cover
Contact Name
Dimas Asto Aji An'Amta
Contact Email
Dimas.a@ulm.ac.id
Phone
+6285952708013
Journal Mail Official
multikulturalisme@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. Brigjen H. Hasan Basri Kayu Tangi Telp: (0511) 3304595 Banjarmasin (70213)
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Multikultural: Jurnal Ilmu Sosial
ISSN : -     EISSN : 30255864     DOI : https://doi.org/10.20527/multikultural
Multikultural adalah jurnal elaktronik yang diterbitkan oleh jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lambung Mangkurat. Jurnal ini memberikan ruang kepada masyarakat untuk berargumentasi secara akademik, baik berupa hasil penelitian maupun hasil pemikiran kritis dalam ranah ilmu-ilmu sosial maupun humaniora. Bidang yang menjadi fokus keilmuan jurnal Multikultur diantaranya adalah kajian masyarakat sungai, pemberdayaan masyarakat adat, kajian penguatan komunitas perempuan, kajian desa wisata, sosiologi, pekerja sosial, ilmu politik, ilmu komunikasi, ilmu budaya dan antropologi
Articles 25 Documents
DUNIA GAME ONLINE MOBILE LEGEND DALAM SUDUT PANDANG STRATA SOSIAL Rahman, Muhammad Nur; An’Amta , Dimas Asto Aji
Multikultural: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 1 (2024): Multikultural: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Sosiologi, FISIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/multikultural.v2i1.241

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi fenomena stratifikasi sosial dalam komunitas Mobile Legends di Kota Banjarmasin. Menggunakan teori stratifikasi sosial oleh Max Weber agar fenomena ini dapat dilihat dari sudut pandang sosiologis. penelitian ini menelusuri penggunaan skin dan tingkat keahlian sebagai bentuk status sosial dalam permainan. Metode kualitatif digunakan dengan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan lama penelitian dilapangan dari Maret hingga November 2023. Hasilnya mengungkap bahwa penggunaan skin mencerminkan status kekayaan dan keahlian pemain, sementara tier menandai tingkat keahlian dalam permainan. Selain itu, layanan joki juga memengaruhi pola konsumsi dan pendekatan pemain terhadap pencapaian dalam permainan. Temuan ini memberikan wawasan tentang dinamika sosial dalam komunitas game daring dan implikasinya dalam stratifikasi sosial di ranah virtual.
Tentang Aku, Kamu, Dan Lingkungan Kita: Perilaku Masyarakat Dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan Di Sekitar Sungai Kahayan Hutasoit, Jenni; Aji, Galih Prasetya; Santika, Ermi; Batubara, Muhammad Zusanri; Saragih, Osi Karina; Adiwijaya, Saputra
Multikultural: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 2 (2024): Multikultural: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Sosiologi, FISIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/multikultural.v2i2.365

Abstract

Perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar Sungai Kahayan memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem sungai yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar sungai kahayan dan untuk mengetahui hambatan atau tantangan yang dihadap masyarakat di lingkungan sekitar sungai kahayan terkait pengelolaan sampah. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan tiga teknik, yaitu wawancara, observasi, dan studi dokumentasi dengan masyarakat lokal di sekitar Sungai Kahayan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran lingkungan, pendidikan atau pengetahuan, dan peran pemerintah terhadap fasilitas pengelolaan limbah menjadi faktor utama yang memengaruhi perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai. Upaya-upaya yang dapat dilakukan meliputi upaya komprehensif dan berkesinambungan dari kedua belah pihak sangat diperlukan untuk mengatasi permasalahan pencemaran sungai secara efektif dan berkelanjutan, demi terciptanya lingkungan sungai yang bersih dan sehat bagi seluruh warga.
Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Netra dan Fisik Melalui Program Rehabilitasi Sosial di Panti Fajar Harapan Putri, Aliya; An'Amta, Dimas Asto Aji
Multikultural: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 2 (2024): Multikultural: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Sosiologi, FISIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/multikultural.v2i2.398

