cover
Contact Name
Abid Ramadhan
Contact Email
abidramadhan8@gmail.com
Phone
+6285242497920
Journal Mail Official
abid@journal.tangrasula.com
Editorial Address
Jl. Jendral Sudirman RT02/RW01, Kel. Takkalala, Kec. Wara Selatan, , Palopo, Sulawesi Selatan 91959
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Ekonomi Kreatif Indonesia
ISSN : -     EISSN : 29866049     DOI : -
Core Subject : Economy,
Jurnal Ekonomi Kreatif Indonesia is an open access journal published by PT. Tangrasula Tekno Kreatif. this journal is published four times a year (January, April, August and November). Jurnal Ekonomi Kreatif Indonesia publishes articles in the field of creative economy, but not limited to other fields such as: 1. E-commerce and Fintech 2. Economic Development 3. Tourism Development 4. Economic Digitization 5. Financial Institutions 6. Global Economy 7. Digital Business 8. Management 9. Accountancy 10. Cooperative 11. UMKM
Articles 104 Documents
PENGARUH UMUR HARAPAN HIDUP, TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA, DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA PADA 15 PROVINSI DENGAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA TERTINGGI DI INDONESIA TAHUN 2021-2024 Dian Prawesti; Gigih Pratomo
Jurnal Ekonomi Kreatif Indonesia Vol. 4 No. 3 (2026): August
Publisher : PT. Tangrasula Tekno Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61896/jeki.v4i3.256

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Umur Harapan Hidup (UHH), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), dan pertumbuhan ekonomi yang diproksikan melalui Produk Domestik Regional Bruto atas Dasar Harga Konstan (PDRB ADHK) terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada 15 provinsi di Indonesia selama periode 2021–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan data sekunder berbentuk balanced panel yang terdiri atas 60 observasi. Analisis data dilakukan menggunakan EViews 13 melalui statistik deskriptif, estimasi Common Effect Model (CEM), Fixed Effect Model (FEM), Random Effect Model (REM), Uji Chow, Uji Hausman, Uji Lagrange Multiplier, uji diagnostik, uji parsial (t), uji simultan (F), dan koefisien determinasi. Hasil pemilihan model menunjukkan bahwa Common Effect Model (CEM) merupakan model terbaik. Secara parsial, UHH berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM dengan koefisien sebesar 1,051392 dan probabilitas 0,0000. Sebaliknya, TPT dan PDRB ADHK tidak berpengaruh signifikan terhadap IPM dengan nilai probabilitas masing-masing 0,8715 dan 0,9779. Secara simultan, ketiga variabel independen tidak berpengaruh signifikan terhadap IPM dengan probabilitas uji F sebesar 0,1070. Nilai R-squared sebesar 0,1023 menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan 10,23% variasi IPM, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. ABSTRAK This study examines the effects of Life Expectancy (LE), the Open Unemployment Rate (OUR), and economic growth, proxied by Gross Regional Domestic Product at Constant Prices (GRDP), on the Human Development Index (HDI) across 15 Indonesian provinces during the 2021–2024 period. An explanatory quantitative approach was employed using balanced panel data comprising 60 observations. Data were analyzed using EViews 13 through descriptive statistics, Common Effect Model (CEM), Fixed Effect Model (FEM), Random Effect Model (REM), Chow test, Hausman test, Lagrange Multiplier test, diagnostic tests, t-test, F-test, and coefficient of determination (R²). The model selection results identified the Common Effect Model (CEM) as the most appropriate estimation model. The partial test indicates that Life Expectancy has a positive and significant effect on HDI, with a coefficient of 1.051392 and a probability value of 0.0000. In contrast, the Open Unemployment Rate and GRDP have no significant effects on HDI, with probability values of 0.8715 and 0.9779, respectively. Furthermore, the F-test shows that the three independent variables do not simultaneously affect HDI (p = 0.1070). The R² value of 0.1023 indicates that the model explains 10.23% of the variation in HDI, while the remaining variation is influenced by other factors outside the research model.
PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH, DANA TRANSFER, DAN BELANJA MODAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2018–2025 Yulia Prastika; Abdul Manaf Dientry; Have Zulkarnaen
Jurnal Ekonomi Kreatif Indonesia Vol. 4 No. 3 (2026): August
Publisher : PT. Tangrasula Tekno Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61896/jeki.v4i3.257

