cover
Contact Name
Fitriani
Contact Email
jurnal.ame@uika-bogor.ac.id
Phone
+6285695860680
Journal Mail Official
jurnal.ame@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Teknik, Ir. H. Prijantono, Universitas Ibn Khaldun Bogor Jl. KH. Soleh Iskandar KM.2 Kedung Badak BOGOR 16162
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi) : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
ISSN : 24603988     EISSN : 25810979     DOI : 10.32832/ame
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi):Jurnal Ilmiah Teknik Mesin merupakan jurnal ilmiah dengan e-ISSN 2581-0979 dan p-ISSN 2460-3988 yang direview dengan double blind review. Jurnal diterbitkan secara berkala 2 kali dalam setahun (6 bulanan) yaitu pada bulan Maret dan September dengan menyajikan 6(enam) artikel dalam setiap terbitannya. Dikelola oleh Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik & Sains Universitas Ibnu Khaldun Bogor. Berisi hasil penelitian, kajian lapangan, pemikiran atau gagasan yang berkaitan dengan ilmu Teknik Mesin yang tidak terbatas pada Energi, mekanika Stuktur, Material& Manufaktur, dan Mekatronika.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 1 (2024)" : 8 Documents clear
Perilaku Polarisasi Anodik Baja Tahan Karat AISI 304 Dalam Larutan Asam Sulfat Encer: Studi Awal Untuk Pengujian Stress Corrosion Cracking Fitriani, Fitriani; Purwadaria, Sunara
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/ame.v10i1.383

Abstract

Stress Corrosion Cracking (SCC) telah menjadi masalah berulang dalam berbagai industri yang mempengaruhi komponen seperti bahan bakar, generator uap, turbin, perpipaan, nozel, katup, dan lain-lain. Luasnya cakupan variasi dari lingkungan dan paduan yang menimbulkan SCC menyebabkan mekanisme SCC sering dianggap kompleks sehingga sukar untuk menurunkan mekanisme yang universal. Kegagalan karena SCC dapat berlangsung baik secara intergranular atau transgranular. Biasanya proses SCC intergranular berlangsung di sekitar potensial pada saat baja tahan karat yang aktif terkorosi mulai menjadi pasif pada kenaikan potensial. Dalam kasus slip berlangsung pada bidang slip butiran, baja tahan karat akan mengalami SCC transgranular, dan biasanya SCC ini berlangsung pada potensial baja tahan karat dalam keadaan pasif dan baja tahan karat menerima beban yang tinggi. Oleh karenanya menjadi sesuatu hal yang penting untuk mengetahui perilaku pasivasi baja tahan karat dalam studi kegagalan SCC. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mempelajari perilaku pasivasi baja tahan karat AISI 304 yang tersensitisasi dalam larutan H2SO4 pH awal 1 dan 2 sebagai studi awal untuk menentukan selang potensial anodik yang akan digunakan dalam pengujian SCC. Pengukuran polarisasi anodik baja tahan karat AISI 304 dalam keadaan tidak menerima beban dilakukan dengan mengadopsi ASTM G 5-94. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan temperatur menaikkan rapat arus pasif (ipasif) dan potensial awal pasif (Epp) serta menurunkan potensial transpasif (Etr) baja tahan karat AISI 304.  
ANALISIS KESELAMATAN RADIASI PERSONEL KENDARAAN TAKTIS DENGAN BODI BERBAHAN ARMOUR MENGGUNAKAN CODE MCNPX Kasmudin; Isnaini, Ismet; Sulistyo, Jos Budi; Yanto, Ausatha Rabbany; Subhiyah, Hana; Tukiman; Prastowo, Dian Adi; Syawaludin, Beny; Rezon, Kevin; Sanda; Fauzan, Azka Rizqi; Fauzi, Amal; Waluyo, Roy
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/ame.v10i1.561

