cover
Contact Name
Edi Laukin
Contact Email
kultura@kolibi.org
Phone
+6281333027167
Journal Mail Official
kultura@kolibi.org
Editorial Address
Jl. Arjuno I/1172 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Kultura: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
ISSN : -     EISSN : 29855624     DOI : -
Kultura: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora adalah jurnal peer-review yang diterbitkan oleh Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi). Kultura memuat hasil-hasil penelitian di bidang ilmu sosial dan humaniora. Jurnal ini bertujuan untuk menerbitkan dan menyebarluaskan tulisan-tulisan dalam bidang ilmu sosial dan humaniora yang dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Kultura menerima tulisan dalam penelitian kuantitatif dan kualitatif dari akademisi, praktisi, peneliti, dan mahasiswa yang relevan dengan topik ilmu sosial dan humaniora.
Articles 696 Documents
MAKNA PASAL 33 UNDANG-UNDANG DASAR 1945 DALAM PEMBANGUNAN HUKUM EKONOMI DI INDONESIA Ray Rafi Kahramandika M; Matsani Abdillah; Noval Febriansyah; Feri Pramudya S; M Syahrul Maulana; Siswajanthy, Farahdinny
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/kultura.v2i1.799

Abstract

Tulisan ini mengkaji pentingnya Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 pada perkembangan hukum ekonomi di Indonesia. Isi jurnal sepenuhnya mengeksplorasi pengertian Pasal 33 dari sudut pandang teoritis dan praktis, serta dampaknya terhadap perkembangan hukum ekonomi di Indonesia. Makalah ini menyoroti pentingnya Pasal 33 dalam memastikan pembangunan dan kesejahteraan ekonomi, transparansi dan akuntabilitas, efisiensi dan efektivitas, pengelolaan sumber daya, prinsip-prinsip demokarasi, perlindungan HAM dan perencanaan regional serta pemerintahan lokal. Makalah ini juga memberikan rekomendasi penerapan Pasal 33 dalam pembangunan hukum ekonomi, seperti mengutamakan transparansi dan akuntabilitas untuk mencegah korupsi dan penyalahgunaan aset negara, mengutamakan efisiensi dan efektivitas pengelolaan sumber daya alam untuk meningkatkan kinerja perekonomian, dan mengedepankan prinsip demokrasi dalam pembangunan hukum ekonomi. untuk memajukan keadilan sosial.
SANKSI HUKUM TERHADAP BANDAR MAUPUN PEMAIN KEJAHATAN SIBER PERJUDIAN ONLINE Maryono, Bayu Tri; Saputra , Fajar; Hosnah , Asmak Ul
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/kultura.v2i1.805

Abstract

Dalam era globalisasi saat ini, banyaknya tingkat kejahatan – kejahatan yang pada umumnya kejahatan tersebut termasuk kedalam kejahatan yang baru ditemukan. Dengan berkembangnya teknologi yang sangat pesat hingga saat ini, munculnya jenis kejahatan melalui teknologi yang memanfaaatkan kemajuan teknologi dan merugikan korban secara pribadi maupun kelompok. Kerugian yang disebabkan karena kejahatan ini, tidak kalah berdampak sangat besar dari pada kejahatan secara konvensional. Karena, kejahatan ini bisa membuat para korban mengalami kerugian yang besar seperti kebocoran data, penggelapan data, tersebarnya data dan lain – lain yang bisa mengakibatkan berdampak langsung bagi korban seperti kerugian secara finansial, data pribadi diketahui oleh orang lain dan pencemaran nama baik, yang bisa membuat masalah emosional meningkat dan masalah terganggunya piskolog korban tersebut. Karena kemajuan teknologi yang sangat pesat inilah yang membuat besar pula kejahatan di dalam dunia siber, seperti pada perjudian. Perjudian dalam hal ini dilakukan secara online menggunakan teknologi dan didukung oleh aplikasi atau sistem yang lainnya yang disisipkan ke dalam game permainan yang pada saat ini menjadi masalah besar karena sangat marak sekali perjudian online ini baik dari kalangan tua maupun kalangan dari pemuda sudah banyak masyarakat terjerat perjudian online. Dalam mengurangi tingkat kriminalitas perjudian online ini perlu diketahuinya faktor apa saja yang bisa membuat mereka masuk kedalam perjudian tersebut dan bagaimana sanksi hukumannya bila mereka terbukti bermain ataupun menjadi bandar sekalipun dalam judi online dan bagaiman cara penanggulangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sanksi hukum secara rinci dari tindak pidana perjudian online dan juga mengetahui apa saja faktor – faktor yang mempengaruhi masyarakat bermain judi online. Metode penelitian menggunakan metode normatif dan pengumpulan data dilakukan menggunakan penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan. Hasil penelitian dalam sanksi hukum terhadap bandar maupun pemain kejahatan siber perjudian online dijerat pasal yang berlapis yaitu UU tentang perjudian dan juga UU ITE yang pada awalnya sudah diawasi dan diatur penggunaan kecanggihan teknologi oleh Kemenkominfo dan Badan Siber dan Sandi Negara, dan pihak kepolisian menjadi pihak yang berwenang dalam memberi sanksi hukuman karena sebagai aparat penegak hukum di Indonesia.
PERLINDUNGAN TERHADAP KONSUMEN DALAM KASUS KEBOCORAN DATA BANK SYARIAH INDONESIA Hutagalung, Anggi Muhammad Chandraca; Marendra , Nadia Rhaesa; Hosnah, Asmak Ul
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/kultura.v2i1.809

