cover
Contact Name
Hasan Syahrizal
Contact Email
jurnalihsan@gmail.com
Phone
+6282352818690
Journal Mail Official
jurnalihsan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sederhana Lorong Lambang Sari No.959, RT 001 RW. 006, Kelurahan Tembilahan Hulu Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, Indonesia
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 30259150     EISSN : 29871298     DOI : https://doi.org/10.61104/ihsan.v1i2
Fokus dan Ruang Lingkup Ihsan: Jurnal Pendidikan Islam menerima naskah asli yang tidak diterbitkan dalam bahasa Indonesia atau Inggris, berdasarkan penelitian dari metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif, campuran, atau metodologi apa pun yang terkait dengan pendidikan
Articles 32 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 3 (2026): In Progres" : 32 Documents clear
Analisis Konsep Strategi Pembelajaran dan Distingsinya dengan Model, Pendekatan, Metode Serta Teknik Pembelajaran Sonia Natalia; Sri Wahyuni, Ratna; Gusmanelli
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): In Progres
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.5742

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya kesalahpahaman dalam membedakan konsep strategi pembelajaran dengan model, pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran. Padahal, pemahaman yang tepat terhadap konsep-konsep tersebut sangat penting untuk menciptakan proses pembelajaran yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep dasar strategi pembelajaran serta mengidentifikasi perbedaannya dengan komponen pembelajaran lainnya. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah berbagai sumber teori yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran merupakan rancangan umum kegiatan pembelajaran yang mencakup tujuan, materi, metode, media, dan evaluasi. Strategi pembelajaran memiliki berbagai klasifikasi, seperti berdasarkan peran guru dan siswa serta cara penyampaian materi, misalnya strategi ekspositori, heuristik, deduktif, dan induktif. Selain itu, strategi pembelajaran memiliki cakupan yang lebih luas dibandingkan model, pendekatan, metode, dan teknik. Model berfungsi sebagai kerangka konseptual, pendekatan sebagai dasar pandangan, metode sebagai cara penyampaian materi, dan teknik sebagai langkah operasional dalam pelaksanaan pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa strategi menjadi pengarah utama dalam keseluruhan proses pembelajaran. .Dengan demikian, pemahaman yang jelas mengenai strategi pembelajaran dan perbedaannya dengan konsep lain sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Analisis Fenomena Bunuh Diri di Sumatera Barat dalam Perspektif Islam: (Studi Kasus Tahun 2024-2025) putra, Rido Putra; Jannah, Miftahul
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): In Progres
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.5795

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena bunuh diri di Sumatera Barat pada tahun 2024–2025, mengkaji perilaku bunuh diri dalam perspektif Islam, serta mendeskripsikan respons pemerintah dan masyarakat dalam upaya meminimalisir kasus bunuh diri di Sumatera Barat. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya kasus bunuh diri di Sumatera Barat yang tidak sejalan dengan falsafah hidup masyarakat Minangkabau, yaitu "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”. Tercatat sebanyak 18 kasus pada tahun 2024 dan 23 kasus pada tahun 2025 dengan rentang usia korban 15 hingga 75 tahun dari berbagai latar belakang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif-analitik. Sumber data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap berita-berita kasus bunuh diri dari berbagai media massa di Sumatera Barat, kajian pustaka dari literatur Islam, dan dokumentasi kegiatan penyuluhan. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, fenomena bunuh diri di Sumatera Barat dipicu oleh masalah ekonomi dan jeratan utang, depresi akibat penyakit berkepanjangan, tekanan psikologis dan bullying di kalangan remaja, masalah asmara, serta pengangguran. Kedua, Islam secara tegas mengharamkan bunuh diri melalui tiga dimensi: akidah (nyawa adalah amanah Allah), akhlak (kewajiban bersabar dan tidak berputus asa), dan hukum (ancaman siksaan di akhirat dalam Q.S. An-Nisa: 29–30). Ketiga, respons pemerintah dan masyarakat masih bersifat reaktif. Pemerintah pusat telah menetapkan kerangka hukum melalui PP No. 28 Tahun 2024, namun implementasinya di daerah masih terbatas. Berbagai pihak seperti LKAAM, Komunitas MAGISTRA INDONESIA turut aktif dalam upaya pencegahan berbasis nilai Islam dan adat Minangkabau
Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas X Pada Pembelajaran PAIBP di SMAN 2 Rambatan Quratul Aulia; Sulaiman
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): In Progres
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.5796