Abstract

Kendaraan CBRN (Chemical, Biological, Radiological, and Nuclear) didesain untuk beroperasi dalam kondisi lingkungan berbahaya dan penuh risiko sehingga personel yang mengoperasikannya atau bekerja didalamnya harus dilindungi dari potensi bahaya CBRN, khususnya dari bahaya radiasi sinar gamma. BRIN bekerja sama dengan PT Pindad mengembangkan desain prototipe kendaraan taktis CBRN dengan bodi berbahan armour. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keselamatan personel di dalam kendaraan taktis CBRN dengan bodi berbahan armour baja Secure 600 setebal 8 mm terhadap laju dosis serap efektif radiasi gamma yang dipancarkan Co-60 atau Cs-137 dengan cara pemodelan dan simulasi menggunakan code MCNPX. Hasil simulasi berupa nilai laju dosis serap efektif detektor yang dipasang di beberapa titik menggunakan tally F5 MCNPX di dalam kendaraan dan hasilnya dibandingkan dengan nilai batas dosis untuk pekerja radiasi. Secara umum dinding kendaraan taktis CBRN dari baja Secure 600 setebal 8 mm untuk kuat sumber Co-60 atau Cs-137 sampai 1 mCi menghasilkan laju dosis aman, sedangkan untuk kuat sumber di atas 1 mCi tidak aman bagi personel di dalam kendaraan CBRN. Penemuan ini sangat penting dalam desain dan pengembangan kendaraan taktis CBRN yang memberi perlindungan maksimum bagi personel di dalamnya terhadap paparan radiasi sinar gamma.  
Peningkatan Nilai Kekerasan dan Perubahan Morfologi Fasa Logam Aluminium Melalui Variasi Perubahan Kandungan Silicon Pada Paduan Al-Si-Cu-Fe Untuk Aplikasi Industri Pertahanan Djafar Shieddique, Apang; Rohman; Saputra Jimi, Jefri; Ardi Rajab, Dede; Iqbal Zaelana, Moch; Abdullah, Amri; Kurnia Santosa, Dicky
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/ame.v10i1.581

Abstract

Industri pertahanan merupakan salah satu faktor penting dalam kekuatan pertahanan suatu negara. Mulai dari amunisi, kendaraan tempur, sampai dengan pesawat tanpa awak, diperlukan di masa kini dan akan datang, Saat ini Indonesia masih mengimpor alat berat seperti meriam, tank, pesawat tempur, kapal perang, dan lain-lain. Indonesia harus mampu membuat sendiri komponen untuk kendaraan tempur agar tidak bergantung pada impor dari negara lain. Sebagian besar komponen untuk alat pertahanan terbuat dari alumunium dan paduan lainnya. Alumunium dipilih karena memiliki keunggulan seperti bobotnya yang ringan dan tahan terhadap korosi.Perlakuan single stage aging dengan  variasi silikon 6%, 7% dan 8% yang dilakukan pada sampel, mempengaruhi nilai kekerasan.  Setelah dilakukan pengujian didapatkan nilai tertinggi sebesar 90,67 HRV. Nilai kekerasan tersebut didapatkan dari hasil pengujian kekerasan pada sampel dengan kandungan silikon 6%. Hasil pengamatan struktur mikro menunjukkan perlakuan single stage aging dengan variasi silikon berpengaruh pada komposisi setiap fasa yang terbentuk. Unsur yang mendominasi adalah Al dan Si dengan kandungan unsur berbeda yang membentuk fasa intermetaliknya.
Potensi Pemanfaatan Getaran Mekanik Menggunakan Piezoelektrik Pada Shockbreaker Mobil Sebagai Penunjang Penghasil Listrik Ridwan; Irawan, Rudi; Fadillah, Afan; Tri Wijaya Putra, Doni; Jeremi Badar, Johanes; Agung Pratama, Rizky
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/ame.v10i1.624