Abstract

ABSTRAK Pertumbuhan ekonomi daerah merupakan indikator utama keberhasilan pembangunan yang tidak terlepas dari kebijakan fiskal pemerintah daerah, khususnya pengelolaan Pendapatan Asli Daerah, Dana Transfer, dan Belanja Modal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Transfer, dan Belanja Modal terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan data sekunder berbentuk data panel yang mencakup seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur selama delapan tahun pengamatan. Penentuan sampel menggunakan teknik sampel jenuh sehingga seluruh populasi dijadikan objek penelitian. Data dianalisis melalui uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji hipotesis, dan koefisien determinasi dengan bantuan perangkat lunak statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendapatan Asli Daerah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi, Dana Transfer tidak berpengaruh signifikan, sedangkan Belanja Modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi, meskipun kemampuan model dalam menjelaskan variasinya masih tergolong terbatas. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan penerimaan dan belanja daerah perlu diarahkan pada kegiatan produktif agar mampu mendorong Pertumbuhan Ekonomi secara optimal. Penelitian ini memberikan implikasi bagi pemerintah daerah untuk memperkuat efektivitas pengelolaan keuangan daerah guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. ABSTRACT Regional economic growth is a key indicator of development success that is closely linked to local government fiscal policy, particularly the management of Local Own-Source Revenue, Transfer Funds, and Capital Expenditure. This study aims to analyze the effect of Local Own-Source Revenue, Transfer Funds, and Capital Expenditure on the Economic Growth of regencies/cities in East Java Province, both partially and simultaneously. This study uses a quantitative associative approach with secondary panel data covering all regencies/cities in East Java Province over eight years of observation. The sampling technique used is saturated sampling, so the entire population serves as the research object. Data were analyzed using classical assumption tests, multiple linear regression analysis, hypothesis testing, and the coefficient of determination with the aid of statistical software. The results show that Local Own-Source Revenue has a negative and significant effect on Economic Growth, Transfer Funds has no significant effect, while Capital Expenditure has a positive and significant effect on Economic Growth. Simultaneously, the three variables significantly affect Economic Growth, although the model's explanatory power remains limited. These findings indicate that increases in regional revenue and expenditure need to be directed toward productive activities to optimally drive economic growth. This study offers implications for local governments to strengthen the effectiveness of regional financial management in support of sustainable economic growth
PENDETEKSIAN FRAUDULENT FINANSIAL STATEMENT: PENGUJIAN FRAUD HEPTAGON THEORY PADA LAPORAN KEUANGAN DESA BUTUH Diyanty Puspitasari; Nursiyami Nursiyami; Rusmiyatun Rusmiyatun
Jurnal Ekonomi Kreatif Indonesia Vol. 4 No. 3 (2026): August
Publisher : PT. Tangrasula Tekno Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61896/jeki.v4i3.268

Abstract

ABSTRAK Besarnya dana publik yang dikelola pemerintah desa berpotensi membuka peluang kecurangan seperti pemalsuan atau manipulasi laporan keuangan yang dapat mengancam transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan publik. Karena kajian fraud heptagon theory di tingkat desa masih terbatas penelitian ini menguji pengaruh pressure, opportunity, rationalization, competence, arrogance, culture, dan religiosity terhadap fraudulent financial statement pada laporan keuangan desa butuh, kecamatan butuh, kabupaten purworejo. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei data dikumpulkan melalui kuesioner dari 23 responden yang terdiri dari perangkat desa, anggota permusyawaratan desa (BPD), pengurus BUMDES, dan tokoh Masyarakat yang terlibat langsung dalam pengelolaan keuangan desa. Data analisis dengan uji validitas, uji reabilitas, regresi linier berganda, uji koefisien determinasi, uji t dan uji f. Hasil analisis menunjukkan bahwa pressure, opportunity, competence, culture, dan religiosity terbukti berpengaruh signifikan terhadap fraudulent financial statement, sedangkan rationalization dan arrogance tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini memperkuat relevansi fraud heptagon theory pada sektor publik khususnya pemerintahan desa sebagai dasar peningkatan transparansi, akuntabilitas, dan Langkah pencegahan kecurangan dalam pengelolaan keuangan desa. ABSTRACT The large amount of public funds managed by village governments creates opportunities for fraudulent financial such as the falsification or manipulation of financial statements. Threatening transparency, accountability, and public trust. sincen studies applying the fraud heptagon theory at the village level remain scare this research examines the influence of pressure, opportunity, rationalization, copetence, arrogance, culture, and religiosity on fraudulent financial statements in butuh village, butuh district, purworejo regency. Using a quantitative survey approach, data were collected from 23 respondents comprising village officials members of the village consultative body (BPD), BUMDES administrators and community leaders directly involved in village financial management. Data were analyzed using validity and reability tests, multiple linier regression, the coefficient of determination test, t - tests and f - tests. The results show that pressure, opportunity, competence, culture, and religiosity significantly influence fraudulent financial statement, while rationalization and arrogance do not these findings reinforce the relevance of fraud heptagon theory in the public sector particularly village government as a basic for enhancing transparency, and accountability, and fraud prevention in village financial management
Pengaruh Brand Image, Electronic Word of Mouth (E-WOM), dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Dawet Hitam Jembatan Butuh Siti Rahmani Meliana; Anna Probowati; Anes Arini
Jurnal Ekonomi Kreatif Indonesia Vol. 4 No. 3 (2026): August
Publisher : PT. Tangrasula Tekno Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61896/jeki.v4i3.269

Abstract

ABSTRAK Dawet Hitam Jembatan Butuh, salah satu kuliner khas Purworejo, menghadapi tantangan dalam mempertahankan minat beli konsumen di tengah ketatnya persaingan bisnis kuliner tradisonal, sementara kajian mengenai pengaruh brand image, e-wom, dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian pada produk kuiner khas daerah masih relatif sedikit dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana brand image, e-wom, dan kualitas produk memengarhi keputusan pembelian Dawet Hitam Jembatan Butuh, baik secara terpisah maupun bersama-sama. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif eksploratif, dengan data dihimpun melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang dioilih menggunakan teknik purposive sampling. Selanjutnya, data diolah dengan regresi linear bergabda, disertai uji t untuk melihat pengaruh parsial dan uji F untuk pengaruh simultan, menggunakan bantuan aplikasi IBM SPSS versi 26. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa ketiga variabel, brand image, e-wom, dan kualitas produk masing-masing memberikan pengaruf positif dan signifikan dengan brand image sebagai kontributor paling dominan. Ketiga variabel ini secara bersama-sama mampu menjelaskan 44,1% variasi keputusan pembelian, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model penelitian. Secara praktis, temuan ini mengisyaratkan pentingnya pelaku usaha menjaga konsistensi kualitas produk, mengoptimalkan pemasaran digital melalui ulasan konsumen, serta memperkuat citra merek guna mendorong pertumbuhan penjualan yang berkelanjutan. ABSTRACT Dawet Hitam Jembatan Butuh, a traditional culinary specialty from Purworejo, faces challenges in maintaining consumer interest amid intense competition in traditional food industry, while research on influence of brand image, onliner word of mouth (e-wom), and product quality on purchasing decisions for regional culinary specialties remains relatively scarce. This study aims to determine the extent to which brand image, e-wom, and product quality influence purchasing decisions for Dawet Hitam Jembatan Butuh, both individually and collectively. An explanatory quantitative approach we used, with data collected using porpusive sampling. The data were analyzed using multiple linear regression, supplemented by t- test to assess partial effect an F-test for simultaneous effect, with assistance of INM SPSS version 26. The quality each exert a positive and significant influence on purchasing together, these three variables account for 44,1% of the variation in purchasing decisions, while the remainder is influenced by other factors outside the research model. In practical terms, these findings underscore the importance for businesses to maintain consintent product quality and optimize digital marketing through reviews.
Kompetensi SDM Motivasi Kerja dan Lingkungan Kerja terhadap Produktivitas dengan Budaya Organisasi sebagai Variabel Mediasi Rustan Rustan; Nuridha Matiin; Rosmiati Pakata; Simunawir Sitoro
Jurnal Ekonomi Kreatif Indonesia Vol. 4 No. 3 (2026): August
Publisher : PT. Tangrasula Tekno Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61896/jeki.v4i3.233

Abstract

ABSTRAK Produktivitas pegawai di sektor birokrasi pemerintahan sering kali menghadapi tantangan berupa rendahnya motivasi kerja, keterbatasan kompetensi SDM, serta lingkungan kerja yang kurang mendukung. Permasalahan ini menimbulkan pertanyaan mengenai faktor dominan yang memengaruhi produktivitas pegawai, serta apakah budaya organisasi mampu berperan sebagai variabel mediasi. Penelitian ini mengkaji pengaruh kompetensi SDM, motivasi kerja, dan lingkungan kerja terhadap produktivitas pegawai dengan budaya organisasi sebagai variabel mediasi. Pendekatan kuantitatif diterapkan dengan menggunakan teknik Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS). Populasi sekaligus sampel penelitian adalah seluruh pegawai Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Timur yang berjumlah 46 orang, dipilih melalui teknik sampling jenuh. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert 5 poin. Hasil pengujian membuktikan bahwa motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas pegawai, sedangkan kompetensi SDM, lingkungan kerja, dan budaya organisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas. Lingkungan kerja terbukti berpengaruh positif dan sangat signifikan terhadap pembentukan budaya organisasi. Budaya organisasi tidak terbukti mampu memediasi pengaruh kompetensi SDM, motivasi kerja, maupun lingkungan kerja terhadap produktivitas pegawai. Temuan ini mengimplikasikan bahwa pada konteks birokrasi pemerintahan, motivasi intrinsik merupakan determinan utama produktivitas, sementara budaya organisasi yang terbentuk lebih bersifat kenyamanan sosial daripada budaya kinerja tinggi ABSTRACT Employee productivity in government bureaucracy often faces challenges such as low work motivation, limited human resource competence, and an unsupportive work environment. These problems raise questions about the dominant factors influencing employee productivity and whether organizational culture can act as a mediating variable. This study examines the influence of human resource competence, work motivation, and work environment on employee productivity with organizational culture as a mediating variable. A quantitative approach was applied using Structural Equation Modeling based on Partial Least Squares (SEM-PLS). The population and sample consisted of all 46 employees of the Economic Division of the Regional Secretariat of Kutai Timur Regency, selected through saturated sampling technique. Primary data were collected using a 5-point Likert scale questionnaire. The results show that work motivation has a positive and significant effect on employee productivity, while human resource competence, work environment, and organizational culture have no significant effect. The work environment was found to have a positive and highly significant effect on the formation of organizational culture. Organizational culture was not proven to mediate the influence of human resource competence, work motivation, or work environment on employee productivity. These findings imply that in the context of government bureaucracy, intrinsic motivation is the main determinant of productivity, while organizational culture formed tends to reflect social comfort rather than a high-performance culture.
Pengaruh Pelatihan dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan dengan Stres Kerja sebagai Variabel Mediasi pada PT Serba Mulia Auto Cabang Sangatta Kabupaten Kutai Timur Sitti Hajar; Ausy Riana; Juwita Aprilia; Hasmah Hasmah
Jurnal Ekonomi Kreatif Indonesia Vol. 4 No. 3 (2026): August
Publisher : PT. Tangrasula Tekno Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61896/jeki.v4i3.234

Abstract

ABSTRAK Produktivitas karyawan di sektor otomotif sering kali dipengaruhi oleh kualitas pelatihan dan kondisi lingkungan kerja. Namun, kedua faktor tersebut juga dapat menimbulkan tekanan psikologis berupa stres kerja yang berpotensi memengaruhi kinerja. Permasalahan ini menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana pelatihan dan lingkungan kerja berinteraksi dengan stres kerja dalam membentuk kinerja karyawan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pelatihan dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan dengan stres kerja sebagai variabel mediasi pada PT Serba Mulia Auto Cabang Sangatta, Kabupaten Kutai Timur. Metode kuantitatif dengan survei digunakan terhadap 98 karyawan, dan analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui SmartPLS.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan dan lingkungan kerja tidak secara langsung meningkatkan kinerja karyawan, tetapi lingkungan kerja berperan penting dalam membentuk kondisi psikologis melalui mekanisme stres kerja. Stres kerja terbukti menjadi jalur mediasi parsial yang menjelaskan hubungan antara lingkungan kerja dan kinerja. Kontribusi penelitian ini terletak pada pemahaman bahwa peningkatan kinerja tidak hanya bergantung pada aspek teknis pelatihan, tetapi juga pada penciptaan lingkungan kerja yang sehat dan minim stres. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi manajemen perusahaan untuk lebih menekankan strategi pengelolaan lingkungan kerja sebagai upaya meningkatkan produktivitas karyawan. ABSTRACT Employee productivity in the automotive sector is often influenced by training quality and work environment conditions. However, these factors may also generate psychological pressure in the form of work stress, which can affect performance. This raises the question of how training and work environment interact with work stress in shaping employee performance. This study aims to analyze the effect of training and work environment on employee performance with work stress as a mediating variable at PT Serba Mulia Auto, Sangatta Branch, Kutai Timur Regency. A quantitative survey method was applied to 98 employees, and data were analyzed using Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) through SmartPLS.The findings reveal that training and work environment do not directly improve employee performance, but the work environment plays a crucial role in shaping psychological conditions through work stress. Work stress partially mediates the relationship between work environment and performance. The contribution of this study lies in highlighting that performance improvement is not solely dependent on technical training but also on creating a healthy, low-stress work environment. These insights provide practical implications for company management to prioritize workplace environment strategies as a means of enhancing employee productivity.
Pengaruh Kompetensi Digital Dan Adaptabilitas Terhadap Kinerja Organisasi Dengan Learning Agility Sebagai Variabel Intervening Pada Sekretariat Dprd Kabupaten Kutai Timur Verdy Sarangnga; RR Tri Gunarti Ningrum; Nurlianti Nurlianti; Nely Nely
Jurnal Ekonomi Kreatif Indonesia Vol. 4 No. 3 (2026): August
Publisher : PT. Tangrasula Tekno Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61896/jeki.v4i3.235

Abstract

ABSTRAK Produktivitas organisasi publik di era digital menghadapi tantangan berupa rendahnya kompetensi digital dan keterbatasan adaptabilitas pegawai dalam merespons perubahan lingkungan kerja. Fenomena ini terlihat pada Sekretariat DPRD Kabupaten Kutai Timur, di mana transformasi digital birokrasi menuntut pegawai untuk memiliki kemampuan belajar cepat (learning agility) agar kinerja organisasi tetap optimal. Permasalahan muncul karena tidak semua pegawai memiliki kesiapan digital maupun kemampuan beradaptasi, sehingga diperlukan kajian empiris mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kinerja organisasi dengan learning agility sebagai variabel intervening. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis jalur (path analysis) berbantuan SPSS 25. Populasi penelitian berjumlah 335 pegawai, namun setelah penerapan rumus Slovin dan proses validasi data, jumlah responden yang layak dianalisis menjadi 182 orang. Gugurnya sebagian responden disebabkan oleh ketidaklengkapan pengisian kuesioner dan inkonsistensi jawaban, sehingga hanya data yang valid digunakan dalam analisis. Teknik sampling yang diterapkan adalah non-probability sampling dengan kategori proportional random sampling, sesuai karakteristik populasi yang berstrata secara proporsional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi digital berpengaruh positif terhadap learning agility, sementara adaptabilitas tidak berpengaruh terhadap learning agility. Sebaliknya, adaptabilitas dan learning agility terbukti berpengaruh positif terhadap kinerja organisasi, sedangkan kompetensi digital tidak berpengaruh langsung terhadap kinerja organisasi. Temuan ini mengimplikasikan bahwa dalam konteks birokrasi pemerintahan, learning agility berperan sebagai mekanisme penting yang menjembatani kompetensi digital dan adaptabilitas dengan kinerja organisasi. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan perspektif baru bahwa investasi pada pengembangan learning agility lebih strategis dibandingkan sekadar peningkatan kompetensi digital, karena learning agility terbukti menjadi faktor penentu keberhasilan adaptasi organisasi terhadap perubahan lingkungan. ABSTRACT Organizational productivity in the public sector during the digital era faces challenges such as limited digital competence and insufficient adaptability among employees in responding to dynamic work environments. This phenomenon is evident in the Secretariat of the Regional House of Representatives (DPRD) of Kutai Timur Regency, where digital transformation in bureaucracy requires employees to possess strong learning agility to maintain organizational performance. The problem arises because not all employees are digitally ready or adaptable, creating the need for an empirical study on the factors influencing organizational performance with learning agility as an intervening variable. This study employed a quantitative approach using path analysis supported by SPSS 25. The population consisted of 335 employees; however, after applying Slovin’s formula and validating the data, only 182 respondents were deemed eligible for analysis. The reduction in sample size was due to incomplete questionnaire responses and inconsistent answers, ensuring that only valid data were analyzed. The sampling technique used was non-probability sampling with proportional random sampling, appropriate for a population that is heterogeneous and stratified proportionally. The findings reveal that digital competence has a positive effect on learning agility, while adaptability does not significantly influence learning agility. Conversely, adaptability and learning agility positively affect organizational performance, whereas digital competence does not directly impact organizational performance. These results imply that in the context of government bureaucracy, learning agility plays a crucial role as a bridging mechanism between digital competence, adaptability, and organizational performance. The contribution of this study lies in highlighting that investment in developing learning agility is more strategic than merely enhancing digital competence, as learning agility proves to be the key determinant of organizational adaptability and performance in a changing environment
Pengaruh Motivasi, Lingkungan Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Retensi Pegawai Negeri Sipil melalui Kepuasan Kerja di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Timur Winny Susanti Alwie; Ausy Riana; Efendi Rahmanto; Irma Irma
Jurnal Ekonomi Kreatif Indonesia Vol. 4 No. 3 (2026): August
Publisher : PT. Tangrasula Tekno Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61896/jeki.v4i3.236

Abstract

ABSTRAK Permasalahan utama dalam organisasi publik adalah bagaimana mempertahankan pegawai berpengalaman agar tetap loyal, khususnya ketika motivasi kerja, lingkungan kerja, dan disiplin kerja menghadapi tantangan dalam mendukung kepuasan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi, lingkungan kerja, dan disiplin kerja terhadap retensi pegawai melalui kepuasan kerja pada Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Timur. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling, melibatkan 61 responden yang memiliki masa kerja minimal 15 tahun. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi, kemudian dianalisis dengan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja dan disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, sedangkan motivasi tidak berpengaruh signifikan. Selanjutnya, kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap retensi pegawai, serta terbukti memediasi pengaruh lingkungan kerja dan disiplin kerja terhadap retensi pegawai. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa kepuasan kerja merupakan faktor kunci dalam memperkuat loyalitas pegawai, sehingga organisasi perlu berkontribusi pada penciptaan lingkungan kerja yang kondusif dan peningkatan disiplin kerja sebagai strategi retensi jangka panjang. ABSTRACT The main issue in public organizations is how to retain experienced employees to remain loyal, particularly when work motivation, work environment, and work discipline face challenges in supporting job satisfaction. This study aims to analyze the effect of motivation, work environment, and work discipline on employee retention through job satisfaction at the Regional Revenue Agency of Kutai Timur Regency. The research method applied a quantitative approach with purposive sampling, involving 61 respondents who had a minimum of 15 years of service. Data were collected through questionnaires and observations, then analyzed using Partial Least Square (PLS). The results indicate that work environment and work discipline have a positive and significant effect on job satisfaction, while motivation has no significant effect. Furthermore, job satisfaction has a positive and significant effect on employee retention and is proven to mediate the influence of work environment and work discipline on retention. The implication of this study emphasizes that job satisfaction is a key factor in strengthening employee loyalty, so organizations need to contribute to creating a conducive work environment and improving work discipline as a long-term retention strategy.
Pengaruh Likuiditas, Leverage, Efisiensi Aset, Dan Kebijakan Dividen Terhadap Sustainable Growth Rate Pada Perusahaan Sektor Energi Di Bursa Efek Indonesia Periode 2021-2025 Diandra Kamila Tienansa; Erna Hendrawati
Jurnal Ekonomi Kreatif Indonesia Vol. 4 No. 3 (2026): August
Publisher : PT. Tangrasula Tekno Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61896/jeki.v4i3.250