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Problem Based Learning (PBL) terhadap keterampilan berpikir kritis siswa pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe pretest-posttest control group design. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas yang ditentukan menggunakan teknik total sampling, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen berdasarkan uji Paired Sample t-Test. Namun, hasil uji Independent Sample t-Test menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hal ini mengindikasikan bahwa penerapan model PBL belum memberikan pengaruh yang signifikan dibandingkan dengan pembelajaran konvensional dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning berpotensi meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa, namun efektivitasnya belum lebih unggul secara signifikan dibandingkan pembelajaran konvensional, sehingga diperlukan optimalisasi dalam penerapannya.
Penerapan Metode Pembelajaran Nurul Bayan Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Di Halaqat Lil Mubtadi’at Sawiyah; Marlin, Diana
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): In Progres
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.5806

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode pembelajaran Nurul Bayan dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an pada peserta didik di halaqat lil mubtadi’at (kelompok pemula). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya kemampuan membaca Al-Qur’an pada peserta didik pemula, yang ditandai dengan kurangnya kelancaran, kesalahan dalam pelafalan huruf hijaiyah, serta rendahnya pemahaman terhadap kaidah tajwid. Hal ini disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran yang kurang sistematis dan kurang efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah peserta didik tingkat pemula di halaqat lil mubtadi’at. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Nurul Bayan dapat meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik secara signifikan. Peningkatan tersebut terlihat pada aspek kelancaran membaca, ketepatan pelafalan makharijul huruf, pemahaman dasar tajwid, serta meningkatnya kepercayaan diri peserta didik. Metode ini efektif karena disusun secara sistematis, bertahap, dan menggunakan latihan berulang (drill) yang membantu peserta didik memahami materi dengan lebih mudah. Dengan demikian, metode pembelajaran Nurul Bayan dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif yang efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, khususnya bagi peserta didik tingkat pemula dalam sistem halaqat.
Peran Pendidikan Islam dalam Menumbuhkan Sikap Toleransi dan Moderasi Beragama di Masyarakat Multikultural Dila ayu santika ritonga; Iin Triana; Annisa Noer Winda; Herlini Puspika Sari
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): In Progres
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.5855

Abstract

Indonesia sebagai negara multikultural menghadapi tantangan dalam menjaga keharmonisan akibat keberagaman agama, budaya, dan suku. Oleh karena itu, penanaman nilai toleransi dan moderasi beragama melalui pendidikan menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan Islam dalam menumbuhkan sikap toleransi dan moderasi beragama pada masyarakat multikultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) melalui pengumpulan data dari buku, jurnal, dan sumber ilmiah relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam berperan sebagai landasan utama dalam membentuk sikap toleransi melalui penanaman nilai-nilai seperti empati, keadilan, dan penghargaan terhadap perbedaan. Konsep wasathiyah menjadi prinsip penting dalam membangun sikap moderat yang tidak ekstrem. Selain itu, peran guru, kurikulum, serta lingkungan pendidikan yang inklusif turut memperkuat internalisasi nilai moderasi beragama. Implementasi nilai toleransi dalam pembelajaran dilakukan melalui pendekatan dialogis, kontekstual, dan berbasis pengalaman sosial. Pendidikan Islam juga berfungsi sebagai sarana preventif dalam mengurangi potensi konflik sosial berbasis perbedaan. Dengan demikian, pendidikan Islam memiliki kontribusi strategis dalam menciptakan masyarakat yang damai, inklusif, dan harmonis.
Transformasi Pesantren Dalam Sejarah Pendidikan Islam Di Indonesia Ikram Humaidi; Rifani Dwiyanti; Sofiana; Alfiyah Syifah; Nindy Syadytha; Muhammad Afriza Nurdin; Hanifa Putri Yosa
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): In Progres
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.5864

Abstract

Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia menghadapi tantangan globalisasi, modernisasi, dan perkembangan teknologi yang menuntut adanya transformasi agar tetap relevan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi pesantren secara komprehensif meliputi aspek historis, kurikulum, metode pembelajaran, dan kelembagaan, serta mengidentifikasi faktor pendorong dan dampaknya terhadap identitas pesantren. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research) melalui analisis terhadap 15–25 sumber literatur ilmiah terbitan tahun 2015–2025. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif-kritis dengan pendekatan tematik dan historis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi pesantren merupakan proses adaptasi selektif yang bersifat dinamis dan berkelanjutan. Secara historis, pesantren bersifat adaptif dan resilien terhadap perubahan sosial. Dalam aspek kurikulum, terjadi integrasi antara ilmu agama dan ilmu umum. Metode pembelajaran mengalami inovasi melalui pemanfaatan teknologi digital, sedangkan pada aspek kelembagaan, pesantren berkembang menjadi institusi yang lebih profesional dan kompleks. Transformasi ini didorong oleh faktor globalisasi, kebijakan pendidikan nasional, tuntutan masyarakat, serta kesadaran internal pesantren. Dampaknya bersifat dualistik, yaitu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus berpotensi menggeser nilai tradisional. Kesimpulannya, pesantren berkembang menjadi institusi hybrid yang mengintegrasikan tradisi dan modernitas. Keberlanjutan pesantren sangat ditentukan oleh kemampuannya menjaga keseimbangan antara inovasi dan pelestarian nilai-nilai keislaman.
Implementasi Media Pembelajaran Inovatif untuk Menumbuhkan Minat Belajar Sejarah Generasi Z: Studi Kasus di MAN 1 Surakarta Nadhifa Malika Izzaty; Musa Pelu
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): In Progres
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.5869

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya inovasi pembelajaran sejarah yang sesuai dengan karakteristik Generasi Z yang dekat dengan teknologi digital dan media visual. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis perencanaan media pembelajaran inovatif yang dapat menumbuhkan minat belajar sejarah pada siswa Generasi Z di MAN 1 Surakarta, (2) mengkaji media pembelajaran inovatif yang diimplementasikan di MAN 1 Surakarta dalam menumbuhkan minat belajar sejarah siswa Generasi Z, dan (3) mengidentifikasi kendala dalam perencanaan dan implementasi media pembelajaran inovatif dalam pembelajaran sejarah di MAN 1 Surakarta serta mencari solusinya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data penelitian meliputi hasil observasi kegiatan pembelajaran sejarah di kelas, hasil wawancara dengan informan (guru sejarah dan peserta didik), hasil angket siswa, serta dokumen pendukung berupa modul ajar, ATP, dan perangkat pembelajaran. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif pasif, wawancara terstruktur, studi dokumentasi, dan angket. Teknik uji validitas menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Analisis data menggunakan teknik analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) perencanaan media pembelajaran inovatif dilakukan dengan mengacu pada kurikulum, capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, serta modul ajar, dan disesuaikan dengan kebutuhan serta karakteristik siswa Generasi Z, dengan pengembangan media berupa komik digital dan video POV berbasis AI; (2) implementasi media berupa video POV berbasis AI dan komik digital berbasis AI mampu mendorong ketertarikan, perhatian, keaktifan, rasa senang, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran sejarah; (3) kendala dalam perencanaan meliputi keterbatasan waktu, beban administrasi, serta kendala teknis penggunaan AI, sedangkan kendala dalam implementasi meliputi kondisi siswa, keterbatasan perangkat dan akses, serta bahasa pada komik yang sulit dipahami. Solusi dilakukan melalui manajemen waktu, pemanfaatan AI sebagai alat bantu, penyesuaian prompt secara berulang pada pembuatan komik digital, serta penggunaan strategi pembelajaran alternatif sesuai kondisi kelas.
Pengaruh kegiatan ekstrakurikuler tahfidz dan motivasi menghafal Al-Qur’an terhadap Resiliensi akademik Silvi Gusdianto; Sulaiman
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): In Progres
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.5872

Abstract

TPenelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya tekanan akademik yang dihadapi siswa kelas XII yang menuntut adanya kemampuan resiliensi akademik. Kegiatan ekstrakurikuler tahfidz dan motivasi menghafal Al-Qur’an diduga menjadi faktor yang dapat mempengaruhi ketahanan akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan ekstrakurikuler tahfidz dan motivasi menghafal Al-Qur’an terhadap resiliensi akademik siswa kelas XII SMAN 1 Junjung Sirih. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII SMAN 1 Junjung Sirih yang berjumlah 156 siswa, dengan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket (kuesioner) dan dokumentasi. Analisis data meliputi analisis statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, serta uji hipotesis menggunakan korelasi product moment dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial kegiatan ekstrakurikuler tahfidz tidak berpengaruh signifikan terhadap resiliensi akademik dengan nilai signifikansi sebesar 0,458 (>0,05). Sementara itu, motivasi menghafal Al-Qur’an berpengaruh signifikan terhadap resiliensi akademik dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05) dan koefisien regresi sebesar 0,624. Secara simultan, kegiatan ekstrakurikuler tahfidz dan motivasi menghafal Al-Qur’an berpengaruh signifikan terhadap resiliensi akademik dengan nilai F hitung sebesar 58,009 dan signifikansi sebesar 0,000 (<0,05). Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,431 menunjukkan bahwa kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 43,1% terhadap resiliensi akademik, sedangkan 56,9% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, motivasi menghafal Al-Qur’an menjadi faktor dominan dalam meningkatkan resiliensi akademik siswa, sedangkan kegiatan ekstrakurikuler tahfidz tidak memberikan pengaruh signifikan secara langsung. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam pengembangan program ekstrakurikuler berbasis keagamaan guna meningkatkan ketahanan akademik siswa
Periodisasi Sejarah Pendidikan Islam: Dari Masa Kenabian hingga Era Kontemporer Ikram Humaidi; Nurul Anisa; Putri Mahadewi Br Regar; Ahmad Gandhi; Aila Risna Azzura; Anggun Wiranda Ningrum; Aulia Dwi Putri; Muhammad Gilang Ramadhan
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): In Progres
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.5899

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis periodisasi sejarah pendidikan Islam dari masa kenabian hingga era kontemporer serta mengidentifikasi karakteristik, dinamika, dan transformasi yang terjadi pada setiap periode. Pendidikan Islam dipandang sebagai elemen fundamental dalam pembentukan peradaban yang tidak hanya berorientasi pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan akhlak, spiritualitas, dan karakter manusia secara holistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang relevan, baik dari jurnal bereputasi, buku akademik, maupun literatur klasik. Proses analisis dilakukan melalui teknik content analysis dan sintesis komparatif untuk mengkaji perkembangan pendidikan Islam dalam berbagai fase sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masa kenabian, pendidikan Islam bersifat informal dan berfokus pada pembinaan akhlak dan keimanan. Pada masa Khulafaur Rasyidin hingga dinasti Islam, pendidikan berkembang secara lebih sistematis dengan munculnya lembaga-lembaga formal dan integrasi berbagai disiplin ilmu. Sementara itu, era kontemporer ditandai oleh upaya modernisasi, integrasi ilmu agama dan sains, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan globalisasi. Kesimpulannya, pendidikan Islam mengalami transformasi dinamis yang dipengaruhi oleh konteks sosial, politik, dan budaya, namun tetap berlandaskan pada nilai-nilai fundamental Islam. Temuan ini menegaskan pentingnya pemahaman historis sebagai dasar pengembangan pendidikan Islam yang adaptif dan berkelanjutan.
Strategi Guru dalam Meningkatkan Literasi Membaca Siswa Sekolah Dasar: Systematic Literature Review Putri, Seni
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): In Progres
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.5910

Abstract

Literasi membaca merupakan kemampuan dasar yang penting bagi siswa sekolah dasar karena menjadi fondasi keberhasilan belajar. Namun, capaian literasi membaca siswa Indonesia masih rendah sehingga diperlukan strategi guru yang efektif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi strategi guru dalam meningkatkan literasi membaca siswa sekolah dasar, menganalisis faktor pendukung dan penghambat, serta memetakan kecenderungan penelitian periode 2022 hingga 2026. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA. Data diperoleh dari Garuda, Google Scholar, Scopus, dan SINTA. Dari 250 artikel yang ditemukan, sebanyak 12 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan tiga kelompok strategi utama, yaitu pembiasaan dan rutinitas membaca, pemanfaatan media dan teknologi, serta interaksi dialogis dan pembimbingan individual. Strategi seperti membaca 15 menit, media komik, dialogic reading, dan extensive reading terbukti efektif meningkatkan kemampuan membaca. Faktor pendukung meliputi kualitas guru, media pembelajaran, serta dukungan keluarga dan sekolah. Faktor penghambat mencakup rendahnya motivasi siswa, keterbatasan sarana, kesenjangan sosial-ekonomi, dan gangguan eksternal seperti pandemi. Penelitian juga menunjukkan pergeseran dari pendekatan teknis menuju pembelajaran yang lebih holistik, student-centered, dan context-responsive. Disimpulkan bahwa peningkatan literasi membaca memerlukan strategi terpadu serta kolaborasi guru, sekolah, dan keluarga.

Page 2 of 4 | Total Record : 32