cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunungpati Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Seminar Nasional IPA
ISSN : 29622905     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Proceeding Seminar Nasional IPA berisi artikel yang bertema inovasi pembelajaran IPA, penelitian dibidang IPA dan ilmu lingkungan yang berasal dari kegiatan Seminar Nasional IPA. Kegiatan Seminar Nasional IPA sendiri merupakan kegiatan yang diselengarakan oleh Jurusan IPA Terpadu UNNES dengan kerjasama dengan Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia (PPII). Kegiatan ini merupakan sarana komunikasi pertukaran informasi antara peserta seminar dengan narasumber yang kompeten terkait pembelajaran sains dan ilmu lingkungan, meningkatkan jejaring kerjasama dengan Jurusan IPA Terpadu FMIPA UNNES dan memfasilitasi pertukaran informasi ilmiah berkaitan pembelajaran IPA yang aktif, inovatif dan kreatif khususnya dalam menyongsong Pembelajaran Abad 21 dan pengembangan karakter berwawasan lingkungan.
Articles 118 Documents
Search results for , issue "2026" : 118 Documents clear
Dinamika Tutupan Lahan di Kawasan Wisata Guci Kabupaten Tegal Lin Aliyyu; Devi Noravida; Alif Zidan Nabhan; Ikhwan Ma’rufi Gusni Ramadhan; Keisya Gadiza Faisal; Trida Ridho Fariz; Andhina Putri Heriyanti
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan sektor pariwisata di Kawasan Wisata Guci memicu perubahanpenggunaan lahan yang signifikan, yang berpotensi mengancam stabilitas ekosistem di wilayahhulu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika perubahan tutupan lahan di KawasanWisata Guci dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2020 - 2025). Metode penelitian yangdigunakan yaitu metode kuantitatif dan kualitatif. Metode kuantitatif dilakukan melalui analisissosio temporal menggunakan perangkat lunak ArcMap 10.8 dengan teknik intepretasi visual padacitra satelit WorldView2 tahun 2025 dan pembandingan data tutupan tahun 2020. Sedangkan,metode kuantitatif dilakukan dengan wawancara mendalam dengan ketua RT dan mahasiswaeksternal di kawasan setempat. Hasil penelitian menunjukkan adanya tren ekspansi lahanterbangun yang masif sebesar 204 Hektar, dengan konsentrasi pembangunan infrastrukturpariwisata di bagian tengah dan utara wilayah. Sebaliknya, lahan vegetatif mengalami penurunantajam, terutama pada sektor sawah sebesar 92,8 Hektar dan kebun campuran sebesar 81,1 Hektar.Temuan ini menunjukkan bahwa konversi lahan hijau menjadi area kedap air ini menyebabkanhilangnya struktur perakaran alami yang berfungsi sebagai pengikat tanah, sehingga memicupemadatan tanah dan menurunkan kapasitas infiltrasi. Kesimpulannya, tekanan pembangunanpariwisata yang tidak terkendali di Kawasan Guci telah menurunkan daya dukung lingkungan danmeningkatkan risiko aliran permukaan, sehingga diperlukan kebijakan manajemen lahan yanglebih ketat untuk menjaga keberlanjutan fungsi lindung di wilayah hulu.
ANALISIS POLA KONSUMSI FAST FASHION DAN KESADARAN LINGKUNGAN MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Arham Ade Ahmad; Aqeela Gulrukh Nurrudin; Naura Tsany Nirmala; Shalwa Faniya; Kemal Maulana; Andhina Putri Heriyanti; Trida Ridho Fariz
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan industri fast fashion mendorong pola konsumsi pakaian berlebihanyang menghasilkan timbulan limbah tekstil dalam jumlah besar. Penelitian ini bertujuanmenganalisis pola konsumsi fast fashion mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES),tingkat kesadaran lingkungan terhadap limbah tekstil, serta hubungan keduanya. Penelitiandilaksanakan di UNNES (2026) menggunakan pendekatan mixed methods denganpengumpulan data kuesioner daring dan wawancara mendalam. Pengambilan sampel dilakukandengan proportionate stratified random sampling (115 responden dari sembilan fakultas), sertawawancara secara purposive sampling. Analisis kuantitatif menggunakan statistik deskriptifdan korelasi Spearman, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui reduksi, penyajian, danpenarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan pola konsumsi fast fashion mahasiswaUNNES tergolong moderat dan rasional, ditandai mayoritas (77,4%) membeli 1–2 potongpakaian per belanja, berbelanja setiap 3–6 bulan sekali (55,7%), serta didorong kebutuhan(65,2%). Tingkat kesadaran lingkungan mahasiswa tergolong tinggi dengan 91,3% mengenalkonsep fast fashion dan 40,9% tidak setuju terhadapnya. Namun, terdapat kesenjangan sikapdan perilaku nyata (attitude-behavior gap) yang tercermin dari rendahnya daur ulang pakaian(31,3%) akibat minimnya infrastruktur pengelolaan limbah kampus. Hasil uji Spearmanmenunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara pola konsumsi fast fashion dengankesadaran lingkungan mahasiswa (rs = -0,094; p = 0,315). Gender dan usia tidak memengaruhipandangan terhadap fast fashion. Diperlukan intervensi berupa edukasi dan penyediaan fasilitaspengelolaan limbah tekstil di kampus untuk menjembatani kesenjangan tersebut.