Abstract

Permasalahan sosial pada penyandang disabilitas masih menjadi persoalan yang harus diwujudkan solusinya untuk mencapai kesejahteraan sosial kehidupan penyandang disabilitas. Usaha pemerintah daerah untuk mengatasi permasalahan tersebut melalui kajian pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan dan mengembangkan potensi penyandang disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman pada proses pemberdayaan penyandang disabilitas melalui program rehabilitasi sosial Panti Fajar Harapan, dengan menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif analitik, melalui teori actor dan aspek enabling, empowering, dan protecting pemberdayaan. Data penelitian ditemukan melalui teknik wawancara, observasi dan dokumentasi, yang akan dianalisis melalui teknik reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian menghasilkan suatu kesimpulan bahwa pelaksanaan program rehabilitasi sosial yang dilakukan dapat meningkatkan rasa percaya diri, pengembangan kreativitas, serta pulihnya fungsi sosial. Meskipun dalam prosesnya dipengaruhi hal-hal yang bersifat eksternal dan internal yang menjadi dukungan serta hambatan pada program rehabilitasi sosial. Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Penyandang Disabilitas, Rehabilitasi Sosial
Gerakan Lingkungan Yayasan Borneo Urban Lab Pada Masyarakat Tepian Sungai Di Kota Banjarmasin Aditya, Dimas Anggi Putra; Hidayah, Sri
Multikultural: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 2 (2024): Multikultural: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Sosiologi, FISIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/multikultural.v2i2.405

Abstract

ABSTRACT The level of participation of the people of Banjarmasin City in maintaining the cleanliness and sustainability of the river is still very low. This study aims to understand and illustrate the movement of a local organization that involves riverbank communities in efforts to care for the environment. This research uses a qualitative research approach with a case study research type, this research seeks to provide a detailed description of how the Borneo Urban Lab Foundation involves and influences riverbank communities to take an active role in environmental conservation. The data collection technique used in-depth interviews with the Borneo Urban Lab team, direct observation of community activities and relevant documentation. This approach plays an important role in capturing the breadth of Borneo Urban Lab's efforts and their impact on community attitudes and behaviors for environmental awareness. The findings of this study highlight the effectiveness of the Borneo Urban Lab Foundation in implementing the environmental care movement among riverside communities in Banjarmasin. Through a variety of activities such as providing education about environmental care, a week-long litter-free challenge, "green kampung" mutual cooperation activities, plastic waste management, and Eco-brick making from recycled materials, the Borneo Urban Lab Foundation has succeeded in fostering a culture of environmental responsibility. Through its strategic role as a facilitator, Borneo Urban Lab has succeeded in mobilizing communities living along the banks of the Banjarmasin River. Maintaining this, Borneo Urban Lab Foundation can strengthen its role as an effective and sustainable environmental movement organization in the riverbank area of Banjarmasin. ABSTRAK Tingkat partisipasi masyarakat Kota Banjarmasin dalam menjaga kebersihan dan kelestarian sungai masih sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mengilustrasikan gerakan sebuah lembaga lokal yang mengikutsertakan masyarakat tepian sungai dalam upaya kepedulian terhadap lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus, penelitian ini berupaya memberikan gambaran rinci tentang bagaimana Yayasan Borneo Urban Lab melibatkan dan mempengaruhi masyarakat tepian sungai untuk mengambil peran aktif dalam pelestarian lingkungan. Teknik Pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode wawancara mendalam dengan tim Borneo Urban Lab, observasi langsung terhadap aktivitas masyarakat dan dokumentasi yang relevan. Pendekatan ini berperan penting dalam menangkap luas upaya Borneo Urban Lab serta dampaknya terhadap sikap dan perilaku masyarakat untuk kepedulian lingkungan. Temuan penelitian ini menyoroti efektivitas Yayasan Borneo Urban Lab dalam mengimplementasikan gerakan peduli lingkungan di kalangan masyarakat tepian sungai di Banjarmasin. Melalui beragam kegiatan seperti memberikan edukasi tentang peduli lingkungan, tantangan bebas sampah selama seminggu, kegiatan gotong royong “green kampung”, pengelolaan sampah plastik, dan pembuatan Eco-brick dari bahan daur ulang, yayasan Borneo Urban Lab ini telah berhasil menumbuhkan budaya tanggung jawab terhadap lingkungan. Selain itu, kegiatan-kegiatan ini merupakan indikasi gerakan lingkungan yang lebih luas yang dijalankan oleh Yayasan Borneo Urban Lab. Melalui peran strategisnya sebagai fasilitator, Borneo Urban Lab telah berhasil dalam menggerakkan masyarakat yang tinggal di tepian Sungai Banjarmasin. Yayasan Borneo Urban Lab harus terus memperkuat perannya sebagai organisasi penggerak gerakan lingkungan yang efektif dan berkelanjutan di wilayah tepian sungai Banjarmasin.
Pengelolaan Identitas Penggemar K-Pop : Suatu Analisis Respon Terhadap Stigma Umami, Ruhil; Komalasari, Maya Atri; Parama, I Dewa Made Satya
Multikultural: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 2 (2024): Multikultural: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Sosiologi, FISIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/multikultural.v2i2.406