Abstract

insiden gangguan layanan yang baru-baru ini menimpa Bank Syariah Indonesia (BSI), yang diduga disebabkan oleh serangan siber ransomware. Kejadian ini seharusnya menjadi pembelajaran penting bagi sektor perbankan di Indonesia. Menurut seorang pengamat keamanan siber, diperlukan penguatan pada sistem pertahanan digital karena serangan siber kini semakin kompleks dan canggih. Tidak hanya BSI, sebelumnya, Bank Jatim dan BRI Life juga mengalami peretasan pada tahun 2021, dengan dugaan kebocoran data pribadi nasabah ke internet. Bahkan pada tahun 2022, Bank Indonesia juga mengakui menjadi korban serangan ransomware. Serangan semacam ini dapat diatasi jika korban memiliki cadangan data yang memadai. Namun, beberapa kelompok peretas seperti LockBit dan Conti diketahui mencuri data target sebelum mengenkripsi dan meminta uang tebusan. Untuk melindungi masyarakat dari potensi kebocoran data pribadi di masa depan, Presiden Joko Widodo diharapkan segera membentuk lembaga perlindungan data pribadi sesuai dengan UU Perlindungan Data Pribadi. Lembaga ini akan bertanggung jawab untuk melakukan penilaian dan investigasi saat terjadi kebocoran data, memungkinkan penuntutan terhadap lembaga atau perusahaan yang gagal melindungi data pribadi masyarakat. Jika terjadi serangan siber dan dugaan kebocoran data pribadi nasabah, perbankan diharapkan segera memberitahu publik agar orang-orang dapat mengambil langkah-langkah keamanan yang diperlukan. Penelitian ini difokuskan pada upaya antisipasi untuk mencegah kasus pembobolan data nasabah di masa depan.
TANGGUNG GUGAT BPJS ATAS DISKRIMINASI PELAYANAN PENGGUNA BPJS YANG DILAKUKAN OLEH FASILITAS KESEHATAN Bimo Satriani Wuryanto
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/kultura.v2i1.811

Abstract

Kesehatan merupakan hal yang penting bagi kehidupan kita. Pemerintah wajib untuk memberikan setiap warganya jaminan kesehatan yang dimana hal tersebut merupakan kewajiban dari negara untuk memenuhi kebutuhan hak atas kesehatan seluruh warga negaranya. BPJS Kesehatan merupakan program dari pemerintah yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat. Kepesertaan dalam BPJS Kesehatan merupakan hal yang wajib sehingga setiap masyarakat diwajibkan untuk mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. BPJS Kesehatan memiliki kategori dalam tiap kelasnya sehingga untuk pembayaran iuran disesuaikan dengan finansial tiap peserta. Namun sering sekali terjadi dalam kehidupan tiap hari bahwa terdapat peserta BPJS Kesehatan mengalami diskriminasi terutama pada kategori kelas III BPJS Kesehatan. Diskriminasi pada kelas III BPJS Kesehatan biasanya karena faktor ekonomi sosial sehingga terdapat beberapa rumah sakit maupun tenaga medis dalam pelayanan kesehatan sering menolak pasien BPJS Kesehatan kelas III. Diskriminasi merupakan perbuatan melawan hukum karena dengan begitu maka hak bagi tiap orang tidak akan terpenuhi mengingat kesehatan adalah kebutuhan yang sangat penting dalam kehidupan setiap hari. Namun belakangan ini pemerintah sedang melakukan program Kelas Rawat Inap Standar yang bertujuan untuk melawan diskriminasi yang terjadi pada fasilitas kesehatan. Akan tetapi Kelas Rawat Inap Standar tersebut hanyalah berfokus pada infrastruktur bukanlah pada pelayanan kesehatan. Dengan adanya program tersebut maka iuran yang dibayarkan tergantung pada kemampuan para peserta BPJS Kesehatan sehingga menghapus prinsip gotong royong. Pihak yang dirugikan yaitu peserta kelas 1 karena membayar iuran cukup tinggi namun fasilitas yang didapatkan sama dengan kelas lain. Peserta yang dirugikan dapat meminta ganti rugi kepada pelaku usaha yaitu BPJS Kesehatan.
UPAYA PENEKANAN ANGKA PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI SUMATERA SELATAN Sardana S .H.,M.H, Layang; Permatasari , Ade Cahyani; Sari , Jelita Atika; Jais, Ahmad; Rahmi; Febianti , Rika; Ahmad , Finawati
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/kultura.v2i1.823