Abstract

Salah satu tindakan untuk menghentikan emisi terutama pada beberapa negara maju adalah secara bertahap menghentikan penjualan mobil baru yang berbahan bakar fosil, dan beralih menggunakan mobil listrik yang menggunakan baterai sebagai penyimpan energi. Salah satu kendala pemakaian mobil listrik adalah pengisian ulang baterai memerlukan waktu lama. Diperlukan suatu cara atau teknologi yang dapat memperpanjang jarak tempuh baterai pada mobil listrik, misalnya dengan melakukan pengisian ulang baterai pada saat mobil sedang berjalan dengan menggunakan pembangkit listrik yang ada pada dirinya sendiri. Penelitian ini mengkaji potensi pembangkitan listrik pada mobil dengan memanfaatkan getaran mekanik mobil yang sedang berjalan, khususnya dari getaran mekanik shockbreaker mobil dengan menggunakan piezoelektrik sebagai komponen yang mengkonversi energi getaran mekanik menjadi energi listrik. Empat buah piezoelektrik digunakan; dua buah disusun secara seri dan dua buah disusun secara paralel. Rangkaian piezoelektrik dipasang di dalam silinder padat berbahan nilon yang dilindungi stainless ST41 kemudian silinder tersebut dipasang pada shockbreaker mobil, sehingga getaran shockbreaker dialihkan ke piezoelektrik. Penelitian dilakukan dengan menggunakan mobil di jalan utama dengan kecepatan sekitar 70 km/jam. Arus dan tegangan diukur menggunakan multimeter setiap kilometer dan dirata-ratakan.  Hasil penelitian menunjukkan dua piezoelektrik yang dirangkai seri menghasil daya rata-rata 0,9 watt, dan dua piezoelektrik dirangkai parallel menghasilkan daya rata-rata 0,5 watt. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengubahan getaran mekanik pada mobil menjadi listrik berpotensi sebagai sumber listrik tambahan untuk mengisi ulang baterai mobil listrik sambil berjalan sehingga dapat memperpanjang jarak tempuh baterai.  
Analisa Kebocoran Hydraulic Cylinder Telescopic Pada Alat Angkut Mekanisasi Kelapa Sawit Tipe High Bin Kapasitas 500 Kilogram Hartono, Budi; Waluyo, Roy; Fitriani, Fitriani; Muhammad, Begawan
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/ame.v10i1.663

Abstract

Mekanisasi pada perkebunan berperan untuk mengefisienkan suatu pekerjaan yang dilakukan dengan bantuan alat atau mesin. Salah satu bentuk mekanisasi adalah dengan membuat peralatan pengangkut mini kelapa sawit. Pada alat atau mesin pengangkut ini salah satu komponen yang digunakan adalah hydraulic cylinder, sebuah alat yang menggunakan cairan atau fluida khususnya oli untuk mentransfer daya. Pada saat pengoperasian alat ini di kebun sawit, dimana unit yang digunakan adalah tipe High Bin ditemukan kondisi yang tidak normal. Hydroulic cylinder pada alat angkut tipe high bin tersebut sudah mengalami kebocoran oli dengan usia pakainya yang baru menyentuh angka 640 cycle atau 16 hari kerja. Kebocoran yang terlalu dini ini mengakibatkan proses evakuasi panen sawit mengalami down time atau terhenti. Penelitian ini membahas akar penyebab masalah kebocoran hydraulic cylinder telescopic, dengan cara menganalisa data lapangan, melakukan pengamatan visual, pengujian pressure/tekanan dan pengujian durability. Selanjutnya dilakukan analisa dengan metode root cause analysis (RCA) menggunakan diagram fishbone beserta solusinya. Berdasarkan hasil RCA diketahui bahwa penyebab masalah kebocoran hydraulic cylinder yaitu oleh faktor manusia, metode, material dan lingkungan. Setelah mendapatkan akar penyebab masalah, selanjutnya diolah dan dievaluasi sehingga didapatkan solusi untuk mencegah masalah yang sama agar tidak terulang kembali.
Alat Kontrol Berbasis Logika Fuzzy Untuk Kontrol Aliran Udara Cerdas Mesin Pengering Kakao Irawan, Joki; Chairul Annisa, Sarah; Ramadhan, Afham; Muliawati, Fithri
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/ame.v10i1.670