Abstract

ABSTRAK Pertumbuhan perusahaan yang tidak dikelola secara optimal dapat meningkatkan risiko keuangan dan menyebabkan pertumbuhan yang tidak berkelanjutan. Kondisi tersebut menjadi semakin penting pada perusahaan sektor energi karena karakteristik industrinya yang padat modal, memiliki kebutuhan aset yang besar, serta dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas global. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh likuiditas, leverage, efisiensi aset, dan kebijakan dividen terhadap tingkat pertumbuhan berkelanjutan pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Likuiditas diukur menggunakan Current Ratio (CR), leverage diukur menggunakan Debt to Equity Ratio (DER), efisiensi aset diukur menggunakan Total Asset Turnover (TATO), kebijakan dividen diukur menggunakan Dividend Payout Ratio (DPR), sedangkan tingkat pertumbuhan berkelanjutan diukur menggunakan model Higgins. Populasi dalam penelitian ini terdiri atas perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2021–2025. Berdasarkan kriteria purposive sampling, diperoleh 17 perusahaan sebagai sampel dengan total 85 data observasi. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah perangkat lunak SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi aset dan kebijakan dividen berpengaruh signifikan terhadap tingkat pertumbuhan berkelanjutan, sedangkan likuiditas dan leverage tidak berpengaruh terhadap tingkat pertumbuhan berkelanjutan. ABSTRAK Company growth that is not managed optimally can increase financial risk and lead to unsustainable growth. This issue is particularly critical for companies in the energy sector due to the industry’s capital-intensive nature, its significant asset requirements, and its susceptibility to fluctuations in global commodity prices. This study aims to examined and analyze the effect of liquidity, leverage, asset efficiency, and dividend policy on sustainable growth rates in energy sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange. Liquidity is measured using the current ratio (CR), leverage is measured using debt to equity ratio (DER), asset efficiency is measured using the total assets turnover (TATO), dividend policy is measured using the dividend payout ratio (DPR), and sustainable growth rates are measured using the Higgins model. The study populations consists of energy sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2021-2025 period. Based on purposive sampling criteria, 17 companies were selected with a total of 85 samples. The analysis tool used was SPSS software version 27. The results show that asset efficiency and dividend policy have a significant effect on the sustainable growth rate, whereas liquidity and leverage do not have an effect on the sustainable growth rate.
PENGARUH E- COMMERCE , PENGGUNAAN QRIS , TINGKAT PENDIDIKAN DAN LOKASI USAHA TERHADAP PENDAPATAN UMKM DI KECAMATAN PAKAL KOTA SURABAYA Raffa Distya Rafika Zalianty; Erna Hendrawati
Jurnal Ekonomi Kreatif Indonesia Vol. 4 No. 2 (2026): April
Publisher : PT. Tangrasula Tekno Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61896/jeki.v4i2.251

Abstract

ABSTRAK Perkembangan digitalisasi dalam kegiatan usaha mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memanfaatkan teknologi dalam meningkatkan aktivitas dan pendapatan usaha. Namun, pemanfaatan teknologi digital tidak selalu memberikan dampak yang sama terhadap pendapatan UMKM karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti penggunaan e-commerce, penggunaan QRIS, tingkat pendidikan, dan lokasi usaha. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh e-commerce, penggunaan QRIS, tingkat pendidikan, dan lokasi usaha terhadap pendapatan UMKM di Kecamatan Pakal, Kota Surabaya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan pendapatan UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital, kualitas sumber daya manusia, dan lokasi usaha yang strategis. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 143 responden dari 219 UMKM yang dipilih menggunakan rumus Slovin dan teknik purposive sampling. Data primer diperoleh melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-commerce, penggunaan QRIS, tingkat pendidikan, dan lokasi usaha masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan UMKM. Secara simultan, keempat variabel juga berpengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM. Hasil ini menunjukkan bahwa optimalisasi teknologi digital, peningkatan pendidikan pelaku usaha, dan lokasi usaha yang strategis dapat meningkatkan pendapatan UMKM. Oleh karena itu, diperlukan dukungan pemerintah melalui peningkatan literasi digital, perluasan QRIS, dan pelatihan UMKM. ABSTRACT Advances in digitalization in business operations are encouraging Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) to leverage technology to boost their business activities and revenue. However, the use of digital technology does not always have the same impact on MSME revenue, as it is influenced by various factors, such as the use of e-commerce, the use of QRIS, educational attainment, and business location. This study aims to analyze the effect of e-commerce, QRIS usage, education level, and business location on MSME income in Pakal District, Surabaya City. The study is motivated by the importance of increasing MSME income through digital technology adoption, human resource quality improvement, and strategic business locations. This research employed a quantitative approach using a survey method involving 143 respondents from 219 MSMEs selected using the Slovin formula and purposive sampling technique. Primary data were collected through questionnaires and analyzed using multiple linear regression with SPSS. The results show that e-commerce, QRIS usage, education level, and business location each have a positive and significant effect on MSME income. Simultaneously, these variables also significantly affect MSME income. These findings imply that digital technology optimization, higher education levels, and strategic business locations can improve MSME income. Therefore, government support is needed through digital literacy enhancement, wider QRIS adoption, and MSME capacity-building programs.

Page 10 of 11 | Total Record : 104