cover
Contact Name
Faiq Makhdum Noor
Contact Email
ejournalsendja@gmail.com
Phone
+6285726297544
Journal Mail Official
ejournalsendja@gmail.com
Editorial Address
Jalan Lintas Tente - Godo, Desa Samili, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima - NTB
Location
Kab. bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Science Education and Development Journal Archives
ISSN : -     EISSN : 29885337     DOI : https://doi.org/10.59923/sendja
Core Subject : Science, Education,
FOCUS AND SCOPE Focus The focus of SENDJA is to provide scientific articles in the field of education and development of Natural Sciences which are developed through the publication of articles, research reports and book reviews. Scope SENDJA journal welcome papers from academicians on concepts, academic research, research and development, and action research, in the field of Natural Sciences Education. In particular, the papers considered include: Natural Science Education Physics Education Biology Education Chemistry Education Science Learning Media Science Learning Development
Articles 37 Documents
Measuring 21st-century science laboratory competence: development and validation of a contextual assessment tool Andina Nurul Wahidah; Inayah Dzil Izzati Hartono
Science Education and Development Journal Archives Vol. 4 No. 1 (2026): Science Education and Development Journal Archives
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/sendja.v4i1.654

Abstract

Mastery of contextual experiment-based science laboratory competencies is essential for strengthening scientific literacy, critical thinking, and data interpretation skills in the 21st century. However, there is a lack of standardized instruments that holistically measure conceptual, procedural, and interpretative dimensions, particularly at the secondary education level. This study aimed to develop and validate an assessment instrument for Contextual Experiment-Based Biology Laboratory Competency using a limited research and development (R&D) design. Instrument development involved theoretical analysis, blueprint construction, expert validation, pilot testing, Exploratory Factor Analysis (EFA), and Rasch model analysis. Item development was grounded in literature review, national curriculum guidelines, and locally relevant experimental contexts integrated into students’ learning experiences. Content validation by eight experts using I-CVI and S-CVI yielded high agreement (I-CVI ≥ 0.87; S-CVI = 0.95). Construct validity was examined using Exploratory Factor Analysis (EFA) with Maximum Likelihood extraction and Promax rotation on trial data from 135 Madrasah Aliyah students. The results showed a KMO value of 0.75 and a significant Bartlett’s Test (p < 0.001). Three major factors emerged, explaining 43.0% of the total variance and aligning with the initial construct framework. Further calibration using the Rasch Model demonstrated good item fit, high reliability (0.86), and well-distributed item logits. The instrument proved valid and reliable as a diagnostic assessment tool based on contextual experimentation. The findings support the implementation of authentic, context-based assessment and recommend follow-up CFA analysis and practical application in biology laboratory instruction.
Penerapan model contextual teaching and learning (CTL) untuk meningkatkan pemahaman konsep pada materi asam basa di MAN 1 Padangsidimpuan Ryandi Halomoan; Riswan Efendi; Lelya Hilda; Silvia Elastary Matondang; Desi Lisa Rosanna
Science Education and Development Journal Archives Vol. 4 No. 1 (2026): Science Education and Development Journal Archives
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/sendja.v4i1.672

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana implementasi model pembelajaran kontekstual (CTL) berdampak pada pemahaman konsep siswa tentang bahan asam dan basa. Latar belakang penelitian ini terletak pada kebutuhan untuk meningkatkan pemahaman tentang bagaimana materi kimia abstrak yang berhubungan dengan kondisi keseharian siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest yang dipadukan dengan pendekatan deskriptif. 92 siswa di kelas 10 program MIPA di MAN 1 Padangsidimpuan adalah subjek penelitian. Alat penelitian adalah soal pilihan ganda yang dilakukan sebelum (pretest) dan setelah (posttest). Untuk menganalisis data, statistik deskriptif digunakan, yang mencakup perhitungan rata-rata, selisih nilai, peningkatan persentase, dan analisis gain. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa nilai rata-rata siswa pada pretest adalah 52,3, dan meningkat menjadi 78,7 pada posttest, dengan selisih peningkatan 26,4 poin. Analisis gain juga menunjukkan bahwa sebagian besar siswa meningkatkan pemahaman mereka dalam kategori sedang hingga tinggi. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa penerapan model pembelajaran CTL mendukung pemahaman siswa terhadap konsep asam dan basa. Oleh sebab itu, strategi pembelajaran ini layak dipertimbangkan sebagai solusi inovatif dalam pengajaran kimia guna mengoptimalkan hasil belajar siswa.
Upaya meningkatkan kreativitas siswa menggunakan model project-based learning pada mata pelajaran IPAS kelas V SD Negeri Kanigoro 1 Gunungkidul Rahmadhita Pramesti; Retno Utaminingsih; Elyas Djufri
Science Education and Development Journal Archives Vol. 4 No. 1 (2026): Science Education and Development Journal Archives
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/sendja.v4i1.753