Abstract

Saat ini banyak petani kakao yang menggunakan cara tradisional untuk meningkatkan kualitas produk pasca panen. Salah satu proses pasca panen yang terpenting adalah pengeringan kakao, dimana hasil pengeringan dapat menentukan kualitas kakao tersebut, apakah sudah memenuhi standar nasional yang diminta atau belum. Jika cuaca mendukung, petani yang masih menggunakan teknik tradisional memerlukan waktu pengeringan 3-5 hari untuk mencapai kakao dengan kadar air 6-7%. Namun bila cuaca tidak mendukung, proses pengeringan harus ditunda dan kakao disimpan kembali di gudang sehingga menimbulkan risiko kakao berjamur sehingga petani mengalami kerugian. Penelitian ini akan melakukan inovasi perangkat kontrol aliran udara pada alat pengering kakao dengan mengusung konsep solar building menggunakan mikrokontroler logika fuzzy. Untuk metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah perancangan sistem utama, perancangan subsistem, perancangan perangkat lunak yang digunakan, pengujian sistem serta evaluasi keseluruhan sistem. Hasilnya, ketika cuaca mendukung atau tidak mendukung, sistem kontrol ini tetap berjalan dengan baik sehingga penurunan kadar air kakao rata-rata mencapai 16,2% untuk setiap pengambilan sampel dan hanya membutuhkan waktu tiga hari untuk mencapai kakao dengan kandungan air 6-7%. Berbeda halnya dengan yang tidak menggunakan kontrol, rata-rata penurunan kadar air hanya sebesar 13,8%. Hal ini menunjukkan bahwa alat ini cenderung lebih cepat dalam menurunkan kadar air dibandingkan tidak digunakan dan alat ini tidak selalu bergantung pada cuaca sehingga petani dapat meningkatkan kualitas produk pasca panen tanpa resiko.
DESAIN MOTOR INDUKSI 3 FASA ROTOR BELITAN SEBAGAI GENERATOR INDUKSI Muhidin; Muliawati, Fithri; Pramono, Gatot Eka
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/ame.v10i1.671

Abstract

Motor induksi dapat digunakan sebagai generator yang mengkonversi energi mekanik menjadi energi Listrik seperti yang digunakan pada pembangkitan energi angin dan air. Selama ini, penelitian terkait generator induksi hanya sebatas pengendalian eksitasi pembangkitan dan motor yang digunakan didesain hanya sebagai motor, tidak sebagai generator. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mendesain motor induksi yang diharapkan dapat sesuai dengan generator induksi. Desain dimulai dengan melakukan perhitungan untuk menentukan dimensi utama dari motor induksi. Selanjutnya proses menggambar menggunakan CAD dan hasil gambar disimulasikan menggunakan perangkat lunak simulasi. Pengujian simulasi dilakukan dalam dua tahap, yaitu pengujian sebagai motor dan pengujian sebagai generator. Hasil pengujian desain sebagai motor menunjukkan bahwa pada beban 100 Kw, nilai efisiensi sebesar 94,3% dan faktor daya adalah 0,88. Pada pengujian desain sebagai generator, tegangan keluaran stator pada eksitasi 86,7 Ampere adalah 206 Volt pada tegangan puncak dan arus puncak stator sebesar 112,4 Ampere. Pengujian dengan perubahan eksitasi menunjukkan kenaikan tegangan keluaran pada stator dan kenaikan daya keluaran, namun kenaikan daya keluaran disertai dengan kenaikan daya masukan yang digunakan untuk eksitasi pembangkitan. Semakin besar kenaikan eksitasi, semakin besar daya yang digunakan untuk pembangkitan eksitasi. Kenaikan eksitasi justru mengakibatkan penurunan efisiensi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan kenaikan daya pada generator.  
Sistem Deteksi Getaran Kendaraan Berdasarkan Vibration Dose Value Terhadap Batas Periode Maksimal Exposure Action Value (EAV) Ramadhan, Afham; Muliawati, Fithri; Muhidin; Haikal, Fikri
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/ame.v10i1.683

Abstract

Getaran tubuh manusia yang disebabkan oleh penggunaan alat kerja, kendaraan, dan hal lain yang mengandung paparan getaran memiliki dampak dan efek kesehatan dalam kurun waktu tertentu. Terdapat batasan durasi paparan getaran pada tubuh yang masih dianggap aman sebelum akhirnya paparan getaran tersebut memiliki efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain sistem deteksi batas dosis getaran tubuh, dengan menggunakan metode analisa nilai dosis getaran atau Vibration Dose Values (VDV) dan periode batas maksimal Exposure Action Value (EAV). Penelitian ini menunjukan korelasi antara batas nilai dosis getaran dengan durasi periode batas maksimal EAV yang menjadi indikator batas waktu tubuh terkena getaran yang dapat diterima selama berkendara. Dari penelitian ini bisa didapatkan durasi waktu aman tubuh terkena paparan getaran selama berkendara sebelum getaran memasuki masa yang dianggap beresiko bagi tubuh.

Page 1 of 1 | Total Record : 8