Abstract

Sumatera selatan merupakan salah satu kawasan yang memiliki tingkat penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya, Narkotika sebuah zat yang bisa membuat siapapun yang mengkonsumsinya menjadi hilang kesadaran serta berbagai efek buruk bisa ditimbulkan dari obat ini karena mengandung tanaman sentetis maupun semi sentetis yang berpengaruh pada kinerja otak sampai dengan menghilangnya rasa sakit yang dirasakan namun membuat ketergantungan parah, terdapat jenis dan berbagai tipe serta golongan obat terlarang sudah dilampirkan dalam UU ini. Rumusan masalah dalam penulisan ini adalah bagaimanakah tugas dan wewenang Badan Narkotika Nasional dalam tindak pidana narkotika dan apa saja upaya Badan Narkotika Nasional dalam pencegahan tindak pidana narkotika. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian Kualitatif, Badan Narkotika Nasional, praktik penyuluhan bersama kendala-kendala yang berlangsung. Badan Narkotika Nasional ialah lembaga pemerintahan bukan kementerian mempunyai berpangkat di bawah Presiden serta bertanggung jawab kepada Presiden. Badan Narkotika Nasional mempunyai tugas dan kewenangan dalam bidang pencegahan dan pemberantasan dan penyalahgunaan narkotika. BNN menemui beberapa kendala dalam menjalankan tugasnya yaitu biaya operasional yang belum tercukupi, adanya faktor sarana dan prasarana yang kurang memadai, dan kurangnya peran serta masyarakat membantu BNN untuk mencegah tindak pidana narkotika.
Penanganan Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Hukum Internasional oleh Perserikatan Bangsa Bangsa Margaretha, Cecillia Maria; Dzikra, Mutiara Safa’atidz; Salsabiila, Sofia Azizah
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/kultura.v2i1.826

Abstract

. Manusia diberi karunia Tuhan atas mempunyai akal dan bisa berpikir sehingga terciptalah sebuah hak yang memang sifatnya sudah melekap dan harus dipenuhi pada manusia. Keberadaan dari Hak Asasi Manusia memiliki peranan penting atas segala pembentukkan aturan yang ada pada sebuah negara. Negara dan masyarakat sebagai salah satu subjek dalam Hukum Internasional wajib mengupayakan untuk menghormati adanya HAM, memenuhi HAM setiap rakyatnya dan melindungi HAM dengan peran dari PBB sebagai sebuah organisasi besar yang berperan dengan tugas untuk mengatur perdamaian dunia serta keamanannya serta hak asasi dari manusia wajib dilindungi. Dengan menggunakan pendekatan yang bersifat yuridis normatif, sehingga penelitian ini diikuti dengan pemakaian dari data hukum utama dan data hukum kedua yang diperoleh dengan cara mengumpulkan berbagai data yang diperoleh dari materi pustaka yang ada maupun dengan teknik studi kepustakaan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan mengenai 1. Hukum Internasional dengan berupa Instrumen Instrumen yang mengatur hak asasi manusia dan mengikuti perkembangannya, seperti Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) dan berbagai konvensi. 2. Peran dari PBB atau perserikatan bangsa-bangsa dalam penanganan pelanggaran HAM dan perannya untuk melindungi HAM berdasarkan Hukum Internasional PBB mempunyai kewenangan sebagai salah satu Organisasi Internasional untuk membuat instrumen hukum internasional, dokumen hukum maupun komite yang memuat kandungan berkenaan dengan Hak Asasi Manusia, sesuai dari apa yang tercantum dalam Piagam PBB.
ANALISIS PELAKSANAAN UPAYA HUKUM PENINJAUAN KEMBALI PERKARA PERDATA DI PENGADILAN NEGERI: PROSEDUR, PERKEMBANGAN, TANTANGAN PERAN HAKIM, DAN PERBEDAAN WILAYAH Valiantnuja Washfaa Yunandeva
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/kultura.v2i1.829