Abstract

K-Pop sebagai bagian dari fenomena budaya global, telah menjangkau Lombok, hingga melahirkan kelompok penggemar yang aktif. Namun, keberadaan penggemar K-Pop di Lombok seringkali diiringi stigma yang merendahkan para penggemar tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bentuk respon penggemar K-Pop di Lombok terhadap stigma yang diterima, serta bagaimana mereka mengelola identitas mereka berdasarkan perspektif Goffman. Penelitian ini menggunakan teori stigma dari Erving Goffman, khususnya konsep discredited dan discreditable stigma,untuk menganalisis startegi penggemar K-Pop di Lombok dalam mengelola identitas mereka. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan menerapkan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni meliputi observasi, wawancara, dan analisis dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis melalui tiga proses yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua bentuk respon yang ditunjukkan oleh penggemar K-Pop di Lombok, yaitu respon aktif dan respon pasif. Respon aktif terdiri dari memberikan penjelasan dan melakukan kegiatan sosial, sedangkan respon pasif yang dilakukan terdiri dari mengurangi minat terhadap K-Pop dan mengabaikan stigma. Penggemar K-Pop di Lombok cenderung menunjukkan sikap respon pasif, yang sesuai dengan konsep discredtable stigma, di mana penggemar K-Pop berusaha untuk tidak menujukkan minat mereka secara terbuka, sehingga memungkinkan masyarakat untuk tidak mengenali atau mengetahui mereka sebagai penggemar K-Pop.
Menguak Inspirasi dan Realitas Dunia Kerja bagi Generasi Z: Sebuah Analisis Konten TikTok Sugiarti; Siwitri Wulandari; M. Fajrianor; Muhammad Zusanri Batubara; Osi Karina Saragih; Saputra Adiwijaya
Multikultural: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 1 (2025): Multikultural: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Sosiologi, FISIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/multikultural.v3i1.364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konten TikTok terhadap persepsi dan sikap Generasi Z di dunia kerja. Dengan menggunakan metode analisis konten, penelitian ini mengidentifikasi tema, narasi, dan pesan dalam video TikTok yang relevan dengan topik Generasi Z di tempat kerja. Hasil analisis menunjukkan bahwa TikTok tidak hanya menjadi platform untuk ekspresi diri dan kreativitas, tetapi juga memberikan inspirasi dan motivasi bagi Generasi Z. Namun, TikTok juga menghadirkan tantangan seperti penyebaran informasi palsu dan stereotip negatif yang dapat merusak kepercayaan diri Generasi Z. Generasi Z, yang dikenal dengan orientasi digital dan nilai-nilai inklusivitas, memiliki ekspektasi tinggi terhadap karier mereka dan mencari makna dalam pekerjaan yang mereka lakukan. Fleksibilitas karier dan lingkungan kerja yang mendukung kesejahteraan emosional menjadi prioritas mereka. Reaksi Generasi Z terhadap konten TikTok yang menggambarkan mereka secara negatif beragam, dengan beberapa menggunakan konten tersebut sebagai motivasi untuk membuktikan stereotip yang salah. Dalam konteks Indonesia, di mana mayoritas penduduk adalah Generasi Z, penting untuk memahami dampak TikTok terhadap kehidupan mereka. Penelitian ini menyarankan pentingnya berpikir kritis dalam mengonsumsi dan berbagi konten TikTok serta peran penting orang tua dan pendidik dalam membimbing penggunaan platform ini secara bertanggung jawab. Dengan pendekatan yang tepat, TikTok dapat menjadi alat yang bermanfaat untuk pengembangan pribadi dan profesional Generasi Z, sambil meminimalkan potensi risiko negatif.
Cultural Harmony In Taste: Acculturation Of Chinese-Banjar Culinary Culture In Banjarmasin City Muhammad William Syabani; Rahman Hakim, Arif