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kreativitas dan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran di kelas. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah sebagai upaya meningkatkan kreativitas siswa menggunakan model Project Based Learning (PjBL) pada mata pelajaran IPAS kelas V SD Negeri Kanigoro 1 Gunungkidul. Desain penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Penelitian ini dilakukan di kelas V SD Negeri Kanigoro 1 Gunungkidul dengan jumlah subjek sebanyak 23 siswa. Teknik dan instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara, serta dokumentasi dengan lembar observasi tingkat kreativitas siswa dan lembar wawancara. Aspek kreativitas siswa yang diamati yaitu: 1) rasa ingin tahu yang tinggi, 2) mampu menghasilkan gagasan baru berdasarkan pikiran sendiri, 3) berani menyampaikan pendapat, 4) mempunyai rasa percaya diri yang tinggi, dan 5) mempunyai sifat mandiri. Hasil penelitian menunjukkan persentase kreativitas siswa pada siklus I pembelajaran I sebesar 64,34% dan pembelajaran II meningkat menjadi 70,65%. Pada siklus II pembelajaran I, persentase naik signifikan menjadi 82,39% dan mencapai puncaknya pada pembelajaran II sebesar 92,39%. Dampak dari penelitian ini membuktikan bahwa model PjBL secara efektif dapat memperbaiki kualitas pembelajaran, meningkatkan antusiasme, serta sukses meningkatkan kreativitas siswa kelas V SD Negeri Kanigoro 1 Gunungkidul.
Pengembangan media pembelajaran congklak hukum dasar kimia (cokumi) untuk melatih keterampilan kolaborasi peserta didik hilyatul atkia; Lenni Khotimah Harahap; Mohammad Agus Prayitno
Science Education and Development Journal Archives Vol. 4 No. 1 (2026): Science Education and Development Journal Archives
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/sendja.v4i1.794

Abstract

Kimia merupakan mata pelajaran yang dianggap sulit oleh sebagian besar peserta didik, salah satunya disebabkan oleh terbatasnya variasi media pembelajaran yang digunakan di kelas. Berdasarkan hasil angket di SMA Negeri 16 Semarang, sebanyak 73,5% peserta didik menyatakan kimia sulit dipahami, dan media yang digunakan masih terbatas pada PowerPoint. Selain itu, keterampilan kolaborasi peserta didik juga masih tergolong rendah, ditandai dengan ketidakmerataan pembagian tugas dalam kerja kelompok. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran Congklak Hukum Dasar Kimia (Cokumi), yaitu media berbasis permainan tradisional congklak yang diintegrasikan dengan materi hukum dasar kimia untuk melatih keterampilan kolaborasi peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Validasi dilakukan oleh 5 validator menggunakan rumus Aiken's V, sementara respons peserta didik dianalisis menggunakan persentase, dan peningkatan keterampilan kolaborasi diukur melalui lembar observasi rekan sejawat dengan analisis N-Gain. Hasil validasi menunjukkan rata-rata nilai Aiken's V sebesar 0,90 (kategori valid tinggi). Respons peserta didik mencapai 85% pada uji skala kecil dan 91,45% pada uji skala besar, keduanya dalam kategori positif. Keterampilan kolaborasi meningkat dengan nilai N-Gain rata-rata 0,67 (kategori sedang). Dengan demikian, media Cokumi dinyatakan valid, mendapat respons positif, dan efektif dalam meningkatkan keterampilan kolaborasi peserta didik pada materi hukum dasar kimia.
Pengaruh multimedia pembelajaran interaktif berbasis genially terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi magnet Reza Enisa Wardana; Siti Fatimah
Science Education and Development Journal Archives Vol. 4 No. 1 (2026): Science Education and Development Journal Archives
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/sendja.v4i1.812