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui bagaimana hukum peninjauan kembali dalam praktik perdata. Menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa pelaksanaan upaya hukum peninjauan kembali dalam perkara perdata di pengadilan negeri memerlukan pemahaman mendalam terhadap prosedur yang harus diikuti. Perkembangan terbaru dalam praktik pemeriksaan perkara perdata di pengadilan negeri berpotensi mempengaruhi efektivitas dan efisiensi sistem peradilan, dengan tantangan yang muncul baik dari aspek hukum maupun administratif. Peran dan tanggung jawab hakim dalam pemeriksaan perkara perdata, khususnya dalam konteks peninjauan kembali, memegang peranan penting, walaupun dihadapi oleh berbagai kendala dalam pelaksanaan tugas mereka. Adanya perbedaan pelaksanaan upaya hukum peninjauan kembali dan pemeriksaan perkara perdata di pengadilan negeri antara wilayah-wilayah atau negara-negara tertentu dapat memberikan dampak signifikan terhadap kepastian hukum dan akses terhadap keadilan.
PERANCANGAN CONCEPT ART DESAIN KOSTUM BERTEMA POST-APOCALYPTIC DENGAN PEMANFAATAN PRODUK EIGER Ramadhan, Mochamad; Maskat, Suryadi; Prana, Irvan Satya
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/kultura.v2i1.831

Abstract

Perancangan Concept Art desain kostum bertema Post-Apocalyptic dengan pemanfaatan produk EIGER sebagai referensi memiliki tujuan agar industri dalam negri dapat bersaing dengan pasar internasional. Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan “Konsumsi masyarakat terhadap produk dalam negeri dapat memberikan efek domino bagi menguatan pasar dalam negeri, mengkatkan lapangan kerja bagi masyarakat, dan menjamin pekerja lokal. Untuk itu, saya mengajak seluruh masyarakat indonesia berbelanja produk-produk dalam negri.” Hal ini menjadi menjadi dorongan yang kuat untuk mendukung dan memajukan industri dalam negeri. Dengan menggabungkan unsur lokal dengan tema yang populer dapat menarik atensi masyarakat, mengingat bahwa tema Post-Apocalyptic cukup digandrungi oleh pecinta perfilman dan gamers. Suksesnya industri entertainment yang menggarap tema Post-Apocalyptic menjadi alasan mengapa penulis memilih tema Post-Apocalyptic sebagai tema yang akan digarap. Dengan memanfaatkan tema Post-Apocalyptic penulis melihat oportunitas yang berpotensi untuk berguna dalam mempromosikan produk EIGER dan menarik perhatian maryarakat terhadap produk lokal guna memajukan perekonomian negara. Dengan ini, memberikan peluang terhadap industri fashion indonesia untuk dapat bersaing dengan industri internasional.
STRATEGI SATUAN PENGAWAS INTERNAL UNTUK MEMINIMALISASI TEMUAN : SUATU TINJAUAN LITERATUR Albert Bonansyah
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/kultura.v2i1.835

Abstract

Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mereview bacaan yang terkait dengan Satuan Pengawas Internal untuk Meminimalisasi Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menitikberatkan pada kajian pustaka, yang berarti melihat dan menganalisis semua informasi yang terkait dengan topik penelitian. Informasi ini digabungkan dengan penelitian sebelumnya untuk menjelaskan fenomena yang akan terjadi. Penulis dapat tarik kesimpulan bahwa Satuan Pengawas Internal (SPI) memiliki peran yang krusial dalam berbagai konteks, seperti perguruan tinggi, rumah sakit, dan pemerintah daerah. Dalam rangka meminimalisasi temuan, meningkatkan kinerja, dan mendukung tata kelola yang baik, SPI menggunakan beragam strategi seperti konsep pre-audit, current-audit, dan post-audit, serta upaya untuk meningkatkan independensi dan keahlian profesional. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa sistem pengendalian internal dan internal control berpengaruh positif terhadap pencapaian Good University Governance (GUG) dan kinerja pemerintah daerah.
EFEKTIVITAS PELAYANAN PEMBUATAN KARTU IDENTITAS ANAK (KIA) DI KELURAHAN BABAT JERAWAT KOTA SURABAYA Achmad Arrizal Afifuddin
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/kultura.v2i1.856

Abstract

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya dengan program Jemput Bola pada tindakan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik. Dengan demikian mengembangkan inovasi pelayanan dimaksud untuk membantu warga Kota Surabaya yang kesulitan dalam kepengurusan administrasi dan dengan memfasilitasi bantuan yang diberikan Dispendukcapil langsung kepada masyarakat. Meliputi 5 indikator model konsep Pentahelix yaitu, Pemerintah, Akademisi, Bisnis/Praktisi, Komunitas, dan Media. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melakukan efektifitas dari program penjemputan bola pelayanan administrasi kependudukan di Kelurahan Babat Jerawat. Kecamatan Pakal Kota Surabaya khususnya dalam hal penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA). Selain dari beberapa literatur dan referensi, dengan melalui observasi secara langsung dan wawancara digunakan sebagai sumber data. Penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif terhadap penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelayanan penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA) di Kelurahan Babat Jerawat Sudah efektif namun perlu adannya sosialisasi kepada warga terkait pentingnya penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA).