cover
Contact Name
Muhammad Shaleh Assingkily
Contact Email
assingkily27@gmail.com
Phone
+6282363776686
Journal Mail Official
ziajcgcs@gmail.com
Editorial Address
Jalan Surya Haji Nomor 114, Laut Dendang, Deli Serdang, Sumatera Utara 20371
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Journal of Contemporary Gender and Child Studies
Published by Yayasan Zia Salsabila
ISSN : 29876370     EISSN : 29639948     DOI : -
journal of contemporary gender and child studies is the study of gender and children, especially on gender and mainstreaming and childrens rights both in the study.
Articles 166 Documents
Media Sosial dan Ibu Rumah Tangga: Memahami Motivasi, Risiko, dan Kesehatan Mental Keluarga Aulia Afriany; Ros Mayasari; Khairunnisa Syamsu; Rindiani Rindiani
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 1 (2026): April: Women and Children Welfare in Indonesian Context
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i1.1053

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah pengalaman domestik ibu rumah tangga dari ruang privat menjadi ruang digital yang terhubung, interaktif, dan berbasis algoritma. Artikel ini bertujuan menyintesis penggunaan media sosial pada ibu rumah tangga, motivasi penggunaan, faktor risiko penggunaan media sosial yang bermasalah, serta implikasinya terhadap kesehatan mental. Penelitian ini menggunakan tinjauan naratif terhadap literatur yang membahas media sosial, peran ibu rumah tangga, faktor psikososial, dinamika keluarga, dan kesehatan mental dalam konteks transformasi digital. Media sosial digunakan ibu rumah tangga sebagai sarana komunikasi, pencarian informasi pengasuhan dan kesehatan keluarga, dukungan sosial, hiburan, ekspresi diri, serta pemberdayaan ekonomi digital. Motivasi penggunaannya meliputi kebutuhan afiliasi sosial, regulasi emosi, pengurangan kebosanan, validasi sosial, dan akses terhadap komunitas parenting. Faktor risiko penggunaan yang bermasalah mencakup rendahnya harga diri, kesepian, depresi, kecemasan, Fear of Missing Out, impulsivitas, rendahnya kontrol diri, perbandingan sosial, konflik keluarga, stres pengasuhan, rendahnya fungsi keluarga, serta desain platform seperti notifikasi, infinite scrolling, autoplay, dan algoritma berbasis emosi. Penggunaan yang tidak terkontrol berimplikasi pada peningkatan depresi, kecemasan, stres, penurunan harga diri, gangguan konsep diri, konflik keluarga, serta penurunan kualitas relasi ibu-anak akibat technoference. Media sosial memiliki peran ambivalen sebagai sumber dukungan sekaligus faktor risiko psikologis bagi ibu rumah tangga.
Efektivitas Teori Konseling Trait and Factor dengan Teknik Meniru untuk Meningkatkan Matang Karier Siswa Dista Marta Anggraini; I Ketut Dharsana; Kade Sathya Gita Rismawan
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.1054

Abstract

Matang karier merupakan aspek penting bagi siswa sekolah menengah atas karena siswa mulai dihadapkan pada pilihan pendidikan lanjutan dan karir setelah lulus. Namun, masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami potensi diri, menetapkan tujuan karir, membuat perencanaan karir, mencari informasi pekerjaan, dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pilihan karir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas teori konseling Trait and Factor dengan teknik meniru dalam meningkatkan matang karir siswa kelas XI di SMA Negeri 2 Singaraja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu dan desain nonequivalent control group design. Sampel penelitian berjumlah 80 siswa yang terbagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, masing-masing terdiri atas 40 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner matang karir, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui analisis deskriptif, N-Gain Score, uji normalitas, uji homogenitas, Independent Sample T-Test, dan effect size Cohen’s d. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memperoleh peningkatan skor rata-rata lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Rata-rata N-Gain Score kelompok eksperimen sebesar 0,6281, sedangkan kelompok kontrol sebesar 0,3806. Hasil uji Independent Sample T-Test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Nilai effect size sebesar 4,90 menunjukkan pengaruh yang sangat besar. Dengan demikian, konseling Trait and Factor dengan teknik meniru efektif dalam meningkatkan matang karir siswa dan dapat digunakan sebagai alternatif layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
Analisis Kemampuan Membaca Permulaan pada Siswa MI Kelas III Syakira Barumun M. Afwan Sanusi Daulay; Irwandi Irwandi
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.1055

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan membaca permulaan serta membedah faktor-faktor yang mempengaruhinya pada siswa kelas III MI Syakira Barumun. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam bersama wali kelas serta siswa. Proses analisis data menerapkan pengkodean tematik model Miles, Huberman, dan Saldaña dengan bersandar pada pisau analisis teori perkembangan kognitif Jean Piaget. Hasil penelitian menyingkap bahwa kemampuan literasi dasar siswa masih bervariasi dan terhambat oleh enam persoalan utama: kesulitan pengenalan huruf, rendahnya kemampuan decoding suku kata, minimnya kelancaran lisan, pudarnya minat baca, monotonnya metode pedagogik guru, serta rapuhnya pendampingan keluarga di rumah. Tuntutan menghafal simbol ganda berupa abjad Latin dan huruf hijaiyah turut menambah beban memori siswa pada fase operasional konkret ini. Temuan ini menegaskan pentingnya pergeseran strategi pengajaran menuju pendekatan humanis layaknya metode talaqqi, pemanfaatan media visual bernuansa Islami, serta penguatan sinergi pendampingan antara madrasah dan orang tua. Integrasi perspektif manajemen dakwah dalam pembelajaran terbukti esensial guna membangkitkan motivasi spiritual dan merawat ekosistem literasi anak secara holistik.
Hubungan Intensitas Menonton Influencer Keagamaan dalam Pemahaman Keagamaan Siswa Kelas VII MTsS Al-Washliyah Marbau Khofifah Ade Tiara; Fauzi Ahmad Syawaluddin; Ruwaidah Ruwaidah; Rendi Fitra Yana
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.1056

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara intensitas menonton influencer keagamaan di media sosial dengan pemahaman keagamaan siswa kelas VII Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) Al-Washliyah Marbau, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara. Perkembangan media sosial telah melahirkan fenomena influencer keagamaan sebagai aktor baru dalam penyebaran informasi keagamaan secara digital, yang berpotensi memengaruhi pemahaman keagamaan siswa pada usia remaja awal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi sekaligus sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas VII MTsS Al-Washliyah Marbau sebanyak 56 siswa, yang ditetapkan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa angket dengan skala Likert yang mencakup dua variabel, yaitu intensitas menonton influencer keagamaan (Variabel X) yang diukur melalui indikator frekuensi, durasi, atensi, dan penghayatan; serta pemahaman keagamaan siswa (Variabel Y) yang diukur melalui domain akidah, ibadah, dan akhlak. Hasil uji validitas menunjukkan seluruh butir instrumen valid, dengan koefisien reliabilitas Alpha Cronbach sebesar 0,992 untuk Variabel X dan 0,997 untuk Variabel Y, keduanya termasuk kategori sangat tinggi. Uji linearitas menunjukkan hubungan antara kedua variabel bersifat linear (sig. Deviation from Linearity= 0,506). Hasil analisis korelasi Pearson Product Moment menunjukkan koefisien korelasi sebesar r = 0,890 dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan antara intensitas menonton influencer keagamaan dengan pemahaman keagamaan siswa. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,792 menunjukkan bahwa 79,2% variasi pemahaman keagamaan siswa dapat dijelaskan oleh intensitas menonton influencer keagamaan, sedangkan 20,8% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Temuan ini mendukung teori Uses and Gratifications dan mengimplikasikan perlunya optimalisasi konten keagamaan digital sebagai sarana pembelajaran agama yang efektif bagi peserta didik.
Living Qur’an dalam Praktik Tasamuh Antarumat Beragama: Kajian Tafsir Tarbawi terhadap Implementasi QS. Al-Mumtahanah Ayat 8 di Desa Anugrah dan Desa Lantari Irwan Evarial
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 1 (2026): April: Women and Children Welfare in Indonesian Context
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i1.1061

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk praktik tasamuh yang berkembang di tengah masyarakat serta mengungkap nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung di dalamnya melalui pendekatan tafsir tarbawi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Living Qur’an dan tafsir tarbawi. Data penelitian diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Anugrah dan Desa Lantari mengimplementasikan nilai-nilai toleransi melalui berbagai aktivitas sosial, seperti saling menghargai perbedaan keyakinan, menjalin kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat, bergotong royong, menghadiri kegiatan sosial-keagamaan, serta menyediakan makanan halal bagi tamu Muslim dalam acara yang diselenggarakan oleh masyarakat non-Muslim. Berbagai praktik tersebut mencerminkan aktualisasi nilai-nilai yang terkandung dalam QS. Al-Mumtaḥanah ayat 8, khususnya prinsip keadilan, kasih sayang, dan penghormatan terhadap sesama manusia. Dari perspektif tafsir tarbawi, ayat tersebut mengandung nilai-nilai pendidikan yang menekankan pentingnya toleransi, persatuan, serta terciptanya kehidupan yang harmonis di tengah masyarakat yang majemuk. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa Al-Qur’an tidak hanya dipahami sebagai teks normatif, tetapi juga diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan sosial masyarakat melalui praktik Living Qur’an.
Pengaruh Penggunaan Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Mata Pelajaran PAI Aulia Syahputra; Nurman Ginting
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.1065

Abstract

Penelitian ini bertujuan buat menyelidiki penerapan Pembelajaran Berbasis masalah (PBM), mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa, dan menilai dampak taktik tadi terhadap kemampuan berpikir kritis di mata pelajaran Pendidikan agama Islam (PAI) kelas X pada SMAN 1 Singkil. Penelitian ini memakai pendekatan kuantitatif menggunakan desain quasi experiment berupa pretest-posttest control class design. Sampel penelitian berjumlah 50 peserta didik, yang terdiri atas 25 peserta didik di grup eksperimen serta 25 peserta didik di grup kontrol. Instrumen yang dipergunakan berupa tes uraian buat mengukur kemampuan berpikir kritis. Akibat penelitian membagikan bahwa penerapan PBM berjalan efektif serta bisa mempertinggi keterlibatan peserta didik pada proses pembelajaran. ke 2 grup sama-sama mengalami kenaikan kemampuan berpikir kritis, namun peningkatan di grup eksperimen lebih tinggi. Nilai homogen-rata posttest grup eksperimen mencapai 82,4, sedangkan grup kontrol sebanyak 72,1. menggunakan demikian, taktik PBM terbukti memberi efek positif terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik di mata pelajaran PAI kelas X pada SMAN 1 Singkil.
Story Telling untuk Stimulasi Anak Speech Delay Wahdatus Syarifah; Desi Ismawati
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.1071

Abstract

Speech delay merupakan salah satu gangguan perkembangan bahasa yang menyebabkan kemampuan berbicara anak belum berkembang sesuai dengan tahap usianya. Kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan komunikasi, interaksi sosial, serta kesiapan belajar anak apabila tidak memperoleh stimulasi yang tepat. Salah satu bentuk stimulasi bahasa yang dapat diterapkan adalah metode storytelling karena memberikan kesempatan kepada anak untuk mendengar, meniru, memahami, dan mengungkapkan kembali kosakata melalui kegiatan bercerita. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan storytelling sebagai stimulasi bahasa pada anak usia 5 tahun yang mengalami speech delay serta mengetahui bentuk dukungan yang diberikan oleh guru dan orang tua dalam meningkatkan kemampuan komunikasi anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Penelitian dilaksanakan di TK Al Azhar Pagendingan Galis Pamekasan dengan subjek seorang anak usia 5 tahun yang mengalami speech delay. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan storytelling yang dilaksanakan tiga kali dalam seminggu menggunakan buku cerita bergambar mampu meningkatkan respons anak selama proses pembelajaran. Anak menjadi lebih fokus, mulai berani menirukan kosakata, menjawab pertanyaan sederhana, serta menunjukkan perkembangan kemampuan berbicara dari belum mampu mengucapkan kalimat menjadi mampu mengucapkan kalimat sederhana secara bertahap. Keberhasilan stimulasi juga didukung oleh keterlibatan guru dan orang tua yang secara konsisten menerapkan kegiatan bercerita di sekolah maupun di rumah. Dengan demikian, storytelling dapat menjadi salah satu alternatif stimulasi yang efektif untuk membantu mengembangkan kemampuan bahasa anak usia dini yang mengalami speech delay.
Rekonstruksi Nilai Pendidikan Spiritual Imam Al-Ghazali dalam Penguatan Karakter Anak di Era Digital Nur Ali Subhan; Muhammad Nur Rizal; Budi Budi; Nur Khamid Al Mi’roj
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.1074

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan karakter anak. Kemudahan akses terhadap informasi, media sosial, dan berbagai bentuk hiburan digital di satu sisi membuka peluang pembelajaran, tetapi di sisi lain juga memunculkan tantangan berupa degradasi moral, menurunnya empati, kecanduan gawai, serta melemahnya kesadaran spiritual. Penguatan karakter anak memerlukan fondasi pendidikan yang mampu mengintegrasikan aspek intelektual, emosional, dan spiritual. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi nilai-nilai pendidikan spiritual dalam pemikiran Imam Al-Ghazali serta menganalisis relevansinya terhadap penguatan karakter anak di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) melalui metode penelitian tokoh. Data primer diperoleh dari karya-karya Imam Al-Ghazali, terutama Ihya' Ulum al-Din, Ayyuha al-Walad, dan Bidayat al-Hidayah. Data sekunder berasal dari artikel jurnal, buku, dan hasil penelitian yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan content analysis melalui proses reduksi data, kategorisasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep utama pendidikan spiritual menurut Imam Al-Ghazali dibangun atas nilai penyucian jiwa (tazkiyat al-nafs).  Nilai tersebut dapat direkonstruksi menjadi kerangka konseptual dalam penguatan karakter anak melalui sinergi keluarga, sekolah, dan masyarakat di era digital.
Struktur Makna Taqwa dalam Al-Qur’an: Analisis Semantik Toshihiko Izutsu Irdawati Saputri; Widya Ningsih; Abid Muhaimin
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 1 (2026): April: Women and Children Welfare in Indonesian Context
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i1.1080

Abstract

Taqwa merupakan salah satu konsep paling sentral dan paling sering disebut dalam Al-Qur'an. Namun, kajian mendalam tentang struktur maknanya, baik dalam konteks sinkronik maupun diakronik, masih jarang dilakukan, terutama dengan menggunakan pendekatan semantik modern. Penelitian ini mengaplikasikan metode analisis semantik Toshihiko Izutsu, sebagaimana dirumuskan dalam karyanya Ethico-Religious Concepts in the Qur'an dan God and Man in the Koran, untuk mengungkap struktur makna kata taqwa dalam Al-Qur'an. Dengan menganalisis medan semantik (semantic field), konsep fokal (focal concept), konsep bantu (relational concept), dan oposisi biner yang melingkupi kata taqwa beserta derivasinya (ittaqā, muttaqūn, taqiy, dan taqwā), penelitian ini menemukan bahwa taqwa memiliki makna dasar (basic meaning) berupa 'penjagaan diri' yang kemudian berkembang menjadi makna relasional mencakup dimensi teologis (relasi dengan Allah), moral (perilaku etis), dan eskatologis (orientasi akhirat). Taqwa berposisi sebagai konsep fokal yang mengorbit kata-kata kunci seperti iman, tawakkul, ṣabr, dan iḥsān, serta beropposisi dengan fujūr, fisq, dan isyān. Studi ini menunjukkan bahwa semantik Izutsu mampu mengungkap weltanschauung (pandangan dunia) Qur'ani yang tersembunyi di balik kosakata taqwa secara lebih sistematis dan komprehensif.
Manajemen Program Kompetensi Spiritual Siswa Melalui Ekstrakurikuler Kerohanian Islam (Penelitian di SMAN 24 Kota Bandung) Muhammad Anis Fuadi; Budi Budi; Muhammad Nur Rizal; Dede Nur Zaman
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.1091

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan kompetensi spiritual peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler menjadi salah satu strategi sekolah dalam memperkuat pembentukan karakter dan nilai-nilai religius. Penelitian ini fokus menganalisis pengelolaan program ekstrakurikuler Rohani Islam (Rohis), mengidentifikasi dampaknya terhadap pengembangan nilai moral religius peserta didik, serta mengkaji faktor-faktor yang mendukung pelaksanaannya di SMA Negeri 24 Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, pembina Rohis, dan peserta didik, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan program Rohis telah dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi secara sistematis. Pelaksanaan kegiatan di luar jam pembelajaran dengan materi yang sesuai serta evaluasi berkala mendukung efektivitas program. Implementasi program memberikan dampak positif berupa meningkatnya kesadaran beribadah, kedisiplinan, kepedulian sosial, serta kemampuan peserta didik menghindari pengaruh negatif. Keberhasilan program didukung oleh tingginya minat dan antusiasme peserta didik, dukungan orang tua, serta ketersediaan sarana dan prasarana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan program Rohis yang terencana dan berkelanjutan berkontribusi signifikan terhadap pengembangan kompetensi spiritual dan nilai moral religius peserta didik.