pemahaman terhadap instruksi akademik. Secara positif, bahasa ibu berfungsi sebagai jembatan kognitif, meningkatkan rasa nyaman dan kepercayaan diri siswa, serta melestarikan identitas budaya lokal. Studi ini berargumen bahwa dikotomi antara pelestarian bahasa ibu dan pengembangan bahasa Indonesia merupakan dikotomi palsu, dan mengadvokasi Pedagogi Transisi Bilingual yang memanfaatkan bahasa ibu sebagai perancah kognitif. Temuan berkontribusi pada bidang pendidikan bahasa di kawasan multibahasa serta menawarkan implikasi praktis bagi guru, pimpinan sekolah, dan pemangku kebijakan pendidikan.
Relevansi Kisah Nabi Yusuf dalam Menghadapi Krisis Moral Generasi Z (Kajian Tafsir QS. Yusuf: 111) Rifki Muhaddar; Sori Monang
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.1161

Abstract

Penelitian ini mengkaji relevansi kisah Nabi Yusuf a.s., khususnya episode godaan Zulaikha (istri al-‘Aziz), dalam menghadapi krisis moral Generasi Z berdasarkan QS. Yusuf: 111. Penelitian bersifat kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research). Data dikumpulkan dari Al-Qur’an, kitab tafsir klasik dan kontemporer, serta literatur akademik terkait krisis moral Gen Z. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dengan penekanan pada nilai ibrah (pelajaran). Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. Yusuf: 111 menegaskan kisah para nabi sebagai ibrah bagi ulul albab. Episode Yusuf–Zulaikha mengandung nilai pengendalian diri (self-control), integritas moral, kesabaran, kejujuran, dan ketakwaan yang sangat relevan untuk mengatasi gejala krisis moral Gen Z seperti permissivisme seksual, lemahnya kontrol diri di ruang digital, dan relativisme moral. Tabel indikator moral disusun untuk memetakan gejala krisis dan solusi Qur’ani. Penelitian ini merekomendasikan internalisasi kisah tersebut dalam pendidikan karakter Islam bagi Generasi Z.
Morality Control atas Pelanggaran Norma Adat Kesusilaan di Desa Lubuk Torob: Perspektif QS. Al-Isra’ Ayat 32 Fadhilah Umami; Uqbatul Khoir Rambe
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.1162

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk morality control terhadap pelanggaran norma adat kesusilaan di Desa Lubuk Torob serta mengkajinya berdasarkan perspektif QS. Al-Isra' ayat 32. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan Kepala Desa Lubuk Torob, Dedi Albahri, serta pengurus NNB Desa Lubuk Torob, yaitu Saiful Bahri, Nurliyani, dan Yosiana. Adapun data sekunder diperoleh dari Al-Qur'an, kitab tafsir, hadis, buku, dan jurnal ilmiah yang berkaitan dengan kontrol moral, norma adat, dan hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Lubuk Torob masih mempertahankan norma adat sebagai sarana pengendalian moral dalam kehidupan sosial, khususnya terhadap pergaulan muda-mudi. Bentuk pengendalian tersebut meliputi pembatasan jam bertamu, larangan berkeliaran hingga larut malam, larangan berduaan di tempat yang sepi, serta pemberian sanksi adat bagi pelanggar. Penyelesaian pelanggaran dilakukan melalui musyawarah yang melibatkan tokoh adat, tokoh agama, pemerintah desa, serta keluarga pelaku. Dalam kondisi tertentu, pasangan yang dianggap telah mencemarkan kehormatan keluarga dapat diputuskan untuk menikah sebagai bentuk penyelesaian adat. Perspektif QS. Al-Isra' ayat 32 menunjukkan bahwa aturan adat tersebut sejalan dengan prinsip Islam yang melarang setiap perbuatan yang mendekati zina.
Implementasi Pembelajaran Al-Qur’an Berbasis Surah Luqman 12-19 dalam Mengembangkan Kemampuan Pemahaman Siswa IX SMP IT An-Naura Kota Binjai Ajeng Yasmin Humaira; Munandar Munandar
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.1163

Abstract

Pembelajaran Al-Qur’an tidak cukup berhenti pada kemampuan membaca dan menerjemahkan ayat, tetapi perlu mengantarkan siswa pada pemahaman dan pengamalan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pembelajaran Al-Qur’an berbasis Surah Luqman ayat 12–19 dalam mengembangkan kemampuan pemahaman siswa kelas IX SMP IT An-Naura Kota Binjai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kondisi awal pemahaman siswa masih terbatas pada membaca dan menerjemahkan ayat secara umum. Melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, pembelajaran dikembangkan dengan kegiatan memahami makna ayat, diskusi, refleksi, serta pengaitan nilai-nilai Al-Qur’an dengan pengalaman siswa. Proses tersebut menunjukkan perkembangan kemampuan siswa dalam menjelaskan makna, mengidentifikasi nilai pendidikan, dan menghubungkan kandungan ayat dengan kehidupan sehari-hari. Faktor pendukung meliputi motivasi siswa, kompetensi guru, sarana pembelajaran, lingkungan sekolah, dan dukungan orang tua, sedangkan hambatannya berupa perbedaan kemampuan membaca Al-Qur’an, motivasi yang belum merata, keterbatasan waktu dan media, serta dukungan keluarga yang belum optimal. Dengan demikian, pembelajaran Al-Qur’an berbasis Surah Luqman ayat 12–19 dapat menjadi pembelajaran yang bermakna dalam mengembangkan pemahaman siswa melalui pendekatan yang kontekstual, komunikatif, dan melibatkan siswa secara aktif.