KETAHANAN AIR DI DESA LERENG GUNUNG: STUDI KASUS KRISIS AIR BERSIH DESA CANDI REJO, KABUPATEN SEMARANG Muhammad Fadhil Rafif; Rifa Damai Evlinsi; Bayu Putra Akbar; Gayatri Metaly Putri Sugito; Ghefira Rizky Maulida; Andhina Putri Heriyanti
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis air bersih menjadi permasalahan yang semakin sering terjadi di kawasan lerengpegunungan akibat perubahan kondisi lingkungan, keterbatasan infrastruktur air, danmeningkatnya tekanan terhadap sumber daya air. Desa Candirejo, Kabupaten Semarang,merupakan salah satu wilayah di lereng Gunung Ungaran yang mengalami kerentanan krisis airterutama pada musim kemarau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi lingkunganfisik, sistem pengelolaan air bersih, serta strategi adaptasi masyarakat dalam mempertahankanketahanan air. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dandesain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dandokumentasi terhadap masyarakat, pengelola BP SPAM, serta pemerintah desa. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa penurunan debit Sungai Tuntang, keterbatasan distribusi air perpipaan,tingginya kandungan kapur pada sumur bor, serta minimnya sarana penyimpanan air menjadifaktor utama penyebab krisis air di Desa Candirejo. Masyarakat melakukan berbagai strategiadaptasi, seperti penghematan penggunaan air, pemanfaatan sumber air alternatif sepertiSendang, penggunaan sistem distribusi bergilir antarwilayah, serta kerja sama dengan pihakluar melalui program CSR untuk penyediaan air bersih. Selain itu, pembangunan bendungandan pengelolaan air berbasis masyarakat melalui BP SPAM menjadi bagian penting dalammenjaga keberlanjutan pasokan air. Penelitian ini menunjukkan bahwa ketahanan airmasyarakat tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi lingkungan fisik, tetapi juga oleh kemampuanadaptasi sosial, pengelolaan sumber daya air, dan dukungan infrastruktur yang memadai.
ANALISIS KEBERLANJUTAN BANK SAMPAH PADA SEBUAH PERMUKIMAN SEKITAR KAWASAN INDUSTRI DI KOTA SEMARANG Maymi Naila Venoche; Ardisa Kamila Basiri; Endang Safitri Wulansari; Nugraha Tri Admaja; Nadia Nisrina AM Nisrina AM; Trida Ridho Fariz; Andhina Putri Heriyanti
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas masyarakat di Kota Semarang menyebabkantimbulan sampah rumah tangga terus meningkat dan berpotensi menimbulkan pencemaranlingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Salah satu upaya pengelolaan sampah berbasismasyarakat yang diterapkan adalah program bank sampah melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse,Recycle). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keberlanjutan pengelolaan Bank SampahWijaya Makmur di Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Tugu, Kota Semarang berdasarkanaspek sosial, ekonomi, lingkungan, dan kelembagaan. Penelitian menggunakan pendekatandeskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi denganinforman yang terdiri atas pengelola bank sampah, anggota PKK, ketua RT, dan masyarakatsekitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bank Sampah Wijaya Makmur yang berdiri sejaktahun 2018 mampu meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pemilahan sampah rumahtangga, mendorong kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan, serta memberikan manfaatekonomi melalui sistem tabungan sampah dan pengolahan sampah organik menjadi produkbiowash yang memiliki nilai jual. Selain itu, program ini turut membantu mengurangipenumpukan sampah dan jumlah sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).Keberlangsungan program juga didukung oleh peran aktif PKK, pengurus RT/RW, danpemerintah daerah. Namun, program ini masih menghadapi kendala berupa keterbatasanfasilitas rumah pilah, ketergantungan terhadap pengepul, dan belum konsistennya kesadaranmasyarakat dalam memilah sampah. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pengelolaan danpartisipasi masyarakat untuk mendukung keberlanjutan program bank sampah.
