cover
Contact Name
I Gst. Putu Sudiarta
Contact Email
gussudiarta@undiksha.ac.id
Phone
+6281226621965
Journal Mail Official
gussudiarta@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jl. Udayana No 11, Kampus Tengah, Singaraja-Bali Kode Pos 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
ISSN : 26157446     EISSN : 26157454     DOI : https://doi.org/10.23887/jppmi
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia publishes original research papers, case reports, and review articles. The publication include the topic abaut Mathematics education
Articles 117 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TIIPE TALKING STICK BERBANTUAN QUIZZIZ UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA N.P.N. Yuliandari; I.W. Sumandya; I.G.P.P.P. Putra
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 13 No 1 (2024): April, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppmi.v13i1.3108

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Talcking Stick berbantuan media visual kelas XI SMA Negeri 1 Kuta Utara. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang diadopsi dari Arikunto 2014. Secara ringkas, penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, yang meliputi empat tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kuta Utara dengan jumlah siswa 38 orang siswa yang terdiri dari 20 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan. Data mengenai minat belajar siswa diperoleh dengan menggunakan intrumen yang berbentuk lembar observasi. Data yang telah dikumpulkan, dianalisis menggunakan dekriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan terjadi peningkatan persentase rata-rata minat belajar 14,04% dari 64,45% pada siklus I kriteria kurang baik menjadi 78,49% kriteria baik pada siklus II. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilaksanakan disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Talcking Stick berbantuan media visual dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kuta Utara.
PENGEMBANGAN E-MODUL INTERAKTIF MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR BERBASIS PROBLEM-BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA N.L.P.S. Febrianti; Sariyasa; I.W.P. Astawa
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 13 No 1 (2024): April, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppmi.v13i1.3162

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul interaktif materi bangun ruang sisi datar berbasis problem-based learning yang valid, praktis dan efektif serta mendeskripsikan karakteristiknya. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan 4-D oleh Thiagarajan. Subjek penelitian yaitu subjek uji coba terbatas terdiri dari 10 orang peserta didik kelas VIII A dan dua guru matematika, serta subjek uji coba lapangan terdiri dari 30 orang peserta didik kelas VIII SMP Harapan Mulia Denpasar. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, angket dan tes. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar validasi untuk mengukur validitas e-modul, lembar pengamatan keterlaksanaan, angket respon guru dan peserta didik untuk mengukur kepraktisan e-modul, serta soal tes kemampuan berpikir kritis untuk mengukur keefektifan e-modul. Data yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian e-modul interaktif ini memenuhi aspek valid, praktis, dan efektif. Karakteristik e-modul interaktif ini yaitu, (1) e-modul disajikan dengan media interaktif seperti video, kuis, latihan interaktif dan geogebra, (2) terdapat hyperlink menuju halaman tertentu, (3) memuat latihan soal pilihan ganda dan mencocokkan yang dapat memberikan respon, dan (4) memuat permasalahan dan aktivitas yang memungkinkan peserta didik melatih kemampuan berpikir kritis, (5) kegiatan dalam e-modul disusun berdasarkan sintaks problem-based learning.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN NOVICK TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA T.K. Nababan; A.S. Situmorang; L.R. Pangaribuan
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 13 No 1 (2024): April, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppmi.v13i1.3379

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran Novick efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi operasi bentuk aljabar kelas VII di SMP Negeri 1 Siborongborong. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dan jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dan bersifat eksperimen semu. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Siborongborong yang berjumlah 8 kelas. Dalam populasi sampel tersebut, penelitian ini adalah Kelas VII-5 yang berjumlah 30 siswa. Alat yang digunakan adalah observasi dan tes uraian yaitu untuk kemampuan pemecahan masalah siswa dengan jumlah soal sebanyak 8 soal yang valid dan reliabel. Berdasarkan persentase ketuntasan secara klasikal kemampuan pemecahan masalah mencapai 86,6 (tuntas). Berdasarkan analisis deskriptif tingkat kesesuaian belajar Novick, terlihat dari tabel observasi aktivitas belajar siswa rata-rata skornya adalah 3,77 (aktif). Oleh karena itu, model pembelajaran Novick efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Kata kunci: Efektivitas; Model Pembelajaran Novick; Kemampuan Pemecahan Masalah
PENGEMBANGAN CONTEXTUAL LEARNING ACTIVITY STUDENT’S (CLAS) PADA MATERI POLINOMIAL UNTUK MENGEKSPLOR KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA Y. Nurhayati; Supratman; D.V. Rahayu
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 13 No 1 (2024): April, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppmi.v13i1.3419