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif menjadi salah satu kemampuan yang penting untuk dikembangkan pada abad ke-21. Oleh karena itu perlu adanya inovasi pembelajaran sebagai upaya memfasilitasi kemampuan berpikir kreatif siswa, salah satunya adalah menggunakan multimedia interaktif berbasis Genially. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh multimedia interaktif berbasis Genially terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa kelas IV sekolah dasar pada materi magnet dan besar peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini menggunakan penelitian kuasi eksperimental dengan nonequivalent control group design. Intrumen menggunakan lembar tes untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif yang telah dinyatakan valid dan reliabel dengan baik. Uji hipotesis menggunakan uji Mann-Whitney U dan N-Gain. Hasil analisis menunjukkan bahwa: 1) ada pengaruh multimedia interaktif berbasis Genially terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa kelas IV pada materi magnet; 2) Besar peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas eksperimen lebih baik dibandingkan kelas kontrol. Hasil penelitian ini memberikan implikasi bahwa pemanfaatan multimedia interaktif berbasis Genially layak diterapkan sebagai inovasi pembelajaran untuk mendukung pengembangan kemampuan berpikir kreatif siswa.
Pengembangan flipbook digital sains lingkungan untuk meningkatkan keterampilan membaca siswa kelas II Sekolah Dasar Sulistyani Puteri Ramadhani; Qonita Amini
Science Education and Development Journal Archives Vol. 4 No. 2 (2026): Science Education and Development Journal Archives
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/sendja.v4i2.933

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran flipbook cerita fabel digital serta mengetahui tingkat kelayakan dan efektivitasnya dalam meningkatkan keterampilan membaca siswa kelas II sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Dick and Carey. Subjek penelitian terdiri atas 8 siswa pada uji coba skala kecil dan 24 siswa pada uji coba skala besar. Teknik pengumpulan data meliputi validasi, angket respons siswa, serta tes pretest dan posttest. Data dianalisis menggunakan analisis persentase dan Normalized Gain (N-Gain). Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons siswa pada uji coba skala kecil memperoleh persentase 83,57% dengan kategori sangat layak, sedangkan uji coba skala besar memperoleh persentase 93,10% dengan kategori sangat layak. Efektivitas media ditunjukkan oleh nilai N-Gain sebesar 0,44 pada uji coba skala kecil dan 0,34 pada uji coba skala besar, yang keduanya termasuk dalam kategori sedang. Hasil tersebut menunjukkan bahwa media flipbook cerita fabel digital sangat layak digunakan dan cukup efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa sekolah dasar.
Pengembangan aplikasi nanoworld berbasis game based learning menggunakan construct 3: perkembangan teori, struktur atom, dan nanoteknologi Abdilah Nur Kuncoro Jati; Ratna Sari Siti Aisyah; Robby Zidny
Science Education and Development Journal Archives Vol. 4 No. 2 (2026): Science Education and Development Journal Archives
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/sendja.v4i2.943

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif Nanoworld berbasis Game Based Learning menggunakan Construct 3 pada materi perkembangan teori atom, struktur atom, dan aplikasinya dalam nanoteknologi. Inovasi utama aplikasi ini terletak pada mekanisme permainannya yang mengintegrasikan secara visual konsep abstrak perkembangan teori dan struktur atom dengan penerapannya di dunia nyata melalui teka-teki perbaikan komponen nanochip. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) yang mengadaptasi model Borg & Gall dengan tahapan: research and collecting data, planning, develop preliminary form of product, preliminary field testing, main product revision, dan final product. Penelitian dilaksanakan pada Juli hingga September di SMA Negeri 5 Kota Serang dengan melibatkan 36 peserta didik kelas X sebagai sampel uji coba terbatas. Hasil validasi menunjukkan bahwa aplikasi Nanoworld memperoleh nilai rata-rata 0,81 dari ahli materi, 0,82 dari ahli media, dan 0,83 dari ahli asesmen, seluruhnya dengan kriteria valid. Selain itu, respon peserta didik memperoleh persentase 84,92% dengan kategori "sangat baik". Berdasarkan hasil tersebut, aplikasi Nanoworld telah memenuhi aspek validitas, kelayakan, dan mendapatkan respons positif dari peserta didik sebagai media pembelajaran interaktif, meskipun efektivitasnya dalam meningkatkan hasil belajar masih memerlukan pengujian eksperimental lebih lanjut pada penelitian mendatang.

Page 4 of 4 | Total Record : 37