ANALISIS PERILAKU DAN KESADARAN TERHADAP PENGGUNAAN PLASTIK SEKALI PAKAI DI LINGKUNGAN FMIPA UNNES Widodo Nur Rofiq; Kurnia Intan Septyani; Dhea Putri Ananda; Radidtya Aqila Az-Zahra; Laurelia Salwa Mustika; Andhina Putri Heriyanti
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah plastik sekali pakai menjadi permasalahan lingkungan yang semakin mengkhawatirkandi lingkungan perguruan tinggi, termasuk di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam(FMIPA) Universitas Negeri Semarang (UNNES). Penelitian ini bertujuan menganalisisperilaku penggunaan plastik sekali pakai, tingkat kesadaran lingkungan, faktor-faktor yangmempengaruhinya, serta merumuskan strategi pengurangan berbasis analisis SWOT dilingkungan FMIPA UNNES. Pendekatan kualitatif deskriptif diterapkan dengan teknikpurposive sampling terhadap 15 responden yang terdiri atas 10 mahasiswa, 3 penjual kantin,dan 2 petugas kebersihan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasilapangan pada April hingga Mei 2026, kemudian dianalisis menggunakan model analisisinteraktif Miles, Huberman, dan Saldana (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwapenggunaan plastik sekali pakai di lingkungan FMIPA masih tergolong tinggi, terutama berupakantong plastik, gelas cup, sedotan, dan kemasan styrofoam. Penggunaan tersebut dipengaruhioleh faktor kepraktisan, kebiasaan konsumsi, sistem pelayanan kantin yang belum ramahlingkungan, dan keterbatasan fasilitas pendukung. Meskipun sebagian besar mahasiswa telahmemiliki kesadaran yang cukup baik terhadap dampak plastik, kesadaran itu belum mendorongperubahan perilaku secara konsisten. Kondisi ini mencerminkan value-action gap antarakesadaran lingkungan dan perilaku lingkungan nyata. Analisis SWOT menunjukkan bahwaFMIPA UNNES berada pada posisi Kuadran I dengan memanfaatkan kebijakan kampuskonservasi dan meningkatnya kesadaran mahasiswa sebagai kekuatan utama. Strategi yangdirumuskan mencakup penguatan edukasi, perluasan fasilitas ramah lingkungan, pengawasanpenerapan kebijakan, dan pembiasaan perilaku berkelanjutan secara kolektif.
Analisis Perubahan Daya Dukung Lahan Pertanian Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2020 dan 2025 Ferdy Choirus Sani; Friyani Aulia Putri; Fina Nikmatussania; Reina Rahmadhina Anggraini; Ni’ma Qorina; Trida Ridho Fariz; Andhina Putri Heriyanti
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi Jawa Tengah menghadapi tantangan serius berupa alih fungsi lahan dan tekananpenduduk yang mengancam stabilitas ketahanan pangan daerah. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis perubahan daya dukung lahan (DDL) pertanian di kabupaten/kota Provinsi JawaTengah pada periode 2020 dan 2025. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptifkuantitatif dengan menghitung rasio luas panen per kapita terhadap kebutuhan lahan untukswasembada pangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketimpangan spasial yangsignifikan pada tahun 2025 wilayah dengan daya dukung tertinggi didominasi oleh kabupatenyang berada di Kelas 2, dengan Kabupaten Sragen mencatatkan nilai tertinggi sebesar 2,13.Sebaliknya, wilayah perkotaan seperti Kota Surakarta mencatatkan nilai terendah yaitu (0,00)akibat konversi lahan sawah secara menyeluruh menjadi kawasan non-pertanian sesuai denganrencana tata ruang wilayah terbaru. Secara keseluruhan, meskipun sebagian besar wilayahmasih mampu berswasembada, kecenderungan penurunan nilai DDL di berbagai titikmenunjukkan perlunya kebijakan perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B)yang lebih ketat untuk menjamin ketahanan pangan di masa depan.