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kurang optimalnya kemampuan koneksi matematis siswa di salah satu sekolah jenjang SMA. Siswa merasa kesulitan dalam memahami materi polinomial karena bahan ajar yang digunakan belum dapat memfasilitasi siswa untuk mengoptimalkan kemampuan koneksi matematis. Berhubungan dengan hal tersebut dibutuhkan bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa untuk mengoptimalkan kemampuan koneksi matematis. Tujuan dari penelitian untuk mengembangkan Contextual Learning Activity Student’s (CLAS) pada materi polinomial untuk mengeksplor kemampuan koneksi matematis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D) dengan model 4D, yaitu define, design, development dan disseminate. Subjek penelitian ini yaitu 24 siswa kelas XI MIPA. Pengumpulan data menggunakan angket wawancara, instrumen tes kemampuan koneksi matematis dan lembar validasi untuk mengukur validitas CLAS. Bahan ajar dalam penelitian ini merupakan Contextual Learning Activity Student’s (CLAS). Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa CLAS yang dikembangkan dinyatakan valid dan memiliki efektifitas yang tinggi untuk mengeksplor kemampuan koneksi matematis.
ANALISIS KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS PADA MATERI POLINOMIAL Y. Nurhayati; K. Ni'mah
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 13 No 1 (2024): April, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppmi.v13i1.3421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis kebutuhan media pembelajaran yang dapat menunjang pembelajaran pada materi polinomial dengan mengacu terhadap kemampuan kognitif siswa. Pada penelitian ini yang dianalisis adalah kemampuan siswa dalam mengerjakan soal polinomial. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah berjumlah 21 orang siswa kelas XII MIPA 2 yang berada di SMA Negeri 1 Cigalontang. Metode yang dilakukan adalah dengan memberikan soal tes polinomial yang berjumlah tiga soal, melakukan wawancara tidak tersturktur kepada siswa, serta melakukan wawancara kepada dua orang guru yang ada disekolah tersebut siswa belum memiliki kemampuan koneksi yang tinggi. Hasil analisis yang dilakukan bahwa 71% siswa belum mampu mengaitkan konsep antar materi matematika, dan tidak ada satupun siswa yang dapat mengaitkan materi matematika dengan disiplin ilmu lain serta dalam kehidupan sehari-hari.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR BERDASARKAN PROSEDUR NEWMAN S.A.E. Sartika; I.G.P. Suharta; I.W.P. Astawa
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 13 No 1 (2024): April, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppmi.v13i1.3428

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis- jenis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada materi bangun ruang sisi datar berdasarkan prosedur Newman dan penyebabnya. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif kualitatif yang mendeskripsikan data langsung dari subjek yang diteliti menggunakan pedoman soal cerita bangun ruang sisi datar. Subjek yang digunakan adalah seluruh siswa kelas VI SD Bintang Timur berjumlah 16 siswa. Kemudian, dipilih 5 siswa yang akan diwawancara untuk mengetahui penyebab kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes berupa soal cerita dan wawancara. Setiap hasil pekerjaan siswa dianalisis kesalahannya berdasarkan prosedur Newman, kemudian dilakukan wawancara untuk mendeskripsi faktor-faktor penyebab kesalahan siswa. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 5 jenis kesalahan siswa: 1) Kesalahan membaca dan mengetahui arti simbol dan kata kunci pada soal (Reading), yang dilihat dari indikator kesalahan yaitu siswa tidak dapat membaca kata kunci pada soal; 2) kesalahan memahami isi soal (comprehension), sebagian besar siswa tidak menulis hal yang diketahui dan ditanyakan pada soal, salah menulis hal yang diketahui dan ditanyakan pada soal; 3) kesalahan transformasi soal (transformation) dimana siswa tidak menuis rumus yang digunakan dalam menyelesaikan soal cerita. Banyak siswa yang tidak menulis rumus yang harus digunakan; 4) kesalahan proses (process skill) rata-rata pada proses skill, siswa kesulitan dalam menggunakan operasi hitung matematika untuk menyelesaikan soal; dan 5) kesalahan menentukan jawaban akhir (endcoding) meliputi tidak menulis jawaban akhir dengan benar, tidak menyimpulkan jawaban akhir. Kesalahan paling sedikit dilakukan siswa yaitu pada tahap membaca dan mengetahui arti simbol dan kata kunci pada soal (reading) dengan persentasi sebesar 7,5% dan kesalahan paling banyak muncul pada tahap menentukan jawaban akhir (endcoding) dengan persentase sebesar 82%. Faktor-faktor penyebab kesalahan siswa yaitu terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal dimana siswa terburu-buru menyelesaikan soal, minat belajar siswa yang kurang, kemampuan literasi siswa masih rendah,dan kebiasaan siswa yang tidak menulis kesimpulan jawaban akhir. Faktor eksternal kesalahan siswa adalah 1) kurangnya bimbingan orang tua saat proses belajar di rumah; 2) kurangnya kegiatan literasi yang diadakan di sekolah; 3) kelalaian guru yang membiarkan siswa tidak menulis jawaban akhir; dan 4) waktu yang tidak cukup bagi siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika yang membuat siswa terburu-buru dalam mengerjakan soal cerita.
OPTIMALISASI KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA MTs MELALUI PEMBELAJARAN BERMAKNA BERBASIS MASALAH S. Rahmawati; Supratman; P. Lestari
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 13 No 1 (2024): April, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppmi.v13i1.3550

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kemampuan berfikir kritis matematis siswa dengan pembelajaran bermakna berbasis masalah yang menggunakan media digital book. Dengan memanfaatkan metode eksperimen Pre-Experimental Designs dengan desain One-Group Pretst-Posttest, penelitian ini menganalisis data dari 25 siswa MTs Negeri 2 Tasikmalaya. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam kemampuan berfikir kritis matematis siswa setelah penerapan model pembelajaran bermakna berbasis masalah, dengan rata-rata nilai pretes 12,32dan postes 19,32. Uji Paired sample t-test menunjukan nilai Sig.(2-talled) sebesar 1,0559 x 10-15, mengindikasikan bahwa peningkatan tersebut signifikan secara statistik. Penggunaan digital book dalam pembelajaran bermakna berbasis malah terbukti efektif dengan effect size sebesar 3,11, yang berada pada kriteria strong effect. Berdasarkan temuan ini, disimpulkan bahwa pembelajaran bermakna berbasis masalah dengan media digital book dapat mengoptimalkan kemampuan berfikir kritis matematis siswa secara signifikan. Saran yang diberikan termasuk pengembangan lebih lanjut media pembelajaran digital dan penerapan model pembelajaran yang serupa di berbagai konteks pendidikan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran.
GAME EDUCATION UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA D.O.R.Tinambunan; T. Naibaho; R.M. Simanjuntak
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 13 No 2 (2024): Oktober, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppmi.v13i2.3400

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Game Education terhadap kemampuan pemahaman matematis peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Satu Atap Patumbak. Jenis penelitian ini adalah Quasi Ekperimental dengan bentuk Nonequivalent Control Group Desain , dengan populasi penelitian yaitu seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Satu Atap Patumbak . Dengan teknik simple random sampling, diperoleh sampel penelitian kelas eksperimen (VIII-C). Instrumen yang digunakan adalah tes post-test berbentuk uraian yang telah dilakukan uji validitas instrumen serta lembar observasi keterampilan peserta didik. Setelah dilakukan perlakuan yang berbeda, diperoleh nilai rata-rata post-test kelas eksperimen 75,23 dengan standar deviasi 12,93. Hasil uji prasyarat data post-test menyatakan sampel terdistribusi normal. Selanjutnya dilakukan analisis regresi dengan α = 0,05. Dari uji tersebut dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran Game Education terhadap kemampuan pemahaman matematis peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Satu Atap Patumbak. Selama pembelajaran di kelas eksperimen, dilakukan observasi pemahaman matematis peserta didik dan diperoleh nilai akhir 93,00 dengan kategori penilaian sangat aktif. Dan untuk observasi keterampilan mengajar guru, dengan menggunakan model pembelajaran Game Education diperoleh nilai akhir 85,29 dengan kategori sangat baik.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL)TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS PESERTA DIDIK PADA MATERI BILANGAN BULAT E.P. Nainggolan; L.P. Pangaribuan; S.P. Gultom
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 13 No 2 (2024): Oktober, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppmi.v13i2.3422

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan model pembelajaran CTL terhadap pemahaman konsep matematis peserta didik di kelas VII. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi experiment dengan populasi penelitian seluruh siswa di kelas VII SMP Swasta Kristen Pagurawan’T.A.2023/2024. Dengan menggunakan teknik cluster random sampling dan diperoleh sampel penelitian kelas eksperimen di kelas VII A dan kelas kontrol dikelas VII B. Setelah dilakukan penelitian, diperoleh hasil pemahaman konsep matematika peserta didik dari kualitas pembelajaran dengan nilai 0,000 < 0,05, berarti ada perbedaan antara model CTL dengan pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil perhitungan rata-rata N-Gain pada kelas eksperimen diperoleh sebesar 0,20 dan kelas kontrol sebesar 0,19, artinya model CTL lebih efektif dari pada model pembelajaran konvensional. Untuk kesesuaian tingkat pembelajaran dikategorikan baik dengan nilai 4. Dengan ini, waktu dikategorikan baik dengan nilai 4,5. Berdasarkan hasil perhitungan N-Gain, kesesuaian tingkat pembelajaran dan waktu, maka disimpulkan model pembelajaran CTL lebih efektif dari pada pembelajaran konvensional. Dengan demikian maka model pembelajaran CTL efektif terhadap Pemahaman Konsep Matematis Peserta Didik Di kelas VII SMP Swasta Kristen Pagurawan.
ANALISIS STRUKTUR BERPIKIR GEOMETRI BERDASARKAN TEORI VAN HIELE DALAM MENYELESAIKAN SOAL OPEN ENDED MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF VISUALIZER Y. Tarlina; Supratman; S.T. Madawistama
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 13 No 2 (2024): Oktober, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppmi.v13i2.3782

Abstract

Struktur berpikir geometri peserta didik adalah tahapan kemampuan peserta didik dalam memahami konsep-konsep geometri. Salah satu teori yang menjelaskan struktur berpikir geometri peserta didik adalah teori Van Hiele. Teori ini dicetuskan oleh Pierre van Hiele dan Dina van Hiele-Geldof pada tahun 1957. Teori ini mengklasifikasikan struktur berpikir geometri peserta didik ke dalam lima tahapan yaitu: 1) Tahap Pengenalan/Visualisasi, 2) Tahap Analisis, 3) Tahap Abstraksi/deduksi informal (Pengurutan), 4) Tahap Deduksi, dan 5) Tahap Keakuratan/Rigor. Teori ini menyoroti pentingnya struktur berpikir geometri yang mendalam dan berjenjang. Pada hasil pra penelitian yang dilakukan terhadap peserta didik di kelas VIII SMP Islam Trijaya Karangnunggal tahun ajaran 2022-2023, dengan materi bangun ruang sisi datar diketahui bahwa masih terdapat beberapa kesalahan yang dilakukan peserta didik dalam proses penyelesaiannya, hal ini dikarenakan permasalahan geometri yang disajikan hanya dengan penyelesaian tunggal sehingga peserta didik tidak bisa mengembangkan pola pikir matematikanya. Maka dari itu peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan soal open ended yang dirancang sesuai indikator geometri Van Hiele dengan tujuan untuk menganalisis struktur berpikir geometri berdasarkan teori Van Hiele peserta didik dalam menyelesaikan soal open ended ditinjau dari gaya kognitif visualizer. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode eksploratif, yaitu peserta didik diberikan kesempatan secara bergantian untuk menyelesaikan masalah sampai ditemukannya subjek penelitian yang sesuai dengan tujuan penelitian. Teknik pengumpulan data dimulai dari pemberian angket, soal open ended geometri Van Hiele yang telah divalidasi dan dinyatakan layak untuk digunakan, dan melaksanakan wawancara. Peserta didik kelas IX SMP Islam Trijaya Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya merupakan subjek penelitian yang dipilih menggunakan eksplorasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa S1 dengan gaya kognitif visualizer mencapai tahap ke 3 yaitu tahap abstraksi/deduksi informal dalam menyelesaikan soal open ended geometri Van Hiele S1 menyelesaikan soal tersebut dengan strategi dia sendiri, tetapi S1 tidak bisa mencapai tahap ke 4 dan ke 5 dalam tahapan geometri Van Hiele.

Page 6 of 12 | Total Record : 117