Multikultural: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 1 (2025): Multikultural: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Sosiologi, FISIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the acculturation of Chinese and Banjar cultures in the culinary traditions of Banjarmasin. Using a qualitative ethnographic approach, data were collected through observation, interviews, literature studies, and documentation. John W. Berry's acculturation theory serves as the analytical framework to understand the blending of these cultures. The findings reveal that Chinese culinary elements such as Jao To and noodles have been adapted, resulting in unique Banjar dishes like Soto Banjar and Mie Habang. A notable fusion is Sup Mutiara, a dish that exemplifies cultural integration. Additionally, Banjar influences appear in Chinese rituals such as Cap Go Me and Ceng Beng, demonstrated by offerings like Lontong Cap Go Me and wadai banjar. The acculturation process is attributed to historical interactions and mutual acceptance between Chinese and Banjar communities, highlighting the openness of Banjar society. This research underscores the reciprocal impact of cultural exchange on Banjarmasin's culinary diversity, positioning the city as a multicultural hub. Keywords: Acculturation, Culinary, Chinese-Banjar.
A Thousand Swings Banua's : Baayun Maulid Tradition as Sustainable Religious Tourism at the Sacred Banua Halat Mosque Haura Nabila; Rahman Hakim, Arif
Multikultural: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 1 (2025): Multikultural: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Sosiologi, FISIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/multikultural.v3i1.461

Abstract

This study examines A Thousand Swings Banua’s: Baayun Maulid Tradition as Sustainable Religious Tourism at the Sacred Banua Halat Mosque. With This study examines "Banua of a Thousand Swings: The Baayun Maulid Tradition as a Sustainable Religious Tourism Event at the Keramat Mosque of Banua Halat." Using a qualitative descriptive approach, data were collected through observations, interviews, and documentation. Two theoretical frameworks were employed: Colin Michael Hall's Cultural Sustainability Theory and Robert K. Merton's Structural Functionalism Theory. The findings reveal that the Baayun Maulid tradition in Banua Halat Kiri is a well-preserved cultural heritage managed by the local community. It has unique appeal, attracting numerous participants and sparking curiosity about the tradition. Beyond being a cultural practice, it is also framed as a religious tourism event. For the sustainability of this tourism initiative, it is essential to manage both the cultural sustainability aspects and the social functions or impacts effectivelya qualitative descriptive approach, data were collected through observation, interviews and documentation. Using 2 theories, namely Colin Michael Hall's Cultural Sustainability Theory and Robert K. Merton's Structural Functional Theory. The results of this study reveal that the Baayun Maulid Tradition in Banua Halat Kiri Village is one of the traditional heritages that is still well managed by its community and has its own appeal with the many participants who follow the tradition so that it makes other people's curiosity even higher with the tradition and not just the implementation of the tradition but also a tradition that is packaged as religious tourism. Aspects of sustainability and existing functions or impacts must be managed simultaneously well, so that the tourism can continue.
Kota Seribu Pemadam Kebakaran: Solidaritas Sosial pada Komunitas BPK (Barisan Pemadam Kebakaran) di Kota Banjarmasin An'amta, Dimas Asto Aji; Anshari, Ahmad
Multikultural: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 1 (2025): Multikultural: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Sosiologi, FISIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/multikultural.v3i1.526