ANALISIS JEJAK KARBON HARIAN MAHASISWA KOS DI KAWASAN SEKARAN, UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES) BERDASARKAN KONSUMSI ENERGI DAN MOBILITAS Muhammad Hanif Firdaus; Syahida Kirani; Annisa Nuria Mutiara Salis; Aulia Zalfa Naila; Andhina Putri Heriyanti; Trida Ridho Fariz
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) setiap tahunmendorong bertambahnya hunian kos di kawasan Sekaran yang berdampak pada peningkatankonsumsi energi listrik dan mobilitas harian mahasiswa. Penelitian ini bertujuan menganalisisjejak karbon harian mahasiswa kos serta mengidentifikasi faktor yang mempengaruhinya.Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pengambilan sampel secarapurposive sampling terhadap 100 mahasiswa aktif UNNES yang tinggal di kos kawasanSekaran. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring, kemudian dikonversi menjadi emisiCO₂e menggunakan pedoman IPCC 2006 Tier 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwarata-rata total jejak karbon harian mahasiswa mencapai 3,27 kg CO₂, dengan sektor listrikmenyumbang 2,32 kg CO₂ (70,94%) dan sektor transportasi 0,94 kg CO₂ (29,06%). Sebanyak52% mahasiswa berada pada kategori jejak karbon tinggi, 47% sedang, dan hanya 1% rendah.Perangkat rice cooker, kulkas, dan AC menjadi penyumbang emisi listrik tertinggi, sementaradominasi penggunaan sepeda motor (82%) menjadi penyebab utama emisi transportasi.Penelitian ini diharapkan menjadi dasar penyusunan strategi pengurangan emisi dan kebijakankonservasi lingkungan di kawasan kampus.
Analisis Dampak Sosial Ekonomi dan Lingkungan Operasional Bengkel Sepeda Motor di Kawasan Pemukiman Gunung Pati, Semarang Aniq Muflihah; Nova Fahmi Destian; Butsainah Adilah Azharyya; Nazwa Ariyani Sigit; Muhammad Arfinda Raja Fahmi; Andhina Putri Heriyanti; Trida Ridho Fariz
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah kendaraan bermotor di kawasan permukiman mahasiswa KecamatanGunungpati, Kota Semarang, memicu menjamurnya usaha bengkel sepeda motor skala mikroyang berpotensi menimbulkan eksternalitas lingkungan dan sosial. Penelitian ini bertujuanuntuk menganalisis dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi dari aktivitas operasionalBengkel Wardana Motor, serta mengidentifikasi titik kritis atau hotspot yang dihasilkan.Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran (mixed methods). Analisislingkungan dilakukan melalui pemodelan Life Cycle Assessment (LCA) dengan batasangate-to-gate (ISO 14040) dan metode IPCC 2021 (ISO 14067) menggunakan perangkat lunakopenLCA v2.0 untuk mengukur parameter Global Warming Potential (GWP100). Datadampak sosial-ekonomi dihimpun melalui kuesioner kepada masyarakat sekitar dan dianalisissecara deskriptif persentase, kemudian divalidasi menggunakan teknik triangulasi data. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa operasional bengkel (melayani 260 unit kendaraan/bulan)menghasilkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 1.862 kg CO₂ eq/bulan (7,16 kg CO₂eq/unit kendaraan) yang sepenuhnya disumbangkan oleh kategori fossil fuels akibat tingginyakonsumsi energi listrik dan bahan bakar fosil teknis. Operasional bengkel menghasilkaneksternalitas berupa 100.000 liter/bulan limbah cair dan akumulasi limbah B3 (oli bekas, aki,kain majun berminyak). Aspek ekonomi bengkel berkontribusi positif pada penyerapantenaga kerja lokal. Aspek sosial keberadaan bengkel menurunkan kenyamanan lingkungan(48%) dan memicu potensi konflik horizontal (45%) akibat polusi suara dan visual limbah.Penelitian ini menyimpulkan bahwa operasional bengkel di kawasan permukiman berisikotinggi mencemari lingkungan sehingga memerlukan langkah intervensi segera berupa auditefisiensi energi, pembuatan bak pemisah minyak (oil separator), dan pembatasan jamoperasional.
Analisis Tekno-Ekonomi dan Lingkungan Pengembangan K-SIGN Menggunakan Metode Produksi Garam Portugis dan Maduris dengan Pendekatan SWOT–USG Triyono; Bambang Hari Wibisono; Deva Fosterharoldas Swasto
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Pulau Rote merupakanbagian dari Proyek Strategis Nasional untuk mendukung swasembada garam. Penelitian inimenganalisis kelayakan pengembangan K-SIGN melalui pendekatan SWOT–USG denganfokus pada CAPEX–OPEX serta dampak lingkungan melalui perbandingan metode Portugisdan Maduris. Metode penelitian bersifat deskriptif-kualitatif dengan dukungan estimasi teknik,observasi lapangan, dan studi pustaka. Hasil analisis menunjukkan bahwa K-SIGN memilikikekuatan berupa dukungan pemerintah, iklim yang sangat mendukung, dan potensi produksibesar, namun menghadapi kelemahan seperti geomorfologi berbukit, kebutuhan investasitinggi, dan keterbatasan logistik kepulauan. Ancaman utama meliputi perubahan iklim, abrasi,sedimentasi, dan gangguan operasional akibat cuaca ekstrem. Secara ekonomi, metodePortugis menawarkan CAPEX–OPEX lebih rendah, sedangkan metode Maduris memberikanproduktivitas dan kualitas garam lebih tinggi namun berbiaya besar. Dari aspek lingkungan,metode Portugis lebih berkelanjutan dengan jejak karbon rendah, sementara metode Madurismemiliki risiko limbah geomembran dan konsumsi energi tinggi. Penelitian menyimpulkanbahwa pendekatan hybrid Portugis–Maduris merupakan opsi paling optimal untukmenyeimbangkan efisiensi ekonomi, produktivitas, dan keberlanjutan lingkungan.
Pemanfaan Citra LiDAR untuk Penyiapan Pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur Miftahul Huda; Bambang Kun Cahyono
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia belum mampu untuk memenuhi kebutuhan garam domestik. Kebutuhan garam untukkeperluan garam konsumsi telah dapat dipenuhi, namun untuk garam industri masih belumdapat dipenuhi dari produksi garam nasional. Program Kawasan Sentra Industri GaramNasional (K-SIGN) hadir untuk memenuhi gap kebutuhan tersebut melalui upayaekstensifikasi lahan garam. Selama beberapa dekade luas lahan garam stagnan bahkancenderung untuk turun dikarenakan alih fungsi lahan. Penelitian ini bertujuan untuk (1)memanfaatkan teknologi penginderaan jauh untuk memetakan lahan tambak garam (2) melihataspek kesesuaian lahan tambak garam untuk dimanfaatkan sebagai program ekstensifikasilahan tambak garam. Teknologi yang digunakan adalah pemetaan penutupan lahan denganmenggunakan foto udara dan pemetaan topografi permukaan dengan menggunakan citraLiDAR. Wahana Pemotretan Udara menggunakan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) denganSkala 1:1000. Hasil kajian menunjukkan bahwa salah satu aspek kesesuaian lahan yangmenjadi prasyarat kesesuaian lahan adalah kemiringan lereng, diperlukan kemiriangan antara0-2% untuk dapat dimanfaatkan sebagai lahan tambak garam. Pemetaan dibagi menjadi 7 Blok.Data Digital Surface Model (DSM) diperoleh dengan memanfaatkan seluruh point cloud hasilakuisisi LiDAR, tanpa melalui proses penyaringan lebih lanjut, sehingga mampumerepresentasikan kondisi permukaan aktual termasuk vegetasi, bangunan, dan objek laindi atas tanah. Resolusi DSM yang dihasilkan adalah 0,25 meter, yang memberikan detailcukup tinggi untuk kebutuhan analisis topografi maupun pemetaan pada skala 1:1000. DataDigital Terrain Model (DTM) memanfaatkan point cloud hasil klasifikasi ground sehinggamodel yang dihasilkan merepresentasikan kondisi permukaan tanah aktual, bebas dari vegetasi,bangunan, maupun objek non-permanen lainnya. Resolusi yang digunakan adalah 0,5 meter.Data DTM inilah yang digunakan sebagai basis utama dalam analisis topografi, pembuatankontur, serta perencanaan teknis yang memerlukan representasi akurat dari kondisi permukaantanah yang akan dimanfaatkan dalam pembuatan tambak garam.

Page 5 of 12 | Total Record : 118


Filter by Year

2026 2026