Abstract

Dalam komunitas BPK (Barisan Pemadam Kebakaran) di Kota Banjarmasin terdapat solidaritas tinggi yang mampu meningkatkan kompetensi anggota komunitas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan solidaritas sosial dan bentuk solidaritas dalam menguatkan kompetensi komunitas BPK (Barisan Pemadam Kebakaran) di Kota Banjarmasin. Analisis penelitian ini menggunakan teori solidaritas sosial Emile Dukrhiem dan bentuk solidaritas kerjasama Hasan Shadily. Metode yang dipakai adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif analitik. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan antar anggota pada setiap komunitas BPK terhubung dengan solidaritas organis yang kuat, yang ditunjukan dengan memiliki ciri-ciri pada kelompok solidaritas organis. Solidaritas yang kuat juga meningkatkan kompetensi komunitas yang diperoleh dengan dari bentuk solidaritas kerjasama. Upaya dalam meningkatkan kompetensi pada setiap komunitas BPK dengan cara kegiatan-kegiatan yang mereka buat sendiri maupun kegiatan dari instansi terkait mengenai peningkatan kompetensi.
Fenomena Akun Alter sebagai Privacy Life Seseorang dalam Bermedia Sosial Instagram Ridwan, Mohammad Socheh
Multikultural: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 1 (2025): Multikultural: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Sosiologi, FISIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/multikultural.v3i1.530

Abstract

mana akun alter menjadi wujud privasi seseorang dalam bermedia sosial, khususnya Instagram. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana fenomena akun alter menjadi identitas privacy life seseorang dalam bermedia sosial Instagram. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model interaktif, yang terdiri dari proses reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna cenderung lebih ekspresif di akun alter karena merasa lebih nyaman dan bebas memposting konten tanpa khawatir akan reaksi orang lain, mengingat pengikut akun alter umumnya hanya orang-orang terdekat. Fenomena privacy life muncul karena akun alter memungkinkan pengguna untuk membatasi audiens dan mengekspresikan diri tanpa tekanan sosial. Dengan akun alter, individu dapat berbagi pemikiran, emosi, atau aktivitas secara lebih personal tanpa takut dinilai oleh publik luas. Hal ini menunjukkan bahwa akun alter berfungsi sebagai ruang privat di dunia digital, di mana pengguna memiliki kendali lebih besar atas identitas dan interaksi sosial mereka.Bagian Atas FormulirBagian Bawah Formulir Terdapat perbedaan yang jelas dalam jenis konten yang dibagikan, yakni pada akun utama lebih terfokus pada pencitraan diri, sementara akun alter cenderung berbagi konten yang tidak dibatasi. Dengan menggunakan teori Dramaturgi Erving Goffman, penelitian ini mengungkap bagaimana pengguna mengelola identitas di front stage (akun utama) dan back stage (akun alter) di Instagram. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang faktor-faktor yang mendorong individu membuat dan menggunakan akun alter di Instagram. penelitian ini merekomendasikan pengguna untuk mengelola waktu dengan bijak dan menjaga privasi dengan ketat. Selain itu, penting bagi pengguna akun alter memisahkan identitas secara sehat agar tidak mengarah pada konflik identitas atau tekanan sosial yang berlebihan

Page 2 of 3 | Total Record : 25